Jumat, 31 Juli 2015

Eksposisi 1 Samuel 24:1-23.

I Samuel 24:1-23
I) DAUD DI EN-GEDI DAN SAUL MENGEJARNYA.
1) Daud tinggal di padang gurun En-Gedi.
Ay 1: “Daud pergi dari sana, lalu tinggal di kubu-kubu gunung di En-Gedi”.
Matthew Henry: “Daud, yang telah lolos dengan cara itu, berlindung di beberapa hutan alamiah, yang ia temukan di padang gurun En-Gedi, ay 1. Dan Dr. Lightfoot beranggapan bahwa ini adalah padang gurun Yehuda, dimana Daud ada ketika ia menuliskan Mazmur 63, yang menghembuskan perasaan yang saleh dan taat seperti hampir semua dari mazmur-mazmurnya, karena di semua tempat dan segala kondisi ia tetap memelihara persekutuannya dengan Allah". Mari kita baca: Maz 63:1-12 - “(1) Mazmur Daud, ketika ia ada di padang gurun Yehuda. (2) Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepadaMu, tubuhku rindu kepadaMu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. (3) Demikianlah aku memandang kepadaMu di tempat kudus, sambil melihat kekuatanMu dan kemuliaanMu. (4) Sebab kasih setiaMu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau. (5) Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi namaMu. (6) Seperti dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, dan dengan bibir yang bersorak-sorai mulutku memuji-muji. (7) Apabila aku ingat kepadaMu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam, -- (8) sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku, dan dalam naungan sayapMu aku bersorak-sorai. (9) Jiwaku melekat kepadaMu, tangan kananMu menopang aku. (10) Tetapi orang-orang yang berikhtiar mencabut nyawaku, akan masuk ke bagian-bagian bumi yang paling bawah. (11) Mereka akan diserahkan kepada kuasa pedang, mereka akan menjadi makanan anjing hutan. (12) Tetapi raja akan bersukacita di dalam Allah; setiap orang, yang bersumpah demi Dia, akan bermegah, karena mulut orang-orang yang mengatakan dusta akan disumbat”.
2) Saul mengejar Daud ke sana. Ay 2-3: “(2) Ketika Saul pulang sesudah memburu orang Filistin itu, diberitahukanlah kepadanya, demikian: ‘Ketahuilah, Daud ada di padang gurun En-Gedi.’ (3) Kemudian Saul mengambil tiga ribu orang yang terpilih dari seluruh orang Israel, lalu pergi mencari Daud dan orang-orangnya di gunung batu Kambing Hutan”.
a) Kelihatannya Saul berhasil mengatasi orang-orang Filistin, dan ini menunjukkan bahwa orang brengsek bisa mengalami kesuksesan!
Maz 73:3-5,12 - “(3) Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik. (4) Sebab kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka; (5) mereka tidak mengalami kesusahan manusia, dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain. ... (12) Sesungguhnya, itulah orang-orang fasik: mereka menambah harta benda dan senang selamanya!”. Yer 12:1-2 - “(1) Engkau memang benar, ya TUHAN, bilamana aku berbantah dengan Engkau! Tetapi aku mau berbicara dengan Engkau tentang keadilan: Mengapakah mujur hidup orang-orang fasik, sentosa semua orang yang berlaku tidak setia? (2) Engkau membuat mereka tumbuh, dan merekapun juga berakar, mereka tumbuh subur dan menghasilkan buah juga. Memang selalu Engkau di mulut mereka, tetapi jauh dari hati mereka”.
b) Begitu menyelesaikan masalah Filistin, Saul langsung memburu Daud lagi. Matthew Henry membandingkan hal ini dengan orang-orang dalam Yer 7:10 - “kemudian kamu datang berdiri di hadapanKu di rumah yang atasnya namaKu diserukan, sambil berkata: Kita selamat, supaya dapat pula melakukan segala perbuatan yang keji ini!”.
c) Tempat itu dinamakan Gunung Batu Kambing Hutan (ay 3b). Matthew Poole mengatakan bahwa tempat ini disenangi oleh kambing gunung / liar, dan sangat curam dan berbahaya. Tetapi Saul, dalam kebencian dan kemarahannya mau mengejar Daud sampai ke tempat seperti itu. Kalau orang-orang jahat mau berkorban seperti itu, adalah menyedihkan kalau orang-orang Kristen tak mau berkorban untuk melakukan sesuatu yang baik.
d) Saul mengejar dengan menggunakan 3000 orang. Jamieson, Fausset & Brown: “ Kekuatan / pasukan yang besar yang ia bawa dengannya kelihatannya memberinya setiap harapan keberhasilan. Tetapi providensia Allah yang mengatasi menggagalkan semua kewaspadaannya. Pulpit Commentary: “ Saul kelihatannya mempunyai semua fasilitas untuk mendapatkan tujuannya. Tak seorangpun membantah kemauannya. Ribuan orang yang bersenjata mengikutinya dalam pengejaran terhadap Daud; dan Saul tahu bagaimana memimpin orang, dan bagaimana bertempur. ... Tetapi ia tidak pernah bisa menjangkau Daud untuk menangkap atau menghancurkan / membunuhnya. ... Ia betul-betul memasuki gua dalam mana Daud dan orang-orangnya bersembunyi, dan tidak melihat dia. Ini bukan sekedar nasib baik. Allahlah yang melindungi Daud dan membingungkan kebencian Saul. Dan dalam sejarah yang tragis dari penganiayaan, tangan Allah yang mengekang telah sering ditunjukkan. Seperti Saul diijinkan untuk membunuh imam-imam tetapi tidak diijinkan membunuh Daud, demikian juga Tuhan mengijinkan banyak tiran untuk berjalan sampai titik tertentu, tetapi tidak lebih jauh lagi. Izebel bisa membunuh Nabot, tetapi tidak Elia. Herodes bisa membunuh Yakobus, tetapi tidak Petrus. Penganiaya-penganiaya Roma Katolik bisa membakar Huss, tetapi tidak Wickliffe; George Wishart, tetapi tidak John Knox. Ada tali dari kontrol Ilahi di sekeliling setiap penindas, dan pada saat Allah menganggap pantas, Ia hanya menarik tali itu, dan dengan demikian telah mengekang / mengendalikan sisa kemurkaan, mengalahkan alat / perlengkapan / muslihat dari kekejaman) - hal 474.
II) Daud dan Saul dalam satu gua.
1) Saul masuk ke dalam gua dimana Daud dan orang-orangnya bersembunyi.
Ay 4: “Ia sampai ke kandang-kandang domba di tepi jalan. Di sana ada gua dan Saul masuk ke dalamnya untuk membuang hajat, tetapi Daud dan orang-orangnya duduk di bagian belakang gua itu”.
a) Bagaimana Saul bisa begitu ceroboh, dan tak memeriksa gua itu lebih dulu?
Clarke mengatakan bahwa tradisi Yahudi mengatakan bahwa Allah membuat seekor laba-laba membuat sarangnya di mulut gua, dan Saul, yang melihat hal ini, menganggap gua itu aman, karena tidak mungkin ada orang yang bisa masuk gua itu tanpa merusak sarang laba-laba tersebut. Ini memang hanya tradisi. Allah bisa menggunakan cara apapun untuk membuat Saul menjadi ceroboh. b) Bagaimana Saul bisa tidak melihat Daud dan orang-orangnya di dalam gua itu? Barnes mengatakan bahwa gua-gua di sana sangat dalam dan luas. Orang-orang yang ada di dalam gua bisa melihat orang-orang yang ada di mulut gua, tetapi tidak sebaliknya, karena bagian dalam dari gua itu gelap. c) Kata-kata ‘untuk membuang hajat’ dipertentangkan dalam penterjemahan maupun artinya. Ada yang menterjemahkan / mengartikan ‘membuang hajat’, tetapi ada juga yang menterjemahkan / mengartikan ‘tidur’ / ‘beristirahat’. Ini tak terlalu penting; yang jelas setelah itu Saul memang tidur. 2) Nasehat dari orang-orang Daud kepada Daud Ay 5a: “Lalu berkatalah orang-orangnya kepada Daud: ‘Telah tiba hari yang dikatakan TUHAN kepadamu: Sesungguhnya, Aku menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, maka perbuatlah kepadanya apa yang kaupandang baik.’”. Apakah Daud memang pernah mendapatkan Firman Tuhan seperti ini?
Keil & Delitzsch: “Sekalipun kata-kata ini bisa menunjuk kepada sabda ilahi yang telah diterima oleh Daud melalui seorang nabi, misalnya Gad, apa yang selanjutnya terjadi jelas menunjukkan bahwa Daud tidak menerima sabda seperti itu; dan maksud dari orang-orangnya hanyalah ini, ... para pembicara menganggap bimbingan dari providensia dengan mana Saul telah dibawa ke dalam kuasa dari Daud sebagai suatu isyarat bagi Daud sendiri untuk menggunakan kesempatan untuk membunuh musuhnya yang mematikan ini, dan menyebut isyarat ini sebagai firman dari Yehovah".
Memang ‘bimbingan’ dari providensia Allah belum tentu bisa dianggap sebagai kehendak Tuhan yang Ia ingin kita lakukan.
Contoh: · kalau seadanya kejadian bisa ditafsirkan seperti penafsiran para anak buah Daud, maka pada waktu Yusuf digoda istri Potifar, iapun boleh berzinah dengannya, karena itu pasti kehendak Allah!
Illustrasi: pendeta duduk di kereta api di depan seorang gadis cantik dan sexy. Ia terus berdoa minta dikuatkan oleh Tuhan supaya jangan jatuh ke dalam perzinahan. Tetapi godaan itu terus menerus menekan. Suatu saat kereta api itu mendadak mengerem, sehingga gadis itu terpental dari tempat duduknya ke pangkuan pendeta tersebut. Ia menyambut gadis itu dengan kedua tangannya dan berkata: ‘Ya Tuhan, jadilah kehendakMu’. Ini contoh yang salah, seperti yang ingin dilakukan oleh orang-orang Daud.
3) Tindakan Daud. Ay 5b-6: “(5b) Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam. (6) Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena ia telah memotong punca Saul”.
a) Daud menolak nasehat dari orang-orangnya; ia tidak mau membunuh Saul.
Pulpit Commentary: “ dengan penguasaan diri yang mulia ia menolak untuk menangani persoalan itu sendiri, dan menyerahkan kepada Allah dalam iman yang percaya pelaksanaan dari rencanaNya" - hal 460.
Ini kontras dengan orang-orang yang ‘membantu Tuhan’ seperti:
· Sara yang berikan Hagar kepada Abraham · Ribka yang suruh Yakub dustai Ishak.
1. Apa alasan Daud untuk tidak membunuh Saul? Ay 7: “lalu berkatalah ia kepada orang-orangnya: ‘Dijauhkan Tuhanlah kiranya dari padaku untuk melakukan hal yang demikian kepada tuanku, kepada orang yang diurapi TUHAN, yakni menjamah dia, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN.’”.
Pulpit Commentary: “ Daud mendasarkan kesetiaannya kepada Saul pada dasar-dasar agama. Ia (Saul) adalah Mesias (orang yang diurapi) dari Yehovah, dan orang-orang seperti itu adalah kudus / keramat. Pada prinsip ini Daud melekat dengan setia (lihat pasal 26:9; 2Sam 1:16)" - hal 460.
1Sam 26:9 - “Tetapi kata Daud kepada Abisai: ‘Jangan musnahkan dia, sebab siapakah yang dapat menjamah orang yang diurapi TUHAN, dan bebas dari hukuman?’”.
2Sam 1:16 - “Dan Daud berkata kepadanya: ‘Kautanggung sendiri darahmu, sebab mulutmulah yang menjadi saksi menentang engkau, karena berkata: Aku telah membunuh orang yang diurapi TUHAN.’”.
Bandingkan juga dengan 1Taw 16:22 - “Jangan mengusik orang-orang yang Kuurapi, dan jangan berbuat jahat terhadap nabi-nabiKu!”.
Bandingkan dengan Maz 105:15 yang bunyinya persis seperti 1Taw 16:22..
2. Daud bukan hanya tidak mau membunuh Saul, tetapi ia juga melarang anak buahnya membunuh Saul. Ay 8a: “Dan Daud mencegah orang-orangnya dengan perkataan itu; ia tidak mengizinkan mereka bangkit menyerang Saul.”. Dari ay 8a ini terlihat bahwa bukan hanya Daud sendiri tidak mau membunuh Saul, tetapi ia juga melarang anak buahnya untuk membunuh Saul.
Seringkali kita tak mau melakukan suatu tindakan yang kita anggap dosa, tetapi kita mau kalau orang lain melakukannya untuk kita. Ini tidak konsisten, tetapi sering terjadi.
Pulpit Commentary: “dengan iman yang kuat pada providensia yang mengatasi semua ia menyerahkan perkaranya kepada Allah. Pembalasan dendam pribadi untuk rasa sakit / kerugian yang dilakukan kepada kita bukanlah bagian dari kewajiban kita. ‘Pembalasan adalah hakKu, Aku akan membalas, firman Tuhan’. Apakah kita berhasil dalam pekerjaan yang sukar bukanlah urusan kita. Melakukan apa yang baik adalah perhatian yang terutama" - hal 467.
b) Daud hanya memotong punca jubah Saul lalu pergi.
Ay 5b-6: “(5b) Maka Daud bangun, lalu memotong punca jubah Saul dengan diam-diam. (6) Kemudian berdebar-debarlah hati Daud, karena ia telah memotong punca Saul”. Seandainya Daud membunuh Saul dan lalu hatinya berdebar-debar, maka itu merupakan sesuatu yang lumrah. Tetapi Daud tak membunuh atau melukai Saul. Ia hanya memotong punca jubahnya, tetapi untuk tindakan inipun hatinya berdebar-debar yang menunjukkan bahwa hati nuraninya menegur dia. Ia menyesali hal ini karena ia menganggap tindakan itu sebagai tindakan yang menghina kewibawaan Saul. Ini menunjukkan betapa pekanya hati nurani Daud terhadap dosa.
Matthew Henry: “Perhatikan, Merupakan sesuatu yang baik untuk mempunyai suatu hati dalam kita yang memukul / menegur kita untuk dosa-dosa yang kelihatannya kecil; itu merupakan suatu tanda bahwa hati nurani itu terjaga / bangun dan lembut, dan akan menjadi cara untuk mencegah dosa-dosa yang lebih besar". Pulpit Commentary: "Bahkan untuk hal ini hatinya memukul dia. Begitu lembut hati nuraninya sehingga mengecam dirinya sendiri, bahkan untuk penyimpangan yang begitu sedikit dari rasa hormat yang seharusnya diberikan kepada raja yang diurapi" - hal 460.
Lebih-lebih mengingat bahwa Saul bukanlah seorang imam atau nabi, tetapi hanya seorang raja, dan bahkan seorang raja brengsek yang telah ditolak oleh Tuhan, maka sikap hati Daud ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Bandingkan dengan banyak orang Kristen pada saat ini yang berani bersikap kurang ajar kepada, dan memotong leher dari, para hamba-hamba Tuhan yang sejati.
III) Daud menunjukkan diri kepada Saul.
1) Daud memanggil Saul dan menunjukkan hormat kepadanya.
Ay 8b-9: “(8b) Sementara itu Saul telah bangun meninggalkan gua itu hendak melanjutkan perjalanannya. (9) Kemudian bangunlah Daud, ia keluar dari dalam gua itu dan berseru kepada Saul dari belakang, katanya: ‘Tuanku raja!’ Saul menoleh ke belakang, lalu Daud berlutut dengan mukanya ke tanah dan sujud menyembah”.
2) Daud menyatakan tentang orang-orang yang ‘membakar’ Saul.
Ay 10: “Lalu berkatalah Daud kepada Saul: ‘Mengapa engkau mendengarkan perkataan orang-orang yang mengatakan: Sesungguhnya Daud mengikhtiarkan celakamu?”.
Barnes’ Notes: “Daud cukup sadar bahwa ada penjilat-penjilat di istana Saul yang terus menerus ‘membakar’ pikiran sang raja dengan tuduhan-tuduhan palsu terhadap dia. Ini menjelaskan bahasa dari banyak mazmur-mazmur, contoh Maz 10; 11; 12; 35; dan lebih banyak lagi".
Dari ayat ini terlihat bahwa ada orang-orang yang ‘ngobongi’ Saul sehingga makin benci Daud. Apakah saudara juga sering melakukan hal seperti ini, yang menyebabkan 2 orang menjadi bermusuhan / makin bermusuhan? Kalau saudara adalah orang seperti ini cepatlah bertobat sebelum Tuhan menghancurkan saudara. Kalau saudara adalah orang yang mudah ‘dibakar’, sadarilah bahwa saudara adalah orang yang bodoh seperti Saul. Jangan sembarangan percaya kata-kata orang-orang brengsek yang ‘membakar’ saudara.
3) Daud memberitahu Saul bahwa tadi ia bisa membunuhnya, tetapi ia tidak melakukannya.
Ay 11: “Ketahuilah, pada hari ini matamu sendiri melihat, bahwa TUHAN sekarang menyerahkan engkau ke dalam tanganku dalam gua itu; ada orang yang telah menyuruh aku membunuh engkau, tetapi aku merasa sayang kepadamu karena pikirku: Aku tidak akan menjamah tuanku itu, sebab dialah orang yang diurapi TUHAN”.
a) Dari kata-kata ini terlihat bahwa ada orang yang berusaha ‘membakar’ Daud, tetapi berbeda dengan Saul yang membiarkan dirinya ‘dibakar’, Daud tidak demikian. Jadilah orang seperti Daud, bukan seperti Saul.
b) ‘tetapi aku merasa sayang kepadamu’. KJV: ‘but mine eye spared thee’ (= tetapi mataku menyelamatkan engkau). NIV: ‘but I spared you’ (= tetapi aku menyelamatkan engkau).
c) Providensia Allah tak boleh diikuti secara membuta.
Pulpit Commentary: “Seandainya Daud membunuh Saul, itu akan terlihat seakan-akan itu diatur oleh providensia untuk menjadi begitu, dan seakan-akan dengan meletakkan Saul ke dalam kuasanya, Allah memaksudkan kematiannya. Tetapi apa yang kelihatan bagi kita sebagai bimbingan dari providensia tidak boleh diikuti secara membuta. Mungkin pikiran pertama dari Daud adalah bahwa Allah memaksudkan Saul untuk mati, dan demikianlah Vulgate: ‘Aku berpikir untuk membunuh engkau’. Tetapi segera suatu perasaan yang lebih benar datang kepada pikirannya, dan ia mengenali bahwa kesempatan-kesempatan itu, seperti yang baru diberikan kepadanya, bisa merupakan pencobaan-pencobaan yang harus dikalahkan" - hal 460.
Catatan: saya tak percaya pada terjemahan Latin Vulgate di sini.
Penerapan: · Kalau saudara sedang butuh uang, dan ada kesempatan terbuka untuk mendapatkan uang dengan cara yang tidak jujur, apakah itu saudara anggap sebagai pimpinan / berkat dari Tuhan, atau sebagai pencobaan yang harus saudara atasi / kalahkan? · Kalau saudara mencari dan berdoa untuk seorang pacar, dan lalu muncul seorang non kristen yang jatuh cinta kepada saudara, apakah itu saudara anggap sebagai pimpinan dari Tuhan, atau sebagai pencobaan yang harus saudara hadapi dan kalahkan?
4) Daud memberi bukti yang mendukung kata-katanya tadi.
Ay 12: “Lihatlah dahulu, ayahku, lihatlah kiranya punca jubahmu dalam tanganku ini! Sebab dari kenyataan bahwa aku memotong punca jubahmu dengan tidak membunuh engkau, dapatlah kauketahui dan kaulihat, bahwa tanganku bersih dari pada kejahatan dan pengkhianatan, dan bahwa aku tidak berbuat dosa terhadap engkau, walaupun engkau ini mengejar-ngejar aku untuk mencabut nyawaku”. Daud beri bukti bahwa berbeda dengan pemikiran Saul / laporan yang diterima Saul bahwa Daud berusaha mencelakakan dia, sebaliknya ia menjaga Saul. Saul percaya sebentar tetapi lalu kembali mengejar Daud lagi.
Orang yang dikuasai iri hati / kecemburuan, memang sering menjadi tidak punya logika.
5) Daud berani menjadikan Tuhan sebagai hakim antara dia dengan Saul.
Ay 13-16: “(13) TUHAN kiranya menjadi hakim di antara aku dan engkau, TUHAN kiranya membalaskan aku kepadamu, tetapi tanganku tidak akan memukul engkau; (14) seperti peribahasa orang tua-tua mengatakan: Dari orang fasik timbul kefasikan. Tetapi tanganku tidak akan memukul engkau. (15) Terhadap siapakah raja Israel keluar berperang? Siapakah yang kaukejar? Anjing mati! Seekor kutu saja! (16) Sebab itu TUHAN kiranya menjadi hakim yang memutuskan antara aku dan engkau; Dia kiranya memperhatikannya, memperjuangkan perkaraku dan memberi keadilan kepadaku dengan melepaskan aku dari tanganmu.’”.
a) Ini menunjukkan bahwa Daud sama sekali tak bersalah dalam persoalan ini. Biasanya pada waktu terjadi pertengkaran, kedua pihak mempunyai kesalahan. Kalau demikian faktanya, Daud tak akan berani meminta Allah menjadi Hakim di antara mereka (ay 13,16).
Bahwa ia berani melakukan hal itu, menunjukkan bahwa dalam kasus ini ia sama sekali tidak bersalah.
b) Daud menyebut dirinya sebagai ‘anjing mati’ dan ‘kutu’ (ay 15)..
Jamieson, Fausset & Brown: “Bahasa ini, ‘seekor anjing mati, kutu’ - istilah-istilah dengan mana, seperti orang-orang Timur, ia menyatakan dengan kuat suatu kesan dari kerendahannya".
Keil & Delitzsch: “ Dengan kiasan-kiasan ini Daud bermaksud untuk menggambarkan dirinya sendiri sebagai sama sekali tak berbahaya dan tak berarti, tentang siapa Saul tak punya alasan untuk takut, dan yang harus dianggap oleh raja Israel sebagai orang yang ada di bawah martabatnya untuk dikejar. Sekor anjing mati tidak bisa menggigit atau melukai, dan itu adalah suatu obyek tentang mana seorang raja tak perlu merepotkan dirinya sendiri (bdk. 2Sam 9:8 dan 16:9, dimana arti dari sesuatu yang menjijikkan tercakup). Titik perbandingan dengan seekor kutu adalah ketidak-berartian dari binatang itu (bdk. 1Sam 26:20)]. Saul takut kepada Daud padahal Daud adalah seseorang yang sama sekali tidak membahayakan. Ini tidak aneh, karena orang fasik bisa takut bahkan pada saat tidak ada sesuatu apapun yang menakutkan.
Im 26:36-37 - “(36) Dan mengenai mereka yang masih tinggal hidup dari antaramu, Aku akan mendatangkan kecemasan ke dalam hati mereka di dalam negeri-negeri musuh mereka, sehingga bunyi daun yang ditiupkan anginpun akan mengejar mereka, dan mereka akan lari seperti orang lari menjauhi pedang, dan mereka akan rebah, sungguhpun tidak ada orang yang mengejar. (37) Dan mereka akan jatuh tersandung seorang kepada seorang seolah-olah hendak menjauhi pedang, sungguhpun yang mengejar tidak ada, dan kamu tidak akan dapat bertahan di hadapan musuh-musuhmu”.
Amsal 28:1 - “Orang fasik lari, walaupun tidak ada yang mengejarnya, tetapi orang benar merasa aman seperti singa muda”. Apakah saudara seperti orang fasik yang takut pada segala sesuatu, atau seperti orang benar yang merasa aman dalam segala keadaan?
IV) Tanggapan Saul.
Ay 17-22: “(17) Setelah Daud selesai menyampaikan perkataan itu kepada Saul, berkatalah Saul: ‘Suaramukah itu, ya anakku Daud?’ Sesudah itu dengan suara nyaring menangislah Saul. (18) Katanya kepada Daud: ‘Engkau lebih benar dari pada aku, sebab engkau telah melakukan yang baik kepadaku, padahal aku melakukan yang jahat kepadamu. (19) Telah kautunjukkan pada hari ini, betapa engkau telah melakukan yang baik kepadaku: walaupun TUHAN telah menyerahkan aku ke dalam tanganmu, engkau tidak membunuh aku. (20) Apabila seseorang mendapat musuhnya, masakan dilepaskannya dia berjalan dengan selamat? TUHAN kiranya membalaskan kepadamu kebaikan ganti apa yang kaulakukan kepadaku pada hari ini. (21) Oleh karena itu, sesungguhnya aku tahu, bahwa engkau pasti menjadi raja dan jabatan raja Israel akan tetap kokoh dalam tanganmu. (22) Oleh sebab itu, bersumpahlah kepadaku demi TUHAN, bahwa engkau tidak akan melenyapkan keturunanku dan tidak akan menghapuskan namaku dari kaum keluargaku.".
1) Sikap Daud dan kata-katanya yang lembut melunakkan Saul (sekalipun hanya untuk sementara waktu). Bdk. Amsal 25:15 - “Dengan kesabaran seorang penguasa dapat diyakinkan dan lidah lembut mematahkan tulang”.
2) Tangisan Saul bukanlah tanda pertobatan yang sejati. Matthew Henry: “seperti seseorang yang menyesal / menjadi lunak karena pemikiran tentang kebodohannya dan rasa tak tahu terima kasihnya sendiri, ia menyaringkan suaranya dan menangis, ay 16. Banyak orang berkabung untuk dosa-dosa mereka yang tidak sungguh-sungguh bertobat dari dosa-dosa itu, menangis dengan pahit untuk dosa-dosa itu, tetapi terus mengasihi dan berkumpul / bersatu dengan dosa-dosa itu".
Jangan terlalu cepat senang kalau saudara melihat orang yang saudara injili / nasehati menangis. Itu bisa menunjukkan bahwa ia betul-betul bertobat, tetapi tidak selalu demikian.
Kalau saudara adalah orang yang sering menangis pada waktu mendengar Injil / Firman Tuhan, jangan terlalu cepat menganggap bahwa saudara sudah betul-betul bertobat. Saul menangis tetapi tidak sungguh-sungguh bertobat. Yudas Iskariot menyesal, tetapi tidak sungguh-sungguh bertobat. Pastikanlah bahwa tangisan / penyesalan saudara bukan bersifat semu dan sementara seperti ini.
3) Saul mengakui bahwa Daud lebih benar dari pada dia.
Matthew Henry: “ Pengakuan yang adil ini cukup untuk membuktikan Daud tak bersalah (bahkan pada saat musuhnya sendiri yang menjadi hakim), tetapi tidak cukup untuk membuktikan Saul sendiri sebagai petobat sejati. Ia seharusnya berkata: ‘Engkau benar, tetapi aku jahat’; tetapi yang paling banyak mau ia akui adalah ini: ‘Engkau lebih benar dari aku’. Orang jahat biasanya tak mau pergi lebih jauh dari pada ini dalam pengakuan mereka; mereka mau mengakui bahwa mereka tak sebaik seperti beberapa orang lain; ada orang-orang yang lebih baik dari mereka, dan lebih benar".
4) Daud membalas kejahatan dengan kebaikan. Bdk. Ro 12:17-21 - “(17) Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! (18) Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! (19) Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hakKu. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. (20) Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. (21) Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!”.
5) Kata-kata Saul dalam ay 21 menunjukkan bahwa ia bukan hanya sadar bahwa Allah telah menolak dia, tetapi juga bahwa Allah telah memilih Daud menjadi raja menggantikannya. Lalu mengapa ia tetap mengejar-ngejar dan ingin membunuh Daud? Karena ia menekan kebenaran!
Pulpit Commentary: “Setiap orang yang bertahan dalam jalan yang berdosa harus memaksakan kebenaran keluar dari pikiran. ... Dosa membuat manusia tak jujur dengan diri mereka sendiri; di bawah kuasanya mereka bukan dari kebenaran. Mereka lebih memilih kegelapan karena tindakan-tindakan mereka jahat" - hal 408,409.
Misalnya: saudara diharuskan berdusta dalam pekerjaan saudara. Saudara bertahan dalam jalan dosa itu, dan saudara akan berusaha untuk memaksakan kebenaran keluar dari sana. Atau dengan kata lain, saudara akan berusaha membenarkan jalan yang berdosa itu. Misalnya dengan berkata: ‘Semua orang begitu’. ‘Di Indonesia tak bisa bekerja tanpa menjadi seperti itu’. ‘Yang menyuruh kan bossnya, jadi dia yang salah’. Atau saudara tetap bekerja / mempekerjakan orang pada hari Sabat. Saudara membenarkan diri dengan berkata: ‘Tetapi uangnya saya berikan kepada Tuhan’, dan sebagainya.
6) Saul menyuruh Daud bersumpah untuk tidak membunuh keluarganya (ay 22).
Adam Clarke: “ ‘Bersumpahlah sekarang’. Saul tahu bahwa suatu sumpah akan mengikat Daud, sekalipun itu tidak cukup untuk mengikat dirinya sendiri; lihat 1Sam 19:6. Ia telah bersumpah kepada anaknya Yonatan bahwa Daud tidak akan dibunuh; tetapi ia mengusahakan dengan segala cara dalam kuasanya untuk menghancurkan dia!".
V) Daud bersumpah dan mereka berpisah.
Ay 23: “Lalu bersumpahlah Daud kepada Saul. Kemudian pulanglah Saul ke rumahnya, sedang Daud dan orang-orangnya pergi ke kubu gunung”.
1) “Lalu bersumpahlah Daud kepada Saul”. Sumpah tidak dilarang secara mutlak! Banyak orang berdasarkan kata-kata Yesus dalam Mat 5:34 melarang sumpah secara mutlak.
Mat 5:33-37 - “(33) Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan. (34) Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, (35) maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kakiNya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar; (36) janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun. (37) Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat”.
Alasan-alasan yang menunjukkan bahwa sumpah tidak mungkin dilarang secara mutlak:
a) Perjanjian Lama mengijinkan, bahkan mengharuskan sumpah, dalam hal-hal tertentu.
Ul 6:13 - “Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi namaNya haruslah engkau bersumpah”. Kel 22:7-8 - “(7) Apabila seseorang menitipkan kepada temannya uang atau barang, dan itu dicuri dari rumah orang itu, maka jika pencuri itu terdapat, ia harus membayar ganti kerugian dua kali lipat. (8) Jika pencuri itu tidak terdapat, maka tuan rumah harus pergi menghadap Allah untuk bersumpah, bahwa ia tidak mengulurkan tangannya mengambil harta kepunyaan temannya”.
Kel 22:10-11 - “(10) Apabila seseorang menitipkan kepada temannya seekor keledai atau lembu atau seekor domba atau binatang apapun dan binatang itu mati, atau patah kakinya atau dihalau orang dengan kekerasan, dengan tidak ada orang yang melihatnya, (11) maka sumpah di hadapan TUHAN harus menentukan di antara kedua orang itu, apakah ia tidak mengulurkan tangannya mengambil harta kepunyaan temannya, dan pemilik harus menerima sumpah itu, dan yang lain itu tidak usah membayar ganti kerugian”.
Bil 5:11-28 - “(11) TUHAN berfirman kepada Musa: (12) ‘Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Apabila isteri seseorang berbuat serong dan tidak setia terhadap suaminya, (13) dan laki-laki lain tidur dan bersetubuh dengan perempuan itu, dengan tidak diketahui suaminya, karena tinggal rahasia bahwa perempuan itu mencemarkan dirinya, tidak ada saksi terhadap dia, dia tidak kedapatan, (14) dan apabila kemudian roh cemburu menguasai suami itu, sehingga ia menjadi cemburu terhadap isterinya, dan perempuan itu memang telah mencemarkan dirinya, atau apabila roh cemburu menguasai suami itu, sehingga ia menjadi cemburu terhadap isterinya, walaupun perempuan itu tidak mencemarkan dirinya, (15) maka haruslah orang itu membawa isterinya kepada imam. Dan orang itu harus membawa persembahan karena perempuan itu sebanyak sepersepuluh efa tepung jelai, yang ke atasnya tidak dituangkannya minyak dan yang tidak dibubuhinya kemenyan, karena korban itu ialah korban sajian cemburuan, suatu korban peringatan yang mengingatkan kepada kedurjanaan. (16) Maka haruslah imam menyuruh perempuan itu mendekat dan menghadapkannya kepada TUHAN. (17) Lalu imam harus membawa air kudus dalam suatu tempayan tanah, kemudian harus memungut debu yang ada di lantai Kemah Suci dan membubuhnya ke dalam air itu. (18) Apabila imam sudah menghadapkan perempuan itu kepada TUHAN, haruslah ia menguraikan rambut perempuan itu, lalu meletakkan korban peringatan, yakni korban sajian cemburuan, ke atas telapak tangan perempuan itu, sedang di tangan imam haruslah ada air pahit yang mendatangkan kutuk. (19) Maka haruslah imam menyumpah perempuan itu dengan berkata kepadanya: Jika tidak benar ada laki-laki yang tidur dengan engkau, dan jika tidak engkau berbuat serong kepada kecemaran, padahal engkau di bawah kuasa suamimu, maka luputlah engkau dari air pahit yang mendatangkan kutuk ini; (20) tetapi jika engkau, padahal engkau di bawah kuasa suamimu, berbuat serong dan mencemarkan dirimu, oleh karena orang lain dari suamimu sendiri bersetubuh dengan engkau - (21) dalam hal ini haruslah imam menyumpah perempuan itu dengan sumpah kutuk, dan haruslah imam berkata kepada perempuan itu - maka TUHAN kiranya membuat engkau menjadi sumpah kutuk di tengah-tengah bangsamu dengan mengempiskan pahamu dan mengembungkan perutmu, (22) sebab air yang mendatangkan kutuk ini akan masuk ke dalam tubuhmu untuk mengembungkan perutmu dan mengempiskan pahamu. Dan haruslah perempuan itu berkata: Amin, amin. (23) Lalu imam harus menuliskan kutuk itu pada sehelai kertas dan menghapusnya dengan air pahit itu, (24) dan ia harus memberi perempuan itu minum air pahit yang mendatangkan kutuk itu, dan air itu akan masuk ke dalam badannya dan menyebabkan sakit yang pedih. (25) Maka haruslah imam mengambil korban sajian cemburuan dari tangan perempuan itu lalu mengunjukkannya ke hadapan TUHAN, dan membawanya ke mezbah. (26) Sesudah itu haruslah imam mengambil segenggam dari korban sajian itu sebagai bagian ingat-ingatannya dan membakarnya di atas mezbah, kemudian memberi perempuan itu minum air itu. (27) Setelah terjadi demikian, apabila perempuan itu memang mencemarkan dirinya dan berubah setia terhadap suaminya, air yang mendatangkan sumpah serapah itu akan masuk ke badannya dan menyebabkan sakit yang pedih, sehingga perutnya mengembung dan pahanya mengempis, dan perempuan itu akan menjadi sumpah kutuk di antara bangsanya. (28) Tetapi apabila perempuan itu tidak mencemarkan dirinya, melainkan ia suci, maka ia akan bebas dan akan dapat beranak.’”.
1Raja 8:31-32 - “(31) Jika seseorang telah berdosa kepada temannya, lalu diwajibkan mengangkat sumpah dengan mengutuk dirinya, dan dia datang bersumpah ke depan mezbahMu di dalam rumah ini, (32) maka Engkaupun kiranya mendengarkannya di sorga dan bertindak serta mengadili hamba-hambaMu, yakni menyatakan bersalah orang yang bersalah dengan menanggungkan perbuatannya kepada orang itu sendiri, tetapi menyatakan benar orang yang benar dengan memberi pembalasan kepadanya yang sesuai dengan kebenarannya”.
Dan Yesus tidak mungkin bertentangan dengan Perjanjian Lama. Bdk. Mat 5:17-19 - “(17) ‘Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (18) Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. (19) Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga”.
b) Allah sendiri bersumpah. Ibr 6:13-17 - “(13) Sebab ketika Allah memberikan janjiNya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diriNya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari padaNya, kataNya: (14) ‘Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak.’ (15) Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya. (16) Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan. (17) Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusanNya, Allah telah mengikat diriNya dengan sumpah”.
c) Yesus sendiri menghormati sumpah. Pada waktu Yesus diadili oleh Sanhedrin, dan Ia disuruh berbicara di bawah sumpah, Ia bukannya menegur mereka yang menyuruhNya bersumpah, tetapi sebaliknya Ia mau menjawab, padahal tadinya Ia tidak mau berbicara. Mat 26:63-64 - “(63) Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepadaNya: ‘Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.’ (64) Jawab Yesus: ‘Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.’”.
d) Dalam Wah 10:5-6 malaikat bersumpah. Wah 10:5-6 - “Dan malaikat yang kulihat berdiri di atas laut dan di atas bumi, mengangkat tangan kanannya ke langit, dan ia bersumpah demi Dia yang hidup sampai selama-lamanya, yang telah menciptakan langit dan segala isinya, dan bumi dan segala isinya, dan laut dan segala isinya, katanya: ‘Tidak akan ada penundaan lagi!”.
e) Paulus sering bersumpah. Ro 1:9 - “Karena Allah, yang kulayani dengan segenap hatiku dalam pemberitaan Injil AnakNya, adalah saksiku, bahwa dalam doaku aku selalu mengingat kamu”.
Ro 9:1 - “Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus”.
1Kor 15:31 - “Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. Demi kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita, aku katakan, bahwa hal ini benar”. 2Kor 1:23 - “Tetapi aku memanggil Allah sebagai saksiku - Ia mengenal aku -, bahwa sebabnya aku tidak datang ke Korintus ialah untuk menyayangkan kamu”.
Gal 1:20 - “Di hadapan Allah kutegaskan: apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta”.
Fil 1:8 - “Sebab Allah adalah saksiku betapa aku dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian”. Betul-betul tidak terbayangkan bahwa Paulus, yang adalah rasul yang begitu saleh, bisa berulang kali bersumpah kalau sumpah memang dilarang secara mutlak.
Matthew Henry mengatakan bahwa Daud menepati sumpah ini. Ia mendukung Mefiboset (2Sam 9), dan menghukum mati orang-orang yang membunuh Isyboset (2Sam 4:5-12). Penggantungan 7 keturunan Saul, sebagai penebusan untuk penghancuran orang-orang Gibeon, merupakan penetapan Allah, bukan tindakan / keputusan Daud (2Sam 21:1-14), dan karena itu bukan merupakan pelanggaran terhadap sumpah ini.
2) “Kemudian pulanglah Saul ke rumahnya”. Matthew Henry: “Saul, untuk saat ini, berhenti dari penganiayaan. Ia pulang dengan diyakinkan, tetapi tidak dipertobatkan; malu tentang iri hatinya kepada Daud, tetapi mempertahankan dalam dadanya akar dari kepahitan itu; jengkel bahwa, pada waktu akhirnya ia menemukan Daud, pada saat itu ia tidak bisa dikuatkan untuk menghancurkan dia, seperti yang telah ia rencanakan. Allah mempunyai banyak jalan / cara untuk mengikat tangan-tangan dari para penganiaya, pada waktu Ia tidak membalikkan / mempertobatkan hati mereka).
Pulpit Commentary: “An evildoer may be thrown into a fit of shame and grief over his own misconduct, promise amendment with tears, and yet never truly repent. ... Saul had only relented for a little while, not really repented of his malignant purpose. Softened feeling is one thing, repentance in mind and purpose another thing” (= Seorang pembuat kejahatan bisa dilemparkan ke dalam rasa malu dan sedih atas perbuatan jahatnya sendiri, menjanjikan perbaikan dengan air mata, tetapi tidak pernah sungguh-sungguh bertobat. ... Saul hanya melunak untuk waktu yang singkat, tidak sungguh-sungguh bertobat dari tujuannya yang sangat jahat. Perasaan yang dilunakkan sangat berbeda dengan pertobatan dalam pikiran dan tujuan) - hal 474.
Pulpit Commentary: “Not long afterwards Saul was again in pursuit of David, and his heart was more obdurate than ever (ch. 26:1). Transient goodness issues in permanent destruction. ... Men may be near the kingdom of God and yet never enter into it” [= Tak lama setelah itu Saul kembali mengejar Daud, dan hatinya lebih keras dari yang sudah-sudah (pasal 26:1). Kebaikan yang sementara mengeluarkan / menghasilkan kehancuran kekal. ... Orang-orang bisa dekat dengan Kerajaan Allah tetapi tidak pernah masuk ke dalamnya] - hal 473.
Bdk. Mat 12:43-45 - “(43) ‘Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. (44) Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapih teratur. (45) Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini.’”.
Karena itu kalau saudara pernah dilunakkan oleh Injil / Firman Tuhan tetapi saudara kembali lagi ke jalan kekafiran, maka saudara akan menjadi orang yang jauh lebih keras dan jauh lebih sukar untuk dipertobatkan. Juga kalau saudara dilunakkan / disadarkan oleh Firman Tuhan terhadap dosa tertentu yang ada dalam hidup saudara, dan saudara lalu menguranginya / membuangnya, tetapi saudara lalu kembali lagi kepada dosa itu, biasanya saudara akan menjadi lebih keras dan lebih sukar untuk dipertobatkan.
Jadi, pastikanlah bahwa saudara mengalami pertobatan yang sungguh-sungguh, bukan pertobatan yang sementara dan semu!
3) “sedang Daud dan orang-orangnya pergi ke kubu gunung”.
Jelas bahwa Daud tak mempercayai bahwa Saul betul-betul bertobat, dan karena itu ia tak mau ikut dengan Saul, tetapi kembali ke kubu gunung.
Adam Clarke: “David could not trust Saul with his life; ... He was no longer under the divine guidance; an evil spirit had full dominion over his soul. What God does not fill the Devil will occupy” (= Daud tidak bisa mempercayakan hidupnya kepada Saul; ... Ia tidak lagi ada di bawah bimbingan ilahi; seorang roh jahat menguasai jiwanya sepenuhnya. Apa yang tidak diisi oleh Allah, akan dihuni oleh Setan).
a) Memang saudara tidak bisa ada di daerah netral. Kalau saudara tak diisi dengan sesuatu yang baik, saudara akan diisi oleh sesuatu yang jelek. Kalau saudara tak diisi / dikuasai oleh Roh Kudus, saudara akan diisi / dikuasai oleh setan. Kalau saudara tak diisi oleh Firman Tuhan, saudara akan diisi oleh ajaran yang salah / sesat. Mana pilihan saudara?
b) Daud tahu bahwa Saul sudah dikuasai setan, dan juga bahwa Saul adalah orang yang mudah berubah-ubah. Karena itu ia tidak mempercayakan dirinya kepada Saul dan tidak mau ikut pulang bersama Saul, tetapi kembali ke tempat persembunyiannya. Amsal 14:15 - “Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya”.
Penerapan: Jangan mudah percaya kepada orang fasik! -AMIN.

Kamis, 30 Juli 2015

5. Orang Buangan Sebagai Misionaris.


EXILES AS MISSIONARIES.
Sumber Alkitab: Daniel 1-12; Yes.39:5-7; Dan.2:44; Mat.24:14,15; Kej.41.
Ayat Inti: Daniel 7:14.
Pembahasan:
1. Pelajaran ini terfokus terutama pada pengalaman Daniel dan teman-temannya di istana Kerajaan Babylon.  Bisakah Daniel memenuhi syarat(qualify) sebagai "Duta/Ambassador", atau "Seorang Misionary"?.
2. Ketika Anda mempelajari Kitab Daniel, apakah yang pertama Anda pikirkan tentang ceritera keberanian Daniel dan mujijat-mujijat kelepasan mereka atau tentang Nubuatan?. Sebagai umat nubuatan, GMAHK percaya pada dekatnya kedatangan Yesus Kristus.  Digambarkan dalam kitab Daniel bahwa kedatangan-Nya akan mengakhiri dunia ini dan pada akhirnya memulai Kerajaan Allah yang kekal (Dan.2:27). Namun, kitab Daniel juga adalah merupakan buku pegangan bagi kegiatan Misionaris. Dari buku Daniel, kita dapat menarik pelajaran tentang bagaimana Tuhan sanggup menggunakan umat-Nya bersaksi. Apakah Anda pikir Daniel dan teman-temannya akan memiliki kesempatan untuk bersaksi jika mereka tidak memiliki kehidupan yang berdedikasi?.
3. Buku Daniel disajikan sebagai bagian formatif dari Pergerakan tahun 1844.  Pengertian Willian Miller tentang Daniel fasal 8 dan 9 benar-benar telah menjadi awal GMAHK.  Mengapa Allah memprediksi masa depan?.
4. Ada beberapa nubuatan utama(major prophecies) dalam Daniel fasal 2,7,8,9 dan 10-12.
5.PEMBUANGAN (Exiles): Baca Yesaya 39:5-7 dan Daniel 1:1-2.  Kesalahan Hizkia yang telah memamerkan kekayaan Yerusalem telah menanamkan benih-benih dalam pikiran orang-orang Babylon dan baru kelihatan pada zaman-zaman Nabopolasar dan Nebuchadnezzar.  Nebuchadnezzar dan Kerajaan Neo-Babylon pun datang dan menaklukkan Yehuda seperti yang telah dinubuatkan oleh Yesaya.
6.Para tentara yang menaklukkan diperintahkan untuk memilih beberapa pemuda yang terbaik(yang bertalenta) dari Yehuda untuk dibawak ke Babylon dilatih bahasa Babylonia dan ilmu yang lainnya, mungkin untuk menjadi perwakilan Yehuda di istana Babel.  Mereka tampan, cerdas, terlatih dan bebas dari cacat pisik(yang tidak ada sesuatu cela--Dan.1:4).  Seperti kita ketahui bahwa Daniel dan teman-temannya telah diberikan makanan dari meja raja yang telah dipersembahkan kepada "dewa" Babel.  Jika mereka memakannya, kesuksesan mereka akan dikaitkan dengan dewa Babel.  Sayuran(vegetable) juga adalah diet sehat (Baca Dan.1:8-13).  Apakah hasil dari uji coba itu?. Dan.1:14-21).
7. Kitab Daniel hanya memberi kita potret terisolasi/tersendiri tentang pengalaman Daniel.  Kita tidak tahu lamanya periode waktu diantara fasal-fasal ini, bahkan beberapa fasal berada diluar urutan kronologis.  Tapi kita tahu bahwa Daniel berdiri teguh mempertahankan imannya didalam Allah, apakah itu dalam soal :
i.Diet.
ii.Menghadapi Nebuchadnezzar dengan pekabaran yang tidak popular.
iii.Membaca tulisan di dinding pada zaman Belshazzar, atau
iv.Berada di istana Kerajaan Medo-Persia, memilih menyembah Allah dengan cara yang biasa bukan tersembunyi(gantinya menyembunyikan diri).
8. Baca Doa Daniel dalam Daniel 9:2-19 (terutama ayat 15-19). Perhatikan khususnya kata-katanya pada akhir doa itu.  Disini Daniel melakukan segala kemungkinan untuk menjelaskan reputasi Allah dimata bangsa-bangsa (to clear God's reputation).  Apakah Anda pernah berdoa bagi reputasi Allah?.
   Jenis reputasi apakah yang Allah miliki dalam komunitas Anda karena perilaku Anda?. (because your behavior?).
9. Penelitian demografis terbaru di Amerika Serikat menunjukkan bahwa jumlah orang muda yang mengidentifikasi diri mereka sebagai orang Kristen telah menurun secara drastic.  Mengapa Anda piker demikian?.
10. E.G. White memiliki kata-kata yang sangat mencolok bagi GMAHK.  Setiap lembaga yang menyandang nama GMAHK di dunia haruslah menjadi seperti Yusuf di Mesir dan seperti Daniel dan teman-temannya di Babel.  Didalam rencana Allah, orang-orang ini ditawan supaya mereka dapat membawa pengetahuan sejati akan Allah kepada bangsa-bangsa kafir.  Mereka menjadi perwakilan Allah di dunia kita. Mereka tidak akan berkompromi dengan bangsa-bangsa penyembah berhala dengan siapa mereka berhubungan, tetapi harus berdiri tetap setia pada iman mereka, menyandang sebagai kehormatan istimewa nama para penyembah Allah pencipta langit dan bumi".
   E.G. White, Testimonies for the Church, Jld.8, hlm.153.1.
11. Jenis kehidupan kerohanian apakah yang telah dilakukan/dipertahankan oleh  Daniel dan teman-temannya yang telah memberikan mereka suatu hubungan yang demikian dekat dengan Allah?.
   Pikirkan,..betapa mudahnya bagi Daniel dan teman-temannya hanya berkompromi, atau hanya mempraktekkan agama mereka secara pribadi.
12. Baca Daniel 2. SAKSI-SAKSI (Daniel 2-5).  Ada beberapa rincian penting untuk dilihat dalam cerita ini.  Pertama, Daniel dan teman-temannya masih Mahasiswa di Universitas Babylon.  Peramal, penyihir, dukun yang gagal mengungkapkan mimpi Nebuchadnezzar, semua mereka akan dibunuh.
13. Apakah hasil akhir dari pengalaman dalam Daniel fasal 2?. Baca Dan.2:47 (Raja berkata:"Sesungguhnyalah, Allahmu itu Allah yang mengatasi segala Allah dan yang berkuasa atas segala raja, dan yang menyingkapkan rahasia-rahasia, sebab engkau telah dapat menyingkapkan rahasia itu". Apakah raja bertobat?.
14. Cerita yang dicatat dalam Daniel fasal 3 tentang Sadrakh, Mesakh dan Abednego di lembah Dura adalah salah satu kisah terkenal.  Pengalaman dalam Daniel 2 menyatakan bahwa Nubuchadnezzar masih bertekad untuk membuat kerajaannya yang terbesar sepanjang masa dan mengabaikan kesaksian Allah di sorga.  Tapi setelah pengalaman dari tungku/perapian  yang menyala-nyala, apa yang kita pelajari? (Daniel fasal 3). "Bagaimanakah Nebuchadnezzar mengetahui bahwa sosok orang yang ke 4(empat) itu adalah seperti Allah?. Ia telah mendengar tentang Anak Allah dari orang-orang Ibrani tawanan yang ada dalam kerajaannya. Mereka telah membawa pengetahuan tentang Allah yang hidup yang memerintah segala sesuatu". The Advent Review and Sabbath Herald, 3 Mei 1892.
15. Meskipun pengalaman-pengalaman yang tercatat dalam Daniel 2 dan 3, Nebuchadnezzar masih sangat sombong dan tidak bersedia untuk sepenuhnya mengakui Allah di sorga.  Sebagaimana yang dicatat dalam Daniel fasal 4, dia telah mengalami suatu perobahan tragis dalam statusnya, menghabiskan 7 tahun berkeliaran diluar istana seperti binatang liar (Dan.4:32,33).  Setelah periode 7 tahun itu, mengapa para pejabat dan bangsawan Nebuchadnezzar menyambut dia kembali dan kekuasaan raja dipulihkan kembali dan bahkan lebih berkuasa dan lebih dihormati dari yang sebelumnya? (Dan.4:36).  Seharusnya mereka takut kalau-kalu penyakit gilanya kambuh kembali.
16. Baca Dan.4:37 tentang pengakuan Nebuchadnezar mengenai Allah yang benar. Tentu,..raja Nebuchadnezar berbicara dari pengalaman pribadi.  Apakah Anda mengharapkan untuk melihat Nebuchadnezar di sorga?.
17. Ulangi baca cerita dalam Daniel fasal 5--Belshazzar mengadakan pesta kerajaan pada suatu hari liburan. Berpikir bahwa ia benar-benar aman dari kekuasaan Medo-Persia yang telah mengelilingi/mengepung kotanya diluar pintu gerbang.  Rupanya dia tidak tahu bahwa mereka akan berhasil mengalihkan sungai Efrat dan kemudian berbaris dibawah pintu gerbang besi yang menggantung kebawah kedalam air dan langsung ke istananya dan menangkap dia dan membunuhnya.  Belsyazar telah mendapatkan kesempatan untuk mengetahui/mengenal kebenaran, teapi ia tidak memanfaatkan kesempatan itu.  Ibu Ratu jelas tahu mengenai Daniel (Daniel 5:10-17). Sebagaimana kita ketahui, Daniel sudah sangat tua waktu dipanggil menafsirkan tulisan tangan diatas dinding itu. Ia melakukannya pada waktu itu untuk meramalkan masa depan mereka yang berada di ruang perjamuan.  Hampir semua mereka tewas dalam beberapa jam kedepan.  Ternyata berita pelayanan Daniel yang setia telah menjangkau bahkan orang-orang Medo-Persia, karena itu dia terhindar dari kebinasaan dan segera naek ke posisi yang sangat tinggi di kerajaan yang ke dua.
18. DANIEL DI PERSIA---Baca dan ulangi cerita yang tercatat dalam Daniel fasal 6. Cobalah untuk membayangkan, bagaimana seorang penguasa asing telah menangkap Daniel, orang Yahudi buangan dari Babylon bangkit/naik ke posisi yang sangat tinggi di kerajaannya sendiri(kerajaan Persia). Daniel pasti telah menunjukkan beberapa karakter yang luar biasa yang telah membuat hal itu bisa terjadi.  Apa menurut Anda karakter itu?.  Apakah Allah turut campur tangan dengan beberapa cara yang ajaib untuk meningkatkan Daniel ke posisi itu?.
19. Tentu para pesaing Daniel kesal dan marah.  Mereka harus menyusun beberapa cara untuk mendapatkan kembali posisi Daniel atau menghilangkan dia dari posisi itu!.  Mereka membujuk raja supaya membuat dekrit berskala nasional yang sebenarnya hanya ditujukan kepada Daniel sendiri. Yaitu: Suatu larangan, agar barangsiapa yang dalam 30 hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia(menyembah Allah lain) kecuali kepada raja, ia akan dilemparkan kedalam gua singa.  Daniel kedapatan 3x berdoa setiap hari dan hal dilaporkan kepada raja Darius.  Daniel pun dilempar kedalam lobang singa.  Tentu saja mereka tidak tahu apa hasilnya!. Tetapi Allah campur tangan secara dramatis dalam situasi yang walaupun raja yang bersimpati tak dapat mengubahnya. Daniel selamat, dan mereka yang menuduh Daniel dan keluarga mereka binasa karena dimasukkan kedalam lobang singa sebagai hukuman bagi mereka yang menuduh Daniel(Daniel 6:25).
20. Mengapa menurut dugaan Anda seorang raja kafir membuat statement seperti dalam Daniel 6:25-27--yaitu tentang Daniel dan Allahnya?. Ayat ini menunjukkan bahwa raja Darius mengakui keunggulan Allah Daniel.
21. DANIEL DAN KERAJAAN KEKAL ALLAH--Pada paruh terakhir dari kitab Daniel--dimulai dengan Daniel fasal 7, Daniel menerima sejumlah visi yang berfokus pada: Masa depan umat Allah, masa depan dunia dan resolusi akhir ketika Allah akan datang untuk mendirikan kerajaan-Nya di planet bumi ini.
22. Baca Dan.7:9-10, 13-14--Apakah arti/makna yang mengatakan bahwa seseorang yang kelihatannya seperti seorang manusia akan mendekati yang lanjut usianya pada waktu penghakiman?.Apakah bagian itu menunjukkan bahwa ketika Injil telah diberitakan, orang itu, yaitu Yesus sendiri akan kembali memerintah dunia? (Bandingkan dengan Matius 24:14-16).
23. Jadi berapa banyak waktu kedatangan Yesus yang kedua kali tergantung atas kesaksian kita?. (Baca 2 Petrus 3:10-12). Apakah yang bahagian ini syarankan bagi Anda?.
24. Baca Dan.8:17-18--Mengapa Daniel jatuh pingsan tertelungkup ketanah? Apakah ada kesempatan lain ketika para tokoh yang terkenal dalam Alkitab  tertelungkup ketanah ketika mereka mengadakan kontak dengan malaekat?. Baca Kejadian 17:3,17 Abraham "fell on his face". Yoshua 5:14; Yeh.1:28; 3:23; Bandingkan Bil.16:4.
25. LEBIH BANYAK ORANG BUANGAN SEBAGAI MISIONARIS.  Daniel adalah seorang Israel dalam pembuangan paksa dari Israel, seperti Yusuf dan Musa di Mesir, Nehemia di Babel dan Ester di Persia. Berapa banyak diantara mereka saksi aktif untuk Tuhan?.
26. Bersaksi sementara dipengasingan/pembuangan termasuk/mencakup kehadiran pasif dan pewartaan aktif (passive presence & active proclamation).  Pertimbangkan persamaan dan perbedaan antara Ester dan Daniel.
ESTER                                                               
1.Tdk.menyatakan diri orang Ibrani  sampai dipanggil untuk mengungkapkannya.            
2.Menyimpan agamanya bagi dirinya sendiri sampai dipanggil untuk mengungkapkannya.
3.Allah melindungi dia & keluarganya.         
4.Bersaksi pd.posisi tinggi utk.selamatkan  diri dan bangsanya.                                      
5.Membantu menegakkan kebebasan beragama dan hak membela diri penganut agama    minoritas.                                            
DANIEL
1. Dikenal sebagai orang Ibrani.
2. Memberitakan keyakinan agamanya.
3.Allah melindungi dia dan teman2nya.
4.Bersaksi pd.posisi tinggi utk selamatkan diri dan orang lain.
5.Secara tdk.langsung memengaruhi raja Koresy memperbolehkan org2 Ibrani membangun bait
   suci Yerusalem.
27. Baca cerita Yusuf yang tercatat dalam Kejadian fasal 41.  Bagaimanakah kisahnya sejajar dengan
    kisah Daniel dan teman-temannya di Babilon?.
                                                   ==00==

Rabu, 29 Juli 2015

Bible Story (21-45)


GOD SENDS FOOD (21)
"God is leading us to the country he promised us," Moses told the Israelites as they walked through the desert. "There's nothing to eat!" the people grumbled. "I will feed you every day," God promises. The next morning the ground was covered with small white flakes. They tasted good, like honey biscuits. (Exodus 16).
Kamus: grumbled =ngomel, mengeluh.
GOD GIVES WATER (22)...
The people kept grumbling. "We're thirsty, Moses," they moaned. "Give us water!". Moses told God and God said, "Go to the special rock that I will show you and hit it with your stick." Moses did as God told him and cool, refreshing water gushed from the rock. There was plenty for everyone.(Exodus 17).
Kamus: moaned=mengerang, meraung. cool=dingin/sejuk; gushed=meyembur/memancar.
RULES FOR THE PEOPLE (23)
God said to Moses, "These rules will help my people every day: Put me first and love me best. Don't worship anyone but me. Don't use my name carelessly. Keep one day each week as a resting day with me. "Obey your father and mother. Don't hurt others. Keep love between a husband and wife special. Don't take what isn't yours. Don't tell lies about other people. Don't be jealous of other people and want what they have."(Exodus 20).
REACHING CANAAN (24)
When they reached the land God had promised them, Moses sent twelve spies to look around. "It's a wonderful country," the spies said, "but we'll never win it! The people there are huge and strong!". But Caleb and Joshua shouted out, "Don't cry! God will help us win!".(Number 13,14).

BRAVE RAHAB (25)
When Moses died, God made Joshua the leader. Joshua sent two spies to Jericho. The king sent soldiers to seize them, but Rahab hid them. Finally the soldiers left. Rahab said to the spies: "When God gives you Jericho, please be kind to me." "We will !" they promised. (Joshua 1,2).
THE WALLS FALL DOWN (26)
Joshua did everything God told him. So for six days, Joshua and the soldiers and priests marched once around Jericho. On the seventh da...y they marched around seven times, blowing their trumpets. Then everyone shouted. At once the walls of the city fell. CRASH! But Rahab was not hurt.(Joshua 6). Kamus: marched = berbaris.
GIDEON (27)
The Israelites soon forgot God. But God did not forget them. When enemies attacked Israel, God said to Gideon, "Rescue my people. I'll show you how!". That night Gideon and his soldiers crept to the enemy camp with trumpets and jars with torches inside. At Gideon's signal, every soldiers smashed his jar, blew his trumpet and shouted, "For God and for Gideon!". And Israel's enemies ran away!. (Judges 6,7).
Kamus: smashed his jar=menghancurkan/memecahkan buli2nya.
SAMSON'S RIDDLE (28)
More enemies attacked Israel. This time God chose strong Samson to fight them. Samson told his enemies this riddle: "Out of the eater came something to eat. Out of the strong came something sweet." His enemies, the Philistines, were puzzled. Then they discovered that Samson had found a bee's nest in a lion's dead body and he'd eaten the delicious honey.(Judges 13-14). Kamus: puzzled = bingung.

SAMSON AND THE PHILISTINES (29)
Finally the Philistines caught Samson. They blinded him and brought him to their temple. "Our God Dagon is the greatest! they shouted.
"God,please help me to beat the Philistine," Samson prayed. He put his hands on the big pillars and pushed and pushed. Crack. CRASH!. The temple fell down and killed everyone. Samson was remembered as a great hero. Judges 16--Kamus: Crack = retak; Crash =jatuh.
NAOMI AND RUTH (30)...
Naomi's family lived in Bethlehem. But when the food ran out, they moved to far-away Moab. Poor Naomi! Her husband and sons died. But their Moabites wives, Orpah and Ruth, looked after her. "I'm going back to Bethlehem," Naomi said. "Goodbye," said Orpah, hugging Naomi. But Ruth said, "I'm coming with you. I'll stay with you always. I love you and your God will be my God." Ruth 1.
A HAPPY ENDING (31)
Naomi and Ruth arrived in Bethlehem. They were so poor that Ruth picked up leftover grain from the fields to make bread. "Who's that stranger?" asked the farmer Boaz. "That's Ruth. She takes good care of Naomi," the farmworkers replied. "Then drop extra grain for Ruth," Boaz said kindly. Boaz decided to marry Ruth. They soon had a little boy. Now Naomi was very happy. Ruth 2-4.
GOD ANSWERS A PRAYER (32)
Hannah longed for a baby!. One day, she visited God's house with her husband. Hannah felt so sad. "Please God," she cried, "send me a baby. I promise I'll give him back to you." Eli, the priest, heard her. "May God answer your prayer! he said. And God did!. Hannah called her baby Samuel. 1 Samuel 1.
GOD CALLS SAMUEL (33)
Hannah kept her promise. She took Samuel to live with Eli, the priest, at God's house. One night, Samuel heard a voice: "Samuel!" He ran to Eli. "I didn't call," Eli said. "Go back to bed." Three times Samuel heard the voice and three times he ran to Eli. Then Eli said, "It's God's voice. Next time he calls, say 'I'm listening." God called again and Samuel listened to God's message. 1 Samuel 3.

KING OF ISRAEL -34.
Samuel gave God's messages to the Israelites. But they wanted a king instead. "I will choose their king," God told Samuel. One day a young man called Saul arrived. "My father's donkeys ran away," he told Samuel. "I can't find them anywhere. Can you help me?". "Don't be worry, your donkeys have been found," Samuel said. "God has chosen you to be king of Israel!". 1 Samuel 8-10.
SAUL DISOBEYS GOD.-35.
One day the Israelites were gettin...g ready for battle. "Wait for me to pray before you fight," Samuel told King Saul. King Saul waited and waited. Finally, he decided to say the prayers himself. Just then Samuel came back. "Why didn't you wait?" Samuel asked sadly. "Because you won't obey God, he is going to choose another king." 1 Samuel 13.
A NEW KING - 36.
"Go and see Jesse," God told Samuel. "I have chosen one of his sons to be king." Jesse's eldest son was handsome. "He looks like a king!" thought Samuel. But God whispered, "No! Not this one." Samuel saw six more sons. But each time God said, "No!". "Have you another son?" Samuel asked. "Only young David," Jesse replied. "He's looking after my sheep." When David arrived, God told Samuel, "He is the one! My chosen king!". 1 Samuel 16.
DAVID AND GOLIATH - 37.
David's brothers were in Saul's army. David was visiting them when the huge Philistine soldier, Goliath, bellowed, "Iraelites, choose a man to fight me!". The Israelites were terrified. "I'll fight him! said David, taking just his shepherd's sling and five stones. "I'll feed you to the birds!" roared Goliath. "I fight with God's strength!" David shouted. He aimed. The stone from his sling hit Goliath's skull...crack!. Goliath crashed to the ground.
1 Samuel 17. Kamus: huge=besar; bellowed =berteriak; sling=pengumban,lemparan.

DAVID AND JONATHAN -38.
Saul invited David to live in his palace. Whenever Saul was miserable, David would sing and play his harp to cheer him up. David and Jonathan, Saul's son, became great friends. But Saul grew jealous of David. One day Saul hurled his spear at David. David dodged just in time!. "Go", said Jonathan, "or my father will kill you!". The two friends hugged each others and sadly said, "Goodbye." 1 Samuel 16,18,19.
SAUL CHASES DAVID - 39....
When Saul discovered David had gone, he chased him. One night David and his nephew, Abishai, crept up on Saul and his soldiers as they slept. "Kill Saul now!" Abishai whispered. "Never!" David replied. "God would not want that. We'll take Saul's spear and water jug instead!". When Saul discovered that David had taken his spear and jug but had not hurt him, he promised to stop chasing David. 1 Samuel 26.
DAVID BECOMES KING -40.
One day Saul and Jonathan died in battle and David became king. "Jonathan is dead," David said sadly. "I must look after his family." "Then take care of his son Mephibosheth," a servant said. "He can't walk." So David invited Jonathan's son to the palace. "Welcome, Mephibosheth," he said. "Come and live here and have dinner with me every day." 2 Samuel 9.
WISE SOLOMON -41
When David died, his son Solomon became king. Solomon asked God to help him rule well. God made him wise. One day two mothers arrived with a baby. "He's my baby!" the first woman cried. "No! He's mine," the other shouted. "Cut the baby in two," ordered Solomon, " and give each mother half!". "No!" cried the first woman. "Don't hurt him! Let her have him!". "Take the baby," Solomon told the first woman, "for you are the real mother". 1 King 3.
Kamus: hurled =melemparkan; dodged = mengelak; jug=kendi/buyung.

 A TEMPLE FOR GOD -42
God made Solomon rich as well as wise. Solomon began to build a splendid home fo God - the temple. Thousands of builders got busy with fine wood and huge stones. Inside, in God's special room, even the floor was paved with gold!. Finally it was finished. Everyone celebrated. God promised to listen to his people when they prayed to him there.
1 Kings 5-9. Kamus: Splendid = megah.
ELIJAH AND THE BAD KING -43...
Some kings of Israel were bad. King Ahab and his wicked queen, Jezebel, prayed to false gods and killed many of God's friends. One day God's friend Elijah brought Ahab a message. "I serve the true God. There will be no rain until I say so!". What Elijah said came true. Plants and animals began to die. Everyone was hungry. But God looked after the Elijah.
1 Kings 16-17.
THE REAL GOD -44
"Bring the servants of the false god Bal to Mount Carmel," Elijah told Ahab. "We'll prove who's the real God." "Built a fire with wood," Elijah told Baal's follower". "Now ask Baal to light it". They prayed and prayed but nothing happened!. Elijah poured water over his wood. Then he prayed: "Please, God, send fire!". At once, fire streaked down and set Elijah's wood alight. "Our God is the real God!" shouted the Israelites.
1 Kings 18. Kamus: streaked down =melesat kebawah.
ELIJAH AND ELISHA -45
Jezebel was furious. She wanted to kill Elijah. But God kept him safe. "Find Elisha," God told Elijah. "He'll help you. He will be my messenger too". One day Elijah and Elisha were walking together, when they heard a rushing noise. Suddenly a chariot of fire, drawn by fiery horses, swooped down between them. A great wind whirled Elijah off his feet. He was lifted, up and away until Elisha could see him no more. 1 Kings 19, 2 Kings 2.
Kamus: rushing noise = suara bising; drawn by fiery horses= ditarik oleh kuda api; Swooped down =menukik kebawah; a great wind whirled= angin badai memutar.


Bible Story (1-20)


 MAKING OUR WORLD--1
Long ago, when God began to make everything, the Earth was dark and empty. God said, "Earth need light". And light appeared. God made the sun to shine by day and the moon and stars to light the night. God was pleased with what he had done. Bagaimana caranya Allah menciptakan bumi ini?. Jawab: "Oleh firman Tuhan langit telah dijadikan, oleh napas dari mulut-Nya segala tentara-Nya. Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perint...ah, maka semuanya ada."(Maz.33:6,9). Inilah yang disebutkan dengan istilah EX-NIHILIO yang artinya bahwa Allah menjadikan dari yang tidak ada menjadi ada. Kemudian, bagaimana keadaan bumi saat keluar dari tangan Pencipta kita?. "Keadaannya sangat indah (it was exceedingly beautiful). Pemukaannya dihiasi gunung-gunung, bukit-bukit dan padang yang datar, diselingi oleh sungai-sungai serta danau-danau yang indah; tetapi bukit-bukit dan gunung-gunung itu tidaklah curam dan berbatu-batu, atau penuh dengan tebing-tebing yang terjal serta mengerikan seperti halnya sekarang ini; batu-batu bumi yang tajam dan kasar terpendam di bawah Tanah yang subur, dan di mana-mana tumbuh pepohonan yang hijau serta segar. Tidak ada rawa-rawa yang menjijikkan atau padang pasir yang tandus. Ke mana saja pandangan diarahkan kelihatan semak belukar dan bunga-bunga yang indah dan menarik. Udara, bebas dari unsur-unsur yang membahayakan, sangat segar dan menyehatkan." E.G. White, Sejarah Para Nabi hlm.35.
Kejadian 1-11 adalah merupakan fakta sejarah. Namun para golongan liberal menyatakannya sekedar dongeng, ilustrasi ataupun perumpamaan, dsb. Bila kita perhatikan bahwa pada Kej.1:1 bukan menggunakan kata-kata : "once upon a time"( pada suatu waktu), seperti halnya digunakan dalam dongeng-dongeng pada umumnya, tetapi menggunakan kata-kata: "in the beginning"(pada mulanya). Jadi, hal ini menunjukkan bahwa Kejadian 1 bukanlah suatu dongeng atau ilustrasi, melainkan merupakan fakta sejarah.
GOD FILLS THE WORLD--2
God said, "I will make grass and flowers and trees to cover Earth". Then he made all kinds of creatures. He made fish to swim in the rivers and seas. Birds and butterflies to fill the air. And animals, big and small,to play on the land.(Read the story in Genesis 1)
ADAM AND EVE--3
God said, "Now I will make people to take care of the Earth." So he made Adam and Eve. "Enjoy the fruit in my garden," said God. Then he pointed to one tree. "Don't eat fruit from that tree. If you do, you will die." Adam and Eve were very happy in God's garden. (Read the story in Genesis 2).

FORBIDDEN FRUIT--4
The fruit on the forbidden tree looked delicious. "Why not try it?" the snake asked. "But God said we would die", said Eve. "Don't listen to God," the snake whispered. So Eve picked some and shared it with Adam. God was sad that they had disobeyed him. Now Adam and Eve have to leave God's garden. (Read Genesis Chapter 3)
CAIN and ABEL
Adam and Eve had two sons: Cain and Abel. Cain thought that God loved Abel more than him. So he hated his b...rother more and more. One day when they were out in the fields, Cain killed Abel. God was very sad. Hate and murder were spoiling his Earth. Cain had to leave home and move far away.(Read Genesis 4).
NOAH AND THE FLOOD--5
Nobody on Earth listened to God--except Noah. "Noah, there's going to be a flood," said God. "Built a big boat for your family. And take two of every kind of animal and bird with you." Noah did what God told him. Then it rained and rained. Water covered the land. But Noah's boat folated safely.(Read Genesis 6-7)
RAINBOW IN THE SKY--6
At last the rain stopped. When the land was dry, Noah opened the door. Out flew the birds. Off scampered the animals. And Noah said a special thank-you to God. "Noah", said God, "when you see the rainbow, remember my promise: I will never flood the whole Earth again." (Read Genesis 8, 9).

GOD CHOOSES ABRAHAM--7
Abraham and Sarah longed for a baby. One day God said, "Abraham, I've chosen you. "I will give you a new land and a big family. Everyone in the whole world will be happy because of you and your family. "So leave your house and take your tent. We're going on a journey." (Genesis 12).
VISITATION OF STRANGERS--8
Then the Lord appeared to Abraham. As he was sitting in the tent door in the heat of the day, he lifted his eyes and looked, ...three men were standing by him; and when he saw them, he ran from the tent door to meet them, and bowed himself to the ground, and said, "Please let a little water be brought, and wash your feet, and rest yourselves under the tree. So they sat in the shade while Abraham brought them food and water. He didn't guess that they were God's messengers. "Next year Sarah will have a baby boy,"they said.(Genesis 18).
ISAAC--9
God kept his promise and baby Isaac was born. Some years later, God said, "Abraham, will you give Isaac back to me?" But just as Abraham was getting ready to give Isaac back, God called out, "Abraham, I know how much you love and trust me. I won't take Isaac away."(Genesis 22).

ESAU AND JACOB (10)
Isaac married Rebekah and they had twin sons : Esau and Jacob. One day Esau arrived back from hunting. Jacob was cooking delicious food. "Give some!" cried Esau. "I'm starving!" "Only if you give me your special place as eldest son," said Jacob. "All right!" Esau agreed. (Genesis 25).
JACOB'S DREAM (11)
Jacob tricked Esau again. Esau wanted to kill Jacob. So Jacob run away. That night Jacob slept under the stars. In his dream he saw a s...taircase. Angels were going up and down. Than God said, "Jacob, I promised to be with you. I'll never leave you. You and your family will have the good things I promised to Abraham." (Genesis 28).
JOSEPH COAT (12)
Jacob had lots of children but Joseph was his favourite. He gave Joseph a beautiful coat. Joseph's brothers were jealous. One day Joseph went to the fields to find his brothers. "Let's get him," the brothers cried. They grabbed Joseph, ripped off his special coat and threw him down an empty well.(Genesis 37).

JOSEPH GOES TO EGYPT (13)
The brothers decided to sell Joseph to some men travelling to Egypt. In Egypt, Joseph became Potiphar's slave. Because Joseph worked so hard, Potiphar put him charge of everything he had. But Potiphar's wife told lies about Joseph, so he was sent to prison. Even there, God was still with him.
Kamus: -put him in charge of everything he had =menempatkan dia bertanggungjawab atas segala yang ia miliki. (Genesis 37,39).
JOSEPH SAVES EGYPT (14)
The king of Egypt had worrying dreams. "Fetch Joseph," a servant said. "He understands dreams". The king told Joseph his dream. "God says seven good harvests are coming, followed by seven bad ones," Joseph explained. "Save food now to feed your people in the bad years." The king was pleased. "Joseph, you must help me lead Egypt".
Kamus: The king was pleased = Raja senang. (Genesis 41).
BROTHERS REUNITED (15)
Now Joseph's brothers had to travel to Egypt to buy corn. They did not know that the man in charge was Joseph. Joseph pretended to be angry. Then he said, "Don't be frightened. It's me, Joseph!. I will take care of you. God brought me here to save everyone!. Come and live in Egypt."(Genesis 42-45).
MOSES (16)
God gave Jacob the name "Israel". Israel's people stayed in Egypt. But years later, a cruel king made them his slaves. "Kill all their baby boys" he ordered. But one mother hid her baby in a floating basket among the river reeds. "What's in the basket?" asked the princess. Her servant opened the lid. "What a beautiful baby!" the princess exclaimed. "I shall keep him and name him Moses".
Kamus: Opened the lid = Buka penutup; in a floating basket among the river reeds = dlm.keranjang mengambang diantara alang-alang sungai. Exclaimed = berteriak,berseru.(Exodus 1,2).

FIRE IN THE BUSH (17)
When Moses grew up he longed to save his people. The king was furious, so Moses ran far away. One day, Moses saw a bush on fire. "That's strange!" he thought. Suddenly God spoke from the bush. "Moses, go back to Egypt and rescue your unhappy people." "I can't!" Moses exclaimed. "Yes, you can," God said, "because I will be with you."
Kamus: furious = geram. rescue =menyelamatkan,melepaskan.(Exodus 3).
MOSES WARNS THE KING (18)...
Moses set off for Egypt. "God says you must let his people go," he told the king. "No!" the king replied. "I don't know or care about your God. I won't let them go. Make the Israelites work harder!"!. "Obey God or bad things will happen," Moses warned. "I won't" the king replied. (Exodus 4,5)
Kamus: Moses set off for Egypt =Musa berangkat ke Mesir.
CHAOS IN EGYPT (19)
Everything happened as Moses had warned. First frogs ran everywhere, then flies came, then there were storms. But still the king would not let the Israelites go. "God will rescue his people," Moses said, "but because of you, Egypt will be sad." "Go away! the king shouted. "Tomorrow God will rescue us," Moses told the Israelites. "Cook a special meal to thank him." (Exodus 4-12).
THE WAVES ROLL BACK (20)
The next day the Israelites left Egypt and camped by the Red Sea. But the Egyptian army chased them!. God said, "Moses, stretch your stick over the sea. Tell the people to go forward." Moses obeyed God. The waters rolled back and the Israelites crossed on dry ground. "Hurrah!" they shouted on the other side. "God has rescued us!". (Exodus 13-15).

Selasa, 28 Juli 2015

The Wise Man Build His House.


The wise man built his house upon the rock
The wise man built his house upon the rock
The wise man built his house upon the rock
And the rain came tumbling down
Oh, the rain came down And the floods came up
The rain came down And the floods came up
The rain came down And the floods came up
And the wise man's house stood firm.


The foolish man built his house upon the sand
The foolish man built his house upon the sand
The foolish man built his house upon the sand
And the rain came tumbling down Oh, the rain came down
And the floods came up The rain came down
And the floods came up The rain came down
And the floods came up
And the foolish man's house went "splat!" [clap hands once]


So, build your house on the Lord Jesus Christ
Build your house on the Lord Jesus Christ
Build your house on the Lord Jesus Christ
And the blessings will come down
Oh, the blessings come down As your prayers go up
The blessings come down As your prayers go up
The blessings come down As your prayer go up
So build your house on the Lord Jesus Christ.

Sing Hosanna (Give Me Oil in My Lamp)


Give me oil in my lamp, keep me burning
Give me oil in my lamp, I pray
Give me oil in my lamp, keep me burning
Keep me burning 'til the break of day
Sing hosanna, sing hosanna
Sing hosanna to the King of Kings
Sing hosanna, sing hosanna
Sing hosanna to the King of Kings


Give me joy in my heart, keep me praising
Give me joy in my heart, I pray
Give me joy in my heart, keep me praising
Keep me praising 'til the break of day
Sing hosanna, sing hosanna
Sing hosanna to the King of Kings
Sing hosanna, sing hosanna
Sing hosanna to the King of Kings


Give me peace in my heart, keep me resting
Give me peace in my heart, I pray
Give me peace in my heart, keep me resting
Keep me resting 'til the break of day
Sing hosanna, sing hosanna
Sing hosanna to the King of Kings
Sing hosanna, sing hosanna
Sing hosanna to the King of Kings


Give me love in my heart, keep me serving
Give me love in my heart, I pray
Give me love in my heart, keep me serving
Keep me serving 'til the break of day
Sing hosanna, sing hosanna
Sing hosanna to the King of Kings
Sing hosanna, sing hosanna
Sing hosanna to the King of Kings

Senin, 27 Juli 2015

Jesus Loves the Little Children.


Jesus loves the little children
All the children of the world
Red, brown, yellow Black and white
They are precious in His sight.
Jesus loves the little children Of the world.


Jesus died for all the children
All the children of the world
Red, brown, yellow Black and white
They are precious in His sight.
Jesus died for all the children Of the world.


Jesus rose for all the children
All the children of the world
Red, brown, yellow Black and white
They are precious in His sight.
Jesus rose for all the children Of the world.


REJOICE IN THE LORD ALWAYS:
Rejoice in the Lord always
And again I say rejoice
Rejoice in the Lord always
And again I say rejoice
Rejoice, rejoice
And again I say rejoice
Rejoice, rejoice
And again I say rejoice


[repeat]

Lyric: Behold, behold !



Behold, behold!
I stand at the door and knock, knock, knock,
Behold, behold!
I stand at the door and knock, knock, knock,
If anyone hear my voice,
If anyone hear my voice,
And will open, open, open the door,
I will come in.


Behold, behold!
I stand at the door and knock, knock, knock,
Behold, behold!
I stand at the door and knock, knock, knock,
If anyone hear my voice,
If anyone hear my voice,
And will open, open, open the door,
I will come in.

Lyric: I'm Ready To Go Home.


1.Through the valley’s of this life, I have wandered
And I’ve worked for Jesus all , along the way                        
But now I see the sun, for me is setting       
I have reached ,the ending of my way               


Reff:
Lord I’ve been faithful in the service,
You have given And the harvest of the fields, Lord I have done…
But now, my steps are growing weary                     
Lord,.. I’m waiting, I’m ready to go home
INTRO: Briefly.                      


Looking back upon the life ,I’ve lived for Jesus                    
I can see how He has helped/blessed me all the way                                               
And the tears I’ve shed just helped ,to keep me humble         
And each burden, only taught me how to pray


Repeat #2                          
3.Though I hate to leave so many friends, behind me                       
And the parting of our ways will touch/break my heart                                           
But I’ll wait for them inside the gates of heaven          
Where the children of God, will never part.

Lyric: I've God the Joy in My Heart.


I've got the joy, joy, joy, joy down in my heart Where?
Down in my heart!
Where?
Down in my heart!
I've got the joy, joy, joy, joy down in my heart
Down in my heart to stay
Reff:
And I'm so happy So very happy
I've got the love of Jesus in my heart
And I'm so happy So very happy
I've got the love of Jesus in my heart.


I've got the love of Jesus, love of Jesus Down in my heart
Where?
Down in my heart!
Where? Down in my heart!
I've got the love of Jesus, love of Jesus Down in my heart Where?
Down in my heart to stay.


I've got the peace that passes understanding Down in the depths of my heart!
Where?
Down in the depths of my heart!
Where? Down in the depths of my heart!
I've got the peace that passes understanding Down in the depths of my heart!
Down in my heart to stay


And if the Devil doesn't like it, He can sit on a tack
Ouch! , Sit on a tack!
Ouch! Sit on a tack!
And if the Devil doesn't like it, He can sit on a tack
Ouch! Sit on a tack to stay!

Lyric: Remind Me Dear Lord.



The things that I love and hold dear to my heart
Are just bor-rowed, they’re not mine at all;
Je-sus on- ly let me use them to brigh-ten my life,
So re-mind me, re-mind me, dear Lord.
Ch:
Roll back the cur-tain of mem-‘ry now and then,
Show me where you brought me from  and where I could have been;
Re-member I’m hu-man, and hu-mans for-get So re-mind me, re-mind me, dear Lord.


Noth-ing good have I done to de-serve God’s own Son,
I’m not wor-thy of the scars in His hands;
Yet He chose the road to Cal-v’ry to die in my stead-
Why He loved me, I can’t un-derstand.
Ch:
Roll back the cur-tain of mem-‘ry now and then,
Show me where you brought me from  and where I could have been;
Re-member I’m hu-man, and hu-mans for-get So re-mind me, re-mind me, dear Lord

Arsip Resep Cup Cake Ny.S. Siagian.


Bahan-bahannya sbb:
150 gr. gula.
160 gr. terigu.
1 telor.
1/3 cup minyak Olive.
3/4 Butter Susu.
1/2 cup Coklat bubuk.
Vanili (Baking soda 1 sdm).


CARANYA:
Kocok telor + gula + minyak.  Masukkan tepung+Coklat.
Butter susu.



Sabtu, 25 Juli 2015

Dunia Baru, Kegenapan Janji Allah.


Bertumbuh dalam Kristus (9)
("KETIKA SEMUANYA MENJADI BARU)
  
 PENDAHULUAN
 Milenium. Seribu tahun adalah suatu jangka waktu yang disebutkan oleh penulis kitab Wahyu, rasul Yohanes, yang menerangkan tentang masa ketika Setan kelak akan dirantai. Tulis sang pewahyu, "Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari surga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya" (Why. 20:1-3; huruf miring ditambahkan).
 Kata Grika yang diterjemahkan dengan seribu pada ayat ini ialah χίλιοι, chilioi, sebuah kata-keterangan yang berarti bilangan 1000. Jangka waktu seribu tahun ini menjadi lebih populer ketika kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, millennium, gabungan dari kata mille yang artinya seribu dan annus yang berarti tahun. Jadi, millennium, yang kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia secara transliteral menjadi milenium, berarti "masa seribu tahun." Milenium dalam Alkitab mengandung makna yang lebih dari sekadar sepenggal waktu, melainkan lebih daripada itu adalah satu masa kevakuman sejarah dunia tatkala Setan diberangus dari segala aktivitasnya. Bayangkanlah bumi ini tanpa ada satu pun Setan yang bergentayangan membuat ulah. Itulah periode yang dilihat oleh pewahyu dalam khayalnya yang akan terjadi sesudah kedatangan Yesus Kristus kedua kali, masa di mana dunia ini menjadi kosong melompong oleh sebab orang-orang saleh seluruhnya sudah diangkat ke surga dan duduk menghakimi bersama Yesus, sedangkan orang-orang jahat semuanya sudah mati bergelimpangan di bumi ini (ay. 4, 5).
 Barangkali sebagian orang akan bertanya, Apakah milenium dan dirantainya Setan itu adalah harfiah? Kitab Wahyu memang mengandung hal-hal yang bersifat simbolik atau lambang, tetapi sebagian isinya bersifat literal atau dalam arti kata yang sebenarnya. Sejauh yang kita pelajari, masa seribu tahun di sini adalah suatu angka harfiah. Namun, jika seandainya masa seribu tahun itu juga hendak dihitung secara bilangan nubuatan, "bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari" (2Ptr. 3:8), sehingga lamanya masa itu menjadi 1000x1000 tahun atau satu juta tahun, bagi saya itu tidak menjadi soal sebab yang penting di sini bahwa selama masa itu Setan dalam keadaan "terikat." Setan berada dalam keadaan dirantai oleh sebab dia tidak dapat lagi "menyesatkan bangsa-bangsa" (Why. 20:3) seperti yang dilakukannya selama ini. Sekarang pun Tuhan sedang "mengikat" Setan dengan cara "menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka...dengan belenggu abadi" (Yudas 6). Kalau Allah dapat membelenggu Setan sekarang ini, tentu Dia juga dapat merantai Setan-setan itu nanti!
 "Allah ingin membawa umat manusia kembali kepada utopia yang sejak semula Dia telah ciptakan bagi kita...Inilah waktu yang kita sebut 'milenium' (untuk kata seribu). Permulaan dari milenium itu menandai dimulainya satu-satunya utopia yang manusia akan pernah kenal sejak Eden sebelum Kejatuhan manusia" [alinea pertama: kalimat terakhir; alinea terakhir].
1.      MULAINYA MASA SERIBU TAHUN (Peristiwa-peristiwa Yang Menandai Milenium).
 "Pasal Milenium." Barangkali tidak keliru jika kita menyebut Wahyu 20 sebagai "pasal milenium" oleh karena inilah satu-satunya pasal di seluruh Alkitab yang berbicara tentang masa seribu tahun berkaitan dengan "pemenjaraan" Setan. Baiklah kita lihat isi setiap ayat dalam pasal ini (seluruhnya ada 15 ayat):
 1 -- Seorang malaikat turun dari surga membawa rantai dan anak kunci.
2 -- Malaikat itu mengikat Setan selama 1000 tahun.
3 -- Selama 1000 tahun itu Setan menganggur; tidak dapat menyesatkan manusia.
4 -- Para syuhada dibangkitkan lalu memerintah bersama Yesus selama 1000 tahun.
5 -- Kebangkitan pertama; orang-orang mati lainnya tidak dibangkitkan.
6 -- Orang-orang yang dibangkitkan pertama akan luput dari kematian kedua.
7 -- Setan akan dilepaskan pada akhir masa 1000 tahun.
8 -- Kebangkitan kedua; Setan akan menyesatkan mereka yang jumlahnya sangat banyak.
9 -- Setan memimpin penyerangan kota Yerusalem Baru bersama orang-orang itu; mereka kemudian dilahap api.
10 -- Setan, binatang, dan nabi palsu itu dicampakkan ke dalam neraka.
11 -- Kristus duduk di atas takhta putih; langit dan bumi lenyap.
12 -- Penghakiman orang-orang mati.
13 -- Orang-orang mati itu diserahkan oleh bumi dan laut untuk dihakimi.
14 -- Kematian kedua; kerajaan maut dihempaskan ke dalam neraka.
15 -- Orang-orang jahat yang dihakimi itu dibuang ke dalam neraka.

"Milenium, sebagai sebuah konsep, muncul dalam Wahyu 20 di mana hal itu disebutkan sebanyak enam kali di antara ayat 2-7. Untuk mengetahui masa seribu tahun itu, kedudukan dari Wahyu 20 ini di dalam keseluruhan rentetan kitab Wahyu harus ditentukan. Meskipun kitab ini tidak tidak mengikuti urutan waktu secara langsung, dalam hal ini tidak terlalu sukar untuk menentukan kapan milenium itu dimulai" [alinea pertama: tiga kalimat terakhir].
 Permulaan milenium. Masa seribu tahun, atau milenium, adalah satu periode waktu yang sangat penting dalam sejarah manusia. Inilah masa transisi di antara zaman kefanaan dan zaman kekekalan, sebuah kurun waktu di dalam mana kejahatan dan kuasa kejahatan itu akan berakhir untuk selama-lamanya. Itulah sebabnya masa seribu tahun ini menarik untuk dipelajari karena berkaitan langsung dengan nasib manusia, baik orang-orang yang selamat maupun yang binasa. Sekarang, pertanyaan yang paling relevan bagi kita ialah: Kapan milenium itu dimulai?
 Dalam Wahyu 19 kita menemukan petunjuk bahwa Yohanes Pewahyu menyaksikan ada suatu kemeriahan besar di dalam surga seperti sedang menyiapkan satu peristiwa penting. Di tengah kesibukan persiapan itu terdengarlah suara dari takhta surga, "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia" (ay. 6, 7; huruf miring ditambahkan). Dalam PL, Israel disebut sebagai "istri" dari Allah (Hos. 2:18, 19; Yes. 54:5), tetapi bangsa itu sering tidak setia dan berselingkuh (Yehezkiel 16). Sedangkan dalam PB, Gereja itu dijuluki sebagai "tunangan" dari Kristus (2Kor. 11:2; Ef. 5:25-32). Dalam PB juga, Yesus Kristus sangat sering disebut sebagai "Anak Domba" (Yoh. 1:29, 36; 1Ptr. 1:19; dan di hampir seluruh kitab Wahyu). Dalam kitab Wahyu, Yerusalem Baru sebagai kota suci tempat tinggal umat tebusan, dijuluki "pengantin perempuan, mempelai Anak Domba" (Why. 21:9); dan pada pasal terakhir kita mendapat petunjuk bahwa pengantin perempuan itu merujuk kepada jemaat-jemaat, yaitu orang-orang yang telah menyambut Yesus, "bintang timur yang gilang-gemilang" (Why. 22:16, 17).
 Berdasarkan ayat-ayat di atas kita dapat menyimpulkan bahwa apa yang dimaksud dengan "perkawinan Anak Domba" tidak lain dari hari pertemuan antara Yesus Kristus dengan umat tebusan-Nya yang akan terjadi pada kedatangan Yesus kedua kali. Kesibukan persiapan "perkawinan" itulah yang disaksikan oleh rasul Yohanes, dan yang kemudian berlanjut dengan turunnya Kristus bersama rombongan besar pasukan surgawi (Why. 21:11-14). Dalam penuturannya rasul Paulus berkata, "Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari surga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan" (1Tes. 4:16, 17). Milenium dimulai ketika Yesus Kristus datang kedua kali untuk menjemput umat tebusan-Nya, yaitu orang-orang saleh yang masih hidup maupun yang sudah mati dan dibangkitkan pada hari kedatangan-Nya itu. Jadi, awal dari milenium ditandai oleh dua peristiwa besar: kedatangan Yesus kedua kali dan kebangkitan orang mati.
 "Tentu saja permulaan itu bertepatan dengan kedatangan Kristus kedua kali. Orang-orang yang mati di dalam Kristus akan dibangkitkan untuk bergabung dengan umat setia yang masih hidup, dan kedua kelompok itu akan diangkat ke surga. Orang-orang jahat yang masih hidup pada kedatangan Kristus kedua kali akan binasa oleh 'cahaya kemuliaan-Nya' (2Tes. 2:8). Dan bumi yang kosong ini akan menjadi penjara bagi Setan yang akan 'terbelenggu' selama 1000 tahun oleh rantai situasi" [alinea terakhir: tiga kalimat pertama].
 Pena inspirasi menulis: "Tubuh-tubuh yang telah berada di dalam kubur dengan membawa tanda-tanda penyakit dan kematian bangkit dalam kesehatan dan kebugaran yang kekal. Orang-orang saleh yang masih hidup diubahkan dalam seketika, dalam sekejap mata, lalu diangkat bersama orang-orang yang dibangkitkan dan bersama-sama mereka bertemu dengan Tuhan mereka di angkasa. Oh, betapa suatu pertemuan yang mulia! Sahabat-sahabat yang telah terpisah oleh kematian itu dipertemukan, dan tidak pernah lagi akan berpisah" (Ellen G. White, The Story of Redemption, hlm. 411, 412).
 Apa yang kita pelajari tentang peristiwa-peristiwa yang menandai permulaan milenium?
1. Milenium, atau masa seribu tahun, adalah periode waktu yang disebutkan dalam Wahyu pasal 20 akan terjadi kelak. Sementara berbagai peristiwa akan berlangsung selama masa seribu tahun itu, hal yang paling relevan bagi kita yang hidup sekarang ini ialah kapan permulaan dari masa itu.
2. Permulaan masa seribu tahun tersebut ditandai dengan dua peristiwa, yaitu kedatangan Yesus kedua kali dan kebangkitan orang mati. Meskipun semua orang yang sudah mati--orang jahat maupun orang saleh--akan dibangkitkan pada saat itu, namun setelah menyaksikan kedatangan Yesus itu semua orang jahat akan binasa sedangkan orang saleh diubahkan ke dalam kondisi yang tidak akan pernah mati lagi (kekal).
3. Peristiwa berikutnya ialah Yesus Kristus bersama rombongan-Nya akan kembali ke surga bersama-sama dengan umat tebusan-Nya yang sudah diubahkan kondisi mereka itu, mengenakan keadaan jasmani yang kekal untuk hidup selama-lamanya.
 2. KEJADIAN-KEJADIAN SELAMA MASA SERIBU TAHUN (Pada Pertengahan Milenium)
 Para syuhada. Wahyu 20:4 mengatakan bahwa di surga ada takhta-takhta yang ditempati oleh umat tebusan, termasuk orang-orang yang telah mengalami mati syahid (syuhada atau martir) di bumi ini, yaitu mereka yang dengan berani melawan perintah penguasa dunia dengan tidak menyembah "binatang itu dan patungnya" serta tidak menerima tandanya baik di dahi (secara sukarela dan sadar) atau di tangan (secara terpaksa). Sebagian pembelajar Alkitab berpendapat bahwa arti dari "telah dipenggal kepalanya" itu bermakna harfiah maupun kiasan, yaitu umat Tuhan yang telah mengalami penganiayaan dan penderitaan fisik demi mempertahankan kebenaran dan tidak mau tunduk kepada kuasa kepausan pada zaman kegelapan di abad pertengahan maupun di akhir zaman. Mereka disebutkan secara khusus dalam penglihatan Pewahyu oleh karena keberanian dan jiwa patriotisme mereka dalam membela kebenaran Kristus.
 Kata asli yang diterjemahkan dengan jiwa-jiwa dalam ayat ini adalah ψυχή, psychē, yang sebagai kata-benda dipakai untuk menyebutkan salah satu unsur dalam diri manusia di samping fisik dan mental, tapi kata ini juga digunakan untuk menerangkan kehidupan atau makhluk hidup. Jadi, penggunaan kata "jiwa-jiwa" oleh Yohanes Pewahyu di sini merujuk kepada orang-orang yang hidup kembali dari kematian secara fisik. Mereka inilah yang dilukiskan sebagai "orang-orang lain di Tiatira" yang tidak mau mengikuti dan mempelajari ilmu-ilmu Setan (Why. 2:24-28), dan sebagai "jemaat Filadelfia" yang tidak mau menggabungkan diri dengan orang-orang dari jemaah iblis (Why. 3:7-12).
 "Sebagai umat Masehi Advent Hari Ketujuh, kita memahami bahwa Alkitab tidak mengajarkan adanya jiwa-jiwa yang terpisah dari tubuh yang baka dan sadar. Sebaliknya, ayat ini menggambarkan orang-orang yang telah melewati pengalaman penganiayaan seperti diutarakan dalam Wahyu 12:17-13:18. Pada Kedatangan yang Kedua (di waktu mana kebangkitan pertama itu terjadi) jiwa-jiwa yang dianiaya ini akan kembali hidup dan setelah kebangkitan bertakhta di surga bersama Kristus (bandingkan dengan 1Tes. 4:15-17)" [alinea pertama: tiga kalimat terakhir].
 Penghakiman orang jahat. Milenium adalah masa penghakiman atas orang-orang jahat dan malaikat-malaikat jahat di mana orang-orang benar yang semasa hidup mereka di dunia ini telah teraniaya karena kebenaran itu akan bertindak sebagai para hakim. Inilah kegenapan dari apa yang disebutkan oleh rasul Paulus tentang "orang-orang kudus akan menghakimi dunia" bahkan "menghakimi malaikat-malaikat" (1Kor. 6:2, 3). Orang-orang benar itu, menurut Yohanes Pewahyu, "akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya" (Why. 20:6).
 Pena inspirasi menulis: "Selama seribu tahun, antara kebangkitan pertama dan kedua, penghakiman orang-orang jahat terjadi. Rasul Paulus menyebut penghakiman ini sebagai satu peristiwa menyusul kedatangan yang kedua. 'Janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati.' 1Kor. 4:5. Daniel menyatakan bahwa apabila Yang Lanjut Usianya itu datang, 'keadilan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi.' Dan. 7:22. Pada waktu ini orang-orang benar bertakhta sebagai raja-raja dan imam-imam bagi Allah" (Ellen G. White, The Great Controversy, hlm. 660).
 Konsep "penghakiman" dalam Alkitab menurut doktrin Gereja Advent adalah meliputi dua tahap: pertama, penghakiman pemeriksaan atas umat Tuhan (1844 hingga kedatangan Yesus kedua kali) di mana Yesus Kristus bertindak sebagai Imam Besar dan sekaligus Pengantara kita; kedua, penghakiman atas orang jahat yang berlangsung dalam masa seribu tahun itu. "Tahap ketiga dari penghakiman terakhir adalah fase pelaksanaan, yang merupakan bagian dari peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di akhir masa seribu tahun" [alinea terakhir: kalimat terakhir].
 Apa yang kita pelajari tentang peristiwa yang terjadi selama milenium?
1. Milenium, atau masa seribu tahun dalam kitab Wahyu 20, adalah periode penghakiman khususnya atas orang-orang jahat, penguasa-penguasa dunia yang jahat, dan malaikat-malaikat jahat. Dalam proses penghakiman ini Yesus Kristus akan bertindak sebagai Hakim yang adil dan "dibantu" oleh umat tebusan-Nya yang selamat.
2. Satu kelompok umat Tuhan yang disebut secara khusus oleh Pewahyu adalah "jiwa-jiwa" para shyuhada, yaitu orang-orang yang mati teraniaya karena mempertahankan kebenaran dan tidak mau tunduk kepada "binatang dan patungnya" maupun orang-orang benar yang dibunuh karena menolak menerima "ajaran-ajaran Setan" namun sudah dibangkitkan kembali dan diselamatkan.
3. Doktrin Gereja Advent memahami konsep penghakiman dalam Alkitab sebagai proses yang berlangsung dalam dua kurun waktu berbeda dan diadakan terhadap dua kelompok manusia berbeda, yaitu penghakiman atas orang-orang percaya (tahun 1844 sampai kedatangan Yesus kedua kali) dan atas orang-orang jahat (selama milenium). Penghakiman tahap ketiga adalah eksekusi pehukuman atas orang jahat di akhir milenium.
3.      SEUSAI MASA SERIBU TAHUN (Peristiwa-peristiwa Pada Akhir Milenium)
 Setan dilepaskan. Sebagaimana diutarakan pada bagian Pendahuluan pelajaran pekan ini, setelah umat tebusan diangkat ke surga bersama rombongan Yesus Kristus yang datang menjemput, dan sementara itu orang-orang jahat yang telah dibinasakan oleh cahaya kemuliaan-Nya berserakan tak bernyawa di atas bumi, dunia ini berada dalam keadaan lengang selama seribu tahun. Keadaan ini digambarkan sebagai terbelenggunya Setan berbubung dia dan malaikat-malaikatnya yang jahat itu akan menganggur dan tidak mempunyai kesibukan untuk menyesatkan bangsa-bangsa. Seusainya periode seribu tahun itu, Setan "akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya" (Why. 20:3). Sebab pada akhir milenium, tatkala "kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari surga" (Why 21:2), maka orang-orang jahat yang binasa tersebut dibangkitkan kembali sesudah "berakhir masa seribu tahun" (Why. 20:3, 5) itu sehingga Setan seakan "dilepaskan dari penjaranya" (ay. 7).
 Kenyataan bahwa pada waktu orang jahat semuanya mati sehingga Setan kesepian tinggal sendiri di dunia ini, membuktikan bahwa Setan tidak memiliki kuasa apapun untuk membangkitkan manusia meskipun mereka itu adalah orang-orangnya sendiri. Kebangkitan orang mati hanya terjadi pada kedatangan Yesus kedua kali di awal milenium dan pada waktu turunnya kota suci Yerusalem Baru di akhir milenium, dan hal ini membuktikan bahwa kuasa kebangkitan itu hanya ada di tangan Yesus Kristus yang sudah menang atas maut (Why. 1:18; 1Kor. 15:55).
 Gog dan Magog. Pewahyu menyebut bangsa-bangsa dari keempat penjuru bumi, yaitu orang-orang jahat yang bangkit di akhir masa seribu tahun itu, sebagai "Gog dan Magog" (Why. 20:8). Sebagai nama orang, Magog adalah cucu dari Nuh (Kej. 10:2); sebagai bangsa Gog dan Magog adalah raja-raja agung negeri Mesekh dan Tubal (Yeh. 38:2), yakni pasukan berkuda yang besar dan kuat dari utara Israel yang telah datang menyerang umat Tuhan itu ketika mereka hidup "aman tenteram" atau sedang tidak siap untuk berperang (ay. 14-16). Akibatnya, Tuhan menghukum mereka dengan kekejutan oleh mendatangkan "api dan hujan belerang ke atasnya dan ke atas tentaranya" serta bangsa-bangsa lain yang menyertainya (ay. 21-23). Begitu dahsyatnya pembalasan Allah, dan demikian banyaknya pasukan penyerang yang mati itu, sehingga untuk menguburkan mayat-mayat mereka orang Israel memerlukan waktu sampai tujuh bulan lamanya (Yeh. 39:11-15).
 Dalam bahasa Grika, bahasa asli kitab Wahyu, kata Γώγ, Gōg, berarti gunung; sedangkan Μαγώγ, Magōg, artinya menaungi dari atas. Kedua kata ini merujuk kepada negeri dari utara atau bangsa-bangsa yang pernah menyerang Israel tersebut tidak lama setelah umat Allah itu mendiami negeri perjanjian Kanaan. Dan meskipun Gog dan Magog dalam kitab Wahyu tidak mempunyai hubungan darah atau pertalian kekerabatan dengan Gog dan Magog dalam kitab Yehezkiel, secara konotatif penggunaan nama-nama itu mengisyaratkan sikap permusuhan terhadap Allah dan umat-Nya. Sebagian komentator Alkitab menganggap penggunaan kedua nama ini sebagai pengkiasan karakteristik; sama seperti julukan "setan" atau "ular" terhadap seseorang yang dianggap memiliki ciri tabiat serupa Setan atau mempunyai sifat seperti ular, meskipun dia itu manusia.
 "Frase 'Gog dan Magog' digunakan secara kiasan, sama seperti dalam Yehezkiel 38:2, untuk menerangkan orang-orang yang digunakan Setan akan berhasil dalam penipuan--yakni orang-orang jahat dari segala zaman. Kumpulan orang banyak inilah yang Setan akan hasut untuk berusaha merobohkan kota Allah. Wahyu 20:9 menyebutkan bahwa kota itu, Yerusalem Baru, pada waktu itu sudah akan turun dari surga ke bumi (kemungkinan bersama Kristus), dan Setan beserta bala tentaranya akan maju menyerangnya" [alinea pertama: kalimat ketiga hingga kelima].
Penghakiman dan eksekusi orang jahat. Kitab Wahyu tidak ditulis sebagai sebuah buku sejarah yang kejadian-kejadiannya diketengahkan dalam penuturan secara kronologis atau berdasarkan urutan waktu dan peristiwa. Jadi, sekalipun penghakiman orang jahat disebutkan sesudah uraian tentang turunnya Yerusalem Baru dan pengepungan orang jahat terhadap kota itu, sesungguhnya penghakiman dan vonis terhadap orang jahat sudah ditentukan sebelumnya. Turunnya Yerusalem Baru yang sudah dihuni oleh umat Allah itu terjadi sesudah masa seribu tahun berakhir, dan bersamaan dengan itu adalah eksekusi vonis atas orang jahat yang akan mengalami "kematian kedua" dengan cara "dilemparkan ke dalam lautan api" (Why. 20:14, 15).
 "Selama masa seribu tahun orang-orang kudus turut serta dalam suatu musyarawah penghakiman yang mengkaji-ulang kasus-kasus orang yang tidak selamat dari bumi ini dan malaikat-malaikat berdosa. Penghakiman ini adalah bukti yang penting mengingat sifat kesemestaan dari masalah dosa. Jalannya pemberontakan dosa telah menjadi sasaran kepedulian dan perhatian di dunia-dunia lain (Ayub 1 dan 2; Ef. 3:10). Keseluruhan dosa harus ditangani sedemikian rupa agar hati dan pikiran segenap alam semesta puas dengan perlakuan dan penyelesaiannya, khususnya menyangkut tabiat Allah" [alinea terakhir: empat kalimat pertama].
 Apa yang kita pelajari tentang peristiwa-peristiwa di akhir milenium?
1. Akhir masa seribu tahun ditandai dengan turunnya kota Yerusalem Baru dari surga ke bumi ini. Pada saat itu orang-orang jahat yang dalam keadaan mati di dunia ini selama milenium itu akan dibangkitkan untuk dibinasakan selama-lamanya. Ketika orang jahat bangkit itulah Setan seakan terlepas dari rasa kesepian yang telah memenjarakannya.
2. Begitu mayat-mayat orang jahat yang tadinya bergelimpangan itu hidup kembali, Setan langsung menghasut mereka untuk mengepung dan menyerang kota Allah yang sedang turun. Keberingasan orang-orang jahat itu disamakan dengan "Gog dan Magog," yakni raja-raja dan bangsa-bangsa yang menyerbu Israel sebagaimana disebutkan dalam Yehezkiel 38-39.
3. Tentu saja usaha Setan dan orang jahat itu sia-sia, dan sebaliknya mereka semua binasa dibuang ke dalam lautan api. Inilah eksekusi dari vonis yang sudah ditentukan atas mereka dalam penghakiman kedua yang berlangsung selama masa milenium itu. Hukuman atas mereka itu juga sekaligus menandai pemusnahan dosa dari alam semesta ini untuk selamanya.
 4. JANJI YANG DIGENAPI (Dunia Baru)
 Langit dan bumi baru. Setelah masa seribu tahun itu usai, Yohanes Pewahyu kemudian menyaksikan sesuatu perubahan. "Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi" (Why. 21:1; huruf miring ditambahkan). Kata asli yang diterjemahkan dengan baru pada ayat ini adalah καινός, kainos, sebuah kata-sifat yang mengandung dua makna: bentuk dan substansi. Dalam bahasa Grika (bahasa asli PB), ada kata lain di samping kainos yang juga berarti baru. Kita menemukannya dalam Matius 9:17, "Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya" (huruf miring ditambahkan). Di sini, predikat baru yang digunakan untuk anggur itu menggunakan kata νέος, neos, kata-sifat yang berarti dilahirkan baru seperti untuk "bayi"; sedangkan predikat baru untuk kantong menggunakan kata kainos seperti pada ayat pertama Wahyu pasal 21 itu.
 Langit dan bumi yang baru seperti disaksikan oleh Yohanes Pewahyu itu adalah kegenapan dari janji Allah seperti dicatat dalam kitab Yesaya, "Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati" (Yes. 65:17; huruf miring ditambahkan). Kata Ibrani yang diterjemahkan dengan baru pada ayat ini adalah חָדָשׁ, khädäsh, sebuah kata-sifat yang mengandung makna sesuatu hal yang baru atau masih segar seperti juga digunakan antara lain dalam Kel. 1:8 (raja baru) dan Im. 23:16 (sajian yang baru). Janji tersebut telah disebutkan juga oleh rasul Petrus, rekan Yohanes Pewahyu sebagai sesama murid Yesus, "Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran" (2Ptr. 3:13; huruf miring ditambahkan). Di sini rasul Petrus juga menggunakan kata-sifat kainos untuk menerangkan langit dan bumi baru yang dimaksudkannya.
 "Kata [kainos] yang diterjemahkan sebagai 'baru' dalam Wahyu 21:1 menekankan pada sesuatu yang baru dalam bentuk atau kualitas gantinya baru seperti dalam suatu peristiwa 'baru' dalam hal waktu. Maksud Allah dalam kisah Penciptaan pada kitab Kejadian belum terealisasikan sampai janji untuk menjadikan segala sesuatu baru itu digenapi pada dunia yang baru" [alinea kedua: dua kalimat pertama].
 Kota Yerusalem Baru. Selain langit dan bumi yang baru, Yohanes Pewahyu juga bertutur tentang kota Yerusalem Baru sebagaimana yang disaksikannya. "Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari surga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya" (Why. 21:2; huruf miring ditambahkan). Inilah kota yang digambarkan oleh rasul Paulus sebagai "perempuan yang merdeka" (Gal. 4:26), dan oleh penulis kitab Ibrani disebut sebagai "kota Allah yang hidup" (Ibr. 12:22). Kota Yerusalem Baru ini telah dinubuatkan dengan uraian secara fisik yang sangat spektakuler dalam kitab Yehezkiel 40-48, dan dalam bahasa Ibrani disebut יְהוָה שָׁמָּה, Jehovah-shammah, yaitu "kota di mana Allah ada." Sebagian komentator Alkitab menganggap kota Yerusalem Baru sebagai sesuatu yang bersifat simbolik, melambangkan umat tebusan, dan karenanya itu tidak akan turun ke dunia ini secara fisik. Tetapi kesaksian Yohanes Pewahyu adalah jelas perihal Yerusalem Baru kota Allah itu: εἶδον καταβαίνουσαν ἐκ τοῦ οὐρανοῦ, ἀπὸ τοῦ θεοῦ, eidon katabainousan ek tou ouranou apo tou Theou, "aku melihat turun dari surga, dari Allah."
 "Satu hal sudah jelas: kita sedang membicarakan tentang satu tempat dalam arti kata sesungguhnya dan bersifat fisik. Paham kekafiran tentang hal yang bersifat fisik itu buruk dan hal hal yang bersifat roh itu baik, sekali lagi ditolak oleh Kitabsuci...Sebaliknya, penggambaran dalam kitab Wahyu, betapapun sulit untuk dipahami bagi kita (yang hanya tahu tentang satu dunia yang telah berdosa), adalah kenyataan abadi yang menunggu kita. Betapa suatu pengharapan yang kita miliki, khususnya jika dibandingkan dengan mereka yang percaya bahwa kematian adalah akhir dari segalanya" [alinea terakhir: dua kalimat pertama, dua kalimat terakhir].
 Pena inspirasi menulis: "Kita sedang berada dalam perjalanan pulang. Dia yang sangat mengasihi kita sehingga mau mati bagi kita sudah membangun sebuah kota bagi kita. Yerusalem Baru adalah tempat perhentian kita. Tidak akan ada lagi kesusahan di kota Allah. Tiada tangisan dukacita, tiada tangisan kepiluan karena pengharapan yang hancur dan kasih sayang yang terkubur akan pernah lagi terdengar. Segera pakaian kemalangan akan digantikan dengan jubah pesta perkawinan. Segera kita akan menyaksikan pemahkotaan Raja kita. Orang-orang yang kehidupannya telah terbungkus dengan Kristus, mereka yang di dunia ini sudah memenangkan peperangan iman dengan baik, akan bersinar dengan kemuliaan Sang Penebus di dalam kerajaan Allah" (Ellen G. White, Testimonies for the Church, jld. 9, hlm. 287).
 Apa yang kita pelajari tentang penglihatan Yohanes Pewahyu seusai masa seribu tahun itu?
1. Sebagaimana disaksikan oleh Yohanes Pewahyu, setelah masa seribu tahun berakhir langit dan bumi yang baru akan muncul. Hal ini dipahami sebagai rekondisi atau "peremajaan" dari langit dan bumi yang lama dan tercemar dosa sehingga menjadi langit dan bumi yang diperbarui, dipulihkan kepada keadaannya seperti pada waktu baru diciptakan.
2. Selain langit dan bumi, Pewahyu juga menyaksikan Yerusalem Baru yang turun dari surga ke bumi yang telah diperbarui ini. Inilah kota suci yang di dalamnya terdapat umat tebusan Allah yang sudah diselamatkan, orang-orang yang telah diampuni dosa-dosanya melalui kematian penebusan Kristus dan yang sudah dibela kasusnya dalam penghakiman pemeriksaan.
3. Langit dan bumi yang baru, beserta kota Yerusalem Baru, merupakan ujud dari janji Allah kepada umat-Nya dari segala zaman. Jadi, kita tidak akan tinggal selamanya di surga, tetapi kita akan kembali mendiami planet Bumi ini setelah diperbarui dan dipulihkan kondisinya.
 5. KEKEKALAN DAN KEBARUAN (Kehidupan Dalam Dunia Baru)
 Allah bersama kita. Hidup di dunia yang baru, tanpa kematian dan kesusahan-kesusahan seperti yang kita saksikan dan alami sekarang, itu saja sudah merupakan suatu kehidupan yang tak terbayangkan betapa menyenangkannya. Tapi seakan itu belum cukup, kesenangan kita masih dilengkapi lagi dengan kehadiran Allah sendiri di tengah-tengah kita. Suatu kehidupan yang aman tenteram, tidak ada sama sekali tanda-tanda kesusahan dalam bentuk apapun, hidup bahagia untuk selama-lamanya, dan yang paling penting lagi adalah hidup bersama Allah kita. Kesempurnaan hidup seperti apa lagi yang anda harapkan?
 Yohanes Pewahyu mencatat, "Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: 'Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu'" (Why. 21:3, 4; huruf miring ditambahkan). Frase kemah Allah di sini (Grika: σκηνὴ τοῦ θεοῦ, skēnē tou theou) merujuk kepada Kemah Suci (Ibrani: מִקְדָּשׁ, miqdash) yang dibangun Musa sewaktu memimpin bangsa Israel dalam perjalanan di padang belantara sebagaimana tercatat dalam kitab Keluaran dan Bilangan di Perjanjian Lama. Sebagaimana Kemah Suci di padang gurun itu melambangkan kehadiran Allah di tengah-tengah bangsa Israel, demikianlah Kemah Allah itu menandakan kehadiran Allah di tengah umat-Nya di dunia baru nanti. Anak kalimat "Ia akan diam bersama-sama dengan mereka" pada ayat di atas serupa dengan perkataan Allah kepada Musa, "supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka" (Kel. 25:8); dan anak kalimat "mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka" pada ayat di atas paralel dengan kata-kata Allah sendiri, "Aku akan diam di tengah-tengah orang Israel dan Aku akan menjadi Allah mereka" (Kel. 29:45).
 "Mungkin tidak ada penglihatan lain yang menakjubkan di seluruh Alkitab yang sebanding dengan apa yang Yohanes Pewahyu uraikan di sini; bumi yang baru bukan hanya akan menjadi rumah bagi makhluk manusia tapi juga bagi Allah. Sang Pencipta alam semesta yang suci dan tak terpahami itu akan memberkati komunitas yang ditebus itu dengan kehadiran-Nya. Tentu saja Allah akan selamanya berbeda dari makhluk-makhluk ciptaan-Nya, tapi di dunia baru keterpisahan antara Allah dengan manusia yang diakibatkan oleh dosa itu akan dihapus" [alinea pertama].
 Manusia, makhluk yang mulia. Dalam ketakjubannya yang mencengangkan, raja Daud bersenandung: "Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat" (Mzm. 8:5, 6). Fakta bahwa manusia telah diciptakan "menurut gambar [citra] Allah" (Kej. 1:27) menunjukkan bahwa memang sejak asalnya kita manusia adalah makhluk ciptaan paling mulia yang menghuni Bumi ini, tetapi dosa telah membuat kita "kehilangan kemuliaan Allah" (Rm. 3:23). Tetapi nanti, pada kedatangan Yesus kedua kali, kita yang percaya kepada-Nya dan tetap setia mempertahankan iman kita itu akan dipulihkan kepada keadaan semula seperti ketika manusia belum jatuh ke dalam dosa. Dengan keadaan seperti itu kita akan diangkat ke surga untuk tinggal selama milenium, dan kemudian kembali ke Bumi yang kelak akan dibarui ini untuk hidup selama-lamanya bersama-sama dengan Dia.
 "Dengan berpikir: bahwa Allah yang menciptakan segalanya itu bukan saja mati bagi kita tetapi akan tinggal dengan kita untuk selamanya! Pada titik tertentu, oleh karena keterbatasan dari pikiran kita yang berdosa, kita harus berhenti berusaha memikirkan mengenai hal ini secara rasional, dan sebaliknya sambil tersungkur di atas lutut kita dan memuji Dia yang bukan saja telah menciptakan kita tetapi juga menebus kita dan sekarang berjanji untuk hidup bersama kita sepanjang masa kekekalan" [alinea terakhir].
 Pena inspirasi menulis: "Dan tahun-tahun kekekalan itu, sambil bergulir akan membawa penyataan-penyataan yang semakin kaya dan kian mulia mengenai Allah dan Kristus. Sementara pengetahuan bertambah, demikian pula kasih, penghormatan, dan kebahagiaan itu meningkat. Semakin manusia belajar tentang Allah, akan bertambah besar pemujaan mereka pada tabiat-Nya...Di sana setiap kemampuan akan dikembangkan, setiap kesanggupan ditingkatkan. Usaha-usaha yang terbesar akan terlaksana, cita-cita yang paling agung akan tercapai, ambisi-ambisi yang paling tinggi terwujud. Dan masih akan ada puncak-puncak baru untuk dilintasi, keajaiban-keajaiban baru untuk dikagumi, kebenaran-kebenaran baru untuk dipahami, obyek-obyek yang segar menuntut keberdayaan tubuh dan pikiran dan jiwa" (Ellen G. White, The Adventist Home, hlm. 548, 549).
Apa yang kita pelajari tentang kehidupan di dunia baru?
1. Di dunia baru kita akan hidup untuk selama-lamanya, tanpa kesusahan apalagi penyakit dan kematian. Tetapi bukan itu saja, di dunia baru kita bahkan akan tinggal bersama-sama dengan Allah. Hal itu sudah pernah ditunjukan-Nya kepada sekelompok manusia, yaitu di tengah bangsa Israel di padang gurun maupun di negeri Kanaan, meski tidak berlangsung seterusnya akibat pengkhianatan mereka.
2. Sejak semula Allah ingin tinggal bersama manusia yang diciptakan-Nya, seperti yang pernah dialami oleh Adam dan Hawa di rumah alami mereka, Taman Eden. Sangat disayangkan bahwa masa bahagia itu tidak berlangsung lama dan mereka terusir akibat dosa. Di dunia baru kita akan menikmati suasana Taman Eden itu kembali, kali ini untuk selama-lamanya.
3. Kehidupan di dunia baru akan semakin menyenangkan oleh karena di sana kita bakal mempelajari banyak hal mengenai Allah sendiri dan tentang Kristus yang telah menyelamatkan kita, khususnya perihal kasih-Nya yang sekarang ini tak terjangkau oleh pikiran kita yang sudah merosot akibat dosa. Di dunia baru kita akan memiliki daya berpikir yang sempurna kembali untuk memahami segala misteri keilahian.
PENUTUP
 Rumah masa depan. Hampir setiap orang sekarang ini memikirkan tentang rumah masa depannya. Banyak orang yang telah mengorbankan waktu dan tenaga bahkan kesehatannya, bekerja membanting-tulang demi memastikan bahwa mereka kelak akan hidup tenteram di masa tua serta memiliki tempat tinggal senyaman mungkin. Tidak sedikit orang yang meskipun telah berjuang sekuat tenaga namun cita-cita untuk memiliki rumah masa depan itu tidak pernah menjadi kenyataan. Ironisnya lagi, baik mereka yang telah berusaha keras dan berhasil, maupun orang-orang yang sudah berjuang keras tapi tidak berhasil, pada akhirnya hanya memperoleh "rumah masa depan" yang sama: sepetak tanah sempit yang ditandai batu nisan!
 Bagi orang-orang percaya, umat tebusan Allah, rumah masa depan kita telah tersedia di kota Yerusalem Baru yang arsiteknya adalah Allah sendiri--dan ke kota itulah tujuan kita. Kehidupan kita di dunia ini sekarang adalah peluang yang diberikan Allah untuk dimanfaatkan demi memastikan satu tempat tinggal di kota Allah tersebut, karena itu janganlah sia-siakan kesempatan ini. Sebab kalau bukan untuk memperoleh rumah di surga itu, alangkah sialnya dan sia-sianya hidup anda, betapapun kehidupan anda saat ini bergelimang harta kekayaan. Sesungguhnya, apa yang disediakan Allah bagi orang-orang yang mengasihi Dia adalah sesuatu "yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia" (1Kor. 2:9).
 "Suatu ketakutan bahwa warisan yang akan datang itu tampak terlalu materialistik telah menuntun banyak orang untuk memandang dari segi rohani kebenaran-kebenaran yang membawa kita untuk melihatnya sebagai tempat tinggal kita. Kristus meyakinkan murid-murid-Nya bahwa Dia pergi untuk menyediakan tempat bagi mereka di rumah Bapa. Mereka yang menerima pengajaran-pengajaran firman Allah sama sekali tidak akan bersikap masa bodoh mengenai tempat tinggal semawi..." [alinea kedua: tiga kalimat pertama].

"Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: 'Ya, Aku datang segera!' Amin, datanglah, Tuhan Yesus! Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin" (Why. 22:20, 21).

SUMBER : 
   Kwabena Donkor, Wkl.Dit.Biblical /research Institute GC, Silver Spring, Maryland U.S.A --"Bertumbuh Dalam Kristus". (Pel.SS. Trw.IV, 2012)