Minggu, 14 Februari 2016

Eksistensi Hari Sabat/Apakah Sabat Alkitab itu sudah hilang?.



• Ada tiga kenyataan atau bukti-bukti yang sudah diteliti dengan saksama dan diakui kebenarannya yang bisa menunjang kepastian ini (Hari manakah hari Sabat itu?).
Ketiganya adalah: Alkitab, Sejarah Kalender, dan Ilmu Perbintangan (* Frank Breaden, Penuntun Alat Peraga Baru, hal.143).
1. Mari kita kembali kepada MINGGU PENCIPTAAN. Kejadian2:2,3 “Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu”.
2. SEBELUM MANUSIA MENGENAL DOSA, Allah menetapkan hari tersebut sebagai suatu peringatan atas penciptaan. HARI LAHIR DUNIA! Hari yang Allah katakan supaya di ingat…Kel.20:8-10. LIHATLAH SEBUAH KALENDER. Hari ketujuh dalam minggu adalah Sabtu. Mungkin anda bertanya, “BGM KITA MENGETAHUI DENGAN PASTI MANAKAH HARI YANG KE TUJUH ITU?. TIDAKKAH KALENDER ITU PERNAH DIUBAH?. Tidakkah perputaran minggu pernah berubah?”.
   Ya,…, Kalender pernah di ubah, tetapi PERPUTARAN MINGGU TIDAK PERNAH BERUBAH. Kalender Julian, yang diterima pada tahun 46 SM, telah digunakan dari zaman kehidupan Kristus sampai tahun 1582 SM. (46 – 1582). Pada waktu itulah Paus Gregory XIII memperkenalkan kalender Gregorian yang digunakan oleh sebagian besar Negara di dunia sekarang.
 Dalam rangka penyesuaian kalender itu dengan musim-musim, MAKA HARI JUMAT. 05 DESEMBER 1582 DIUBAH MENJADI HARI JUMAT TGL.15 Desember 1582, TETAPI INI SAMA SEKALI TIDAK MEMPENGARUHI PERPUTARAN MINGGU.
 Tentu saja, sekiranya perputaran minggu telah diobah antara zaman Adam dan zaman Musa, maka sudah pasti Allah telah memperbaikinya ketika IA MENULIS 10 HUKUM YANG MENUNJUKKAN SABAT HARI KETUJUH. PASTI ALLAH TIDAK AKAN MENYURUH MANUSIA BERBAKTI PADA HARI KETUJUH DALAM MINGGU JIKA MANUSIA TIDAK MENGETAHUI DENGAN PASI HARI MANA ITU. Namun, jelas bahwa anak-anak Israel memelihara Sabat hari ketujuh itu SEBELUM ALLAH MENGUCAPKAN 10 HUKUM ITU DI SINAI. Allah memberikan perintah mengenai cara mengumpul manna : Kel.16:26, 30.
   Sekiranya perputaran minggu telah diubah antara Musa sampai zaman Kristus, maka pastilah Yesus telah mengadakan perbaikan dengan memperbaiki catatannya. Tetapi kita membaca hal ini tentang Yesus : Lukas 4:16 “Menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat.”.
   PARA AHLI PERBINTANGAN DAN AHLI SEJARAH mengukuhkan bahwa waktu tidak ada yang hilang dan tidak ada perubahan yang diadakan dalam perputaran minggu sebelum zaman Kristus. JAMES ROBERTSON, Direktur Observatorium A.L. Amerika Serikat, menulis : “Kami telah menggunakan kesempatan menyelidiki hasil-hasil pekerjaan para ahli dalam kronologi dan kami belum pernah….merasa ragu-ragu sedikitpun terhadap perputaran minggu yang terus menerus berlangsung lama sebelum zaman Kristus…Belum pernah ada PERUBAHAN DALAM KALENDER KITA PADA ABAD-ABAD YANG SILAM DENGAN CARA APAPUN TELAH MEMPENGARUHI PERPUTARAN MINGGU”.
   Orang2 Yahudi ORTODOX telah berbakti pada hari yang ketujuh sejak zaman Keluaran, lebih dari pada 3500 tahun lalu. Bahkan sekiranya ALKITAB itu saja satu-satunya sumber informasi kita, kita masih sanggup menentukan MANAKAH HARI YANG KETUJUH, ATAU HARI SABAT ITU. Apabila kita membuka cerita tentang penyaliban (bertahun-tahun sesudah penyaliban) , buku Lukas meringkaskannya.
   Setelah Kristus mati di kayu salib pada hari Jumat, Alkitab memberikan komentar dalam Lukas 23:54-56; 24:1: “Hari itu adalah hari persiapan dan Sabat hampir mulai. Dan perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus dari Galilea, ikut serta dan mereka melihat kubur itu dan bagaimana mayat-Nya dibaringkan. Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. Dan pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat. Tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka”.
   MALAHAN, PARA RASUL terus berbakti dan berkhotbah pada hari sabat hari ketujuh selama bertahun-tahun setelah penyaliban. (Kisah 13:14, 42,44; 18:4.) Dari kenyataan-kenyataan Alkitab ini dengan mudah orang dapat melihat bahwa TIDAK ADA BUKTI KRISTUS ATAU PARA MURID-NYA mengubah hari perbaktian. Tidak ada catatan dalam Alkitab yang memerintahkan suatu perubahan seperti itu.
                    Marjorie & Don Gray, Menyingkap Tabir, hal.199-202.
   *Tidak mungkin hari ketujuh itu bisa hilang jejak dalam kurun waktu 2000 tahun, yaitu sejak zaman Kristus hingga sekarang ini, karena beberapa alasan sbb:
1. Pemeliharaan hari Raya Paskah – diseluruh dunia dewasa ini (Yang memperingati hari penyaliban Kristus pada hari Jumat Agung; Perhentian-Nya dalam kubur pada hari Sabtu Paskah, dan Kebangkitan-Nya pada hari Minggu Paskah. Ini membuktikan bahwa hari ketujuh yang benar tidak pernah hilang jejak selama zaman Kristiani.
2. Tiga kalender telah dipakai secara berdampingan hampir sepanjang zaman Kekristenan (Kalender Yahudi, Kalender Kristiani dan Kalender Islam). Walau ada perbedaan dalam berbagai hal—namun ketiganya SESUAI MENGENAI URUTAN HARI-HARI DALAM MINGGU ITU. Hari Sabtu dalam ketiga kalender tsb.sama dengan Hari Ketujuh.
3. Tidak pernah ada perubahan kalender yang mempengaruhi urutan hari-hari dalam seminggu. Contoh: Perubahan Kalender Gaya Yulian ke Kalender Gaya Gregorian.—yang digunakan di beberapa Negara Eropa tahun 1582 dan di England tahun 1752 –memerlukan penyesuaian yang agak lama dengan cara mengurangi beberapa tanggal dalam satu bulan. TETAPI PENYESUAIAN ITU HANYA MEMPENGARUHI TANGGAL, BUKAN HARI-HARI DARI MINGGU ITU. Ada satu bulan yang diperpendek tetapi TIDAK MENGGANGGU URUTAN/NAMA-NAMA HARI DARI MINGGU ITU.
4. ILMU PERBINTANGAN : Jika seorang ahli perbintangan dikurung selama 6 bulan dalam sebuah gua dibawah tanah tanpa jam atau kalender sehingga ia hilang jejak perhitungan hari, hanya dalam beberapa jam di dalam sebuah teropong bintang akan menyanggupkan dia untuk mengetahui dengan tepat hari apa yang sebenarnya waktu ia keluar dari gua itu.---dengan memeriksa posisi dan gerakan bintang-bintang di langit.
   * Kalau ia seorang Yahudi, Islam atau Kristen tinggal dipengasingan tanpa kalender, mungkin saja kehilangan jejak satu hari, lalu ia bingung hari apa gerangan hari ini. Tetapi setelah ia menghubungi temannya/keluarganya, mereka akan memberitahukan padanya. Perorangan, masyarakat, dan bangsa-bangsa selalu memelihara penanggalan dengan alat-alat otomatik sehingga tidak memungkinkan untuk kehilangan hari ketujuh atau hari lain dari minggu itu dalam seluruh dunia pada waktu yang bersamaan. RINCIAN PERIHAL PERUBAHAN KALENDER DARI SISTEM: JULIAN KE GREGORIAN: (Diperkenalkan di Eropa tahun 1582 dan di Inggeris tahun 1752). Kaisar Julius – Muncul dengan rencana pembaruan kalender, pada abad I sebelum Kristus (46 SM).
   *Menetapkan satu tahun : 365 ¼ hari—dengan mengumpulkan “Kelebihan” waktu itu sehingga satu tahun menjadi 366 hari SETIAP TAHUN KE 4.(Karena jangka waktu sesungguhnya BUMI mengelilingi matahari itu hanya memerlukan kurang dari 365 ¼ hari.)
    Walau Kalender Julian  itu lebih lama 11 menit 10 detik—namun hanya dibatasi sampai masa 12 bulan, dan menentukan nama bulan ke tujuh (JULI) dengan namanya sendiri.
   KALENDER JULIAN juga tetap memakai 7 hari sepekan kitab Kejadian. Hanya masalahnya ialah bahwa system ini: MENAMBAHKAN SATU HARI PENUH SETIAP 4 TAHUN, yang membuat setahun itu menjadi: 365 hari, 5 jam, 49 menit, sehingga membuat KELEBIHAN WAKTU KALENDER, TETAPI BUKAN WAKTU SEBENARNYA. Pada abad ke 16 Era Kekristenan, kelebihan waktu yang bertambah kepada kalender Julian hingga waktu itu adalah 10 hari lebih maju daripada waktu sesungguhnya, sehingga Paus Gregory XIII setuju untuk mengambil inisiatif MEMPERBAIKI GEP KELEBIHAN WAKTU ITU.
    Pada tahun 1582, agar ketidaktepatan kalender seperti sebelumnya jangan terulang kembali, maka seorang pakar astronomi Italia membuat satu formula baru, yang akhirnya disetujui oleh PAUS GREGORY pada tahun itu juga.
    Usulnya ialah : Bahwa SETIAP 100 tahun, atau tahun ke 100 (1800,1900,2100 dsb) tidak boleh dihitung sebagai tahun kabisat, kecuali setiap tahun ke 400, dimulai dari tahun 2000. Formula ini berfungsi untuk menjaga agar pada hampir setiap masa, cocok dengan penanggalan kalender. Jadi perbedaan menit yang ada pada penanggalan sipil dan yang sebenarnya pada skema Gregorian tidak akan mencapai menjadi satu hari saja dalam jangka waktu 5000 tahun.
   Untuk mengembalikan kelebihan 10 hari kalender tahun sipil sesuai dengan jadwal yang sebenarnya, 10 hari itupun dihilangkan (dianggap tidak ada).
   Jadi Kalender Julian bukan diganti tapi disesuaikan, sehingga tanggal 5 Oktober dengan “SISTEM LAMA” disesuaikan menjadi tanggal 15 Oktober. Nama dan jumlah bulan tahun Julian tetap digunakan, sebagaimana juga susunan biasa akan hari dalam satu pekan. Walau tanggal 5 Oktober pada “Sistem Lama” itu telah menjadi 15 Oktober, namun itu MASIH PERSIS HARI YANG SAMA, YAITU HARI JUMAT PADA TAHUN 1582. Jadi tanggalnya yang diubah BUKAN HARINYA. Seiklus mingguan bersejarah itu –rotasi pergantian ketujuh hari dalam sepekan itu ---TIDAK MENGALAMI PERUBAHAN APA PUN OLEH PENYESUAIAN YANG DIADAKAN OLEH PAUS GREGORY. Frank Breaden, Penuntun Alat Peraga Baru, hal.144-146.

Pandangan Kristen Terhadap Valentine Day.

A. Asal usulnya di anggap mitos
  Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santa yang asal-muasalnya bisa dipertanyakan dan hanya berbasis legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu. Mereka beranggapan bahwa sikap hidup yang memelihara hari-hari tertentu merupakan sikap hidup yang diperhamba oleh allah-allah yang hakekatnya bukan Allah.
   Valentine’s Day salah satu bentuk pemeliharaan hari-hari tertentu.
   Galatia 4:10 “Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun”.
   Apalah arti sebuah pengakuan kepada Yesus Kristus, jikalau masih menyediakan diri untuk diperhamba oleh allah-allah dan roh-roh dunia. Orang yang hidup di dalam Kristus tidak lagi menyediakan diri untuk mengikuti ajaran-ajaran filsafat yang kosong dan palsu menurut ajaran turun temurun dan roh-roh dunia.
   Kolose 2:8 “Hati-hatilah supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus”.
   Kalau kita periksa di kalender, hari valentine bukan merupakan hari libur nasional. Memang ia bukan merupakan hari raya keagamaan atau hari raya terkait dengan kehidupan berkebangsaan (nasionalisme). Bahkan ada agama tertentu yang menentang untuk merayakan hari raya ini. Sedangkan kekristenan juga tidak mengakui hari valentine sebagai bagian dari hari raya yang dirayakan umat kristiani, karena berdasarkan sejarah lahirnya hari Valentine tidak berkaitan langsung dengan peristiwa atau pengajaran Alkitab.
   Sebagai tambahan sumber lain mengatakan, agama Kristen yang ada di Yerusalem, Lebanon, Syria, Rusia dan non-Barat lainnya banyak yang tidak pernah mengadakan acara Valentine.
   Kekristenan hanya mengenal empat hari raya yakni hari natal (kelahiran Yesus Kristus), hari Jumat Agung (kematian Yesus Kristus di kayu salib), hari Paskah (kebangkitan Yesus Kristus dari kematian) dan hari Pentakosta (turunnya Roh Kudus).
   Keseluruhan hari raya tersebut sebenarnya adalah rangkaian hari raya kasih sayang Allah kepada manusia. Jadi saat kita merayakan hari-hari tersebut, pokok yang perlu diingat adalah seluruhnya terpaut dengan kasih Allah kepada manusia.
   Dalam Alkitab berbahasa Yunani terdapat 3 jenis kasih yakni :
   - Agape (kasih ilahi). Agape adalah sifat inti Tuhan, karena Tuhan adalah kasih (1 Yoh. 4:7-12, 16b). Tuhan sangat “mengasihi” (agape) sehingga Dia memberikan Anak-Nya. Kristus sangat mengasihi (agape) sehingga Dia memberikan hidup-Nya.
   - Phileo (kasih persahabatan), yang berarti “memiliki minat yang spesial kepada seseorang atau sesuatu, sering kali dengan fokus kepada kerja sama yang dekat; memiliki kasih sayang terhadap, seperti memandang seseorang sebagai sahabat.” Contoh kasih ini dapat dilihat pada Yohanes 21 saat Yesus bertanya kepada Petrus, apakah Petrus mengasihNya. 2 kali Yesus menggunakan kata agapao dan terakhir menggunakan kata phileo dan ketiganya dijawab Petrus dengan menggunakan kata phileo.
   - Storge, yaitu kasih dan sayang yang muncul secara alamiah antara orang tua dan anak-anak, dapat muncul di antara saudara kandung, dan muncul di antara suami dan istri dalam pernikahan yang baik. Kata itu muncul dalam Roma 12:10 dengan kata ‘philostorgos’, yang merupakan gabungan kata philos (bentuk kata benda dari phileo) dan storge.
   Roma 12:10 adalah ayat yang sangat penting, mengarahkan kita untuk sangat mengasihi dan saling berbuat baik.
   Di luar itu dalam bahasa Yunani masih terdapat satu jenis kasih yakni Eros. Berdasarkan dongeng kuno kebudayaan negara tersebut, ‘Eros’, si dewa Cinta, telah menjadi penyebab awal pengertian kata cinta/kasih (eros) yang bersifat seksuil."
   Eros merupakan kata dalam bahasa Yunani Kuno bukan dalam Alkitab.
   Di satu sisi, hari raya Valentine bukanlah hari raya umat kristiani (bukan bagian dari pengajaran Alkitab atau peristiwa sejarah penting dalam kekristenan), sehingga ikut merayakannya berarti seperti ikut merestui hari raya yang tidak jelas asal muasalnya.
   Di sisi lain, tidak dapat disangkal, perayaan hari Valentine terus berkembang di berbagai negara terutama di kalangan anak-anak muda termasuk muda-mudi Kristen di gereja.
   Walau tidak ada keperluan untuk merayakan hari Valentine di gereja, namun gereja dapat memanfaatkan momentum ini untuk tujuan yang berbeda yakni gereja mengajarkan tentang sumber kasih yang terbesar yaitu Allah: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16).


   B. Banyak orang kristen salah dalam memaknai hari Valentine
   Dengan demikian umat Kristen dituntut kearifan secara pribadi untuk menganalisa lebih lanjut akan kegunaan dan fungsi Valentine’s Day dalam hidupnya.
1. Jagalah hatimu.
   Alkitab mengatakan untuk berhati-hati dalam memberikan/menyampaikan kasih sayang, karena hati mempengaruhi segala sesuatu dalam hidup. "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." (Amsal 4:23) Kamu akan menjadi seperti teman-temanmu bergaul. Kita juga cenderung menjadi seperti teman-teman sepergaulan kita. Prinsip ini berhubungan erat dengan yang hal yang pertama dan sama pentingnya dalam pergaulan seperti dalam hubungan kencan/pacaran. "Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik." (1 Korintus 15:33)
   Orang Kristen hanya boleh berhubungan cinta dengan sesama Kristen. Biarpun berteman dengan teman non-kristen tidak dilarang, mereka yang khususnya dekat di hati haruslah orang percaya yang sudah dewasa yang merupakan pengikut Kristus yang taat dalam hidupnya. "Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?" (2 Korintus 6:14). 1 Korintus 6:18 berkata "Jauhkanlah dirimu dari percabulan! " Kita tidak dapat melakukan ini apabila kita mencobai diri kita sendiri karena kecerobohan kita.
   Ketika menerima undangan kencan pada dasarnya seperti berkata, “Aku memiliki kesamaan pandangan dengan engkau.” Hal inilah yang dapat membuat kamu menyesal nantinya. Ingatlah 1 Korintus 15:33, "Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik." Yesus bersabda Jangan berzina, yang di-kutip dari sepuluh (10) perintah Tuhan dalam kitab Taurat tepatnya Keluaran 20:14, kemudian Yesus juga memberikan peringatan agar umatnya tidak berbuat zina : Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Matius 5:28-29
   Peringatan Yesus tersebut memberikan arti kuat bahwa betapa sangat dilarangnya perbuatan zina, seseorang yang memandang perempuan dan tertarik maka oleh Yesus dikatakan sudah berbuat zina di dalam hatinya, dan menurut beberapa tafsir Alkitab, berkeinginan untuk berbuat zina sudah sama sifatnya dengan berzina. Masih menurut sabda Yesus, bahwa mencungkil mata dan membuangnya adalah jauh lebih baik daripada mata kita menyebabkan kita memandang perempuan yang kemudian berkeinginan untuk berbuat zina, karena mata adalah salah satu pintu masuk bagi pikiran jahat. Mencungkil mata adalah simbolik agar kita mencegah untuk memandang perempuan yang bisa mencampakkan seluruh tubuh kita ke neraka.


http://depan.org/ https://christiananswers.net/ http://kristologi.wordpress.com/ http://gkkkmabes.blogspot.com/

Mengapa tanggal 14 Pebruari di rayakan sebagai Hari Valentine.


Merdeka.com -  (2016)
14 Februari dirayakan oleh banyak orang di seluruh dunia sebagai hari valentine atau hari kasih sayang.
Nama valentine sendiri disebut berasal dari salah satu santo atau orang suci dari agama kristen yang memiliki akhir kisah cinta yang tragis. Namun sebenarnya perayaan ini juga telah dirayakan sejak masa yang lebih lampau. Dilansir dari Today I Found Out, pada masa Romawi kuno, tanggal 13, 14, dan 15 Februari diperingati sebagai Lupercalia atau festival kesuburan dan kesehatan. Pada awalnya, festival ini berasal dari nama seorang dewa bernama Lupercus dan sebenarnya berisi tentang perayaan agar hewan ternak yang dimiliki selalu subur dan sehat.
   Seiring waktu, festival ini menjadi pemujaan terhadap pendiri kota Roma yaitu Romulus dan Remus agar memberikan kesehatan dan kesuburan pada penduduk. Kesuburan yang diberikan pun bukan hanya sebatas kepada hewan ternak saja tetapi juga pada wanita-wanita yang berada di wilayah kerajaan Romawi. Disebut juga bahwa pada festival tersebut biasanya juga dilakukan perjodohan antara pria dan wanita.
   Pada perjodohan tersebut seorang pria akan menarik secara acak nama wanita yang dipilihnya lalu mereka akan bersama selama festival tersebut berlangsung. Jika memang cocok, maka mereka akan meneruskan hubungan tersebut dan menikah. Pada abad kelima, Paus Hilarius melarang festival ini karena berasal dari budaya pagan dan tidak cocok dengan nilai-nilai Kristen. Namun tak lama kemudian, Paus Gelasius mencabut larangan festival tersebut dan meneruskan tradisi yang sudah dilaksanakan selama ratusan tahun tersebut. Pada masa itu juga Paus Gelasius mulai menjadikan tanggal 14 februari lebih Kristiani dengan menjadikannya sebagai peringatan untuk Santo Valentine.   Walau disebut sebagai peringatan untuk santo Valentine tetapi sebenarnya tidak jelas Valentine mana yang dimaksud karena nama tersebut begitu jamak digunakan pada saat itu.
   Terdapat tiga orang bernama Valentine yang mungkin merupakan sosok yang dimaksud oleh Paus Gelasius tersebut.
   Valentine pertama hidup pada abad ketiga dan dibunuh oleh kaisar Claudius karena dia ketahuan menikahkan seorang prajurit beragama Kristen secara ilegal. Pada saat itu kaisar melarang seluruh prajuritnya untuk menikah agar mereka hanya setia pada negara saja.
   Valentine kedua merupakan seseorang pria asal Afrika yang dibunuh karena menolak untuk keluar dari Kristen.
   Sedangkan Valentine ketiga merupakan seorang uskup di italia yang dibunuh secara tragis. Sejak masa Paus Gelasius hingga abad ke-14, tanggal tersebut terus diperingati untuk mengenang St. Valentine. Bukti pertama perubahan tanggal tersebut sebagai hari kasih sayang mulai muncul pada tahun 1477 melalui sebuah surat dari wanita bernama Margery Brewes kepada John Paston. Satu abad kemudian pada sebuah puisinya, William Shakspeare juga menggunakan simbol hari Valentine sebagai kasih sayang. Pada abad ke-18, bertukar surat cinta merupakan sebuah tradisi yang biasa dilakukan ketika hari Valentine tiba. Kebiasaan tersebut bermula di Inggris hingga kemudian menyebar ke Amerika Serikat dan seluruh dunia. Sejak saat itu lah hari Valentine selalu diperingati dengan berbagai aksesori penanda cinta mulai dari surat, bunga hingga cokelat seperti saat ini.

Latar Belakang Adanya Hari Velentine.

a.   Karya Sastrawan Inggris Geoffrey Chaucer.
 Pendapat ini mengemukakan tentang sekelumit kisah cinta burung-burung yang dipercaya mencari pasangannya untuk kawin pada tanggal 14 Februari di Inggris dan Perancis sekitar abad ke-14. Kepercayaan ini tertulis dalam sebuah karya dari seorang Sastrawan Inggris yang bernama Geoffrey Chaucer. Ia menjelaskan dalam karyanya yang ia tulis dalam sebuah cerita yang berjudul Parlement of Foules (Percakapan Burung-Burung). Dalam tulisan tersebut ditulis :
“For this was sent on Seynt Valentyne’s day. Whan every foul cometh ther to choose his mate.” (Bahwa inilah dikirim pada hari Santo Valentinus. Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya).


b.   Hari Valentine untuk menyaingi Hari Lupercalia
Di Roma kuno, zaman dahulu tanggal 15 Februari adalah hari yang dirayakan sebagai hari raya Lupercalia, yang merupakan sebuah perayaan untuk Dewa Lupercus (dewa kesuburan). Dewa ini dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Dalam perayaannya, para pendeta Lupercus (penyembah dewa Luprcus) melakukan ritual penyucian dengan cara menyerahkan korban kambing kepada dewa dan kemudian minum anggur. Setelah itu mereka akan berlari-lari di jalanan kota Roma sambil membawa potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai dijalan.
Pada masa itu agama yang sedang berkembang dan semakin dikenal dengan adanya hari raya agama tersebut yang jatuh pada tanggal 15 Februari. Paus Gelasius I dengan Gereja Katoliknya sengaja menetapkan tanggal 14 Februari sebagai hari peringatan terhadap Santo Valentinohanya untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari agar Katolik mendapat perhatian lebih untuk menyaingi agama penyembah Dewa Lupercus.( Encyclopedia Britania, vol. 12, sub judul: Chistianity) Namun semenjak abad ke 16 M, upacara keagamaanmenyembah Dewa Lupercus menjadi hilang, berganti dengan sebuah upacara kasih sayang untuk memperingati kematian Santo Valentinus.

Pada tahun 1836 dilakukan penggalian makam Santo Hyppolytus dia Via Tibertinus dekat Roma yang diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian kerangka tersebut ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak-arak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.

Efesus 4:32 
Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

Mulai abad ke-19, tradisi penulisan notisi pernyataan cinta mengawali produksi kartu ucapan secara massal. The Greeting Card Association(Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu milyar kartu valentine dikirimkan per tahun. Hal ini membuat hari raya ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Natal, di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.

Di Amerika Serikat mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu diperluas dan termasuk pula pemberian segala macam hadiah, biasanya oleh pria kepada wanita. Hadiah-hadiahnya biasa berupa bunga mawar dan cokelat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan.

Sebuah kencan pada hari Valentine seringkali dianggap bahwa pasangan yang sedang kencan terlibat dalam sebuah relasi serius. Keyakinan ini menjadikan valentine itu merupakan hari Percintaan, bukan hanya kepada Pacar ataupun kekasih, tetapi untuk semua yang merayakannya.


Perayaan Valentine’s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran sikap dan semangat. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih. 

Dalam semangat hari Valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, petting bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang, bukan nafsu libido biasa.

Bahkan tidak sedikit para orang tua yang merelakan dan memaklumi putera-puteri mereka saling melampiaskan nafsu biologis dengan teman lawan jenis mereka, hanya semata-mata karena beranggapan bahwa hari Valentine itu adalah hari khusus untuk mengungkapkan kasih sayang.

Di dalam syair lagu romantis barat yang juga melanda begitu banyak lagu pop di Indonesia, ungkapan make love ini bertaburan di sana sini. Buat orang barat, berzina memang salah satu bentuk pengungkapan rasa kasih sayang. Bahkan berzina di sana merupakan hak asasi yang dilindungi undang-undang.


Sumber :
www.inikabarku.com
www.indrasnotes.wordpress.com
www.trinitas.or.id
www.vivificat.wordpress.com
www.agazzettadelpago.blogspot.com
Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopaedia 1908)

Pandangan Kristen Kepada Valentine Day

A. Asal usulnya di anggap mitos
  Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santa yang asal-muasalnya bisa dipertanyakan dan hanya berbasis legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu. Mereka beranggapan bahwa sikap hidup yang memelihara hari-hari tertentu merupakan sikap hidup yang diperhamba oleh allah-allah yang hakekatnya bukan Allah.
   Valentine’s Day salah satu bentuk pemeliharaan hari-hari tertentu.
   Galatia 4:10 “Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun”.
   Apalah arti sebuah pengakuan kepada Yesus Kristus, jikalau masih menyediakan diri untuk diperhamba oleh allah-allah dan roh-roh dunia. Orang yang hidup di dalam Kristus tidak lagi menyediakan diri untuk mengikuti ajaran-ajaran filsafat yang kosong dan palsu menurut ajaran turun temurun dan roh-roh dunia.
   Kolose 2:8 “Hati-hatilah supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus”.
   Kalau kita periksa di kalender, hari valentine bukan merupakan hari libur nasional. Memang ia bukan merupakan hari raya keagamaan atau hari raya terkait dengan kehidupan berkebangsaan (nasionalisme). Bahkan ada agama tertentu yang menentang untuk merayakan hari raya ini. Sedangkan kekristenan juga tidak mengakui hari valentine sebagai bagian dari hari raya yang dirayakan umat kristiani, karena berdasarkan sejarah lahirnya hari Valentine tidak berkaitan langsung dengan peristiwa atau pengajaran Alkitab.
   Sebagai tambahan sumber lain mengatakan, agama Kristen yang ada di Yerusalem, Lebanon, Syria, Rusia dan non-Barat lainnya banyak yang tidak pernah mengadakan acara Valentine.
   Kekristenan hanya mengenal empat hari raya yakni hari natal (kelahiran Yesus Kristus), hari Jumat Agung (kematian Yesus Kristus di kayu salib), hari Paskah (kebangkitan Yesus Kristus dari kematian) dan hari Pentakosta (turunnya Roh Kudus).
   Keseluruhan hari raya tersebut sebenarnya adalah rangkaian hari raya kasih sayang Allah kepada manusia. Jadi saat kita merayakan hari-hari tersebut, pokok yang perlu diingat adalah seluruhnya terpaut dengan kasih Allah kepada manusia.
   Dalam Alkitab berbahasa Yunani terdapat 3 jenis kasih yakni :
   - Agape (kasih ilahi). Agape adalah sifat inti Tuhan, karena Tuhan adalah kasih (1 Yoh. 4:7-12, 16b). Tuhan sangat “mengasihi” (agape) sehingga Dia memberikan Anak-Nya. Kristus sangat mengasihi (agape) sehingga Dia memberikan hidup-Nya.
   - Phileo (kasih persahabatan), yang berarti “memiliki minat yang spesial kepada seseorang atau sesuatu, sering kali dengan fokus kepada kerja sama yang dekat; memiliki kasih sayang terhadap, seperti memandang seseorang sebagai sahabat.” Contoh kasih ini dapat dilihat pada Yohanes 21 saat Yesus bertanya kepada Petrus, apakah Petrus mengasihNya. 2 kali Yesus menggunakan kata agapao dan terakhir menggunakan kata phileo dan ketiganya dijawab Petrus dengan menggunakan kata phileo.
   - Storge, yaitu kasih dan sayang yang muncul secara alamiah antara orang tua dan anak-anak, dapat muncul di antara saudara kandung, dan muncul di antara suami dan istri dalam pernikahan yang baik. Kata itu muncul dalam Roma 12:10 dengan kata ‘philostorgos’, yang merupakan gabungan kata philos (bentuk kata benda dari phileo) dan storge.
   Roma 12:10 adalah ayat yang sangat penting, mengarahkan kita untuk sangat mengasihi dan saling berbuat baik.
   Di luar itu dalam bahasa Yunani masih terdapat satu jenis kasih yakni Eros. Berdasarkan dongeng kuno kebudayaan negara tersebut, ‘Eros’, si dewa Cinta, telah menjadi penyebab awal pengertian kata cinta/kasih (eros) yang bersifat seksuil."
   Eros merupakan kata dalam bahasa Yunani Kuno bukan dalam Alkitab.
   Di satu sisi, hari raya Valentine bukanlah hari raya umat kristiani (bukan bagian dari pengajaran Alkitab atau peristiwa sejarah penting dalam kekristenan), sehingga ikut merayakannya berarti seperti ikut merestui hari raya yang tidak jelas asal muasalnya.
   Di sisi lain, tidak dapat disangkal, perayaan hari Valentine terus berkembang di berbagai negara terutama di kalangan anak-anak muda termasuk muda-mudi Kristen di gereja.
   Walau tidak ada keperluan untuk merayakan hari Valentine di gereja, namun gereja dapat memanfaatkan momentum ini untuk tujuan yang berbeda yakni gereja mengajarkan tentang sumber kasih yang terbesar yaitu Allah: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16).


   B. Banyak orang kristen salah dalam memaknai hari Valentine
   Dengan demikian umat Kristen dituntut kearifan secara pribadi untuk menganalisa lebih lanjut akan kegunaan dan fungsi Valentine’s Day dalam hidupnya.
1. Jagalah hatimu.
   Alkitab mengatakan untuk berhati-hati dalam memberikan/menyampaikan kasih sayang, karena hati mempengaruhi segala sesuatu dalam hidup. "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." (Amsal 4:23) Kamu akan menjadi seperti teman-temanmu bergaul. Kita juga cenderung menjadi seperti teman-teman sepergaulan kita. Prinsip ini berhubungan erat dengan yang hal yang pertama dan sama pentingnya dalam pergaulan seperti dalam hubungan kencan/pacaran. "Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik." (1 Korintus 15:33)
   Orang Kristen hanya boleh berhubungan cinta dengan sesama Kristen. Biarpun berteman dengan teman non-kristen tidak dilarang, mereka yang khususnya dekat di hati haruslah orang percaya yang sudah dewasa yang merupakan pengikut Kristus yang taat dalam hidupnya. "Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?" (2 Korintus 6:14). 1 Korintus 6:18 berkata "Jauhkanlah dirimu dari percabulan! " Kita tidak dapat melakukan ini apabila kita mencobai diri kita sendiri karena kecerobohan kita.
   Ketika menerima undangan kencan pada dasarnya seperti berkata, “Aku memiliki kesamaan pandangan dengan engkau.” Hal inilah yang dapat membuat kamu menyesal nantinya. Ingatlah 1 Korintus 15:33, "Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik." Yesus bersabda Jangan berzina, yang di-kutip dari sepuluh (10) perintah Tuhan dalam kitab Taurat tepatnya Keluaran 20:14, kemudian Yesus juga memberikan peringatan agar umatnya tidak berbuat zina : Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Matius 5:28-29
   Peringatan Yesus tersebut memberikan arti kuat bahwa betapa sangat dilarangnya perbuatan zina, seseorang yang memandang perempuan dan tertarik maka oleh Yesus dikatakan sudah berbuat zina di dalam hatinya, dan menurut beberapa tafsir Alkitab, berkeinginan untuk berbuat zina sudah sama sifatnya dengan berzina. Masih menurut sabda Yesus, bahwa mencungkil mata dan membuangnya adalah jauh lebih baik daripada mata kita menyebabkan kita memandang perempuan yang kemudian berkeinginan untuk berbuat zina, karena mata adalah salah satu pintu masuk bagi pikiran jahat. Mencungkil mata adalah simbolik agar kita mencegah untuk memandang perempuan yang bisa mencampakkan seluruh tubuh kita ke neraka.


http://depan.org/ https://christiananswers.net/ http://kristologi.wordpress.com/ http://gkkkmabes.blogspot.com/

Jumat, 12 Februari 2016

Ajaran-Ajaran Yesus Dan Pertentangan Besar.

PEL.SS 7: AJARAN2 YESUS DAN PERTENTANGAN BESAR
(Jesus’s life, teachings, and death in light of the Great Controversy)
Pendahuluan
   Kita sudah pelajari bhw pertentangan besar itu terjadi dalam pikiran manusia setiap hari. Itu dialami setiap hari di dunia ini dalam kehidupan kita (dipengaruhi oleh peristiwa politik dan ekonomi). Pertentangan besar melibatkan seluruh semesta/luas dan bukan hanya planet kita yang kecil ini. Planet kita yang kecil ini adalah merupakan TEATHER semesta alam (1 Kor.4:9).
   Waktunya bagi kita sebagai anggota MAHK untuk mengikuti tuntutan dari para penulis Alkitab dan EG. White dan bergumul untuk mengetahui dan melakukan kehendak Allah di tengah pertentangan besar.
I. BERBAGAI JENIS PERHENTIAN:
1. Apakah yang Yesus mau coba beritahukan kepada kita saat Dia berkata dalam Mts.11:29 “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat perhentian”. Bagaimanakah memikul “Kuk” Kristus dapat membawa perhentian bagi jiwa kita?. Apa itu Kuk Kristus? Sebuah kuk biasanya digunakan untuk tujuan bekerja (for the purpose of working). Mengapa Yesus berbicara tentang hal itu dalam konteks perhentian?. Kata-kata ini diambil dari Yer.6:16 “Beginilah firman Tuhan:”Ambillah tempatmu di jalan-jalan dan lihatlah, tanyakanlah jalan-jalan yang dahulukala, di manakah jalan yang baik, tempuhlah itu, dengan demikian jiwamu akan mendapat ketenangan. Tetapi mereka berkata: Kami tidak mau menempuhnya!”. 
Yang menjanjikan perhentian jiwa bagi mereka jika mereka kembali ke agama nenek moyang mereka, sebagai gantinya penyembahan berhala bangsa-bangsa di sekitarnya.
2. Dimanakah beberapa ayat dalam Alkitab yang menyebutkan tentang Konsep Perhentian?. 1).Setelah penciptaan: Kej.2:2. -Perhentian-Nya disediakan dalam perhentian Sabat yang dirayakan setiap pekan.
2).Perhentian juga dirayakan sepanjang tahun( Dalam pesta tahunan dimana orang2 Yahudi seharusnya berpartisipasi (merendahkan diri dan berpuasa) : Im.16:31.
3).Tahun ketujuh—istirahat untuk tanah: Kel.23:11.
4).Tahun Yobel, setiap 50 tahun—budak2 dibebaskan dan utangnya diampuni: Im.25:10. Kuk—dikenakan pada lembu untuk membantu mereka menarik beban (untuk meringankan beban). Demikianlah bila dengan kuk Kristus. D.A.331- “Ketika kehendak kita ditelan dalam kehendak Allah, dan kita menggunakan karunia-Nya untuk memberkati orang lain, kita akan menemukan beban hidup yang ringan. Dan juga bila kita berjalan di dalam jalan perintah Allah”. Perhentian bisa dihargai ketika Allah hadir bersama umat-Nya dan dimana tidak ada “penentang/timbulnya kejahatan” atau musuh.(Kel.33:14;1 Raj.5:4; Ul.25:19).
 Perhentian dinikmati di tanah yang diberikan Allah kpd umat-Nya dan ketika kembali dari pembuangan dan pengasingan. (Yos.1:13; Yer.30:10).
 Perhentian dibagikan melalui keramahtamahan kepada orang-orang asing(Kej.18:4), dan didalam menikmati kehidupan keluarga yang stabil(Rut 1:9; Ams.29:17).
 Namun, perhentian tidak ada pada umat Allah di penawanan(Kel.5:4,5 –hanya kerja paksa). Tidak ada pada orang fasik(Yes.57:20 –tidak tenang).
 Wahyu 14:9-11—Pekabaran Malaekat ke 3. Disana tidak akan pernah ada perhentian bagi setan dan malaekat2nya (yang menyembah binatang dan patungnya). Perhentian yang Yesus tawarkan: Hari Sabat—yang memberikan waktu bersama Sang Pencipta. Kita memiliki kepastian akan tempat perhentian disamping Juruselamat kita.
3.Apakah Sumber utama Damai dan Perhentian bagi umat Allah?. Perhentian datang bersama dengan jaminan bahwa Allah memberitahukan kepada kita : Kebenaran tentang dosa, Kebenaran(righteousness) dan Setan, dan Allah sendiri dapat dipercaya. Tidak perlu takut akan Dia. Tuhan Allah rindu agar kita menjadi sahabat-Nya (Yoh.15:15).
II.MENANAM & MENUAI :
Segala sesuatu yang Yesus telah lakukan dan katakan adalah dalam terang isu/masalah pertentangan besar. Matius 13:3-8, 18-23 TENTANG PENABUR. -dipinggir jalan-burung dan makan habis (tidak mengerti). -sebagian di tanah yang berbatu-batu—matahari-layu,kering (tidak berakar). -di tengah semak duri—himpit—mati (Kekuatiran). -di tanah yang baik, berbuah 100x, 60, 30x (mengerti –berbuah). (Artinya dicatat dalam Matius 13:18-23).
   Bagaimana perumpamaan ini berhubungan dengan pemahaman kita tentang pertentangan besar itu?. Sementara Roh Kudus, Yesus Kristus dan Bapa melakukan segala sesuatu didalam kuasa mereka—tanpa mengusik kebebasan manusiadan meminta kita untuk menjadi saksi kepada mereka yang disekitar kita, apakah yang setan dan malaekat2nya lakukan?. E.G. White, Membina Kehidupan Abadi (COL 44): “Setan dan malaekatnya berada dalam perhimpunan di mana Injil dikhotbahkan. Sementara malaikat surga berusaha untuk memberi kesan kepada hati dengan firman Allah, musuh waspada untuk menjadikan firman itu tidak berpengaruh. Dengan kesungguh-sungguhan yang setara dengan kebenciannya, ia mencoba untuk menghalangi pekerjaan Roh Allah. Sementara Kristus menarik jiwa dengan kasih-Nya, Setan mencoba untuk mengalihkan perhatian orang yang tergerak untuk mencari Juruselamat”. Mengapa petani tidak lebih hati2 agar tidak menyia-nyiakan benih dengan menaburkannya di jalan? Atau mengapa tidak lebih tekun menggali batu-batu dan tidak mencabut lebih banyak semak-semak?. *Ketika menabur Injil, usaha manusia selalu terbatas. Kita harus menabur dimana-mana. Kita tidak menghakimi yang mana tanah yang baik/buruk. Munculnya semak- menunjukkan bahwa kita tidak mampu mencegah munculnya kejahatan di tempat2 yang paling tidak diharapkan. Hanya Tuhan pemilik tuaian itulah yang bekerja dibelakang yang memastikan bahwa semua yang bisa diselamatkan akan diselamatkan. Kita hanya melakukan pekerjaan kita dan harus belajar untuk percaya kepada-Nya untuk melakukan bagian-Nya.
III. MEMBANGUN DIATAS BATU :
   Matius 7:21-27.(baca)
1).Ayat 22 –23 –Pd.hari terakhir: “Tuhan,Tuhan, bukankah kami bernubuat,mengusir setan dan mengadakan mujizat demi nama-Mu juga?. Orang ini mengklaim suatu posisi dalam kerajaan Allah. Mereka berkata bahwa mereka telah bernubuat dan mengusir setan dalam nama Yesus. Bagaimana kita menghakimi mereka?. Jika mereka datang ke gereja kita, bagaimana Anda merespons?. Apakah mungkin bisa mengusir setan tanpa memiliki suatu hubungan dengan Allah?. Apakah mereka nabi2 palsu?.
2)Ayat 24-27 –PERUMPAMAAN TTG. ORANG YANG MEMBANGUN RUMAH DIATAS BATU DAN PASIRMereka tidak ada yang membangun rumah dekat laut—mereka tinggal di pinggir bukit dan lembah. =Mendengar & melakukan perkataan =bijaksana—rumah diatas batu(tdk.rubuh). =Mendengar & tidak melakukanOrang bodoh—pasir—rubuh. Tidak ada cara untuk membedakan antara 2 rumah itu sampai turun hujan di bukit, dan banjir bandang menderu menuruni lembah. Ingat: Pertempuran pribadi melawan kejahatan dapat dimenangkan bila kita membangun kehidupan kita teguh diatas-Nya melalui ketaatan kita kepada-Nya.
IV.JANGAN MENGHAKIMI.
Dalam Matius Fsl 5-7 –Yesus menyampaikan kotbah diatas bukit pada hari-hari awal pelayanan-Nya. DIA mengatakan : -Kepada orang2 biasa –bahwa mereka berharga dan diberkati di mata Allah, mereka adalah garam dan terang. -Dia berbicara tentang pentingnya hukum Allah dan memiliki perilaku yang baik. Menunjukkan bahwa moralitas itu ditentukan oleh apa yang seorang pikirkan, bukan hanya oleh tindakan mereka (meskipun tindakan juga harus dijaga. (SEMUA MENCAKUP KESELURUHAN EKSISTENSI dan HUBUNGAN MANUSIA).
   Kemudian sebagai KESIMPULAN, dalam Matius 7:1-5—Yesus berbicara tentang PENGHAKIMAN. Alfa dan Omega Jld.5,hlm.335: “Jangan kamu menghakimi supaya kamu tidak dihakimi”. Janganlah kamu berpikir bahwa kamu lebih baik dari orang lain, dan jangan angkat dirimu sebagai hakim mereka. Sedang kamu tidak dapat melihat motif, engkau tidak sanggup menghukumkan orang lain. Di dalam mengritik dia, kamu mengundang hukuman atasmu; karena nyatalah kamu turut campur dengan Setan, penuduh saudara-saudaramu itu (Wahyu 12:10). Allah berkata: “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman” (2 Kor.13:5). Selidikilah dirimu! Inilah tugas kita.” Ketika Yesus mengatakan kepada para pendengar-Nya untuk tidak menghakimi, Yesus membuat 2 point yang sangat penting dalam ayat-ayat ini. Seringkali kita adalah orang yang paling kritis tentang dosa2 dan kesalahan orang lain ketika mereka melakukan dosa2 dan kesalahan2 yang kita juga buat. Sering orang berupaya agar orang lain tidak memperhatikan kita dan menimpakannya kepada orang lain. Dan selanjutnya Yesus menunjukkan bahwa selumbar (setitik serbuk) dimata seseorang dibuat menjadi sebesar balok dimata kita. Dapatkah kita sungguh2 belajar untuk melakukan seperti yang Allah lakukan yaitu: HATE SIN BUT LOVE THE SINNERS?.
V. AKU MENYERTAI KAMU SENANTIASA:
   Matius memulai Injilnya dengan mengatakan bahwa Yesus akan lahir sebagai Immanuel (yang berarti: Allah beserta kita) : Matius 1:23. Dan di akhir Injilnya (di ayat terakhir: Mts.28:20 Dia mengutip: “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”. Apa artinya?. Ini tidak berarti bahwa semua hal akan selalu damai dan tenang bagi orang Kristen. Pada akhir sejarah dunia ini : -yang 144 000 akan merasakan bahwa mereka ditinggalkan dan dibunuh sama seperti yang Yesus rasakan ditinggalkan di atas salib. Namun, kita perlu meneladani contoh dari umat Tuhan yang mula-mula—yang mengalami kecurahan Roh Hujan Awal. Apa yang perlu terjadi pada kita agar mengalami kecurahan Roh Hujan Akhir?. Bila kita mengikuti Rencana Allah—kita yakin kehadiran Allah senantiasa beserta kita.
KESIMPULAN:
Kita telah mengetahui dengan jelas bahwa tanggungjawab kita yang utama ialah: Belajar Alkitab, Berdoa dan Bersaksi. Jika kita melakukan hal ini dengan sungguh2 maka kita akan menemukan diri kita bekerja bersama Roh Kudus.