Kamis, 14 Februari 2019

Apa Itu Cinta Versi Alkitab?


Image result for Cinta 
YANG PERLU DIBAHAS( P.A.16 Pebr.2019).
1.   Apa itu Cinta Versi Alkitab?
2.   Cara Memilih Pasangan Yang sesuai Versi Alkitab.
3.   Bagaimana agar R.T. terhindar dari perceraian Versi Alkitab?.
   Sering—Cinta hanya dianggap sebagai rasa tertarik terhadap lawan jenis.
   Pendapat2 tentang cinta banyak dipengaruhi film,TV,Iklan, Majalah, buku-buku atau komentar orang disekitar kita.  Kita bisa mempelajari tentang Cinta dari: Alkitab.  Alkitab adalah: Sebuah kisah tentang cinta, tentang cinta Allah yang tidak pernah mengecewakan umat manusia yang sulit dicintai.  Melalui seluruh halaman2 di Alkitab, kita mendapati bagaimana Allah DEKAT, MENJAGA, MERAWAT DAN MENGERJAKAN YANG TERBAIK bagi mereka yang dicintai-Nya. (Baca Yer.31:3). Dalam P.B, kita melihat gambaran cinta Allah yang luar biasa terhadap semua orang. Ini adalah UNLIMITED LOVE.  Kita melihat Allah didalam Yesus Kristus, seorang manusia yang rela melalui kematian untuk melakukan yang terbaik bagi mereka yang dicintai-Nya. Yoh.3:16.
   Jika kita mau menyimpulkan semuanya, kita bisa mempelajari tentang Cinta dengan melihat hubungan Allah dengan manusia, yang artinya mungkin seperti ini :à
“CINTA BERARTI SELALU MEMBERIKAN YANG TERBAIK KEPADA ORANG YANG KITA CINTAI”.  Cinta didalam Alkitab bukanlah mendapatkan sebanyak mungkin dari orang lain, melainkan memberikan semua yang kamu bisa berikan. Pernyataan yang paling lengkap tentang Cinta dalam Alkitab didapati dalam 1 Kor.13:4-8—Mari kita baca dan renungkan tiap tindakan cinta tersebut dan mulailah berpikir tentang penerapannya dalam pernikahan/RT kita.
CINTA : Sabar –tidak mudah marah (menyerang, menjadi sakit hati).  Murah hati àKebaikan/kemurahan hati berusaha mendapatkan cara untuk melakukan yang baik terhadap orang yang kita cintai, tidak peduli apa yang sudah dia lakukan.  Tidak Cemburuà  Kita tidak iri kalau orang yang kita cintai melebihi kita dalam sesuatu(dengan talenta dari yang kita cintai—dalam mengerti firman Tuhan, dll.
CINTA –merupakan suatu Proses.  Cinta yang dewasa bertumbuh dari: Bagaimana cara mendapatkannya sampai usaha untuk menjaganya dengan sukacita. Satu2nya cara agar kita bisa mengalami Cinta yang dalam, setia dan bertumbuh dalam pernikahan adalah: Dengan mengalami cinta Allah dalam hidup kita sendiri.  Cinta Allah bagi kita turun menjadi cinta di hati kita masing-masing.  Cinta menghasilkan Cinta. Allah ingin memakai Cinta semacam ini untuk mengubah pernikahan menjadi suatu hubungan yang indah sesuai dengan rencana-Nya.
ADA 12 FAKTOR YANG DAPAT MENOLONG ANDA UTK MELIHAT PERBEDAAN ANTARA CINTA SEJATI & CINTA BIRAHI: (Nancy Van Pelt):
1.Cinta sejati berkembangnya secara lambat--  C.Birahi dengan cepat.
2.Berakhir lambat àC.B. berakhir cepat.
3.Berpusat pada satu orang saja,àboleh jadi melibatkan beberapa orang.
4.Menggerakkan tingkah laku yang positifàCendrung memiliki satu akibat
   yang merusak.
5.Menyadari serta menghargai pentingnya kecocokan/kesesuaian--   àmeremehkannya.
6.Menyadari/mengakui kesalahan2àmengabaikannya.
7.Mampu menghindarkan perceraianàtidak mampu.
8.Mengendalikan kontak fisikàMemanfaatkannya.
9.Tidak mementingkan diri àSelfish.
10.Membawa/mengikutkan persetujuan keluarga & sahabat2àTidak memerlukan persetujuan2 itu.
11.Menghasilkan rasa amanàMenghasilkan kegelisahan/ketidak amanan.
12.Menyadari kenyataan2àmengabaikannya.

2.CARA MEMILIH PASANGAN  YANG SESUAI VERSI ALKITAB.
   Tentunya bagi orang Kristen ada beberapa cara memilih pasangan hidup menurut iman Kristen. Sudah tentu hal tersebut tidak sama untuk setiap pribadinya. Tetapi satu hal pasti yang akan menjadi satu tujuan, bahwa memilih pasangan hidup harus sesuai dengan kehendak Allah. Ada beberapa cara memilih pasangan hidup menurut versi Alkitab:

1. Berdoa
   Langkah utama yang harus dilakukan oleh umat Kristen saat bergumul tentang pasangan hidup yaitu dengan cara berdoa dalam Roh. Jika perlu sebaiknya berpuasalah. Karena dengan demikian maka akan lebih peka dan dekat dengan tuntunan Allah. Dengan berdoa maka akan lebih mudah memahami apa yang Tuhan mau dalam hidup kita. Termasuk saat menentukan siapa pasangan hidup yang diberikan Tuhan untuk selama hidup kita. Tentunya bukan hal yang mudah. Karena itu selalu usahakan untuk berkomunikasi dengan Allah melalui doa.
2. Mencari Kehendak Allah
   Adalah sangat penting untuk mencari tahu kehendak Allah dalam setiap aspek kehidupan kita. Termasuk siapa pasangan hidup yang Tuhan berikan untuk kita. Oleh sebab itu dekatkan diri kepada Allah supaya paham apa yang menjadi keinginan atau kehendak Allah di dalam hidup supaya memperoleh pasangan hidup yang paling tepat.
3. Tuntunan Roh Kudus
   Jangan pernah juga melupakan tuntunan Roh Kudus saat berusaha menentukan siapa yang sebaiknya menjadi pasangan hidup selamanya nanti. Karena tentu Tuhan akan memberikan pasangan yang sesuai dengan iman, karakter dan pertumbuhan yang ada. Supaya jangan sampai yang satu tidak dapat menopang yang lain. Padahal firman berkata bahwa sebaiknya pasangan hidup atau suami istri saling membantu satu dengan yang lain supaya keluarga yang dibina cukup baik.
4. Sepadan
   Yang lebih penting lagi yaitu selalu pilih pasangan hidup yang sesuai dengan ayat Alkitab tentang bijaksana dalam memilih seperti tertulis pada 2 Korintus 6:14 “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” Hal ini menunjukkan dengan jelas bahwa carilah pasangan yang seiman supaya sesuai kehendak Allah. Namun demikian bisa jadi ini bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Oleh sebab itu selalu dekatkan diri pada Tuhan dan seperti kata firman, bergaul dengan teman yang baik akan berbuat baik juga. Jika ingin mendapat pasangan seiman maka sebaiknya berada dalam lingkungan yang seiman juga.
   Itulah beberapa cara memilih pasangan hidup menurut versi Alkitab yang sebaiknya diketahui dengan baik. Karena dengan jalan yang demikian maka janji pernikahan Kristen yang dibina akan lebih baik dan berjalan sesuai firman Allah. Lain halnya ketika memilih pasangan yang tidak seiman atau sepadan. Tentu akan banyak masalah yang muncul di tengah-tengah kehidupan perkawinan. Karena itu selalu lakukan cara berdoa yang benar supaya mendapatkan pasangan hidup yang terbaik dari Allah.
3.BAGAIMANA AGAR R.T.TERHINDAR DARI PERCERAIAN VERSI ALKITAB?
   Baca: Matius 19:6.....
   Ikatan pernikahan didalam perspektif iman Kristen yang dikehendaki dan ditetapkan Allah adalah ikatan seumur hidup.  Pernikahan bukanlah bersifat temporer—sementara, melainkan seumur hidup sampai kematian memisahkannya. Allah menciptakan pendamping manusia dengan cara mengambil “tulang rusuknya” dan membentuknya menjadi seorang perempuan yang berbeda GENDER, dan selanjutnya diberikan kepada manusia untuk menjadi pasangan yang sepadan dan penolong baginya(Kej.2:18,21-22).  Ikatan yang sudah disatukan dan diteguhkan Allah melalui lembaga pernikahan, prinsip dasarnya adalah “SUNGGUH AMAT BAIK” (bnd.Kej.2:31).  Sungguh amat baik, karena Allah-lah yang sesungguhnya merancang dan membentuk manusia di dalam pernikahan itu, sehingga karena perspektif ini, kesatuan dalam pernikahan:
1.   Harus berbeda gender, dan 2. Sama sekali tidak boleh diceraikan oleh manusia dengan alasan apapun.  Ini artinya tidak ada ruang atau celah sedikitpun yang memungkinkan diberikannya izin pernikahan SESAMA JENIS DAN PERCERAIAN, baik oleh Gereja, apalagi oleh Allah, karena ini akan mencederai dan merusak otoritas Allah yang sudah menyatukannya.  Tidak boleh diceraikan oleh manusia dengan alasan apapun, baik alasan budaya (kawin-cerai). Ketidak cocokan, masalah keuangan, tidak dapat memberikan keturunan, dan juga teologis (misalnya perzinahan).  Meskipun sulit, karena idealis, sesungguhnya inilah yang dikehendaki Allah, kesatuan pasangan untuk seumur hidup (Unity for a lifetime couple).
Baca Matius 19:4-6...Apa yang sudah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.
   Bagaimana agar Rumah Tangga terhindar dari perceraian versi Alkitab?
   Pepatah mengatakan: “Menjaga lebih baik dari pada mengobati”. Artinya, sebelum terjadi “SESUATU” didalam kehidupan suami-istri yang melahirkan suatu problematika yang pelik, baiknya suami-istri lebih memberikan perhatian yang serius didalam MEMBANGUN RELASI antara mereka berdua.  Relasi yang lebih menekankan pada dua hal yang dikatakan dalam Amsal 3:3-4 “Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau. Kalungkanlah pada lehermu, tuliskanlah pada loh hatimu, maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia”.  Kunci untuk mengokohkan hubungan suami-istri supaya terhindar dari perceraian dalam bentuk dan alasan apapun adalah MENGALUNGKAN: 1. Kasih dan 2. Setia, didalam hati.
   Yang pasti, perceraian itu bukanlah hasil keputusan semalam, tetapi hasil kumulatif bertahun-tahun yang tidak terselesaikan dengan baik sehingga melahirkan “BOM WAKTU” dalam hubungan suami-istri, “BOM” yang menghancurkan, dan memporakporandakan  baik bagi suami istri itu sendiri, bagi anak-anak, maupun keluarga masing-masing.