Tampilkan postingan dengan label KUMPULAN PEL.SS.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KUMPULAN PEL.SS.. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Mei 2021

BENIH ABRAHAM

 


BENIH ABRAHAM

(Pel.SS.6-Trw.II, 2021)

 

Ayat Hafalan:

  “Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi”.(Kel.19:5).

 

1. Mengapa Allah menempatkan Israel dalam satu tanah  Kanaan pada persimpangan antara tiga benua besar-Eropa, Asia, dan Afrika? Apakah Dia tidak tahu apa yang akan terjadi? Sudah pasti merupakan rencana Allah bagi mereka untuk menjadi terang bagi semua bangsa dalam semua petunjuk/arah. Tapi, Israel telah gagal melakukan tugasnya. Bagaimanapun, kita harus menyadari bahwa sepanjang sejarah ada beberapa yang setia; pikirkan tentang Elia, Elisa, Samuel, Daniel, dan ketiga teman Daniel. Mengapa orang-orang pilihan ini menonjol? Apa hubungan mereka dengan Allah yang telah membuat mereka berbeda?

   Penarikan2 apa yang begitu memikat bagi anak-anak Israel yang menyebabkan mereka berhenti menyembah Allah yang benar dan menyembah berhala?

 

Minggu: “DI ATAS SEGALA BANGSA...”

2. Apakah rencana Allah?

Ulangan 7: 6:”Sebab engkaulah umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu; engkaulah yang dipilih oleh Tuhan, Allahmu, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya”. (to be a special people).

   Orang Ibrani, Tuhan telah pilih secara khusus untuk menjadi perwakilan istimewanya di atas dunia.  Kata “special” disini berasal dari “segullah”= “harta yang berharga”.

3. Kata Ibrani “segullah” dapat berarti "harta benda yang berharga" atau "harta karun yang khas". Hal penting untuk diingat adalah bahwa Allah yang telah memilih mereka. Yang harus di ingat: Bahwa pilihan ini adalah tindakan Allah sepenuhnya. Tidak ada disini yang merupakan tindakan manusia yang melayakkan mereka menerima kasih karunia ini, karena kasih karunia adalah sesuatu yang datang kepada yang tidak layak.  

   Apakah ada alasan khusus mengapa Allah memilih mereka? Apakah Dia hanya berusaha mencoba untuk menggenapkan/memenuhi janji-Nya kepada sahabat-Nya yaitu: Abraham?. @ Alasan utama pemilihan itu: rahasia kasih Ilahi. Tapi kenyataannya: karena menghormati janji2-Nya kepada pra bapa, mereka dipilih karena jasa kasih Allah kepadanya (memerdekakan dari perbudakan Mesir).

4. Ada sejumlah perikop/passages dalam Alkitab yang berbicara tentang pemilihan Allah atas umat-Nya.

Lihat, misalnya, di Yehezkiel 16: 8.

   “Pemilihan itu adalah tindakan Allah semata-mata...Alasan utama pemilihan itu adalah rahasia kasih Ilahi. Tapi kenyataannya adalah Allah mengasihi Israel dan memilihnya, karena menghormati janji2-Nya kepada bapa-bapa...Israel dipilih karena jasih Kasih Allah kepadanya”. J.A.Thomspson, Ulangan (London: Inter-Varsity Press,1974) hlm.130, 131.

5. Israel dipilih untuk menjadi raja dan imam. Mereka seharusnya menjadi raja2, secara moral dan rohani! Dan mereka seharusnya menyebarkan kebaikan berita tentang rahmat dan berkat Allah yang luar biasa untuk semua orang di sekitar mereka. Mereka akan menjadi pengajar, pengkhotbah, dan nabi dan menjadi contoh kehidupan yang suci. Selain itu, mereka menjalani kehidupan yang bersinar seperti cahaya. Jadi, mengapa Allah memanggil mereka untuk menjadi “di atas semua bangsa/orang… di bumi”? (Ulangan 7: 6, KJV *) Bukankah itu sedikit menjadi undangan/ajakan bagi mereka untuk menjadi egosentris dan egois?(to be egocentric & Self-centered).  Abraham, Yusuf, dan   Daniel menonjol karena mereka setia.

6. Apakah kita, sebagai seorang anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, percaya bahwa Allah telah memilih kita untuk hak istimewa khusus(special privileges)? Atau, tugas khusus?/special task? Apakah disana ada hak istimewa tertentu yang terkait dengan tugas khusus itu?

Sudahkah kita menjadi terang bagi seluruh dunia?

 

Senin: TANAH PERJANJIAN (Kej.35:12).

7. Saat seseorang membaca Perjanjian Lama, menjadi sangat jelas bahwa Israel ingin mengklaim semua janji2 / hak istimewa yang telah Allah berikan tanpa memenuhi persyaratan apa pun.

   Kejadian 35:12: “Dan negeri ini yang telah Kuberikan kepada Abraham dan kepada Ishak, akan Kuberikan kepadamu (Yakub) dan juga kepada keturunanmu.”

   Janji bahwa tanah akan diberikan kepada umat Allah (Israel) diulangi lagi kepada Ishak dan Yakub.

8. Janji Allah itu diulangi kepada Yakub dan anak-anaknya. (Kejadian 50:24).

9. Kitab Ulangan terdiri dari tiga khotbah yang cukup panjang yang diberikan Musa kepada anak-anak Israel sebelum dia meninggalkan mereka. Ulangan 28 merangkum persyaratan2

yang mereka seharusnya penuhi untuk menerima semua berkat2 yang Allah  telah janjikan. Bagian lain berbicara mengenak kutuk2 yang akan menimpa mereka jika mereka tidak menurut.

   Ulangan 28: 1,15: v.2...”maka Tuhan, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. V.15.”Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau.”

   Pendeknya: tanah itu akan diberikan kepada mereka sebagai bagian dari perjanjian. Satu perjanjian menunjukkan kewajiban2.

   Kewajiban2 mereka ialah: Berkat2 akan diterima bangsa Israel jika mereka mengikuti kehendak Allah dan kutuk2 apabila tidak menurut kehendak Allah.

  Kutukan yang mengerikan terdapat dalam Ulangan 28:53-57 “memakan daging anak2mu—dalam keadaan susah dan sulit yang ditimbulkan musuhmu kepadamu. Kesal terhadap saudaranya, terhadap isteri atau anak2nya. Keadaan susah dan sulit yang ditimbulkan musuhmu”.

10. Ketika Allah membuat janji kepada sekelompok orang, apakah Dia menunjukkan bahwa janji-janji itu harus berlaku hanya untuk kelompok itu dan tidak untuk orang lain? Atau, apakah janji Allah ditujukan untuk siapa saja yang memenuhi persyaratan? Imamat ditulis di kaki Gunung Sinai!

   Imamat 26: 27-33: v.31-Kota2mu akan Kubuat menjadi reruntuhan dan tempat2 kudusmu akan Kurusakkan...Kamu akan Kuserakkan di antara bangsa2 lain..dan tanahmu akan menjadi tempat yang tandus dan kota2mu akan menjadi reruntuhan.”

11. Kita sebagai seorang Kristen Masehi Advent Hari Ketujuh menantikan kedatangan Yesus yang kedua kali dan rumah yang mulia di surga dan akhirnya di bumi yang baru. Allah telah membuat janji2 yang indah; Tapi, apakah kita memenuhi syarat?

12. Haruskah kita belajar sesuatu dari bagian ini? Setelah melihat hasilnya tersebar di Perjanjian Lama, kita tahu bahwa Israel tidak taat/tidak menurut.

  Selasa: ISRAEL DAN PERJANJIAN.

 Yeremia 11: 8: “Tetapi mereka tidak mau mendengarkan ataupun memperhatikannya, melainkan mereka masing-masing mengikuti kedegilan hatinya yang jahat; maka Aku telah mendatangkan ke atas mereka segala perkataan perjanjian ini, yang telah Kuperintahkan dipegang, tetapi mereka tidak memegangnya”.

  *Dikatakan dalam ayat ini bahwa Allah akan “mendatangkan ke atas mereka segala perkataan pernjanjian ini”. Dia berbicara tentang sesuatu yang buruk!.

13. Pikirkan kembali tentang Nuh. Kita telah membahasnya; tetapi, dia dan keluarganya harus membangun sebuah bahtera dan menaikinya jika mereka ingin diselamatkan. Semua kejahatan di dunia kita dimulai dengan pikiran dalam pikiran seseorang. Kejadian 6:5 “Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,”

  (Beginilah dunia sebelum air bah—ayat2 ini berbicara tentang pentingnya kita menguasai pikiran2 kita.)

  Allah menawarkan kepada Nuh –pemeliharaan dari kehancuran, tetapi Nuh harus menurut supaya menerima berkat kasih karunia Allah. Jika tidak, sisi lain dari perjanjian itu akan mengikuti.

14. Seperti yang kita catat sebelumnya, Allah telah berjanji kepada anak-anak Israel bahwa mereka akan memerintah tanah dari Mesir sampai Efrat(Inilah wilayah2 yang dijanjikan). Tetapi hanya sebentar di bawah Daud dan tahun-tahun awal pemerintahan Salomo  wilayah yang dijanjikan itu di bawah kendali mereka.

  (Sejarah bangsa Israel sebagian besar adalah pola kemurtadan yang berulang-ulangàdi hukum Allah, bertobat dan periode penurutan).

18. Bagaimana Allah menggambarkan hubungan-Nya dengan Israel di kemudian hari dalam sejarah mereka? (Tentang kemurtadan mereka dicatat dalam Yeremia).

   Yeremia 3: 1,20:...”Tetapi sesungguhnya, seperti seorang isteri tidak setia terhadap temannya, demikianlah kamu tidak setia terhadap Aku, hai kaum Israel, demikianlah firman Tuhan”.

   Hubungan perjanjian adalah komitmen, sesuatu yang serius dan suci sama seperti perkawinan.  Kemurtadan Israel berakar pada hubungan perjanjian dengan Tuhan yang hancur, yang diakibatkan oleh pelanggaran—yang akhirnya membawa hukuman kepada mereka.

àJadi aspek hubungan begitu penting dalam kehidupan seorang Kristen,..mengapa?. Kalau hubungan tidak benar, mengapa kita cendrung jatuh ke dalam dosa dan pelanggaran?.  Bagaimana kita bisa mengembangkan satu hubungan yang dalam dan penuh kasih dengan Allah?.

19. Sejumlah nabi Perjanjian Lama, termasuk Yesaya, Hosea, Yeremia, dan Yehezkiel menyiratkan bahwa Allah ingin kita menjadi pengantin terkasih-Nya bahkan dalam hubungan yang dekat dengan-Nya seperti halnya hubungan suami-istri. Ini bukan hanya semacam perjanjian bisnis; itu adalah hubungan yang sangat personal/pribadi.

 

Rabu: UMAT SISA.

   Meskipun siklus kemurtadan bgs.Israel berulang-ulang terjadi—penghukuman –pertobatan, tapi ada pengharapan ditemukan.

20. Allah selalu menjaga mereka meskipun Israel berulang kali memberontak dan pergi dan menyembah berhala dan, kemudian, ketika bencana melanda, mencoba untuk kembali kepada Allah.

   Mikha 4: 6-7: 6 “Aku akan mengumpulkan mereka yang pincang, yang terpencar-pencar dan mereka yang telah Kucelakakan..dst....”

   Zef.3:12,13 “Diantaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah,..v.13.yakni sisa Israel itu...”

  (Orang-orang yang setia yang tersisa)

   Meskipun rencana Allah bagi orang Israel dirusak oleh pelanggaran, rencana itu tidak sepenuhnya gagal. Diantara rerumputan masih ada bunga-bunga yang bertumbuh. Para Nabi Perjanjian Lama berbicara tentang orang2 yang setia yang  tersisa yang akan dikumpulkan Allah kepada-Nya. Tujuan Allah ialah untuk menggunakan mereka sebagai alat yang untuk menyatakan kemuliaan-Nya diantara bangsa-bangsa (Yes.66:19).

21. Pikirkan tentang Daniel dan ketiga temannya, yang tumbuh di Yerusalem dalam kemurtadan yang mengerikan yang kita baca. Bagaimana mereka bisa terus menjadi jujur dan setia kepada Allah setelah tumbuh di lingkungan itu? Nabi seperti Yesaya dan Zakharia berbicara tentang rencana Allah bagi kita dan harapan terakhir-Nya bagi kita. (Lihat Yesaya 66:19; Zakharia 14:16.)

  Jadi: Seberapa burukpun keadaan: Allah selalu memiliki orang2 yang setia,(2 Petr.1:10).

22. Allah selalu memiliki beberapa orang yang setia. Kadang-kadang, seperti pada zaman Nuh, jumlahnya pasti sangat, sangat kecil. Tapi, Allah selalu menjaga orang-orang yang setia itu. Pikirkan tentang hubungan Allah dengan Elia. Dapatkah Anda membayangkan diri Anda mengalami pengalaman yang Elia alami? Apakah Anda berani berbaris ke ruang tahta Raja Ahab yang jahat yang Anda tahu akan sangat senang untuk memenggal kepala Anda dan mencela dia dan, kemudian, berbalik dan berjalan keluar serta menghilang sehingga tidak ada yang bisa menemukanmu? Untuk meninjau kisah Elia yang lebih besar, lihat 1 Raja-raja 18-19.

23. Jadi, apa ciri-ciri pembeda dari beberapa/sedikit orang beriman itu yang berbeda dengan kebanyakan orang?

    Yohanes 10: 27-28: “Domba2-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kpd.mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku”.

  (Ini menjelaskan keberadaan orang setia yang tersisa).

*Meskipun orang Israel Kuno memiliki kesalahan dan kegagalan, Tuhan tidak mengakhiri rencana untuk menciptakan satu umat yang melayani Dia. Perjanjian Lama mengatakan bahwa Tuhan akan menciptakan orang ISRAEL ROHANI, orang percaya yang setia= Orang Yahudi dan bukan Yahudi yang akan melakukan pekerjaan mengkhotbahkan Injil kepada dunia.  Yang telah muncul di gereja mula-mula.

Kamis: ORANG ISRAEL ROHANI.

24. Jawaban akhir Allah untuk seluruh masalah itu adalah mengirimkan Anak-Nya sendiri di zaman Perjanjian Baru.

   Dan para rasul seperti Paulus menjelaskan dalam Perjanjian Baru sejelas mungkin apa yang Allah harapkan dari kita.

    Galatia 3: 26-27: “Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.”

   v.28.”Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki2 atau perempuan, karena kamu semua adalah SATU di dalam Kristus Yesus.

   Apakah elemen kunci yang membuat seorang menjadi pewaris janji2 ini?. v.26 Karena iman di dalam Kristus.

   Apakah janji yang Paulus bicarakan dalam ayat 29? “Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah”.

25. Jadi, apakah di perikop itu(di bagian itu) yang merupakan kunci hubungan yang benar dengan Allah? Kata yang kita gunakan untuk menggambarkan hubungan yang benar dengan Allah adalah iman.

   *Sebagai anak Abraham, Kristus menjadi pewaris janji perjanjian itu.  Oleh Baptisan, kita memperolah ikatan kekeluargaan dengan Kristus dan melalui Dia kita memperoleh hak untuk mengambil bagian dalam janji2 yang dibuat kepada Abraham.  Jadi, semua yang dijanjikan Allah kepada Abraham, ditemukan di dalam Kristus, dan janji2 itu menjadi milik kita, bukan karena kebangsaan, ras, atau jenis kelamin, tetapi melalui Kasih Karunia yang Allah karuniakan kepada kita melalui IMAN.

   EG.White, Alfa dan Omega, jld.1, hlm.192.

   “Pemberian kepada Abraham dan benihnya mencakup bukan hanya tanah Kanaan, tetapi seluruh bumi ini. Yang dimiliki karena kebenaran, berdasarkan iman (Rm.4:13). Kitab suci dengan jelas mengajarkan bahwa janji2 yang diberikan kepada Abraham akan digenapkan melalui Kristus”.  Janji ini akan digenapi secara literal ketika orang2 kudus tinggal di dunia baru selama-lamanya bersana dengan Kristus.(Dan.7:27).

 

26. Ada dua bagian penurutan/ketaatan: (1) Mendengarkan dan mengerti/memahami, (2) Mengikuti Firman Tuhan.==1) Listen and understand, (2) Follow God’s Word.

27. Secara jelas, Petrus merasa bebas untuk menerapkan janji itu kepada orang-orang Israel yang telah diberikan di kaki Gunung Sinai dan menerapkannya kepada semua orang Kristen sepanjang waktu.

28.Tetapi, semua yang Allah  minta dari kita adalah hubungan yang benar dengan Dia yang kita sebut iman. Itu benar sekarang seperti pada zaman Musa.

29. Allah akhirnya memutuskan untuk mengambil langkah terakhir itu, dan Dia mengutus Anak-Nya ke dunia ini sebagai manusia untuk dilahirkan sebagai seorang bayi laki-laki di jantung wilayah musuh untuk memohon kepada mereka dan kepada kita untuk kembali kpd sebuah hubungan yang benar dengan-Nya. Melalui kehidupan dan kematian Yesus, kita harus belajar banyak pelajaran.

30. Apakah menguntungkan menjadi keturunan Abraham secara harfiah dan fisik? Jika Anda berkata demikian, ingatlah bahwa berjuta-juta Muslim Arab juga adalah keturunan Abraham.

 

Jumat, 30 April 2021

ANAK-ANAK PERJANJIAN ITU.

 


ANAK-ANAK PERJANJIAN ITU

(Children of The Promise)

Pel.SS.5, Trw.II, 2021.

Ayat hafalan:

   “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”. (Matius 28:20).

 MINGGU: PERISAIMU.

1. Dalam Kejadian 14 kita membaca tentang Abraham, dengan bantuan beberapa orang lain, mengalahkan suatu pasukan besar, menyerang mereka, dan menghancurkan mereka. Hal ini telah membuat Abraham khawatir dirinya akan menjadi sebuah sasaran/target.

   Abraham dengan senang hati kembali ke tenda dan kawanannya/rombongannya, tetapi pikirannya terganggu oleh pikiran yang tidak tenang. Dia telah menjadi orang yang suka damai (a man of peace), sejauh mungkin menghindari permusuhan dan perselisihan; dan dengan ngeri dia teringat adegan pembantaian yang dia saksikan. Tetapi negara-negara yang pasukannya telah dia kalahkan pasti akan memperbarui invasi Kanaan, dan menjadikannya objek khusus pembalasan mereka. Menjadi terlibat dalam pertengkaran nasional, ketenangan hidupnya yang damai akan rusak. Lebih jauh lagi, dia belum mulai memiliki Kanaan, dia juga tidak bisa berharap sekarang untuk ahli waris, yang kepadanya janji itu mungkin akan dipenuhi. — Ellen G. White, Patriachs and Prophets * 136.2. [Apakah seseorang berani menyerang Abraham?]

  Kejadian 15:1-3 “Kemudian datanglah firman Tuhan kepada Abraham dalam suatu penglihatan: “Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar.” Abram menjawab, “Ya Tuhan Allah, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku adalah Eliezer, orang Damsyik itu. Lagi kata Abram: “Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga hambaku nanti menjadi ahli warisku”.

2. Perhatikan dalam bagian ini bahwa Allah berkata kepada Abraham, “Aku [Allah Semesta Alam] akan melindungimu.” ‡ Apa implikasi dari memiliki Allah secara pribadi sebagai perisai Anda? Ada banyak referensi lain yang menunjuk pada perisai Allah yang ditemukan dalam Kitab Suci seperti Ulangan 33:29; Mazmur 18:30; Mazmur 84:11; 144: 2. Tapi, ini diarahkan pada orang ketiga sehubungan dengan bangsa Israel. Dalam kasus Abraham, janji itu bersifat pribadi dan individual.

3. Bagaimana menurut Anda Abraham memahami janji dari Allah itu? Apakah itu terutama ditujukan untuk perlindungan fisik? Abraham telah menjadi bangsanya sendiri yang hampir kecil.

Rumah tangganya sangat besar! Apakah janji ini termasuk/tercakup mereka? Untuk melindungi dombanya, ia mempekerjakan 318 prajurit(Kejadian 14:14), belum termasuk para penggembalanya yang banyak(his many sphepherds). Orang-orang yang bertempur inilah yang dia bawa untuk menaklukkan musuh yang telah menangkap Lot dan keluarganya.

    “Tuhan telah memanggil Abraham untuk menjadi guru firman-Nya(a teacher of His word), Dia memilih dia untuk menjadi bapa bangsa yang besar, karena Dia melihat bahwa Abraham akan mengajar anak-anaknya dan keluarganya dalam prinsip-prinsip hukum Allah. Dan yang memberi kekuatan pada ajaran Abraham adalah pengaruh hidupnya sendiri. Rumah tangganya yang besar terdiri lebih dari seribu jiwa, banyak dari mereka adalah kepala keluarga, dan tidak sedikit tetapi baru saja bertobat dari kafir.

   Rumah tangga seperti itu membutuhkan sebuah tangan yang kuat di pucuk pimpinan. Tidak ada metode yang lemah dan bimbang yang akan mencukupi. Tentang Abraham Allah berkata, "Aku tahu dia, bahwa dia akan memerintahkan anak-anaknya dan seisi rumahnya setelah dia." Kejadian 18:19. Namun otoritasnya dijalankan dengan kebijaksanaan dan kelembutan sedemikian rupa sehingga hati dimenangkan. Kesaksian dari Penjaga ilahi adalah, "Mereka akan menjaga jalan Tuhan, untuk melakukan keadilan dan penghakiman." Kejadian 18:19. Dan pengaruh Abraham melampaui rumah tangganya sendiri. Di mana pun dia mendirikan tendanya, Ia mendirikan di sampingnya altar untuk pengorbanan dan penyembahan. Ketika tenda dilepas, altar tetap ada; dan banyak orang Kanaan yang berkeliling, yang pengetahuannya tentang Allah telah diperoleh dari kehidupan Abraham, hamba-Nya, tinggal di altar itu untuk mempersembahkan korban kepada Yehuwa. — Ellen G. White, Education * 187.2. Bandingkan Patriarchs and Prophets.141.1.

4. Bagaimana orang lain memandang Abraham? Saat kita mempertimbangkan janji indah yang dibuat kepadanya, apakah kita memiliki janji yang sifatnya sama/serupa yang ditujukan kepada kita sebagai orang Kristen?

   1 Korintus 10:13 “Pencobaan2 yang kamu alami ialah pencobaan2 biasa biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya”.

 SENIN: JANJI MESIAS: Bagian I.

5. Baca Kejadian 28:14. Janji perjanjian kepada Abraham diulangi kepada Yakub saat dia melarikan diri dari saudaranya.

   Kejadian 28:14:”Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”

6. Dan kita semua bisa menjadi bagian dari "keluarga" Abraham.

   Galatia 3:29: “Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah”.

7. Ada kemungkinan bahwa semua keluarga di bumi ini bisa diberkati. Berapa banyak yang termasuk? Miliaran! Jika tidak benar bahwa janji kepada Abraham dan digenapi di dalam Kristus ini mencakup semua yang kita terima melalui kehidupan dan kematian Kristus, apa gunanya itu?

   Secara manusia, mungkin menyenangkan menjadi bapak bangsa yang besar; namun, bagaimana hal itu dibandingkan dengan menjadi leluhur Juruselamat dunia? Atau, mewarisi kehidupan kekal dengan Allah?

8. Setelah air bah, Allah telah memberikan janji yang berhubungan dengan pelangi. Tetapi, apa gunanya jika tidak ada harapan untuk hidup yang kekal? Tidak ada alasan bagi Kristus untuk datang pertama kali jika Dia tidak berencana untuk kembali! Tentunya, kita semua menyadari bahwa Yesus adalah satu-satunya harapan keselamatan kita! Apa yang diinginkan seseorang lebih dari janji hidup kekal di tempat di mana tidak ada rasa sakit, tidak ada kejahatan, tidak ada penderitaan, dan di mana kita dapat menikmati persekutuan kekal dengan Allah yang adalah Bapa kita dan Allah alam semesta?

9. Dapatkah kita yakin bahwa janji-janji kepada Abraham itu termasuk kita?

   Galatia 3: 8-9,27-29: “Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: “Olehmu segala bangsa akan diberkati.” Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu”. ay.27.”Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus, ay.28.”Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki2 atau perempuan, karena kamu adalah satu di dalam Kristus Yesus. ay.29 “Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah”.

 SELASA: JANJI MESIAS: BAGIAN 2.

10. Apakah Allah telah menempatkan dalam hati dan pikiran kita kerinduan yang sungguh-sungguh untuk kembali ke lingkungan Eden itu? Apa lagi yang Allah janjikan kepada Abraham yang mungkin berdampak pada kita?

   “Untuk menikmati kebahagiaan sejati kita harus melakukan perjalanan ke suatu negeri/negara yang sangat jauh, dan bahkan keluar dari diri kita sendiri.” - Thomas Browne .

11. Kebahagiaan terbesar dari semuanya datang kepada mereka yang sepenuhnya mematuhi rencana2 Allah untuk hidup mereka. Dan bahkan jika seseorang harus mati, janji itu tetap ada/dipegang.-still holds (1 Tesalonika 4: 16-18; Wahyu 3:12)

12. Agustinus, (meninggal tahun 430 M) salah seorang pembela Kristen pertama,(Christisn Appologist)-- memiliki beberapa kata menarik untuk dikatakan tentang kondisi manusia.

 “Kehidupan kita ini - jika sebuah kehidupan penuh dengan penyakit yang luar biasa tepatlah dapat disebut sebagai sebuah kehidupan --- menyaksikan fakta bahwa, sejak awal, ras manusia yang fana telah menjadi ras yang dikutuk/dihukum. Pertama, pikirkan jurang ketidaktahuan yang mengerikan dari mana semua kesalahan mengalir dan begitu menelan anak-anak Adam dalam kolam gelap yang tidak seorangpun yang bisa melepaskan diri tanpa kerja keras dan air mata serta ketakutan. Kemudian, membawa kecintaan kita untuk semua hal yang terbukti sangat sia-sia dan beracun dan melahirkan begitu banyak sakit hati, masalah, kedukaan, dan rasa takut; kegembiraan yang menggila yang menyukai pertentangan, perkelahian, dan peperangan; seperti pencurian dan penipuan dan perampokan, sesuatu yg berbahaya dan kesombongan, iri hati dan ambisi, pembunuhan, kekejaman dan kebiadaban, pelanggaran hukum dan nafsu; semua nafsu tak tahu malu dari najis-percabulan dan perzinahan, inses/hub.seks antara orang tua dan anak dan dosa tidak wajar, pemerkosaan dan banyak kenajisan lain yang terlalu menjijikkan untuk disebutkan; dosa-dosa terhadap agama– penistaan ​​dan bid'ah, penghujatan dan sumpah palsu; kejahatan terhadap tetangga kita - fitnah dan kecurangan, kebohongan dan kesaksian palsu, kekerasan terhadap orang dan harta benda; ketidakadilan pengadilan dan kesengsaraan dan penyakit lain yang tak terhitung banyaknya yang memenuhi dunia, namun luput dari perhatian. ”- Augustine of Hippo, City of God (New York: Doubleday & Co., 1958), hlm. 519.

13. Apakah menurut Anda kata-kata itu dapat berlaku untuk beberapa tempat di mana kita tinggal saat ini?

   Kutipan dari Agustine ini dapat diterapkan terhadap kota2 modern sekarang ini, tetapi, dia menulisnya lebih dari 1500 tahun yang lalu. Hanya sedikit yang berubah tentang manusia, yaitu mengapa mereka inginkan satu kelepasan.

   Tapi beruntung, betapapun kerasnya situasi kita sekarang, masa depan itu cerah—karena apa yang Allah lakukan babi kita melalui kehidupan, kematian, kebangkitan dan pelayanan imam besar Yesus Kristus—kegenapan dari janji perjanjian yang dibuat kepada Abraham bahwa melalui benihnya/keturunannya, semua bangsa di bumi akan diberkati.

14. Apakah menurut Anda kata-kata itu dapat berlaku untuk beberapa tempat di mana kita tinggal saat ini? Dalam lingkungan seperti apa Agustinus hidup 1500 tahun yang lalu?

15. Adakah saat-saat dalam kehidupan sehari-hari Anda ketika Anda harus melihat dan memikirkan janji-janji Allah untuk menjalani hidup sehari-hari? Lihatlah janji-janji dari Allah ini.

   Yesaya 25:8 “Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan Allah akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab Tuhan telah mengatakannya”.  (Baca lagi: 1 Kor.2:9; Wahyu 22:1-5).

16. Jika Allah adalah terang, bagaimana kita akan tahu kapan hari-hari dimulai? Atau, berhenti/stop? Bumi ini masih akan berputar!

 RABU: SATU BANGSA YANG BESAR.

17. Bayangkan pikiran Abraham berpacu saat dia, hampir 100 tahun dan menikah dengan seorang wanita yang sudah melewati usia subur, diberitahu oleh Allah sendiri bahwa dia akan menjadi "bapak bangsa yang besar dan perkasa."

18. Kapan janji-janji kepada Abraham itu digenapi? Dan mengapa Allah ingin membuat bangsa yang besar dari benih/keturunan Abraham? Apakah pernah keturunan Abraham menjadi saksi dunia yang besar dan luar biasa? Apakah rencana Allah?

  (Kel.19:5-6; Yes.60:1-3). Ulangan 4:6-8.

19. Jelaslah rencana Allah bagi keturunan Abraham untuk menjadi saksi bagi seluruh dunia. Itukah sebabnya Dia memberi mereka sebuah rumah di persimpangan dunia kuno?

   Yesaya 56:7 “mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban2 bakaran dan korban2 sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.”

   “Anak2 Israel harus menduduki segenap bidang yang telah ditetapkan Allah kepada mereka. Bangsa2 yang menolak berbakti dan melayani Allah yang benar, harus diusir. Tetapi adalah merupakan maksud Allah bahwa dengan pernyataan tabiat-Nya melalui bangsa Israel manusia akan ditarik kepada-Nya.

   Undangan Injil harus disampaikan ke seluruh dunia. Melalui pengajaran dari hal upacara pesembahan korban, Kristus harus ditinggikan di hadapan bangsa-bangsa dan semua orang yang akan memandang kepada-Nya akan hidup”.—E.G.White, Seri Membina jld.5,hlm.222.

20. Karena Abraham dan keturunannya tidak menyelesaikan semua yang Allah ingin mereka lakukan, apakah tugas itu diteruskan kepada kita?

  1 Petrus 2:9 “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan2 yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib”.

 KAMIS: MEMBUAT NAMAMU MASYHUR.

21. Apa yang dimaksud dengan membuat nama seseorang hebat/besar/great? (Kejadian 12: 2) Mengapa Allah membuat janji itu kepada Abraham?

   Roma 4:1-5; Yakobus 2:21-24; 2 Taw.20:7 “Bukanah Engkau Allah kami yang menghalau penduduk tanah ini dari depan umat-Mu Israel, dan memberikannya kepada keturunan Abraham, sahabat-Mu itu, untuk selama-lamanya?”.

22. Orang seperti apa yang dianggap hebat di zaman kita? Bagaimana Anda membandingkan apa yang Anda ketahui tentang Abraham dengan apa yang Anda ketahui tentang para aktor, politisi, seniman, dan orang kaya zaman modern?

23. Bandingkan pikiran para pembangun Menara Babel dengan janji-janji yang diberikan kepada Abraham.

   Kejadian 11: 4: “Juga kata mereka: “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi”.  Kejadian 12:2.”Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau, serta membuat namamu masyhur(famous); dan engkau akan menjadi berkat”.

24. Tapi, audiens yang jauh lebih luas terlibat daripada apa yang mungkin langsung terlihat kepada kita.

   “Meskipun rencana keselamatan bergantung pada pekerjaan Kristus untuk kita, kita sebagai penerima kasih karunia Allah—tetap terlibat. Kita memiliki peran untuk dilakukan; pilihan bebas kita penting. Peristiwa segala zaman, peperangan antara Kristus dan Setan, masih tetap berlangsung di dalam dan melalui kita.

   Baik manusia maupun malaikat sementara menyaksikan apa yang sedang terjadi dengan kita dalam pertentangan itu(1 Kor.4:9). Jadi, siapa kita, apa yang kita katakan, jauh dari pemikiran tidak penting diluar lingkungan terdekat kita, dalam satu pengertian, memiliki implikasi bahwa itu bergema ke seluruh alam semesta. Melalui kata2, tindakan, bahkan sikap kita, kita dapat membawa kemuliaan kepada Tuhan, yang telah mengerjakan begitu banyak untuk kita, atau kita mempermalukan Dia dan nama-Nya. Jadi, ketika Tuhan berkata kepada Abraham bahwa dia akan membuat namanya masyhur, Dia tidak mengatakannya dengan cara yang seperti dunia bicarakan untuk seorang yang terkenal. Apa yang membuat nama seorang masyhur di mata Allah adalah karakter, iman, penurutan, kerendahan hati, dan kasih seseorang kepada yang lain, sifat2 yang mungkin dihargai di dunia tidaklah selalu merupakan faktor2 yang dunia akan anggap dapat menjadikan nama seseorang besar”.

   1 Kor.4:9 “Sebab, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang2 yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat2 dan bagi manusia”.

 JUMAT:

25. Dan bagaimana dengan ujian terakhir yang mengerikan yang ditimpakan atas Abraham ketika Allah memerintahkan dia untuk pergi ke tempat yang jauh (3 hari perjalanan) dan mengorbankan putra mukjizatnya.

   “Apa yang telah dihadapkan kepada Abraham bukanlah satu ujian yang enteng.... Tetapi ia tidak ragu-ragu untuk menurut kepada panggilan itu. Ia tidak mengemukakan pertanyaan tentang negeri perjanjian itu...Tuhan telah berbicara dan hamba-nya harus mentaatinya; baginya tempat yang paling berbahagia di atas bumi ini adalah tempat di mana Allah tentukan bagi dirinya”.-E.G. White, Alfa dan Omega, jld.1.hlm.138.

26. Berapa banyak yang termasuk dalam janji Allah untuk menjadi perisai Abraham?

   “Perisai atau perlindungan yang dibicarakan disini tidak merujuk pada perlindungan fisik dalam perang atau perlindungan fisik dari kemalangan. Sebaliknya ini merujuk pada perlindungan dari kemungkinan bahwa janji perjanjian tidak akan dipenuhi melalui Abraham dan keturunannya di masa depan....Jika kita adalah keturunan Abraham (dan semua yang memiliki iman kepada Abraham adalah keturunan Abraham), maka kita juga memiliki kepastian bahwa Allah akan menjadi perisai kita”.

27. Apa yang harus kita lakukan sebagai individu dan sebagai sebuah gereja untuk mencoba menyelesaikan Injil?

28. Perjanjian asli Allah dengan Abram / Abraham sepertinya menyarankan bahwa Dia memikirkan keturunan Abraham.   

   Kemudian, kita menemukan dalam Perjanjian Baru bahwa janji perjanjian Allah kepada Abraham adalah untuk pergi kepada semua orang yang beriman, Yahudi dan bukan Yahudi. Apakah Allah mengubah pikiran-Nya? (berubah pikiran)?

29. Apakah kita siap untuk menerima tantangan yang disajikan dalam pelajaran ini? Abraham adalah pengembara yang mengembara; tetapi, Allah, mengenali komitmen-Nya, sering mengunjunginya dalam penglihatan atau bahkan secara langsung secara pribadi. Akankah Allah melakukan itu untuk kita hari ini?

                           ===================

Jumat, 23 April 2021

SATU PERJANJIAN KEKAL.

 


SATU PERJANJIAN KEKAL

(An Everlasting Covenant)

Pel.SS No.4, Trw.II, 2021.

 

Ayat hafalan:

Kejadian 15:7 “Lagi Firman TUHAN kepadanya: “Akulah Tuhan, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim untuk memberikan negeri ini kepadamu menjadi milikmu”.

  -Akulah TUHAN --Antara ayat 6 dan 7 pasti ada interval yang panjang. Wahyu baru( The new revelation)  terjadi pada siang hari, tampaknya menjelang akhir hari (vs 12 dan 17), sedangkan penglihatan sebelumnya terjadi pada malam hari (ayat 5). Ini mungkin terjadi keesokan harinya. Kondisi awal wahyu baru tidak dijelaskan.

 -Untuk memberikan negeri ini kepadamu:

   Untuk ketiga kalinya Allah meyakinkan Abram bahwa dia akan memiliki seluruh tanah Kanaan (lihat Kejadian 12: 7; 13: 14,15). Tetapi statusnya tidak berubah sedikit pun sejak dia pertama kali memasuki Kanaan. Kadang-kadang Allah mengulangi janji itu, dan Abram telah menerimanya tanpa pernah melihat tanda yang terlihat dari penggenapannya. Dia masih tunawisma ketika dia tiba dari Mesopotamia, dan masih belum memiliki anak. Wajar jika pertanyaan muncul di benaknya.

  ( 1 SDA BC hlm.312-313).

 1. Pikirkanlah mengenai tantangan2 yang Allah telah hadapi dari generasi ke generasi dengan dunia kita yang penuh dosa. Dia mulai dengan taman yang sempurna di dunia yang sempurna bersama Adam dan Hawa. Sebelumnya setelah demikian lamanya, Dia harus menghancurkan seluruh dunia itu dengan Air bah dan memulai kembali dengan Nuh (and restart with Noah).

   Dan, setelah beberapa tahun yang relatif, keadaan menjadi sangat buruk lagi( so bad), sehingga Dia harus memilih Abram / Abraham (disebut sebagai Abraham atau Abram / Abraham  dalam materi ini kecuali ketika membahas perubahan namanya seperti yang tercatat dalam Kejadian 17 atau dalam kutipan menggunakan Abram), memanggilnya menjauh dari pengaruh2 jahat keluarga dan lingkungannya untuk memulai kembali (to restart yet again).

2. Dia telah mencoba beberapa kali untuk bekerja dengan keturunan Abraham. Mengikuti petunjuk Allah, Musa membawa mereka keluar dari pembuangan/penawanan orang Mesir. Zerubabbel dan Yosua dan persentase yang sangat kecil dari orang Israel kembali ke Palestina setelah penawanan Babilonia.

3. Di zaman Perjanjian Baru, Yesus harus mengakui bahwa upaya-Nya untuk orang Israel sebagian besar tidak berhasil. Jadi, Dia memulai kembali dengan gereja Kristen. Gereja Kristen itu memiliki permulaan yang luar biasa dengan para rasul dan murid, tetapi memburuk hingga membutuhkan Reformasi Protestan yang menekankan kembali perlunya hanya mengikuti Kitab Suci. Tetapi, setelah 300 tahun berikutnya, gereja-gereja Protestan tidak jauh berbeda dengan “gereja ibu”(mother church), mereka telah pergi (they had left). Akhirnya, setelah Kebangkitan Adven yang agung, Masehi Advent Hari Ketujuh muncul. Apakah kita akan berhasil meskipun di masa lalu begitu banyak yang gagal?

4. Berulang kali, dari generasi ke generasi, Allah telah menjangkau umat manusia, menawarkan janji dan perjanjian.(promises and covenants). Dalam pelajaran ini kita akan berfokus terutama pada hubungan-Nya dengan Abraham. Itu adalah kesempatan pertama Allah yang tercatat untuk menjelaskan dengan sangat rinci apa yang Dia pikirkan untuk rencana keselamatan.

 MINGGU: YAHWE DAN PERJANJIAN ABRAHAMIS.

5. Apa yang bisa kita pelajari tentang Allah dari nama-Nya? Apa arti dari nama2 yang berbeda? Mengapa Allah mengubah nama Abram menjadi Abraham?

6. Dari generasi ke generasi, nama telah dikaitkan dengan pergerakan2, kebenaran, dan ide/gagasan. Apa yang terlintas di benak Anda saat memikirkan Martin Luther, Abraham Lincoln, Albert Einstein, Martin Luther King, Jr., Mahatma Gandhi, atau Dorcas dari Alkitab?

7. Bangsa Semit dalam Perjanjian Lama, yang tinggal di Timur Dekat, sangat mementingkan arti nama2 orang.

8. Ketika Allah pertama kali mendekati Abraham, Dia mengidentifikasi diri-Nya dengan nama YHWH / Yahweh seperti yang tercatat dalam Kejadian 15: 7.

   Nama YHWH muncul 6,828 kali dalam P.L.  Kata itu berbentuk kata kerja dalam bhs.Ibrani haya, to be(“menjadi”)—yang artinya “the Eternal One”(Dia yang kekal);”the Existent One”(Dia yang ada); “the Self-Existing One”(Dia yg.ada dengan sendirinya); “the Self-sufficient One /”the One who live eternally”---(Dia yang hidup selama-lamanya).

   Jadi yang ditekankan dari gelar Allah sebagai Yahwe disini ialah tentang sifat2 Allah: bahwa Dia ada dengan sendirinya dan setia. Menunjukkan bahwa Allah sebagai Allah yang hidup, Sumber kehidupan yang berbeda dengan para dewa kafir yang tidak memiliki keberadaan.

9. Ketika Allah mendekati Musa di padang gurun saat dia menggembalakan domba, Dia muncul di semak yang terbakar dan meminta Musa untuk melepaskan sepatunya. Ketika Musa bertanya siapa Dia, Allah berkata, "AKU ADALAH AKU." Apa arti nama seperti itu? (Lihat Keluaran 3:14). Nama ini menyiratkan tidak hanya bahwa Allah adalah Allah yang kekal (Eternal/Everlasting God), tetapi juga bahwa Dia adalah Sahabat pribadi bagi manusia. Allah ingin Musa dan, sebelumnya, Abraham mengetahui nama-Nya.

10. Jadi, apa yang terlintas di benak Anda saat memikirkan nama Yahweh, Yehuwa, atau Allah? Apakah kamu memikirkan cinta? Kebaikan? Dan peduli? Atau, apakah Anda memikirkan ketakutan? Kekerasan? Dan disiplin?

Ketika memikirkan tentang nama-nama Allah, sangatlah penting bagi kita untuk mengingat bahwa Allah dalam Perjanjian Lama adalah Yesus Kristus! Kita tidak boleh melupakan itu! (Lihat Lukas 24:44; 1 Korintus 10: 1-4; dan Yohanes 5:39.)

 SENIN: EL-SHADDAI

11. Namun, kita perlu memahami bahwa ada banyak nama2 berbeda yang diberikan kepada Allah dalam Perjanjian Lama. Selain nama Elohim dan Yahweh, muncul nama lain untuk Tuhan: ’El Shaddai.

   Nama 'El Shaddai digunakan hampir secara eksklusif oleh Musa dalam kitab Kejadian dan Ayub, buku pertama yang dia telah tulis.

   Satu terjemahan literal dari Kejadian 17:1-6 mungkin seperti ini, Yahwe(Yehovah) telah menampakkan diri kepada Abraham dan berkata: ‘Akulah yang Mahakuasa; hiduplah dihadapan-Ku, dengan tidak bercela; dan Aku akan membuat perjanjian antara Aku dan engkau, dan akan membuat engkau begitu banyak... Dan engkau akan menjadi bapa dari satu bangsa yang besar,...dan Aku akan membuat engkau bertambah banyak”. Nama yang sama ini muncul juga dalam Kejadian 28:3, manakala Ishak berkata bahwa ‘Yang Mahakuasa’, El-Shaddai akan memberkati Yakub, membuatnya beranak cucu, dan menjadikannya banyak.

   Kejadian 17:1-2 “Ketika Abraham berumur 99 tahun, maka Tuhan menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya:’Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela”. Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak.”

   Mari kita jabarkan sedikit. Kata El terkait dengan Elohim (“Pada mulanya Elohim menciptakan langit dan bumi”), dan itu berarti kemahakuasaan, kekuatan, keunggulan. Gelar ini, bagi Allah, Elohim dilihat melalui seluruh kisah penciptaan Kejadian.

   Kata El, darinya, diterjemahkan “Allah” sekitar 200 kali,  itu juga mengandung arti Allah yang berkuasa.

   Shaddai, itu berarti “dada”(breast), memberikan ide tentang seseorang yang menyediakan, yang memelihara, dan yang memuaskan.

   Berhubungan dengan kata untuk El, itu menggambarkan gagasan “Yang perkasa dan berkuasa yang dapat menyediakan dan memelihara”.

12. Ada sejumlah ayat dalam Alkitab yang menggunakan ungkapan 'El atau' El-Shaddai yang sering diterjemahkan "Allah Yang Mahakuasa." Lihat Kejadian 28: 3; 35:11; 43:14; 49:25; dll.

13. Apakah Allah benar-benar perlu memberi tahu kita bahwa Dia Mahakuasa? Apakah kita ingin menyembah Allah yang dikenal sebagai "dewa/ilah yang lemah"? Atau, "dewa/ilah ikan"? Atau, "dewa/ilah kambing"?

 SELASA: DARI ABRAM MENJADI ABRAHAM.(Kej.17:4,5).

   “Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. Karena itu namamu bukan lagi Abram melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa”.

14. Orang-orang di Timur Dekat kuno sering memilih nama dengan sangat hati-hati. Lihat juga item # 33 di bawah ini.

   Meskipun nama2 Allah datang dengan pengertian rohani dan teologi yang penting, nama2 itu tidak berakhir hanya pada Allah. Nama2 orang di Timur Dekat Kuno bukan hanya cara mengidentifikasi yang tidak punya arti seperti yang sering terjadi pada kita. Memberi nama seorang anak perempuan Maria atau Susi tidak banyak berbeda dengan sekarang ini. Akan tetapi, bangsa Semitik memberi nama seseorang memiliki arti dan biasanya terdiri dari satu anak kalimat atau kalimat pendek yang berisi harapan atau ekspresi rasa syukur orang tua.

   Sebagai contoh, Daniel artinya “Allah adalah hakim”, Yoel artinya “Yahwe adalah Allah”; atau Nathan artinya “Pembenaran Allah.”  Oleh karena arti penting yang melekat pada nama2 itu, maka nama sering diganti untuk menggambarkan satu perubahan hidup dan lingkungan seorang yang radikal.

15. Di zaman yang lebih modern, orang cenderung memberikan nama panggilan/nama julukan (nickname) kepada orang lain.   

   Sangat sulit untuk mengubah nama resmi/legal name seseorang; jadi, kita biasanya mengabaikannya dan mengganti suatu nama panggilan untuk seseorang.

Jadi, apa yang kita pahami ketika kita melihat Allah mengubah nama Abram yang artinya “bapa ditinggikan/father is exalted” menjadi Abraham yang artinya “bapak dari banyak orang/father of a multitude”(Bapa sejumlah besar bangsa).

   Bagaimana ini berhubungan dengan Janji perjanjian Allah untuk kita dan Abraham?

16. Bayangkan Allah — telah berjanji kepada Abraham beberapa kali setelah dia berusia 75 tahun bahwa Dia akan memberinya banyak anak, dan, akhirnya, pada usia 99, menikah dengan seorang wanita yang telah lama menopause — mengulangi janji itu bahwa dia akan menjadi bapa dari banyak orang!

 RABU: LANGKAH-LANGKAH PERJANJIAN (Kejadian 12:1,2,7)

17. Mari kita menggali lebih dalam gagasan tentang perjanjian (covenant).

   “Berfirmanlah Tuhan kepada Abram: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu, Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. v.7 “Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu”.dst...

 Dalam dua ayat tersebut [Kejadian 12: 1-2], tahap pertama dari janji perjanjian Allah kepada Abram (ada tiga) yang telah dinyatakan. Allah mendekati Abram, memberinya perintah dan kemudian membuat dia berjanji (God approached Abram, gave him a command and then made him a promise). Pendekatan tersebut mengungkapkan pemilihan Abram yang murah hati oleh Allah untuk menjadi tokoh utama pertama dari perjanjian kasih karunia-Nya yang khusus. Perintah itu (the command), melibatkan ujian kepercayaan total kepada Allah (Ibrani 11: 8). Janji itu (Kejadian 12: 1-3, 7), meskipun dibuat khusus untuk Keturunan Abram, pada akhirnya mencakup janji kepada seluruh umat manusia (Kejadian 12: 3, Gal. 3: 6-9) .

18. Supaya lebih memahami janji perjanjian Allah dan hubungan dengan Abraham, pertimbangkan Ibrani 11: 8 dan Kejadian 12: 1-3,7. Ayat-ayat ini menunjukkan fase pertama dari janji2 perjanjian Allah. Allah memberi Abraham perintah (a command) dan kemudian berjanji untuk memberkatinya jika dia mengikutinya.

   Kejadian 15: 7-20: ay.9 “Firman Tuhan kepadanya:”Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur 3 tahun, seekor kambing betina berumur 3 tahun, seekor domba jantan berumur 3 tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati.

19. Bagian/perikop  ini merupakan perluasan dari apa yang Allah telah katakan kepada Abraham sebelumnya. Perhatikan bahwa Allah menampakkan diri kepada Abraham, mungkin dalam sebuah penglihatan, dan kemudian memanggilnya untuk mematuhi perintah tertentu yang Allah berikan padanya, diikuti dengan janji ilahi akan berkat besar.

20. Jadi, mengapa upacara aneh memotong hewan menjadi dua, meletakkannya di tanah, dan lewat di antara mereka? Bukti arkeologi terbaru telah menunjukkan bahwa memang demikian

cara umum untuk membuat kesepakatan serius di antara orang-orang dari mana Abraham berasal. Allah bertemu dengannya di mana dia berada. Dipercaya bahwa memotong hewan menjadi dua dan meletakkannya di tanah menyiratkan bahwa jika seseorang melanggar perjanjian, inilah yang akan terjadi padanya. Hari ini, kami akan meminta pengacara untuk membuat dokumen atau dokumen hukum.

21. Akhirnya, ketika Abraham berusia 99 tahun, kita sampai pada tahap ketiga dan terakhir dari perjanjian ilahi yang dibuat Allah dengannya.

22. Ketika dia berusia 99 tahun dan tampaknya hampir tidak mungkin bagi Abraham untuk memiliki anak sendiri — terutama dari Sarah, - Allah menampakkan diri kepadanya untuk pengalaman pembuatan perjanjian yang ketiga. Akibatnya, Allah berkata: “Turutilah aku dan selalu lakukan apa yang benar; dan jika kamu melakukannya, saya akan mengubah nama Anda. Aku akan membuat perjanjian abadi denganmu untuk memberikan kepadamu dan banyak keturunanmu wilayah dari Efrat sampai Mesir. " Selain itu, perjanjian itu akan menjadi perjanjian yang kekal, berlaku untuk semua yang akan menjadi keturunan Abraham.

   Galatia 3: 7,29: “Jadi kamu lihat; bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham. Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah”.

23. Menurut Anda apa hubungannya dengan pekabaran malaikat pertama yang terkenal yang dicatat dalam Wahyu 14: 6-7? 

   Apakah Allah Yang Mahakuasa masih berbicara? Berapa banyak orang yang termasuk dalam janji-Nya? Apa yang harus kita lakukan untuk menjadi bagian darinya?

24. Abraham diminta untuk mengikuti beberapa instruksi Allah yang, kadang-kadang, tampaknya hampir mustahil untuk dilaksanakan.

  “Allah telah memanggil Abraham untuk menjadi guru firman-Nya, Dia telah memilih dia untuk menjadi bapa bangsa yang besar, karena Dia melihat bahwa Abraham akan mengajar anak-anaknya dan keluarganya dalam prinsip-prinsip hukum Allah.  

   Dan yang memberi kekuatan pada ajaran Abraham adalah pengaruh hidupnya sendiri. Rumah tangganya yang besar terdiri dari lebih dari seribu jiwa, banyak dari mereka adalah kepala keluarga, dan tidak sedikit tetapi baru saja bertobat dari kekafiran.  Rumah tangga seperti itu membutuhkan tangan yang kuat di pucuk pimpinan.

   Tidak ada metode yang lemah dan bimbang yang akan mencukupi. Tentang Abraham Tuhan berkata, "Aku tahu dia, bahwa dia akan memerintahkan anak-anaknya dan seisi rumahnya untuk hidup menurut jalan yang ditunjukkan Allah." Kejadian 18:19.

   Namun otoritasnya dijalankan dengan kebijaksanaan dan kelembutan sedemikian rupa sehingga hati dimenangkan.  

   Kesaksian dari Penjaga ilahi adalah, "Mereka akan menjaga jalan Tuhan, untuk melakukan keadilan dan penghakiman." Kejadian 18:19. Dan pengaruh Abraham melampaui rumah tangganya sendiri.

   Di mana pun dia mendirikan tendanya, dia mendirikan di sampingnya altar untuk pengorbanan dan penyembahan. Ketika tenda dilepas, altar tetap ada; dan banyak orang Kanaan yang berkeliling, yang pengetahuannya tentang Allah telah diperoleh dari kehidupan Abraham, hamba-Nya, tinggal di altar itu untuk mempersembahkan korban kepada Yehuwa. — Ellen G. White, Education * 187.2.

   “Rumah tangga Abraham terdiri lebih dari seribu jiwa. Mereka yang dipimpin oleh ajarannya untuk menyembah satu Allah, menemukan rumah(home) di perkemahannya; dan di sini, seperti di sekolah, mereka menerima petunjuk yang akan mempersiapkan mereka untuk menjadi wakil dari iman yang benar. Dengan demikian tanggung jawab yang besar ada padanya.  

   Dia melatih kepala keluarga, dan metode pemerintahannya akan dilaksanakan dalam rumah tangga yang harus mereka pimpin. — Ellen G. White, Patriarchs and Prophets * 141.1.

 KAMIS: KEWAJIAN-KEWAJIBAN PERJANJIAN.

25. Terkadang, kita sebagai manusia cenderung berpikir bahwa kita harus melakukan semuanya sendiri. Namun, janji Allah jauh di luar kemampuan kelompok manusia(human group) mana pun untuk mencapainya sendiri. Karena itu, kita membutuhkan anugrah Allah. Abraham membutuhkan kasih karunia Allah. Tapi, kita masih perlu terus maju dan melakukan yang terbaik untuk melaksanakan bagian kita dari perjanjian tersebut.

   Kejadian 18:19: “Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya Tuhan memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan-Nya kepadanya”.

   Yakobus 2:17 Iman tanpa perbuatan mati.

26. Jadi, bagaimana menurut Anda? Apakah Allah meminta terlalu banyak kepada Abraham? Apakah Allah meminta terlalu banyak dari kita?

27. Apakah kita mematuhi perjanjian Allah? Atau, apakah kita melanggarnya? Bagaimana Anda melanggar perjanjian?

   Dengan ketidaksetiaan, ketidaktaatan, dan mengabaikan hubungan yang sudah terbangun/mapan. Namun, perhatikan bahwa bukan kondisi penganugerahan (condition of bestowal)  yang dilanggar, melainkan kondisi pemenuhannya/penggenapannya.

Perjanjian masih tersedia. Jika kita tidak menindaklanjuti dengan ketaatan, kita hilang/kalah.(lose)

28. Pikirkan tentang kisah lengkap orang Israel seperti yang tercatat dalam Perjanjian Lama dan bagaimana karena ketidaktaatan dan pemberontakan mereka, mereka telah menyerah menerima berkat terakhir dari Allah.

 JUMAT:

29. Dalam pelajaran terakhir kita, kita mempelajari bagaimana pelangi adalah janji bagi Nuh dan keturunannya.

   Dalam pelajaran ini, kita fokus pada Abraham dan perlunya sunat. Apa gunanya sunat?

   Sunat “ditetapkan/ditakdirkan:

   (1) untuk membedakan keturunan/benih Abraham dari orang kafir/ bukan orang Yahudi (Efesus 2:11),

   (2) untuk terus mengingat akan perjanjian Yehuwa. (Kej. 17:11),

   (3) untuk mendorong perkembangan moral yang murni (Ul. 10:16),

   (4) untuk menggambarkan pembenaran oleh iman (Roma 4:11),   

   (5) untuk menjadi lambang sunat hati (Rm. 2:29), dan

   (6) untuk membayangkan upacara baptisan orang Kristen (Kol. 2:11, 12).  ”- The SDA Bible Commentary, vol. 1, hlm, 322, 323.

     *Kejadian 17:10 baca—setiap anak laki-laki harus disunat.

30. Sementara pelangi terus menandakan janji Allah untuk semua manusia untuk selama-lamanya, persyaratan sunat tidak lagi menjadi persyaratan yang diperlukan bagi umat Allah.

   Pada zaman Perjanjian Baru, arti sunat sebagian besar sudah hilang. Perhatikan apa yang Paulus katakan tentang sunat.

    (Roma 4:11; Galatia 5:6; Gal.6:15; 1 Kor.7:18-19 –Oleh iman kita diterima oleh Allah).

31. Sebagai orang Kristen zaman modern yang mempelajari Alkitab kita, kita menjadi percaya bahwa kita diselamatkan oleh iman, hubungan perjanjian yang dimungkinkan dengan Tuhan.   

   Tetapi, jangan pernah kita lupa bahwa iman itu berhasil (that faith works). Iman yang tidak mengarah pada tindakan/action di pihak seorang Kristen adalah iman yang mati.

   “Banyak yang tetap di uji sama seperti Abraham. Mereka tidak mendengar suara Allah langsung dari surga, tetapi Dia memanggil mereka melalui ajaran2 firman-Nya dan peristiwa2 pemeliharaan-Nya. Mungkin mereka dituntut untuk meninggalkan karir mereka yang menjanjikan kekayaan dan hormat, meninggalkan hubungan2 yang menyenangkan dan menguntungkan, dan berpisah dari kaum keluarga, masuk kedalam sesuatu yang kelihatan hanyalah langkah penyangkalan diri, kesukaran dan pengorbanan. Allah memiliki pekerjaan untuk mereka untuk dilakukan; tetapi kehidupan yang nyaman dan pengaruh dari teman-teman serta sanak saudara akan menghambat perkembangan tabiat yang penting untuk pencapaiannya. Dia memanggil mereka untuk keluar dari pengaruh-pengaruh dan bantuan manusia, sehingga menuntun mereka merasakan kebutuhan akan pertolongan-Nya, dan bergantung kepada-Nya saja, agar Allah dapat menyatakan diri-Nya sendiri kepada mereka.  Siapakah yang siap pada panggilan pemeliharaan Tuhan untuk menolak rencana2 yang penting dan hubungan kekeluargaan?. Ellen G.White, Patriachs and Prophets,pp.126,127.

32. Aspek apa dari perjanjian perjanjian dengan Abraham yang masih abadi/kekal?

33. Apakah adil untuk mengatakan bahwa apa yang kita baca dalam Kejadian 17: 3-5 dengan perubahan namanya menunjukkan perubahan dalam hubungan antara Allah dan Abraham? Mirip dengan item # 14 di atas:

 “Abram adalah yang pertama dari beberapa orang yang namanya diubah oleh Tuhan. Nama jauh lebih penting bagi orang dahulu daripada bagi kita. Semua nama Semit memiliki arti, dan biasanya terdiri dari frasa atau kalimat yang mengungkapkan keinginan, atau mungkin rasa terima kasih, dari pihak orang tua. Mengingat pentingnya orang-orang itu sendiri melekat pada nama, Tuhan mengubah nama orang-orang tertentu agar selaras dengan pengalaman mereka, masa lalu atau masa depan. Abram, yang berarti "bapa yang ditinggikan," tidak muncul dalam bentuk ini di tempat lain dalam Alkitab, tetapi ditemukan dalam bentuk Abiram, yang berarti "ayahku ditinggikan" (lihat Bilangan 16: 1; 1 Raja-raja 16:34) .— Artikel tentang Kejadian 17: 5. Dalam F. D. Nichol (Ed.), The SDA Bible Commentary, * vol. 1, 321.

34. Menarik untuk dicatat bahwa ada orang lain dengan nama yang sama disebutkan dalam Bilangan 16: 1-2 dan 1 Raja-raja 16:34. Tapi, di ayat-ayat itu, namanya dieja Abiram.

35. Mari kita tinjau sekarang perjanjian tiga tahap yang dibuat Allah dengan Abraham.

   “Allah membuat perjanjian tiga tahap dengan Abraham. Yang pertama dilaporkan dalam Kejadian 12: 1-3; yang kedua dalam Kejadian 15: 1-21; dan yang ketiga dalam Kejadian 17: 1-14. ”- Gerhard M. Hasel dan Michael G. Hasel, The Promise: God’s Everlasting Covenant, hal. 34.

36. Ujian terakhir(Final test) Abraham datang ketika dia berusia 120 tahun. Dia diminta untuk membawa putra yang berharga itu, Ishak, ke sebuah negara yang berjarak tiga hari perjalanan untuk mengorbankan dia. Abraham pergi, tentu saja. Untungnya, saat tangannya diangkat dengan pisau, siap untuk melakukan perbuatan yang mengerikan, Tuhan menahan tangan itu dan memberikan penggantinya.

   “Bagi Abraham, “Ini adalah alasan utama untuk menamai tempat kejadian ini Jehovah-jireh. Itu adalah pengingat yang terus menerus akan kasih karunia yang luar biasa dari Yahweh yang telah melakukan kelepasan ini. . . . Betapa besar dan mulia kelepasan yang telah disediakan oleh kasih karunia Yehuwa, dan betapa tidak terduga dan dramatisnya! Ekstremitas manusia selalu merupakan kesempatan Allah, tidak hanya untuk kelepasan tetapi juga untuk mengajarkan pelajaran yang luar biasa dari tujuan-Nya serta pemeliharaan. ”- Nathan Stone, Names of God (Chicago, IL: Moody Press, 1944), hlm. 62, 63.

37. Kita diberitahu bahwa Allah tidak hanya mengetahui nama kita, tetapi Dia juga menghitung jumlah rambut di kepala kita! (Matius 10:30; Lukas 12: 7)

38. Sebagai tanggapan, seberapa baik kita mengenal Allah? Kita telah mempelajari beberapa bagian yang menyarankan bahwa kunci dari hubungan yang kekal dengan Allah dan kehidupan kekal adalah mengenal Allah dengan baik. (Lihat Yeremia 31: 31-34 dan Yohanes 17: 3).

39. Banyak orang Kristen, mungkin memang berhak, suka berfokus pada kasih Allah dan pengampunan-Nya atas semua dosa mereka. Tetapi, jika Allah itu maha penyayang dan maha pengampun, apakah Dia masih meminta kita untuk benar-benar mematuhi perintah-perintah-Nya? Apakah Dia membutuhkan ketaatan kita? Apakah kita percaya bahwa kebahagiaan terbesar datang kepada mereka yang menaati-Nya?.

MINGGU: YAHWE DAN PERJANJIAN ABRAHAMIS.

  Kejadian 15:7 “Lagi Firman TUHAN kepadanya: “Akulah Tuhan, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim untuk memberikan negeri ini kepadamu menjadi milikmu”.

   -Akulah TUHAN --Antara ayat 6 dan 7 pasti ada interval yang panjang. Wahyu baru( The new revelation)  terjadi pada siang hari, tampaknya menjelang akhir hari (vs 12 dan 17), sedangkan penglihatan sebelumnya terjadi pada malam hari (ayat 5). Ini mungkin terjadi keesokan harinya, atau mungkin nanti. Kondisi awal wahyu baru tidak dijelaskan.

 -Untuk memberikan negeri ini kepadamu:

   Untuk ketiga kalinya Allah meyakinkan Abram bahwa dia akan memiliki seluruh tanah Kanaan (lihat Kejadian 12: 7; 13: 14,15). Tetapi statusnya tidak berubah sedikit pun sejak dia pertama kali memasuki Kanaan. Kadang-kadang Allah mengulangi janji itu, dan Abram telah menerimanya tanpa pernah melihat tanda yang terlihat dari penggenapannya. Dia masih tunawisma ketika dia tiba dari Mesopotamia, dan masih belum memiliki anak. Wajar jika pertanyaan muncul di benaknya.

  ( 1 SDA BC hlm.312-313).

 Ketika Allah pertama kali masuk dalam satu hubungan perjanjian dengan Abraham, Allah memperkenalkan diri-Nya dengan nama  YHWH (yang didalam Alkitab sebagai TUHAN. Dalam Kej.15:7 KJV, semua ditulis dengan huruf besar dan diucapkan dengan Yahwe.  Jadi Kejadian 15:7 ini dibaca secara literal, “Akulah YHWH yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim...dst”.

 Kadang2 nama itu sama seperti merek dagang.  Ketika kita mendengar nama itu, segera kita mengingat sifat-sifat sifat-sifatnya.  Misalnya, sifat2 apa yang muncul dalam pikiran ketika anda misalnya berpikir tentang nama-nama seperti: Albert Einstein, Martin Luther King Jr, Gandhi dan Dorkas?. Masing2 nama ini terhubung dengan idealisme dan watak tertentu.

   Mis: Arti nama Einstein = Memiliki kemampuan mengajar; Ramah namun pemalu,dst.

   Bangsa Semit (Semitic) dalam Perjanjian Lama, yang tinggal di Timur Dekat, sangat mementingkan arti nama2 orang.

   Kutipan: “Orang2 Ibrani selalu berpikir bahwa sebuah nama itu menggambarkan sifat atau watak pribadi yang diberi nama, atau pikiran2 dan emosi dari seorang yang memberikan nama, atau situasi lingkungan yang dekat dengan orang itu ketika nama tersebut diberikan.” The SDA BC jld.1,hlm.523.

 Nama YHWH muncul 6,828 kali dalam P.L.  Kata itu berbentuk kata kerja dalam bhs.Ibrani haya, to be(“menjadi”)—yang artinya “the Eternal One”(Dia yang kekal);”the Existent One”(Dia yang ada); “the Self-Existing One”(Dia yg.ada dengan sendirinya); “the Self-sufficient One /”the One who live eternally”---(Dia yang hidup selama-lamanya).

   Jadi yang ditekankan dari gelar Allah sebagai Yahwe disini ialah tentang sifat2 Allah: bahwa Dia ada dengan sendirinya dan setia. Menunjukkan bahwa Allah sebagai Tuhan yang hidup, Sumber kehidupan yang berbeda dengan para dewa kafir yang tidak memiliki keberadaan.

   Yahwe adalah nama pribadi Allah, yang mengumumkan perjanjian Allah dengan Abraham dalam Kejadian 12:1-3 untuk pergi dari negerinya, ke negeri yang akan ditunjukkan Allah, membuat dia menjadi bangsa yang besar dan memberkati dia, membuat namanya masyhur; memberkati orang yang memberkati dia dan mengutuk orang yang mengutuk dia.

   Ketika Allah mendekati Musa di padang gurun saat dia menggembalakan domba, Dia muncul di semak yang terbakar dan meminta Musa untuk melepaskan sepatunya. Ketika Musa bertanya siapa Dia, Allah berkata, "AKU ADALAH AKU." Apa arti nama seperti itu? (Lihat Keluaran 3:14). Nama ini menyiratkan tidak hanya bahwa Allah adalah Allah yang kekal (Eternal/Everlasting God), tetapi juga bahwa Dia adalah Sahabat pribadi bagi manusia. Allah ingin Musa dan, sebelumnya, Abraham mengetahui nama-Nya.

 Allah mau agar Abraham, juga Musa agar mengenal nama-Nya, karena nama itu menyatakan identitas-Nya, menyatakan sifat pribadi-Nya, dan karakter-Nya.  Dan dari hal ini, kita dapat percaya kepada janji-janji Allah kepada kita. (Maz.9:10—Allah tempat perlindungan pada waktu kesesakan; 91:14-Allah membentengi kita).  End.