Selasa, 18 Oktober 2016

Akar Hidup Kristiani Yang Sehat.

Image result for Akar   Seorang pecinta pohon pernah membuat satu pengamatan lalu berkata: “SEBATANG POHON ADALAH SUATU PENEMUAN YANG AMAT AJAIB, CUMA IA BERDIRI DENGAN KEPALA DIBAWAH.”

   Ternyata yang ia maksudkan adalah sistem akarnya yang amat besar sebab walaupun berada dibawah tanah dan tidak bisa dilihat, namun sangat penting artinya untuk kehidupan, stabilitas, dan untuk produksi buahnya. Rasul Paulus dalam tulisannya kepada jemaat Kolose mengingatkan kita bahwa tidak ada penganut agama Kristen yang baru lahir atau yang sudah dewasa yang boleh melalaikan akar hidupnya. Jika ia mau menjadi saksi yang  berhasil dan tahan lama untuk Kristus, imannya harus tetap dirawat dan di kuatkan oleh akar yang kuat dan yang giat.  (Baca Ko 2:6,7).

   Akar dari hidup Kristiani itu tidak berfungsi oleh proses yang berjalan secara mujarab. Akar itu harus dirawat dengan rajin. Walaupun Allah tidak bisa dilihat atau dijamah, ada tiga hal yang ia suruh supaya kita jamah agar Ia lebih nyata kepada kita. Inilah kebiasaan beragama yang harus kita lakukan supaya kita tetap memiliki kesehatan dan kekuatan rohani.   Keberhasilan atau kegagalan dalam hidup Kristiani kita sangat tergantung pada bagaimana kta mengatur makanan, air minum, dan gerak badan, secara teratur untuk memperoleh hidup sehat dan prima, demikianlah kita juga membutuhkan ketiga akar pemberian Allah itu untuk tetap memberi kekuatan dan kesegaran pada hidup rohani kita.

1.            AKAR YANG PERTAMA “DOA”

   Tetaplah berdoa 1 Tes 5:17 -       Doa itu  diibaratkan dengan “napas jiwa” dan bagi umat Kristen yang sehat dan tegar, dosa itu sama pentingnya seperti bernapas. Sebagaimana tubuh kita akan cepat mati juka tidak ada udara, maka demikian juga jiwa kita akan cepat mati juka kita tidak berdoa.  Umat Kristen, semasih ia tinggal didunia yang sudah berdosa ini diumpamakan dengan seorang penyelam dilaut yang dalam, yang harus terjun dalam lingkungan yang bermusuhan dengan kita. Doa itu sangat penting “tali kehidupan” yang menghubungkan dia kesurga.

   Tetapi doa bukanlah satu latihan yang serba otomatis, yang bisa mengatur sendiri, atau alat yang mekanis. Doa bukanklah perjanjian dimana kita memainkan peran yang pasif. Allah tidak membuat doa itu menjadi tali penyelamat bagi kita. Ia menyerahkan pengendalian tali penyelamat itu ke tangan kita. Dengan praktik berdoa atau melalaikan doa, kita mengatur s endiri kelancaran persediaan udara rohani yang memberi hidup bagi diri kita.

   Doa dalam bentuk yang paling sederhana berarti menghentikan segala perlawanan, meninggalkan ketergantungan pada diri sendiri, dan memberi Allah kesempatan untuk memenuhi kebutuhan kita. Ini sama halnya dengan benapas bukan? Udara tidak perlu dipaksakan atau dipompa  masuk keparu-paru kita. Udara itu selalu menunggu sesungguhnya mengusahakan untuk masuk. Demikian juga dengan berdoa, dalam hakikat yang Alkitabiah, yaitu untuk membiarkan Allah masuk dan mengizinkan Dia menggunakan kuasa-Nya yang maha besar itu untuk mengurangi penderitaan kita.

   Berdoa sama dengan membuka pintu hati dan mengundang Allah untuk masuk. Ini tidak memerlukan tenaga manusia. Ini hanya memerlukan persetujuan dan kemauan kita. Maukan kita mengundang Allah untuk masuk memberikan izin  seluas-luasnya dan memenuhi kergutuhan kita? Inilah pertanyaan besar yang harus dijawab sehubungan dengan doa.

   Doa itu lebih dalam dari kata-kata. Doa itu sudah ada dalam jiwa sebelum dijabarkan dalam kata-kata. Doa itu adalah kondisi hati kita; dan sikap dari pemikiran kita. Itu adalah pengakuan ketidak berdayaan kita. Itu adalah juga penyerahan kehendak kita secara keseluruhan kepada Allah.  Allah telah merancang doa itu sedemikian rupa sehingga bisa digunakan sebaik mungkin oleh orang yang paling lemah dan paling hina diantara manusia. Bukan doa kita yang menggerakkan hati Allah untuk menyelamatkan kita. Ia tergerak hati-Nya oleh karena kasih-Nya yang besar. Pengakuan tentang ketidak berdayaan ktia membuka jalan nbagi Allah dan memberikan Dia kesempatan utnuk menangani berbagai masalah yang melelahkan dan membingungkan kita.

2.            AKAR KE DUA “BELAJAR ALKITAB”

   Manusia  hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Mat 4:4 - Belajar Alkitab secara teratur adalah sarana yang paling penting dan perlu dalam pengembangan jiwa. Inilah salah   satu dari tiga  perwujudan atau kasih karunia yang membuat Allah itu lebih nyata dan lebih pribadi bagi kita.  Jika doa adalah napas jiwa maka belajar Alkitab adalah makanan dan minuman rohani kita. Kedua-duanya akar ini sama pentingnya bagi kta.  Sama halnya dengan doa, kita diberi wewenang secara sadar  dan sepenuhnya untuki mengatur waktu  dan usaha yang ktia gunakan untuk belajar Alkitab. Kita sendiri yang menentukan upah yang akan kita terima dari usaha ini. Kita menerima keuntungan dari pelajaran Alkitab sesuai dengan usaha yang kita buat untuk itu. Membaca Alkitab bukanlah pekerjaan yang otomatis, dipaksa, atau bersifat gaib bagi umat Kristen. Tidak juga didikte, diprogramkan, atau dipaksakan secara ajaib. Sepanjangyang menyangkut akar amat penting ini, maka keberhasilan atau kegagalan umat Kristiani itu berada dalam tangan masing-masing.

   Menghafal ayat-ayat Alkitab secara sistematis adalah   salah satu dari bentuk pemeliharaan jiwa yang menguntungkan. Seorang pemimpin kristiani  yang  berdedikasi  tingi  pernah  berkata  mengenai  alkitabnya  sebagai  berikut :    Saya mau  mengetahui  setiap kata dalam buku ini  sebelum   saya  mati.’’

   Tetapi  kita  harus menyadari  bahwa tidak  ada  orang lain yang  bisa mempelajari  alkitab itu  secara  mendalam  untuk  kita,  sama seperti tidak  ada seorang pun  yang  bisa  bernapas  untuk kita  atau  makan untuk  kita.   Kita harus  membangun sendiri keyakinan  kita akan   kebenaran alkitab  untuk  diri  kita  sendiri   sebagai  mana kita harus memberi  pertanggungjawaban  sendiri di hadapan allah .

   Jika kita lalai  membaca alkitab  secara peribadi  kita akan membayar  harganya  dalam  bentuknya penyakit  anemia  rohani ,  kelaparan  dan stagnasi. Realitas  roh  akan  hilang  makna dan kejelasannya kemudian  kita  akan  layu.

3. AKAR KE TIGA – MEMBAGI PENGETAHUAN TENTANG KRISTUS

   Pulanglah  kerumahmu, kepada  orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang diperbuat oleh Tuhan atasmu. Mrk 5:19

   Pekabaran tentang  keselamatan  dari Allah tidak pernah terasa begitu berharga dan berarti sebelum kita menyampaikannya kepada oran glain. Itulah salah satu hukum kehidupan Kristiani yang sudah lama berlaku.  Jika doa adalah Napas yang sangat vital  bagi orang Kristen belajar Alkitab adalah makanan maka bersaksi itu adalah OLAHRAGA.  Dorongan pertama dari hati yang    telah dibarui ialah untuk memenagkan orang lain bagi Kristus Juruselamat kita. Umat  Kristen yang tidak mau membuat orang lain menjadi oran gKristen sama kontradiksinya dengan api yan gtidak mau memberikan kehangatannya, atau sebuah lillin yang tidak mau memberikan terangnya. Kita merawat dan mempertahankan iman Kristiani  kita dengan cara memberkannya pada orang lain.   

   Bagaimana semangat kita untuk bekaerja menyaksikan Kristus? Dimana harus kita mulai tidak ada pola yang formal dan yang distereotype mengenai waktu dan tempat. Kesempatan sering datang denga tidak diduga-duga. Tetapi ada satu cara yang mulia dan pasti berhasil yang sisa digunakan oleh siapapun termasuk orang Kristen yang belum berpengalaman. Cara atau metode yang dimaksudkan dapat diringkaskan kedalam tempat kata:CERITAKAN PENGALAMAN ANDA SENDIRI. Kita wajib menceritakan apa yang kita lihat sendiri, yang kita dengar yang kita rasakan sendiri, tentang kuasa Allah yang mengubahkan dan kasih karunia Allah yang menyanggupkan. Jika kita sudah mengikuti Yesus langkah demi langkah, kita memiliki sesuatu yang langsung kita bisa saksikan tentang bagaimana Allah telah memimpin dan menolong kita.  Kita bisa menyaksikan tentang bagaimana kita telah  menguji perjanjuan-perjanjian-Nya dan mendapatinya benar. Dan inilah kesaksian untuk mana kita telah dipanggil, oleh karena tidak adanya kesaksian itu maka dunia akan binasa.

Kesimpulan.     

   Ada orang yang membayangkan suatu pembicaraan terjadi di surga segera setelah Yesus kembali kesurga. Penulis dengan ini membayangkan Yesus sedang berjalan dijalan yang terbuat dari emas pada suatu hari dan bergandengan tangan dengan Gabriel. Kedua-duanya berbincang-bincang secara serius. Gabriel berkata: Guru, anda mati dibawah sana untuk seluruh dunia, bukan. “Ya”.  Pasti Anda telah menderita, dengan tatapan muka yang tajam pada sang guru. “Ya, Ia menjawab lagi dalam suara yang ajaib, kemudian keduanya diam sejenak tetapi diliputi perasaan yang sangat mendalam.”  “Dan apakah mereka semua mengetaui hal itu?” “O, tidak! Hanya be berapa orang di Palestinayang mengetahuinya hingga sekarang ini.”

   “Guru, kalau demikian, apa rencana Anda? Apa yang anda sudah lakukan untuk memberitahukan kepada manusia, untuk siapa anda telah mati, bahwa anda sudah mati bagi mereka? Apa rencana anda?

   “Ya”, Sang Guru menjawab, Aku sudah menyuruh Petrus, Yakobus, Yohanes, dan Andreas, dan banyak lagi diantara mereka dibawah sana dan katakan pada mereka bahwa itulah yang menjadi tugas mereka dan perkerjaan mereka untuk memberitakan hal itu kepada orang lain, dan orang lain itu kepada yang lain, dan yang lain kepada yang lain lagi, dan orang lain itu memberitakan lagi ke yang lain, sehingga manusia terakhir dalam lingkaran terjauh pun sudah mendengar cerita tentang itu serta menikmati kuasa pemberitaan yang menggembirakan dan yang mengubah tabiat itu.

Sumber: John M.Situmorang, Milis Advent Indonesia.

Senin, 17 Oktober 2016

Mengapa Tuhan Menciptakan Manusia Dengan dua buah Telinga dan Hanya Satu Mulut?

   Image result for satu mulut
Ini adalah pertanyaan seorang teman.
   Ilusrasi:
   Ada sebuah kisah nyata yang terjadi kepada Jenderal Napoleon Bonaparte.  Ketika ia sedang berperang di Timur Tengah tahun 1799.  Ia bermaksud akan melepaskan 1200 tawanan Turki yang berhasil di sandera Prancis, ketika Prancis berhasil merebut Jaffa.  Saat itu kondisinya sedang terserang penyakit influenza yang sangat parah.
   Ketika melakukan inspeksi pasukan, Napoleon terbatuk-batuk.  Oleh karena tidak tahan dengan adanya batuk yang terus menerus ia alami, ia mengatakan: "Ma sacre toux" yang artinya "batuk sialan".  Perwira pendamping Napoleon keliru menanggapi gerutuan sang Jenderal dan merasa sang Jenderal mengatakan: "Massacreres tous" yang berarti: "bunuh semua"!.
   Akibatnya 1200 orang tawanan Turki dibunuh hanya karena batuk sang Jenderal.
   Ada banyak kesalahan yang terjadi akibat kita salah mendengar. Yang minimal akan menimbulkan kita akan berselisih dengan teman, atasan, bawahan atau sering juga menimbulkan sakit hati karena kesalahpahaman akibat salah menangkap maksud seseorang.
   Tuhan pasti telah mengetahui kelemahan manusia ciptaan-Nya.  Oleh karena itu, Dia menghendaki kita untuk lebih banyak MENDENGAR daripada BERBICARA.
   Cobalah untuk tidak menyela pembicaraan orang lain.
   Biarlah ia terlebih dahulu menyelesaikan apa yang akan ia sampaikan.  Tanyakan lagi jika memang Anda belum menangkap maksud lawan bicara Anda dan jangan mencoba membuat kesimpulan sendiri tanpa terlebih dahulu mengerti dengan pasti maksudnya.  Inilah gunanya dua telinga dan satu mulut.
   Yakobus 1:19 "Setiap orang hendaklah cepat mendengar".

Senin, 03 Oktober 2016

Rumah Tangga: Keluarga Harus Menjadi Tempat Yang Aman.


                     TELAH TERBIT:
Judul buku :
RUMAH TANGGA :Keluarga Harus Menjadi Tempat Yang Aman.
Penulis           : H.M. Siagian, MPTh.
Jlh.halaman    : 318
Tgl.terbit        :  03 Oktober 2016.
Berat buku     : 400 gr.
Jenis cover    : Soft Cover.
Text bahasa   : Indonesia.
Boleh dipesan: Hub: 081291439600.

Sabtu, 01 Oktober 2016

KESEHATAN: GIZI UNTUK LANSIA



  Image result for Manula  
  Tubuh manusia terdiri dari sebagian besar :
-AIR :62,4%; Protein:16,9%, Lemak 13,8%; Hidrat Arang dan Garam: 6,9%.
   Manusia membutuhkan 45 macam zat gizi untuk hidupnya. Kelompok-kelompok: Protein, lemak, hidrat arang, vitamin dan mineral.
   Kebutuhan kalori akan mulai menurun pada usia:
-40-49 tahun = 5%.
-50-59 dan 60-69 tahun—menurun 10%.
* Jadi jumlah makanan yang seharusnya di konsumsi juga menurun.  Protein: Fungsinya pada manula, tidak lagi untuk pertumbuhan, tetapi untuk pemeliharaan dan pengganti sel-sel jaringan yang rusak serta pengaturan fungsi fisiologis tubuh.
   Dianjurkan dari: Susu, telur, daging—karena kecukupan asam amino yang pentingnya pada usia lanjut meningkat.  Jumlah yang diperlukan: 49 gr/hari (untuk pria), sedangkan untuk wanita : 41 gr/hari. (Tidak diperlukan jumlah protein yang berlebih karena akan memberatkan fungsi ginjal dan hati).
   LEMAK –yang berlebih dihindarkan karena itu meningkatkan kadar kolesterol darah.  Banyaklah gunakan Lemak Nabati. Diatur tidak melebihi 25% dari total kecukupan energi sehari.
   HIDRAT ARANG (Carbohydrat): 50% dari total energi berasal dari hidrat arang.
   VITAMINE – Kebutuhan tak jauh berbeda dengan kebutuhan pada waktu muda (Kecuali Niacin, riboflavin, thiamin).
   Pada LANSIA : Konsumsi riboflavin, thiamin, Vit.B.6, asam folat, Vit.C dan D, dari makanan perlu mendapat perhatian khusus.  MINERAL : Memang dibutuhkan sedikit (Zat Besi(Fe), kalsium (Ca).
   AIR DAN SERAT: Kebutuhan meningkat dengan bertambahnya usia. Minimum: 6-8 gelas/hari.  Peranannya ialah sebagai pengangkut sisa pembakaran tubuh dan mendorong peristaltik usus.
   Bahan makanan yang banyak serat: Sayuran, buah-buahan dan jenis padi-padian tertentu.  Ini membantu mendorong peristaltik usus dan mencegah konstipasi.
   SIKAP HIDUP : Dianjurkan SIKAP HIDUP dan anjuran makan bagi LANSIA.
1). Makan setiap hari beraneka bahan makanan dari semua golongan.
2). Makanlah sesuai kecukupan gizi lansia.
3). Gunakan cairan minimal 2 liter/hari.
4). Capai berat badan normal (90% (Tinggi Badan – 100 kg).
5). Batasi jumlah lemak terutama yang berasal dari hewan.
     Jumlah lemak: 25% dari total kecukupan kalori lansia.
6). Makan sumber hidrat arang sedikitnya 50% kalori.
     Pilihlah biji-bijian, kacang-kacangan dan buah-buahan.
7). Gunakan bahan makanan yang banyak mengandung zat besi, seperti kacang-kacangan, hati, daging, bayam, sayur hijau.
8). Minumlah susu tanpa lemak/makanlah sumber zat kalsium lain seperti: ikan dan sayur-sayuran.
9). Batasi garam dapur dan makanan yang diawetkan.
10). Gunakan bahan makanan segar, cegah penggunaan tablet vitamine bila tak perlu.
11). Hindarkan kopi, teh, coklat dan alkohol.
12). Olah raga minimal 3x/minggu.
13). Hindari merokok.
MENU UNTUK LANSIA:
PRIA :
-PAGI – Roti, telur omelet, jus tomat. Pkl.10:00-bubur kacang ijo.
-SIANG- Nasi putih, ikan bakar, tempe bumbu tomat, sayur asem (1,5 mangkok), semangka (satu potong).
   Pkl.16:00 – Susu panas.
-SORE: Nasi putih, perkedel campur (daging & tahu), sup sayuran, pepaya (satu potong).
WANITA:
-PAGI : Kentang ongklok, telur mata sapi, sup wortel dan buncis, air jeruk.  Pkl.10:00 –Sup kacang ijo.
-SIANG: Nasi putih, pepes ayam, sambal goreng tempe, sayur lodeh, puding buah. Pkl.16:00 –Susu panas.
SORE: Nasi putih, ikan goreng, tahu balado, sayur menir, dan apel.      ====

Lembah Penuh Tulang Belulang.

Image result for lembah penuh tulang belulang
LEMBAH PENUH TULANG BELULANG (Allah sanggup menghidupkan bangsa dan kerohaniannya).

I. JANJI KEBANGUNAN NASIOANL (Yehezkiel 37:1-4).
Yeh.37:1 “Kekuasaan Tuhan meliputi aku dan Ia membawa aku dan menempatkan aku ditengah-tengah lembah yang penuh dengan tulang”.
Fsl.37 terbagi atas 2 bahagian:
a. Ay.1-14 – Khayal mengenai tulang-tulang kering.
b. Ay.15-28 – Tindakan simbolis mengenai ramalan kerajaan Israel dan Yehuda yang dipersatukan kembali masa yang akan datang.
Khayal tulang-tulang kering (585 BC): Menggambarkan :
1. Bagaimana Israel telah terpencar-pencar dan kelihatannya tanpa pengharapan, tetapi akan ada kebangunan dan pemulihan. 2. Nubuatan ini-mengenai rencana Allah untuk kebangunan kerajaan Yahudi. Ayat 2...tulang-tulang itu amat kering. Apa artinya “amat kering”? -menyatakan bahwa itu sudah lama dan sejak mulai ada kehidupan dalam mereka. -menekankan: Tiadanya lagi pengharapan untuk kebangunan. Khayal tulang-tulang kering terjadi tahun 585 BC.
-Para tawanan –Yoyakin (Fsl.1:2) sudah ada 10 tahun di Babylon; Daniel Cs= 20 tahun. Mereka tadinya pikir—tawanan tidak akan lama (70 tahun). Namun harapan mereka telah pudar. Orang-orang Yahudi—menganggap diri mereka bagaikan tulang-tulang orang mati (kering dan putih, tercecer di pintu kuburan, tidak mungkin hidup). Mereka tidak memiliki pengharapan.
 ILLUSTRASI: Seorang bernama AL (ia seorang peminum)—mengikuti KKR (ceramah) yang diadakan GMAHK di sebuah gedung pertemuan. Keluarganya terpesona mengetahui dan mempelajari kebenaran Alkitab. Dengan sukacita keluarga AL menerima panggilan Kristus menjadi murid-Nya melalui baptisan. Tidak lama jemaat memilih AL menjadi pemimpin SS dan dia merasa senang menerima tanggungjawab apapun yang diberikan kepadanya. Pada suatu kali ia membuat suatu kesalahan karena tidak menyadari peraturan. Beberapa anggota mengecamnya dan menghakimi dia. Karena mengetahui kecaman itu, AL tersinggung, lalu ia kembali minum-minum seperti kebiasaannya yang lama. Ia mengundurkan diri dan tidak datang lagi ke gereja. Akhirnya keluarganya pun pindah. Jemaat pun dengan rasa kecewa mencoret nama keluarga tersebut dari keanggotaan jemaat. Dari tahun ke tahun kerohanian keluarga ini kian merosot. Sama seperti keluarga AL, kerohanian bangsa Israel sudah pudar seperti/seakan-akan tiada pengharapan.
   Ayat 3 “Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?”. Aku menjawab: “Ya Tuhan Allah, Engkaulah yang mengetahui”. Dari segi pandangan manusia hal ini mustahil. Tapi bagi Allah tak ada yang mustahil.     Sebagaimana Allah sanggup membangkitkan yang mati jasmani, maka Dia pun sanggup menghidupkan bangsa Israel dari kerohaniannya yang telah lama pudar.
   Alkitab menggambarkan orang yang bertobat dan murtad itu seperti MATI, maka diperlukan kuasa untuk membangkitkan.   Yang mati rohani (sama seperti kuasa juga diperlukan untuk membangkitkan yang mati jasmani).
   Allah –sanggup memberi hidup jasmani dan rohani. Apakah yang menjadi kekurangan umat Allah yang ditawan?. Mereka mempunyai segala sesuatu kecuali pengharapan. Mereka putus asa!.
   APA PENGARUHNYA KEPUTUSASAAN PADA HIDUP SESEORANG?:
a. Membuat hati tertekan.
b. Tawar hati.
c. Bisa makin menjauhkan kita dari Allah. Amsal 13:12 “Harapan yang tertunda menyedihkan hati, tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan”. Jadi kita perlu mempunyai pengharapan, karena amat penting untuk jiwa manusia.
   APAKAH GUNANYA BAGI KITA MEMILIKI SIKAP BERHARAP? (menolong kita dalam hidup sehari-hari) :
a. Pengharapan meningkatkan iman.
b. Pengharapan mendorong kita bertindak.
c. Pengharapan menimbulkan sikap optimis, semangat dan daya cipta.
   Ayat 4 “Katakanlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya (tulang-tulang), dengarlah firman Tuhan” (Bahwa Allah mampu).
   Ayat 6 “Aku akan memberi urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu—dan memberikan kamu nafas hidup, supaya kamu hidup kembali” (Kejadian 2:7).
 Arah nubuatan Yehezkiel kepada 2 tahap:
I. Tulang-tulang supaya mendengar. --Ini mirip dengan keahlian Yehezkiel—yakni mendorong orang yang tidak bersemangat(tidak mempunyai pengharapan) supaya mendengar Firman Allah.
 II. Kepada Roh, supaya mengilhami. Kemudian baca ayat 7 dan ayat 8. Baca juga ayat 12. Ada pengharapan!. -Allah akan membawa mereka kembali ke tanah Israel.
   Ajaran Alkitab mana yang memberi saudara pengharapan?. -Kebangkitan Yesus.
-Kedatangan Yesus yang keduakali.
-Kebenaran iman.
    II. KEBANGUNAN ROHANI (Efesus 2:1-5).
   Aplikasi/ penerapan penglihatan tulang-tulang kering itu terhadap kerohanian kita.
 Bila kerohanian kita mati, maka perlu kebangunan rohani. Efesus 2:1 “Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa kamu”. Maksudnya disini, MATI dalam dosa.
 Apakah artinya “Mati dalam dosa”?.
1. Tidak peka secara rohani.
2. Tidak pernah berdoa dan baca Alkitab.
3. Lupakan kenyataan rohani.
   Dahulu Yesus bergaul dengan orang-orang yang dianggap “mati” secara rohani (Lukas 5:30-32).
“Orang-orang Parisi dan ahli taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus—Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?.   Yesus menjawab: “Bukan orang sehat yang memerlukan dokter, tetapi orang sakit. Aku datang untuk orang berdosa, supaya mereka bertobat.”
   KEADAAN JEMAAT SARDIS?
Wahyu 3:1 “Engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati”.   Jadi perlu kebangunan rohani!.
   SDA-Bible Commentary Jilid IV hlm.1165 “Jiwa orang-orang yang hendak kita selamatkan ibaratnya seperti yang dilihat Yehezkiel didalam khayal lembah penuh tulang belulang. Yakni: Mereka mati dalam pelanggaran dan dosa, tetapi Allah menginginkan agar kita bersikap seolah-olah mereka hidup. Kelihatannya sama sekali tidak ada harapan mereka akan hidup. Namun kata-kata nubuatan harus disampaikan walaupun mereka kelihatan seperti tulang-belulang di lembah itu”.