Tampilkan postingan dengan label Sermon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sermon. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Juni 2020

* Aman Dalam Perlindungan Allah.


Pendahuluan:
   Syalom...Selamat Sabat  Sdr2 terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus.  Puji dan syukur kepada Tuhan yang telah memimpin dan memberkati kita sampa saat ini. Mari kita bersama-sama berdoa sebelum kita merenungkan Firman Tuhan pada hari sabat ini.
   DOA: Maha Besar Allah yang menjadi pencipta langit dan bumi, penebus dan pemelihara kami sekalian.
   Kami bersyukur oleh sebab pimpinanmu selalu menyertai kami. Terimakasih karena Engkau telah hantarkan kami dengan selamat berbakti pada sabat ini.  Kiranya Tuhan boleh beserta kami sementara kami belajar Sabda Tuhan pada saat ini. Dengan demikian Firman-Mu akan memberikan kepada kami sukacita dan kebahagiaan. Kami mohon doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami. Amen.
   Slamat Sabat sdr2 sekalian,...Apa kabar saudara2 pada sabat ini?. Semoga sehat senantiasa!,
   God is good, all the time. All the time, God is good!.
   Terimakasih!.  Dalam beberapa menit kedepan, saya senang mengajar saudara2 untuk merenungkan firman Tuhan dengan Judul: Aman Dalam Perlindungan Tuhan berdasarkan firman Allah dalam kitab Mazmur. 

   Bila kita membaca kitab Mazmur seolah-olah kita dibawa ke dalam suasana yang menyenangkan. Apalagi bila kita sedang mengalami situasi yang sulit, mencekam, gundah gulana, takut dan bersedih.
    Itu sebabnya orang Kristen di seluruh dunia sering membaca kitab Mazmur karena kitab ini dianggap paling istimewa dan memiliki nilai tersendiri dalam membangun kembali spritualitas hidup yang lebih baik.

   Salah satu kitab kesayangan Martin Luther (1483-1546) reformator gereja Protestan adalah kitab Mazmur ini sendiri yang dibacanya setiap hari. Maka tidak berlebihan kalau kitab Mazmur ini disebut sebagai buku pengakuan iman (the book of confession). Karena di dalamnya kita mendapat sesuatu yang sangat berharga dan menumbuhkan iman serta pengharapan kita kepada Tuhan pemilik kehidupan ini.
  
Body:

   Dalam Mazmur 27:1-6, Daud menceritakan pengalamannya tentang Kemahakuasaan Tuhan yang dasyat dalam hidupnya. Keadaan pemazmur yang diceritakan dalam ayat-ayat ini telah lolos dari tiga tahap yang mencekam.
   Pertama: Penjahat-penjahat yang akan memakan dagingnya,
   Kedua: Tentara yang berkemah mengepungnya dan
   Ketiga : Timbul peperangan dalam dirinya.         

   Tetapi semuanya itu Allah menjauhkan dari padanya dan Allah menjadi tempat perlindungannya.

   Untuk itulah dia bersaksi dalam Mazmur 27:1-6.
    “Tuhan adalah terangku dan keselamatanku kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?”.

    Daud sungguh merasakan bahwa Tuhan itu dekat dengan dirinya dan tidak pernah meninggalkannya. Allah selalu menjawab doa-doa dan permohonannya. Dia menganggap Tuhan sebagai tempat persembunyiannya setiap hari dalam menghadapi lawan dan musuhnya.  

   Semua orang menjauh daripadanya sebab tidak dapat berbuat apa-apa atas musibah yang menimpanya. Hanya Allah sendirilah andalannya mengatasi segala persoalan tersebut. Atas sukacita melalui keselamatan yang dialaminya itu dia datang bersyukur dan berterimakasih.  Menghadap kembali kepada Tuhan mempersembahkan korban dengan sorak-sorai. Maka dia berkata: Aku mau menyanyi dan bermazmur bagi Tuhan.

Sdr2ku yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,
   Pengalaman seperti ini jugalah yang terjadi bagi orang yang selalu dekat dan mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. Ketika menghadapi pencobaan dan kesulitan bahkan menghadapi para lawan yang membenci dan menghancurkan hidupnya. Namun Allah beserta dengan dia untuk melindungi dan menjagainya dari berbagai pencobaan. Terutama di tengah-tengah kehidupan kita saat ini, tentu Allahlah yang tetap menjadi penolong dan jaminan serta benteng kehidupan kita.

   Menjelang akhir tahun 2019 masih segar dalam ingatan kita, musibah banjir menimpa hampir seluruh Jabodetabek di tahun baru,  yang mengakibatkan korban jiwa dan kerugian material yang sangat banyak. Namun kita bersyukur keadaan bisa berangsur-angsur normal dan Pemerintah serta gereja tanggap mengantisipasi keadaan yang menakutkan ini. Allah bekerja melalui orang-orang yang peduli di sekitar kita. Sehingga beban kita bisa ringan. Allah tidak tidur namun selalu menjaga kita setiap hari.

   Oleh sebab itulah teks khotbah ini mengajak kita untuk selalu dekat kepada Tuhan penyelamat kita. Dengan tegas pemazmur mengajak kita untuk menjadikan Tuhan sebagai keselamatan dan terang.

   Tidak terasa perjalanan kita berlalu dari hari ke hari dan mengalami baik suka maupun duka. Namun kita tetap aman dan selamat. Itulah pertanda bahwa Tuhan selalu mengasihi.
   Tetapi saat ini kita semua dihadapkan kembali kepada terjadinya wabah virus Covid-19 atau yang dikenal dengan Virus Corona dan pemerintah telah menjadikan Virus Corona ini menjadi bencana nasional.
   Maka untuk itu kita perlu tetap waswas dan tetap menjaga kesehatan dan gaya hidup dengan baik agar tidak terjangkit epidemi corona virus menular ini.

   Teks Firman Tuhan hari Sabat ini mengingatkan kita akan penyertaan Tuhan selalu dalam kehidupan kita.

   Pertama: pengharapan yang tidak henti-hentinya kepada Tuhan sebagai keselamatan dan kekuatan kita.    Rom. 12:12 “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa”.
   Kedua, sebagai orang yang berpengharapan harus selalu menjalin hubungan yang dekat dengan Tuhan.  
   Sebagaimana rasul Yakobus berkata dalam Yakobus 4:8 : "Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu”.Sebab itu kita perlu, membaca firman Tuhan dan berdoa setiap hari.
   Ketiga, menyerahkan segala kekuatiran dan ketakutan kita kepada Tuhan (2 Pet. 5:7). Sebab Tuhan itu dekat kepada setiap orang yang berseru kepada-Nya.

   Dialah benteng pertahanan kita dan perlindungan kita setiap hari. Orang bijak berkata: "Pengalaman adalah guru yang terbaik."
   Melalui pengalaman-pengalaman yang kita lalui membuat kita semakin kuat dalam iman dan membawa hikmat kepada kita. Maka kita tidak perlu ragu dan kuatir akan campur tangan Allah.
   Imanuel, Allah beserta kita. Tuhan tidak memberikan kita apa yang tidak bisa kita pikul. Penderitaan kita tidak melampaui kekuatan kita. Itu artinya Allah sendiri ikut dan campur tangan di setiap perkara yang kita alami.
   Kita harus mengingat bahwa kita akan selalu Aman dalam Perlindungan Allah.

   Keselamatan dan terang kita ada pada Yesus Kristus Anak Allah yang telah datang ke dalam dunia ini. Sebab Yesus berkata: "Akulah terang dunia, barangsiapa mengikut Aku, ia tidak berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup (Yoh. 8:12)."
  
Konklusi:
   Hal-hal yang dapat kita lakukan sebagai seorang umat Allah dan sekaligus bagian dari anggota masyarakat dalam pencegahan wabah virus Corona ini adalah antara lain agar memperkuat keimanan kita kepada Yesus Kristus. Karena Iman yang kuat akan menuntun kita pada sikap hidup yang optimis dan yakin akan pertolongan Allah.  Kemudian agar kita saling menguatkan dan tolong menolong.  Tidak ada seorangpun yang ingin tertimpa musibah, terjangkit virus Corona.
   Untuk itulah setiap umat Tuhan, harus mau untuk saling menguatkan satu sama lain, bahu membahu bagaimana menciptakan kebaikan berupa melakukan pencegahan agar virus corona tidak mewabah ke banyak daerah/tempat.  Saling bertukar informasi yang valid dan benar.  Tetaplah kita dalam iman kepada Allah, jangan panik dan terus berdoa serta mendekatkan diri kepada Yesus Kristus yang akan segera datang menjemput kita pulang ke rumah yang di sorga.  Amen.

   Mari kita berdoa:
   Tuhan Allah Bapa kami di sorga,...
Terima kasih atas penyertaan yang telah diberikan sehingga kegiatan ibadah yang kami laksanakan hari sabat-Mu ini berjalan baik dan lancar. Kami memohon agar Tuhan selalu menyertai kami ditengah wabah virus Corona yang terjadi pada saat ini di negara kami. Berikan hikmat kepada Bp.Presiden Jokowi dan semua kabinetnya agar dapat mencari solusi menangani pandemic yang sedang terjadi di negara kami.
Secara khusus kami berdoa agar kiranya Tuhan selalu melindungi kami semua anggota Jemaatmu dari sakit penyakit dan virus Covid-19. Setelah ini, kami akan beristirahat sejenak sebelum mengikuti rangkaian program selanjutnya sepanjang hari Sabat ini. Kiranya, ibadah yang kami laksanakan ini dapat menjadi penambah rindu untuk kembali melaksanakan ibadah di kemudian hari. Dalam nama Tuhan Yesus kami mengucap syukur.
  
   Tuhan memberkati engkau & Melindungi engkau.
    Tuhan menyinari engkau dgn wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia.
     Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.          Amin.


* MENENANGKAN BADAI


(CALMING THE STORM)
(Mujizat dan Pelayanan Yesus dalam Kitab Markus)
Markus 4: 35-41
Pendahuluan:
   Berapa banyak dari sdr2 yang takut akan badai? Salah satu hal hebat bagi orang2 yang tinggal di Amerika adalah, mereka dapat menikmati keindahan alam ciptaan Allah melalui berbagai musim. Ada berbagai jenis badai yang dialami disana, antara lain : badai petir, tornado, badai es, badai hujan batu es, badai salju, badai petir, dan banjir.( thunderstorms, tornadoes, hail storms, ice storms, snow storms, lightning storms, and floods.)
   Salah satu hal yang menarik tentang badai adalah bahwa semuanya kebanyakan selalu terjadi selama musim-musim tertentu dalam setahun. Beberapa badai tidak menimbulkan kerusakan, sementara ada juga yang menimbulkan bencana besar. Kemungkinan sdr2 masih ingat waktu tertentu saat Anda mengalami badai.
   Badai sangat menarik bagi beberapa orang sehingga ada orang yang disebut sebagai pemburu badai (storm chasers). Sementara yang lain, seperti ahli meteorologi mempelajari cuaca dan badai untuk mencari nafkah.
   Saat berbicara tentang badai sebelum kita masuk kedalam teks kita saat ini, saya ingin sdr2 mengingat hal ini; biasanya ada suatu ketenangan sebelum badai dan suatu damai setelah badai. Sementara kita akan melihat satu bagian dari kitab suci tentang sebuah badai fisik, saya ingin sdr2 mengingat analogi dan persamaan2 dari badai2 dalam kehidupan kita.
   Jika Anda membawa Alkitab, mari kita  buka Markus 4: 35-41 dan saya ingin melayani firman dan menyampaikan pemikiran yang terdapat dalam bagian ayat-ayat ini, dan saya ingin memberikan judulnya dengan: 'MENENANGKAN BADAI.'
   Mari kita baca : Mark 4:35-41
   35. “Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka:”Marilah kita bertolak ke seberang.
  36. “Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia”.
   37. “Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air”.
   38. “Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?”.
  39. “Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu:”Diam!. Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali”.
  40. “Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya”.
  41. “Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain:”Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?”.

   Hal ini tepat setelah Yesus mengajarkan tentang perumpamaan biji sesawi. Saya harus tunjukkan itu karena Yesus memberi tahukan kepada para murid bahwa mereka hanya memiliki iman yang kecil kpd. Allah yang dapat melakukan hal-hal besar!
  Jadi, ketika saya menguraikan dan menghubungkan teks hari ini dengan kehidupan sdr2, saya ingin membagi pelajaran ini menjadi lima bagian:
1.  PERINTAH - Markus 4: 35-36
35. “Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka:”Marilah kita bertolak ke seberang.”
  • Setelah Yesus selesai mengajar, sekarang sedang berada di malam hari dan mungkin hari sudah mulai gelap
• Mereka saat ini berada di Danau Galilea tempat dimana Yesus banyak melakukan mukjizat
o Tempat Yesus berjalan di atas air
• Yesus memberi PERINTAH ke mana mereka harus pergi berikutnya, yaitu ke Dekapolis di mana ia akan melakukan mukjizat berikutnya yang merupakan wilayah bukan Yahudi
o Yesus sudah mempersiapkan mereka untuk apa yang akan terjadi selanjutnya.
o Sama seperti Tuhan selalu mempersiapkan Anda untuk musim berikutnya, saat badai, atau keadaan sebelum itu terjadi
• Hal lain yang harus sdr2 perlu ketahui adalah kenyataan bahwa Yesus ada bersama mereka sepanjang waktu
  o Anda perlu tahu, apa pun yang Anda alami dalam kehidupan ini, Allah selalu ada di sana, bersama Anda.
Mark 4: 36. “Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia”.
• Perhatikan disini bahwa Jesus menyuruh para murid agar orang banyak itu pulang.
• Ada keterangan yang kedua disini, bahwa Yesus bersama mereka lagi.
• Disana tidak hanya ada satu perahu, tetapi ada yang lain, yang mungkin merupakan grup kecil yang ingin mengikuti Yesus.
2.  KRISIS/SAAT GENTING/KEMELUT – Mark 4:37
37. “Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air”.
• Kalau hal seperti ini terjadi, tentu kita akan bunyikan alarm, menyatakan bahwa kita sedang memiliki masalah
• Istirahat & Kedamaian bisa dialami Yesus meskipun ada badai besar. (a great storm).
• Bayangkan ombak memukul perahu dengan kekuatan besar dan mungkin anda berpikir  akan membalikkan kapal.
• Tidak hanya itu tetapi angin begitu kencang dan ombaknya begitu tinggi sehingga perahu itu penuh dengan air dan hampir tenggelam
• Jadi, bila Anda tidak tenang didalam perahu, maka air akan bertambah banyak masuk dan pasti membuat perahu karam/tenggelam.
3.  TERIAKAN MEMANGGIL YESUS – Mark 4:38
38. “Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?”.
• Yesus berada di bagian buritan kapal di tempat yang paling banyak goncangan, namun Yesus tertidur lelap, Mengapa? karena Allah yang memegang kendali.
• Di sini para murid sangat ketakutan.
• Lihatlah emosi yang menguasai mereka, dan berkata: Apakah Engkau tidak peduli kalau kita mati?
o Perhatikan mereka tidak khawatir tentang Yesus, mereka khawatir tentang diri mereka sendiri
o Berapa banyak dari Anda yang seperti itu, selalu mencari nomor 1, di saat kesusahan dan bahaya Anda baru berseru kepada Yesus
o Kita harus memanggil Yesus setiap saat, di setiap bidang kehidupan kita, tidak peduli apa yang terjadi di sekitar kita, atau dalam hidup kita.
4.  KETENANGAN /The Calm– Mark 4:39
39. “Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu:”Diam!. Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali”.
• Yesus hanya mengucapkan tiga kata dalam bahasa Inggeris: PEACE BE STILL, (“Diam! Tenanglah”.)Greek: Siopa Pephimoso (arti harfiah: to be muzzled= dibredel/diberangus—menunjukkan kemarahan dan kekerasan badai serta tindakan Yesus yang dramatis.
• Yesus memiliki kuasa, otoritas, dan kemampuan untuk mengubah sifat
o Yesus memiliki kuasa, otoritas, dan kemampuan untuk mengubah sifat Anda, sifat dosa Anda
5.  KESIMPULAN – Mark 4:40-41
  40. “Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya”.
  41. “Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain:”Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?”.
• Yesus bertanya kepada mereka, mengapa kamu begitu takut, mengapa kamu tidak percaya?/tidak memiliki iman?.
• Responsnya adalah rasa takut yang dijawab oleh rasa takut, mereka tidak bisa mempercayai mata mereka
APLIKASI KISAH INI UNTUK KEHIDUPAN KITA:
• Orang-orang didalam perahu/kapal adalah mewakili kita
• Badai mewakili sifat dosa dan bagaimana musuh ingin membawa kita keluar
• Yesus menenangkan badai menunjukkan kekuasaannya atas musuh
Jadi, bagaimana dengan Anda pada saat ini ?
Dalam bidang apakah Anda membutuhkan kedamaian dalam hidup:
• Damai dengan anak-anak Anda
• Damai dengan Pasangan Anda atau orang penting lainnya
• Damai pada pekerjaan Anda
• Damai di sekolah
• Damai di lingkungan/tetangga Anda
• Damai dengan anggota keluarga lainnya
• Damai dengan teman-teman Anda
• Damai dengan Allah.
• Bagaimana dengan kedamaian batin?
   Apa pun area hidup Anda maka yang Anda butuhkan adalah damai di dalam Allah yang dapat diberikan kepada Anda melalui Yesus Kristus. Anda dapat memiliki kedamaian yang melampaui semua pengertian, Anda dapat naik melampaui apa pun yang Anda alami melalui suatu hubungan pribadi dengan Yesus.  Amin.

Senin, 11 Mei 2020

* HOW TO FIGHT FEAR

Cara Mengatasi Ketakutan.
Best Way to Get Rid of Mice | Popular Science

PRAYER::
   Heavenly Father,...Thank you Lord, for You has led and blessed each of us safely to meet at this time together with BISA group and the guests.  We gladly surrender our live to You in worship and praise. Father,...as we meet now,..may your H.S.gives us understanding while we study your word. Forgive all of our sins Lord. We ask all this in the wonderful name of Jesus. Amen.


1. Brothers and sisters in Jesus, ..We are very glad to be able to meet through this zoom with all of you.  It gives me great pleasure to share with you this evening some of the thoughts I have gathered in the study about things that rob our joy.
 There are all kinds of things that rob the joy in our lives. 
 For instance, you get up in the middle of the night to go to the kitchen for some water and a second, after you turn the kitchen light on, you see a small furry animal scurry across the floor. Or you are at your favorite restaurant and you are enjoying your meal and you see a roach climb up the wall.
   Fear is also something that robs our joy. The topic of our lesson this evening is : How to fight fear.
====
   Kita ingin membahas tentang hal-hal yang merampas sukacita kita. Ada banyak hal yang merampas sukacita dalam hidup kita. Misalnya, Anda bangun di tengah malam untuk pergi ke dapur untuk mengambil air dan sedetik setelah Anda menyalakan lampu dapur, Anda melihat seekor binatang berbulu kecil berlarian melintasi lantai. Atau Anda berada di restoran favorit Anda dan Anda menikmati makanan Anda dan Anda melihat seekor kecoak memanjat tembok.

Ketakutan juga merupakan sesuatu yang merampas sukacita kita.
A List of Phobias

2. ILLUSTRATION: There are a lot of things, you and I are afraid of. 
   I found a list of phobias that I like to share. Cyberphobia: fear of computers; Ecclesiophobia: fear of church; Lunaphobia: fear of the moon; Astraphobia: fear of lightning; Chrometophobia: fear of money; Europhobia: fear of the color red; Homilphobia: fear of sermons; Triskaidekaphobia: fear of the #13, Peladophobia: fear of baldness, Phobophobia: fear of fear.
=============   
   ILUSTRASI: Ada banyak hal yang Anda dan saya takuti. Saya menemukan daftar fobia yang ingin saya bagikan. Cyberphobia: takut akan komputer; Ecclesiophobia: takut akan gereja; Lunaphobia: takut akan bulan; Astraphobia: takut petir; Chrometophobia: takut akan uang; Europhobia: takut warna merah; Homilphobia: takut akan khotbah; Triskaidekaphobia: takut pada # 13, Peladophobia: takut kebotakan, Phobophobia: takut akan ketakutan.

Cancer, One Day at a Time: Inc. Wings for Injured Athletes ...
 3. You and I both know that there are things we fear, that we shouldn’t be. Things that are beyond our control. Things that aren’t even a reality. For instance we might be afraid to face death. We might be afraid of commitment or rejection. Or we have the constant fear that our kids are going to get hurt and that’s all we think about. Or we might have the fear that we’ll never measure up to anyone or the fear that we might wake up and have cancer one day.(but God may keep it away from us).
===========
   Anda dan saya sama-sama tahu bahwa ada hal-hal yang kita khawatirkan yang tidak seharusnya terjadi. Hal-hal yang berada di luar kendali kita. Hal-hal yang bahkan bukan kenyataan. Misalnya kita mungkin takut menghadapi kematian. Kita mungkin takut komitmen atau penolakan. Atau kita memiliki ketakutan terus-menerus bahwa anak-anak kita akan terluka dan hanya itu yang kita pikirkan. Atau kita mungkin memiliki rasa takut bahwa kita tidak akan pernah bisa menghargai siapa pun atau takut bahwa kita mungkin bangun dan menderita kanker suatu hari.
(Tapi kiranya Allah menjauhkannya dari kita)

It's Not Your Fight any More - The David and Goliath Story
4. I want us to look at a story in the Old Testament found in 1 Samuel 17 about Goliath who challenged the Israeli Army,  to help show us, not only what fear does but how we are to fight it.

(WE CAN READ IN 1 SAMUEL 17 , HOW GOLIATH TERRIFIES ISRAEL’S ARMY.)
========
   Saya ingin kita melihat sebuah cerita dalam Perjanjian Lama yang ditemukan dalam 1 Samuel 17 tentang Goliath yang menantang tentara Israel,  untuk membantu menunjukkan kepada kita tidak hanya apa yang ditakuti itu lakukan tetapi juga bagaimana kita harus melawannya.
RINGKASKAN CERITA 1 SAMUEL CERITA SAMPAI DENGAN GOLIATH MENANTANG TENTARA ISRAEL.
The Giants in Our Lives (David and Goliath): Applying the ...

 5. All of us have our Goliath’s. All of us have those things that intimidate us day after day. Those fears that haunt us and accuse us and make us feel miserable. What does this constant fear do to us? If we are not careful, this is what happens when we live in a constant state of fear:
· Experience lack of enthusiasm. (Life just isn’t exciting and purposeful anymore).
· We have unfocused thoughts (All we can think about is what we fear.)
· Keeps us from interacting with others. (All we want to do is be alone and deal with it by ourselves.) And then....
• Keeps us from getting anything done. (All we are consumed with is the fear.)
• Eventually turns into ungodly behavior. (Because we don’t know how to deal with it in a healthy way we turn to unhealthy ways of coping.) When we live in a constant state of fear, 
• It Causes health problems. (This fear & anxiety puts a tremendous strain on our bodies. Causes abdominal trouble, tension of the muscles, pressure in the head.)
• Can cause premature death. (Wears the body down. Fear can keep you from getting medical help. If you have a disease that can only be corrected by surgery and you are afraid of surgery what is going to happen?), and the last one....

• Chips away at our intimacy with God. -->We see God as having caused this.)
==================

   Kita masing-masing/semua memiliki Goliath. Kita semua memiliki hal-hal yang mengintimidasi kita hari demi hari. Ketakutan itu menghantui kita dan menuduh kita serta membuat kita merasa sengsara. Apa yang dilakukan secara terus-menerus oleh ketakutan  ini terhadap kita? Jika kita tidak berhati-hati, inilah yang terjadi ketika kita hidup dalam kondisi ketakutan yang terus menerus:
• Mengalami kekurangan semangat. (Hidup tidak menarik dan tidak bertujuan lagi)
• Kita memiliki pikiran yang tidak fokus (Semua Yang bisa kita pikirkan adalah apa yang kita takuti.)
• Membuat kita tidak berinteraksi dengan orang lain. (Yang ingin kita lakukan adalah menyendiri dan menghadapinya sendiri.)
• Menghindarkan kita dari menyelesaikan sesuatu. (Semua yang kita konsumsi adalah ketakutan.)
• Akhirnya berubah menjadi perilaku yang tidak saleh. (Karena kita tidak tahu bagaimana menghadapinya dengan cara yang sehat, kita beralih ke cara mengatasi yang tidak sehat.)
• Menyebabkan masalah kesehatan. (Rasa takut & cemas ini membuat tubuh kita sangat tegang. Menyebabkan masalah perut, ketegangan otot, tekanan di kepala.)
• Dapat menyebabkan kematian dini. (Mematikan tubuh. Ketakutan dapat menghindarkan Anda dari mendapatkan bantuan medis. Jika Anda memiliki penyakit yang hanya dapat diperbaiki dengan pembedahan dan Anda takut akan pembedahan, apa yang akan terjadi?)
• Mengikis keintiman kita dengan Tuhan. (Kita melihat Tuhan yang menyebabkan ini.)


Pin on Inspirational & Motivational Memes


Transition: 
 6. We need to remember that God is not the author of fear! 
    2 Timothy 1:7 “For God did not give us a spirit of timidity, but a spirit of power, of love and of self-discipline” (NIV)
   The only kind of fear that God promotes is the fear of Himself. This is not a “scaredy cat” kind of fear, but a healthy reverential fear that says I stand in awe of you Oh Lord.
===============
Transisi: Kita perlu mengingat bahwa Tuhan bukanlah pencipta ketakutan! 
  2 Timothy 1: 7 “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban”.

   Satu-satunya jenis ketakutan yang dipromosikan oleh Tuhan adalah ketakutan akan diri-Nya sendiri. Ini bukan jenis "kucing ketakutan" tetapi rasa ketakutan hormat yang sehat yang mengatakan bahwa saya mengagumi Engkau, ya  Allah.

Case Study: Of David's And Goliath'sThe Triz Journal
 7. So, how do we fight fear? Let’s go back to our David and Goliath story. Let’s use David as our model in knowing how to fight fear.
(WE CAN STUDY THE STORY FROM DAVID WANTING TO KILL GIANT TO THE END.)
  So,...how to fight fear according to David's model? :
1). First of all we need to face it (the fear). No one was willing to but David. We need to have the guts to do that.
ILLUSTRATION: Brothers and sisters in Jesus,
   Fear is not pleasing to the Lord.
An important truth to remember when facing your fears is, that you are not alone.   How to fight fear?
2). Recall how God has helped you in the past. 
       (Read 1 Sam.17: vs. 34-37)
   The same God that helped you in the past is the same God who will help you today.
3). Realize you can’t fight fear the world’s way. 
        (Read 1 Sam.17: 38-40, 45)
================
   Jadi, bagaimana kita melawan rasa takut? Mari kembali ke kisah Daud dan Goliath kita. Mari kita gunakan Daud sebagai model kita dalam mengetahui cara melawan rasa takut.
(RINGKASKAN CERITA DAUD YANG  INGIN MEMBUNUH RAKSASA SAMPAI AKHIR.)
1). Pertama-tama kita harus menghadapi rasa takut itu. Tidak ada yang mau kecuali Daud. Kita harus punya nyali untuk melakukan itu.
ILUSTRASI: Ketakutan tidak menyenangkan Tuhan.
Sebuah kebenaran penting untuk diingat ketika menghadapi ketakutan Anda adalah bahwa Anda tidak sendirian.
2). Ingat bagaimana Tuhan telah membantu Anda di masa lalu. (Baca 1 Sam.17: vs. 34-37)
   Tuhan yang sama yang membantu Anda di masa lalu adalah Tuhan yang sama yang akan membantu Anda hari ini.
3). Sadarilah bahwa Anda tidak bisa melawan rasa takut dengan cara dunia (Baca 1 Sam.17: 38-40, 45)

His Name Is Wonderful (Lyrics) - YouTube

  8. God does things unlike man because he wants to remind us, that he is God and we are not. So, don’t suppress your fears or justify your fears. But deal with them, with God’s resources. His name.
   What is so special about his name? A name defines, who that person is. It is a declaration of personality. It is authoritative. We have his name as our way of taping into the resources of God. We have prayer. In His Name we come to him in prayer. We have power. We have confidence.
========
   Allah melakukan semua perkara/hal bukan seperti manusia karena dia ingin mengingatkan kita bahwa dia adalah Allah dan kita bukan Allah. 
   Jadi, jangan menekankan ketakutan Anda atau membenarkan ketakutan Anda. Tetapi hadapilah mereka(ketakutan) itu dengan sumber daya Tuhan (with God’s resources). Yaitu di dalam Namanya. 
   Apa yang istimewa dari namanya? Sebuah nama mendefinisikan siapa orang itu. Itu adalah suatu deklarasi kepribadian. Itu otoritatif/berkuasa. Kita memiliki namanya sebagai cara kita memanfaatkan sumber daya Tuhan. Kita memiliki doa. Dalam Nama-Nya kita datang kepadanya dalam doa. Kita memiliki kuasa.  Kita memiliki keyakinan/confidence/kepercayaan diri.
Daud memakai umban seperti yang dilihat tentara orang Israel
      How to fight Fear according to David's model:
9.   4). Rise & get on with your life. 
         (Read 1 Samuel 17: vs. 52 “And the men of Israel and Judah arose, and shouted, and pursued the Philistine, until thou come to the valley, and to the gates of Ekron!”)

   After David triumphed over the giant, the army was able to attack the Philistine army & win. But before that for 40 days they were at a standstill. You see, fear paralyzes us. But when we fight it with God’s resources, we are able to, not only triumph but move forward in our lives. God wants us to move on in our life.
==================
   4). Bangkit & maju terus dalam hidup Anda.
          (Baca 1 Samuel 17: vs. 52) 
   "Maka bangkitlah orang2 Israel dan Yehuda, mereka bersotak-sorak lalu mengejar orang-orang Filistine sampai dekat Gat dan sampai pintu gerbang Ekron")
   Setelah Daud menang atas raksasa itu, tentara dapat menyerang pasukan Filistin & menang. Tapi sebelum itu selama 40 hari mereka berdiri diam. Anda lihat ketakutan itu bisa melumpuhkan kita. Tetapi ketika kita melawannya dengan sumber daya Tuhan, kita tidak hanya mampu menang tetapi bergerak maju dalam hidup kita. Tuhan ingin agar kita maju terus dalam kehidupan kita.
Who is the Giant in Your Life? - MississippiMom.com

  10. CONCLUSION:

   What is the giant, you are dealing with, in your life? Isn’t it time, you dealt with it God’s way?
INVITATION: Write down what you fear on a piece of paper. As a way to show your determination to face your fear, fold it up and bring it to the presence of the Lord. Before God wants your surrender tonight, he wants you to give Him your fear.     So we don’t need fear for the uncertain situation today for corona virus, because we know that God be with us.
   With God we can overcome fear, without God fear will consume our lives. May God bless us. Amen.
==========
   KONKLUSI:
   Apakah raksasa yang Anda hadapi dalam hidup Anda?       Bukankah ini saatnya Anda menghadapinya dengan cara Tuhan?
   Bersama Allah kita dapat mengatasi rasa takut, tanpa Allah maka rasa takut itu  akan menghancurkan hidup kita.

   UNDANGAN: Tuliskan apa yang Anda takutkan pada selembar kertas. Sebagai cara untuk menunjukkan tekad Anda untuk menghadapi rasa takut Anda, lipat dan bawalah itu ke hadapan Tuhan. Sebelum Tuhan menginginkan penyerahan Anda malam ini, ia ingin agar Anda menyerahkan kepada-Nya  ketakutan Anda.
   Jadi kita tidak perlu takut akan situasi yang tidak pasti hari ini karena virus korona, sebab kita tahu bahwa Tuhan menyertai kita.
    Dengan Tuhan kita dapat mengatasi/mengalahkan rasa takut, tanpa Allah maka rasa takut itu akan menghancurkan kehidupan kita. 
   Semoga Tuhan memberkati kita. Amin.

PRAYER:
Our heavenly Father,
  We thank you that you are not distant from us but have drawn near, in your Son, our Savior, Jesus Christ. He understands our worries and our fears.  Help us to respond as your children now.  We pray for this pandemic spreading across our world, remembering all who have lost loved ones and praying for those seriously ill at this time.
   We pray for our national and state governments as they work with the best medical advice to guide us on how we should respond and what action we should take.  May this crisis bring out the best in us, not the worst.
   Help us to live by faith and not by fear.
   God of grace and God of mercy, hear our prayers at this time.  Strengthen us, by your Spirit, so that:  we may carry on our lives as best as we are able, looking out for others, showing love in action, being faithful in prayer, and bringing encouragement, hope and peace; always trusting in you our Rock and our Redeemer. Forgive us our sins.

  These prayers we bring to you in Jesus’ name.
Amen.


Selasa, 03 Maret 2020

Keberanian Untuk Mengambil Keputusan

Hasil gambar untuk Kristen sejati
KRISTEN: 
KEBERANIAN UNTUK MENGAMBIL KEPUTUSAN
(Pdt.H.M. Siagian,MPTh)

Ayat Inti:  Matius 7:13-14.
   “Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; Karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya”.

Pendahuluan:
   Saudara-saudara yang kekasih dalam Kristus,
   Rupanya tidak gampang untuk menjadi atau hidup sebagai seorang Kristen yang sejati.  Kira-kira 179 tahun yang lalu, di negeri Denmark hiduplah seorang filsuf dan teolog abad ke 19 bernama Soren Kierkegaard.
   Didalam hidupnya, ia selalu berada dalam ketakutan.
   Ia takut apakah ia benar-benar telah berhasil mengambil keputusan di dalam hidupnya. Ia takut, jangan-jangan ia hanya “ikut arus” saja di dalam kehidupan sebagai orang Kristen. Ia takut, jangan-jangan ia sebagai pribadi akan tenggelam saja di dalam arus massa.  Dan dengan begitu hubungan pribadinya dengan Allah akan menjadi kabur, dan kemudian hanya larut di dalam kebiasaan-kebiasaan masaal.  Memang kehidupan gereja di negara Denmark pada zamannya sangat “formil”.
   Gereja adalah gereja negara, dan karena itu semuanya diatur oleh negara. Orang beragama, atau menjadi Kristen, bukan karena ia secara pribadi merasa terpanggil, tetapi karena kebiasaan, karena TRADISI.
   Hal ini menyebabkan sikap kritis gereja terhadap dunia ini (dalam hal ini terhadap negara, kebudayaan, politik, dll) menjadi tumpul.  Lebih baik jangan “kritis”, sebab kalau begitu jangan-jangan subsidi ditarik kembali.
   Di dalam salah satu bukunya, dia mencoba meninjau perbuatan Abraham pada waktu ia mengorbankan anaknya yang tunggal yakni ISHAK.  Abraham, telah bersedia untuk mengorbankan anaknya yang tunggal, walaupun ia tahu bahwa tanpa anak itu, ia tidak lagi memiliki masa depan bagi keturunannya.  Hanyalah kalau kita mencoba mengerti pilihan yang sulit ini bagi Abraham, maka barulah kita memahami maknanya iman.
   Jadi iman seperti itu dipertentangkan oleh Kierkegaard dengan keadaan sekeliling, KEADAAN DUNIA, keadaan gereja yang semuanya berjalan dengan TENANG, gampang, tidak ada persoalan, berjalan dengan sendirinya dan seterusnya.

Pembahasan:
   Saudara-saudara yang kekasih didalam Tuhan Yesus,
   Saat ini kita akan mencoba mempelajari apa yang dikatakan Yesus, menurut catatan Matius.  Ini adalah merupakan bahagian dari “KHOTBAH DI BUKIT” yang terkenal itu.  Mari kita baca Matius 5:13-16...Disini Yesus mencoba untuk menjelaskan kedudukan orang percaya di dalam dunia ini.  Kata Yesus, orang percaya itu, adalah seumpama GARAM.  Garam itu asin, ia mempunyai sifat untuk mengawetkan makanan.  Garam bekerja diam-diam, tetapi daya kerjanya sangat kuat. Dengan garam segala sesuatu dapat disimpan lama.  Karena itu, apabila garam itu menjadi tawar, maka ia tidak berguna lagi.
   Sebenarnya kita tidak dapat membayangkan garam yang menjadi TAWAR.  Karena garam tanpa rasa asin bukan lagi garam.  Kegaraman dan keasinan adalah satu. Dengan perkataan lain, keasinan adalah hakekat, adalah sifat asli garam.

   Lukisan kedua yang dipakai Yesus adalah TERANG. Terang memiliki sifat menampakkan diri. Justru karena ia dapat menampakkan diri, maka ia disebut TERANG.
   Terang itu menyebabkan juga benda-benda lain (disekeliling kita) menjadi TAMPAK.  Kesimpulannya, terang mempunyai sifat mengantarkan gambaran benda-benda ke dalam mata kita, sehingga dengan begitu kita dapat melihat benda-benda tersebut. Dengan segala lukisan ini, Yesus mau menjelaskan siapakah sebenarnya orang percaya (orang Kristen) di dalam dunia ini.  Ada satu istilah yang biasanya digunakan oleh Perjanjian Baru untuk menunjukkan hal itu.  Istilah itu adalah SAKSI.  Orang percaya adalah SAKSI. Orang Kristen adalah saksi.  Kita adalah saksi.  Sama seperti garam tidak dapat dibayangkan tanpa rasa asin, dan TERANG tanpa sifat menerangi, maka demikian juga Kekristenan tidak dapat dibayangkan tanpa hal menjadi saksi.  Hal menjadi saksi adalah sesuatu yang melekat pada orang Kristen.  Tidak ada orang Kristen yang hanya orang Kristen saja, tanpa itu (sekali gus) adalah saksi.
   Tetapi hal menjadi saksi itu bukan sesuatu yang mudah. Ia bukanlah sesuatu yang “MULUS” saja.
   Dalam kerangka itulah, Yesus memberitahukan kepada kita, bahwa hal menjadi saksi itu seumpama seorang yang masuk melalui PINTU YANG SEMPIT.  Mari kita baca dalam Matius 7:13a, 14a : “Masuklah melalui pintu yang sesak itu...karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan”. Kata Yunani yang dipakai di sini untuk jalan sempit: “hodos tethlimmene”, memiliki akar yang sama dengan kata “thlipsis” yang dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan sebagai: KESAKITAN, KESENGSARAAN, CELAKA, TEKANAN.
   Tekanan atau kesengsaraan apakah yang dimaksudkan disini?.  Dalam pengertian Perjanjian Baru, istilah itu menunjuk kepada pengalaman tekanan yang dilakukan atas seseorang dari luar. Tekanan yang dari luar itu berasal dari LINGKUNGAN yang kurang bersahabat, yang bersifat bermusuhan. Lingkungan ini dapat berwujud lingkungan sosial-politik, sosial ekonomi, kebudayaan, agama dan atau apa saja.  Orang Kristen harus MENDERITA di bawah TEKANAN itu.  Mengapa HARUS menderita?.  Karena orang Kristen sebagai saksi, harus memberitakan suatu kabar, yang seringkali tidak dapat diterima oleh dunia, sebab seringkali dunia memiliki pemikiran yang lain sekali dengan apa yang dipikirkan orang Kristen.
   Keadaan seperti ini dapat menyebabkan seorang Kristen kehilangan keberanian untuk mengambil suatu SIKAP, yaitu sikap untuk memutuskan.  Kesaksian seorang percaya dapat menjadi tumpul oleh sikap lingkungan yang bermusuhan itu, di mana ia tidak dapat mengatasinya. “Sempitlah pintu yang menuju kepada kehidupan...”, dengan perkataan lain, sempitlah pintu bagi seorang Kristen yang harus berdiri  sebagai seorang saksi Kristus; dapat juga dikatakan secara lain, kuatlah tekanan yang dialami oleh seorang Kristen.
   Tekanan yang dimaksudkan di sini adalah yang berasal dari luar sebagai akibat dari kedudukan kita sebagai saksi tadi.  Yang menjadi pokok disini adalah hubungan Allah – dunia, dan dunia – Allah, di mana orang percaya berdiri sebagai saksi. Memang cukup mudah untuk menjadi orang Kristen, tanpa perlu menjadi saksi.
   Kierkegaard mencela orang sezamannya dan segerejanya, yang cenderung untuk menenggelamkan dirinya dalam suatu kepercayaan yang bersifat masaal, di mana keputusan pribadi tidak mendapat perhatian.
   Dapat dikatakan, bahwa orang Kristen pada abad ke 19 di Denmark pada waktu itu lebih senang untuk masuk dari pintu yang lebar, melewati jalan yang luas, jalan yang gampang/mudah, jalan yang tanpa persoalan.
   Kita sebagai orang Kristen dapat jatuh ke dalam kecenderungan yang sama.  Di negara kita yang berdasarkan Pancasila kita semua sebagai warganegara memiliki kebebasan yang besar untuk ber-“agama”.
   Hal ini tentu saja sangat baik, dan untuk itu kita mengucapkan banyak terimakasih.  Tetapi hal itu dapat juga berbahaya, yaitu bahwa kita bisa jatuh ke dalam sikap yang tidak lagi kritis terhadap segala sesuatu yang dibuat dan yang terjadi, baik dalam lapangan sosial-politik maupun dalam lapangan sosial-ekonomi dan kebudayaan.  Kita bisa kehilangan hakekat kita sebagai saksi.  Apabila kita hampir-hampir tidak mempunyai “tantangan”, maka kita tidak akan pernah dapat “dilatih” untuk mengambil keputusan-keputusan iman.  Kita cenderung untuk tidak lagi mempersoalkan iman kita....
   Di dalam kehidupan ber-gereja, kita juga cenderung untuk jatuh ke dalam sikap “automatisme”, artinya sikap yang berjalan dengan sendirinya demikian.  Mungkin seseorang secara langsung dibaptis di Advent sejak kecil (karena orang-tua orang itu adalah Kristen Advent).  Dengan perbuatan yang berjalan hampir-hampir secara automatis itu, kita bisa cenderung untuk tidak sanggup lagi mengambil keputusan pribadi.

Konklusi:
   Saudara-saudara yang kekasih di dalam Kristus,
   Iman kita janganlah menjadi iman masaal. Iman kita jangan menjadi iman yang automatis  yang sudah  dengan sendirinya berjalan demikian, iman yang tanpa pergumulan....
   Sebenarnya dewasa ini kita harus belajar takut dan gelisah.  Kalau kita tidak dapat lagi takut atau gelisah melihat segala sesuatu di dalam kehidupan kita, kini dan disini, maka pertanyaannya adalah, apakah kita masih layak untuk dipanggil sebagai saksi Kristus!.
                                                     Amin!.