Tampilkan postingan dengan label Articles. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Articles. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Mei 2020

LUTHER DI HADAPAN MAHKAMAH


31-10-1517: Awal Reformasi Protestan, Martin Luther Publikasikan ...
   Pendahuluan:
   Salam sejahtera dan selamat malam bagi kita semua.
   Pada permintaan doa Rabu malam yang lalu mari kita ulangi sedikit pembahasan saat itu yang menyatakan bahwa Marthin Luther sang Reformator tidak akan mundur dari ajaran-ajarannya. Antara lain menentang penjualan surat pengampunan dosa. Rahmat Kristus tidak dapat dibeli, itu adalah pemberian Cuma-Cuma. Telah diberikan waktu selama 60 hari kepada  sang Reformis dengan para pengikutnya di Augsburg, Jerman, jika mereka tidak menarik kembali ajaran2 mereka, maka mereka akan dikirim ke Mahkamah di Roma.

Body:
   Pembahasan kita pada malam permintaan doa ini berjudul: Luther di hadapan Mahkamah, kita ambil dari tulisan yang diilhamkan kepada Ellen White yaitu dari buku Alfa dan Omega Jilid 8 fasal 8.
   Peristiwa ini terjadi di saat Kaisar baru, Charles V naek tahta di Jerman.  Para utusan Roma mengucapkan congratulation kepadanya dan mengajak Kaisar menentang  Reformasi.  Namun penguasa Saxon (Kelompok Jerman mula2) memohon agar tidak memberikan tindakan kepada Luther sebelum ia memberikan waktu kpd.Luther untuk di dengar.
   Jadi Kaisar Charles V telah menunjuk penguasa Saxon untuk membawa Luther bersamanya menghadap di Mahkamah negara Jerman di kota Worms. Pada saat berita tersiar di Worms bahwa Luther akan menghadap Mahkamah,...maka umum menjadi gempar.  Kemudian seorang bernama Alexander, seorang utusan Paus terkejut dan menjadi marah. Kenapa? Karena penyelidikan Mahkamah terhadap sesuatu kasus yang telah diputuskan Paus dengan hukuman mati akan mendatangkan penghinaan kepada kekuasaan dan kedaulatan Paus.  Oleh sebab itu ia mengajukan protes keras kepada Kaisar Charles V utk tidak menghadirkan Luther di Worms. Ia bekerja keras utk mewujudkan hukuman Luther dan menyebarkan tuduhan bahwa Luther adalah sebagai seorang penghasut, pemberontak, dll.  Alexander mendesak kaisar agar melaksanakan keputusan Paus.  Karena kaisar kalah, maka hanya membawa kasusnya saja (tanpa Luther) ke Mahkamah. Saat itulah utusan Paus yaitu Alexander melontarkan banyak tuduhan2 palsu kepada Marthin Luther.  Tetapi seorang anggota Mahkamah bernama Duke George- digerakkan Tuhan pada saat itu untuk memberikan gambaran yang benar akibat kelaliman kepausan. Marthin Luther tidak hadir di Mahkamah itu, tetapi suara Seorang yang lebih besar dari Luther telah diperdengarkan di situ.    Kemudian Konsili menghendaki kehadiran Luther dihadapan mereka di Worms.(dari Wittenberg naek kereta 2 minggu perjalanan,  dalam kondisi sakit). Luther jalan terus. Luther tanpa goyah, mengatakan, “Sekalipun ada Setan di Worms sebanyak genteng yang di atas rumah-rumah, saya tetap akan memasukinya”. Ellen G.White, Alfa & Omega Jld.8, hlm.161. Akhirnya Luther berdiri di depan Konsili.  Adapun jawaban terakhirnya yang jelas di Mahkamah sbb: ,...saya tidak dapat dan tidak akan menarik kembali ajaran-ajaran saya, karena tidak baik bagi seorang Kristen berbicara melawan hati nuraninya. Di sini saya berdiri, saya tidak dapat berbuat yang lain. Kiranya Tuhan Allah menolong saya. Amin.”     Ellen G.White, Alfa dan Omega, Jld.8,  hlm.167.
   Dalam perjalanannya pulang dari Worms ke Wittenberg, sambutan terhadap Luther lebih semarak dibandingkan dengan pada waktu ia pergi.  Tidak lama setelah ia meninggalkan Worms, para pengikut kepausan mendesak kaisar untuk mengeluarkan dekrit melawan Luther.  Dalam dekrit itu Luther dicela sebagai “Setan sendiri dalam bentuk manusia dan berpakaian jubah biarawan”.
   Dalam perjalanan pulang ke Wittenberg ia dicegat oleh teman-temannya dan menyembunyikannya di kastil Wartburg, suatu benteng terpencil di pegunungan.  Dari tempatnya ini, ia aktif dengan penanya untuk menulis banyak risalah yang diedarkan di kota Jerman termasuk menerjemahkan  buku Perjanjian Baru ke dalam bahasa Jerman.  Dari “Patmos” nya yang berbatu-batu(Wartburg)... ia terus menyiarkan Injil. Ia meninggal karena serangan Peny.Stroke 18 Pebr.1546 dalam usia 62 tahun di Eisleben, tempat kelahirannya.

Konklusi:

   Firman Tuhan yang menguatkan dia terdapat dalam Matius 10:28 “Dan janganlah kamu takut kpd.mereka yang dpt.membunuh tubuh, tetapi yg.tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kpd.Dia yg.berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka”.  Kiranya firman Tuhan ini juga yang menguatkan kita selalu dalam kehidupan kita dan memberikan kekuatan bagi kita untuk selalu bertahan dalam kebenaran Tuhan.
  Mata orang-orang telah ditujukan kepada Luther sebagai penerang kebenaran; ia diasingkan agar semua mata boleh ditujukan kepada Pencipta kebenaran abadi itu.  Demikianlah saudara2ku, kondisi pada saat Marthin Luther dihadapkan ke Mahkamah di kota Worms, Jerman. Amin.

  

KEPATUHAN KEPADA ROH KUDUS.


   Refleksi: “Roh Kudus yang Mengubah” | Renungan Harian Lentera Jiwa
“Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni” (Matius 12:31)

Kesaksian
  “Tidak ada yang perlu memandang dosa terhadap Roh Kudus sebagai sesuatu yang misterius dan tidak dapat didefinisikan. Dosa terhadap Roh Kudus adalah dosa penolakan yang terus menerus dalam menanggapi undangan untuk bertobat” (Ellen White, SDA Bible Commentary, vol. 5, hlm. 1093).

   Bahkan orang-orang yang dipenuhi Roh terkadang membuat kesalahan. Abraham, Musa, Daud, dan Petrus semuanya memiliki cacat tabiat dan kegagalan sesaat pada waktu pencobaan. Bahkan Yesus dicobai (Matius 4), namun Ia tidak pernah berdosa. Jadi hanya karena kita berjalan dalam Roh pada saat ini, tidak berarti kita berada di luar kemungkinan untuk melakukan kesalahan, dan kesalahan tidak sama dengan mengeraskan hati kita dalam dosa.
 
   Seorang wanita di tahun-tahun berikutnya telah menjadi tak berperasaan, patah semangat, dan mudah marah. Dia memiliki sedikit toleransi terhadap orang lain kecuali teman-teman terdekatnya dari tahun-tahun yang telah berlalu. Ketika tamu-tamu datang ke gereja, dia sering membuat komentar yang ofensif tentang anak-anak mereka, pakaian mereka, atau sesuatu yang lain.
   Anggota yang baru dibaptis dan anggota lainnya tersinggung oleh kritiknya yang kasar. Beberapa orang menjadi sangat berkecil hati sehingga mereka tidak akan kembali ke gereja. Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan sampai pada satu rapat penatua jemaat.
Saya bertanya kepada para penatua apakah mereka tahu mengapa orang tidak kembali ke gereja. Beberapa dari antara mereka hanya diam. Akhirnya seorang penatua berbicara,  “Pendeta, kita memiliki seorang wanita di jemaat kita yang tidak bisa mengendalikan lidahnya.
  
   Dia bergosip dan mengritik hampir semua orang. Inilah sebabnya mengapa orang tidak akan kembali ke gereja kita.” “Sudah berapa lama hal ini terjadi?” tanyaku. “Selama bertahuntahun, adalah jawaban yang diberikan penatua tadi. Mengapa tidak ada yang melakukan sesuatu tentang ini?” Saya melanjutkan. “Beberapa pendeta telah mencoba, tetapi tidak pernah ada perubahan.” “Ini tidak dapat dibiarkan,” saya berkata, “jadi inilah yang saya usulkan. Saya akan mengunjungi wanita ini dan meminta dia untuk mengubah perilakunya dalam waktu dua minggu. Jika dia tidak mau berubah, maka namanya akan dibawa ke rapat majelis berikutnya
untuk disiplin. Maukah para penatua mendukung saya tentang hal ini?” Para penatua dengan suara bulat mendukung rencana itu.
   Saya mengatur untuk mengunjungi wanita tersebut. “Saya tahu kenapa Pendeta ada di sini,” katanya ketika saya duduk di ruang tamunya. “Oh ya?” jawab saya. “Ya,” lanjutnya,  “Pendeta datang ke sini untuk berbicara tentang cara saya berbicara kepada orang-orang.” “Itu benar sekali,” saya melanjutkan, “tetapi bagaimana Anda tahu itu?” “Karena dua pendeta lain
datang ke rumah saya untuk membicarakan hal yang sama.” “Apakah ada gunanya?” Saya bertanya. “Tidak, tidak.” “Kenapa?” saya bertanya kepadanya. “Karena saya memiliki hak untuk mengatakan apa yang menurut saya paling baik, dan orang-orang terlalu sensitif. Mereka terlalu berperasaan.”
   Saya membahas perilaku Kristen menggunakan ayat-ayat seperti Efesus 4:29-31, tetapi wanita itu masih tidak mau berubah. Dengan doa di hati saya, saya berkata, “Anda memiliki dua minggu untuk mengubah perilaku Anda, atau dengan terpaksa saya akan membawa nama Anda ke majelis jemaat untuk disiplin, dan saya mendapat dukungan dari semua penatua dalam
hal ini.” “Pendeta tidak akan melakukan itu!” serunya. “Oh, ya, saya akan melakukannya kecuali Anda memutuskan untuk mengubah cara Anda berbicara kepada orang lain.” “Aku tidak percaya para penatua akan mendukungmu dalam hal ini,” katanya. “Mereka sudah mendukung saya, dan Anda dapat menanyakan kepada mereka jika Anda mau, tetapi memang
begitulah yang sebenarnya,” saya menegaskan kepadanya. Pernyataan ini membuat wanita itu duduk bersandar dan dengan sungguh-sungguh merenung dalam keheningan.
   Dengan lembut saya berkata kepadanya, “Kami semua mengasihimu dan ingin Anda menjadi bagian dari jemaat kami, tetapi perilaku ini harus berubah.”
   Sabat berikutnya dia tidak datang ke gereja. Teman-temannya menjauhi saya. Saya tahu mereka semua berjuang dengan situasi ini. Sabat berikutnya, tepat sebelum dua minggu berlalu, dia datang ke gereja. Saya berjalan untuk menyambutnya. Wajahnya tenang, tetapi dia meraih
tangan saya dan menggenggamnya dengan kuat. “Pendeta,” katanya, “saya memikirkan semua yang Pendeta katakan. Saya ingin Pendeta tahu, sekarang saya melihat dengan jelas bahwa saya telah salah selama ini. Saya harap Pendeta akan memaafkan saya, dan saya ingin meminta maaf kepada para penatua dan seluruh anggota gereja. Dengan bantuan Tuhan, saya akan menjadi wanita yang berbeda.” Matanya berkaca-kaca saat masuk, dan saya senang mengatakan bahwa dia setia pada janjinya. Orang-orang mulai kembali ke gereja, dan jemaat berkembang pesat.

   Ayat-ayat Alkitab untuk diresapi.
 Matius 12:31, 32 — Penghujatan adalah dosa dan mengambil tempat Tuhan (Markus 2:7-11; Yohanes 10:33).
 Ibrani 6: 4-6 — Orang yang benar-benar bertobat mampu berpaling kepada Yesus.
 Ibrani 4:7 — Waktu terbaik untuk menaati suara Roh Kudus adalah saat pertama kali Ia berbicara kepada Anda.
 Kisah 7:51 — Jangan menentang bimbingan dan peringatan Roh Kudus.
 Lukas 13:34 — Berikan hidupmu kepada Yesus sebelum semuanya terlambat, seperti untuk Yerusalem yang dikasihi-Nya.



Selasa, 11 Februari 2020

Dosa Melawan Roh Kudus

   Hasil gambar untuk dosa menghujat roh kudus
   Sebuah dosa yang tidak ada pengampunan bukanlah dosa terhadap Kristus, tetapi dosa melawan Roh Kudus.
   (Matius 12:31-32).  Mengapa dosa melawan Roh Kudus tidak ada pengampunan?.
   Ada satu alasan sederhana yang diberikan dalam Kitab Suci yaitu : Roh Kudus adalah pribadi yang bekerja dalam hati manusia.  Dalam Yoh.16:8-11 "Ialah yang akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman".  Ada sebuah kata yang sangat jelas tentang pekerjaan Roh Kudus yakni: Menginsafkan (conviction).
 Seorang manusia dapat melihat, merasakan atau mendengar tentang kebaikan dan kasih Allah serta kebutuhannya sendiri untuk menyerah kepada Allah (surrender to God).  Roh mengambil bukti-bukti itu dan menggunakannya untuk menginsyafkan (meyakinkan).  Ia (Roh Kudus) menginsyafkan hati manusia untuk percaya.
   Seorang manusia dapat saja secara terus menerus : 
-Bertahan dengan caranya atau jalannya sendiri.
-Menolak mengakui Allah dan menyerahkan hidupnya kepada Allah.
-Memilih untuk menjadi buta terhadap apa yang dia lihat, dia rasakan dan dengar. 
   Orang seperti itu akhirnya menjadi sangat keras, sehingga dia tidak bisa mengenali kebenaran dan kebaikan Allah. Dia mencapai titik kekerasan, sehingga dia tidak lagi melihat Allah atau merasakan Allah atau mendengar Allah.  Orang ini telah menghujat Roh Allah dan menganggap tugas Roh Kudus untuk meyakinkan atau menginsyafkan itu tidak berharga.  Dia telah melecehkan, mencaci, mengabaikan, menolak serta mengeraskan hatinya terhadap bisikan Roh Allah secara permanent.  Dia telah menghujat Roh Allah dan penghujatan semacam itu tidak bisa dimaafkan, kata Kristus.
   Catat apa dosa yang tidak dapat diampuni itu: Dalam istilah paling sederhana dan jelas, itu adalah penolakan:
-Yang keras kepala (stubborn rejection).
-Yang kaku/keras tengkuk.
-Kepercayaan yang keras kepala.
   Ketika Roh menginsyafkan seseorang untuk berbalik kepada Tuhan, dan orang itu:
* Menolak dan menolak terus, penolakannya menjadi keras kepala.
*Menampik dan menampik terus, penyangkalannya menjadi kaku.
*Kepercayaannya menjadi tegar hati.
   Dia bersikeras terlalu lama dan menolak untuk menyerah kepada Allah sementara hatinya masih cukup lembut untuk dijamah/disentuh (while his heart still soft enough to be touched).  Jika ada panggilan untuk membangkitkan penghormatan dan pertobatan terhadap Allah -patuhlah kepada Roh Kudus!. Tidak ada harapan untuk keselamatan kecuali melalui: Kristus dan kuasa Roh Kudus yang menginsyafkan.
                                       ==oo==
   

Senin, 10 Februari 2020

Langkah2 Mengatasi Masalah Saudara.

Hasil gambar untuk pemecahan setiap masalah
Langkah ke 7
Selalu Ada Pemecahan Untuk Setiap Masalah.

   Tidak pernah ada suatu masalah, yang walaupun demikian besarnya yang tak bisa diatasi.  Saudara mungkin saja menghadapi masalah-masalah yang sungguh-sungguh sulit dan besar, yang nampaknya tidak mungkin diatasi, namun kemampuan saudara untuk berpikir dan berdoa, bertahan dan percaya, akan dapat mengatasi setiap masalah dalam hidup ini.  Jangan sekali-kali saudara mengatakan bahwa tak ada harapan.  Dalam hal apa pun juga, jangan biarkan diri anda menjadi kecut dan negatif, sehingga saudara menjadi putus asa. "Jangan sekali-kali putus asa".
   Hanya orang-orang yang putus asa saja yang dikalahkan oleh masalah-masalah.  Tuhan telah menciptakan dunia ini sedemikian rupa, sehingga manusia diberi kesanggupan untuk menghadapi dan berpikir, dan berdoa, dalam menghadapi setiap masalah, tak peduli betapa pun besar atau kompleksnya keadaan.  Manusia dikaruniai kuasa batin atas masalah-masalah yang dihadapinya. Sebagaimana Injil mengatakan, "Dengan kuasa yang diberikan Kristus kepada saya, saya kuat menghadapi segala rupa keadaan".(Flp.4:13--Kabar Baik Masa Kini).
   Salah satu dari karunia yang diberikan kepada saudara adalah kesanggupan "mendengarkan" dengan telinga rohani, yaitu menghubungkan saudara dengan dasar kesadaran saudara, di mana Suara Allah datang membimbing saudara.  Selaraskan pikiran, doa, dan keheningan yang dalam, sewaktu saudara mendekatkan diri kepada Allah, sehingga bimbingan-Nya dapat saudara tangkap dengan jelas.  Hal ini akan bermanfaat terutama pada saat-saat krisis, yaitu ketika saudara sekonyong-lonyong dihadapkan pada suatu perkara yang demikian besar sehingga rasanya saudara sungguh-sungguh tak berdaya.  Pada saat-saat seperti itulah saudara akan menemukan, bahwa saudara memiliki suatu kesanggupan rohani, yang dapat menarik kuasa untuk datang membantu saudara.  Ingat bahwa "memang selalu ada pemecahan untuk setiap masalah".  Karena itu, teruslah percaya, berpikir, berdoa.

Cara bertindak:

1. Percayalah bahwa ada pemecahan pada setiap masalah. Buanglah setiap keragu-raguan.
2. Jangan menyerah dalam usaha mencari pemecahan. Setiap masalah akan terpecahkan melalui usaha yang terus menerus.
3. Camkan kesanggupan yang Tuhan berikan kepada saudara untuk mengatasi masalah.
4. Kembangkan karunia mendengarkan dengan "telinga rohani" yaitu tuntunan Allah.
5. Ingatkan selalu diri saudara, bahwa setiap kesulitan mengandung hal yang menguntungkan.
6. Jangan lupa, bahwa setiap masalah mengandung benih-benih pemecahannya sendiri.
7. Praktekkan masa-masa hening dengan Allah.
8. Teruslah percaya, berpikir, berdoa.

Langkah2 Untuk Mengatasi Masalah Saudara.



Hasil gambar untuk doa kristen
Langkah ke 6
Doa Yang Memberi Kemenangan.

   Untuk menangani masalah secara berhasil, berdoalah agar saudara dapat mengatasinya.  Ini adalah cara yang teraman dan tepat dalam mengatasi setiap masalah, sebab di sini kita bisa melihat PEMIKIR TERBESAR sepanjang masa.
   Pakailah rumus berpikir-berdoa.  Intelegensi manusia digabung dengan intelegensi ilahi.  Usaha manusia digabung dengan kuasa Ilahi.  Apa yang tidak dapat saudara pikirkan, Allah dapat. Jawaban yang saudara tidak tahu, Dia tahu.
   Suatu cara yang banyak kali menolong adalah duduk tenang, kemudian dengan cermat menuliskan masalah saudara secara terperinci. Saudara akan mengetahui dengan lebih pasti, apa sebenarnya masalah saudara itu. Bahkan mungkin dari itu, begitu saudara menuliskan masalah saudara, saudara dapat melihat cara pendekatan dari pemecahannya yang tadinya tersembunyi.  Akibatnya, saudara akan memiliki perasaan tenang, karena tampaknya saudara dapat memecahkannya.
   Setelah melihat masalahnya dengan jelas, saudara mulai dapat mengambil langkah-langkah untuk pemecahannya.
   Menuliskan masalah-masalah dapat menolong kita untuk mengorganisirnya, membuatlah lebih jelas, dan membantu kita untuk melihat masalah sebagaimana adanya. Sederhanakan masalah-masalah itu dalam bentuknya yang sedernaha. Satu, dua, atau tiga jenis saja, maka langkah-langkah ke arah pemecahan akan muncul sendiri. Dengan menyelaraskan pikiran saudara dengan pikiran Allah, maka di dalam saudara, saudara akan memiliki pikiran, "yang terdapat juga dalam Kristus Yesus". (Filipi 2:5).
   Setelah menuliskan masalah-masalah tadi secara mendetail, langkah berikutnya--dalam rangka pemecahan, adalah mengatasinya dengan doa.  Rahasianya adalah berdoa yang mendalam dan sungguh-sungguh. Doa semacam itu memerlukan disiplin dan usaha yang tetap.
   Tetapi dari pihak kita--manusia, masih diperlukan suatu tindakan lain lagi. Tindakan itu adalah ketetapan hati.
   JANGAN PERNAH MENYERAH. MAJU TERUS, BAGAIMANAPUN BESARNYA HAMBATAN. HADAPILAH MASALAH DENGAN TENANG DAN CERDIK. PERIKSALAH KEADAAN, DAN LAKUKANLAH SEGALA YANG DAPAT SAUDARA LAKUKAN. JANGAN MENYERAH, BAIK DALAM PIKIRAN MAUPUN DALAM TINDAKAN. BERDOA, PERCAYA, DAN TERAPKAN SIKAP BERPIKIR POSITIF DALAM MASALAH YANG SAUDARA HADAPI, DAN JANGAN MENYERAH.
   Kalau segala hal tampaknya berjalan serba salah, saudara mempunyai kesempatan besar untuk mempraktekkan sikap mental dan doa yang positif.  Sambil mempercayai bahwa dengan pertolongan Allah saudara akan dapat mencapai tujuan saudara.  Pertahankan pikiran dan keyakinan, bahwa yang baik sedang datang membantu saudara, dan teruslah berketetapan demikian.  Pikiran bahwa "suasana sudah di luar kemampuan kita" sering dipakai orang untuk merasionalkan perasaan ingin menyerah terlalu cepat.
   Orang-orang yang berhasil dalam hidup ini, adalah orang-orang yang bangkit dan mencari situasi(suasana) yang cocok bagi mereka.  Jika suasana yang demikian tidak ada, maka mereka menciptakannya." Itu adalah sikap yang melahirkan keajaiban-keajaiban atas masalah-masalah.

Cara bertindak:
1. Berdoalah untuk saudara dalam mengatasi masalah saudara. Berdoalah dengan keyakinan.
2. Pakailah rumus berpikir-berdoa.
3. Tuliskan masalah saudara secara terperinci untuk menjelaskan, dan bukannya untuk membiarkan ia merongrong saudara.
4. Perkecillah kesalahan dari unsur manusia dengan menekankan kebenaran Allah.
5. Lakukanlah segala yang mungkin untuk saudara lakukan, dan serahkan keberhasilannya pada Allah.
6. Praktekkan pengaturan mental spiritual dengan ayat-ayat Alkitab.
7. Jangan menyerah. Jangan putus asa. Maju terus selalu dengan keyakinan akan kemenangan.

Langkah2 Untuk Mengatasi Masalah Saudara.

Hasil gambar untuk Yesus menyertai sampai kesudahan
Langkah ke 5: ALLAH MENYERTAI SAUDARA.

   Percayalah bahwa Allah menyertai saudara, karena demikianlah janji-Nya dalam Alkitab: "AKU MENYERTAI KAMU SENANTIASA".  Saudara dapat mengatasi setiap masalah, dan saudara tidak perlu melakukan hanya dengan kekuatan sendiri saja, karena saudara melihat, Allah bersama dengan saudara.
   Saudara memiliki daya kemampuan ekstra yang datang dari Dia. Jadi saudara beruntung karena memiliki pengertian serta kekuatan yang lebih besar daripada yang dimiliki manusia mana pun.  Adakah masalah yang terlalu besar bagi Allah dan saudara yang bersama-sama menghadapinya secara harmonis?.  Allah dan saudara adalah kombinasi yang sungguh-sungguh hebat.
   Ilustrasi:
   Seorang ibu yang masih muda dan menarik, dengan wajah yang berseri-seri menceritakan pengalamannya tentang cara-cara Allah menyertai dia dalam menghadapi pelbagai masalah.  Ia adalah penyandang cacat karena kelumpuhan yang disebut infantile paraplysis.  Tetapi roh kemenangan begitu jelas memancar dari wajahnya, menunjukkan bahwa ia tahu bagaimana mengatasi setiap masalah.
   Ketika dia ditanya, Apakah yang menjadi rahasianya?. Ia menjawab dengan bersemangat: "Oh,..saya tahu nomor telepon Allah. Saya bisa berhubungan dengan Dia setiap saat. Salurannya selalu terbuka, dan Ia selalu menjawab."
   Selanjutnya ketika dia ditanya, nomor telepon Allah itu berapa?.  Inilah yang menjadi jawabannya: "Yer.33:3. Artinya, Yeremia pasal 33 ayat 3 yang bunyinya: BERSERULAH KEPADAKU MAKA AKU AKAN MENJAWAB ENGKAU DAN AKAN MEMBERITAHUKAN KEPADAMU HAL-HAL YANG BESAR, DAN YANG TIDAK TERPAHAMI, YAITU HAL-HAL YANG TIDAK KAU KETAHUI".
   Jelaslah bahwa saudara dapat menangani setiap masalah yang saudara hadapi, karena saudara mengetahui nomor telepon Allah, dan adanya suatu kepastian bahwa nasehat dan pertolongan ilahi itu selalu tersedia bagi saudara.

   Jika masalah-masalah tampaknya terlalu besar bagi saudara, hal ini mungkin karena saudara tidak berseru kepada Allah. Telepon-Nya ada. Coba putar nomor telepon-Nya (Yer.33:3).  Hubungilah Dia dan Ia akan menunjukkan jalan keluar dari kesulitan yang saudara hadapi. Ia akan menuntun saudara dalam mengatasi setiap masalah. Camkan dalam-dalam pada pikiran saudara, bahwa Allah menyertai saudara senantiasa.
   Bagaimana saudara bisa yakin bahwa Allah menyertai saudara secara pribadi serta amat dekat dengan saudara?.
   Caranya ialah praktekkan hadirat Allah. 
   Bercakap-cakaplah dengan Dia dalam pikiran saudara. 
   Berpikirlah dengan Dia.  Anggaplah senantiasa bahwa Allah ada di sisi saudara, melahan sebenarnya Ia lebih dekat lagi dari itu.  Saudara boleh berbicara kepada Allah ketika anda mengendarai mobil. Atau, ketika saudara sedang berjalan di jalanan.  Diwaktu malam saudara perlu menyediakan sebuah kursi kosong di samping tempat tidur saudara.  Tujuannya ialah untuk memberikan efek--melalui praktek-prakter tersebut, suatu sikap mental di mana iman mampu berkembang lebih besar daripada masalah-masalah yang saudara hadapi.  Inilah caranya mempraktekkan hadirat Allah.

   Praktek pengaktifan iman semacam ini, akan memberikan kenyataan atas percaya kita, dan akan menjelmakan keyakinan bahwa hadirat Allah-lah yang menyertai dan menolong saudara. Cobalah dan temukanlah kenyataan besar ini dalam hidup pribadi saudara.  Lakukanlah itu dengan Allah.  Sering didemonstrasikan bahwa memikirkan Allah telah mengaktifkan kuasa-kuasa yang secara ajaib merubah seseorang yang tadinya dikalahkan oleh masalah-masalah, sekarang menjadi pemenang-pemenang. "BEBASKANLAH ALLAH BEKERJA ATAS SAUDARA.  Ia akan membantu saudara dan membenahi saudara sampai saudara dapat menangani setiap masalah, betapa pun sulitnya masalah itu. PIKIRKANKANLAH ALLAH! PIKIRKANLAH ALLAH! PIKIRKANLAH ALLAH!.  Dan bebaskan Dia melakukan pekerjaan atas saudara. Dia akan melakukan!.  Cara lain lagi adalah percaya pada Allah secara mendalam dan memupuk kepercayaan (to trust).  Percaya mempunyai dasar intelektual, yaitu menerima kebenaran akan Allah dalam pikiran kita. Trust atau percaya yang mantap adalah percaya yang diaktifkan.  Dalam hal ini saudara beristirahat dan tenang di atas iman saudara, dan yakin bahwa ia akan menopang saudara sampai selamat.  Tidak peduli betapa pun sulitnya atau mustahil nampaknya.  Kalau saudara merasa tak sanggup menghadapi suatu masalah karena nampaknya terlalu besar, praktekkan keyakinan, bahwa Allah akan mengirimkan bantuan-Nya, bantuan besar dari sumber-sumber yang tak terduga sedikit pun.

Cara bertindak:

1. Putarlah telepon Allah (Yer.33:3).
2. Praktekkan hadirat Allah.
3. Kembangkan kemampuan saudara untuk percaya.
4. Percayalah bahwa saudara akan keluar dari kegelapan mental. Iman akan mengusir segala kesuraman.
5. Wujudkan hadirat Allah. Praktekkan kenyataan-Nya.
6. Camkan berulang-ulang. Karena Allah di pihak saudara, tidak ada yang dapat melawan saudara.
7. Manfaatkan kuasa dari memikirkan Allah.
8. Praktekkan percaya yang mantap sampai saudara sungguh-sungguh dapat percaya dengan keyakinan yang tenang bahwa segala-galanya akan beres. Praktekkan "trust".

Sabtu, 08 Februari 2020

Langkah2 Mengatasi Masalah Anda.

Hasil gambar untuk orang yang tetap semangat
LANGKAH KE 4: SAUDARA LEBIH BESAR DARI MASALAH SAUDARA.
   
   Dalam proses mengatasi masalah, penting sekali kita sadari di mana posisi kita terhadap masalah-masalah itu.  Dan kebenaran yang hendak ditekankan disini, ialah bahwa saudara lebih besar dari masalah saudara.  Kebenaran ini berlaku untuk segala jenis masalah yang akan saudara temui di atas bumi ini.  Karena itu, camkanlah dan percayalah: “SAYA LEBIH BESAR DARI MASALAH APA PUN. SAYA DAPAT DAN MAMPU MENGATASI SETIAP MASALAH.”  Saudara jangan ragu-ragu. Sebab pernyataan ini sehat dan benar.  Dasar dari kepercayaan yang teguh ini adalah karena saudara adalah ANAK ALLAH, yang telah diciptakan menurut peta dan teladan Allah. Tidak akan pernah ada faktor-faktor apa pun yang dapat menandingi hubungan antara: saudara dan Allah Yang Maha Besar, Pencipta saudara.
   Trapkan kepercayaan saudara akan kebenaran ini, sampai saudara menerimanya dalam kedalaman kesadaran saudara. Sehingga pada suatu waktu, saudara akan sungguh-sungguh mengalami bahwa SAUDARA LEBIH BESAR dari masalah-masalah saudara.  Kecendrungan kita biasanya merasa rendah serta tak berdaya jika berhadapan dengan masalah-masalah. Malahan kita dihantui oleh perasaan tak enak sebab konflik dan ketidak puasan atas kelemahan-kelemahan kita dalam menghadapi masalah-masalah pada umumnya, serta masalah-masalah yang khusus—yang kita hadapi dewasa ini.
   Di dalam pikiran, orang cendrung untuk membesar-besarkan masalah masalah dalam imajinasi sedemikian rupa, sehingga benar-benar diluar besar yang sebenarnya.  Hal demikian jadi mencemaskan atau menakutkan.  Bukan karena ia terlalu besar untuk kita hadapi, melainkan karena pikiran kita yang penuh ketakutan telah beraduk dengan kesulitan-kesulitan yang sebenarnya tidak penting.  Cara yang penting untuk kita adalah mengecilkan masalah sampai ukuran yang wajar.
   BUANGLAH SEGALA PERASAAN TAKUT, PANIK, DAN TAK BERDAYA. Kemudian mulailah dengan berpikir objektif.  Jadi, jangan membiarkan masalah-masalah itu membuat saudara terpaku.  Saudara lebih besar dari masalah saudara. Saudara memiliki kuasa mental dan spiritual untuk mengatasinya. HADAPILAH MASALAH ITU DENGAN TENANG DAN PERCAYA, KETIKA IA MENGHAMPIRI SAUDARA.  Jangan meremehkan diri saudara.  Jangan pula membesar-besarkan ketidakmampuan saudara.  Banyak orang kalah, sungguh-sungguh selalu kalah, sebab mereka mempunyai kebiasaan sebagai “self limitators” yaitu membesar-besarkan kekurangan dan kelemahan mereka.  Gambaran diri (self image) mereka menyebabkan mereka melihat diri mereka sendiri, sebagai orang-orang lemah dan tak berdaya.
   
   Saudara sebenarnya adalah sesuai dengan gambaran diri saudara.  Karena itu, mulailah merubah gambaran diri saudara.  Buanglah konsep-konsep yang membuat saudara rendah diri, yang menyebabkan saudara tidak efektif selama ini.  Jadilah sebagaimana saudara adanya: SEORANG ANAK ALLAH, BEBAS, BESAR DAN SUNGGUH-SUNGGUH BESAR.  Marilah menjadi demikian dalam pikiran saudara, dan nanti saudara akan sungguh-sungguh demikian keadaannya.
   Ada seorang yang beriman tangguh, anak Allah sejati, pernah memberikan sebuah kata-kata mutiara seperti ini: “JANGAN MEMBANGUN SESUATU YANG AKAN MELAWAN DIRIMU SENDIRI”.  Ini sungguh benar dan sungguh penting.  Sehingga saudara perlu menuliskannya di atas kertas kartu.  Bawa itu dalam dompet saudara. Tempelkan itu di atas cermin saudara. Selipkan ia dibawah meja tulis saudara.  Tempelkan itu ditempat saudara mencuci tangan atau piring.  Tetapi lebih baik lagi, cetak itu dalam ingatan saudara, sampai ia benar-benar berakar dan memotivasi saudara.  Sekali lagi: JANGAN MEMBANGUN SESUATU YANG AKAN MELAWAN DIRIMU SENDIRI.  Apa arti sebenarnya dari kata-kata itu?.  Memang sederhana, tapi sangat penting: “Jangan lagi saudara berkata dalam hati, bahwa saudara tak akan dapat melakukannya, bahwa saudara orang rendahan yang kurang dalam kemampuan, tidak sanggup menghadapi masalah-masalah saudara”.
   Mulai sekarang buanglah kata TIDAK dari kata-kata tidak dapat. Katakanlah: “AKU BISA KARENA AKU ADALAH ANAK ALLAH, SEORANG YANG DICIPTAKAN BUKAN UNTUK DIKALAHKAN OLEH HIDUP INI, TETAPI UNTUK MENGUASAINYA”. Dan untuk mengokohkan dan membangun iman saudara, untuk memperbaiki sikap hidup saudara, untuk memperbaiki gambaran diri saudara, masukkan dan tanamkanlah dalam pikiran saudara suatu pernyataan lainnya, suatu pernyataan yang sungguh-sungguh berkuasa, “AKU DAPAT MELAKUKAN SEGALA PERKARA MELALUI YESUS YANG MENGUATKAN SAYA”.(Filipi 4:13 versi King James).
   
   Rubahlah konsep yang selalu membatasi diri saudara menjadi suatu konsep yang kreatif.

Rabu, 05 Februari 2020

Langkah2 Untuk Mengatasi Masalah Anda.

Hasil gambar untuk Pintu terbuka
Langkah ke 3
Ketahuilah Seluk- Beluk Masalah Saudara


   Janganlah menggeluti masalah. Jangan mengeluh bila masalah menimpa saudara. Sebaliknya, mulailah menyelidiki. Karena masalah menyediakan banyak pengetahuan bagi saudara.
   Sesungguhnya, masalah adalah metode utama yang Allah pergunakan untuk mengajar saudara, dan menolong saudara untuk bertumbuh.  Jika masalah datang, daripada mengeluh dan bersusah lebih baik mengatakan saja kepada Allah: "TUHAN, APAKAH YANG MAU TUHAN AJARKAN KEPADA SAYA MELALUI MASALAH INI?. PENGERTIAN APAKAH YANG MAU TUHAN BERIKAN PADAKU?.  Kemudian hadapilah masalah saudara itu.
   Pergunakanlah seluruh kemampuan berpikir dan kemampuan berdoa saudara.  Tuntunan Tuhan yang mengherankan akan saudara alami, begitu saudara membuka masalah tersebut. Saudara akan memperoleh pengetahuan bagaimana mengatasinya.  Mereka yang ingin tidak mempunyai masalah-masalah, tempatnya adalah di kuburan. Sebab, untuk mereka hidup yang mendatangkan masalah-masalah telah berlalu. Mereka sudah berhenti dari pekerjaan mereka. Mereka tidak repot-repot lagi dengan sesuatu apa pun dalam hidup ini.  Mereka tidak bermasalah sama sekali.  Tetapi mereka mati.  Jadi masalah sebenarnya bukti adanya kehidupan.
   Jika saudara menghampiri suatu masalah secara rohaniah, disertai upaya mental yang penuh, dan ditambah dengan iman yang sejati, maka pengertian dan tuntunan akan diberikan Tuhan secara luar biasa kepada saudara.  Saudara bisa sungguh-sungguh mendapatkan tuntunan atau pengarahan yang khusus. Allah akan memberitahu saudara apa yang perlu saudara lakukan dengan masalah saudara. Saudara akan diberi kuasa atas masalah-masalah itu.  Tetapi bagaimana saudara bisa tahu langkah mana yang harus diambil, keputusan mana yang harus dipilih, jalan mana yang harus ditempuh?.  Untuk ini ada beberapa cara, tetapi salah satunya adalah metode pintu tertutup.  Ada seorang ibu yang sering memberi nasehat kepada seorang anaknya: "Kalau satu pintu tiba-tiba menutup di depanmu, itu artinya Allah sedang menuntun kamu ke pintu terbuka yang lain yang Ia sediakan bagimu.".
   Semoga hal ini mendorong kita agar maju dengan ketetapan hati akan adanya pintu yang terbuka.  Jadi, bersyukurlah akan masalah-masalah saudara.  Masalah-masalah itu penuh dengan nilai-nilai yang berharga bagi saudara jika saudara percaya.

   Cara bertindak:
1. Jangan bergumul dengan masalah. Selalu ajukan pertanyaan ini:"Apakah yang Allah katakan kepada saya melalui masalah ini?".
2. Bergembiralah bahwa saudara memiliki masalah-masalah. Karena semuanya itu menunjukkan saudara hidup.
3. Percayalah bahwa masalah tidak mengandung hal-hal yang jahat, tetapi yang baik.
4. Ketahuilah bahwa dalam setiap masalah terkandung nilai-nilai yang amat berharga bagi saudara.
5. Dekatilah setiap masalah dengan resep berpikir-berdoa-percaya.
6. Majulah terus melalui keyakinan PINTU TERBUKA yang Allah siapkan bagi kita.

Selasa, 04 Februari 2020

Langkah2 Untuk Mengatasi Masalah Anda.


  

Hasil gambar untuk Iman kepada Yesus"
Langkah ke 2:
Percaya bahwa Saudara akan selamat dari masalah-masalah saudara.
  
   Mulai sekarang kembangkan iman yang sebenarnya kepada Allah serta kemampuan-Nya untuk memecahkan setiap masalah bersama-sama dengan saudara. Iman semacam itu akan membawa saudara untuk berkemenangan dalam setiap masalah.  Seseorang pernah ditanya mengenai, apakah falsafah anda terhadap masalah-masalah itu?. Jawabnya: "Sebenarnya saya berterimakasih atas seluruh masalah-masalah saya. Karena setiap kali sebuah masalah teratasi, saya menjadi lebih kuat dan lebih mampu menghadapi masalah-masalah di masa datang. Saya bertambah dewasa oleh masalah saya."
   Percayalah bahwa saudara akan sanggup atau dapat, maka hal itu akan terjadi.  Prinsip dinamis ini telah didemonstrasikan dalam kehidupan banyak orang percaya, sehingga tidak perlu diragukan kebenarannya.  Adalah teramat penting saudara percaya, bahwa saudara bersama-sama dengan Allah dapat memecahkan persoalan apa pun juga. Semakin yakin saudara percaya, semakin pasti bahwa kemenangan akan terjadi.  Kata percaya dan dapat, adalah dua kata yang berkaitan dalam tindakan yang kreatif. Injil mengungkapkan kebenaran ini:"Jika engkau dapat percaya, segala perkara dapat terjadi bagi orang yang percaya"(Markus 9:22 terjemahan langsung dari King James).
   Seorang lelaki yang sudah mengalami kegagalan demi kegagalan membaca suatu pernyataan yang sangat memukau hatinya dalam sebuah buku.  Pernyataan itu adalah, "HARAPKANLAH YANG TERBAIK, DAN DAPATKANLAH".  Kalimat itu mengejutkan dirinya, sehingga ia tiba-tiba menyadari, bahwa selama ini ia hanya memikirkan soal kegagalan demi kegagalan.  Ia telah membuktikan kebenaran Alkitab secara terbalik setiap hari, ia juga telah mengharapkan yang terjelek, maka itulah yang dialaminya.
   Karenanya ia mulai mencari-cari lebih banyak ide-ide yang praktis dalam Injil, yang dapat menghapuskan bayangan-bayangan kegagalannya selama ini. Ia menemukan banyak, termasuk yang dua ini: "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah maka kamu akan mendapat; ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu".(Matius 7:7), dan "Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban".(2 Tim.1:7).  Ayat-ayat Alkitab itu mencuci bersih pikirannya yang lama, mengusir keragu-raguan dan rasa rendah dirinya. Katanya, "Saya memutuskan untuk mengambil sikap lain dalam menghadapi tugas-tugas saya. Saya memulai pagi saya dengan mengucapkan berulang-ulang: SAYA MENYENANGI TUGAS SAYA, HARI INI ADALAH KESEMPATAN BESAR BAGI SAYA".  Tak berapa lama kata-kata tersebut diulang dan diulang, maka mulailah menjadi kenyataan.  Jadi, jika saudara ingin menjadi orang percaya dengan iman yang bertindak dan berkuasa (vitas action faith), mulailah menguatkan iman saudara yang lemah dengan konsep-konsep yang berkuasa dari dalam Injil. Injil penuh dengan pikiran-pikiran yang membangkitkan iman, yang dapat merubah sikap mental saudara. Masukan dalam kesadaran saudara dengan membacanya.  Kemudian hafalkan di luar kepala. Dengan begitu saudara telah menetapkannya dalam pikiran.
   
   Akhirnya, melalui proses perembesan mental dan spritual ayat-ayat tadi akan masuk ke dalam bawah sadar, dan jika hal itu terjadi, saudara akan menjadi orang percaya yang yakin atas kemengangan-kemenangan di balik masalah yang saudara hadapi.  Dan ingatlah ini: "Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka ia akan pindah, dan tak akan ada yang mustahil bagimu"(Matius 17:20).
   Ilustrasi: 
   Seorang bernama Fred Haas.  Ia adalah seorang di antara orang-orang percaya, yang dibentuk oleh iman yang kokoh.  Ia percaya, bahwa ia akan melewati setiap masalah dengan kemenangan.  Setelah 30 tahun bekerja keras, Fred kehilangan perusahaannya karena partner yang curang.  Kita menduga bahwa dia pasti akan penuh dengan kepahitan ketika datang kepada seorang temannya.  Tetapi kebalikannya.  Malah ia memberitahukan kepada temannya, bahwa ia sekarang memiliki lebih banyak keuntungan daripada masa-masa yang silam. "Semua yang saya miliki ketika saya memulai 30 tahun yang lewat adalah  Rp.500.000, sekarang saya memiliki Rp.5.000.000.  Jadi sekarang anda melihat bahwa saya lebih banyak memiliki, katanya dengan senyum kepada seorang temannya.
   "Saya memulai dengan seorang isteri yang baik, dan saya sekarang masih bersama-sama dengan dia. Puji Tuhan!, saya lebih maju dalam pengalaman.".  Itulah yang dia nyatakan.  Dalam waktu satu tahun setelah pengalaman pahit itu, ia telah memulai perusahaan barunya yang berjalan lancar.  Salah satu pernyataannya yang penting kita ingat ialah: "Saya telah memutuskan untuk tidak menjadi pemikir kalau, melainkan pemikir bagaimana".
   Pemikir kalau hanya memikirkan kesulitan atau kemunduran yang penuh penyesalan pada dirinya sendiri. "KALAU saja aku melakukan ini atau itu...KALAU saja hal ini, atau situasi itu tidak terjadi...KALAU saja orang tersebut tidak memperlakukan saya demikian tak adilnya..."
   Kalau kata KALAU itu dapat berkepanjangan dan tidak akan ada habis-habisnya. Dunia ini penuh dengan pemikir-pemikir kalau saja yang salah.  Sebaliknya pemikir bagaimana, tidak akan menghabiskan tenaganya dengan kata-kata kalau.  Ketika kesulitan menimpanya, ia dengan segera mencari pemecahan yang terbaik.  Karena ia tahu bahwa selalu ada jalan pemecahan. Dia bertanya pada dirinya sendiri, "BAGAIMANA aku dapat menggunakan kemunduran ini secara kreatif?. BAGAIMANA aku dapat menghasilkan sesuatu yang baik dari kemelut itu?".
   Pemikir bagaimana memecahkan masalah-masalah secara efektif karena ia mengetahui bahwa nilai-nilai selalu terkandung dalam setiap kesulitan.  Ia tidak menghabiskan waktunya dengan kata kalau saja, tetapi langsung bekerja dengan pikiran kreatif BAGAIMANA.
   Berikutnya, ketika kesulitan itu menimpa saudara, hindarilah kata kalau itu. Fokuskan pikiran saudara dengan kata dinamis BAGAIMANA. Kemudian mintalah pertolongan Allah untuk membimbing saudara menjawab kata BAGAIMANA tersebut.  Saudara akan heran betapa cepatnya masalah saudara akan terselesaikan.  Satu sebab mengapa orang percaya bisa dengan sukses mengatasi masalahnya ialah bahwa ia tidak pernah melarikan diri dari masalah tersebut.  Dia tidak bodoh dan dangkal untuk beranggapan bahwa jika ia dapat menghindarkan diri daripada kesulitan yang dihadapinya, maka di tempat lain hal-hal itu akan menjadi lebih mudah. Ia tahu bahwa kesulitan yang sama, akan mengikutinya ke mana pun ia pergi. Oleh sebab itu jalan satu-satunya yang benar adalah berhenti dari melarikan diri, serta berdiri tegak menghadapi masalah-masalah tersebut, dan berjuang mengatasinya.
   Ini berlaku bagi kita semua.  Jika saudara tidak mengalahkan kesulitan-kesulitan itu disini dan sekarang ini, mereka akan mengganggu dan menghantui saudara seumur hidup saudara.  Jadi, jangan lari. Tetapi lawanlah. Percayalah bahwa saudara akan menang sekarang, dan di tempat di mana saudara ada.  Itu adalah suatu resep bermanfaat dalam menghadapi hal-hal yang disebut masalah.

Langkah2 Untuk Mengatasi Masalah Anda

Hasil gambar untuk Berpikir positif" Langkah 1: BERPIKIR POSITIP.

   Dalam mengatasi setiap masalah saudara, upaya anda yang pertama-tama seharusnya adalah mengambil sikap mental yang positif.  Yaitu berpikir dan percaya, bahwa saudara dapat mengatasi persoalan saudara itu, sehingga dengan demikian saudara sebenarnya sudah mulai memecahkannya.
    Lakukanlah ini, maka saudara telah memulainya.   Disebuah kantor terdapat sebuah plakat yang bertuliskan: "SIKAP ADALAH LEBIH PENTING DARI KENYATAAN".  Yang pada akhirnya, kata-kata itu telah menolong seorang yang telah membacanya tertolong dalam mengatasi masalahnya sendiri.  Karena kata-kata itu mengajar kita, bagaimana seharusnya melihat pada kenyatataan-kenyataan.  Seorang negatif dapat berkata, "Ini sulit. Ini fakta yang sungguh-sungguh sulit.  Anda tak dapat berbuat apa-apa". Tetapi orang yang bersikap positif berkata, "Ya, itu memang fakta, dan fakta itu perlu kita ketahui. Namun selalu ada jalan untuk memecahkannya.  Fakta ada untuk dipecahkan, dan saya harus mencari jalan guna memecahkan hal tersebut".

   Orang negatif hampir selalu dikalahkan oleh adanya fakta-fakta, Sedangkan orang positif akan menanganinya secara kreatif.  Bukan hanya fakta-fakta, tetapi sikap saudara terhadap fakta-fakta itu juga turut menentukan hasil akhirnya.
   Bagaimana saudara memikirkan sesuatu masalah adalah hal yang amat penting.  Saudara dapat memikirkan diri saudara sendiri sukses, atau saudara dapat memikirkan saudara sendiri gagal.
   Saudara dapat memikirkan diri saudara berkemenangan atas masalah-masalah saudara, atau saudara memikirkan diri saudarah dikalahan oleh masalah-masalah tersebut.  Bentuk pikiran saudara akan menentukan jenis pengalaman yang akan menimpa saudara.
   Ada satu hukum yang disebut HUKUM TARIKAN.  Suka menarik suku.  Pepatah Inggeris mengatakan: "Burung-burung yang berbulu sama saling mengelompok".
   Pikiran jenis tertentu menarik yang serupa. Demikian pula pikiran negatif memancarkan pikiran-pikiran negatif.  Merangsang dunia sekitarnya secara negatif pula. lalu menarik kepada dirinya sendiri, sehingga akhirnya ia memperoleh hasil negatif.
   Jadi apa yang dipancarkan ke luar oleh pikiran saudara, akan kembali mempengaruhi saudara juga.
   Pemikir positif sebaliknya mengirimkan dari otaknya pikiran-pikiran positif, optimis dan teguh oleh iman. Ia mengaktifkan dunia sekitarnya secara positif.

   Mari kita lihat contoh dua orang salesman(penjual). Yang seorang diberikan wilayah yang kurang sekali memberi keuntungan pada perusahaannya. Wilayah dimana ia harus memperkenalkan dagangannya, terkenal sebagai daerah yang tak seorangpun dapat menjual sesuatu di sana.
   Orang yang satu ini memasuki wilayah baru itu dengan pikiran yang sudah dicekoki oleh pendapat umum tersebut. Yaitu bahwa kemungkinan untuk bisnis di tempat itu sama sekali tertutup.
   "Karena itu,"pikirnya", buat apa susah-susah. Saya telah diperlakukan secara tidak adil. Masa saya ditempatkan di daerah yang sulit begini".
   Saudara tak perlu heran melihat ia gagal untuk mengembangkan bisnis yang dipercayakan perusahaan di daerah tersebut.  Akhirnya ia meninggalkan perusahaan itu. Bahkan lucunya, ia belum pernah mencobanya.  Baginya adalah suatu fakta bahwa ia tidak akan mungkin mengembangkan usaha di daerah tersebut.  Sikapnya terhadap hal itu adalah negatif. Dan hasilnya?. Negatif!.

   Salesman yang kedua datang dari tempat yang jauh. Ia tidak mengeteahui keadaan daerah tersebut.
   Kecuali, bahwa daerah itu berada pada pusat daerah-daerah metropolitan yang sedang berkembang.
   Tak seorang pun pernah membisikkan kepadanya, bahwa penjualan di daerah itu sukar.  Karenanya salesman ini segera saja mulai sibuk dan berhasil menjual banyak.
   "Ini benar-benar tambang emas yang tak pernah digarap," ujarnya.  Sekuruh pemikirannya positif, dan tindakannya pun positif.  Ia sukses besar di daerah tersebut.  Begitu menonjol sikap positifnya, sehingga jika sebelunya ada orang yang memberitahukan kepadanya, bahwa daerah itu adalah daerah jelek, ia pasti tidak akan mempercayainya. Alasannya?.  Karena ada ratusan ribu penduduk yang hidup di daerah itu.  Mereka semua membutuhkan dagangannya. Ia harus masuk ke situ untuk mencuplai mereka. Ia seorang yang sukses.
   Saudara seharusnya dapat memikirkan, bahwa saudara dapat mengatasi masalah-masalah, sehingga hal itu benar akan terjadi. Tetapi saudara harus berpikir, dan bukannya bereaksi secara emosional.
   Kalau kesulitan datang, biasanya timbul kecenderungan untuk panik, merasa terganggu, atau
malahan marah-marah. Reaksi-reaksi semacam itu adalah reaksi emosional. Jika orang bertindak oleh karena dorongan-dorongan emosioanal, maka tindakannya itu tidak rasional.
   Seorang harus melatih dirinya untuk tenang dalam pikirannya. Ia harus melatih dirinya untuk tenang dalam pikirannya. Ia harus mendinginkan pikirannya.  Karena kepala tidak dapat berpikir kalau panas,  Hanya kalau kepala dingin, barulah ia dapat menghasilkan sesuatu konsep yang nyata dan rasional, yang dapat memecahkan masalah-masalh.  Karena itu jangan membiarkan diri saudara dikuasai oleh emosi.
   Coba pikirkan, sebenarnya kepala adalah milik kita yang amat penting.  Usahakan agar ia tetap didisiplinkan.  Ingat akan pernyataan Thomas Edison, "Fungsi utama dari tubuh adalah untuk membawa otak ke mana-mana".  Penemu besar ini mengetahui bahwa dalam pikiran, otak yang bekerja tidak kepanasan, di sanalah kita mendapatkan ide-ide dan bukannya desakan-desakan emosi.
   Dengan buah-buah pikiran yang sehat itulah kita dapat memecahkan masalah-masalah.

CARA BERTINDAK:
1. Ambillah suatu sikap mental positif dalam menghadapi segala masalah.
2. Hentikanlah segala pikiran yang negatif, dan segala percakapan yang negatif.
3. Ulangi dan resapi kata-kata, bahwa sikap saudara terhadap sesuatu fakta adalah lebih penting daripada fakta itu sendiri.
4. Manfaatkan HUKUM TARIKAN. Tariklah dengan pikiran saudara yang positif, hasil-hasil yang positif saja.
5. Disiplinkan diri saudara, agar pikiran saudara tetap tenang. Dinginkanlah!.

Rabu, 15 Januari 2020

Kepatuhan Kepada Roh Kudus.


“Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni” (Matius 12:31)

Kesaksian
  “Tidak ada yang perlu memandang dosa terhadap Roh Kudus sebagai sesuatu yang misterius dan tidak dapat didefinisikan. Dosa terhadap Roh Kudus adalah dosa penolakan yang terus menerus dalam menanggapi undangan untuk bertobat” (Ellen White, SDA Bible Commentary, vol. 5, hlm. 1093).

   Bahkan orang-orang yang dipenuhi Roh terkadang membuat kesalahan. Abraham, Musa, Daud, dan Petrus semuanya memiliki cacat tabiat dan kegagalan sesaat pada waktu pencobaan. Bahkan Yesus dicobai (Matius 4), namun Ia tidak pernah berdosa. Jadi hanya karena kita berjalan dalam Roh pada saat ini, tidak berarti kita berada di luar kemungkinan untuk melakukan kesalahan, dan kesalahan tidak sama dengan mengeraskan hati kita dalam dosa.
 
   Seorang wanita di tahun-tahun berikutnya telah menjadi tak berperasaan, patah semangat, dan mudah marah. Dia memiliki sedikit toleransi terhadap orang lain kecuali teman-teman terdekatnya dari tahun-tahun yang telah berlalu. Ketika tamu-tamu datang ke gereja, dia sering membuat komentar yang ofensif tentang anak-anak mereka, pakaian mereka, atau sesuatu yang lain.
   Anggota yang baru dibaptis dan anggota lainnya tersinggung oleh kritiknya yang kasar. Beberapa orang menjadi sangat berkecil hati sehingga mereka tidak akan kembali ke gereja. Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan sampai pada satu rapat penatua jemaat.
Saya bertanya kepada para penatua apakah mereka tahu mengapa orang tidak kembali ke gereja. Beberapa dari antara mereka hanya diam. Akhirnya seorang penatua berbicara,  “Pendeta, kita memiliki seorang wanita di jemaat kita yang tidak bisa mengendalikan lidahnya.
  
   Dia bergosip dan mengritik hampir semua orang. Inilah sebabnya mengapa orang tidak akan kembali ke gereja kita.” “Sudah berapa lama hal ini terjadi?” tanyaku. “Selama bertahuntahun, adalah jawaban yang diberikan penatua tadi. Mengapa tidak ada yang melakukan sesuatu tentang ini?” Saya melanjutkan. “Beberapa pendeta telah mencoba, tetapi tidak pernah ada perubahan.” “Ini tidak dapat dibiarkan,” saya berkata, “jadi inilah yang saya usulkan. Saya akan mengunjungi wanita ini dan meminta dia untuk mengubah perilakunya dalam waktu dua minggu. Jika dia tidak mau berubah, maka namanya akan dibawa ke rapat majelis berikutnya
untuk disiplin. Maukah para penatua mendukung saya tentang hal ini?” Para penatua dengan suara bulat mendukung rencana itu.
   Saya mengatur untuk mengunjungi wanita tersebut. “Saya tahu kenapa Pendeta ada di sini,” katanya ketika saya duduk di ruang tamunya. “Oh ya?” jawab saya. “Ya,” lanjutnya,  “Pendeta datang ke sini untuk berbicara tentang cara saya berbicara kepada orang-orang.” “Itu benar sekali,” saya melanjutkan, “tetapi bagaimana Anda tahu itu?” “Karena dua pendeta lain
datang ke rumah saya untuk membicarakan hal yang sama.” “Apakah ada gunanya?” Saya bertanya. “Tidak, tidak.” “Kenapa?” saya bertanya kepadanya. “Karena saya memiliki hak untuk mengatakan apa yang menurut saya paling baik, dan orang-orang terlalu sensitif. Mereka terlalu berperasaan.”
   Saya membahas perilaku Kristen menggunakan ayat-ayat seperti Efesus 4:29-31, tetapi wanita itu masih tidak mau berubah. Dengan doa di hati saya, saya berkata, “Anda memiliki dua minggu untuk mengubah perilaku Anda, atau dengan terpaksa saya akan membawa nama Anda ke majelis jemaat untuk disiplin, dan saya mendapat dukungan dari semua penatua dalam
hal ini.” “Pendeta tidak akan melakukan itu!” serunya. “Oh, ya, saya akan melakukannya kecuali Anda memutuskan untuk mengubah cara Anda berbicara kepada orang lain.” “Aku tidak percaya para penatua akan mendukungmu dalam hal ini,” katanya. “Mereka sudah mendukung saya, dan Anda dapat menanyakan kepada mereka jika Anda mau, tetapi memang
begitulah yang sebenarnya,” saya menegaskan kepadanya. Pernyataan ini membuat wanita itu duduk bersandar dan dengan sungguh-sungguh merenung dalam keheningan.
   Dengan lembut saya berkata kepadanya, “Kami semua mengasihimu dan ingin Anda menjadi bagian dari jemaat kami, tetapi perilaku ini harus berubah.”
   Sabat berikutnya dia tidak datang ke gereja. Teman-temannya menjauhi saya. Saya tahu mereka semua berjuang dengan situasi ini. Sabat berikutnya, tepat sebelum dua minggu berlalu, dia datang ke gereja. Saya berjalan untuk menyambutnya. Wajahnya tenang, tetapi dia meraih
tangan saya dan menggenggamnya dengan kuat. “Pendeta,” katanya, “saya memikirkan semua yang Pendeta katakan. Saya ingin Pendeta tahu, sekarang saya melihat dengan jelas bahwa saya telah salah selama ini. Saya harap Pendeta akan memaafkan saya, dan saya ingin meminta maaf kepada para penatua dan seluruh anggota gereja. Dengan bantuan Tuhan, saya akan menjadi wanita yang berbeda.” Matanya berkaca-kaca saat masuk, dan saya senang mengatakan bahwa dia setia pada janjinya. Orang-orang mulai kembali ke gereja, dan jemaat berkembang pesat.

   Ayat-ayat Alkitab untuk Didoakan
 Matius 12:31, 32 — Penghujatan adalah dosa dan mengambil tempat Tuhan (Markus 2:7-11; Yohanes 10:33).
 Ibrani 6: 4-6 — Orang yang benar-benar bertobat mampu berpaling kepada Yesus.
 Ibrani 4:7 — Waktu terbaik untuk menaati suara Roh Kudus adalah saat pertama kali Ia berbicara kepada Anda.
 Kisah 7:51 — Jangan menentang bimbingan dan peringatan Roh Kudus.
 Lukas 13:34 — Berikan hidupmu kepada Yesus sebelum semuanya terlambat, seperti untuk Yerusalem yang dikasihi-Nya.


Saran Doa
 Bapa terkasih, semoga saya selalu mendengarkan suara-Mu. Maafkan saya ketika saya keras kepala. Buka mata dan telinga saya untuk melihat kehendak-Mu dan berikan saya keberanian untuk menurut.
 Yesus terkasih, maafkan saya telah menyakiti-Mu ketika saya tidak mau menyerahkan dosa-dosa saya. Tolong jangan mengambil Roh Kudus-Mu dari padaku dan lembutkanlah hatiku untuk menerima petunjuk-Mu.
 Mohon maafkan kami secara gereja ketika kami belum mendengarkan suara-Mu di dalam Alkitab. Bantu kami sebagai jemaat untuk membersihkan diri dari dosa dan memulihkan kehadiran Roh-Mu di antara kami.
 Ciptakan hati yang bersih, ya Allah, dan perbarui semangat yang benar di dalam diri kami. Jangan membuang kami dari hadirat-Mu dan jangan mengambil Roh Kudus-Mu dari kami. Kembalikan kepada kami sukacita keselamatan-Mu. Kemudian kami akan mengajar orang-orang berdosa tentang jalan-Mu, dan mereka akan bertobat kembali kepada-Mu (Mazmur 51).
 Bapa, kami menjadi perantara bagi mereka yang mungkin menjadi korban keadaan atau dikendalikan oleh kecanduan. Tolong hancurkan rantai yang mengikat mereka! Semoga kami bisa memenangkan mereka kembali kepada-Mu melalui kasih dan perhatian kami.
   Tolong ajar kami bagaimana memberitakan dasar kepercayaan GMAHK dengan jelas, kreatif, dan Alkitabiah. Kiranya kasih Yesus menjadi pusat dari segala sesuatu yang kami percayai.
 Kami memohon kepada-Mu untuk mempersiapkan orang-orang muda untuk mendirikan gereja di 789 kelompok yang berada di 9 negara di Divisi Amerika Utara.
 Kami memohon kepada-Mu untuk mempersiapkan sukarelawan untuk melayani 70 kelompok di Ladang Misi Israel.
 Kami memohon kepada-Mu untuk mempersiapkan misionaris kesehatan untuk mendirikan gereja di antara 830 kelompok di 11 negara di Divisi East-Central Africa.
 Kami memohon kepada-Mu untuk peningkatan partisipasi para pejuang doa untuk berdoa bagi 2.568 kelompok di 4 negara di Divisi Asia Selatan. Secara khusus kami mengingat Hope TV di India dan Asian Aid School untuk orang-orang buta.
 Kami meminta Anda untuk membangkitkan pemimpin pemuda baru dan memberkati inisiatif pelatihan SYL (Senior Youth Leadership - Kepemimpinan Pemuda Senior).
 Terimakasih Bapa, telah mengutus Roh Kudus untuk menobatkan tujuh orang pada daftar doa kami.
 Permohonan doa lainnya:

Lagu-lagu yang Disarankan
 Tolonglah Aku Ya Allah (LSEL #275);
 Jadilah Tuhan Kehendak-Mu (LSEL #271);
 Berserah Kepada Yesus (LSEL #240);
 Ku Memilih Yesus (LSEL #252)

Selasa, 15 Mei 2018

Rumus Membuat Berita Atau Sebuah Tulisan.

RUMUS MEMBUAT BERITA/TULISAN UNTUK MENGHINDARKAN KESALAH PAHAMAN.
   Begitu banyak jenis tulisan kalau kita mau menggolong-golongkannya. Ada fiksi dan nonfiksi. Ada berita hardnews dan analisa. Ada pula biografi, esai, artikel, skrip radio dan teve, editorial, weblog, surat cinta dan segudang lainnya. Jangan lupa, ada yang berkaitan dengan bisnis, seperti surat penawaran, minutes meeting, dan ribuan jenis business letter.
   Sebagian besar jenis tulisan bisa dikatakan baik dan benar bila memenuhi rumus baku yang sama. Yakni 5W + 1H. Itulah rumus sakti yang menjadi pegangan bagi para jurnalis.
   Rumus macam apa itu? Sederhana sekali:
W1 = What
W2 = Who
W3 = When
W4 = Where
W5 = Why
H = How
   
   WHAT adalah apa yang akan kita tulis. Tema apa yang ingin kita ungkapkan. Hal apa yang ingin kita tuangkan dalam tulisan. What ini bisa apa saja. Bisa soal  “Bagaimana bisa menjadi kaya, sukses sekaligus mulia?” atau topik yang lain.
   What yang kita tentukan ini akan menjadi dasar untuk 4W lainnya.
   
   WHO adalah siapa tokoh yang menjadi tokoh utama di WHAT.
   Who harus menjadi bagian yang berkaitan dengan What. Kalau kita ketemu Who yang tidak dikenal target pembaca kita, maka kita harus mengupasnya dengan baik sehingga jelas keterkaitannya dengan What.

   WHEN adalah waktu kejadian WHAT. Ini yang sering diabaikan oleh banyak penulis pemula. Kapan kejadiannya akan memberi tambahan informasi dan imajinasi pembacanya.

   WHERE adalah tempat kejadian WHAT. Sering ini dilupakan. Misalnya, kalau seseorang lagi di opname, harus disebut tempat atau Rumah Sakit, dll.

   WHY adalah mengapa terjadi WHAT. Ini yang paling menarik karena bisa dikupas dari berbagai sudut.

   HOW adalah bagaimana WHAT terjadi, bagaimana prosesnya, lika-likunya, dan sejenisnya.
Yang jelas, dengan 5W+1H, tulisan kita dari segi kelengkapan informasi – sekali lagi: kelengkapan informasi — tidak akan mengecewakan pembaca kita. Kalau ada yang kecewa itu biasanya karena disebabkan oleh kekurangtepatan kita mengungkap WHY dan HOW-nya di mata pembaca.

   Jangan salah faham: rumus ini bukan hanya untuk nulis artikel, esai atau tulisan serius lain. Bahkan surat lamaran kerja, undangan meeting, surat cinta bahkan diskusi pendek-pendek di berbagai milis, rumus ini amat penting untuk menghindari kesalahpahaman dan kekuranglengkapan informasi.
   Cukupkah berbekal rumus baku di atas? Tidak. Bagi mereka yang ingin menulis dan mendapat respon pembacanya, ada satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya dari rumus 5W+1H. Yakni “Daya Tarik Tulisan”.  Tentu, masih banyak yang perlu dipelajari. Namun, ini cukup dulu sebagai dasar bagi kita.
                                                ====