Tampilkan postingan dengan label Comforting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Comforting. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 September 2016

Penghiburan Yang Allah Berikan.



Image result for orang berdukacitaPENGHIBURAN YANG ALLAH BERIKAN
                            (2 Korintus 1:3-4)
Pendahuluan:
   Banyak kali dalam Alkitab kita jumpai bagaimana Allah menghibur umat-Nya.  Allah Bapa kita adalah sumber dari segala kemurahan dan menghibur kita dalam segala dukacita dan kesusahan kita.
   2 Korintus 1:3 “Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan.”

Pembahasan:
   Ada tiga cara dimana Allah menghibur umat-Nya:
I.             MELALUI KEHADIRAN-NYA:
   Ia hadir di rumah Marta dan Maria—dan air mata mereka terobati.
   Dalam Yoh.11:43,44- Lazarus sudah 4 hari mati.  Dalam ayat 25- “Akulah kebangkitan dan hidup....Ayat 33,35 –Sangat terharu dan menangis.  Ia juga hadir bersama kita melalui roh-Nya (Yoh.14:16-18).
   “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.
II.           ALLAH MENGHIBUR UMAT-NYA MELALUI FIRMAN-NYA.
   Firman Allah memberi pengharapan, ketekunan dan penghiburan.
   Roma 15:4...”Supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci”.
III.          MELALUI PENGHARAPAN YANG IA JANJIKAN
  -- Allah menjanjikan tempat yang bebas dari tangisan dan air mata,
      (Yoh.14:2).
  -- Allah menjanjikan hidup kekal (Yoh.3:16; Roma 6:23)
   --Allah menjanjikan kebangkitan orang mati (1 Kor.15:16-19).

Kesimpulan:
   Allah adalah sumber dari segala kemurahan dan menghibur kita dalam segala dukacita kita.  Kiranya kita dapat dikuatkan!,
           Jacob Nahuay, 315 Bahan Khotbah Anda hlm.201.

          SYARAN-SYARAN BILA PENCOBAAN DATANG
I.             Perbaharuilah kepercayaan akan Allah dengan membaca firman Tuhan dalam :
1.   Mazmur 34:19 Tuhan akan memberi kekuatan. Has been observed that the sufferings of Christian are less than those of the unbeliever.(Telah di amati bahwa penderitaan orang Kristen adalah kurang daripada mereka orang yang tidak percaya).  Ingat pada saat Ayub menderita, kepercayaannya tidak goyah.
2.   Yesaya 43:2 (baca). Ingat ini kalau Anda sedang melalui air kesusahan, api pengujian.  Had the assurance that He would be with them to sustain and to save.(Ada jaminan bahwa Allah akan bersama dengan mereka untuk mendukung dan menyelamatkan).  Air dan api—adalah sebagai purifying agent –alat/perantara yang memurnikan/membersihkan(Bil.8:7; Ayub 23:10; 2 Petr.3:5-7).  Mereka tidak dijanjikan untuk bebas dari kesusahan dan kesedihan, tetapi penghiburan dan kelepasan.
II.           HITUNG BERKAT-BERKAT ANDA.
   Roma 5:3-5. Penderitaan berakhir dengan berkat.
   HIKMAH—Pelajaran positif apa yang bisa diambil dari suatu peristiwa yang terjadi, itulah arti kata Hikmah.  Sikap positip yang memperlihatkan bagaimana momen-momen dalam hidup itu dapat berarti secara positip untuk hidup kita.
   Kristen mula-mula dianiaya dan menderita.
   -Bukan janji pembebasan dari kesedihan.
   -Diterangkan bagaimana iman Kristen itu dapat menggunakan kesengsaraan untuk menyempurnakan tabiat.  Baca Roma 5:3, disini disebutkan Ketekunan/sabar = hupomone—persistence that can not be shaken by fear of evil or danger(Kegigihan/ketekunan yang tidak bisa digoncangkan oleh ketakutan atau bahaya) =endurance—ketahanan. (Sikap ini dianjurkan oleh Rasul Paulus).

   Ayub 23:10...Seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas”.  Ayub mendaki tangga kehilangan harapan kepada Iman.
  --dia di uji supaya dia boleh seperti emas yang sudah dibakar dengan api untuk melihat kemurniannya.
  
     III. PENUHILAH PIKIRAN DAN HATI ANDA DENGAN FIRMAN TUHAN.
  
   Maz.119:49,50—...”Membuat aku berharap”.  Firman Allah adalah fondasi yang teguh diatas mana manusia boleh mendirikan pengharapannya (Mat.7:24-27).
   PENGHIBURAN:
  -God’s word is a solace in every time of trial. Those who are in need of comfort will find a never failing supply in the word of God. Even if the divine solace does not remove the affliction, it will lift distressed above the affliction. (Firman Allah adalah pelipur lara dalam setiap kali pencobaan. Mereka yang membutuhkan penghiburan akan menemukan persediaan/perbekalan yang tidak pernah gagal dalam firman Allah. Bahkan jika penghiburan ilahi tidak menghapus penderitaan, itu akan mengangkat hati yang tertekan diatas penderitaan itu.)

IV.SERAHKAN DIRI ANDA KEPADA ALLAH:
   Baca Roma 12:1—Penyucian yang benar/sejati adalah penyerahan seluruh kehidupan:  tubuh, pikiran dan jiwa.

Rabu, 14 September 2016

Condolence

Image result for condolence
Dear:_______
   On behalf ot the Siagian HM's family, please accept our heart condolences and our deep symphaty for the loss of your beloved father. May the comfor of God help you and your family be given strength during this difficult time.  Our prayers to you all and hope to meet again in the place where there is no sorrow, tears and separation.  Love, The Siagian's.

Dear:______
   I am truly saddened to hear of your recent loss and would like to express my sincere condolences to you and your family on the recent passing of your father.
   Your dad was such an amazing person who touched the lives of many.  I remember the many times I had been over for dinner at your place and how he would regale us with his was stories.
  I can only imagine how difficult this must be for you. We hope that you find courage and strength to bear this irreparable loss.
  Love, ....

Dear: _______
   I can not comprehend just how sad you must be feeling, for the loss of your beloved father. My heart goes out to you, in this difficult time.
   Words cannot even begin to express our sorrow. You have our full support and please remember that you are not alone.  I have always known you as a strong and calm person and I know at this moment of loss those qualities will be of immense help. Try to hang in there for the sake of the children.
   Do not hesitate to call us if you need anything. We are always there for you.
   Love,____________

Kamis, 09 Juni 2016

Tetaplah Percaya.

   Semua kita menghadapi kekecewaan-kekecewaan dari waktu ke waktu. Tidak peduli berapa kuat imanmu, betapa baiknya pun anda – cepat atau lambat bisa saja sesuatu atau seseorang akan menggoncang fondasi iman.
 Mungkin dengan hal-hal yang sederhana, dimana anda memiliki hubungan pernikahan yang terganggu atau kematian seorang yang dicintai. Apapun itu, namun kekecewaan memiliki potensi untuk menghancurkan iman anda.
Bagaimana mengatasi bila terjadi kekecewaan dalam kehidupan Anda ?. Terimalah hal itu, cari pengampunan dan cepat-cepat tinggalkan kekecewaan itu. Tidak peduli bagaimana bentuk kekecewaan itu, kita harus melepaskannya dan membiarkannya pergi. Mungkin anda ditinggalkan oleh seseorang, dituduh melakukan kesalahan besar dan anda mungkin berdoa sungguh-sungguh untuk hidup dengan seorang yang anda cintai, tapi akhirnya meninggal juga.
   Berjalanlah tetap bersama Allah. Ulangan 29:29 “Hal-hal yang tersembunyi, ialah bagi Tuhan, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini”. Jadi semuanya harus diserahkan kepada Allah. Berdukacita atau bersedih itu adalah sesuatu hal yang normal. Namun jika anda masih berdukacita dan bersedih sampai setahun atau lebih maka ada sesuatu yang salah. Jika hal ini terjadi maka anda merintangi masa depan anda sendiri dan masa depan anda jadi terganggu. Buatlah keputusan untuk meninggalkan kesedihan itu. Namun ini tidak terjadi secara otomatis. Anda harus bangkit dan berkata: “Saya tidak peduli betapapun pedihnya hal ini, tetapi saya tidak mau membiarkan hal itu merampas hal-hal yang terbaik dalam diri saya. Ingat bahwa musuh itu senang menipu kita, agar kita penuh dengan perasaan kasihan kepada diri, penuh perasaan maaf atau agar kita lekas tersinggung. “Mengapa hal ini terjadi kepada saya?. Allah itu pasti tidak mengasihi saya. Dia tidak menjawab doa saya. Mengapa pernikahan saya berakhir dengan perceraian?. Mengapa usaha saya tidak berhasil?. Mengapa saya kehilangan satu-satunya yang saya cintai?”.
   Pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin boleh saja terjadi, tapi untuk sementara saja. Namun setelah itu, ketahuilah bahwa itu tidak akan dapat mengubah yang sudah terjadi!. Waktunya bagi anda cepat-cepat keluar dari situ dan mulai menghidupkan kehidupan yang lebih baik sekarang. HMS

Minggu, 07 Desember 2014

Berpisah Untuk Bertemu Kembali.


Nats       :   Roma 8:1; Yoh 3: 16.
Tujuan  :   Agar jemaat tidak tenggelam dalam perasaan sedih , tetapi mengerti bahwa kelak kemudian hari akan bertemu kembali dengan orang yang mereka kasihi.

Pendahuluan:
Sebelum kita berpisah  dengan Saudara kita Almarhum(ah)..... yang beberapa hari yang lalu telah di izinkan Tuhan untuk beristirahat tidur sementara , baiklah kita melakukan ibadah sebagai lambang cinta, yang juga akan meringankan duka dan meneguhkan iman kita.

Sebab kita semua berharap akan berjumpa lagi dengan Almarhum(ah) dalam keluarga abadi, yaitu pada saat Tuhan Yesus datang yang kedua kali sebagai pemenang atas maut dan mengumpulkan semua anak-anakNya yang kekasih dalam kerajaan Bapa.

Kematian memang bagaikan sesuatu yang tanpa pengharapan, namun kita percaya Tuhan Yesus maha pengasih, Dia memperhatikan doa yang telah dinaikkan/ dipanjatkan, sebagaimana janjiNya pada orang percaya, demikianlah seharusnya kita yakin bahwa Almarhum(ah) pada saat kedatangan Yesus kedua kali, dia akan turut dibangkitkan dengan orang-orang percaya lainnya. 

Memang biasanya  kita tinggal bersama Almarhum(ah), mungkin dialah tempat kita mengadu pada saat kita berada dalam kebuntuan . Mungkin kita masih merasakan kasihnya, perhatiannya semasa hidup. Mungkin beberapa hari yang lalu kita merasakan sesuatu yang demikian berkesan bersama Almarhum(ah) dalam hidup kita. Dulu Almarhum(ah) lah, yang selalu menemani makan atau belajar atau.....namun sekarang dia telah tiada, kenangan manis telah berubah menjadi sejarah kehidupan  keluarga. 

Dari saat ini kita tidak akan bertemu dengannya lagi, mungkin ketika kita kembali ke rumah kita merasakan suatu kesepian dalam jiwa kita, yang selama ini kita rasakan dialah yang telah mengisinya. Saat ini dia telah tiada.....namun itu hanya sementara saja, sebab ada harinya kelak kita semua akan bertemu dan berkumpul lagi bersama Almarhum(ah) dalam tempat kekal yang dijanjikan Tuhan Allah bagi kita umat percaya.

Sebagaimana firman Tuhan yang telah kita baca (Roma 8:1; Yoh.3:16), kita percaya bahwa kebenaran firman itu berkata benar. Mari kita belajar sejenak, sebelum kita mengantar Almarhum(ah) keperistirahatannya yang sementara.


Ada beberapa hal yang mesti kita yakini.

1. Dalam Kristus tidak ada hukuman. Roma 8:1 
     Kita patut bersyukur semasa hidup Almarhum(ah) telah menerima Tuhan Yesus, dan Tuhan telah menggantikannya mati diatas kayu salib. Oleh sebab itu ayat dalam Roma yang telah kita baca itu dengan jelas berkata bahwa orang yang berada dalam Kristus tidak lagi berada dalam penghukuman. Orang yang percaya Tuhan Yesus berada dalam lindungan Tuhan sepenuhnya. Tidak ada kuasa yang dapat memisahkannya. Sekalipun kita tahu upah dosa adalah maut namun maut telah dikalahkan oleh Kristus yang telah bangkit. Kristus telah menyelesaikan masalah upah dosa itu, dengan kerelaannya menggantikan kita dihukum di kayu salib.  Dan untuk orang yang percaya diberinya hidup kekal.

Seturut dengan kebenaran firman Tuhan kita harus yakin bahwa Almarhum(ah) tidak mati dalam penghukuman namun dia ada dalam Tuhan Yesus.

2.   Dalam Kristus ada kehidupan kekal. Yoh 3:16.
Tuhan Yesus bukan saja memberikan penghapusan akan dosa dan hukuman kekal   tetapi Tuhan Yesus juga memberikan hidup kekal. Hidup yang tidak binasa lagi.

Tuhan Yesus adalah Allah yang memiliki hidup kekal, karenanya Dia dapat memberikan kehidupan kekal pada orang yang percaya padaNya.

Kehidupan kekal ini hanya dalam Tuhan Yesus kita peroleh, sebab Dia adalah
Allah yang memberikan kehidupan pada ciptaannya dan Dia pulalah yang empunya kehidupan kekal itu. Orang yang percaya padaNya tidak berada dalam penghukuman tetapi berada dalam kehidupan kekal. Karena itu tanpa Dia tidak mungkin manusia akan memperoleh hidup  kekal, di luar Dia hanya ada hukuman kekal.

Kita bersyukur karena  Almarhum(ah) semasa hidupnya telah percaya Tuhan Yesus dan kita percaya bahwa kehidupan kekal itu telah menjadi pengharapannya pula.

Hal yang terpenting dan utama telah diperoleh oleh Almarhum(ah) semasa hidupnya, yaitu sudah percaya Tuhan Yesus. Karena itu sekalipun dengan perasaan yang sangat berat saat ini, kita akan melepas dan mengantar kepergian Almarhum(ah) ketempat peristirahatannya yang sementara, namun kita yakin dan merasa sangat sejahtera sebab nanti  dalam kehidupan kekal  kita akan bertemu lagi dengannya apabila kita tetap setia kepada Tuhan Yesus.  Amen....

Sebelum kita berjalan mengatar jenazah Almarhum(ah) baiklah kita berdoa dan mendoakan keluarga Almahrum(ah) agar keluarga yang berduka mendapatkan belas kasihan dan penghiburan. Dari duka menjadi sukacita sorgawi, juga agar Allah berkenan mengubah maut yang gelap menakutkan menjadi fajar gilang gemilang berkat kebangkitan Kristus. Kita doakan agar keluarga yang sedang berkabung  dapat menanggung duka dengan tabah, dan dapat menaruh pengharapannya pada Tuhan Yesus.

Apakah Orang Yang Mati Telah Berada di Rumah Bapa di Surga ?

Suatu ketika saya menghadiri prosesi pemakaman seorang saudara. Dalam khotbah pelepasan jenazah, pembawa Firman mengatakan demikian, "kita jangan terlalu bersedih atas kepergian saudara yang kita kasihi ini, karena beliau telah dipanggil Tuhan dan berada di rumah Bapa di Surga". Saudara juga mungkin pernah membaca berita dukacita yang dimuat di koran dengan tulisan sebagai berikut "TELAH BERPULANG KE RUMAH BAPA DI SURGA". Apakah benar orang mati itu dipanggil Tuhan dan berada di rumah Bapa di Surga ? Mari kita temukan jawabannya dalam Alkitab.

Mengapa Manusia Mati ?

Sebelum kita melangkah pada pembahasan selanjutnya, kita harus memahami terlebih dahulu mengapa manusia mati, karena jawaban atas pertanyaan ini adalah merupakan landasan atas pembahasan berikutnya.
Kejadian 2:16,17 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati".  Dalam ayat ini dengan jelas Allah mengatakan bahwa apabila Adam dan Hawa memakan buah yang dimaksud maka mereka pasti mati. Tapi apakah Adam dan Hawa mati ketika mereka melanggar perintah dengan memakan buah tersebut ? Kenyataannya tidak !  Kalau begitu apa maksud Allah mengatakan "pastilah engkau mati", sementara Adam dan Hawa masih tetap hidup hingga sekian ratus tahun lagi setelah mereka melanggar perintah tersebut ? Apakah Allah telah membatalkan konsekwensi atas pelanggaran tersebut ?

Mari kita cermati kembali perkataan "pastilah engkau mati". Perkataan "pastilah engkau mati" yang diucapkan Allah sebagai akibat yang harus ditanggung Adam dan Hawa apabila mereka memakan buah yang dilarang itu, adalah mengindikasikan suatu kepastian bukan tenggat waktu. Artinya apabila Adam dan Hawa melanggar perintah tersebut mereka pasti mati. Cepat atau lambat kematian itu sudah pasti akan dialami oleh Adam dan Hawa.

Dengan memakan buah yang dilarang Allah untuk dimakan berarti Adam dan Hawa telah melanggar perintah Allah, dan pelanggaran terhadap perintah Allah adalah dosa - 1 Yohanes 3:4 : "Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah",  dan upah dosa adalah kematian - Roma 6:23 : "Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita".

Kejadian 5:5 : Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati. Setelah peristiwa pelanggaran di taman Eden, Adam masih memiliki umur yang sangat panjang dan masih bisa melihat beberapa generasi dari keturunannya. Walapun Adam masih hidup hingga beratus tahun namun kematian itu sudah pasti dan tidak bisa dielakkan lagi, hingga akhirnya pada usia 930 tahun Adam mati.

Apakah kematian Adam di usia 930 tahun karena dia dipanggil Allah ? Kejadian 2:17 menjawab tidak ! Adam mati oleh karena dia melakukan pelanggaran terhadap perintah Allah sang pemberi hidup, dengan kata lain Adam mati akibat dosa. Dosa lah yang menyebabkan manusia mati, bukan karena dipanggil oleh Allah, sebab Allah tidak menghendaki kematian manusia. Yehezkiel 33 :11 : "Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?".

Apakah Orang Mati Berada di Rumah Bapa di Surga ?

Kejadian 3:19 : "dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu." Ayat ini dengan jelas mengatakan bahwa apabila manusia mati akan kembali menjadi debu. Kalau demikian halnya lantas mengapa banyak orang Kristen meyakini bahwa orang mati sudah berada di surga ? Mungkin yang melandasi pemikiran atas keyakinan tersebut adalah ayat dari kitab Pengkhotbah 12:7 : "dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya."

Apa yang dimaksud dengan roh kembali kepada Allah dalam ayat tersebut ? Lebih jelasnya mari kita kembali pada peristiwa penciptaan manusia dalam Kejadian 2:7 "ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup."
Ketika Allah selesai membentuk manusia dari tanah, manusia itu masih seperti patung yang hanya memiliki raga dan belum menjadi mahluk hidup. Ketika Allah menghembuskan nafas hidup barulah manusia itu menjadi mahluk yang hidup. Nafas hidup itu adalah udara atau oksigen yang dihirup melalui hidung yang membuat seluruh organ penunjang kehidupan bekerja dengan baik.

Proses kematian adalah kebalikan dari proses penciptaan dalam Kejadian 12:7.  Allah mengaruniakan nafas kehidupan kepada manusia sehingga manusia menjadi mahluk hidup.  Apabila manusia mati maka nafas kehidupan itu yang adalah oksigen yang kita hirup, akan meninggalkan raga dan kembali ke alam sekitar yang adalah milik Allah.

Mari kita tinjau sejenak peristiwa ketika Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian yang terdapat dalam Yohanes 11:1-44. Dalam peristiwa tersebut disebutkan bahwa ketika Yesus tiba di Betania, Lazarus sudah 4 hari berbaring di dalam kubur. Singkat cerita akhirnya Yesus membuat muzizat dengan menghidupkan kembali Lazarus. Apakah ketika menghidupkan Lazarus yang sudah 4 hari mati tersebut Yesus memanggil kembali roh Lazarus dari surga untuk turun dan kembali ke dalam tubuhnya ? Dalam hal ini peristiwa yang sama dalam Kejadian 12:7 terjadi, bedanya Yesus tidak menghembuskan nafas kehidupan ke dalam hidung Lazarus, tapi melalui perintah "Lazarus, marilah ke luar !", dan nafas kehidupan kembali mengalir ke dalam tubuhnya dan diapun menjadi hidup.
Yohanes 14:1-3 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga  kepada-Ku. 14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada."  Ayat ini adalah merupakan janji kedatangan Yesus kedua kali untuk menjemput umatNya untuk di bawa ke tempat di mana Dia berada yaitu surga. Kalau memang orang mati telah berada di surga untuk apa Yesus berjanji akan datang kembali menjemput orang yang percaya kepadaNya?

I Tesalonika  4:16 "Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit." Orang yang mati dalam Kristus tetap berada di bumi ini sampai tiba saatnya Yesus datang akan dibangkitkan dari tidur panjang untuk masuk ke dalam Rumah Bapa di Surga menikmati sukacita dan hidup kekal.


Konklusi:
Ayub 7:9,10; 21:32 Orang mati masih berada dalam kuburan mereka.
Yoh.5: 28,29 -Orang mati berada didalam kubur mereka sampai kedatangan Yesus yang kedua kali.


               

Penghiburan Yang Menguatkan

Bacaan : Lukas 7 : 11–17.  
Ayat Inti : “… ketika Tuhan melihat janda itu,tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan, … “Jangan menangis!” (Ay. 13)

Memiliki anak adalah impian setiap berumah-tangga, sebab kehadirannya adalah pelengkap kebahagiaan rumah-tangga.Mendengar tangisan dan tawa, melihat senyuman dan pertumbuhan anak-anak memberikan sentuhan rasa tersendiri bagi orangtuanya.Anak bukan hanya penerus keluarga, dia adalah masa depan, jaminan bagi orangtua untuk menyandarkan diri ketika sudah tua dan sakit-sakitan kelak.
Perjumpaan Yesus dengan rombongan pelayat yang hendak menguburkan seorang anak muda, anak tunggal seorang janda, menjadi gambaran yang jelas tentang arti kehadiran anak dalam hidup orangtuanya.Tentu kita bertanya-tanya: Bagaimana perasaan hati ibu yang ditinggal mati anak laki-laki satu-satunya? Anak yang sangat dikasihinya, yang memberinya harapan masa depan dan mungkin menumbuhkan semangat baginya untuk berjuang dan bertahan dalam kerasnya arus kehidupan.Tapi sekarang anak itu telah meninggal dunia.


Mungkin ibu itu merasa bahwa hidupnya telah kehilangan makna, menjadi hampa karena perjuangannya selama ini sia-sia.Yesus memahami pergumulan batin yang tak terucapkan oleh kata-kata. Ia yang tergerak oleh belas kasihan, membangkitkan kembali sang anak. Yesus tahu bahwa kebangkitan sang anak akan menumbuhkan kembali rasa yang hilang.  Hidup menjadi lebih bergairah, membuat sang ibu bangkit kembali untuk merenda harapan masa depannya bersama anak kekasihnya itu.


Saudaraku,..Mungkin kita sering merasa kehilangan semangat untuk menjalani kehidupan ini , ketika seseorang yang kita kasihi pergi meninggalkan kita untuk selama-lamanya dari dunia ini. Namun kita patut bersyukur karena Yesus tidak pernah membiarkan kita tinggal dalam keterpurukan. Melalui para saudara seiman, Dia datang untuk mengulurkan tanganNya, membangkitkan kembali semangat yang patah.Sungguh amat berbahagia apabila di antara saudara seiman dapat saling menguatkan dengan cara memberikan penghiburan yang mampu menumbuhkan kekuatan dan semangat kepada saudaranya yang berduka sebagaimana yang dilakukan Yesus kepada seorang janda yang kehilangan anak yang dikasihinya. Amin.


Untuk direnungkan:
Teman bisa membuatmu tertawa, sahabat bisa membuatmu bergembira, namun yang tulus mencintailah yang mampu membuatmu hidup.”

Janji Penghiburan Bagi Yang Berduka.

Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya.Mazmur 116:15
Matius 5:4   Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
Ibr. 12:11   Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.
Rm. 12:12   Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah  dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!
Dan aku mendengar suara dari sorga berkata:
Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini."
"Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka,
karena segala perbuatan mereka menyertai mereka."
Wahyu 14:13
2Korintus 5:1-2

1   Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.

2  Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini,

Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.
2 Kor 7:10

Ulangan 31:8   Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati."
Hidup dan kasih setia Kaukaruniakan kepadaku, dan pemeliharaan-Mu menjaga nyawaku. Ayub 10:12
Roma  15:4
 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.

Roma  15:5

 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus,

II Korintus  1:3
Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan,

II Korintus  1:4
 yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.

II Korintus  1:5
 Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah.

II Korintus  1:6
 Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga.

II Korintus  1:7
 Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu, bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami.

Filipi  2:1
 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,

II Tesalonika  2:16
Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karunia-Nya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita,