Tampilkan postingan dengan label Short Sermon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Short Sermon. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Oktober 2018

EMPAT ORANG MEMANDANG SODOM

  Related image
 Pendahuluan:
      Hikayat negeri Sodom dengan kehidupannya.
      Kejadian 19:24-25 - Sodom - a city near the Dead Sea which God destroyed by fire because of the great wickedness of its people.  Bahwa Sodom melukiskan dunia ini.
      Dosa zaman Sodom : Terang-terangan. Dosa zaman sekarang: Sembunyi-sembunyian.

Pembahasan:

   Disini kita akan pelajari bagaimana 4 orang yang memandang Sodom.
   Kata "memandang" adalah : Kuncinya.  Pekerjaan memandang itu dikerjakan oleh 4 orang dan karena itu berbeda-beda pula cara mereka itu memandang Sodom.

1).Bagaimana Lot memandang Sodom.

   -Baca Kejadian 13:10 "Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar.-Hal itu terjadi sebelum Tuhan memusnahkan Sodom dan Gomora."
   Lot adalah keponakan Abraham dan tinggal serumah dengan pamannya. Sebab itu Lot juga memperoleh bahagian dalam perjanjian Allah (mendapat berkat).  Tetapi dari caranya Lot melihat ke lembah permai itu, tampaklah kepada kita bahwa dia tidak layak menerima perjanjian itu.
   Lot tidak layak menjadi orang yang terpisah hidupnya bagi Tuhan, supaya melakukan hal yang sesuai dengan kehendak-Nya.  Lot hanya mau melihat hal-hal yang kelihatan yang menerbitkan ketamakan dan keserakahan.  Lot hanya memandang kekayaan Sodom; tidak seperti Abraham yang dengan imannya dapat memandang kepada kegenapan perjanjian Allah.
   APPLIKASI;
   Demikian pula banyak orang yang memandang dunia ini, sama seperti Lot.  Mereka ingin lihat hanya kebagusan, kekayaan dan keindahan dunia ini saja.  Mereka tidak melihat bahwa dibelakang dunia terdapat kejahatan dan kedurhakaan semata-mata.

2) Bagaimana TUHAN memandang Sodom?.  Baca Kejadian 18:26 "Tuhan berfirman:"Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka".

   Lot memandang kepada kebagusan dan kekayaan negeri itu.  Tuhan memandang dengan mencari-cari kalau dapat ditemukannya sepuluh orang yang benar di Sodom itu, supaya Ia dapat menunjukkan anugerah-Nya kepada Sodom yang makmur itu.
   Saudara-saudaraku,...Sodom memang suatu kota yang makmur,...juga makmur didalam dosa dan durhakanya.
   Penduduk Sodom pernah dihukum Allah, dengan datangnya Raja-raja dari Timur yang mengalahkan mereka, namun anak-anak Sodom tidak mau bertobat.
   Maka sekarang, mata Ilahi memandang Sodom dengan mencari kalau-kalau ditemukan sepuluh orang yang benar.  Tetapi sayang,...tidak ada!.
   APPLIKASI:
   Saudara-saudara,...Sementara kita tetapi tinggal dalam dosa ditengah Sodom dunia ini, mata HAKIM yang kudus itu terus memandang kepada kita.  Hendaknyalah masing-masing kita juga menyadarinya--dan hidup lebih dekat kepada Allah sementara Pintu Kasihan belum ditutup.  Selanjutnya...Sodom dibinasakan Allah, tetapi Lot dan seisi rumah tangganya diluputkan karena mereka mau bertobat dan menurut kepada perintah Allah.
   Meskipun demikian, hati orang yang belum bertobat tetap berkeras dan mau memandang serta mencari barang-barang yang binasa, seperti halnya isteri Lot.

3).Bagaimana Isteri Lot memandang Sodom.

  
   Baca Kejadian 19:26 "Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh kebelakang, lalu menjadi tiang garam".
   Malaekat Tuhan sudah melarang Lot dan seisi rumahnya, supaya jangan berani menoleh kebelakang, tetapi di tengah jalan, isteri Lot tidak dapat menahan keinginannya, sehingga ia menoleh kebelakang.  Isteri Lot masih mencintai Sodom, masih ingat akan mas peraknya.
   Sayang,..dengan sekali menoleh saja, maka jiwa ibu yang cinta keduniawian itu telah binasa.  
   Saudara-saudaraku yang kekasih,...Tuhan menuntut supaya kita berjalan terus menurut sabda-Nya, menuntut supaya tetap memandang kepada Yesus yang ada di depan.
   Kiranya kita sebagai pengikut Kristus yang sejati, janganlah hendaknya selalu memandang dunia ini.  Karena dunia ini kelak akan binasa dan dihukumkan.
   Barang yang terdapat di dunia ini tidak kekal.  Biarlah kita selalu memandang ke sorga yang diatas, dimana terdapat keselamatan yang kekal.
   LOT memandang Sodom--mencari kekayaan dunia.
   TUHAN melihat Sodom--mencari kebenaran.
   ISTERI LOT - menoleh ke Sodom, mencari dan memperoleh kebinasaan.
   Sementara asap Sodom membubung ke udara, kita perlu juga mengetahui :

4. Bagaimana ABRAHAM memandang Sodom.

   Mari kita baca Kejadian 19:28 "dan memandang ke arah Sodom dan Gomora serta ke seluruh tanah lembah Yordan, maka dilihatnyalah asap dari bumi membubung ke atas sebagai asap dari dapur peleburan".

   Abraham memandang Sodom dengan pandangan sedih, karena negeri yang indah itu telah binasa menjadi umpan api.  Pandangan Abraham terhadap Sodom itu, melukiskan cara orang-orang saleh--yang melihat dengan sedih kepada kebinasaan orang fasik yang tidak mau bertobat.  Namun, hatinya terhibur karena darah Kristus memberi jaminan keselamatan bagi orang yang percaya dan menurut Dia.  Abraham bergumul dalam permintaan doa untuk Sodom, tetapi sia-sia belaka.

   Sekalipun permintaannya tidak berhasil, hatinya tenang, karena ia telah melakukan apa yang dapat ia lakukan.  Kehedak Allah yang jadi...Itulah sebabnya selalu kita sisipkan dalam doa kita: Jadilah kehendak-Mu.

KONKLUSI:

   Hanya kehendak Tuhan yang jadi atas Sodom dan segenap isinya (dunia dan isinya).
   Sementara hari masih siang, biarlah kita berdoa pada saat ini agar kita tetap memandang kepada Kristus dan bekerja untuk mengabarkan Injil keselamatan kepada seluruh dunia ini--karena Tuhan sudah hampir datang.  Amin.


PENDIRIAN SETENGAH-SETENGAH KEPADA TUHAN








Related image

Pendahuluan:
   Nast: 
   Wahyu 3:15,16 "Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!,  Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku".
   Ilustrasi:
   Seorang teman pria mungkin berkata: "Ah, saya tidak tau pendirian teman wanita saya. Tadi malam dia berkata cinta kepadaku, tetapi besoknya putus hubungan.  Ini adalah akibat dari cinta yang setengah-setengah.  
   Siapa yang mengetahui pendirian seseorang?.

I. Wahyu 3:15 "Aku tahu segala pekerjaanmu...Saudaraku,...hanya Allah yang mengetahui pendirian seseorang.  Bahkan Allah mengetahui apa motif kita.       Seseorang bersalah kepada Tuhan ditentukan oleh motif seseorang.  Kalau seseorang datang berbakti kepada Tuhan dengan motif yang salah, ini Tuhan mengetahuinya.

II.Ayat selanjutnya dari Wahyu 3:15 "Engkau tidak dingin dan tidak panas". Jadi SUAM..
   Ini adalah merupakan suatu kondisi kerohanian dari Jemaat (sidang) Laodekia, yang merupakan sidang terakhir.  Mungkin kalau ada kemajuan sedikit atau yang kecil dilakukan, mungkin orang terus menyombongkan diri...mudah merasa puas.
   Tuhan mengingatkan orang-orang yang mempunyai pendirian setengah-setengah.
   Ilustrasi:
   Isteri saya suka membuat roti bagi anak-anak ketika mereka masih kecil dahulu dan saya juga turut mencicipinya.  Pada suatu kali dia membuat roti--rotinya kurang matang.  Roti yang kurang matang, rasanya tentu kurang enak.  Kurang enak kalau setengah matang.
   Bagaimana jika seorang pemuda katakan kepada tunangannya: "Kamu ini tidak dingin dan tidak hangat"?. SUAM--tentu tidak enak.  Ini namanya cinta yang setengah-setengah, setengah dunia dan setengah ber Tuhan.  Jika hal ini terjadi artinya tidak dapat dunia, dan juga tidak dapat sorga.
   Pada saat Yesus dibawa kepada Imam Besar Hannas, bila kita membaca Yohanes 18:18--saat itu Petrus berdiang bersama laskar. "Sementara itu hamba-hamba dan penjaga-penjaga Bait Allah telah memasang api arang, sebab hawa dingin waktu itu, dan mereka berdiri berdiang disitu. Juga Petrus berdiri berdiang bersama-sama dengan mereka".
   Kemudian baca ayat 17, selanjutnya  ayat 25-27.  Disini kita dapati bahwa Petrus menyangkal Yesus sampai 3 kali.  BERDIANG TETAPI PETRUS DINGIN.  Dekat dengan Yesus--tetapi menyangkal bahwa dia adalah sebenarnya murid Yesus.  Ia dingin...Hatinya menjadi tawar...(dingin).
   Dalam hal apakah seseorang menyangkal Yesus?.
   *Bila umat Tuhan menjadi dingin atau tawar.
   *Kalau kasih itu menjadi tawar atau dingin.
   -Kenapa kasih orang banyak menjadi tawar atau dingin?.

1. Kita baca Matius 24:12--disini dikatakan "Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin".  Dalam hal apakah kedurhakaan bertambah.  Kita boleh baca 2 Timotius 3:1-5....Disini dikatakan bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang, dst....

2. Tidak menaruh kasih akan yang benar atau yang baik.
   *Ada seorang yang pernah diberi nasehat tentang bahayanya rokok bagi kesehatan.
    Orang itu katakan bahwa nikotin rokok itu bisa hilang apabila kita minum kopi!. Tentu pendapat ini tidak  masuk akal dan tidak berdasarkan ilmiah.  Orang itu tetap tidak mau meninggalkan rokok.
    Saudaraku,...Apakah yang dikehendaki Tuhan dari kita?.

3. Baca selanjutnya Wahyu 3:15 "Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas". 
    Allah menuntut pendirian yang tegas.  Apakah yang kita mau pilih--Allah atau Mamon.
    Diperlukan ketegasan.  Berada di pihak NKRI atau menjadi penentang.

4. "Jadi karena engkau suam-suam kuku " (ayat 16) "dan tidak dingin atau panas"....
    Keadaan suam tidak dikehendaki oleh Tuhan.

5. "Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku" (ayat 16 bagian akhir).
    Akibat ikut-ikutan (setengah-setengah) maka ditolak.  Seperti perumpamaan undangan ke pesta nikah tetapi tidak memakai pakaian pesta)....

KONKLUSI:
Yosua 24:14,15
   "Oleh sebab itu, takutlah akan Tuhan dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Eufrat dan Mesir, dan beribadahlah kepada Tuhan. Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada Tuhan, pilihlah hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah diseberang sungai Eufrat, atau Allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini.  Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN".

   Janganlah kita memiliki Pendirian yang setengah-setengah kepada Tuhan ! Tuhan Yesus memberkati kita. Amin.


TERJEMAHAN IBU

Image result for Anak yang berbakti kepada ibunya.

Ilustrasi:   

Para ahli Alkitab pada suatu kali berdebat sengit untuk mendapatkan terjemahan Alkitab mana yang terbaik.  Setelah lelah mempertahankan pendapat masing-masing, salah seorang dari mereka yang paling muda dan yang paling tidak terkenal dari mereka menyatakan:

   "TERJEMAHAN ALKITAB YANG TERBAIK yang pernah saya temukan adalah TERJEMAHAN IBU SAYA".   Semua para ahli Alkitab itu tertegun dengan tanda tanya di dahi mereka masing-masing.   "Apa nama terjemahan ibumu?. Kami belum pernah mendengar bahwa ada seorang ibu membuat terjemahan Alkitab.     Seorang yang lain berkata: "Saya kenal ibumu, dia tidak pernah belajar Theologia, apalagi belajar bahasa Yunani dan Ibrani.  Bagaimanakah ibumu dapat menterjemahkan Alkitab dengan benar?.  Sang Pendeta Muda menjawab: "Ibu saya tidak pernah sekolah Theologia dan tidak pernah tahu bahasa Yunani apalagi bahasa Ibrani.  Tetapi ibu saya menterjemahkan Alkitab itu dalam pengajarannya kepadaku, dalam hidupnya sehari- hari.
   

   Saya dengan mudah mamahami APA ITU kasih Allah dengan melihat dan menikmati kasihnya.  Saya dengan mudah mengerti penebusan dan iman, dengan melihat ibu saya setiap hari beriman.   Memang banyak orang yang menjadi ahli Alkitab, PENERJEMAH ULUNG, bahkan jadi ahli tafsir kawakan.
   Tetapi seringkali kita tidak dapat melihat TERJEMAHAN dan tafsiran itu dalam hidup mereka.  Memang lebih mudah membaca tingkah laku dan aktifitas daripada yang dibaca dan di khotbahkan.            =O=

Senin, 13 Agustus 2018

Rahasia Menang Atas Pergumulan Hidup.


Image result for Rahasia Menang dalam iman
   Dalam perspektif Alkitab, hidup umat Tuhan, baik pradosa maupun pasca dosa, selalu diperhadapkan dengan pergumulan. Sampai dengan saat ini, kita tidak pernah berhenti menghadapi dan mengalami pergumulan.
   Menurut prediksi dari banyak ahli dalam berbagai bidang, memberi prediksi dan perkiraan bahwa hari-hari ke depan bukan semakin mudah, sebaliknya semakin sulit, banyak ujian, tantangan dan pergumulan yang akan menghadang.
   Namun, banyak orang tidak memiliki respon yang tepat dalam menghadapi dan menyikapi pergumulan yang berat. Menurut survey karakter membuktikan bahwa ketika menghadapi tantangan dan pergumulan yang berat, sebanyak 69% orang memiliki kecenderungan untuk takut, khawatir, bingung, panik dan galau.
   Stevanus adalah salah seorang hamba Tuhan, yang mengalami pergumulan dan menghadapi tantangan yang berat. Tetapi, pergumulan dan tantangan yang berat itu tidak membuat Stevanus kecil hati, takut, bimbang, bingung, panik dan galau.  Justru Stevanus mengalami kemenangan atas tantangan dan pergumulan yang dihadapi dan dialaminya.
   Kalimat tanya: “Apa rahasianya, sehingga Stevanus bisa mengalami kemenangan atas tentangan dan pergumulan yang dihadapi dan dialaminya?”
   Kalimat peralihan: Ada beberapa rahasia yang bisa kita temukan dan jadikan pedoman dari kehidupan Stevanus.
Isi

I.        Miliki Keberanian Alkitabiah
A.   Keberanian Yusuf di rumah Potifar – Kejadian 39:7-12.
B.   Keberanian Sadrakh, Mesakh dan Abednego di Babel – Daniel 3:16-18.
C.   Keberanian Petrus dan Yohanes di hadapan pemimpin-pemimpin dan tua-tua Israel – Kisah Para Rasul 4:19-20.
D.   Keberanian Stevanus di hadapan Mahkamah Agama – Kisah Para Rasul 7:55-56.
Kalimat kuncinya ialah hidup yang dipenuhi Roh Kudus – 1 Yohanes 4:4.

II.        Miliki Keteguhan Iman
A.   Keteguhan iman Nuh – Kejadian 6:13-22.
B.   Keteguhan iman Yosua dan Kaleb – Bilangan 14:6-9.
C.   Keteguhan iman Perempuan Kanaan – Matius 15:21-28.
D.   Keteguhan iman Stevanus – Kisah Para Rasul 6:5; 7:59-60.
Kalimat kuncinya ialah hidup yang penuh iman – 1 Yohanes 5:4.

III.        Miliki Relasi Yang Benar
A.   Relasi dengan Tuhan
1.    Relasi Henokh dengan Tuhan – Kejadian 5:21-24.
2.    Relasi Daniel dengan Tuhan – Daniel 6:11.
3.    Relasi Jemaat mula-mula dengan Tuhan – Kisah Para Rasul 1:14.
4.    Relasi Stevanus dengan Tuhan – Kisah Para Rasul 7:56.
B.   Relasi dengan Sesama
1.    Sesama sebagai tubuh Kristus – Galatia 6:2, 10b.
2.    Sesama sebagai makhluk sosial – Matius 5:16; Galatia 6:10a.

 Penutup
   Ada banyak impian/dream, dan harapan yang hendak kita raih dalam hidup kita. Namun, impian dan harapan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk mewujudkannya. Selalu ada pergumulan dan tantangan di jalan hidup kita.
   Oleh karena itu, milikilah keberanian yang Alkitabiah untuk menerobos kemustahilan; milikilah keteguhan iman karena orang benar akan hidup oleh percayanya dan milikilah relasi yang benar dengan Tuhan dan juga dengan sesama. Dengan begitu, kita akan keluar sebagai pemenang di dalam kehidupan ini.    Amin

Kekuatan Allah Untuk Mengatasi Masalah Hidup.


Image result for Kekuatan Allah
   Nats : Filipi 4:13.”Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku”.
 ~ Rasul Paulus dalam pimpinan Roh Kudus terkait dengan kekuatan untuk mengatasi masalah hidup menulis dalam suratnya kepada orang Kristen yang ada di kota Filipi dan juga bagi kita saat ini menegaskan demikian: “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” – Filipi 4:13. Situasi dan kondisi rasul Paulus ketika menulis surat Filipi sebenarnya ia berada di dalam penjara karena pemberitaan Injil Kristus.
   Tentu hidup di dalam penjara bukanlah cita-cita kita pada umumnya dan khususnya rasul Paulus. Bahkan ketika kita lahir ke dunia ini, tidak ada dalam hati, pikiran dan harapan orangtua serta cita-cita mereka supaya kita kelak menjadi narapidana. Demikian juga dengan orangtua dari rasul Paulus. Orangtua rasul Paulus punya cita-cita dan harapan supaya anaknya menjadi orang yang terpandang, orang yang sukses, pemimpin yang berpengaruh di masa depan. Itu sebabnya Paulus belajar di bawah bimbingan guru besar Gamaliel. Ia menjadi pemimpin yang berpengaruh besar di kalangan para pemimpin Yahudi. Ia punya kekuasan dan pengaruh yang besar terkait dengan penganiayaan terhadap orang Kristen mula-mula.
   Kehidupan di dalam penjara dikenal oleh rasul Paulus justru setelah ia bertemu dengan Tuhan Yesus Kristus secara pribadi. Kehidupannya mengalami perubahan yang luar biasa. Penjara telah menjadi rumahnya yang kedua. Pahit-manisnya hidup di dalam penjara sudah menjadi hal yang ia nikmati sehari-hari. Tetapi Paulus tidak menjadi kecewa, sakit hati, dendam dan marah kepada Tuhan Yesus Kristus. Dia tahu bahwa hidup di dalam penjara sungguh tidak menyenangkan.

   Itu sebabnya, Paulus menyatakan bahwa segala perkara dapat dia tanggung karena ada kekuatan dan kemampuan dari Tuhan baginya.   Berdasarkan hal itulah, maka tema tulisan pada kesempatan ini kita beri judul: “Kita butuh kekuatan dari Tuhan untuk mengatasi masalah hidup kita”.
   Pertanyaan penting yang harus diajukan ialah: “Mengapa kita butuh kekuatan dari Tuhan untuk bisa mengatasi masalah hidup?” Ada beberapa alasan kuat dan mendasar yang membuat kita butuh kekuatan Tuhan dalam mengatasi masalah hidup kita, yaitu:
1. Kita adalah makhluk yang lemah.
   Kita harus mengakui secara jujur bahwa sesungguhnya kita adalah makhluk yang lemah, terbatas dan tidak sempurna karena sudah jatuh ke dalam dosa. Di sisi lain, walaupun kita sudah percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, kita juga belum menjadi pribadi yang langsung sempurna. Bukti bahwa kita makhluk yang lemah ialah kita mudah kecewa, mudah menyerah, mudah putus asa, mudah marah, mudah meninggalkan Tuhan, mudah melupakan Tuhan dan lain sebagainya. karakter-karakter tersebut akan mencuat pada saat kita menghadapi masalah, pergumulan dan penderitaan.
   Berdasarkan kenyataan itulah, maka kita sangat membutuhkan kekuatan dari Tuhan. Kita sangat membutuhkan pertolongan dari tempat maha kudus. Kita memerlukan campur tangan Tuhan di dalam semua area hidup kita. Dan ketika kita datang dan bertelut serta berdoa kepada Tuhan, maka pasti kita akan mendapatkan pertolongan yang kita butuhkan.
2. Kita diperintahkan untuk datang kepada Tuhan.
   Penulis Injil Matius dalam pimpinan Roh Kudus terkait dengan datang kepada Tuhan, menulis demikian: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” – Matius 11:28. Suka atau tidak suka, setuju atau tidak setuju, sesungguhnya kita hidup di dunia ini penuh dengan beban yang berat. Kita mengalami tekanan kehidupan yang dari hari ke hari bukan semakin berkurang, tetapi justru sebaliknya datang bergunung-gunung menindih hidup kita. Kita secara fisik mengalami keletihan. Kita secara rohani atau spiritual mengalami kelelahan. Kita secara ekonomi kebutuhan hidup yang semakin bertambah. Semua itu menambah berat beban kehidupan kita.
   Tuhan Yesus Kristus mengetahui akan besarnya beban kehidupan yang harus kita tanggung.  Tuhan Yesus Kristus menyadari bahwa kita yang percaya kepada-Nya akan mengalami berbagai aniaya karena nama-Nya. Tuhan Yesus Kristus mengetahui bahwa dunia tidak akan menerima kita dan dunia pasti menolak kita sama seperti dunia menolak Kristus.
   Berdasarkan paparan atau penjelasan di atas, makanya Tuhan Yesus Kristus memerintahkan kita untuk datang kepada-Nya supaya kita menerima kekuatan dan kuasa yang kita butuhkan. Tuhan Yesus Kristus menjamin bahwa pasti kita akan mengalami kelegaan pada saat kita datang memenuhi perintah-Nya.
3. Kita tahu bahwa Tuhan mahakuasa.
   Tuhan Allah kita adalah Allah yang mamakuasa. Dia Allah Elshadai, Allah mahabesar. Dia adalah Allah Yehova Jireh yang sanggup mengadakan apa yang kita butuhkan. Kuasa-Nya tidak pernah berubah dan tidak dapat dikalahkan oleh apa dan siapa pun di kolong langit. Dia berkuasa di sorga, di bumi dan di bawah bumi. Kuasa-Nya tidak pernah berubah dahulu, kemarin, hari ini dan sampai selama-lamanya. Kuasa-Nya selalu tersedia bagi kita. Tidak ada masalah yang terlalu besar atau terlalu yang tidak dapat diselesaikan-Nya.
   Berdasarkan penjelasan di atas, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak datang kepada-Nya. Penulis Alkitab menegaskan bahwa diberkatilah setiap kita yang mengandalkan Tuhan dan yang menaruh harapannya kepada Tuhan Allahnya. Itulah yang menjadi alasan kuat dan mendasar bagi kita untuk mendapatkan kekuatan dari Tuhan untuk mengatasi masalah hidup kita. Oleh sebab itu, biarlah ketika menghadapi dan mengalami tantangan, pergumulan dan penderitaan, datanglah senantiasa kepada Tuhan, berdoalah dan mohonkan kekuatan dari pada-Nya, maka kita pasti akan mendapatkan kekuatan dari Dia, sehingga kita dimampukan untuk mengatasi masalah kehidupan kita.