Tampilkan postingan dengan label Evangelism. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Evangelism. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Februari 2020

Album Kesaksian.

Mohon kesudian untuk mengisi Album ini, seperti contoh berikut:

Pdt. H.M. Siagian

Berasal dari         : Keluarga Kristen Methodist.

Dibaptis oleh       : Pdt.Dt.P. Panjaitan.

Keterangan          : 
-Menerima kebenaran dengan mempelajari kursus S.N.

Tekad                   : 
-Tetap setia dalam kebenaran sampai Yesus datang.

Ayat Kesayangan : Mazmur 37:5.

Beban Dalam hatiku: 
-Ayah dan ibuku serta adik-adikku  yang belum mengenal kebenaran Advent adalah kerinduanku untuk menarik mereka bergabung dengan gereja yang benar dan diselamatkan bila Yesus datang.

Semangat/Gairah Dalam Bersaksi Dan Memberitakan Injil.

Hasil gambar untuk Pekabaran Injil ke seluruh dunia
Nast: Matius 24:14.
   Berbagai persoalan yang muncul di akhir zaman ini, menyebabkan gereja kehilangan semangatnya untuk bersaksi dan menginjil.  Bersaksi dan memberitakan Injil sudah seharusnya menjadi program utama gereja.
   Apapun program pelayanan yang kita buat/rencanakan dalam gereja, jika hal itu tidak bermuara kepada jiwa-jiwa yang diselamatkan, maka sebenarnya gereja tersebut telah keluar dari tujuan sesungguhnya.
   Jangan kita berpikir, apabila kita telah menghabiskan waktu berjam-jam melayani di gereja, memberi persembahan untuk membantu pekerjaan Misi/Tuhan--itu sudah cukup.
   Saudaraku,...itu tidak bisa menggantikan tugas utama kita untuk pergi bersaksi dan memberitakan injil.  Tugas memberitakan injil tidak bisa digantikan yang lain.
   Kita harus pergi dan menyaksikan kepada orang banyak, apa yang Yesus perbuat terhadap diri kita.  Kita perlu menyaksikan karya dan kasih Kristus kepada orang-orang yang berada di luar gereja dan memberitakan bahwa Yesus adalah satu-satunya: Jalan, Kebenaran dan Hidup.
   Dalam Injil Matius 24, khususnya pada ayat 1-14 ini, kita menemukan bahwa ada terjadi suatu dialog antara para murid dengan Yesus sendiri.  Dalam dialog tersebut murid-murid mengajukan 3(tiga) pertanyaan kepada Yesus :
1. Kapan Bait Allah akan hancur.
2. Apakah tanda-tanda kedatangan Kristus Kedua kali.
3. Apa tanda-tanda akhir zaman?.
   Kemudian di dalam ayat 4-14, ini adalah jawaban yang diberikan Yesus terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut.  Menarik sekali untuk kita renungkan ayat 14 ini (Matius 24:14), karena dari semua tanda-tanda yang disampaikan oleh Yesus, tanda tentang Injil Kerajaan harus diberitakan ke seluruh dunia dan menjadi kesaksian bagi semua bangsa adalah merupakan tanda terakhir.
   Artinya: Seluruh dunia dan semua suku bangsa harus mendengar Injil barulah tiba saatnya kedatangan Yesus yang keduakali.
   Saudaraku,..Bersaksi dan memberitakan Injil adalah tugas utama yang harus dikerjakan oleh gereja Tuhan sampai kedatangan Yesus yang keduakali.

   Kesimpulan:
   Jika gereja Tuhan merindukan akan kedatangan Yesus Kristus yang keduakali, maka gereja Tuhan harus bersemangat untuk bersaksi dan memberitakan Injil. 
   Menurut buku berjudul "Kebahagiaan Sejati", hlm.73 hamba Tuhan bernama Ellen G. White menuliskan:
   "Allah dapat saja menyampaikan pekabaran-pekabaran injil ini, dan semua pekerjaan yang penuh kasih sayang kepada para malaikat. Dia juga dapat menggunakan alat-alat yang lain untuk menyelesaikan maksud-Nya.  Tetapi didalam kasih-Nya yang tiada mengenal batas itu, Dia memilih kita menjadi pembantu-pembantu-Nya, bersama Kristus dengan para malaikat, supaya kita dapat membagikan berkat-berkat, kegembiraan, ketinggian kerohanian, sebagai hasil daripada pekerjaan yang tidak mementingkan diri sendiri ini.          ==00===

Kamis, 16 Januari 2020

MEMBERITAKAN INJIL.


Pendahuluan:
   Setiap orang Kristen diharapkan memberitakan Injil keselamatan yang ada didalam Yesus Kristus.  Saya percaya bahwa bagi sebagian besar kita yang hadir saat ini tidaklah perlu di yakinkan lagi mengenai hal itu. Bahwa setiap orang Kristen diharapkan memberitakan keselamatan yang ada didalam Yesus Kristus.

BODY:
1.  Apakah definisi Pengabaran Injil?

“Pengabaran injil ialah: Mengabarkan tentang Yesus Kristus kepada orang-orang berdosa agar mereka percaya dan ber iman kepada Allah melalui Yesus Kristus, menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka, dan melayani Dia yang menjadi Raja mereka didalam persekutuan gereja-Nya”.  J.I. Packer, Evangelism & the sovereignty of God (Downers Grove, IL: Inter Varsity Press,1979 hlm.37-57).

   Jadi setiap orang Kristen yang dengan penuh iman memberitakan keselamatan dari Allah yang ada didalam Yesus Kristus berarti sedang Menginjil.  Tidak jadi masalah, apakah itu dilakukan secara lisan, secara tertulis atau melalui rekaman.  Tidak jadi masalah, apakah itu ditujukan kepada satu orang ataupun banyak orang.
2.  Mengapa kita diharapkan mengabarkan Injil?.  Jawab: Karena Tuhan Yesus Kristus sendiri sudah mengatakan, kita harus memberi kesaksian tentang Dia, Mari kita baca dalam Matius 28:19-20...
(Perintah itu terdapat juga dalam Markus 16:15; Luk.24:47; Yoh.20:21; Kis.1:8).
   Saudara2ku,..Perintah2 ini tidak hanya ditujukan bagi para rasul saja.  Bukankah para rasul tidak pernah datang ke Indonesia?.  Supaya berita tentang Yesus sampai ke Indonesia, berita itu harus disampaikan oleh orang-orang Kristen lainnya.
   Dan supaya amanat agung digenapi juga ditempat anda bekerja, maka kita sebagai pengikutnya diharapkan untuk memberitakan Injil.
   Saudara2ku,..Ada orang2 Kristen yang menganggap pekerjaan memberitakan Injil adalah karunia terhadap orang2 tertentu saja, dan hanya orang2 tertentu itulah yang bertanggung jawab memberitakan Injil.  Mereka memakai Efesus 4:11 untuk mendukung pandangan mereka (Baca...).
   Memang benar,..Allah memberi karunia khusus kepada sebagian orang dan mengangkat mereka menjadi Pendeta dan Penginjil, tetapi hanya sedikit yang dipanggil untuk melayani Dia sepenuh waktu sebagai Penginjil.
   Namun Tuhan Allah memanggil semua orang juga yang percaya pada-Nya untuk menjadi saksi-Nya.
   Bukankah setiap orang Kristen, terlepas dari karunia apa yang diberikan Tuhan kepadanya, dipanggil untuk mengasihi sesamanya?.  Demikian jugalah, setiap orang Kristen dipanggil untuk memberitakan Injil, tidak menjadi masalah apakah ia memiliki panggilan khusus (Untuk menjadi penginjil atau tidak).
   Mari kita baca kembali akan tanggung jawab kita pribadi dalam mengabarkan Injil : 1 Petrus 2:9....
   Ayat ini selanjutnya berkata bahwa anda diberi hak istimewa untuk: “......MEMBERITAKAN PERBUATAN2 YANG LUAR BIASA DARI DIA, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib”.
   Mengapa kita tidak aktif bersaksi tentang Tuhan Yesus?.
   Ada beberapa penyebab mengapa kita gagal bersaksi :
1.  Karena banyak orang Kristen yang merasa tidak cukup terlatih untuk bersaksi tentang imannya : Mereka berpendapat bahwa sebelum mereka dapat menginjil secara efektif, mereka terlebih dahulu ikut TRAINING KHUSUS.  Mereka takut berbicara kepada orang lain tentang Tuhan Yesus karena mereka belum merasa yakin bahwa pengetahuan mereka tentang Alkitab sudah cukup untuk menginjil, untuk menjawab pertanyaan yang mungkin akan timbul, untuk mengatasi pertanyaan, dll.
   Sdr2ku yang kekasih,...Mengikuti latihan bersaksi, memang ada manfaatnya.  Tetapi bila kita meninjau mengenai orang buta yang disembuhkan Tuhan Yesus (Yohanes 9:25)...  Hanya dalam beberapa jam, atau mungkin hanya dalam beberapa menit sesudah ia bertemu dengan Tuhan Yesus, ia memberitahu kaum Farisi itu apa yang diketahuinya tentang Dia.  Ia melakukannya dengan berani.  Jadi jelaslah, kita tidak dapat mengatakan bahwa kegagalan kita bersaksi disebabkan karena kita tidak cukup terlatih untuk bersaksi.  Pasti orang buta itu belum pernah ikut kelas latihan bersaksi, namun dia bersedia menceritakan apa yang telah Tuhan Yesus lakukan terhadap dia.
   Ia berkata: “Satu hal aku tahu, yaitu aku tadinya buta dan sekarang dapat melihat”.
   Apalagi kita yang sudah sering mendengarkan khotbah2 Alkitabiah, yang sudah ikut kelas S.S, yang membaca Alkitab (Follow the Bible) dan buku-buku Kristen lainnya---  Setidak-tidaknya kita sudah cukup mengerti tentang dasar Kekristenan dan mampu membagikannya kepada orang lain.
2.  ALASAN KE 2: TIDAK ADA WAKTU UNTUK BERSAKSI.
   Tetapi kita perlu menyadari bahwa yang memberikan kita semua tanggungjawab itu adalah Tuhan (Kegiatan rutin kita sehari-hari).  Tetapi, bukankah Allah juga yang memberi kita tanggungjawab untuk melaksanakan Amanat Agung itu?.
   Saudara2ku,...Allah menghendaki setiap pengikut-Nya tidak lalai melakukan Tanggung jawab yang satu ini.  Apapun peranan kita dalam hidup ini, dimanapun Tuhan menempatkan kita, Dia memanggil kita untuk melaksanakan Amanat Agung, tidak menjadi persoalan, betapa terbatasnya pun ruang gerak kita.

   Saudara2ku,...Kita harus berusaha menjangkau orang-orang yang Non Kristen : Kolose 4:5,6---
   Kedua ayat ini memperingatkan kita supaya kita tetap ingat akan Tanggung jawab kita memberitakan kabar keselamatan bilamana sedang berbincang-bincang dengan orang2 Non Kristen.  Kita diperingatkan untuk memanfaatkan setiap kesempatan yang ada.
   “Sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab”....Perlunya mempersiapkan diri untuk memberi penjelasan sejelas mungkin tentang iman kepercayaan kita.
 
CARA2 PENDEKATAN APA YANG KITA PERLU LAKUKAN DALAM UPAYA MEMBERITAKAN INJIL?.
1.  Jalinlah hubungan persahabatan dengan teman2 sekerja Anda.  –Melalui percakapan yang terjalin, Anda akan dapat melihat apa kebutuhan teman Anda saat itu.  Itu dapat menjadi batu loncatan untuk selanjutnya menyadarkan dia akan kebutuhannya yang utama, yaitu kebutuhan untuk mengenal Tuhan Yesus.  Baik sewaktu berbincang-bincang dengan orang yang sudah Anda kenal/ dengan orang yang baru pertama bertemu dengan Anda, cara terbaik untuk mengalihkan pembicaraan ke arah hal-hal rohani ialah dengan bertanya, apa yang dapat Anda doakan bagi dia. (Melalui cara ini, tersentuh hatinya oleh perhatian yang anda tujukan kepada mereka).
   Anda harus mendisiplin diri untuk bertanya kepada tetangga/teman2 sekeerja, apa yang Anda dapat doakan bagi mereka.  Anda harus berusaha menjalin hubungan persahabatan dengan mereka diluar jam kerja.
   Kalau Anda hanya menunggu dan menunggu saja sampai kesempatan bersaksi datang dengan sendirinya, kemungkinan Anda tidak akan bersaksi sama sekali.
   DUNIA, KEDAGINGAN dan IBLIS akan berusaha sedapat mungkin mencegah munculnya kesempatan seperti itu.
   Saudara2ku,...Tentu kita tidak bermaksud memberi kesan bahwa dalam hal pengabaran Injil menuntut kita semua memberitakan Injil dengan cara/methode yang sama.

   Rasul Petrus menggolongkan karunia2 Roh kedalam 2 golongan besar (1 Petr.4:10-11) yakni :
   KARUNIA MELAYANI DAN KARUNIA BERBICARA.
   Sebagian orang mendapati bahwa mereka lebih dapat membimbing orang-orang untuk mengenal Tuhan Yesus melalui kegiatan MELAYANI, sebagian lagi merasa lebih efektif melalui PEMBICARAAN LANGSUNG.
I.            MELAYANI DALAM RANGKA PENGINJILAN DAPAT MENCAKUP : Menjamu orang-orang di rumah Anda dan menjadi saksi Tuhan Yesus dihadapan mereka melalui tutur kata dan sikap Anda.  Bila menjadi nyata bagi tamu-tamu Anda bahwa kehidupan dalam keluarga Anda berbeda daripada yang lain, kesempatan untuk menyampaikan berita tentang kasih Tuhan Yesus dapat muncul oleh karenanya.
        *Menurut penyelidikan bahwa setiap keluarga rata-rata mengalami Krisis setiap 6 bulan sekali.  Krisis itu dapat berupa masalah: Penyakit, kehilangan pekerjaan, kesulitan keuangan, kelahiran, kematian, dll.  Saat itu adalah saat2 yang terbaik untuk melayani mereka. Dalam pada itu, tidak mustahil Anda memperoleh PELUANG untuk memberi mereka buku bacaan rohani. (Ini adalah contoh melayani dalam rangka memberitakan Injil).  Contoh lain:  Program Penginjilan di rumah-rumah, dengan mengundang pembicara yang siap menjawab pertanyaan-pertanyaan.
II. DIPIHAK LAIN, SEBAGIAN ORANG LEBIH TERGERAK UNTUK MENGINJIL SECARA LANGSUNG, YAITU SECARA LISAN.
   -Dianjurkan supaya berteman dan bekerjasama dengan orang yang merasa lebih cakap melayani---dengan demikian Anda akan mendapat lebih banyak kesempatan untuk bersaksi tentang Tuhan Yesus.  Dan orang yang lebih cakap melayani harus belajar menyampaikan injil secara lisan, betapapun pemalu sifatnya.
   Kita tidak dapat menentukan bagi diri kita sendiri bahwa kita tidak dapat dan tidak akan mengabarkan Injil secara lisan.
   Ilustrasi:
   Ada kesaksian tentang seorang pria yang menjadi orang Kristen. Ketika dia memberitahu bos nya bahwa dia menjadi orang Kristen, bos nya itu berkata: “Bagus sekali, saya juga orang Kristen dan sudah bertahun-tahun mendoakan kamu.  Pria itu kelihatan kecewa, lalu berkata: “Kenapa bapa tidak pernah mengatakan apa-apa kepada saya?.  Justru karena bapa lah saya bertahun-tahun ini tidak tertarik menjadi orang Kristen.  Bos itupun kecewa dan bertanya: Kenapa begitu?.  Toh saya sudah berusaha sebaik mungkin untuk hidup secara Kristen dihadapanmu?.
   Justru itu sebabnya, cetus sang bawahan. “Bapa bersikap baik tanpa memberitahu saya bahwa Tuhan Yesuslah yang membuat bapa sebaik itu”.  “Saya pikir, kalau bapa bisa hidup sebaik itu dan sebahagia itu tanpa Yesus, saya pun bisa”.
   Sdr2ku,...Sikap hidup Kristiani yang betul2 dijalankan dengan semestinya dapat Tuhan pakai untuk membuka hati orang2 Non Kristen terhadap Injil.  Tetapi melalui pemberitaan Injillah (Secara lisan atau tercetak), kuasa Tuhan bekerja menyelamatkan mereka yang percaya akan isi berita itu.
   Betapapun baiknya sikap hidup Anda dimata orang-orang (dan memang harus demikian supaya tidak menjadi batu sandungan), lambat/cepat, kita harus menyuarakan berita Injil kalau kita ingin orang-orang menjadi murid Tuhan Yesus.



KONKLUSI:
   Dr.Joseph Clark menguraikan 1 Kor.13 dengan kata-katanya sendiri sbb: “Sekalipun saya berbicara dengan bahasa kesarjanaan, walaupun saya memakai metode pendidikan tingkat tinggi, tetapi gagal memenangkan jiwa bagi Kristus atau gagal menolong mereka bertumbuh secara rohani, saya tidak ada bedanya dengan bunyi dengungan angin di padang gurun.
   Dan sekalipun saya mengerti semua misteri kehidupan, dan mengetahui semua isi Alkitab, tetapi kalau saya tidak tenggelam dalam pelayanan memenangkan jiwa bagi Kristus, saya tidak ada bedanya dengan segumpal EMBUN di samudera raya.
   Sekalipun saya membaca semua buku SS, semua buku rohani, dan selalu hadir di kelas SS, di kelompok P.A, di seminar2, tetapi merasa puas meski tidak memenangkan jiwa-jiwa bagi Kristus, dan tidak turut mendewasakan kerohanian orang2 Kristen Advent lainnya, semuanya itu tidaklah ada gunanya.

   Hamba yang memenangkan jiwa-jiwa bagi Kristus, yang mendukung pertumbuhan rohani orang2 Kristen lainnya itu panjang sabar dan baik hati.  Ia tidak iri terhadap orang lain yang tidak memikul beban yang sama: Ia tidak sombong akan kecerdasan otaknya.  Hamba-hamba seperti itu tidak hidup “SEMAU SENDIRI” pada hari-hari yang terbentang sepanjang minggu : Ia tidak mencari kesenangan bagi dirinya sendiri, emosinya tidak cepat tersulut; ia tabah menganggung segala sesuatu, percaya akan yang terbaik, selalu mengharapkan yang TERBAIK.
   Dari ketiga hal ini: Pengetahuan,  Methode dan Berita Injil, yang terpenting adalah : BERITA INJIL.
   Saudara2ku,...
   Semakin kita menjadi seperti Yesus, semakin kita akan bersaksi tentang Dia dan Firman-Nya.  Kita harus mendisiplin diri untuk melakukannya.
   Jika Anda tidak puas dengan jumlah jiwa yang Anda tuai bagi Tuhan Yesus, maukah Anda merencanakan untuk lebih mendisiplin diri dalam menabut kabar keselamatan?.
   Maukah Anda menentukan, kapan Anda mengkhususkan suatu hari bagi penginjilan?.  Maukah Anda mengundang teman sekerja Anda atau kenalan Anda untuk bersantap di rumah Anda, lalu cari kesempatan untuk berbincang-bincang tentang hal-hal rohani?.  Bagaimana dengan mengadakan persekutuan di rumah Anda, dimana Anda dapat mengundang orang2 yang belum mengenal Tuhan Yesus?.  Dapatkah traktat2 rohani dibagikan kepada orang2 yang memerlukannya?.  Maukah Anda bertanya kepada kenalan2 Anda yang belum mengalami kelahiran Baru, apa yang Anda dapat doakan bagi mereka?.

   Bacaan Alkitab: Matius 28:16-20.
   Nast : 1 Petrus 2:9.

TINGGAL DENGAN YESUS.


Pendahuluan:
   Selamat Hari Sabat, saudara2ku...
   Hari sabat yang suci ini adalah merupakan hari persekutuan umat Tuhan (Umat MAHK beribadah saat ini di seluruh dunia).
   Tahun 1870 hanya ada 1 orang saja diantara 250.552.
   Tetapi sekarang ini, dalam setiap satu hari, ada 2057 orang Advent yang dibaptiskan.  Setiap hari ada 4-5 gereja yang di organiser.  Tahun 1972 – Missionary modern telah dimulai ke benua lain.
   Illustrasi:
   Ada seorang missionary yang dikirim ke India: William Carey.
   Ia adalah seorang yang mengharapkan perkara-perkara besar dari Allah.  Ia mempunyai misi ke India. Dia disebut sebagai Bapa Missionary modern.  Di India, ia telah mendirikan percetakan, terjemahkan Alkitab ke dalam 20 bahasa India.

   Siapakah William Carey?. Apakah seorang doktor? Pastor?.
   Ia adalah seorang tukang sol sepatu.  Dibelakang sol sepatunya ada tulisan: “Saya memperbaiki sepatu untuk membayar biaya-biaya kehidupan. Tapi menarik jiwa-jiwa adalah pekerjaanku”.
   Saudara-saudaraku yang kekasih...
   Perkara-perkara besar dapat dibuat oleh kaum awam.  Kalau semua anggota berpartisipasi, barulah pekerjaan ini dapat diselesaikan.
   Tidak peduli apa yang menjadi pekerjaan saudara, tapi kita lakukan semua pekerjaan kita  untuk membayar kehidupan, tetapi “ MENARIK JIWA ADALAH PEKERJAANKU”. (Ucapkan sama-sama sebanyak 2x).

   Saudara2ku,...
   Kita mengharapkan pekerjaan yang besar.  Program yang akan dilaksanakan diwaktu mendatang bukan hanya melalui KKR seperti yang biasa selama ini kita adakan.  Di Amerika Utara telah menggunakan NET 96—dengan 40 bahasa.  Mark Finley –bila berkhotbah, ada 14 negara ikut berpartisipasi.
   Sekarang kita bekerja dengan Net 98 yang dapat siarkan 70 bahasa termasuk bahasa Indonesia.  Organisasi kita akan berencana membuat KKR Internasional melalui satelit dan mau dimasukkan melalui SCTV.  Ini disebut dengan Program Evangelisasi Satelit).  Januari 99 – akan disebarkan melalui 400 bahasa.  Dengan program satelit di U.S.A. Fritz Henry, seorang awam yang memiliki perusahaan dan senang menarik jiwa.  Tuhan telah memberkatinya dengan 16.000 jiwa.  Siapakah dia ini?.  SEORANG AWAM.
   Program ini tidak akan berhasil kalau tidak ada KERJASAMA.
Saudara2ku yang kekasih,...
   Alkitab ini memberi pertanyaan : Baca Yesaya 6:8—Jawab Yesaya.  Apakah rahasia daripada Yesaya?. Bagaimana sampai ia memberi sambutan yang positip?.  Rupanya ia baru bertemu dengan Allah.
   Kita baca ayat sebelumnya.  Dia memandang kemuliaan Allah.
   Baca Yesaya 6:5 –Celakalah aku!.
Saudara2ku,...
   Seorang yang telah memandang Allah dan mengenal Allah—
Sambutannya ialah: INI AKU, UTUSLAH AKU!.
   Apabila kita telah menemukan Allah (Yesus) didalam diri kita—maka tidak lain dan tidak bukan, kita akan jawab: Disinilah aku.

   ANDREAS—adalah seorang yang mencari kebenaran.  Ia telah menjadi murid Yohanes.  Andreas berjalan dari Betsaida 24 jam perjalanan untuk dengan khotbah Yohanes.  Dia adalah seorang yang mencari kebenaran.  Suatu saat dia mendengar Yohanes berkata (dalam Yoh.1:29 “Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia”.
   Kemudian dia lihat seorang yang berumur 32 tahun. Baca Yohanes 1:37.  Ayat 38-39—Tetapi Yesus menoleh kebelakang, dst... 
   Kata : “Marilah” (datanglah) adalah kata kunci dalam Kekristenan (P.L. dan P.B).
   Kepada Zakheus, Yakobus, Petrus dan Andreas dan kepada kita sendiri, Yesus berkata: “Marilah, hai kamu yang menanggung beban berat, Aku akan memberi sentosa kepadamu”.
   Ada sebanyak 642 x kata “Marilah” disebut dalam Alkitab.
   Apakah ada beban dan masalah yang Anda alami karena banjir?.  Alkitab berkata: “Marilah...Yesus tetap memanggil: “Marilah!.  Yesus rindu mengurangi beban kita masing-masing.
   Dikatakan tadi dalam Yohanes 1:38..”Maka mereka pun datang dan melihat dimana Yesus tinggal, dan mereka tinggal bersama-sama dengan Dia”.  Waktu itu kira-kira jam 4.  Mereka tinggal bersama-sama dengan Dia (Yesus).
   Saudara2ku,..
   Hanya mereka yang tinggal dengan Yesus dan yang mengenal cinta Yesus yang akan mengalami kebahagiaan.
   Yesus ---adalah sumber KEBAHAGIAAN.  Kalau kita datang kepada-Nya, kita akan bahagia.
   Kata “TINGGAL” (ay.39)...menyebabkan kuasa yang besar dalam kita.  Yang berikut: “PERGILAH”..(Kata yang berakhiran “LAH”)...Marilah, Tinggallah, Pergilah !.
   Apa yang terjadi sesudah Andreas tinggal dengan Yesus?.
   Andreas pun pergi menceritakan-Nya kepada Simon Petrus.
   Yohanes 1:40 “Kami telah menemukan Mesias”(artinya Kristus).
   Inilah yang kita harapkan untuk kita lakukan.  Kita berbahagia karena telah menemukan Yesus, tetapi apakah reaksi kita setelah itu?. Apakah kita Pergi?.
   ADA BEBERAPA LANGKAH YANG PERLU KITA LAKUKAN:
1.  Mengabarkan tentang kasih Yesus kepada yang terdekat (orang yang terdekat). Andreas tidak lupa pergi kepada saudaranya sendiri.  Kita lupa kepada saudara kita sendiri, kita pergi kepada yang lain.  Ilustrasi:  Pada suatu kali ada orang KEHILANGAN DOMPET. Dia pergi ke jalan. Orang bertanya: dimana hilangnya?. Jawabnya: Di rumah, tapi dicarinya di jalan (Karena di rumah gelap).
2.  NUH BANGUN BATERA.  Untuk siapa dia bangun?.  Baca Ibrani 11:7—KELUARGANYA!.
   Saudara2ku,...
   Tugas kita yang utama: Untuk menyelamatkan anggota keluarga kita sendiri.  Saya yakin bahwa saudara2 telah berhasil melakukan hal ini.  Dan inilah yang telah dibuat oleh Andreas.  Mungkin saudara2 berkata: Oh, saya ini tidak sanggup?/
   Dalam Yohanes 6—Yesus berkata kepada murid2-Nya mengenai KRISIS  yang sedang mereka hadapi.  Saat itu ada 5000 yang kelaparan.  Kita baca Yohanes 6:7...
   “Roti seharga 200 dinar tidak cukup” (Gaji 8 bulan untuk kasi mereka itu semua makan).  Bagaimana jalan keluar terhadap krisis itu?.  SIAPA YANG DATANG?. Jawab: Andreas (Yoh.6:9).
   Andreas berkata: Disini ada 5 ketul roti dan 2 ikan.
   PERTANYAAN SAYA: Mengapa Andreas bisa tahu, ada roti dan ikan?.  Ternyata dia mempunyai Public Relation yang baik, pengaruh yang memiliki potensi pada anak2 sekalipun—untuk membuat mujizat dalam pekerjaan Tuhan.
Ilustrasi:
   Di KUBA—ada seorang anak bernama: PEDRO (Anak pendeta kita berumur 5 tahun). Disana umur 5 tahun sudah siap sekolah. Ayahnya setiap pagi berdoa: Tuhan, kiranya PEDRO bisa jadi saksi di sekolah.  Pada suatu kali, ada murid2 yang ribut dan guru sulit menyuruh mereka supaya diam. Anak itu berkata: “Bu guru,...bagaimana kalau kita berdoa?.  Pedro pun berdoa, dan keributan pun berhenti.
   Kemudian ibu guru berkata:
1.  Anak macam apa ini?.
2.  Bapamu siapa? Jawab: Guru Injil.  Boleh aku belajar?.
  Akhirnya: Ibu guru dan 5 orang saudara2nya di baptis.  Luar biasa. Dia seorang yang berpengaruh.
   Mari kita baca Yoh.12:20-22—Pengalaman dari orang2 Yunani yang mencari Yesus.
   Mengapa orang Yunani pergi kepada Pilipus?.  Kemudian orang2 Yunani dibawa lagi kepada Andreas dan Andreas dan Pilipus pun menyampaikannya pula kepada Yesus.
   Banyak orang yang bisa menjadi perantara (Batu loncatan untuk memperkenalkan mereka kepada Yesus).
   Saudara2ku yang kekasih,...
   Kita juga bisa memenangkan jiwa seperti Andreas.
   Dalam Yoh.1:40 dan Yoh.6:8—Untuk setiap kata Andreas, selalu ditulis: “Andreas saudara Simon Petrus”.
   ARTINYA: Bahwa dia bukan Evengelis ternama seperti Petrus, tetapi dia adalah orang yang menarik Petrus.

KONKLUSI:
   Kita jangan meremehkan pekerjaan Roh Kudus kepada saudara-saudara kita!.  Mengapa kita tidak sampaikan?.  Ada yang berkata dalam hatinya: “Mana mungkin mereka terima kita”?.
   Saudara2ku,..Kita jangan remehkan pekerjaan Roh Kudus!.
   Dalam D.A. 142 “Tuhan dapat selamatkan manusia tanpa pertolongan kita..tetapi Tuhan menghendaki supaya masing-masing merasa sukacita didalam penarikan jiwa.
   Kita memerlukan lebih banyak berperan serta.
   Yesus bertanya: “Siapakah yang mau kusuruhkan?
   Respons: Ini aku, utuslah aku!,
   Kalau orang tinggal dalam Kristus, sambutannya adalah: PERGI.  Jika ini merupakan kerinduan saudara,...mari kita berdoa.
                            ==0==

Rabu, 15 Januari 2020

MENJADI MURID YANG BERKEMBANG.


Pendahuluan:

   Matius 28:19,20.
   Salah satu tujuan (Tugas) utama gereja ialah: Membawa pria/wanita kepada pengenalan akan Tuhan Yesus Kristus, yakni: untuk menjadikan semua bangsa murid Kristus yang berkembang.
   Menurut ayat ini—wilayah tugasnya ialah: SELURUH DUNIA INI, sedangkan tugas ini disebut sebagai PERINTAH AGUNG dari Tuhan kita Yesus Kristus.
   Matius 28:19 “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku!”. Kata-kata yang di ucapkan oleh Yesus ini telah memulai suatu gerakan yang telah mengubah dunia.

   Selama 3 tahun Yesus telah mencurahkan hidup-Nya untuk memberi teladan kepada beberapa orang biasa yang sederhana—karena itu adalah murid-murid-Nya.  Mereka bersama-sama dengan Yesus ketika Ia menenangkan laut,...Memberi makan ribuan orang dengan makanan siang yang dibawa oleh seorang anak laki-laki; Membangkitkan orang yang sudah mati, dan kemudian Ia sendiri bangkit dari antara orang mati.
   Yesus berkata kepada para murid-Nya itu bahwa mereka akan melakukan hal-hal yang lebih besar lagi.
   Dan sementara Yesus meninggalkan mereka dengan kata-kata itu, mereka siap untuk bergerak!. Dengan kuasa Roh Kudus, murid-murid telah menyembuhkan orang sakit, memberi hidup kepada orang-orang yang sudah mati, dan telah menggemparkan seluruh dunia, sehingga mereka didalam Kisah 17:6 dituduh sebagai orang-orang yang telah “mengacaukan seluruh dunia”.

   Body:
   Saudara-saudaraku, para pengikut Yesus yang mula-mula dahulu, yakni murid-murid-Nya adalah orang-orang yang aktif dan penuh semangat melaksanakan perintah agung tersebut.
   Namun, ratusan tahun telah berlalu, dan gerakan itu pun terus maju.  Sekarang kita hidup dalam abad 20. Apakah yang harus kita lakukan sebagai murid-murid-Nya abad ke 20 ini?.

   Seorang Atheis terkemuka pernah mengatakan pernyataannya kepada seorang Kristen sbb: “Jika kamu orang Kristen ingin menunjukkan kepada kami bahwa Allah telah menebus kamu, sebaiknya kamu mulai bertindak seperti orang-orang yang telah ditebus”.
   Bagaimana bertindak seperti orang-orang yang telah ditebus, teristimewa di dunia kita yang penuh dengan penyakit dosa dan sudah meningkat kejahatannya ini?.
   Bertindak seperti orang-orang yang telah ditebus disini artinya bahwa:
1.  Kita harus bertindak seperti murid-murid-Nya yang mula-mula.
2.  Allah memanggil kita agar menjadi murid yang berkembang, Allah memanggil kita kepada pelayanan pemuridan.
3.  Menjadi murid Kristus yang turut mengambil bagian dalam melaksanakan perintah agung Yesus Kristus.
4.  Menjadi murid Yesus yang mau memenuhi keinginan Allah.
   Tuhan kita berkata kepada ke 11 murid-Nya, “Pergilah keseluruh dunia dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku”.
   Satu-satunya penjelasan yang masuk akal untuk perintah itu ialah: Bahwa Tuhan kita tidak mengharapkan ke 11 murid-Nya untuk melaksanakan tugas itu sendiri.
   Jelaslah bahwa Ia mengharapkan Roh Kudus melaksanakan tugas ini melalui PEMURIDAN.
   Arti Pemuridan: KITA MENJADI MURID---Memuridkan orang-orang yang pada gilirannya akan memuridkan orang-orang lain pula bagi Juruselamat kita.  Allah akan melaksanakan perintah agung ini dengan perantaraan orang-orang seperti Anda dan saya!.  Orang Kristen adalah satu-satunya orang yang membawa suntikan untuk penyeakit dosa dan Allah ingin memakai hidup anak-anak-Nya/murid-murid-Nya untuk mengubah masyarakat.

   Sebagai seorang murid, kita harus mau memenuhi panggilan Allah yakni kepada pelayanan pemuridan, dan ikut terlibat dalam tugas ini adalah sungguh-sungguh merupakan hak istimewa bagi saudara dan saya.
   Apakah keuntungan yang diperoleh bila bersedia menyambut panggilan kepada pelayanan pemuridan?.
1.  Bahwa Ia dapat menembangkan watak pribadi yang kuat dan dinamis secara efektif.  Pada waktu seseorang menyambut panggilan ini, ia akan berkembang sebagai seorang murid dan mulai memuridkan orang-orang lain, kemudian terjadilah perkembangan watak pribadinya.  Perkembangan watak yang terjadi dalam hidup seorang murid akan mempengaruhi dan menguntungkan hal-hal seperti mata pencahariannya dan juga banyak bidang lain dalam kehidupannya.(Yakni: Unsur yang terpenting untuk mencapai sukses dalam kehidupan}.
2.  KEUNTUNGAN KEDUA:  Bertumbuh menjadi seorang pribadi yang mempunyai keinginan untuk menyenangkan Allah.  Salah satu kekuatan terbesar yang dihadapi oleh orang percaya dewasa ini ialah TEKANAN LINGKUNGAN.  Misalnya: Tekanan dari tetangga atau teman yang dapat menyebabkan dia kehilangan identitasnya.  Ada juga tekanan untuk melakukan apa yang dilakukan oleh kelompok dan pergi ke tempat mereka pergi; atau kalau tidak, ia menghadapi risiko menjadi orang luar/orang yang terasing dari kelompok tersebut.  Pada waktu seorang murid tumbuh dalam hubungannya dengan Kristus, Ia mempunyai kesempatan untuk dibebaskan dari segala tekanan lingkungan ini.  Untuk mendapatkan kepuasan, ia tidak lagi memandang kepada sekelompok teman—melainkan ia memandang kepada Kristus untuk memperoleh damai dan kepuasan yang diberikan-Nya.  Kenyataan ini memungkinkan dia untuk benar-benar hidup sebagai seorang PRIBADI.  Ia tidak usah menjadi serupa dengan orang-orang disekelilingnya, karena ia hidup bagi Yesus dan bukan bagi mereka.  Ia menjadi seorang pribadi yang mempunyai keinginan untuk menyenangkan Allah.
3.  BERKEMBANG SEBAGAI PEMIMPIN.
   Setidak-tidaknya ada 2 macam pemimpin :
a.   PEMIMPIN KARENA KEDUDUKAN:
   Contohnya:
-      Orang yang telah lulus dari Universitas dan mempunyai pangkat Letda didalam Angkatan Darat.  Setelah lulus, ia mengikuti program latihan selama 2 bulan dan segera setelah itu diserahi tugas memimpin satu peleton.  Orang-orang dalam peleton itu wajib mengikut pemimpin muda itu karena kedudukannya.
b.  PEMIMPIN KARENA PENGARUH.
   Contoh: Yesus.
   Orang mengikut Yesus karena kepribadian, karena perangai-Nya.  Orang mengikut Yesus atas pilihan sendiri.  Ia adalah seorang pemimpin karena PENGARUH.
4.  BERTAMBAH-TAMBAH DALAM HIKMAT.
   Sementara seseorang berkembang sebagai murid, Ia mengembangkan hubungannya dengan Allah dan semakin mengenal Alkitab pengetahuannya akan Alkitab semakin bertambah sehingga ia tidak hanya sekadar dikuasai oleh pancainderanya saja, karena ia memiliki dasar yang baru untuk mengambil keputusan.
   HIKMAT ALLAH:
   Apabila orang mengambil keputusan yang mutlak, ia mempunyai keyakinan bahwa keputusan yang telah diambilnya itu benar.  Keyakinan ini memberikan kepadanya TUJUAN dan Harga diri.
5.  SIKAPNYA SECARA KESELURUHAN LAMBAT LAUN BERUBAH DARI SIKAP NEGATIF KPD.SIKAP POSITIF.
   Sementara seorang murid belajar untuk menyandarkan diri pada Firman Allah dan tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh pengalaman negatif yang ada disekelilingnya, sikapnya secara keseluruhan lambat laun berubah dari sikap negatif ke sikap positif.  Ini adalah karena Firman Allah bersifat positif.
   Orang yang hidupnya dipimpin oleh Roh Kudus tidak dihantui oleh kekwatiran, kerisauan atau kemurungan yang terus menerus, karena ia telah menyerahkan hidupnya kepada Tuhan dan sekarang segala masalahnya menjadi masalah Tuhan.
   Hal ini dapat benar-benar menambah umurnya, dan pada saat yang sama juga, menjadikan tahun-tahun tambahan itu tahun-tahun yang lebih sehat.
    Ilmu kedokteran telah membuktikan bahwa keadaan mental seseorang dapat mempengaruhi tubuh jasmaninya.  Kerisauan menimbulan penyakit kulit dan serangan jantung, sedangkan kekuatiran menimbulkan sakit kepala dan banyak gangguan lain yang parah.  Karena itu, sementara seseorang berkembang sebagai MURID, sikapnya yang baru akan menjadi suatu kekuatan yang positif yang dapat benar-benar memperpanjang umurnya dan memperbaiki mutu kehidupannya.
   KESIMPULAN:
   Saudara2ku yang kekasih,...Keterlibatan kita dalam pelayanan pemuridan akan memberi kesempatan bagi kita untuk mengambil bagian dalam mengubah masyarakat, yaitu dengan melaksanakan perintah Agung dan pada saat yang sama juga kita akan mengalami perkembangan perangai/watak pribadi yang semakin menyerupai Kristus.  Dalam kehidupan ini. Seseorang mungkin dapat melibatkan diri dalam banyak hal yang dapat memberikan kepadanya kepuasan pribadi sampai taraf tertemtu.
   Tetapi, tidak ada sesuatu yang lain yang dapat menyamai KEPUASAN PRIBADI yang diperoleh dari keterlibatan dalam pelayanan PEMURIDAN.
   Keputusan untuk melibatkan diri dalam pelayanan pemuridan ini mungkin adalah merupakan salah satu keputusan terpenting yang akan anda ambil pada saat ini.
   Dapatkah Anda menyebutkan bidang lain dimana anda dapat mencurahkan waktu anda untuk pelayanan pekerjaan Tuhan?.

                                     ===o===


Sabtu, 16 Juli 2016

Pentingnya Kuasa

Pendahuluan:
   Gereja harus pergi dan memproklamirkan kabar damai, berita pengharapan dan keselamatan kepada sejumlah besar orang-orang yang melarat dan kepada para pria dan wanita yang berdukacita.  Namun, darimanakah datangnya kuasa untuk memenuhi perintah yang khitmad ini?.
Pembahasan: 
   Kita akan membahas pentingnya kuasa untuk mengabarkan kabar baik ini.  Beberapa orang percaya akan kuasa dari kedudukan atau posisi. Tetapi alangkah lemahnya kuasa yang datang dari posisi(kedudukan).
   Gereja harus mempelajari bahwa kuasa untuk menyelesaikan pekerjaan itu tidak bertempat tinggal di Komite G.C, juga tidak didalam Majelis di kantor Divisi, Uni atau Konferens/Daerah. 
   Itu bukan datang dari utara dan selatan melainkan datangnya dari atas.  Persoalan yang kita temukan didalam banyak gereja-gereja kita pada zaman ini ialah bahwa mereka terlalu sibuk mengurus gantinya berjuang untuk jiwa-jiwa.  Memang benar, bahwa struktur administrasi yang kita miliki, program kerja kita, rencana-rencana kita dan tekhnik-tekhnik promosi kita, semuanya adalah penting.  Namun kita harus memelihara mereka didalam tempat yang layak.
   Diantara para murid Yesus ada yang bernama Yudas. Dia percaya lebih banyak kepada kuasa uang daripada kuasa Allah.  Keyakinan ini telah menghancurkan dia dan bersifat menipunya.  Kuasa dari atas yang akan mempersiapkan kita untuk penyelesaian suatu pekerjaan yang dinamis dan pekerjaan yang menghasilkan banyak buah jiwa.  Kita memerlukan kuasa dari sorga,  kuasa Ilahi yang telah memungkinkan para rasul  untuk menyelesaikan penginjilan yang besar pada masa permulaan kekristenan.   Pengalaman dari para rasul pada hari Pentakosta adalah penggenapan janji: "Kamu akan menerima KUASA".  Petrus menerangkan pengalaman di ruangan atas sebagai berikut:
   Kisah 2:16-17, 39. "tentang karunia Roh Kudus" (baca)
   Tuhan bersedia (sudah bersedia) memberikan Roh-Nya hari ini.  Bila semua mau, semua akan dipenuhi dengan Roh.
   Tuhan lebih suka memberikan Roh Suci kepada mereka yang melayani-Nya daripada para bapa yang memberikan pemberian yang baik kepada anak-anaknya.
   Konklusi:
   Masing-masing kita haruslah memohon kepada Allah agar kita menerima baptisan Roh.  Kiranya Allah memberikan kuasa ini kepada kita.