Jumat, 25 September 2020

Satu Langkah Di Dalam Iman

 








PA SS 13 Trw.III,2020

                                   (A Step In Faith)

Ayat Hafalan:

   “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia”.(Filipi 2:5-7).

   Shalom sdr2ku,...Saat ini tibalah kita pada akhir pelajaran SS kita dengan judul: Satu Langkah di dalam Iman (A Step In Faith).

 Apakah saudara2 mengetahui apa yang menjadi penyebabnya mengapa Yesus telah meninggalkan kedudukan-Nya yang mulia di surga dan datang ke dunia ini?.(Dia meninggalkan kemuliaan surga, penyembahan dari para malaikat kepada-Nya, serta persekutuan-Nya dengan Bapa—namun meninggalkan semuanya itu dan datang ke bumi ini?.).

   Inilah makna yang kita temukan dari ayat hafalan dalam pelajaran kita ini dalam Filipi 2:5-7.

   Dan inilah juga salah satu bukti dari dalamnya kasih Allah untuk menebus semua umat manusia (saudara dan saya).

  Mari kita perhatikan sebuah kutipan yang luar biasa ini:

   “Harga penebusan kita itu tidak akan disadari sampai orang-orang tebusan itu kelak berdiri dengan Penebus di hadapan takhta Allah. Pada hari itu kelak ketika segala kemuliaan rumah yang kekal itu memancar ke dalam panca indera kita yang terpesona itu, kita pun akan mengingat bahwa Yesus telah meninggalkan semuanya ini untuk kepentingan kita, bahwa Ia bukan saja meninggalkan istana surga, melainkan mengambil risiko kegagalan dan kematian yang kekal untuk menebus kita.

   Pada masa itu kelak kita pun akan meletakkan semua mahkota kita di kaki-Nya, serta menyanyikan nyanyian, ‘Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!’. Wahyu 5:12.

               Ellen G.White, Alfa dan Omega jld.5 hlm.126,127.

  Pengorbanan yang Yesus buat untuk keselamatan kita tidak ternilai.  Untuk bersatu dengan Yesus dalam menjangkau orang-orang untuk masuk kedalam kerajaan-Nya, ini menuntut pengorbanan.  Dan pelayanan memenangkan jiwa ini bagi kita adalah disebut merupakan LOMPATAN IMAN.  Hal ini membawa kita keluar dari zona nyaman kita.  Tuhan memanggil kita untuk berkorban.  Bila kita mau berkorban maka ada sukacita yang Dia tawarkan bagi kita yang lebih besar dari pengorbanan itu.

        I.            KASIH PENGORBANAN DIRI YESUS.

   Untuk menjadi lebih seperti Yesus, apakah mungkin bagi kita untuk melakukan pengorbanan diri dalam kehidupan kita, seperti yang dilakukan oleh Yesus?.  Jika itu memungkinkan maka pengorbanan apa yang bisa kita lakukan yang akan mempengaruhi dunia ini?.

   Sdr2ku,..Tidak ada kata2 dalam bahasa manusia yang dapat menggambarkan jenis kasih yang dinyatakan oleh Allah saat Dia mengirimkan putra-Nya yang tunggal itu ke dunia ini.

   Mari kita baca dulu Filipi 2:5-11   “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. ay.8.Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.ay.9-Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

ay.10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

ay.11.dan segala lidah mengaku, “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!.

   Suatu hari nanti Iblis dan semua para malaikat jahatnya akan sujud dan mengakui bahwa Allah itu adalah benar.  Kapankah hal ini terjadi?. Ini akan terjadi setelah masa millenium (masa 1000 tahun) yaitu pada kedatangan Kristus yang ketiga setelah setiap mata melihat panorama Pertentangan Besar itu.

  Meskipun kita menggunakan istilah Anak bagi Yesus dan istilah Bapa bagi Allah Bapa, Ke Allahan, termasuk Roh Kudus adalah SETARA untuk selama-lamanya dengan Bapa dan Anak.

   Kristus samasekali tidak lebih rendah dari Bapa-Nya.

   Jadi, apakah berbeda jika Allah Bapa yang datang ke dunia ini dan bukan Anak?.  Apa jawabannya terhadap hal ini?.

  E.G. White, Manuscript Release, no.1581:

   “Seandainya Allah Bapa datang ke dunia ini dan tinggal diantara kita, menutupi kemuliaan-Nya dan merendahkan diri-Nya, agar umat manusia dapat memandang-Nya, sejarah kehidupan Kristus yang kita miliki tidak akan berubah tentang sikap-Nya yang merendahkan diri-Nya dengan rahmat-Nya.  Dalam setiap tindakan Yesus, dalam setiap pengajaran-Nya, kita melihat dan mendengar serta mengenali Allah. Secara penglihatan, pendengaran, pada dasarnya, itu adalah suara dan gerakan-gerakan BAPA”.

   Meskipun Kristus mengesampingkan(membungkus) keilahian-Nya dengan kemanusiaan dan tidak pernah menggunakannya atas nama-Nya sendiri selama di bumi ini, Dia adalah tetap Allah sepenuhnya.  Kapan saja, Dia bisa saja menggunakan kuasa Ilahi-Nya.

   “Di dalam Kristus ada kehidupan, asli(original), tidak dipinjamkan, tidak diperoleh/diturunkan.

   “Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup”. 1 Yoh.5:12.

   “Keilahian Kristus adalah jaminan orang percaya akan kehidupan kekal”.   E.G. White, The Desire of Ages, hlm.530.3.

  Namun, Yesus telah memilih untuk mengosongkan diri-Nya dari semua sifat2 yang Dia miliki di surga. Dia telah memberikan contoh ke seluruh alam semesta bahwa hukum kasih yang mengendalikan surga dan bersedia turun ke dunia kita dan melakukan pengorbanan terakhir.

   Melalui hidup dan kematian-Nya, Yesus telah memberi kita pilihan: (1) Kita dapat berusaha untuk mengikuti teladan-Nya dan dengan bantuan Roh Kudus menjalani hidup sedekat mungkin dengan kehidupan-Nya; atau (2) Kita akan mati dengan kematian-Nya, kematian akibat keterpisahan dari Allah, satu-satunya Sumber kehidupan.

   Sdr2ku,...Inti dari pemikiran Yesus adalah kasih PENGORBANAN DIRI.  Mengikut Yesus berarti bahwa kita mengasihi sebagaimana Dia mengasihi, melayani sebagaimana Dia melayani, dan menolong sebagaimana Dia menolong.  Apa yang membuat kita tidak mau mengorbankan sesuatu?.    Jawabnya adalah: AMBISI EGOIS kita.  Oleh sebab itu mari kita mohon Roh Kudus-Nya mengosongkan kita dari ambisi egois itu.

   Surga akan menghargai setiap pengorbanan yang kita lakukan di bumi.  Bila kita mau melakukannya, mau melakukan pelayanan maka sukacita pelayanan itu akan melebihi semua pengorbanan yang kita buat, dimana kita boleh hidup bersama Kristus di sepanjang kekekalan dan kita akan temukan bahwa pengorbanan apa pun yang kita buat di sini tampak tidaklah berarti.

II.         PANGGILAN KOMITMEN.

   Dalam Matius 4:18-22 – Petrus, Andreas, Yakobus dan Yohanes anak Zebedeus memancing sepanjang malam di laut Galilea.

   Kemudian Yesus memanggil mereka dan mereka semua membuat komitmen radikal untuk mengikut Kristus (Padahal beberapa diantara mereka sudah menikah, tetapi rela meninggalkan segalanya dan membuat pilihan yang tidak pasti untuk mengikut Yesus?).

    Yesus memanggil mereka untuk tujuan yang lebih tinggi daripada menangkap ikan.  Menurut Injil Yohanes, mereka sudah mengetahui tentang sesuatu tentang Yesus selama lebih dari setahun, namun belum membuat komitmen penuh kepada-Nya.

   Mereka mau meninggalkan pekerjaan mereka karena mereka merasakan panggilan untuk tujuan yang lebih tinggi.

   Demikian juga, Kristus memanggil kita untuk membagikan kasih-Nya dan menyaksikan kebenaran-Nya.

 E.G. White, The Desire of Ages,hlm.250.1

   “Yesus memilih nelayan yang tidak terpelajar karena mereka tidak dididik dalam tradisi dan kebiasaan yang salah pada zaman mereka.  Mereka rendah hati serta mudah diajar.  Orang-orang seperti itulah yang Yesus panggil untuk menjadi rekan kerja-Nya.

   Ketika para murid keluar dari pelatihan yang diadakan Juruselamat, mereka tidak lagi bodoh dan tidak berbudaya.

   Mereka telah menjadi seperti Dia dalam pikiran dan karakter”.

 Tidak lama kemudian, Yesus memanggil Matius, seorang pemungut pajak, untuk mengikut Dia (Matius 9:9).

   Para pemungut cukai/pajak adalah orang Yahudi yang, demi uang, telah setuju untuk bekerja bagi Herodes dan Kekaisaran Romawi untuk mengumpulkan pajak dari sesama orang Yahudi.     Mereka termasuk orang yang paling dibenci dan dianggap hina di negeri itu/diseluruh Israel. Ini seharusnya menuntun kita untuk mengajukan dua pertanyaan:

(1) Mengapa Yesus memilih untuk memanggil orang seperti itu untuk mengikuti Dia? dan

(2) Mengapa Matius meninggalkan bisnisnya yang menguntungkan untuk mengikuti Yesus? Apa yang Allah minta agar kita serahkan untuk mengikuti Dia?. Didalam hati Matius ia memiliki kerinduan untuk mengikuti Yesus. Ketika undangan datang, dia sudah siap.

   Jauh di lubuk hati kita ada kerinduan akan sesuatu yang lebih dalam kehidupan ini. Kita juga ingin hidup untuk sesuatu yang berharga, untuk tujuan yang lebih agung dan lebih mulia.  Karena itu, Kristus memanggil kita, seperti Matius, untuk mengikut Dia.

III.      PAULUS: BEJANA PILIHAN ALLAH.

   Pikirkan tentang kisah Saulus / Paulus. Dia dibesarkan sebagai seorang Yahudi yang taat dan seorang Farisi. Dia masih muda, energik, dan berkomitmen. Kemudian, dia memiliki pengalaman dalam perjalanan ke Damaskus.

   Dia sedang dalam perjalanan untuk menangkap dan membunuh orang Kristen. Apa yang berubah? Paulus tidak mengubah hari Sabatnya; dia tidak mengubah pola makannya; dia tidak mengubah keyakinannya pada Kitab Suci. Apa yang dia ubah adalah gambaran tentang Allah! (his picture of God).

   Baca: Kisah 9: 3-6,10-20: ay.15 “Tetapi firman Tuhan kepadanya (Ananias): “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa2 lain serta raja-raja dan orang-orang Israel”.

   Mengapa Yesus memilih seseorang seperti Paulus? Pikirkan tentang orang lain yang Dia pilih untuk bekerja bagi-Nya: (1) Orang yang kesurupan roh jahat, (2) wanita Samaria, (3) Seorang pelacur yang sebelumnya kerasukan setan, (4) pemungut cukai, (5) sekelompok nelayan Galilea, dan (6) ribuan lainnya.

   Bagaimana Yesus memengaruhi kehidupan mereka? Apa yang mereka lakukan tentang itu?

   Paulus tidak pernah berhenti bersaksi tentang kepercayaannya kepada Yesus. Tidak diragukan lagi, dia bersaksi kepada algojo Romawi yang membawanya keluar untuk dipenggal.            

   Di akhir hidupnya, Paulus mendesak Timotius untuk melakukan pekerjaan sebagai seorang penginjil. Dia menulis kepada Timotius dalam 2 Timotius 4:5-8 “Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberitaan Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!. Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya”.

   Paulus begitu meyakinkan dalam menjelaskan kekristenannya sehingga beberapa anggota keluarga Nero menjadi Kristen! (Filipi 4:22).  Pencobaan dan kesusahan yang  Paulus alami dalam hal pemberitaan Injil kita temukan dalam Filipi 4:22. Dan catatan singkat tentang Paulus terdapat dalam 2 Korintus 11:25-30.

IV.       TUNTUTAN KASIH.

   Bagaimana kasih Allah mempengaruhi hidup Anda? Apakah itu memanggil Anda untuk bertindak? 2 Korintus 5:14 (NKJV *) menyatakan, "Sebab kasih Kristus yang menguasai kami/Karena kasih Kristus memaksa kita." Para komentator/penafsir dan penerjemah Alkitab lainnya berpendapat bahwa kasih Allah "tidak membuat kita punya pilihan."

   Seperti yang kita ketahui, perilaku Petrus di halaman Hanas dan Kayafas saat Yesus diadili sangat memalukan dan menjijikkan. (Yohanes 18: 17,25,27) Namun, Yesus tidak menyerah/kecewa pada Petrus.

   Dia berbalik dan menatap lurus ke arah Petrus saat dia membuat penyangkalan terburuknya; dan Petrus memandang Dia.  Pada waktu pagi hari di Galilea, Yesus menanyakan kepada Petrus pertanyaan ini, “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari mereka semua?. Jawab Petrus kepada-Nya, ‘Ya Tuhan, Engkau mengetahui Aku mengasihi Engkau. Kata Yesus kepadanya: Gembalakanlah domba-domba-Ku’(Yoh.21:15).

   Saat Yesus bertanya, dalam bahasa asli: Dia menggunakan kata agape:”Apakah engkau mengasihi (agape) Aku?”.  Kata agape merujuk pada kasih yang mengalir dari hati Allah, berasal dari Allah. Kasih yang tulus dan tidak mementingkan diri.  Saat Petrus memberikan respons kepada Yesus, dia tidak menggunakan kata agape. Dia berkata, “Ya Tuhan; Engkau mengetahui aku mengasihi (phileo) Engkau.  Ini merujuk pada ikatan manusia yang cukup dalam/kasih persaudaraan—mis: Filadelfia.

   Respons Yesus adalah “Gembalakanlah domba2-Ku”. Dengan kata lain, berikanlah hidupmu dalam pelayanan yang penuh pengorbanan. Bekerjalah untuk-Ku. Layanilah orang lain.

   Dalam Yohanes 21:16—Yesus bertanya dengan pertanyaan yang sama kepada Petrus.  Namun pada kali yang ke tiga dalam ayat 17 -----     

 

   Yesus tidak lagi bertanya pada Petrus, apakah engkau mengasihi Aku dengan kasih Ilahi agape?. Tapi Yesus berkata: “Petrus, Aku tau bahwa kasih yang mengalir daripadamu adalah kasih dari kemanusiaanmu yang lemah.  Engkau telah menyangkal Aku tiga kali, namun Aku telah mengampuni Engkau. Kasih karunia-Ku bagimu. Mulailah di mana engkau dapat mulai. Bekerjalah bagi-Ku, dan kasihmu bagi-Ku akan bertumbuh dan meluas ke dalam kasih Ilahi bagi orang lain.”  Petrus mengecewakan Yesus di saat yang paling kritis dalam kehidupan-Nya, namun itu tidak mendiskualifikasi Petrus dari pelayanan.  Yesus memberikan pengampunan, mengubah Petrus untuk bekerja bagi-Nya. Kasih ilahi itu aktif, bukan pasif. Kasih sejati melibatkan komitmen.  Kasih memaksa kita untuk bertindak.

   Saudara2ku,...seperti Petrus, kasih kita bagi Kristus akan bertumbuh dalam pelayanan kepada orang lain. Semakin kita mengasihi Yesus, semakin kita rindu untuk membagikan kasih itu dengan orang yang ada di sekitar kita.  Semakin kita membagikan kasih-Nya dengan orang-orang di sekitar kita, semakin bertumbuh kasih kita bagi Kristus.

   Saat kita mengambil LANGKAH IMAN dan menjadi aktif terlibat dalam bersaksi, kita akan bertumbuh secara rohani.

 V.          KOMITMEN KASIH”

   Dalam Yohanes 21:18,19  Yesus menyatakan bagaimana Petrus mati.  Yesus memberitahukan kepadanya tentang harga pemuridan.  Yesus ingin agar Petrus tahu dengan jelas apa yang akan dia hadapi jika Dia menerima undangan Yesus untuk “memberi makan domba-domba-Ku”. Dengan ayat ini Kristus menubuatkan bahwa suatu hari Petrus akan mengalami mati syahid. Tangannya akan direntangkan di atas salib. Dalam wahyu ini Yesus menawarkan sukacita terbesar dalam hidup: --melihat jiwa-jiwa dimenangkan untuk kerajaan Allah.  Namun, hak istimewa itu akan datang dengan harga.  Itu akan menuntut pengorbanan tertinggi. Petrus diminta untuk membuat komitmen kasih dengan mata yang terbuka lebar.  Petrus sekarang tahu bahwa tidak ada pengorbanan yang terlalu besar untuk bergabung dengan Yesus dalam misi-Nya kepada dunia.

   Johanes menyadari juga kasih ini. Seringkali, Petrus dan Johanes bekerja bersama.

1 Yohanes 3: 16-18: ay.16 “Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. ay.17.Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?. ay.18.Anak2ku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran”.

   Jadi, apa yang harus dilakukan gereja di abad ke-21 untuk menindaklanjuti semua yang telah kita pelajari pada kuartal ini?

   “Mereka yang adalah penjaga kerohanian gereja harus menemukan cara dan sarana yang dengannya kesempatan dapat diberikan kepada setiap anggota gereja untuk bertindak sebagai bagian dalam pekerjaan Allah. Terlalu sering di masa lalu hal ini belum dilakukan.  Rencana-rencana belum ditetapkan secara jelas dan dilaksanakan sepenuhnya di mana TALENTA semua anggota dapat digunakan dalam pelayanan yang aktif. Hanya sedikit yang menyadari betapa banyak yang terhilang karena hal ini. “Para pemimpin dalam pekerjaan Tuhan, sebagai jenderal yang bijaksana, adalah untuk meletakkan rencana untuk bergerak maju di sepanjang lintasan. Dalam perencanaan mereka, mereka harus memberikan studi khusus untuk pekerjaan yang dapat dilakukan oleh anggota awam untuk sahabat dan tetangga mereka. Pekerjaan Allah di dunia ini tidak akan pernah selesai sampai pria dan wanita yang terdiri dari anggota gereja kita melakukan pekerjaan dan menyatukan upaya mereka dengan para pendeta dan pengurus gereja. “Keselamatan orang berdosa membutuhkan kerja pribadi yang sungguh-sungguh. Kita harus memberi mereka firman kehidupan, bukan untuk menunggu mereka datang kepada kita. Oh, saya bisa mengucapkan kata-kata kepada pria dan wanita yang akan membangkitkan semangat mereka untuk bertindak! Saat-saat sekarang diberikan kepada kita sangatlah sedikit. Kita berdiri di penghujung dunia kekal. Kita tidak punya waktu untuk kalah. Setiap momen adalah emas dan terlalu berharga untuk dicurahkan hanya untuk kepentingan diri sendiri. Siapa yang akan mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh dan dari pada-Nya menarik kekuatan dan kasih karunia untuk menjadi pekerja-Nya yang setia di ladang misionaris?.  “Di setiap gereja ada TALENTA yang, dengan jenis pekerjaan yang tepat, dapat dikembangkan untuk menjadi bantuan besar dalam pekerjaan ini. Apa yang dibutuhkan sekarang untuk membangun gereja-gereja kita adalah pekerjaan yang baik dari para pekerja yang bijak untuk membedakan dan mengembangkan TALENTA di dalam gereja—TALENTA yang dapat dididik untuk digunakan oleh Guru.

   Harus ada rencana yang terorganisir dengan baik untuk mempekerjakan para pekerja untuk pergi ke semua gereja kita, yang besar dan yang kecil, untuk mengajar anggota bagaimana bekerja untuk membangun gereja dan juga bagi orang-orang yang tidak percaya. Yang dibutuhkan adalah pelatihan, pendidikan.   Mereka yang bekerja dalam mengunjungi gereja hendaknya memberikan petunjuk kepada saudara-saudari kita dalam metode praktis melakukan pekerjaan misionaris.—

   Ellen G.White, Testimonies for the Church,jld.9 hlm.116,117.

 Yesus pergi dari posisi tertinggi di alam semesta ke posisi terendah, mati di kayu salib. Dan Dia melakukan itu untuk kita, untuk menunjukkan kepada kita apa arti kasih ilahi yang sebenarnya.

   Apakah kita siap - seperti yang disarankan dalam pelajaran kita untuk kuartal ini - untuk berdoa setiap pagi, memohon kepada Allah untuk memberi kita kesempatan untuk bersaksi kepada orang lain?

  Kesimpulan:

   Saudara2ku,...

   Saat kita mengambil LANGKAH IMAN dan menjadi aktif terlibat dalam bersaksi, kita akan bertumbuh secara rohani. Sukacita terbesar dalam hidup datang dari membagikan kasih Allah dengan orang lain.  Roh kudus akan menuntun kita untuk bertemu dengan orang-orang dalam hidup kita.

Minggu, 20 September 2020

KUBUR YANG KOSONG

 



KUBUR YANG KOSONG.


Pendahuluan:

   Jumpa kembali dengan kami melalui media online ini.

 Mari kita coba membahas sekilas tentang Agama-agama besar di Timur Tengah:

   Sebagai contoh:

   Agama Islam yang didirikan di padang pasir sekitar 13 abad yang lalu oleh Muhammad adalah merupakan sebuah agama yang paling bungsu dari empat agama besar di dunia; mengagungkan Allah dan Muhammad sebagai pendirinya.

   Ucapan Agung orang Muslim menyatakan bahwa: “Hanya ada satu Allah dan Muhammad adalah nabinya”. 

   Ia dilahirkan pada tahun 570 Masehi di kota Mekkah. Meninggal dalam usia 61 tahun.  Kuburannya di Medinah, dikawal ketat setiap saat.

   Bagian-bagian tubuhnya disimpan di pelbagai mesjid diseluruh Timur Tengah.  Tetapi, tidak ada pernyataan yang diberikan bahwa Muhammad telah Bangkit!.

   Agama besar lainnya di Timur Tengah adalah Yudaisme.  Bapa agama itu adalah Abraham, yang meninggal pada usia 175 tahun, kira-kira tahun 1900 S.M (Sebelum Masehi.)  Dikebumikan di Kanaan di gua Makhpela.  Orang-orang Yahudi menyatakan tidak ada kebangkitan untuk Abraham.

   Kemudian pendiri agama Budha, Sidharta Gautama (Sang Budha), meninggal tahun 483 SM.  Tubuhnya, termasuk dalam hal ini rambut dan giginya, telah disimpan di pagoda-pagoda diseluruh dunia orang Budha.  Tidak ada kebangkitan yang pernah dinyatakan untuk sang Budha.

   Saudaraku,...

   Banyak orang-orang muda bertanya: “Apakah perbedaan antara agama Kristen dan agama-agama besar lainnya di Timur?.  Kita lihat dulu persamaannya.  Persamaannya bahwa semua mempunyai Guru Besar; Semua mendorong para penganutnya supaya menjadi orang-orang baik.

   Namun, orang-orang Kristen menyatakan bahwa pendiri mereka yaitu Yesus Kristus adalah lebih unggul daripada para pendiri agama-agama lain.  Mengapa?.  Jawabnya ialah: KUBURNYA YANG KOSONG!.  Kubur Kristus yang kosong adalah bukti kuasa-Nya atas kematian.

Diskusi:

   Mari kita buka Alkitab kita dalam Lukas 24:5,6 “Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu (Malaikat Allah) berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati?. ay.6 “Ia tidak ada disini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika ia masih di Galilea”.

   Saudaraku,...

   Tidak ada satu kuil atau gereja di dunia ini yang menyimpan satu bagian dari tubuh Kristus.  Segel Kerajaan Roma tidak dapat menahan-Nya dalam kubur. Batu karang juga tidak dapat menahan-Nya.  Jadi, perbedaan antara agama Kristen dengan setiap agama lain adalah: SEBUAH KUBUR YANG KOSONG!.

   Suatu agama tidak memberi kepuasan, jika tidak memiliki sebuah kubur yang kosong dan seorang Raja yang akan datang segera.

   Mari kita baca 1 Korintus 15:14,17,18. Ay.14 “Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu”. ay.17 “Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu”. ay.18 “Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus”.

   Saudaraku,...

   Jikalau tidak ada kubur yang kosong dan Raja yang akan datang, maka penduduk di planet bumi ini telah pasti binasa dan sia-sia.  Itulah pekabaran yang Rasul Paulus maklumkan ketika ia berkata dalam ayat-ayat ini.

   Ketika para pemimpin agama Yahudi meminta Yesus untuk memberi mereka tanda tentang keilahian-Nya—yang membuktikan bahwa Ia adalah Anak Allah sebagaimana pengakuan-Nya—Ia menyatakan bahwa kebangkitan-Nya adalah satu-satunya merupakan tanda.  Yesus mempertaruhkan kekuasaan-Nya dalam kebangkitan-Nya.

   Yesus mengumumkan kematian dan kebangkitan-Nya ketika Ia berkata dalam Yohanes 2:19: “Jawab Yesus kepada mereka:”Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali”.

   Saudaraku,...

   Mengira bahwa Yesus membicarakan tentang kaabah itu, maka orang-orang Yahudi mengolok-olok-Nya, sambil berkata dalam kitab Yohanes 2:20 “Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya:  “Empatpuluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunya dalam tiga hari?”.

   Mereka tidak mengerti maksud yang sebenarnya!.  Disini,...Yesus tidak berbicara tentang batu bata dan batu-batuan, “Tetapi yang dimaksud-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri”. (Baca Yohanes 2:21). 

   Mukjizat kebangkitan-Nya membuat pengakuan-Nya sebagai Mesias itu dapat dipercaya. “Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid2-Nya...mereka pun percayalah akan Kitab Suci dan perkataan Yesus”.

   (Baca Yohanes 2:22).

   Bacalah saat Yesus akan disalibkan ( Mazmur 22:17; Mazm22:2).  Mari kita kenang kembali beberapa jam terakhir pada akhir minggu penyaliban itu.

   Ketika tiga tubuh yang luka-luka tergantung diatas kayu salib di Golgota, langit menjadi gelap, kilat sabung menyabung, bumi bergoncang, dan tirai di kaabah terbelah dari atas sampai kebawah pada saat Yesus dengan sorak kemenangan berseru:”SUDAH SELESAI”. (Yohanes 19:30).

   Dalam Yohanes 19:31-34—Pilatus mengabulkan permohonan Yusuf Arimatea dan Nikodemus untuk menguburkan mayat Yesus sebelum matahari terbenam hari Jumat itu.

   Dalam Mazmur 34:21 dikatakan: “Ia melindungi segala tulangnya, tidak satupun yang patah”.

   Peristiwa yang terjadi hari berikutnya yaitu pada hari Sabat.

   Para imam kepala dan ahli taurat teringat akan ramalan Yesus bahwa Ia akan bangkit pada hari yang ke tiga, jadi mereka pergi kepada Pilatus dengan suatu permohonan: “Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit”...Perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari ke tiga (Baca Matius 27:63,64.)

   Pilatus pun mengirimkan sepasukan serdadu Roma untuk mengawal kubur itu, tetapi segenap tentara di dunia tidak dapat menahan Dia disana! (dalam kubur).

   Pada hari Minggu pagi, “terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk diatasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju.  Dan para penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang mati.

   Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan2 itu, “Janglah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada disini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya”.(Matius 28:2-6).

   Kemudian didalam 1 Korintus 15:7,8-- Selanjutnya ia menampakkan diri kepada Yakobus dan kepada semua rasul.

   Pada hari itu Yesus muncul kepada para murid dan menunjukkan kepada mereka bekas paku ditangan dan bekas tikaman di lambung-Nya.  Kita boleh membaca Yohanes 20:29 bahwa disini dijelaskan, para saksi mata yang menyaksikan kebangkitan-Nya ini, memberikan bukti bahwa Kristus hidup.

   Namun Tomas tidak bersama-sama dengan murid-murid yang lain ketika Kristus muncul kepada mereka, dan ia berkata bahwa ia tidak akan percaya Kristus sudah bangkit kecuali ia dapat menaruh tangannya pada lambung-Nya yang ditikam dengan tombak dan melihat bekas paku ditangan-Nya.

   Kemudian Yesus muncul pada murid2-Nya dan Tomas juga hadir.  Yesus menyuruh Tomas melihat tangan dan kaki-Nya serta meraba lambung-Nya.  Barulah Tomas berkata dalam Yohanes 20:28 “Tuhanku dan Allahku”.

   Yesus menjawab: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya” (Yohanes 20:29).  Yesus juga melanjutkan bahwa berbahagialah mereka yang percaya meskipun tidak melihat.

   Saudaraku,...

   Banyak para akhli sejarah abad I dan ke II menambahkan kesaksian mereka mengenai kebangkitan itu.

   CONTOH: YOSEPHUS.

   Seorang ahli sejarah Yahudi yang hidup pada abad I menyatakan: “Dulu seperti saat ini ada seorang yang bernama Yesus, seorang manusia arif, kalau sekiranya Dia dapat disebut sebagai manusia, karena Ia melakukan perbuatan2 ajaib,--seorang guru yang dianggap pembawa kebenaran.  Ia menarik banyak orang kepada-Nya, baik Yahudi maupun orang yang bukan Yahudi.  Ialah Kristus itu, dan ketika Pilatus, atas desakan pemimpin bangsa kami, telah menjatuhkan kepada-Nya hukuman mati di salib, mereka yang mula-mula mengasihi-Nya tidak meninggalkan-Nya, karena Ia datang kepada mereka pada hari ke tiga dalam keadaan sudah hidup kembali sebagaimana para nabi meramalkan hal ini, dan puluhan ribu hal-hal luar biasa yang lain tentang Dia dan orang Kristen, sebutan yang diambil dari nama-Nya, tak dapat punah sampai hari ini”.

                                                               Antiqities, 18:33.

   Apakah yang telah mendorong para murid itu, yang tadinya diselimuti kemurungan dan kebimbangan bersembunyi dibelakang pintu2 yang terkunci, kemudian BERSATU dan pergi memberitakan Tuhan yang disalibkan, dibangkitkan dan yang akan datang, dengan keberanian dan ketegaran yang tidak pernah kendor?.  Sudah tentu yang diberitakan bukanlah suatu jenazah yang terbungkus di dalam kubur batu?.  Melainkan KRISTUS YANG TELAH BANGKIT!.

   Yesus berkata dalam Yohanes 14:19 “Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun hidup”.

   Saudaraku,..Apakah yang menyebabkan ratusan ribu orang syahid dengan berani menghadapi kematian?.  Jawabnya tertulis pada kuburan2 dibawah tanah di Roma: “SELAMAT TINGGAL, SAMPAI KITA BERJUMPA KEMBALI” SAMPAI BESOK!.

   Kata-kata yang dituliskan dengan pengharapan, karena mereka percaya akan janji yang dibuat oleh Tuhan yang sudah bangkit, dalam Yohanes 14:19 ...”Sebab Aku hidup dan kamu pun hidup”.

   Kebangkitan Kristus dan kebangkitan yang dijanjikan kepada para pengikut-Nya menjadi JANTUNG PEKABARAN yang diberitakan oleh para pengikut-Nya.  Pada hari Pentakosta, Petrus dan para murid itu menjadikan kota Yerusalem menyala-nyala oleh khotbah yang berani tentang Kristus yang sudah bangkit.

   Kita baca Kisah 2:22-24, 32 ...”Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini..dst....

   Terkejut dan digerakkan secara mendalam oleh perkataan Petrus yang di ilhamkan, orang banyak itu menyambut, dan kemudian berkata: “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?”. (Kisah 2:37).

   Petrus menjawab dalam Kisah.2:38 “Bertobatlah dan hendaklah masing-masing memberi dirimu DI BAPTIS”.

   Saudaraku,...Untuk menunjukkan bahwa mereka PERCAYA akan kebangkitan Kristus, kemenangan-Nya atas dosa dan kematian, Alkitab mengatakan, “orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri di baptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira 3000 jiwa (Kisah 2:41).

   Rasul Paulus menunjukkan arti sejati BAPTISAN oleh menyamakan baptisan itu dengan KEMATIAN, PENGUBURAN dan KEBANGKITAN KRISTUS.  Mari kita baca Roma 6:3,4.

   “Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru”.

 

   BAPTISAN – bagi orang-orang Kristen yang mula-mula adalah suatu pernyataan kepada umum mengenai kepercayaannya terhadap kematian, penguburan dan kebangkitan Kristus.

   Kristus telah membersihkan dosa-dosa..dikatakan dalam Roma 6:6 “Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa”.

    Saudaraku,..Pernahkah Anda berkeinginan dapat menguburkan MASA YANG SILAM?.  Menghapus kesalahan2 dan kekeliruan dan mulai dengan yang baru?.

   Apabila calon baptisan bertobat dan mengakui dosa-dosanya, ia dimasukkan dibawah air sebagai lambang kematian dan penguburan terhadap kehidupan yang lama terhadap diri dan dosanya.  Kemudian ia dibangkitkan dari kubur air dengan KEHIDUPAN BARU dalam Kristus, yang melambangkan kebangkitan Tuhan kita.

   Apakah yang dapat melambangkan kematian terhadap dosa dan permulaan suatu kehidupan baru dengan lebih indah, daripada BAPTISAN DENGAN CARA DISELAMKAN?.

   Baptisan Kristen berasal dari Yohanes Pembaptis, seorang Nabi yang muncul di padang gurun Yudea yang dengan berani memberitakan Pertobatan.  Semua jalan yang menuju ke sungai Yordan menjadi padat dengan orang-orang yang pergi mendengar khotbahnya.  Mari kita baca Matius 3:5,6...”Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem...”

   Dengan menutup pintu bengkel tukang kayu-Nya dan berpamitan dengan ibunya, Yesus juga mengadakan perjalanan menuju sungai Yordan.  Ketika Yohanes melihat Yesus, ia mengenal-Nya dan berkata:”Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia”.(Yohanes 1:29).

   Ketika Yohanes meminta untuk dibaptiskan, pada mulanya Yohanes menolak sambil menyatakan, “Akulah yang perlu dibaptiskan oleh-Mu”.(Matius 3:14).  Tetapi Yesus mendesak dan berkata, Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah”.(Matius 3:15).

   Yohanes mengetahui bahwa Yesus tidak mempunyai dosa pada masa yang lalu untuk diakui. Dan secara pasti Yesus tidak perlu memperlihatkan kepercayaan-Nya terhadap kebangkitan-Nya sendiri.  Yesus meminta untuk dibaptiskan oleh sebab Ia ingin dikenal sebagai manusia. Ia ingin meninggalkan suatu TELADAN yang sempurna bagi kita untuk di ikuti.

   Jadi dengan demikan Yohanes menyelamkam Yesus di sungai Yordan, karena itulah arti kata BAPTISAN.

   Alkitab mengatakan dalam Matius 3:16,17 bahwa segera setelah Ia dibaptis :”Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka....

   Kisah 10:38 –Ayat ini menyatakan bahwa Baptisan Kristus menandai permulaan pekerjaan-Nya bagi umum.

   Apakah corak/cara baptisan yang dipraktekkan para pengikut Yesus setelah Ia kembali ke surga?. Mereka mengikuti teladan Yesus karena mereka adalah murid2-Nya.  Paulus berkata dalam Efesus 4:5...hanya ada “SATU TUHAN, SATU IMAN, SATU BAPTISAN”. 

   Saat ini banyak cara baptisan yang dipraktekkan oleh gereja-gereja lain, yakni ada dengan cara PERCIK di kepala, tuangkan air langsung dari kepala dll.  Namun hanya satu cara baptisan yang benar yaitu cara diselamkan sama seperti Yesus dibaptiskan.

   Satu-satunya cerita terinci tentang Baptisan setelah salib itu, tercatat dalam buku Kisah para Rasul fasal 8, yaitu baptisan yang dilakukan oleh Filipus si penginjil itu.  Ketika Filipus berjalan di sepanjang jalan berdebu menuju ke GAZA, ia melihat seorang bendaharawan Etiopia sedang mengendarai kereta dinas negara.

   Ketika kereta itu berhenti, Filipus memperhatikan bahwa pejabat itu sedang membaca gulungan kitab Yesaya. 

   Orang Etiopia itu mengundang Filipus naik berkenderaan dengan dia dan menerangkan arti Yesaya 53, yang menceritakan tentang penyaliban Mesias secara terperinci.

   Alkitab mengatakan, “Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu, ia memberitakan Injil Yesus kepadanya”(Baca Kisah 8:35).

   Alangkah indah pelajaran Alkitab itu, yang diberikan ketika sedang bergoyang-goyang didalam kereta yang sedang berjalan itu!.  Ia pun menerangkan arti BAPTISAN itu, karena Alkitab mengatakan dalam Kisah 8:36—bahwa ketika mereka tiba ditempat yang ADA airnya, sida-sida itu bertanya, “Lihat, disitu ada air, apakah halangannya, jika aku dibaptis?.

   Selanjutnya dalam Kisah 8:37 Pilipus menjawab: Tidak ada!...”Jika tuan percaya dengan SEGENAP HATI, BOLEH”.

   Kemudian dalam Kisah 8:38, Filipus pun membaptis sida-sida itu.  Filipus menyelamkan sida-sida Etiopia itu kedalam air sama seperti Yohanes menyelamkan Kristus ketika Ia di baptiskan.

   Saudaraku,..Sudah jelas, bahwa diselamkan adalah corak/cara baptisan yang dijalankan oleh gereja Kristen mula-mula.

   Bahkan tidak ada bukti dalam Perjanjian Baru untuk melaksanakan cara Baptisan lain.  Dan cara diselamkan ini dipraktekkan sampai abad ke 12 dan ke 13.

   Pernyataan seorang Kardinal yaitu Kardinal James Gibbon sbb:

   “Sejak abad ke 12, praktek membaptiskan dengan percikan telah berlangsung dalam gereja katolik”.

           The faith of our Fathers,Edisi ke 94,hlm.277.

   1300 tahun setelah Kenaikan Kristus, cara baptisan masih tetap cara diselamkan!.

   Tetapi berapa pentingkah upacara baptisan itu?. PERLUKAH DIBAPTISKAN?. Yesus mengatakan kepada Nikodemus dalam Yohanes 3:5 ...”jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat kerajaan Allah.”

   Nikodemus, orang Farisi yang sombong, pada saat itu mengharapkan masuk kedalam kerajaan Allah hanya dengan kelahiran jasmani, yakni menjadi orang Yahudi yang berbakti.

   Kita baca dalam Markus 16:16 “Barangsiapa yang percaya dan dibaptiskan akan diselamatkan”.

   Kita perlu mengetahui LANGKAH-LANGKAH BAPTISAN.

   Bagaimanakah seorang Kristen dapat bersedia untuk dibaptis?.

   Yesus berkata kepada murid2-Nya dalam Matius 28:19,20 dalam perintah Agung:  “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. ay.20.dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.....

 LANGKAH-LANGKAH BAPTISAN antara lain :

I.            PENGAJARAN—mendahului Baptisan.  Yesus mengatakan calon baptisan harus di ajar “melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu”.

   Dengan kata lain, seseorang yang menyediakan diri untuk upacara Baptisan yang kudus perlu mengerti pengajaran2 Yesus dan rela mengikutinya. Tetapi lebih dari hanya sekedar pengetahuan terhadap doktrin. Harus ada suatu keserasian dengan hidup Kristus.

II.          Langkah ke 2: KEPERCAYAAN mutlak pada Kristus.

   Ketika orang Etiopia itu bertanya kepada Filipus, apakah ia dapat dibaptis, maka Filipus mengatakan, “JIKA TUAN PERCAYA DENGAN SEGENAP HATI, BOLEH”.(Kisah 8:37).

III.        Langkah ke 3: PERTOBATAN.

   Kita baca Kisah 3:19 “Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan”.

  PERTOBATAN –artinya MENYESALI SEDALAM-DALAMNYA akan dosa-dosa seseorang dan MENINGGALKAN DOSA2 tersebut.  Ini hanya dapat lahir dari suatu hati yang telah pernah ke Golgota, hati yang di jamah dan dilembutkan oleh pengorbanan yang diadakan diatas kayu salib untuk menyelamatkan kita dari dosa kita.

   Mungkin Anda pernah sewaktu-waktu merindukan supaya Anda dapat mengubah kehidupan Anda supaya lebih baik—tetapi Anda tidak mengetahui bagaimana caranya.

   Dengan mengikuti langkah-langkah ini dalam persiapan untuk baptisan, sesungguhnya Anda boleh menjadi seorang yang baru—dari dalam keluar.  Melalui kuasa Allah, Anda dapat di ubahkan—LAHIR KEMBALI.

 Kesimpulan:

   Saudaraku,..

   Jikalau Anda belum mengerti akan arti dan pentingnya BAPTISAN sebelumnya, atau jika Anda belum mendapat kesempatan mengikuti Yesus dalam pengurapan baptisan yang kudus ini dengan diselamkan, maka pertanyaan dan undangan yang sama ditujukan kepada Anda yang diberikan oleh Rasul Paulus dalam Kisah Para Rasul 22:16 “Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu?. Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan!”.

   Terimakasih bila Anda saat ini siap membuat keputusan terbaik bagi Tuhan Allah, untuk siap menerima Yesus sebagai Juruselamatmu pribadi melalui baptisan kudus.

   Kami senantiasa berdoa bagi Anda. Amin.