Tampilkan postingan dengan label Homiletics. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Homiletics. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Februari 2020

Cara Mempersiapkan Khotbah (Topik)


CARA MEMPERSIAPKAN KHOTBAH
Oleh: James Braga.

Klasifikasi Khotbah.

1.  Khotbah Topik atau pokok.
2.  Khotbah Tekstual, dan
3.  Khotbah Ekspositori.
Definisi Khotbah Topik: -Unsur2 dasar khotbah topik.
   Khotbah topik adalah suatu khotbah yang bagian-bagian utamanya diambil dari topiknya/pokoknya, lepas dari teks.
PERHATIKAN:
I.            Bagian-bagian utama diambil dari pokok itu sendiri.  Artinya: bahwa khotbah topik mulai dengan satu topik/tema dan bagian-bagian utama khotbah itu terdiri atas ide-ide yang terbit dari pokok pembicaraan itu.
II.          Bahwa khotbah topik tidak memerlukan satu teks sebagai dasar pemberitaannya. Ayat Firman Tuhan bukanlah sumber khotbah topik.  Walaupun demikian, untuk menjamin agar pemberitaan akan benar-benar Alkitabiah isinya, kita harus mulai dengan suatu pokok pembicaraan atau topik Alkitabiah.  Bagian-bagian utama kerangka khotbah harus diambil dari pokok Alkitabiah itu, dan setiap bagian utama harus ditunjang oleh sebuah ayat Alkitab. Ayat-ayat penunjang bagian-bagian utama biasanya harus diambil dari bagian-bagian Alkitab yang sedikit banyaknya jauh terpisah satu dengan yang lain.
Contoh Khotbah Topik
   Agar definisinya dimengerti dengan lebih jelas, mari kita kerjakan satu kerangka khotbah topik yang sederhana.
   Kita akan memilih sebagai POKOK ALKITABIAH(bukan teks): ALASAN-ALASAN BAGI DOA YANG TAK TERJAWAB.
   Dari pokok ini kita harus membuat bagian-bagian utamanya.
     (Selidiki apa yang disebut Alkitab).
   Renungkan berbagai bagian Alkitab yang berhubungan dengan pokok kita.  Teks-teks yang menyatakan : Mengapa banyak kali doa kita tak terjawab :
   (Yakobus 4:3; Maz.66:18; Yakobus 1:6-7; Mat.6:7;Ams.28:9 dan 1 Petr.3:7).===Jika mungkin gunakan: Alkitab bhs.Inggeris dengan referensi, sebuah konkordansi lengkap, atau Pedoman Pokok-pokok Isi Alkitab.
       ALASAN-ALASAN DI BALIK DOA YANG TAK TERJAWAB:
I.            Salah meminta, Yakobus 4:3.
II.          Dosa dalam hati, Mazmur 66:18.
III.        Meragukan Firman Allah, Yak.1:6-7.
IV.        Pengulangan yang sia-sia, Matius 6:7
V.          Ketidak taatan kepada Firman Tuhan, Amsal 28:9
VI.        Kelakuan yang tak menenggang rasa dalam hubungan perkawinan, 1 Petr.3:7.
(Ini adalah: Kerangka khotbah topik Alkitabiah dengan setiap bagian utamanya diambil dari pokok, alasan2 bagi doa yang tak terjawab, dan setiap bagiannya ditunjang oleh satu ayat Alkitab).
Kesatuan Pikiran

   Jadi Khotbah topik memiliki SATU IDE POKOK.  Dengan kata lain, kerangka ini hanya menguraikan satu tema, yakni: Alasan2 bagi doa yang tak terjawab.   Kita harus mengambil bagian-bagian utama kerangka itu dari pokoknya.(Arti doa, pentingnya doa tak boleh dicantumkan).

Macam-Macam Pokok

   Dalam Alkitab banyak persediaan pokok-pokok. Misalnya tema-tema seperti ini:
-Pengaruh-pengaruh untuk kebaikan.
-Hal-hal kecil yang dipakai Allah.
-Perbuatan-perbuatan bodoh umat Allah.
-Berkat-berkat yang datang dari penderitaan.
-Akibat-akibat ketidak percayaan.
-Kemutlakan Ilahi yang membentuk watak.
-Perintah-perintah Kristus.
-Kesukaan-kesukaan orang Kristen.
-Kebohongan-kebohongan Iblis.
-Kemenangan-kemenangan salib.
-Persoalan-persoalan yang membingungkan kita.
-Kemuliaan surga, Jangkar-jangkar jiwa, Penawar utk penyakit rohani, Kekayaan orang Kristen, Konsepsi Alkitabiah tentang pendidikan anak, dan dimensi-dimensi pelayanan Kristen.


Pelajaran selanjutnya:
  *Prinsip2 dasar untuk penyusunan bagian-bagian utama kerangka khotbah topik.
  --Setiap kerangka mempunyai satu tema/pokok dan mempunyai satu judul yang berbeda dengan pokok itu.
 --Perlu diketahui: POKOK, TOPIK, dan TEMA adalah kata-kata yang searti.

Memilih Topik.
   Bagaimana memilih satu tema yang cocok untuk khotbah?.
   Walaupun khotbah topik tidak didasarkan langsung pada teks, tetapi satu ayat Alkitab bisa menjadi titik tolak untuk menyusun kerangka topik.
   Misalnya, Galatia 6:17 berbunyi: “Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus”.  Kita tertarik pada kata-kata: “pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus”.  Sebagai perbandingan, The New American Standard Bible terjemahkan, “pada tubuhku ada tanda-tanda cap milik Yesus”.  Disini Rsl.Paulus menunjuk kepada tanda-tanda bekas luka akibat penganiayaan karena Kristus, bekas-bekas luka yang menjadi tanda2 bukti bahwa ia milik Kristus selama-lamanya.  Cari lagi sumber2 dari luar Alkitab, apa yang dikatakan.  Dari informasi ini kita membentuk kerangka khotbah topik sbb:

   Judul: “Tanda-tanda Yesus”.
   Pokok: Tanda-tanda seumur hidup dari seorang Kristen yang 
               berdedikasi.
I.            Seperti seorang hamba, orang Kristen yang berdedikasi memakai tanda milik Tuan pemiliknya, 1 Kor.6:19-20; Roma 1:1.
II.          Seperti seorang prajurit, orang Kristen yang berdedikasi memakai tanda pengabdian kepada komandan yang ia layani, 2 Tim.2:3; 2 Kor.5:15.
III.        Seperti seorang pemuja, orang Kristen yang berdedikasi memakai tanda seorang pemuja Tuhan yang disembahnya, Filipi 1:20, 2 Kor.4:5.
Prinsip-prinsip Dasar untuk Persiapan Kerangka Khotbah Topik.
1.  Bagian-bagian utama harus menurut susunan logika atau kronologi.
-Artinya: Mengembangkan kerangka dalam bentuk yang bertahap-tahap secara logika atau kronologi.  Tapi itu ditentukan oleh sifat pokok itu.

-Kita pilih sebagai tema, “Kebenaran2 Penting Mengenai Yesus Kristus”
-Lalu kita menyusun kerangkanya sbb:

Judul:  Layak Disembelih.
Pokok: Kebenaran2 Penting Mengenai Yesus.
I.            Ialah Allah yang menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, Matius 1:23.
II.          Ialah Juruselamat manusia, 1 Tim.1:15.
III.        Ialah Raja yang akan datang, Wahyu 11:15.
(Kerangka ini disusun secara kronologi).
   Yesus Kristus, Anak Allah, pertama-tama menjelma menjadi manusia, kemudian Ia disalib dan memberikan nyawa-Nya untuk menjadi Juruselamat, dan sekali waktu Ia akan datang untuk memerintah sebagai Raja atas segala Raja dan Tuhan atas segala tuan.  Perhatikan: Bagian2 utamanya tidak diperoleh dari judul tetapi dari topik atau pokoknya.
Contoh lain: Temanya berkenaan dengan “sifat-sifat pengharapan orang percaya”, tetapi kita akan memakai 3 kata: “Pengharapan Orang Percaya”.
   Kerangkanya:
Judul: “Pengharapan Orang Percaya”.
Pokok: Sifat-sifat pengharapan orang percaya.
I.            Itulah pengharapan yang hidup, 1 Petr.1:3, Terjemahan lama.
II.          Itulah pengharapan yang menyelamatkan, 1 Tes.5:8.
III.        Itulah pengharapan yang pasti, Ibrani 6:19.
IV.        Itulah pengharapan yang baik, 2 Tes.2:16.
V.          Itulah pengharapan yang tak kelihatan, Roma 8:24.
VI.        Itulah pengharapan yang penuh bahagia, Titus 2:13.
VII.      Itulah pengharapan yang kekal, Titus 3:7.
  (Perhatikan: Kerangka ini mencapai puncaknya pada bagian terakhir).
2.  Bagian-bagian utama boleh merupakan analisa pokok itu.
   Sebagai pokok, kita akan mengambil fakta2 utama tentang Iblis yang terdapat dalam Alkitab, dengan judul: “Iblis, Musuh Utama Kita”.  Dengan demikian, kita dapat menganalisa temanya sbb:
Judul:  “Iblis Musuh Utama Kita”.
Pokok: Fakta-fakta utama dalam Alkitab mengenai Iblis
I.            Asalanya, Yehezkiel 28:12-17.
II.          Kejatuhannya, Yesaya 14:12-15.
III.        Kuasanya, Efesus 6:11-12; Lukas 11:14-18.
IV.        Kegiatannya, 2 Kor.4:4; Lukas 8:12; 1 Tes.2:18.
V.          Nasibnya, Matius 25:41.
3.  Bagian-bagian utama dapat mengemukakan berbagai bukti mengenai pokok itu.
Judul: “Mengetahui Firman Allah”
Pokok: Beberapa Keuntungan bila mengetahui Firman Allah.
I.            Mengetahui Firman Allah membuat orang bijaksana menuju keselamatan, 2 Tim.3:15.
II.          Mengetahui Firman Allah mencegah kita berbuat dosa, Mazmur 119:11.
III.        Mengetahui Firman Allah menghasilkan pertumbuhan rohani,1 Pet.2:2.
IV.        Mengetahui Firman Allah mengakibatkan sukses dalam kehidupan, Yosua 1:7,8.
*Setiap bagian utama pada kerangka ini—menguatkan pokok itu.
*Artinya, setiap pernyataan dalam bagian-bagian utama—menunjukkan satu keuntungan mengetahui Firman Allah.

4.  Bagian-bagian utama boleh menguraikan pokok dengan jalan perbandingan/pertentangan.
   Pokok khotbah diperbandingkan dengan sesuatu yang berhubungan di dalam Alkitab.  Contoh: dalam Matius 5:13 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan lagi?. Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang”.
   Menurut konteksnya: Kristus berbicara tentang kesaksian orang percaya dan membandingkan kesaksian itu dengan garam.
   Kerangkanya: dengan judul : “Kesaksian yang efektif”, dengan setiap bagiannya merupakan perbandingan antara kesaksian orang percaya dan garam.
Judul: “Kesaksian yang efektif”
Pokok:  Suatu perbandingan antara kesaksian orang percaya dan
             garam.
I.            Seperti garam, kesaksian orang percaya harus menyedakpkan, Kolose 4:6.
II.          Seperti garam, kesaksian orang percaya harus membersihkan, 1 Tes.4:4.
III.        Seperti garam, kesaksian orang percaya tak boleh hilang kelezatannya, Matius 5:13.
IV.        Seperti garam, kesaksian orang percaya harus menimbulkan kehausan, 1 Petr.2:12.
5.  Bagian-bagian utama dapat dinyatakan dengan kata/ungkapan Alkitab tertentu yang diulangi sepanjang kerangka itu.
  Contoh ungkapan: “Allah sanggup” atau : “Ia sanggup”(Kata ganti “Ia” menunjuk kepada Allah).  Kerangkanya sbb:
Judul : “Kesanggupan Allah”
Pokok:  Beberapa hal yang sanggup diperbuat Allah.
I.            Ia sanggup menyelamatkan, Ibrani 7:25.
II.          Ia sanggup memelihara, Yudas 24.
III.        Ia sanggup menolong, Ibrani 2:18.
IV.        Ia sanggup menaklukkan, Filipi 3:21.
V.          Ia sanggup memberi anugerah, 2 Kor.9:8
VI.        Ia sanggup melakukan melebihi apa yang kita minta atau pikirkan, Efesus 3:20.
6.  Bagian-bagian utama dapat ditunjang oleh kata atau ungkapan Alkitab yang identik.
   Kata/ungkapan Allkitab yang sama dipakai dalam memperkuat pernyataan setiap bagian. Contoh: Pernyataan: “dalam kasih” yang terdapat 6x dalam Efesus.  Dengan menggunakan tema, yaitu fakta2 mengenai kehidupan kasih, akan tampak bahwa ungkapan ini menunngan setiap bagian utama.
   Judul : “Kehidupan kasih”.
   Pokok:  Fakta-fakta tentang kehidupan kasih.
I.            Hidup itu berdasarkan maksud kekal Allah, Ef.1:4-5.
II.          Hidup itu dihasilkan oleh kediaman Kristus dalam hati,3:17.
III.        Hidup itu harus menyatakan dirinya dalam hubungan Kristiani kita, 4:1-2, 15.
IV.        Hidup itu mengakibatkan peneguhan dan pertumbuhan gereja, 4:16.
V.          Hidup itu ditunjukkan oleh Kristus sendiri, 5:1-2.
   Kadang-kadang ungkapan2 penting bisa terjadi berulang-ulang dalam satu buku seperti contoh diatas.  Agar kita memberikan perhatian khusus. (Kitab Mazmur, Surat2 Paulus dan Kitab Ibrani—kaya akan pengulangan kata dan ungkapan penting).
7.  Bagian-bagian utama bisa juga terdiri atas penyelidikan kata dengan menunjukkan aneka arti sebuah kata atau kata-kata tertentu dalam Alkitab.
   -Penyelidikan kata itu boleh jadi merupakan: Penelitian bahasa2 asli tentang arti sebuah kata yang digunakan dalam Alkitab bahasa Indonesia.
   -Misalnya: Kata kerja yang diterjemahkan “berjalan”—mungkin berasal berasal dari salah satu dari 6 kata yang berlainan dalam bahasa Yunani. (Jadi kata kerja “berjalan” mempunyai banyak arti).  Misalnya, kata benda “hormat” (time, dalam bhs.Yunani) dipakai dalam 4 arti yang berbeda dalam PB bhs.Yunani, dan dari penyelidikan pemakaiannya dalam teks asi, kita mendapat kerangka berikut ini :

Judul: “Taksiran Nilai – Allah atau Manusia”.
Pokok: Arti kata “hormat” dalam P.B. bhs.Yunani.
I.            Harga yang dibayar, 1 Kor.6:20.
II.          Nilai yang diberikan manusia pada peraturan2 manusia,Kolose 2:23.
III.        Penghargaan atau kehormatan yang diberikan kepada orang lain, 1 Timotius 1:17; Ibrani 2:9.
IV.        Keagungan Kristus bagi orang percaya, 1 Petr.2:7.
   Tak perlu mengetahui bhs.Ibrani/Yunani agar dapat mengadakan penyelidikan KATA.  Konkordansi lengkap, karya Robert Young, atau Konkordansi Augustus H.Strong Expository Dictionary of New Testament Words oleh W.E. Vine, maupun buku-buku Tata lain yang ada sekarang ini.
   Misalnya, perhatikan ungkapan, “Aku telah berdosa”.  Dengan memakai onkordansi lengkap, kita menemukan ungkapan ini 24x dalam P.L dan P.B.
8.  Bagian-bagian utama seharusnya tidak ditopang dengan ayat-ayat bukti yang tafsirannya tidak sesuai dengan konteksnya.
   Selalu ada bahaya dalam penyelidikan topik, bahwa kita mengambil satu ayat dan memberi tafsiran yang tidak sesuai dengan konteksnya.  Jadi harus selalu waspada agar setiap ayat yang dikutip untuk menopang suatu pernyataan dalam kerangkanya, dipakai dengan tepat dan sesuai dengan tujuan pengarangnya.

Sabtu, 20 Desember 2014

Contoh Khotbah Ekspositori


Contoh Khotbah Ekspositori
Judul              : Memenangkan Pertarungan Iman
Ayat               : Efesus 6 : 10-18
Efesus 6:10. Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. 6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; 6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. 6:13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 6:14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, 6:15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; 6:16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, 6:17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,  6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus...

Pernyataan : Sebagai tentara Allah tentunya kita juga harus memiliki mental seorang juara dan memakai perlengkapan senjata Allah.
Pendahuluan
Ayat-ayat ini ditulis oleh rasul Paulus untuk jemaat di kota Efesus, saat dia berada dipenjara, ditujukan untuk menasihati jemaat mula mula disana supaya mereka hidup dengan benar dan menjadi kuat didalam Allah. Sebagai seorang tentara Allah kita tentu harus memiliki mental yang teguh dan memakai perlengkapan senjata Allah, juga mengetahui siapakah musuh-musuh kita. Ada saat kita harus menyerang dan saat untuk bertahan supaya dapat memenangkan peperangan, dengan penyertaan Allah dan Roh Kudus, kita tentu akan menang.
 Isi
·         Pokok I : Semangat juang orang percaya
o    Harus Kuat- ,ayat 10  
§  Semangat juang atau mental kita haruslah kuat, kita harus berlatih setiap saat, dan sadar bahwa Allah yang maha kuasa ada dipihak kita, dan siapakah yang akan melawan kita. Seperti sebuah team sepakbola yang selalu memenangkan piala seperti MU, Barcelona dan lain-lain, biasanya pemenang dari kejuaraan itu adalah team-team yang itu itu juga, apakah yang sebenarnya terjadi, menurut pengamatan saya, hal ini karena mereka memiliki semangat juang dan mental seorang juara, semangat pantang menyerah sampai detik-detik terakhir dan keyakinan akan diri dan teamnyalah yang membuat mereka jungkir balik bersemangat untuk bertarung, berusaha memenangkan pertandingan dengan baik. Saudara-saudara apakah kita merupakan team juara ataukah team yang lemah, yang cukup puas untuk tidak memenangkan satu pialapun asalkan selamat, yang suka meratapi nasibnya dan menganggap setiap kegagalan sebagai faktor kesialan kita.
o    Harus tetap berdiri saat peperangan selesai - ayat 13b
§  Harus tetap berdiri artinya kita bertahan dan melawan sampai peperangan usai, biasanya yang masih berdiri sampai peperangan selesai adalah pihak yang menang. Artinya kita harus selalu meminta perlindungan Allah untuk menjaga kita supaya tetap berdiri sampai saat terakhir. Pesan untuk “Setia sampai akhir” didalam Kristus Yesus adalah penting, seperti sebuah carang yang selalu bergantung kepada rantingnya untuk hiudp dan tetap bertumbuh, demikianlah semangat kita harus selalu bersama dengan Yesus. Andalkanlah DIA selalu, bahwa serta Dia selalu dalam perjalanan hidup kita, dalam melangkah ataupun berputar. Motto kita hendaknya “Sekali Yesus tetap Yesus karena didalam Dialah sumber kemenangan kita”.
o    Harus berdiri tegap- ayat 14
§  Berdiri tegap berarti memiliki mental yang teguh,  mental yang tidak gampang menyerah, walaupun kalah atau terdesak, seorang yang tidak selalu berkeluh kesah, seorang yang tidak berputar untuk keluar dari masalahnya,  tidak mencari solusi dan jalan keluar dari semua permasalahan, Kita harus menjadi seorang yang kreatif untuk berpikir dan bertindak. Karena tanpa ada tindakan tidak ada hasil apapun yang didapat. Actionlah.
o    Harus mengetahui musuh musuh kita dan semua tipu muslihatnya- ayat 12.
§  Sangat penting untuk mengetahui dan mengaris bawahi bahwa musuh kita yang sebenarnya adalah iblis, bukan manusia berdosa itu. Justru kepada manusianya kita harus mengenakan belas kasihan. Iblis sungguh licik dalam tipu muslihatnya,jadi kita harus sadar,bisa dicek ketika disaat kapal kehidupan kita gundah gulana, mulai kehilangan semangat, mudah marah dan sirik, tidak merasa damai,semua itu  berarti kita sedang diserang oleh iblis.  Jadi selalu waspadalah supaya kita sadar akan kondisi kita apakah sedang diserang atau terbelenggu.
·         Pokok II : Perlengkapan orang percaya
o    Menjaga kekudusan – ayat 14- 15
§  Ikat pinggang yang ada pada jaman Paulus hidup dapat dipakai seperti dompet dan juga untuk menyimpan sesuatu. Ketika Alkitab berkata “berikatpinggangkan kebenaran”, sesungguhnya Tuhan ingin memastikan bahwa sikap hati kita selalu tertuju kepada kebenaran. Sedangkan berbaju zirahkan keadilan - Dalam Alkitab bahasa Inggris, kata “keadilan” ditulis sebagai “righteousness” (pembenaran dan integritas). Apapun yang kita rasakan atau orang lain katakan tentang diri kita, ketika Tuhan mulai berbicara secara langsung tentang jati diri dan keberadaan kita, bersama dengan datangnya Firman terjadi pula pembenaran. Beriikatpinggangkan kebenaran dan berbaju jubahkan keadilan ,   mengandung pengertian dalam kehidupan sehari hari kita harus selalu berlaku benar dan bertindak adil. Jadi kita diharuskan untuk selalu menjaga kekudusan, sebab tanpa kekudusan seorangpun tidak akan melihat Allah. Untuk meminta bantuan kepada Allah hendaknya kita tidak dihalangi oleh dosa-dosa kita seperti rintangan yang begitu menghalangi. Keadaan ini seperti sebagai anak yang baik dan rajin sehari hari tentu segala permintaan anak ini lebih mudah diberikan Bapanya.
o    Kerelaan memberitakan injil – ayat 15
§  Tentara-tentara Romawi pada jaman dahulu diberikan kasut agar ketika mereka harus menempuh perjalanan sebelum memasuki peperangan, kaki mereka tidak akan terluka terlebih dahulu. Hati yang rela dalam pemberitaan berarti kita harus tulus melayani manusia, bukan untuk mencari ketenaran, banyak dari kita dimasa ini dan hamba-hamba Tuhan yang mencari nama dalam pekerjaan pelayananya, hal ini harus dirubah dan disadari supaya Allah sajalah yang dimuliakan. Injil yang diberitakan adalah injil tentang keselamnatan dalam Kristus , suatu kabar gembira bagi dunia.
o    Bertahan dengan menggunakan perisai iman - ayat 16
§  Gambaran tentang perisai iman yang dimaksud di sini sebenarnya adalah perisai yang biasa dipergunakan oleh tentara-tentara Romawi untuk melindungi dalam peperangan, yang ukurannya hampir setinggi manusia. Hanya imanlah yang membuat kita sanggup unutk menahan segala panah-panah musuh. Iman digambarkan sebagai perisai, perisai untuk menjaga hati kita supaya tetap tenang dan waspada sebab dari situlah terpancar kehidupan. Hanya orang berimanlah yang mengalahkan dunia. Seperti kata Paaulus, iman kami bukanlah karena melihat tetapi karena percaya. Hanya orang percayalah yang beriman, hanya orang yang mendekatkan diri kepadaNya akan mengenal Allah akan mengerti akan kehendakNya dan keyakinan didalam Allah, karena iman hampir sama dengan keyakinan, bagaimana mereka bisa yakin jika mereka tidak pernah bersama dengan Allah, dari keseharianyalah mereka akan belajar untuk mengenal Alllah seperti Henokh, Abraham, Daud dll. Iman akan memadamkan semua panah api musuh. Bahkan membuat kita bersukacita dalam kesusahan.
o    Memakai jaminan keselamatan kekal–ayat 17a
§  Ketopong keselamatan digunakan untuk melindungi kepala, mengandung pengertian bahwa keselamatan kekal sudah diberikan kepada kita, sebuah jaminan bahwa kita akan menang, Dalam peperangan Romawi, perlengkapan senjata ini sangat berperanan yaitu untuk melindungi kepala yang merupakan bagian tubuh terpenting. Apalagi mereka berhasil menciptakan struktur ketopong yang sangat kokoh. Maka Paulus menyatakan bahwa ketopong merupakan keselamatan yang tidak perlu dilindungi melainkan justru menjadi perlindungan bagi orang Kristen. Dengan kata lain, keselamatan Kristen dianugerahkan dan dijamin oleh Tuhan sendiri untuk melindungi jemaatnya dari berbagai macam kesulitan. Karena itu, keselamatan Kristen jadi bersifat non-conditional, baik dalam sukacita maupun dukacita bahkan tidak tergantung pada perasaan manusia. Orang Kristen yang tidak beriman kokoh kadang-kadang merasa jauh dari Tuhan dan gejala seperti itu menandakan hilangnya keselamatan. Hal ini tidak dapat dibenarkan karena ketika manusia berada dalam anugerah keselamatan Tuhan maka hidupnya jadi berlimpah sesuai dengan kehendakNya. Karena kita lebih dari seorang pemenang. Allahlah yang sudah memberikan kita jaminan kepastian itu. Jadi janganlah takut.
o    Menyerang  –ayat 17b
§  Pedang Roh disebutkan sebagai firman Allah, firman Allah berisi janji- janji, rencana, hukum-hukum, cerita akan ALLAH, hanya mereka yang memiliki janji janji Allah akan tenang, dan bisa menyerang dan beragumentasi dengan dunia dan setan, Bahwa inilah yang akan terjadi pada kami dan mereka, bahwa Allah sudah berjanni dan tidak akan mengingkari. Bahwa kita telah ditebus dan diselamatkanNya, bahwa kita akan diberkatiNya dengan hidup berkelimpahan, bahwa Allah bukanlah pendusta, dan masih banyak lagi janji-janji Nya. Janji-janji inilah yang membuat kita tidak kuatir dan takut akan masa depan kita ditanganNya. Hal –hal inilah mengandung fakta dan argumentasi argumentasi yang membuat kita tidak menjadi sesat,  tetapi akan beroleh penghibutan dan kekuatan, walau disaat peperangan sedang terjadi. Karena JanjiNya adalah ya dan Amin.
·         Pokok III : Kehidupan doa
o    Harus tekun dan berjaga sambil berdoa didalam Roh  - ayat 18a
§  Dikatakan diayat ini kita harus selalu berdoa setiap waktu dengan tidak putusnya putusnya. Walaupun keadaan belum berubah dan tampak dimata kita, kita harus tetap berdoa sampai sesuatu terjadi, sampai ada perubahan. Dan Roh Kudus juga akan membantu kita bedoa dan meminta kepada Allah Bapa.
o    Berdoa untuk orang lain – ayat 18b
§  Kita juga harus saling mendukung dengan saling mendoakan terutama untuk sesama orang kudusdan percaya  supaya kita semua selalu kuat.
Kesimpulan
o    Kita harus memiliki mental yang kuat, dan memakai seluruh perlengkapan senjata Allah sambil berdoa dengan tekun didalam Roh untuk memenangkan peperangan rohani.