Kamis, 26 April 2018

Pertanyaan Manusia Yang Terbesar.



Pendahuluan:
   Ilustrasi/Cerita  pertama:
   Setiap tahun Persatuan Biro Wisatawan Internasional di Amerika Serikat menerbitkan sebuah artikel berjudul: “Sepuluh pertanyaan paling aneh dari para wisatawan”.
i.            Salah satu adalah pertanyaan dari seorang wisatawan yang berkunjung ke Florida: “Pantai mana yang paling dekat dengan air?”.  Hal ini ditanyakan karena wisatawan itu terlalu lama berjemur di pantai Florida.
ii.          Kemudian pertanyaan dari beberapa guru ke biro wisatawan New Orleans, tempat asalnya Jazz Amerika.  Pertanyaan itu ialah : “Dimana kami dapat menemukan daftar acara penguburan dengan iringan Jazz bulan ini?. Kami ingin membawa sekelompo murid untuk menghadirinya.  (Siapa yang bisa mengetahui acara penguburan bulan depan,..kecuali Tuhan!),
iii.        Dan yang berikutnya, pertanyaan dari seorang yang datang ke biro wisatawan di Denver, Colorado. Pertanyaannya adalah: “Kapankah waktu yang terbaik disepanjang tahun untuk melihat rusa bertumbuh tanduk”. Saya ingin sekali berada disana untuk mengambil foto waktu tanduk-tanduk kecil itu tiba-tiba muncul.
   Tentu semua pertanyaan itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang aneh dan bodoh.  Tetapi pada saat ini kita dihadapkan dengan suatu pertanyaan yang sangat lain dari yang lain.  Suatu pertanyaan tunggal yang pasti merupakan pertanyaan paling penting yang pernah ditanyakan oleh manusia, yaitu Anda dan saya.  Dan jawabannya digambarkan dalam tiga peristiwa dramatis yang terdapat dalam Alkitab.
Ilustrasi/Cerita kedua:
   Ada seorang pria dalam Alkitab. Ia hampir bunuh diri. Dua detik lagi, maka ia akan mati di tangannya sendiri.
   Di Amerika Serikat, setiap 24 jam ada 13 orang yang bunuh diri antara usia 15 dan 24 tahun. Setiap 2 jam ada 1 orang muda yang melakukan bunuh diri.  Angka itu tidak terlalu berbeda dari negara-negara lain seperti Australia, Norwegia, Jepang, dll.  Dan statistik yang paling mengagetkan ialah bahwa angka bunuh diri tertinggi adalah pada usia antara 80-84 tahun, yakni sampai 5 – 6 kali lipat lebih banyak dari kaum remaja.
   Saudaraku,...
   Kalau saja orang-orang yang bunuh diri tersebut dapat menemukan jawaban atas pertanyaan dari seorang pria yang hampir mengakhiri hidupnya, tentu mereka juga dapat dicegah dari tindakan menghancurkan diri sendiri itu.
   Apakah ada seseorang saat ini yang sedang perpikir ingin bunuh diri?.  Mungkin Anda tidak mendapat jawaban atas kekacauan yang terjadi dalam kehidupan Anda.
   Harapan Anda telah sirna, kesehatan memburuk, hati sedang depresi.  Dan mengakhiri hidup Anda kelihatannya menjadi satu-sautnya pilihan yang ada. 
   Siapapun Anda saudaraku,...Saya memiliki kabar baik bagi Anda.  Karena ada satu jawaban bagi hidup Anda sekarang ini, seperti yang ada bagi pria yang kita bahas dalam Kisah para rasul Fsl.16:22 – 28.  Ini adalah satu jawaban yang dapat mengubah hidup Anda selamanya.
   Mari kita buka Kisah 16:22-28.
   Ayat 22 – Disini Paulus dan Silas ditangkap sebab: Mengajar Injil, dan menyembuhkan dalam nama Yesus.
   Ayat 23- Hukum Roma menuntut penjaga penjara bertanggungjawab atas keamanan para narapidananya.  Dan jika ada seorang yang melarikan diri, hukum menuntut: Kematian dari penjaga penjara.  Itu sebabnya kepala penjara diperintahkan menjaga mereka dengan sungguh-sungguh.
   Ayat 25- Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah.  Karena persahabatan mereka demikian akrab dengan Allah, sehingga sekalipun ditengah masalah dan penderitaan—keyakinan mereka pada-Nya tetap tidak tergoyahkan atau tetap teguh.  Demikian juga halnya dengan Anda—hal itu dapat membawa Anda melewati bagian gelap dalam hidup Anda. Dan karena itulah mereka bernyanyi.
   Ayat 26—Jelas bahwa peristiwa ini lebih daripada satu peristiwa alami saja. Sesuatu yang SUPRA ALAMI sedang terjadi—yang membuat rantai setiap narapidana terlepas pada saat itu.
   Ayat 27- Tidak seorangpun tertidur selama gempa bumi.  Bila tempat tidur Anda terguncang, apakah Anda bisa tertidur juga?.
   Kepala penjara itupun terjaga dari tidurnya pada saat gempa terjadi.
   Ayat 28- Kepala penjara itu hampir saja melakukan apa yang disebut oleh orang Jepang dengan “Hara Kiri” (Bunuh diri).  Namun suatu suara berteriak di kegelapan malam itu mengatakan: “Jangan lakukan itu”!.  Paulus berseru dengan suara nyaring: “Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada disini”.
   Ayat 30 Kepala penjara berkata: “Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?”.
   Saudaraku,..Inilah pertanyaan yang paling penting yang dapat ditanyakan oleh manusia dalam kehidupan ini : “Apa yang harus saya lakukan agar selamat?”.
   Saudaraku yang kekasih,...Setiap orang ingin hidup, dan hidup selama mungkin, kecuali mereka yang paling putus asa diantara kita, kalau ada.
   “Bagaimana saya dapat luput dari kematian?. Apa yang harus saya lakukan agar selamat?”.  Departemen Kesehatan tentu berusaha meneliti setiap kemungkinan secara ilmiah dan kedokteran serti gizi/pola hidupàAgar dapat memperpanjang satu atau dua, atau tiga tahun saja dari kematian yang tidak dapat dihindari.
   Setiap orang, setiap bangsa di bumi ini berusaha untuk memperpanjang hidup manusia secara tidak terbatas, untuk menghindari kematian yang membinasakan.
   Pertanyaan putus asa dari penjaga penjara ini :”Apakah yang harus aku perbuat supaya aku selamat?”.  Jadi, kita harus memperoleh kebenaran yang paling meyakinkan atas pertanyaan yang paling penting dari semua manusia.  Sebentar kita akan kembali nanti kepada ceritera tengah malam Narapidana itu.
   Tetapi ada satu hal penting yang harus diselesaikan segera, dan itu adalah kebenaran tentang Macan Tutul yang terdapat dalam Yeremia 13:23 (separuh pertama) : “Dapatkah orang Etiopia mengganti kulitnya atau macan tutul mengubah belangnya?”.  Disini Nabi Yeremia bertanya: “Dapatkah seekor macan tutul, dengan aumannya, dengan amarahnya, dengan berontaknya, dapat mengubah satu saja dari lingkaran hitamnya?.  Suara : “Aum....usirlah belangku!...Tidak mungkin!. Ini tidak dapat terjadi. Apakah maksud Alitab?. Mari kita baca separuh kedua dari Yeremia 13:23...”Masakan kamu dapat berbuat baik hai orang-orang yang membiasakan diri berbuat jahat?”.  Maksudnya disini, bahwa Anda tidak dapat mengubah sifat alami manusia.
   ILUSTRASI:
   Disebuah kota besar di Amerika, satu organisasi profesional para penata rambut sedang mengadakan Konvensi.  Disana ada seorang yang mengajukan satu pendapat yang hebat.”Bagaimana jika ditunjukkan pada kota: Perubahan yang dapat dihasilkan dengan mengubah potongan rambut dan rias wajah yang baik?.
   Jadi mereka pergi ke kota dan menemukan seorang gelandangan. Wajahnya kotor, jenggot panjang, kumal, pakaian bertambal, tubuh dan nafasnya berbau alkohol dan keringat.  Kemudian dibawa ke hotel tempat konvensi itu.  Fotonya diambil, dimandikan, rambutnya dicuci dengan shampo terbaik, jenggotnya dicukur, menggunting dan menata rambutnya dengan baik, menyemprotnya dengan minyak wangi, mengenakannya dengan sebuah jas, kemeja dan dasi yang baru.
   Setelah itu benar-benar kelihatanlah satu kontras perbedaan yang hebat antara keadaan sebelum dan sesudahnya.
   Dua minggu setelah Konvensi itu, seorang reporter menemukannya kembali ke jalan yang sama, disisi selokan yang sama.  Rambut-rambut kasar kembali menumbuhi wajahnya yang kembali kotor.  Jas dan kemejanya yang baru telah dikotori oleh makanan dan alkohol serta tanah dijalanan kota dimana ia berbaring mendengkur!.
   Saudaraku,...Apa yang salah?.  Anda boleh kembali membaca Yeremia 13:23.  Konvensi para Penata Rambut itu telah mengubah pria itu secara luar, tetapi mereka lalai mempengaruhi suatu perubahan di dalam.  Mereka tidak dapat mengubah sifat alaminya—mereka tidak mampu mengubah hatinya.  Dan jika hati tidak diubah—maka kehidupan tidak berubah.
   Konklusi:
   Saudaraku,..Kita tidak dapat mengubah sifat alami kita, hati kita, apalagi hati orang lain?.  Itulah kebenaran Macan Tutul itu: Anda tidak dapat merubah diri sendiri, Anda tidak dapat menyelamatkan diri sendiri.  Mari kita dengar bagaimana Paulus dari penjara menerangkan tentang kebenaran macan tutul dalam Roma Fsl.7: 15, 18, 19, dan ayat 24, 25.
   Jawabannya ialah: Terima Yesus sebagai Juruselamat pribadi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar