Kamis, 06 Mei 2021

BENIH ABRAHAM

 


BENIH ABRAHAM

(Pel.SS.6-Trw.II, 2021)

 

Ayat Hafalan:

  “Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi”.(Kel.19:5).

 

1. Mengapa Allah menempatkan Israel dalam satu tanah  Kanaan pada persimpangan antara tiga benua besar-Eropa, Asia, dan Afrika? Apakah Dia tidak tahu apa yang akan terjadi? Sudah pasti merupakan rencana Allah bagi mereka untuk menjadi terang bagi semua bangsa dalam semua petunjuk/arah. Tapi, Israel telah gagal melakukan tugasnya. Bagaimanapun, kita harus menyadari bahwa sepanjang sejarah ada beberapa yang setia; pikirkan tentang Elia, Elisa, Samuel, Daniel, dan ketiga teman Daniel. Mengapa orang-orang pilihan ini menonjol? Apa hubungan mereka dengan Allah yang telah membuat mereka berbeda?

   Penarikan2 apa yang begitu memikat bagi anak-anak Israel yang menyebabkan mereka berhenti menyembah Allah yang benar dan menyembah berhala?

 

Minggu: “DI ATAS SEGALA BANGSA...”

2. Apakah rencana Allah?

Ulangan 7: 6:”Sebab engkaulah umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu; engkaulah yang dipilih oleh Tuhan, Allahmu, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya”. (to be a special people).

   Orang Ibrani, Tuhan telah pilih secara khusus untuk menjadi perwakilan istimewanya di atas dunia.  Kata “special” disini berasal dari “segullah”= “harta yang berharga”.

3. Kata Ibrani “segullah” dapat berarti "harta benda yang berharga" atau "harta karun yang khas". Hal penting untuk diingat adalah bahwa Allah yang telah memilih mereka. Yang harus di ingat: Bahwa pilihan ini adalah tindakan Allah sepenuhnya. Tidak ada disini yang merupakan tindakan manusia yang melayakkan mereka menerima kasih karunia ini, karena kasih karunia adalah sesuatu yang datang kepada yang tidak layak.  

   Apakah ada alasan khusus mengapa Allah memilih mereka? Apakah Dia hanya berusaha mencoba untuk menggenapkan/memenuhi janji-Nya kepada sahabat-Nya yaitu: Abraham?. @ Alasan utama pemilihan itu: rahasia kasih Ilahi. Tapi kenyataannya: karena menghormati janji2-Nya kepada pra bapa, mereka dipilih karena jasa kasih Allah kepadanya (memerdekakan dari perbudakan Mesir).

4. Ada sejumlah perikop/passages dalam Alkitab yang berbicara tentang pemilihan Allah atas umat-Nya.

Lihat, misalnya, di Yehezkiel 16: 8.

   “Pemilihan itu adalah tindakan Allah semata-mata...Alasan utama pemilihan itu adalah rahasia kasih Ilahi. Tapi kenyataannya adalah Allah mengasihi Israel dan memilihnya, karena menghormati janji2-Nya kepada bapa-bapa...Israel dipilih karena jasih Kasih Allah kepadanya”. J.A.Thomspson, Ulangan (London: Inter-Varsity Press,1974) hlm.130, 131.

5. Israel dipilih untuk menjadi raja dan imam. Mereka seharusnya menjadi raja2, secara moral dan rohani! Dan mereka seharusnya menyebarkan kebaikan berita tentang rahmat dan berkat Allah yang luar biasa untuk semua orang di sekitar mereka. Mereka akan menjadi pengajar, pengkhotbah, dan nabi dan menjadi contoh kehidupan yang suci. Selain itu, mereka menjalani kehidupan yang bersinar seperti cahaya. Jadi, mengapa Allah memanggil mereka untuk menjadi “di atas semua bangsa/orang… di bumi”? (Ulangan 7: 6, KJV *) Bukankah itu sedikit menjadi undangan/ajakan bagi mereka untuk menjadi egosentris dan egois?(to be egocentric & Self-centered).  Abraham, Yusuf, dan   Daniel menonjol karena mereka setia.

6. Apakah kita, sebagai seorang anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, percaya bahwa Allah telah memilih kita untuk hak istimewa khusus(special privileges)? Atau, tugas khusus?/special task? Apakah disana ada hak istimewa tertentu yang terkait dengan tugas khusus itu?

Sudahkah kita menjadi terang bagi seluruh dunia?

 

Senin: TANAH PERJANJIAN (Kej.35:12).

7. Saat seseorang membaca Perjanjian Lama, menjadi sangat jelas bahwa Israel ingin mengklaim semua janji2 / hak istimewa yang telah Allah berikan tanpa memenuhi persyaratan apa pun.

   Kejadian 35:12: “Dan negeri ini yang telah Kuberikan kepada Abraham dan kepada Ishak, akan Kuberikan kepadamu (Yakub) dan juga kepada keturunanmu.”

   Janji bahwa tanah akan diberikan kepada umat Allah (Israel) diulangi lagi kepada Ishak dan Yakub.

8. Janji Allah itu diulangi kepada Yakub dan anak-anaknya. (Kejadian 50:24).

9. Kitab Ulangan terdiri dari tiga khotbah yang cukup panjang yang diberikan Musa kepada anak-anak Israel sebelum dia meninggalkan mereka. Ulangan 28 merangkum persyaratan2

yang mereka seharusnya penuhi untuk menerima semua berkat2 yang Allah  telah janjikan. Bagian lain berbicara mengenak kutuk2 yang akan menimpa mereka jika mereka tidak menurut.

   Ulangan 28: 1,15: v.2...”maka Tuhan, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. V.15.”Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau.”

   Pendeknya: tanah itu akan diberikan kepada mereka sebagai bagian dari perjanjian. Satu perjanjian menunjukkan kewajiban2.

   Kewajiban2 mereka ialah: Berkat2 akan diterima bangsa Israel jika mereka mengikuti kehendak Allah dan kutuk2 apabila tidak menurut kehendak Allah.

  Kutukan yang mengerikan terdapat dalam Ulangan 28:53-57 “memakan daging anak2mu—dalam keadaan susah dan sulit yang ditimbulkan musuhmu kepadamu. Kesal terhadap saudaranya, terhadap isteri atau anak2nya. Keadaan susah dan sulit yang ditimbulkan musuhmu”.

10. Ketika Allah membuat janji kepada sekelompok orang, apakah Dia menunjukkan bahwa janji-janji itu harus berlaku hanya untuk kelompok itu dan tidak untuk orang lain? Atau, apakah janji Allah ditujukan untuk siapa saja yang memenuhi persyaratan? Imamat ditulis di kaki Gunung Sinai!

   Imamat 26: 27-33: v.31-Kota2mu akan Kubuat menjadi reruntuhan dan tempat2 kudusmu akan Kurusakkan...Kamu akan Kuserakkan di antara bangsa2 lain..dan tanahmu akan menjadi tempat yang tandus dan kota2mu akan menjadi reruntuhan.”

11. Kita sebagai seorang Kristen Masehi Advent Hari Ketujuh menantikan kedatangan Yesus yang kedua kali dan rumah yang mulia di surga dan akhirnya di bumi yang baru. Allah telah membuat janji2 yang indah; Tapi, apakah kita memenuhi syarat?

12. Haruskah kita belajar sesuatu dari bagian ini? Setelah melihat hasilnya tersebar di Perjanjian Lama, kita tahu bahwa Israel tidak taat/tidak menurut.

  Selasa: ISRAEL DAN PERJANJIAN.

 Yeremia 11: 8: “Tetapi mereka tidak mau mendengarkan ataupun memperhatikannya, melainkan mereka masing-masing mengikuti kedegilan hatinya yang jahat; maka Aku telah mendatangkan ke atas mereka segala perkataan perjanjian ini, yang telah Kuperintahkan dipegang, tetapi mereka tidak memegangnya”.

  *Dikatakan dalam ayat ini bahwa Allah akan “mendatangkan ke atas mereka segala perkataan pernjanjian ini”. Dia berbicara tentang sesuatu yang buruk!.

13. Pikirkan kembali tentang Nuh. Kita telah membahasnya; tetapi, dia dan keluarganya harus membangun sebuah bahtera dan menaikinya jika mereka ingin diselamatkan. Semua kejahatan di dunia kita dimulai dengan pikiran dalam pikiran seseorang. Kejadian 6:5 “Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,”

  (Beginilah dunia sebelum air bah—ayat2 ini berbicara tentang pentingnya kita menguasai pikiran2 kita.)

  Allah menawarkan kepada Nuh –pemeliharaan dari kehancuran, tetapi Nuh harus menurut supaya menerima berkat kasih karunia Allah. Jika tidak, sisi lain dari perjanjian itu akan mengikuti.

14. Seperti yang kita catat sebelumnya, Allah telah berjanji kepada anak-anak Israel bahwa mereka akan memerintah tanah dari Mesir sampai Efrat(Inilah wilayah2 yang dijanjikan). Tetapi hanya sebentar di bawah Daud dan tahun-tahun awal pemerintahan Salomo  wilayah yang dijanjikan itu di bawah kendali mereka.

  (Sejarah bangsa Israel sebagian besar adalah pola kemurtadan yang berulang-ulangàdi hukum Allah, bertobat dan periode penurutan).

18. Bagaimana Allah menggambarkan hubungan-Nya dengan Israel di kemudian hari dalam sejarah mereka? (Tentang kemurtadan mereka dicatat dalam Yeremia).

   Yeremia 3: 1,20:...”Tetapi sesungguhnya, seperti seorang isteri tidak setia terhadap temannya, demikianlah kamu tidak setia terhadap Aku, hai kaum Israel, demikianlah firman Tuhan”.

   Hubungan perjanjian adalah komitmen, sesuatu yang serius dan suci sama seperti perkawinan.  Kemurtadan Israel berakar pada hubungan perjanjian dengan Tuhan yang hancur, yang diakibatkan oleh pelanggaran—yang akhirnya membawa hukuman kepada mereka.

àJadi aspek hubungan begitu penting dalam kehidupan seorang Kristen,..mengapa?. Kalau hubungan tidak benar, mengapa kita cendrung jatuh ke dalam dosa dan pelanggaran?.  Bagaimana kita bisa mengembangkan satu hubungan yang dalam dan penuh kasih dengan Allah?.

19. Sejumlah nabi Perjanjian Lama, termasuk Yesaya, Hosea, Yeremia, dan Yehezkiel menyiratkan bahwa Allah ingin kita menjadi pengantin terkasih-Nya bahkan dalam hubungan yang dekat dengan-Nya seperti halnya hubungan suami-istri. Ini bukan hanya semacam perjanjian bisnis; itu adalah hubungan yang sangat personal/pribadi.

 

Rabu: UMAT SISA.

   Meskipun siklus kemurtadan bgs.Israel berulang-ulang terjadi—penghukuman –pertobatan, tapi ada pengharapan ditemukan.

20. Allah selalu menjaga mereka meskipun Israel berulang kali memberontak dan pergi dan menyembah berhala dan, kemudian, ketika bencana melanda, mencoba untuk kembali kepada Allah.

   Mikha 4: 6-7: 6 “Aku akan mengumpulkan mereka yang pincang, yang terpencar-pencar dan mereka yang telah Kucelakakan..dst....”

   Zef.3:12,13 “Diantaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah,..v.13.yakni sisa Israel itu...”

  (Orang-orang yang setia yang tersisa)

   Meskipun rencana Allah bagi orang Israel dirusak oleh pelanggaran, rencana itu tidak sepenuhnya gagal. Diantara rerumputan masih ada bunga-bunga yang bertumbuh. Para Nabi Perjanjian Lama berbicara tentang orang2 yang setia yang  tersisa yang akan dikumpulkan Allah kepada-Nya. Tujuan Allah ialah untuk menggunakan mereka sebagai alat yang untuk menyatakan kemuliaan-Nya diantara bangsa-bangsa (Yes.66:19).

21. Pikirkan tentang Daniel dan ketiga temannya, yang tumbuh di Yerusalem dalam kemurtadan yang mengerikan yang kita baca. Bagaimana mereka bisa terus menjadi jujur dan setia kepada Allah setelah tumbuh di lingkungan itu? Nabi seperti Yesaya dan Zakharia berbicara tentang rencana Allah bagi kita dan harapan terakhir-Nya bagi kita. (Lihat Yesaya 66:19; Zakharia 14:16.)

  Jadi: Seberapa burukpun keadaan: Allah selalu memiliki orang2 yang setia,(2 Petr.1:10).

22. Allah selalu memiliki beberapa orang yang setia. Kadang-kadang, seperti pada zaman Nuh, jumlahnya pasti sangat, sangat kecil. Tapi, Allah selalu menjaga orang-orang yang setia itu. Pikirkan tentang hubungan Allah dengan Elia. Dapatkah Anda membayangkan diri Anda mengalami pengalaman yang Elia alami? Apakah Anda berani berbaris ke ruang tahta Raja Ahab yang jahat yang Anda tahu akan sangat senang untuk memenggal kepala Anda dan mencela dia dan, kemudian, berbalik dan berjalan keluar serta menghilang sehingga tidak ada yang bisa menemukanmu? Untuk meninjau kisah Elia yang lebih besar, lihat 1 Raja-raja 18-19.

23. Jadi, apa ciri-ciri pembeda dari beberapa/sedikit orang beriman itu yang berbeda dengan kebanyakan orang?

    Yohanes 10: 27-28: “Domba2-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kpd.mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku”.

  (Ini menjelaskan keberadaan orang setia yang tersisa).

*Meskipun orang Israel Kuno memiliki kesalahan dan kegagalan, Tuhan tidak mengakhiri rencana untuk menciptakan satu umat yang melayani Dia. Perjanjian Lama mengatakan bahwa Tuhan akan menciptakan orang ISRAEL ROHANI, orang percaya yang setia= Orang Yahudi dan bukan Yahudi yang akan melakukan pekerjaan mengkhotbahkan Injil kepada dunia.  Yang telah muncul di gereja mula-mula.

Kamis: ORANG ISRAEL ROHANI.

24. Jawaban akhir Allah untuk seluruh masalah itu adalah mengirimkan Anak-Nya sendiri di zaman Perjanjian Baru.

   Dan para rasul seperti Paulus menjelaskan dalam Perjanjian Baru sejelas mungkin apa yang Allah harapkan dari kita.

    Galatia 3: 26-27: “Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.”

   v.28.”Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki2 atau perempuan, karena kamu semua adalah SATU di dalam Kristus Yesus.

   Apakah elemen kunci yang membuat seorang menjadi pewaris janji2 ini?. v.26 Karena iman di dalam Kristus.

   Apakah janji yang Paulus bicarakan dalam ayat 29? “Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah”.

25. Jadi, apakah di perikop itu(di bagian itu) yang merupakan kunci hubungan yang benar dengan Allah? Kata yang kita gunakan untuk menggambarkan hubungan yang benar dengan Allah adalah iman.

   *Sebagai anak Abraham, Kristus menjadi pewaris janji perjanjian itu.  Oleh Baptisan, kita memperolah ikatan kekeluargaan dengan Kristus dan melalui Dia kita memperoleh hak untuk mengambil bagian dalam janji2 yang dibuat kepada Abraham.  Jadi, semua yang dijanjikan Allah kepada Abraham, ditemukan di dalam Kristus, dan janji2 itu menjadi milik kita, bukan karena kebangsaan, ras, atau jenis kelamin, tetapi melalui Kasih Karunia yang Allah karuniakan kepada kita melalui IMAN.

   EG.White, Alfa dan Omega, jld.1, hlm.192.

   “Pemberian kepada Abraham dan benihnya mencakup bukan hanya tanah Kanaan, tetapi seluruh bumi ini. Yang dimiliki karena kebenaran, berdasarkan iman (Rm.4:13). Kitab suci dengan jelas mengajarkan bahwa janji2 yang diberikan kepada Abraham akan digenapkan melalui Kristus”.  Janji ini akan digenapi secara literal ketika orang2 kudus tinggal di dunia baru selama-lamanya bersana dengan Kristus.(Dan.7:27).

 

26. Ada dua bagian penurutan/ketaatan: (1) Mendengarkan dan mengerti/memahami, (2) Mengikuti Firman Tuhan.==1) Listen and understand, (2) Follow God’s Word.

27. Secara jelas, Petrus merasa bebas untuk menerapkan janji itu kepada orang-orang Israel yang telah diberikan di kaki Gunung Sinai dan menerapkannya kepada semua orang Kristen sepanjang waktu.

28.Tetapi, semua yang Allah  minta dari kita adalah hubungan yang benar dengan Dia yang kita sebut iman. Itu benar sekarang seperti pada zaman Musa.

29. Allah akhirnya memutuskan untuk mengambil langkah terakhir itu, dan Dia mengutus Anak-Nya ke dunia ini sebagai manusia untuk dilahirkan sebagai seorang bayi laki-laki di jantung wilayah musuh untuk memohon kepada mereka dan kepada kita untuk kembali kpd sebuah hubungan yang benar dengan-Nya. Melalui kehidupan dan kematian Yesus, kita harus belajar banyak pelajaran.

30. Apakah menguntungkan menjadi keturunan Abraham secara harfiah dan fisik? Jika Anda berkata demikian, ingatlah bahwa berjuta-juta Muslim Arab juga adalah keturunan Abraham.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar