Kamis, 01 September 2016

Mengalah Untuk Menang.


Image result for Mengalah untuk menang 
Pendahuluan:
  
   Penulis teringat pengalaman ketika menjadi Penginjil Literatur Mahasiswa (Student Literature Evangelist) pada tahun 1971  di Jakarta.  Sementara menawarkan sebuah buku dan membuat satu peragaan penjualan di sebuah rumah, keluarga yang dikunjungi langsung marah namun meskipun wanita yang saya temui ketika itu terus marah namun saya tetap diam tanpa merespons emosi marahnya.  Apa yang terjadi kemudian?.  Ternyata, wanita itu akhirnya membeli buku yang saya tawarkan.  Ini adalah hasil daripada MENGALAH UNTUK MENANG.  Perselisihan tidak terjadi dan kita beruntung, buku dibeli, pekabaran kebenaran pun sampai kepada ibu tersebut.

Pembahasan:
   Judul pembahasan kita adalah: Mengalah Untuk Menang.
   Dalam rumah tangga semboyan ini harus dipraktekkan.  Suami-isteri yang mau mengalah demi keuntungan ke dua belah pihak adalah sangat beruntung.  Sebaliknya suami isteri yang mau menang sendiri tidak akan merasa bahagia.  Bila salah seorang, suami ataupun isteri berkeras kepala, ingin supaya selalu menang dalam segala perdebatan/pertengkaran.  Tentu pada akhirnya rumah tangga mereka akan diselubungi kabut.  Isteri yang ingin berlaku keras dan mau menang, hal ini tentu membuat suami sakit hati, demikian juga sebaliknya kalau sang suami yang berlaku keras dan mau menang, membuat isteri sakit hati.
   Tidak heran kalau kita banyak melihat terjadinya perceraian akibat timbulnya perselisihan-perselisihan/perdebatan.

   Kita perlu ingat bahwa perselisihan-perselisihan/perdebatan tidak akan pernah membawa kebaikan dalam segala hal.  Beberapa keburukan perselisihan dalam rumah tangga :
I.                Perselisihan-perselisihan itu akan membuat suasana rumah tangga jadi keruh dan dapat menggoncangkan sendi-sendi rumah tangga. 

   Perselisihan-perselisihan antara suami-isteri, antara orang tua dan anak bahkan diantara sesama teman—adalah bagaikan duri di atas jalan.
II.              Perselisihan dapat merusak kesehatan tubuh yang bersangkutan.

   Kedongkolan, perasaan kesal yang terus menerus bisa mengakibatkan borok perut, sakit kepala, TBC,  dan lain-lain.
III.             Berjangkitnya penyakit tersebut kepada anak-anak.
  
   Mereka kelak ketularan penyakit lekas marah, yang akan menjadi tembok penghalang dalam kehidupan rumah tangga mereka.

   Bagaimanapun juga sebaiknyalah salah seorang mengalah.  Biarlah masing-masing saling berusaha lebih dahulu mundur teratur.   Bila suhu amarah sudah turun kepada keadaan normal, bolehlah suami-isteri mengutarakan duduk persoalan yang sebenarnya.
   Menurut Psychology : Dalam suhu yang tidak panas, bertukar pikiran lebih berhasil.  Misalnya: Suami boleh terangkan mengapa ia ber-emosi kepada isterinya.  Mungkin terpengaruh kepada kegagalan-kegagalannya di tempat tugas kerja.

   Bagaimana menghindarkan perselisihan?  Disini ada beberapa formulanya antara lain :
1.   Jangan mengadakan interupsi sementara orang lain berbicara.  Emosi seseorang mulai reda setelah sesuatu yang dalam hatinya di utarakan. 
Salah satu cara ahli penyakit jiwa dalam merawat pasiennya adalah dengan: “Mendengarkan pasien itu menceritakan semua penderitaan batinnya sepuas-puasnya.  Dengan demikian pasien akan merasa lega dan rileks”.
2.   Sebelum menjawab, beristirahatlah sebentar agar tidak seperti orang yang bertengkar kedengarannya.  Ini dapat menolong untuk menyejukkan suasana.
3.   Memberikan tanggapan dengan nada yang rendah dan berbicara agak lambat.
   S U A R A : adalah alat penghubung antara manusia:
          -Mencerminkan perasaan-perasaan tentang diri kita sendiri.
          -Dapat mencerminkan keputus asaan, kelemah lembutan atau kemarahan.  Dapat mengakibatkan damai atau perang.  Dapat menyakiti hati isteri atau sebaliknya.
      4. Mengutarakan keterangan dengan cara sederhana tapi jelas.
Ilustrasi :
   Disebuah gereja pernah diadakan Vocal Training.  Untuk hal ini ketua jemaat di gereja tersebut mengundang seorang guru pelatih suara.  Banyak teori yang diberikan dan langsung dipraktekkan.  Yang sangat menarik perhatian adalah bahwa ia menganjurkan supaya memakai suara rendah dalam percakapan di rumah karena hal ini menolong suasana lebih tenang/tentram.
   Suara-suara dengan pitch yang lebih tinggi pada umumnya tercampur dengan kekasaran dan amarah.
AKIBAT-AKIBAT SUARA BERNADA TINGGI :

* Merusak suasana tentram rumah tangga.
* Membuat anak-anak terpengaruh untuk menggunakan suara-suara bernada tinggi itu—yang berarti marah-marah atau paling sedikit seperti orang marah.

   Para ahli imu jiwa telah membuktikan bahwa, jika kita tetap berbicara dengan nada rendah dan lambat maka JARANG MENJADI MARAH.
   Alkitab juga membenarkan hal ini dalam Amsal 15:1 : “Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah”.  Terjemahan lama mengatakan: “Bahwa sahut yang lembut itu memadamkan amarah yang bernyala-nyala, tetapi perkataan yang tajam menggalakkan amarah”.

   Jadi kalau menghadapi isteri, suami ataupun orang lain yang hampir marah maka:
·         Rendahkanlah nada suara, dan
·         Berbicaralah agak lambat.
   Saudaraku,…kita sebagai manusia belumlah sempurna dan mungkin sering berbuat kesalahan.  Oleh karena itu dalam perdebatan janganlah berusaha untuk mencapai kemenangan total.
5.   Formula  ke lima untuk menghindarkan perselisihan dalam rumah tangga ialah: Suami dan isteri harus melatih diri berlaku jujur.
-Biasakanlah mengaku silap/salah jika memang demikian.   Mengaku salah kepada yang sangat dicintai sungguh berfaedah karena itu berarti mengusir segala awan gelap yang sedang menudungi rumah tangga sendiri.   Yang sering terjadi adalah masing-masing sama-sama keras.  Mungkin suami berkata dalam hatinya begini: “Sebelum dia bertekuk lutut kepadaku, saya tidak akan berbicara kepadanya”.  Sang isteri juga memiliki sikap yang keras dan tak mau mengalah!.  Akhirnya terjadilah keretakan dalam keluarga.  Janganlah lakukan hal yang demikian!.
      6. PELAJARILAH MEMBUAT HUMOR :
             Banyak kabut perselisihan ataupun perbedaan pendapat dalam rumah tangga dapat di usir oleh suatu humor.
ILUSTRASI :
   Pada suatu kali Winston Churchil, seorang tokoh Amerika yang terkenal dalam sebuah musyawarah parlemennya pada suatu kali menghadapi perdebatan yang sengit.  Dalam suasana serang menyerang satu dengan yang lain, banyak peserta rapat jadi ber-emosi.  Seorang sekretaris dari Winston Churchil pun turut marah.  Dalam keadaan sangat marah sekretaris itu berkata kepada Churchil : “Jika engkau SUAMI SAYA, saya akan berikan kamu racun”.  Dengan tenang Churchil menjawab : “Jika engkau ISTERI SAYA, saya akan minum racun itu”!.  Pada saat itu suasana menjadi berbeda, hadirinpun menjadi tertawa.
 Kesimpulan :
1.   Orang yang tidak ada rasa humor, takkan menemukan satupun titik terang dalam suatu situasi yang gelap dan sulit.
2.   Humor memberikan Anda sebuah senjata yang mengena lebih jitu, tetapi membuat lebih sedikit luka yang bernanah daripada senjata lain manapun yang bisa anda gunakan.
3.   Orang yang tidak ada rasa humor lebih lekas marah dibandingkan dengan orang yang ada rasa humor.
W.J. Brown.  
   Marilah kita praktekkan semboyan mengalah untuk menang dan menerapkan ke enam langkah yang kita pelajari saat ini sebagai formula untuk menghindarkan terjadinya perselisihan didalam rumah tangga kita masing-masing.    Amin.


     

Menanamkan Sifat Disiplin Pada Anak.


                 Image result for Sifat disiplin pada anak 
 Sifat Disiplin Penting ditanamkan sedini mungkin


    Bukan  hanya untuk orang dewasa, sifat disiplin sangat penting ditanamkan pada anak-anak sedini mungkin. Mungkin pendapat sebagian orang bahwa di usia anak-anak yang masih belum mempunyai tanggung jawab yang besar, kedisiplinan bukanlah hal yang penting. Namun bila sifat disiplin tersebut ditanamkan kepada anak-anak kita sejak masa kanak-kanak, tentu akan menjadi sebuah modal yang sangat berharga bagi anak-anak kita kala dewasa kelak. Namun menanamkan sifat disiplin bagi anak-anak tentu bukanlah hal yang mudah. Hal ini membutuhkan sebuah pembiasaan dan ketekunan, serta tentunya dengan bantuan dari orang tua.

Disiplin dimulai dari orang tua

   Sebagai orang tua yang menginginkan putra-puteri mereka menjadi anak yang disiplin, sifat disiplin itu sendiri harus tertanam di dalam hati orang tua.   Dengan kata lain, semua harus dimulai dari orang tua, yang nantinya akan ditransfer atau diajarkan kepada anak. Adalah hal yang sia-sia bagi kita, orang tua yang menginginkan anak-anak menjadi anak yang disiplin, namun kita sendiri kurang disiplin.

   Disiplin sangat erat hubungannya dengan tanggung jawab dan peraturan.      Tanggungjawab kita dengan anak-anak kita tentu berbeda. Namun di dalam menaati peraturan, tentu sangat membutuhkan keselarasan. Orang tua dan anak harus menaati peraturan atau norma yang berlaku di tengah keluarga.  Norma dan peraturan di dalam sebuah keluarga, tentu akan berbeda antara keluarga yang satu dengan keluarga yang lain. Oleh karena itu, orang tua harus bertanggungjawab secara penuh dalam mendidik anak agar menaati peraturan atau norma di dalam keluarga kita masing-masing.

Dimulai dari hal-hal yang kecil

   Menanamkan sifat disiplin kepada anak, harus dimulai dari hal-hal yang kecil. Kita sebagai orang tua, atau sebagai orang yang lebih dewasa tentu harus peka dalam hal ini. Mungkin kita bisa memulainya dengan cara membuatkan jadwal makan, tidur, mandi, dan aktivitas-aktivitas yang lain.  Hal ini sangat penting agar putra-puteri  kita belajar bagaimana cara menghargai waktu dan menaati peraturan. Mungkin bagi kita bukanlah hal yang terlalu bermasalah saat kita membelanjakan uang yang kita miliki sesuai dengan keinginan kita. Namun bila kita ingin putera-puteri kita menjadi anak yang disiplin dalam hal membelanjakan uang, tentu kita pun harus memiliki kedisiplinan dalam hal yang sama. Kita tidak boleh membelanjakan uang yang kita punya, untuk hal-hal yang tidak penting dan tidak bermanfaat bagi keluarga kita, terutama di depan anak-anak kita. Sehingga pada saat anak-anak kita bertanya,”Ma… Kenapa kita harus beli tanaman yang harganya mahal itu?” Kita pun bisa menjawabnya dengan alasan yang logis dan bisa diterima anak-anak kita. Misalnya,”Supaya ruang tamu kita bisa menjadi lebih indah, selain itu tanaman ini kan harganya bisa mejadi lebih mahal dari tahun ketahun, jadi nanti bisa dijual lagi. Nanti uangnya bisa ditabung.” Jangan sampai kita menjawab asal-asalan, misalnya hanya untuk senang-senang atau hanya untuk gengsi semata. Sehingga anak-anak kita pun akan mengerti bagaimana dia harus mendisiplinkan diri dalam membelanjakan uang saku yang mereka punya.

Tindakan bagi anak-anak yang tidak melakukan disiplin

Lalu apa tindakan kita bila menemukan anak-anak  kita melakukan hal-hal yang tidak disiplin? Dalam hal ini, kita harus cerdas dalam menentukan konsekuensi (hukuman)  yang harus diterima oleh anak-anak kita, karena konsekuensi adalah suatu hal yang harus diterima dari sebuah perbuatan atau aksi. Dan tujuan dari konsekuesi adalah untuk mendidik dan mendisiplinkan, bukan hanya untuk menakuti-nakuti seperti halnya hukuman.

   Jadi sebelum konsekuensi tersebut kita berikan kepada anak-anak kita, alangkah lebih baik bila kita memperingatkan anak-anak kita terlebih dahulu. Misalnya pada saat anak-anak kita membelanjakan uangnya secara sembarangan, maka bila kita mengetahuinya kita wajib memperingatkan terlebih dahulu, dan baru memberikan sebuah konsekuensi setelah putera-puteri  kita melakukan kesalahan yang sama. Dalam kasus ini, bila anak-anak kita membelanjakan uangnya secara sembarangan, kita bisa memberikan konsekuensi kepada buah hati kita, misalnya dengan cara tidak memberikan uang jajan selama dua hari. Ada konsekuensi pada saat berbuat tidak baik, tentu harus ada juga konsekuensi pada saat anak-anak melakukan hal yang baik. Nah… Jadi misalnya anak-anak kita sudah pandai cara menggunakan uang, jangan lupa untuk memberikan konsekuensi berupa hadiah.

   Kalau soal hadiah, tentu anda sendiri yang lebih mengerti segala keinginan putera-puteri  anda sendiri.

    Tentu masih banyak disiplin-disiplin yang lain, yang boleh kita tanamkan di dalam jiwa anak-anak kita, misalnya disiplin waktu, disiplin belajar, disiplin bermain, dan masih banyak lagi. Kita sebagai orang tua, harus cermat dalam mengajarkan nilai-nilai kedisplinan tersebut kepada anak-anak kita. Dan tentunya dengan mengajarkan kedisiplinan kepada anak-anak kita, kita pasti juga akan banyak belajar bagaimana menjadi orang yang disiplin. Karena kita tidak akan sukses dalam mengajarkan kedisiplinan kepada anak-anak kita bila kita sendiri tidak disiplin.

    Oleh karena itu… Marilah kita menjadi orang yang disiplin agar anak-anak kita pun menjadi anak yang disiplin.


Membuat Suasana Rumah Menyenangkan


Image result for Membuat suasana rumah menyenangkan 
Pendahuluan:

   SUASANA yang menyenangkan menjadi tonggak utama dalam sebuah rumah tangga. Dalam rumah tangga, diperlukan adanya keselarasan dan keseimbangan antar anggota keluarga. Anggota keluarga harus menghargai dan menyayangi satu sama lain. Untuk lebih terciptanya keharmonisan rumah tangga diperlukan inovasi agar suasana rumah tak membosankan.
   Suasana rumah yang membosankan akan memicu permasalahan karena rasa boring satu sama lain. Pertengkaran disebabkan karena satu sama lain tidak mengerti apa yang harus dilakukan. Pergi keluar untuk refreshing memang menyenangkan, tetapi akan mengeluarkan banyak waktu dan biaya. Sebenarnya suasana menyenangkan dan harmonis bisa tercipta dirumah jika kita mengetahuinya.

    Membuat suasana rumah yang harmonis dan menyenangkan:

  “Ibu bapalah yang menciptakan sebahagian besar suasana lingkungan rumah tangga, maka apabila ada perselisihan paham di antara ibu dan bapa, anak-anak turut merasakan roh yang sama itu.  Jadikanlah suasana rumah tanggamu itu harum semerbak dengan sikap lemah lembut”. E.G. White, Membina Keluarga Bahagia, hlm.14.
   Cara membuat suasana rumah menyenangkan sebenarnya cukup mudah.
1.   Dengan  menciptakan satu suasana suci:
    Seharusnya para ibu bapa memberikan teladan dalam perkataan, tingkah laku dan kehidupan mereka satu dengan yang lain.  Kesucian dalam perkataan dan keramah tamahan kristiani yang benar harus selamanya dipraktikkan.  Mengajar anak-anak untuk menghormati dirinya sendiri, jujur terhadap Allah, setia kepada prinsip, menghormati dan menurut hukum Allah.

2.   Menjadikan Rumah Tangga Senang dan Bahagia :
“Jangan sekali-kali dilupakan bahwa engkaulah yang menjadikan rumah tangga itu senang dan bahagia bagi dirimu sendiri dan bagi anak-anakmu oleh menghargai sifat-sifat Juruselamat”.
     E.G. White, Membina Keluarga Bahagia, hlm.16.

   Kita harus menjalankan segala peraturan rumah tangga itu dalam kebijaksanaan dan kasih, bukan dengan tongkat besi/kekerasan.  Dengan demikian anak-anak akan menanggapi peraturan kasih itu dengan penurutan yang sukarela bukan karena terpaksa.  Anda sebagai orang tua perlu menghargai anak-anak anda kapan saja Anda dapat lakukan.   Ingatlah bahwa anak-anak bukan hanya memerlukan teguran dan perbaikan, melainkan anjuran dan pujian.  Kelemah lembutan dan perdamaianlah yang kita sukai dalam rumah tangga kita.

3.   Memasak bersama. Ibu dan anak wanita pergi membeli bahan-bahan kue dan memberi tantangan pada ayah dan anak laki-laki untuk memasak. Walaupun tak pandai memasak, hal ini akan memberi suasana menyenangkan di dapur. Semakin sibuk dengan kegiatan, kita akan semakin tertawa dan memberi suasana gembira. Setelahnya kita bisa menyantap hidangan bersama.

4.   Dengan makan diluar. Makan diluar bukan berarti makan di restoran atau café yang mahal. Makan diluar yaitu makan diluar ruangan untuk memberikan suasana baru. Contohnya di halaman, di kebun kecil kita, di beranda, sampai di teras. Kita bisa menggunakan tenda ataupun beralaskan tikar ditengah terang bulan. Walaupun makanan yang tersedia biasa disajikan dirumah, suasana berbeda dan hangat akan tercipta. Makanan akan menjadi lezat dan nikmat walaupun hanya sederhana. Sambil makan bercengkerama dan bercerita bersama akan memberikan rasa bahagia dan suasana membosankan akan segera sirna.
   Kesimpulan :
   Rumah tangga yang dijadikan indah oleh kasih, simpati dan lemah lembut ialah satu tempat yang disukai para malaikat berkunjung dan tempat di mana Allah dimuliakan.  Para ibu bapa harus menyadari tanggung jawab mereka supaya menjaga rumah tangga bebas dari segala kejahatan dan kecemaran batin.

Membina Kebahagiaan Rumah Tangga.



Image result for Komunikasi yang benar dalam rumah tangga 
Pendahuluan:

   Ada tiga kata yang biasa dan sederhana yang didalamnya terkandung sesuatu yang memberikan gambaran keserasian, kerukunan dan damai yang di impi-impikan oleh banyak orang dewasa ini.

   Tiga kata yang biasa dan sederhana itu ialah: KEBAHAGIAAN RUMAH TANGGA !
   Inilah yang menjadi judul pembahasan kita pada saat ini.

Pembahasan:
   Saudaraku yang kekasih,.  Jauh didalam lubuk hati setiap manusia, apakah mereka itu para ibu, bapak dan anak-anak, terdapat satu kerinduan untuk menikmati: “Kebahagiaan Dalam Rumah Tangga”.  Setiap hari ribuan pasangan pengantin yang memasuki bahtera rumah tangga untuk kemudian berlayar mengarungi samudera kehidupan. 

   Samudera luas yang mereka tempuh kadang-kadang tenang, namun sering bergelora, menempuh topan, dipenuhi oleh batu-batu karang serta gunung es.  Dan amat disayangkan, banyak sekali bahtera-bahtera rumah tangga itu karam karena membentur batu karang, dan tinggallah anak-anak yang tidak bersalah sebagai korbannya.  Hal ini terjadi oleh karena kurangnya persiapan yang diadakan sebelum berlayar atau juga karena kurang waspada selama dalam perjalanan.

   Pembicaraan kita pada saat ini dimaksudkan bukan hanya bagi pemuda dan pemudi yang akan berumah tangga tetapi juga bagi mereka yang sudah lama berada dalam bahtera rumah tangga.  Dimanakah letaknya kunci kebahagiaan rumah  tangga itu?  Agar kita mengetahui dimana letaknya kunci kebahagiaan rumah tangga itu maka ada tiga hal yang perlu kita pelajari :

I.             ASAL MULA RUMAH TANGGA ITU.
   Jikalau kita mempelajari firman Allah dengan teliti maka kita akan menemukan bahwa salah satu lembaga yang paling tua bukanlah sekolah, bukan gereja dan bukan pula pemerintah tetapi rumah tangga.  Setelah Allah menciptakan Adam sebagai manusia, apakah yang Allah katakan?.  Kejadian 2:18 “Tiada baik manusa itu seorang diri saja, Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia”.

   Dari ayat ini jelaslah bagi kita bahwa Tuhan menjadikan manusia bukan untuk hidup seorang diri saja melainkan sebagai mahluk yang ber sosial dan Tuhan Allah menanamkan dalam diri manusia itu perasaan akan kebutuhan seorang teman hidup.  Mari kita baca ayat selanjutnya dalam Kitab Kejadian 2:19 – 24 (buka dan bacalah ayat-ayat ini) yang menerangkan kepada kita asal mulanya rumah tangga itu adalah dari Allah sendiri.

   Saudaraku,…Dengan diberkatinya Adam dan Hawa oleh Tuhan dalam ikatan pernikahan maka terbentuklah rumah tangga yang pertama.  Jadi rumah tangga bukanlah hasil ciptaan peradaban atau ilmu pengetahuan manusia melainkan dari Tuhan sendiri asalnya dan lembaga rumah tangga ini didirikan sebelum manusia jatuh ke dalam dosa.  Oleh sebab itu, rumah tangga adalah satu lembaga yang suci.  Inilah konsep firman Allah mengenai rumah tangga.

   Sekalipun manusia telah berbuat dosa, tetapi Tuhan tetap menghendaki agar rumah tangga itu menjadi satu pelabuhan yang teduh ditengah-tengah topan yang membinasakan, menjadi satu tempat yang TERDEKAT ke sorga bahkan menjadi satu SORGA KECIL di dunia ini.   Itulah sebabnya persiapan-persiapan yang cukup harus diadakan sebelum sepasang muda-mudi memasuki jenjang rumah tangga, karena syarat penting yang harus dipenuhi lebih dahulu adalah kematangan jasmani, kedewasaan dalam pikiran serta rohani.

II.           KESADARAN AKAN TANGGUNG JAWAB MASING-MASING ANGGOTA KELUARGA:

Inilah hal  yang perlu kita ketahui sebagai kunci yang kedua kebahagiaan rumah tangga.  Tuhan yang telah membentuk rumah tangga yang pertama, Tuhan yang sama itu pula yang telah menggariskan dalam firman-Nya adanya tanggung jawab masing-masing anggota keluarga.

1.   Tanggung jawab isteri:
  
Marilah kita lihat tanggung jawab isteri yang pertama:
Epesus 5:22 -24 “Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat.  Dialah yang menyelamatkan tubuh.  Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu”.

2.   Tanggung jawab suami:
    
     Terdapat dalam Epesus 5:25 :”Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengashi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya”.

         
3.  Tanggung jawab anak-anak:

     Terdapat dalam Epesus 6:1-2 “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian.  Hormatilah ayahmu dan ibumu – ini adalah suatu perintah yang penting,..”
     Inilah rule of the game (aturan main) yang perlu diperhatikan.

     Banyak rumah tangga yang menjadi keruh suasananya oleh karena ada diantara anggota keluarga itu yang melanggar aturan main yang digariskan dalam firman Allah ini.
     Para isteri,..gantinya tunduk kepada suami, namun sebaliknya ingin menguasai segala urusan rumah tangga…atau mungkin suami,..gantinya mengasihi isterinya tetapi sebaliknya telah berbuat sekehendak hati terhadap isterinya  atau anak-anak, gantinya menghormati serta mentaati perintah orang tua didalam Tuhan namun sebaliknya pula telah mendurhaka.

     Jadi jelaslah bagi kita bahwa rumah tangga akan bahagia hanya bilamana aturan main itu ditaati.
     Saudaraku,…Kasih haruslah menjadi landasan dari rumah tangga itu.  Rumah Tangga bahagia bukan berarti rumah tangga yang samasekali bebas daripada persoalan-persoalan atau perbedaan pendapat antara ibu-bapa dan anak-anak.   Kita menyadari bahwa semua rumah tangga, baik yang baru maupun yang sudah lama berdiri pasti mempunyai masalah sendiri-sendiri.

     Untuk mengatasi hal ini, masing-masing harus tetap belajar untuk saling menyesuaikan diri, saling mengerti satu dengan yang lain karena rumah tangga adalah satu sekolah darimana kita tidak akan pernah ditamatkan.

III.          KEBAKTIAN KELUARGA.

    Inilah hal yang ketiga yang perlu kita ketahui sebagai kunci kebahagiaan rumah tangga bahagia.
   Kita mungkin akan menemui persoalan keuangan, masalah anak yang tidak dapat dikendalikan lagi ataupun kesulitan-kesulitan lainnya yang seringkali menekan perasaan  Namun demikian bilamana KASIH kita jadikan landasan daripada rumah tangga kita, dimana Tuhan dijadikan sebagai yang terutama maka tidak akan ada satu persoalan bagaimana rumit atau gawatnya yang tidak dapat diatasi.  Untuk itu maka satu perkara penting yang menjadi keharusan didalam setiap rumah tangga adalah KEBAKTIAN KELUARGA. 
   
   Mari kita baca firman Tuhan yang mengatakan pentingnya hal ini dalam Ulangan 6:6-9 “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.  Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu”.

   Saudaraku,…Keluarga yang berdoa dan berbakti bersama-sama kepada Tuhan akan menjadi keluarga yang bersatu dalam kerukunan.  Didalam doa, kita minta supaya Tuhan menjadi nakhoda atau jurumudi bahtera rumah tangga kita.   Bila kemudian rumah tangga ada di tangan Tuhan, kita akan menikmati damai dan bahagia sekalipun topan menderu atau gelombang memukul.  Sekali acara kebaktian rumah tangga dilalaikan oleh karena adanya kesibukan-kesibukan lain, misalnya: suami pergi ke kantor, ibu pergi ke pasar dan anak-anak ke sekolah tanpa lebih dahulu bersatu dalam doa.
   Bila hal ini terus menerus terjadi, ingatlah bahtera rumah tangga kita ada dalam bahaya.

   Saudaraku,…Rumah Tangga bahagia tidak bisa dibeli oleh uang.  Hal itu harus di bina oleh masing-masing anggota keluarga dengan pertolongan Tuhan.  Janganlah hendaknya kita terlalu sibuk dengan usaha, dengan pekerjaan, dengan karir atau aktifitas-aktifitas lainnya, sehingga mengorbankan Rumah Tangga.

   Konklusi:

   Ilustrasi:
   Seorang pria sedang mengendarai sebuah mobil merk Ford.  Tiba-tiba mobilnya itu mengalami kerusakan mesin dan mogok.  Sejam lamanya ia berusaha mencari dimana letak kesalahannya, namun sia-sia.  Disaat yang menyulitkan itu, ia melihat sebuah mobil lain datang dan iapun melambaikan tangan untuk meminta pertolongan.
   Mobil tersebut berhenti dan dari dalamnya keluar seorang pria yang kemudian dengan senang hati bersedia menolong.   Dalam sesaat saja mobil Ford tadi hidup kembali mesinnya.  Setelah mengucapkan terimakasih, ia bertanya kepada penolong yang baik hati itu, “Siapakah nama tuan?”.  Dengan tersenyum penolong itu menjawab: “Nama saya adalah HENRY FORD”.  Dia mengetahui seluk mobil itu dengan baik sekali oleh karena dia adalah penciptanya.

   Saudaraku,…Tuhan adalah pencipta Rumah Tangga.  Ia mengetahui cara-cara yang terbaik untuk membina Kebahagiaan Rumah Tangga, Ia mengetahui cara-cara untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang timbul didalam rumah tangga.
   Untuk itu marilah kita jadikan Tuhan sebagai yang terutama dalam rumah tangga kita dan mentaati segala peraturan rumah tangga seperti yang telah digariskan dalam firman-Nya serta biarlah kita menyerahkan rumah tangga kita dengan segala persoalannya yang timbul setiap hari---dalam kebaktian keluarga.

   Hanya dengan demikianlah kita akan menikmati Kebahagiaan dalam Rumah Tangga.  Kiranya Tuhan memberkati rumah tangga kita!.  hms