Rabu, 20 Mei 2015

Sukses Melalui Sikap Mental Positip (SMP)


SIKAP MENTAL POSITIP:
   Setiap kemalangan mempunyai benih keuntungan yang setimpal atau lebih besar.  Sikap Mental Positif (SMP) adalah berlaku untuk semua orang bahkan untuk orang yang cacat pisik sekalipun.
   Ilustrasi : Tom Dempsey, seorang yang cacat pisik.
   Tomp Dempsey dilahirkan dengan kaki kanan hanya separoh dan lengan kanan yang tidak sempurna.  Sejak lama ia ingin sekali bermain foot ball.  Orangtuanya membuatkan kaki palsu. Dengan rajin Tom melatih menendang bola dengan kaki palsunya yang terbuat dari kayu.  Karena ia memiliki Sikap Mental Yang Positip, akhirnya ia amat mahir. Dalam catatan prestasi yang dia peroleh, dia telah berhasil mencetak goal sejauh 63 yard dan menang di New Orleans melawan Detroii dengan angka : 19-17.
   PRINSIP-PRINSIP :
   *Untuk mencapai hasil yang paling tinggi, diperlukan latihan yang terus menerus.
   *Ketrampilan manusia yang terbesar tersembunyi dalam mujijat doa.
   *Kita masing-masing bisa menentukan masa depan kita dan bisa mentukan nasib kita berdasarkan pada sikap kita.  SIKAP KITA ITULAH YANG MENENTUKAN MASA DEPAN KITA.  Sikap kita bisa bersifat destruktif atau konstruktif.  Oleh karena itu kita harus memilih yang positip, kita harus memilih SMP(Sikap Mental Positip) daripada SMN (Sikap Mental Negatif).

JIKA SEORANG MANUSIA BENAR, MAKA DUNIANYA JUGA AKAN BENAR.
Ilustrasi : Pelajaran dari seorang anak kecil yang menarik :
   Seorang pendeta harus mempersiapkan khotbah untuk ke esokan harinya.  Isterinya sedang berbelanja dan anaknya yang masih kecil mengganggunya terus karena tidak mempunyai permainan yang menarik.
   Sang pendeta merasa terganggu, tapi tidak mengetahui apa yang harus dilakukan.  Akhirnya ia membuka-buka sebuah majalah. Didalam majalah tersebut dia melihat sebuah peta dunia yang berwarna-warni. Datanglah ide dalam otaknya. Disobeknya gambar peta itu menjadi sobekan yang cukup kecil dan diserakkannya di lantai.  Kemudian ia memanggil putranya: "Johnny, jika kau bisa menghubungkan sobekan kertas ini dengan betul, ayah akan memberimu $ 1."  Pendeta itu menduga anaknya akan asyik bermain dalam jangka waktu yang lama karena sulit untuk menghubungkan peta yang rumit itu.  Baru saja ia bekerja 10 menit di ruang kerjanya, Johnny mengetuk pintu.  Ia telah selesai menghubungkan sobekan kertas itu dengan betul.
   Pendeta itu keheranan dan bertanya bagaimana putranya bisa berhasil menghubungkan sobekan gambar perta itu dengan cepat.  Johnny rupanya melihat bahwa dibalik kertas itu persis ada gambar seorang manusia. Maka ia mencoba menghubungkan gambar manusia itu, karena ia tahu jika ia bisa menghubungan ORANG ITU DENGAN BENAR, MAKA DUNIA DISEBALIKNYA JUGA BENAR.
   Pendeta itu tersenyum dan memberikan uang yang dijanjikannya.
   Ia telah mendapat ilham dari anaknya yang masih kecil.  Untuk khotbah keesokan harinya ia mengambil thema khotbahnya : JIKA SEORANG MANUSIA BENAR, MAKA DUNIANYA JUGA BENAR".
   Jika Anda memiliki Sikap Mental Positip maka dunia Anda pun akan positip, seluruh persoalan dan kesulitan negatif akan lenyap.

BAGAIMANA ANAK PENAKUT MENGEMBANGKAN SIKAP MENTAL POSITIP?
Ilustrasi:
   Ben dibesarkan di salahsatu rumah miskin di St.Joseph, Missouri.  Untuk sehari-hari penghasilan ayahnya tidak cuku untuk makan.  Ben selalu mengumpulkan arang yang berjatuhan disepanjang rel K.A. didekan rumahnya.  Ia melakukannya dengan sembunyi-sembunyi karena malu. Seringkali ia mencoba lewat jalan belakang sehingga anak-anak yang pulang sekolah tidak melihatnya.  Namun segerombolan anak nakal sering mencegatnya dalam perjalanan pulang, mengolok-oloknya dan melempar-lemparkan arang yang berhasil dikumpulkannya.  Ben pulang kerumah dengan sia-sia, air matanya mengalir dan dalam hati ia memendam rasa benci, dendam dan ketakutan serta rasa tertekan. Akhirnya terjadi sesuatu.  Ben memperoleh dorongan untuk bertindak secara POSITIP setelah ia membaca sebuah buku karya HORATIO ALGER yang berjudul: "Robert Coverdale Struggle".
   Dalam seri buku-buku itu Ben Cooper membaca kisah seorang anak yang mirip dengan dirinya, namun berhasil memperoleh keberanian dan kekuatan mental yang amat dirindukan oleh Ben. Secara tidak sadar ia mempelajari Sikap Mental Positip. Setelah itu ia harus mencari arang lagi di sepanjang jalan Kereta Api. Saat itu juga ketiga anak nakal itu menghadangnya, siap untuk mengganggu dan mengolol-olok. Reaksi Ben yang kini telah memiliki Sikap Mental Positip benar-benar mengherankan.  Ia berani melawan dan mengalahkan ketiga pengganggu itu. Sejak itu ia telah berhasil menghilangkan Sikap Mental Negatip (SMN) yang dahulu membelenggu hidupnya.
   Ia berhasil membuang perasaan takut dan tertekan yang dialaminya dahulu.  Ia sendirilah yang mengubah hidupnya secara drastis.

BELAJAR MELIHAT:
   George W. Campbell dilahirkan buta, karena bilateral Congenital Cataract.  Menurut dokter kebutaan ini tidak mungkin bisa diperbaiki lagi.  Walaupun George Campbell tidak bisa melihat, kasih dan kepercayaan kedua orangtuanya membuat hidupnya tidak sia-sia.  Sampai usia 6 tahun, George tidak tahu bahwa terjadi sesuatu atas dirinya.  Hingga tibalah saat yang tidak mungkin dilupakannya.  Waktu ia bermain bola dengan beberapa orang temannya, salah seorang temannya lupa bahwa ia buta. Temannya itu melemparkan bola kearah George sambil berseru: "Hai awas, bola ini akan mengenaimu".  Bola tersebut memang mengenai George, walaupun George tidak merasa sakit karenanya, tapi setelah itu baginya hidup tidak sama lagi.  Ia mulai bingung dan bertanya-tanya dalam hati. Akhirnya ia bertanya kepada ibunya. Untuk sesaat ibunya menarik nafas sedih. Baru pertama kali inilah ia harus menceritakan apa sebenarnya yang terjadi atas anaknya itu.  Apa yang dilakukan oleh ibunya benar-benar bijaksana.  Ny. Campbell menghitung jadi-jari George : Satu, dua, tiga, empat, lima.  Kemudian diterangkannya bahwa ke lima jari itu menunjukkan lima buah indera.  Mulai dari ibu jari, Ny.Campbell menunjukkan kepada anaknya: "Ini untuk indera pendengaran, ini untuk indera peraba, pembau, perasa, dan yang terakhir ini untuk indera PENGLIHATAN.  Kelima indera ini, masing-masing mengirimkan pesan ke otak.  Setelah itu ia menggenggam jari Georga yang tadi dinamakannya indera penglihatan. "George,...kau berbeda dengan anak lainnya". Kau hanya memiliki empat indera: pendengaran, peraba, pembau dan perasa.  Kau tidak mempunyai indera penglihatan.  Nah sekarang ibu akan menunjukkan sesuatu padamu. Berdirilah, kata Ny.Campbell dengan lembut. George berdiri dan ibunya memungut bola.  Kini ulurkan tanganmu dan peganglah bola ini". Setelah George menggenggam bola kecil itu, Ny.Campbell melepaskan jari yang manis yang tadi dinamakan indera penglihatan.  Hanya dengan 4 jari, Georga masih bisa memegang bola. Ibu tidak ingin kau melupakannya, George.  Kau bisa memegang bola hanya dengan 4 jari.  Berarti kau juga bisa memegang dan menggenggam kebahagiaan hidup dengan ke 4 indera yang kau miliki, jika kamu mau RAJIN DAN BERUSAHA. Tidak ada segala sesuatu di dunia yang bisa diperoleh tanpa usaha.  Sejak itu George tidak pernah melupakan simbol "empat jari untuk menggantikan lima jari". Ini merupakan simbol harapan baginya (menjadi auto sugesti).  Pada masa remajanya, Ilmu kedokteran telah mampu menyembuhkan Congenital Cataract.  Georga tidak takut mencobba. Selama 6 bulan, 4 buah operasi diadakan. Akhirnya tibalah saatnya untuk membuka balut matanya.  Setelah pembalut dibuka dengan hati-hati oleh dokter, George masih tidak melihat apa-apa kecuali sinar kabur.  Kemudian bayang-bayang kabur itu semakin terang dan kelihatan sesosok tubuh. Geroge,...terdengar suara memanggil dan George mengenal suara itu.  Untuk pertama kalinya selama 18 tahun George Campbell melihat ibunya. Walaupun yang dilihatnya adalah wajah wanita tua berusia 62 tahun, bagi George adalah yang paling cantik.

MELIHAT ADALAH PROSES YANG DIPELAJARI:
   Penglihatan jasmani kita tidak perlu dibicarakan disini.  Yang perlu dibahas adalah penglihatan mental.  Seperti penglihatan pisik, penglihatan mental bisa mengalami gangguan.  Jika penglihatan mental ini benar-benar salah maka Anda akan mendapatkan konsep yang salah pula yang bisa merugikan Anda sendiri maupun orang lain. Cacat penglihatan pisik umumnya dibagi menjadi dua bagian :
1. MATA JAUH dan 2. MATA DEKAT.  Demikian juga dengan penglihatan mental.  Mereka yang penglihatan mentalnya dekat, cendrung tidak melihat benda-benda dan kesempatan yang jauh atau buta terhadap hal yang bisa direncanakan untuk masa depan.  Penglihatan mental pendek : Jika Anda tidak membuat rencana, tujuan dan menetapkan dasar untuk masa depan.  Penglihatan mental jauh--tidak bisa melihat kesempatan yang dekat sekali dihadapannya.  Ia hanya memimpikan masa depan yang muluk-muluk, tanpa memikirkan kesempatan yang ada ditangannya saat itu.  Mereka cendrung ingin memulai dari atas, tidak mau melangkah setapak demi setapak.  Jadi kita jangan buta jauh maupun dekat.

RAHASIA MENYELESAIKAN PEKERJAAN :
   *Kerjakan Sekarang.
    Jika suatu ide muncul dalam pikiran Anda, segeralah bertindak dengan berani. Anda akan memperoleh hasil yang positif.
MELIPAT GANDAKAN PENDAPATAN :
   *Segeralah Bertindak.
   Kerjakanlah sekarang disertai dengan Sikap Mental Positif.  Susun rencana dan laksanakanlah segera.

SEPULUH DORONGAN YANG MENGGERAKKAN SEMUA ORANG UNTUK BERTINDAK:
1.Keinginan untuk melindungi diri sendiri.
2.Emosi cinta.
3.Emosi takut.
4.Emosi seks.
5.Keinginan mencapai kehidupan setelah kematian.
6.Keinginan memiliki tubuh dan pikiran yang bebas.
7.Emosi kemarahan.
8.Emosi kebencian.
9.Keinginan untuk dikenal dan ekspresi diri.
10.Keinginan memperolah kekayaan materi.

   Semakin beradab seorang manusia, semakin mudah ia mengendalikan emosi dan perasaannya jika ia memang menghendakinya.

Sumber: Napoleon Hill.

Catatanku: 04 Mei 2015.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar