Rabu, 13 Mei 2020

PENDALAMAN ALKITAB (9)


persepuluhan Archives - Bahana Online
9. RAHASIA PERTUMBUHAN MELALUI BERSAKSI.

Kata Pengantar:
   Selamat datang dalam blogspot Agape Ministry. Anda bisa mengunjunginya dengan mengklik: https://marryhot.blogspot.com.
   Media ini menyajikan pelajaran Alkitab On line.  Untuk itu kami ucapkan selamat datang, semoga dapat mengikuti pelajaran yang ke 9 yang berjudul: “RAHASIA PERTUMBUHAN MELALUI BERSAKSI”.  Sebelum memulai pelajaran ini, kami mohon saudara terlebih dahulu berdoa meminta petunjuk, berkat dan pengertian dari Tuhan Allah di sorga terhadap pelajaran ini. Semoga pelajaran ini menjadi sarana yang mendekatkan hidup saudara kepada Tuhan Allah serta menerima keselamatan yang Dia sediakan bagi siapapun yang percaya dan menerimanya dengan iman. Terimakasih.

Pendahuluan:
   Dalam sidang pengadilan, "saksi" adalah seseorang yang menyatakan apa yang dilihat atau dialami dalam suatu peristiwa. Yang diharapkan dari seorang "saksi" adalah kejujuran tentang apa yang dialaminya/dilihatnya. Bersaksi bagi Kristus bukanlah sebuah pilihan tapi perintah, artinya semua orang percaya harus menjadi saksi-Nya yang efektif dalam kehidupan sehari-hari.
   Menyaksikan kasih Allah jauh lebih besar artinya daripada sekadar sesuatu yang abstrak.
I.           YESUS MENANTANG KITA AGAR BERTUMBUH MELALUI BERSAKSI.
   Murid-murid menggunakan waktu tiga setengah tahun menikmati firman dan perbuatan Kristus, dan akhirnya menyaksikan sendiri kematian dan kebangkitan-Nya.
   Sesaat sebelum Yesus kembali ke surga, Ia menyuruh murid2 untuk menjadi wakil2-Nya:
   Baca Kisah 1:8....
   Pada waktu para pengikut Kristus  memberikan hati mereka tanpa syarat kepada-Nya pada hari Pentakosta, Kristus yang telah bangkit itu, mengubah hidup mereka melalui kuasa Roh.  Mereka menjadi saksi-saksi, bukan hanya kebangkitan dan naiknya tubuh Kristus ke surga, tetapi juga menyaksikan kuasa kebangkitan yang telah mengubah hidup mereka.
   Sebagai umat Kristen, kita juga adalah saksi-saksi akan kebangkitan Yesus karena kita telah mengalami kuasa pembaruan-Nya dalam hidup kita sendiri.
   Mari kita buka Alkitab kita dalam Efesus 2:4-7 (baca)...
   Kita dihidupkan oleh Kristus, agar kita dapat “menunjukkan kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah.”  Dan Ia meminta kita untuk membawa kabar baik tentang apa yang Ia dapat buat dalam kehidupan manusia ke seluruh dunia, kemudian berjanji untuk pergi bersama kita sementara kita melakukan hal itu (Matius 28:19-20).
   H.M.S. Richard, pendiri pelayanan Radio Suara Nubuatan, pernah bersaksi: “Saya telah melihat perubahan dalam hati orang banyak yang telah mendengar Injil Kristus. Saya telah mengadakan perjalanan ke negeri-negeri di mana nama Allah dan nama Kristus tidak pernah dikenal sampai gereja-Nya membawa Injil kesana. Saya telah melihat orang-orang ini berubah dari kotor menjadi bersih, dari sakit menjadi sehat, dari rasa takut yang terus menerus akan roh-roh jahat menjadi gembira dalam kehidupan Kristen.
   Saya telah melihat perubahan status kewanitaan. Saya telah melihat rumah-rumah tangga Kristen yang benar keluar dari kegelapan kekapiran. Di semua negeri yang telah saya kunjungi saya telah melihat hidup itu berubah.
   Saya tahu bahwa, “...Injil (Kristus) adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan..”(Roma 1:16). Saya tahu bahwa bilamana gereja mengabarkan kabar Injil, perubahan akan terjadi pada hati manusia dan di rumah tangga orang, dan itu tampak dalam kehidupan mereka yang menyambut himbauannya.
   Allah telah memberikan kepada kita manusia yang lemah ini satu peran khusus untuk dilakukan dalam pekerjaan yang menyenangkan ini, karena BERSAKSI adalah bagian dari pertumbuhan kita.  Agar supaya iman kita tetap sehat, itu harus diungkapkan.
II.         KITA MENYAKSIKAN KRISTUS MELALUI KEHIDUPAN KITA.
   Seorang pemuda yang dibesarkan di rumah tangga yang kejam pernah berucap: “Saya memperhatikan, teladan yang ditunjukkan orangtua saya memberikan kepada saya gambaran yang keliru mengenai Allah; saya tidak pernah mendapatkan contoh dari seorang yang jelas-jelas mengasihi saya.”  Orang-orang disekitar kita sangat membutuhkan seorang yang akan memberikan kepada mereka gambaran yang sehat tentang Allah. Mereka membutuhkan seorang yang sungguh-sungguh menunjukkan kualitas kesalehan. 
   Seringkali khotbah kita yang paling ampuh hanyalah cara kita hidup.  Sebelum seseorang PEDULI berapa banyak yang Anda tahu, mereka harus tahu betapa besar kepedulian Anda.  Petrus mengajak kita :
   Bacalah 1 Petrus 2:12,21....(Buka dan baca Alkitab Anda).  Karena “Kristus menderita” bagi kita di salib, maka kita mempunyai satu teladan tentang kasih yang penuh pengorbanan yang dekat dengan kita.  Kasih itu, yang dihidupkan dalam diri kita melalui perbuatan kasih kepada orang-orang lain, bisa menjadi kekuatan yang ampuh untuk membawa orang-orang yang belum percaya ke dalam tangan Kristus.
III.      KITA MENYAKSIKAN KRISTUS MELALU CARA KITA BERPIKIR.
   Ketika Iblis menyerang Yesus di padang belantara dengan godaannya kepada SELERA, kesombongan dan keangkuhan, Yesus berhasil menyerang balik dengan mengutip dari ayat Alkitab (Matius 4:4,7,10). 
   Kristus sudah siap karena Ia telah mengisi pikiran-Nya dengan kebenaran Alkitab.  Di situlah letaknya kemenangan atau kekalahan dalam peperangan—di dalam PIKIRAN kita. “Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia....”(Amsal 23:7).
   Orang Kristen yang bertumbuh memikirkan hal-hal surgawi. Mereka memusatkan perhatian pada hal-hal yang sehat yang mereka usahakan untuk dimiliki.
   Mari kita buka dan baca Firman Allah dalam Filipi 4:4-9....(Baca).  Apa yang mengisi pikiran kita membuat segalanya berbeda. SAMPAH MASUK, SAMPAH KELUAR. Firman Allah masuk, hidup Allah keluar.
IV.      KITA MENYAKSIKAN KRISTUS MELALUI APA YANG KITA LIHAT.
   Sebagai wakil Kristus, orang Kristen akan selalu sederhana walapun mengenai bagaimana ia berpenampilan, menghindarkan semua hal-hal yang ekstrim (KETERLALUAN).
   Bacalah 1 Petrus 3:1-5 (bukalah Alkitab Anda).
   KESEDERHANAAN dalam pakaian dan perhiasan selalu menandai keserupaan dengan Kristus yang sejati.  Yang terbaik ialah, orang lain akan tertarik kepada kita sebagai orang Kristen bukan oleh pernyataan kita tentang pakaian, tetapi oleh pernyataan kehidupan kita tentang Yesus.
V.         KITA MENYAKSIKAN KRISTUS MELALUI PERBUATAN KITA.
   Sejarahwan Edward Gibbon menceritakan bahwa ketika Galerius merampok perkampungan orang Persia, sebuah tas kulit yang mengkilat penuh permata jatuh ke tangan para pasukan perampok.  Orang ini dengan hati-hati menjaga tas yang berguna itu tetapi membuang permata-permata yang berharga itu.
   Orang-orang yang bergantung pada hal-hal yang dangkal yang dunia bisa berikan—dan mengabaikan Yesus, Permata Yang Mahal harganya—adalah orang yang lebih buruk dari pasukan perampok itu.  Bukan hanya keberuntungan itu yang akan lepas dari tangan kita, tetapi keselamatan kekal.  Karena itu Alkitab mengamarkan:  Buka dan baca: 1 Yohanes 2:15-17.....
   Setan bekerja keras untuk melipatgandakan dosa-dosa yang merusak dan kebiasaan-kebiasaan yang paling buruk.  Iklan minuman beralkohol memperagakan orang-orang muda, cantik, pekerja keras dan orang yang sangat bahagia.  Kita tidak pernah melihat seorang yang menyedihkan terantuk keluar dari warung minuman keras dengan bungkusan kertas di tangannya.  Kita harus berhati-hati dengan perkumpulan-perkumpulan yang membahayakan prinsip-prinsip Kristen (Ini dinyatakan dalam 2 Korintus 6:14).  Tentu Kristus ingin kita terus menjangkau sahabat-sahabat bukan Kristen.
   Hubungan pribadi adalah cara utama oleh mana iman itu disebarkan.  Pastikanlah bahwa teman-teman Anda tidak menarik Anda kembali ke jalan hidup yang lama.  Apa yang kita masukkan kedalam kehidupan kita, bahkan HIBURAN yang kita pilih, berpengaruh kepada kehidupan rohani kita. Kita perlu menyadari yang kita masukkan ke dalam PIKIRAN KITA.
   Baca :Mazmur 101:3....
   Jika kita memberi makanan yang terbaik bagi jiwa kita, yang buruk itu tidak akan mampu menarik kita ke bawah.  Memegang teguh standar yang tinggi terhadap segala sesuatu yang kita izinkan masuk ke dalam rumah dan PIKIRAN kita tidak akan mempersempit kehidupan kita.  Orang Kristen memiliki lebih banyak hal untuk membuat mereka berbahagia lebih daripada orang lain.  Bacalah Mazmur 16:11.......
VI.      KITA MENYAKSIKAN KRISTUS MELALUI PEMBERIAN KITA.
   Sesaat sebelum beliau akan membaptiskan seorang yang baru menerima kepercayaannya, almarhum Pendeta H.M.S.Richards memperhatikan bahwa masih ada dompet di kantong orang itu.  Richards bertanya apakah ia lupa meninggalkan uangnya di kamar ganti pakaian. “Saya dan dompet saya akan dibaptis bersama-sama,” orang itu menjelaskan.  Ia telah memahami sepenuhnya semangat Kekritenan itu—memberi untuk untuk menolong orang lain.
   Orang Kristen bertumbuh oleh memberi dan itu sebabnya “Yesus sendiri berkata dalam Kisah 20:35: “Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima”.
   Apa yang kita berikan lebih dulu kepada Allah, akan dibalas dengan nilai-nilai kekekalan.
   Buka Alkitab dalam Matius 6:19-21 (baca)....
Sementara Anda memberi, ingat: “Mazmur Daud. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya: (Mazmur 24:1), termasuk perak dan emas (Hagai 2:8).
   Kita ini milik Allah. Karena Ia menjadikan kita dan karena Ia melepaskan kita dari dosa-dosa kita dengan darah-Nya (1 Korinuts 6:19-20).  Semua milik kita adalah kepunyaan Allah karena Ia memberikannya kepada kita”..,kekuatan untuk memperoleh kekayaan..”(Ulangan 8:18).
   Berapa banyak yang Tuhan kita, yang tersalib dan telah bangkit itu, harapkan untuk kita bagikan kepada-Nya guna menyampaikan Injil kepada orang lain?.
   Mari kita buka Firman Tuhan dalam Maleakhi 3:8-10 (Buka dan baca Alkitab).
   PERSEPULUHAN ialah “sepersepuluh” dari “penghasilan” kita (Ulangan 14:22; Kejadian 28:22).
   Bagi petani atau pedagang penghasilan itu ialah pendapatan setelah dikurangi dengan pengeluaran usaha. Bagi karyawan, itu adalah seluruh gaji/upah.
   Prinsip persepuluhan ialah prinsip moral karena itu menyangkut tabiat. Dengan lalai memberi persepuluhan kita “merampok” Allah. Persepuluhan adalah milik Allah dan itu harus digunakan hanya untuk mendukung pelayanan Kristus (1 Korintus 9:14), dan menyelesaikan pekerjaan-Nya di bumi agar Ia segera datang (Matius 24:14).
   Ketika Yesus datang untuk tinggal bersama kita, Ia menyetujui persepuluhan pada zaman Perjanjian Baru (Matius 23:23).
   Berapa banyak persembahan yang kita berikan?.
   Persembahan adalah masalah keputusan pribadi.
   Tiap orang harus memberi “....pemberian yang telah kamu janjikan sebelumnya....Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga. Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita” (2 Kor.9:5-7).  Anda tidak bisa mengukur pemberian Allah : Buka dan baca Alkitab dalam Lukas 6:38....
   Ilustrasi:
   H.M.S. Richards suatu kali menceritakan pengalamannya : “Seorang yang menjadi penjudi seumur hidup menghadiri perkumpulan saya(KKR) di Los Angeles, dan saya tidak akan lupa saat saya berbicara dengannya sendirian di bagian belakang aula.
   Ia mengambil segulung uang dari kantongnya, 500 dollar dan memberikan semuanya kepada saya dengan mengatakan: “Ini adalah persepuluhan saya yang pertama”.  Orang ini bukan orang kaya, dan dia tidak berbuat apa pun kecuali berjudi selama 30 atau 40 tahun.  Karena itu saya mengatakan, “Bagaimana Anda hidup nanti?”.  Ia menjawab, “Disini masih tersisa lima atau enam dollar, tetapi ini juga milik Allah.”
   Lalu saya bertanya: “Apa yang Anda mau perbuat?”.
   “Saya tidak tau,” jawabnya, “tetapi saya tahu bahwa saya harus mengembalikan persepuluhan saya kepada Allah, dan Ia akan memelihara saya.”
   “Dan benar, Tuhan memeliharanya. Pertobatan orang ini sungguh-sungguh. Ia menjalani hidupnya dengan penuh penyerahan dan berbahagia dengan kehidupan Kekristenannya. Dan Allah menyediakan keperluannya sampai akhir hidupnya”.  Allah tidak berjanji bahwa semua umat percaya yang setia akan menjadi kaya. Tetapi kita mempunyai jaminan bahwa Pencipta kita akan memberikan kebutuhan hidup kita.
  
   KESIMPULAN:
  
   Kristus memberi segala sesuatu kepada kita.
   Marilah kita berikan hati kita sepenuhnya kepada-Nya sekarang. Biarlah kita menyaksikan Kristus kepada orang lain melalui kehidupan, pikiran, pandangan mata, perbuatan dan pemberikan kita.
   Saudaraku, temukanlah sukacita dalam menyaksikan Kristus kepada orang lain dan bertumbuh dalam kasih karunia-Nya yang ajaib.
   (Akhirilah pelajaran ini dengan doa pribadi, terimakasih. Tuhan memberkati!)


PERTANYAAN UNTUK DI JAWAB:
PELAJARAN 9 :
“RAHASIA PERTUMBUHAN MELALUI BERSAKSI”.

1. Bacalah pelajaran Alkitab yang Anda telah terima melalui online ini seluruhnya.
2. Isilah pertanyaan-pertanyaan yang terlampir disini.
3. Jika berkenan, tolong kirimkan kembali jawaban Anda kepada kami via Whats App.(w.a). Terimakasih, Tuhan memberkati.
PERTANYAAN:
  -Bacalah bagian yang sesuai dengan nomor di sisi kiri, dan bubuhkan (X) di depan setiap pernyataan yang BENAR dalam bagian ini:
1. Menyaksikan iman mereka di dalam Kristus.
   ______menyebabkan semua orang Kristen yang mau bersaksi akan bertumbuh.
  _______terbatas kepada sedikit orang Kristen pilihan.
2. Seringkali cara yang paling ampuh untuk menceritakan Kristus
  ______adalah dengan cara berdebat dengan seorang yang tidak sependapat dengan Anda.
  ______adalah dengan cara kita hidup.
3. Kita dapat mengatasi pencobaan dengan sebaik-baiknya.
  ______dengan mengisi pikiran kita dengan ajaran-ajaran kejiwaan.
4. Seorang Kristen dapat menyaksikan tentang Kristus.
  _____dengan mengenakan pakaian khusus yang dirancang untuk orang Kristen.
  _____dengan mengenakan pakaian yang sederhana dan pantas.
5. Hal-hal yang kita lihat dan lakukan sebagai orang Kristen.
  _____dapat mempengaruhi kehidupan rohani kita.
  _____tidak mempengaruhi pengalaman kita bersama Kristus.
6. Kita harus menceritakan Kristus dengan cara mengembalikan persepuluhan dan memberikan persembahan bagi pekerjaan Kristus di dunia, karena:
  _____bumi dan segala isinya adalah milik Allah.
  _____Allah yang menciptakan kita memberikan kita kemampuan untuk menghasilkan kekayaan.
  _____Allah meminta kita untuk memberikan persepuluhan dan persembahan.
  _____Yesus menganjurkan untuk memberikan persepuluhan dari pendapatan kita sebagai persepuluhan.
  _____Persepuluhan adalah metode yang Allah pilih untuk menyokong mereka yang mengabarkan injil agar Yesus akan datang kembali.
  _____Memberikan persembahan, juga membantu penyebaran Injil.

PERTANYAAN DARI HATI KE HATI: Apakah Anda rindu untuk menceritakan Kristus melalui cara Anda berpikir, bertindak, dan memandang sesuatu, dan melalui dukungan keuangan untuk penyebaran Injil?.

Disediakan oleh: Pdt.H.M.Siagian,MPTh.
W.A. 0811 1945 034


Senin, 11 Mei 2020

* HOW TO FIGHT FEAR

Cara Mengatasi Ketakutan.
Best Way to Get Rid of Mice | Popular Science

PRAYER::
   Heavenly Father,...Thank you Lord, for You has led and blessed each of us safely to meet at this time together with BISA group and the guests.  We gladly surrender our live to You in worship and praise. Father,...as we meet now,..may your H.S.gives us understanding while we study your word. Forgive all of our sins Lord. We ask all this in the wonderful name of Jesus. Amen.


1. Brothers and sisters in Jesus, ..We are very glad to be able to meet through this zoom with all of you.  It gives me great pleasure to share with you this evening some of the thoughts I have gathered in the study about things that rob our joy.
 There are all kinds of things that rob the joy in our lives. 
 For instance, you get up in the middle of the night to go to the kitchen for some water and a second, after you turn the kitchen light on, you see a small furry animal scurry across the floor. Or you are at your favorite restaurant and you are enjoying your meal and you see a roach climb up the wall.
   Fear is also something that robs our joy. The topic of our lesson this evening is : How to fight fear.
====
   Kita ingin membahas tentang hal-hal yang merampas sukacita kita. Ada banyak hal yang merampas sukacita dalam hidup kita. Misalnya, Anda bangun di tengah malam untuk pergi ke dapur untuk mengambil air dan sedetik setelah Anda menyalakan lampu dapur, Anda melihat seekor binatang berbulu kecil berlarian melintasi lantai. Atau Anda berada di restoran favorit Anda dan Anda menikmati makanan Anda dan Anda melihat seekor kecoak memanjat tembok.

Ketakutan juga merupakan sesuatu yang merampas sukacita kita.
A List of Phobias

2. ILLUSTRATION: There are a lot of things, you and I are afraid of. 
   I found a list of phobias that I like to share. Cyberphobia: fear of computers; Ecclesiophobia: fear of church; Lunaphobia: fear of the moon; Astraphobia: fear of lightning; Chrometophobia: fear of money; Europhobia: fear of the color red; Homilphobia: fear of sermons; Triskaidekaphobia: fear of the #13, Peladophobia: fear of baldness, Phobophobia: fear of fear.
=============   
   ILUSTRASI: Ada banyak hal yang Anda dan saya takuti. Saya menemukan daftar fobia yang ingin saya bagikan. Cyberphobia: takut akan komputer; Ecclesiophobia: takut akan gereja; Lunaphobia: takut akan bulan; Astraphobia: takut petir; Chrometophobia: takut akan uang; Europhobia: takut warna merah; Homilphobia: takut akan khotbah; Triskaidekaphobia: takut pada # 13, Peladophobia: takut kebotakan, Phobophobia: takut akan ketakutan.

Cancer, One Day at a Time: Inc. Wings for Injured Athletes ...
 3. You and I both know that there are things we fear, that we shouldn’t be. Things that are beyond our control. Things that aren’t even a reality. For instance we might be afraid to face death. We might be afraid of commitment or rejection. Or we have the constant fear that our kids are going to get hurt and that’s all we think about. Or we might have the fear that we’ll never measure up to anyone or the fear that we might wake up and have cancer one day.(but God may keep it away from us).
===========
   Anda dan saya sama-sama tahu bahwa ada hal-hal yang kita khawatirkan yang tidak seharusnya terjadi. Hal-hal yang berada di luar kendali kita. Hal-hal yang bahkan bukan kenyataan. Misalnya kita mungkin takut menghadapi kematian. Kita mungkin takut komitmen atau penolakan. Atau kita memiliki ketakutan terus-menerus bahwa anak-anak kita akan terluka dan hanya itu yang kita pikirkan. Atau kita mungkin memiliki rasa takut bahwa kita tidak akan pernah bisa menghargai siapa pun atau takut bahwa kita mungkin bangun dan menderita kanker suatu hari.
(Tapi kiranya Allah menjauhkannya dari kita)

It's Not Your Fight any More - The David and Goliath Story
4. I want us to look at a story in the Old Testament found in 1 Samuel 17 about Goliath who challenged the Israeli Army,  to help show us, not only what fear does but how we are to fight it.

(WE CAN READ IN 1 SAMUEL 17 , HOW GOLIATH TERRIFIES ISRAEL’S ARMY.)
========
   Saya ingin kita melihat sebuah cerita dalam Perjanjian Lama yang ditemukan dalam 1 Samuel 17 tentang Goliath yang menantang tentara Israel,  untuk membantu menunjukkan kepada kita tidak hanya apa yang ditakuti itu lakukan tetapi juga bagaimana kita harus melawannya.
RINGKASKAN CERITA 1 SAMUEL CERITA SAMPAI DENGAN GOLIATH MENANTANG TENTARA ISRAEL.
The Giants in Our Lives (David and Goliath): Applying the ...

 5. All of us have our Goliath’s. All of us have those things that intimidate us day after day. Those fears that haunt us and accuse us and make us feel miserable. What does this constant fear do to us? If we are not careful, this is what happens when we live in a constant state of fear:
· Experience lack of enthusiasm. (Life just isn’t exciting and purposeful anymore).
· We have unfocused thoughts (All we can think about is what we fear.)
· Keeps us from interacting with others. (All we want to do is be alone and deal with it by ourselves.) And then....
• Keeps us from getting anything done. (All we are consumed with is the fear.)
• Eventually turns into ungodly behavior. (Because we don’t know how to deal with it in a healthy way we turn to unhealthy ways of coping.) When we live in a constant state of fear, 
• It Causes health problems. (This fear & anxiety puts a tremendous strain on our bodies. Causes abdominal trouble, tension of the muscles, pressure in the head.)
• Can cause premature death. (Wears the body down. Fear can keep you from getting medical help. If you have a disease that can only be corrected by surgery and you are afraid of surgery what is going to happen?), and the last one....

• Chips away at our intimacy with God. -->We see God as having caused this.)
==================

   Kita masing-masing/semua memiliki Goliath. Kita semua memiliki hal-hal yang mengintimidasi kita hari demi hari. Ketakutan itu menghantui kita dan menuduh kita serta membuat kita merasa sengsara. Apa yang dilakukan secara terus-menerus oleh ketakutan  ini terhadap kita? Jika kita tidak berhati-hati, inilah yang terjadi ketika kita hidup dalam kondisi ketakutan yang terus menerus:
• Mengalami kekurangan semangat. (Hidup tidak menarik dan tidak bertujuan lagi)
• Kita memiliki pikiran yang tidak fokus (Semua Yang bisa kita pikirkan adalah apa yang kita takuti.)
• Membuat kita tidak berinteraksi dengan orang lain. (Yang ingin kita lakukan adalah menyendiri dan menghadapinya sendiri.)
• Menghindarkan kita dari menyelesaikan sesuatu. (Semua yang kita konsumsi adalah ketakutan.)
• Akhirnya berubah menjadi perilaku yang tidak saleh. (Karena kita tidak tahu bagaimana menghadapinya dengan cara yang sehat, kita beralih ke cara mengatasi yang tidak sehat.)
• Menyebabkan masalah kesehatan. (Rasa takut & cemas ini membuat tubuh kita sangat tegang. Menyebabkan masalah perut, ketegangan otot, tekanan di kepala.)
• Dapat menyebabkan kematian dini. (Mematikan tubuh. Ketakutan dapat menghindarkan Anda dari mendapatkan bantuan medis. Jika Anda memiliki penyakit yang hanya dapat diperbaiki dengan pembedahan dan Anda takut akan pembedahan, apa yang akan terjadi?)
• Mengikis keintiman kita dengan Tuhan. (Kita melihat Tuhan yang menyebabkan ini.)


Pin on Inspirational & Motivational Memes


Transition: 
 6. We need to remember that God is not the author of fear! 
    2 Timothy 1:7 “For God did not give us a spirit of timidity, but a spirit of power, of love and of self-discipline” (NIV)
   The only kind of fear that God promotes is the fear of Himself. This is not a “scaredy cat” kind of fear, but a healthy reverential fear that says I stand in awe of you Oh Lord.
===============
Transisi: Kita perlu mengingat bahwa Tuhan bukanlah pencipta ketakutan! 
  2 Timothy 1: 7 “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban”.

   Satu-satunya jenis ketakutan yang dipromosikan oleh Tuhan adalah ketakutan akan diri-Nya sendiri. Ini bukan jenis "kucing ketakutan" tetapi rasa ketakutan hormat yang sehat yang mengatakan bahwa saya mengagumi Engkau, ya  Allah.

Case Study: Of David's And Goliath'sThe Triz Journal
 7. So, how do we fight fear? Let’s go back to our David and Goliath story. Let’s use David as our model in knowing how to fight fear.
(WE CAN STUDY THE STORY FROM DAVID WANTING TO KILL GIANT TO THE END.)
  So,...how to fight fear according to David's model? :
1). First of all we need to face it (the fear). No one was willing to but David. We need to have the guts to do that.
ILLUSTRATION: Brothers and sisters in Jesus,
   Fear is not pleasing to the Lord.
An important truth to remember when facing your fears is, that you are not alone.   How to fight fear?
2). Recall how God has helped you in the past. 
       (Read 1 Sam.17: vs. 34-37)
   The same God that helped you in the past is the same God who will help you today.
3). Realize you can’t fight fear the world’s way. 
        (Read 1 Sam.17: 38-40, 45)
================
   Jadi, bagaimana kita melawan rasa takut? Mari kembali ke kisah Daud dan Goliath kita. Mari kita gunakan Daud sebagai model kita dalam mengetahui cara melawan rasa takut.
(RINGKASKAN CERITA DAUD YANG  INGIN MEMBUNUH RAKSASA SAMPAI AKHIR.)
1). Pertama-tama kita harus menghadapi rasa takut itu. Tidak ada yang mau kecuali Daud. Kita harus punya nyali untuk melakukan itu.
ILUSTRASI: Ketakutan tidak menyenangkan Tuhan.
Sebuah kebenaran penting untuk diingat ketika menghadapi ketakutan Anda adalah bahwa Anda tidak sendirian.
2). Ingat bagaimana Tuhan telah membantu Anda di masa lalu. (Baca 1 Sam.17: vs. 34-37)
   Tuhan yang sama yang membantu Anda di masa lalu adalah Tuhan yang sama yang akan membantu Anda hari ini.
3). Sadarilah bahwa Anda tidak bisa melawan rasa takut dengan cara dunia (Baca 1 Sam.17: 38-40, 45)

His Name Is Wonderful (Lyrics) - YouTube

  8. God does things unlike man because he wants to remind us, that he is God and we are not. So, don’t suppress your fears or justify your fears. But deal with them, with God’s resources. His name.
   What is so special about his name? A name defines, who that person is. It is a declaration of personality. It is authoritative. We have his name as our way of taping into the resources of God. We have prayer. In His Name we come to him in prayer. We have power. We have confidence.
========
   Allah melakukan semua perkara/hal bukan seperti manusia karena dia ingin mengingatkan kita bahwa dia adalah Allah dan kita bukan Allah. 
   Jadi, jangan menekankan ketakutan Anda atau membenarkan ketakutan Anda. Tetapi hadapilah mereka(ketakutan) itu dengan sumber daya Tuhan (with God’s resources). Yaitu di dalam Namanya. 
   Apa yang istimewa dari namanya? Sebuah nama mendefinisikan siapa orang itu. Itu adalah suatu deklarasi kepribadian. Itu otoritatif/berkuasa. Kita memiliki namanya sebagai cara kita memanfaatkan sumber daya Tuhan. Kita memiliki doa. Dalam Nama-Nya kita datang kepadanya dalam doa. Kita memiliki kuasa.  Kita memiliki keyakinan/confidence/kepercayaan diri.
Daud memakai umban seperti yang dilihat tentara orang Israel
      How to fight Fear according to David's model:
9.   4). Rise & get on with your life. 
         (Read 1 Samuel 17: vs. 52 “And the men of Israel and Judah arose, and shouted, and pursued the Philistine, until thou come to the valley, and to the gates of Ekron!”)

   After David triumphed over the giant, the army was able to attack the Philistine army & win. But before that for 40 days they were at a standstill. You see, fear paralyzes us. But when we fight it with God’s resources, we are able to, not only triumph but move forward in our lives. God wants us to move on in our life.
==================
   4). Bangkit & maju terus dalam hidup Anda.
          (Baca 1 Samuel 17: vs. 52) 
   "Maka bangkitlah orang2 Israel dan Yehuda, mereka bersotak-sorak lalu mengejar orang-orang Filistine sampai dekat Gat dan sampai pintu gerbang Ekron")
   Setelah Daud menang atas raksasa itu, tentara dapat menyerang pasukan Filistin & menang. Tapi sebelum itu selama 40 hari mereka berdiri diam. Anda lihat ketakutan itu bisa melumpuhkan kita. Tetapi ketika kita melawannya dengan sumber daya Tuhan, kita tidak hanya mampu menang tetapi bergerak maju dalam hidup kita. Tuhan ingin agar kita maju terus dalam kehidupan kita.
Who is the Giant in Your Life? - MississippiMom.com

  10. CONCLUSION:

   What is the giant, you are dealing with, in your life? Isn’t it time, you dealt with it God’s way?
INVITATION: Write down what you fear on a piece of paper. As a way to show your determination to face your fear, fold it up and bring it to the presence of the Lord. Before God wants your surrender tonight, he wants you to give Him your fear.     So we don’t need fear for the uncertain situation today for corona virus, because we know that God be with us.
   With God we can overcome fear, without God fear will consume our lives. May God bless us. Amen.
==========
   KONKLUSI:
   Apakah raksasa yang Anda hadapi dalam hidup Anda?       Bukankah ini saatnya Anda menghadapinya dengan cara Tuhan?
   Bersama Allah kita dapat mengatasi rasa takut, tanpa Allah maka rasa takut itu  akan menghancurkan hidup kita.

   UNDANGAN: Tuliskan apa yang Anda takutkan pada selembar kertas. Sebagai cara untuk menunjukkan tekad Anda untuk menghadapi rasa takut Anda, lipat dan bawalah itu ke hadapan Tuhan. Sebelum Tuhan menginginkan penyerahan Anda malam ini, ia ingin agar Anda menyerahkan kepada-Nya  ketakutan Anda.
   Jadi kita tidak perlu takut akan situasi yang tidak pasti hari ini karena virus korona, sebab kita tahu bahwa Tuhan menyertai kita.
    Dengan Tuhan kita dapat mengatasi/mengalahkan rasa takut, tanpa Allah maka rasa takut itu akan menghancurkan kehidupan kita. 
   Semoga Tuhan memberkati kita. Amin.

PRAYER:
Our heavenly Father,
  We thank you that you are not distant from us but have drawn near, in your Son, our Savior, Jesus Christ. He understands our worries and our fears.  Help us to respond as your children now.  We pray for this pandemic spreading across our world, remembering all who have lost loved ones and praying for those seriously ill at this time.
   We pray for our national and state governments as they work with the best medical advice to guide us on how we should respond and what action we should take.  May this crisis bring out the best in us, not the worst.
   Help us to live by faith and not by fear.
   God of grace and God of mercy, hear our prayers at this time.  Strengthen us, by your Spirit, so that:  we may carry on our lives as best as we are able, looking out for others, showing love in action, being faithful in prayer, and bringing encouragement, hope and peace; always trusting in you our Rock and our Redeemer. Forgive us our sins.

  These prayers we bring to you in Jesus’ name.
Amen.


Senin, 04 Mei 2020

LUTHER DI HADAPAN MAHKAMAH


31-10-1517: Awal Reformasi Protestan, Martin Luther Publikasikan ...
   Pendahuluan:
   Salam sejahtera dan selamat malam bagi kita semua.
   Pada permintaan doa Rabu malam yang lalu mari kita ulangi sedikit pembahasan saat itu yang menyatakan bahwa Marthin Luther sang Reformator tidak akan mundur dari ajaran-ajarannya. Antara lain menentang penjualan surat pengampunan dosa. Rahmat Kristus tidak dapat dibeli, itu adalah pemberian Cuma-Cuma. Telah diberikan waktu selama 60 hari kepada  sang Reformis dengan para pengikutnya di Augsburg, Jerman, jika mereka tidak menarik kembali ajaran2 mereka, maka mereka akan dikirim ke Mahkamah di Roma.

Body:
   Pembahasan kita pada malam permintaan doa ini berjudul: Luther di hadapan Mahkamah, kita ambil dari tulisan yang diilhamkan kepada Ellen White yaitu dari buku Alfa dan Omega Jilid 8 fasal 8.
   Peristiwa ini terjadi di saat Kaisar baru, Charles V naek tahta di Jerman.  Para utusan Roma mengucapkan congratulation kepadanya dan mengajak Kaisar menentang  Reformasi.  Namun penguasa Saxon (Kelompok Jerman mula2) memohon agar tidak memberikan tindakan kepada Luther sebelum ia memberikan waktu kpd.Luther untuk di dengar.
   Jadi Kaisar Charles V telah menunjuk penguasa Saxon untuk membawa Luther bersamanya menghadap di Mahkamah negara Jerman di kota Worms. Pada saat berita tersiar di Worms bahwa Luther akan menghadap Mahkamah,...maka umum menjadi gempar.  Kemudian seorang bernama Alexander, seorang utusan Paus terkejut dan menjadi marah. Kenapa? Karena penyelidikan Mahkamah terhadap sesuatu kasus yang telah diputuskan Paus dengan hukuman mati akan mendatangkan penghinaan kepada kekuasaan dan kedaulatan Paus.  Oleh sebab itu ia mengajukan protes keras kepada Kaisar Charles V utk tidak menghadirkan Luther di Worms. Ia bekerja keras utk mewujudkan hukuman Luther dan menyebarkan tuduhan bahwa Luther adalah sebagai seorang penghasut, pemberontak, dll.  Alexander mendesak kaisar agar melaksanakan keputusan Paus.  Karena kaisar kalah, maka hanya membawa kasusnya saja (tanpa Luther) ke Mahkamah. Saat itulah utusan Paus yaitu Alexander melontarkan banyak tuduhan2 palsu kepada Marthin Luther.  Tetapi seorang anggota Mahkamah bernama Duke George- digerakkan Tuhan pada saat itu untuk memberikan gambaran yang benar akibat kelaliman kepausan. Marthin Luther tidak hadir di Mahkamah itu, tetapi suara Seorang yang lebih besar dari Luther telah diperdengarkan di situ.    Kemudian Konsili menghendaki kehadiran Luther dihadapan mereka di Worms.(dari Wittenberg naek kereta 2 minggu perjalanan,  dalam kondisi sakit). Luther jalan terus. Luther tanpa goyah, mengatakan, “Sekalipun ada Setan di Worms sebanyak genteng yang di atas rumah-rumah, saya tetap akan memasukinya”. Ellen G.White, Alfa & Omega Jld.8, hlm.161. Akhirnya Luther berdiri di depan Konsili.  Adapun jawaban terakhirnya yang jelas di Mahkamah sbb: ,...saya tidak dapat dan tidak akan menarik kembali ajaran-ajaran saya, karena tidak baik bagi seorang Kristen berbicara melawan hati nuraninya. Di sini saya berdiri, saya tidak dapat berbuat yang lain. Kiranya Tuhan Allah menolong saya. Amin.”     Ellen G.White, Alfa dan Omega, Jld.8,  hlm.167.
   Dalam perjalanannya pulang dari Worms ke Wittenberg, sambutan terhadap Luther lebih semarak dibandingkan dengan pada waktu ia pergi.  Tidak lama setelah ia meninggalkan Worms, para pengikut kepausan mendesak kaisar untuk mengeluarkan dekrit melawan Luther.  Dalam dekrit itu Luther dicela sebagai “Setan sendiri dalam bentuk manusia dan berpakaian jubah biarawan”.
   Dalam perjalanan pulang ke Wittenberg ia dicegat oleh teman-temannya dan menyembunyikannya di kastil Wartburg, suatu benteng terpencil di pegunungan.  Dari tempatnya ini, ia aktif dengan penanya untuk menulis banyak risalah yang diedarkan di kota Jerman termasuk menerjemahkan  buku Perjanjian Baru ke dalam bahasa Jerman.  Dari “Patmos” nya yang berbatu-batu(Wartburg)... ia terus menyiarkan Injil. Ia meninggal karena serangan Peny.Stroke 18 Pebr.1546 dalam usia 62 tahun di Eisleben, tempat kelahirannya.

Konklusi:

   Firman Tuhan yang menguatkan dia terdapat dalam Matius 10:28 “Dan janganlah kamu takut kpd.mereka yang dpt.membunuh tubuh, tetapi yg.tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kpd.Dia yg.berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka”.  Kiranya firman Tuhan ini juga yang menguatkan kita selalu dalam kehidupan kita dan memberikan kekuatan bagi kita untuk selalu bertahan dalam kebenaran Tuhan.
  Mata orang-orang telah ditujukan kepada Luther sebagai penerang kebenaran; ia diasingkan agar semua mata boleh ditujukan kepada Pencipta kebenaran abadi itu.  Demikianlah saudara2ku, kondisi pada saat Marthin Luther dihadapkan ke Mahkamah di kota Worms, Jerman. Amin.

  

KEPATUHAN KEPADA ROH KUDUS.


   Refleksi: “Roh Kudus yang Mengubah” | Renungan Harian Lentera Jiwa
“Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni” (Matius 12:31)

Kesaksian
  “Tidak ada yang perlu memandang dosa terhadap Roh Kudus sebagai sesuatu yang misterius dan tidak dapat didefinisikan. Dosa terhadap Roh Kudus adalah dosa penolakan yang terus menerus dalam menanggapi undangan untuk bertobat” (Ellen White, SDA Bible Commentary, vol. 5, hlm. 1093).

   Bahkan orang-orang yang dipenuhi Roh terkadang membuat kesalahan. Abraham, Musa, Daud, dan Petrus semuanya memiliki cacat tabiat dan kegagalan sesaat pada waktu pencobaan. Bahkan Yesus dicobai (Matius 4), namun Ia tidak pernah berdosa. Jadi hanya karena kita berjalan dalam Roh pada saat ini, tidak berarti kita berada di luar kemungkinan untuk melakukan kesalahan, dan kesalahan tidak sama dengan mengeraskan hati kita dalam dosa.
 
   Seorang wanita di tahun-tahun berikutnya telah menjadi tak berperasaan, patah semangat, dan mudah marah. Dia memiliki sedikit toleransi terhadap orang lain kecuali teman-teman terdekatnya dari tahun-tahun yang telah berlalu. Ketika tamu-tamu datang ke gereja, dia sering membuat komentar yang ofensif tentang anak-anak mereka, pakaian mereka, atau sesuatu yang lain.
   Anggota yang baru dibaptis dan anggota lainnya tersinggung oleh kritiknya yang kasar. Beberapa orang menjadi sangat berkecil hati sehingga mereka tidak akan kembali ke gereja. Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan sampai pada satu rapat penatua jemaat.
Saya bertanya kepada para penatua apakah mereka tahu mengapa orang tidak kembali ke gereja. Beberapa dari antara mereka hanya diam. Akhirnya seorang penatua berbicara,  “Pendeta, kita memiliki seorang wanita di jemaat kita yang tidak bisa mengendalikan lidahnya.
  
   Dia bergosip dan mengritik hampir semua orang. Inilah sebabnya mengapa orang tidak akan kembali ke gereja kita.” “Sudah berapa lama hal ini terjadi?” tanyaku. “Selama bertahuntahun, adalah jawaban yang diberikan penatua tadi. Mengapa tidak ada yang melakukan sesuatu tentang ini?” Saya melanjutkan. “Beberapa pendeta telah mencoba, tetapi tidak pernah ada perubahan.” “Ini tidak dapat dibiarkan,” saya berkata, “jadi inilah yang saya usulkan. Saya akan mengunjungi wanita ini dan meminta dia untuk mengubah perilakunya dalam waktu dua minggu. Jika dia tidak mau berubah, maka namanya akan dibawa ke rapat majelis berikutnya
untuk disiplin. Maukah para penatua mendukung saya tentang hal ini?” Para penatua dengan suara bulat mendukung rencana itu.
   Saya mengatur untuk mengunjungi wanita tersebut. “Saya tahu kenapa Pendeta ada di sini,” katanya ketika saya duduk di ruang tamunya. “Oh ya?” jawab saya. “Ya,” lanjutnya,  “Pendeta datang ke sini untuk berbicara tentang cara saya berbicara kepada orang-orang.” “Itu benar sekali,” saya melanjutkan, “tetapi bagaimana Anda tahu itu?” “Karena dua pendeta lain
datang ke rumah saya untuk membicarakan hal yang sama.” “Apakah ada gunanya?” Saya bertanya. “Tidak, tidak.” “Kenapa?” saya bertanya kepadanya. “Karena saya memiliki hak untuk mengatakan apa yang menurut saya paling baik, dan orang-orang terlalu sensitif. Mereka terlalu berperasaan.”
   Saya membahas perilaku Kristen menggunakan ayat-ayat seperti Efesus 4:29-31, tetapi wanita itu masih tidak mau berubah. Dengan doa di hati saya, saya berkata, “Anda memiliki dua minggu untuk mengubah perilaku Anda, atau dengan terpaksa saya akan membawa nama Anda ke majelis jemaat untuk disiplin, dan saya mendapat dukungan dari semua penatua dalam
hal ini.” “Pendeta tidak akan melakukan itu!” serunya. “Oh, ya, saya akan melakukannya kecuali Anda memutuskan untuk mengubah cara Anda berbicara kepada orang lain.” “Aku tidak percaya para penatua akan mendukungmu dalam hal ini,” katanya. “Mereka sudah mendukung saya, dan Anda dapat menanyakan kepada mereka jika Anda mau, tetapi memang
begitulah yang sebenarnya,” saya menegaskan kepadanya. Pernyataan ini membuat wanita itu duduk bersandar dan dengan sungguh-sungguh merenung dalam keheningan.
   Dengan lembut saya berkata kepadanya, “Kami semua mengasihimu dan ingin Anda menjadi bagian dari jemaat kami, tetapi perilaku ini harus berubah.”
   Sabat berikutnya dia tidak datang ke gereja. Teman-temannya menjauhi saya. Saya tahu mereka semua berjuang dengan situasi ini. Sabat berikutnya, tepat sebelum dua minggu berlalu, dia datang ke gereja. Saya berjalan untuk menyambutnya. Wajahnya tenang, tetapi dia meraih
tangan saya dan menggenggamnya dengan kuat. “Pendeta,” katanya, “saya memikirkan semua yang Pendeta katakan. Saya ingin Pendeta tahu, sekarang saya melihat dengan jelas bahwa saya telah salah selama ini. Saya harap Pendeta akan memaafkan saya, dan saya ingin meminta maaf kepada para penatua dan seluruh anggota gereja. Dengan bantuan Tuhan, saya akan menjadi wanita yang berbeda.” Matanya berkaca-kaca saat masuk, dan saya senang mengatakan bahwa dia setia pada janjinya. Orang-orang mulai kembali ke gereja, dan jemaat berkembang pesat.

   Ayat-ayat Alkitab untuk diresapi.
 Matius 12:31, 32 — Penghujatan adalah dosa dan mengambil tempat Tuhan (Markus 2:7-11; Yohanes 10:33).
 Ibrani 6: 4-6 — Orang yang benar-benar bertobat mampu berpaling kepada Yesus.
 Ibrani 4:7 — Waktu terbaik untuk menaati suara Roh Kudus adalah saat pertama kali Ia berbicara kepada Anda.
 Kisah 7:51 — Jangan menentang bimbingan dan peringatan Roh Kudus.
 Lukas 13:34 — Berikan hidupmu kepada Yesus sebelum semuanya terlambat, seperti untuk Yerusalem yang dikasihi-Nya.