Minggu, 05 Juli 2020

PENDALAMAN ALKITAB (13)


13. BILA SESEORANG MATI LALU APA?.
Kata Pengantar:
   Selamat datang dalam blogspot Agape Ministry. Anda bisa mengunjunginya dengan mengklik: https://marryhot.blogspot.com.
   Media ini menyajikan pelajaran Alkitab On line.  Untuk itu kami ucapkan selamat datang, semoga dapat mengikuti pelajaran yang ke 13 yang berjudul: “BILA SESEORANG MATI LALU APA?”.  Sebelum memulai pelajaran ini, kami mohon saudara terlebih dahulu berdoa meminta petunjuk, berkat dan pengertian dari Tuhan Allah di sorga terhadap pelajaran ini. Semoga pelajaran ini menjadi sarana yang mendekatkan hidup saudara kepada Tuhan Allah serta menerima keselamatan yang Dia sediakan bagi siapapun yang percaya dan menerimanya dengan iman. Terimakasih.

Pendahuluan:
   Kita mungkin akan terkejut bila seorang anak bertanya, “Apakah artinya mati?”.  Kita mungkin menghindar untuk membicarakan atau bahkan memikirkan mengenai seorang yang kita kasihi mati/meninggal.  Kematian adalah musuh manusia yang memang umum di mana-mana.  Apakah jawaban atas pertanyaan yang sulit tentang kematian?.  Adakah kehidupan setelah kematian?. Apakah kita akan melihat sekali lagi kekasih-kekasih kita yang sudah mati?.
I.           MENGHADAPI KEMATIAN TANPA RASA TAKUT.
   Semua kita pada saat-saat tertentu, mungkin segera setelah meninggalnya seorang sahabat atau kekasih, merasakan kekosongan di kedalaman hati kita, bahwa perasaan kesepian menguasai kita, pada waktu kita melihat sekilas akhir kehidupan ini.  Apakah yang terjadi bila kita mati?. Untunglah, sebagian dari maksud Kristus datang ke bumi ini ialah untuk, “membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut”(Ibrani 2:15).  Dalam Alkitab, Yesus memberikan pekabaran yang menghiburkan dan menjawab dengan jelas pertanyaan-pertanyaan mengenai kematian dan kehidupan di MASA DEPAN.
II.         BAGAIMANAKAH ALLAH MENCIPTAKAN KITA?
      Untuk mengerti dari Alkitab kebenaran yang sesungguhnya mengenai kematian, marilah kita memulaikannya dan melihat bagaimana Pencipta kita menjadikan kita.  Buka dan baca: Kejadian 2:7.....
   Pada waktu penciptaan, Allah membentuk Adam dari “debu tanah”.  Ia memiliki otak di kepala yang siap untuk berpikir; darah di pembuluh darah siap untuk mengalir.
   Lalu Allah menghembuskan ke lubang hidung “nafas hidup” dan Adam menjadi “makhluk yang hidup”(Dalam bahasa Ibrani, “jiwa yang hidup”). Perhatikan dengan cemat, Alkitab tidak mengatakan Adam menerima satu jiwa; tetapi di situ dikatakan bahwa “manusia menjadi nyawa yang hidup.” Begitulah Allah menghembuskan nafas kepada Adam, maka hidup itu mulai mengalir dari Allah.  Perpaduan tubuh dan “nafas hidup” membuat Adam “makhluk yang hidup”, “nyawa yang hidup”.
   Jadi kita bisa menulis persamaan manusia itu seperti berikut ini: “DEBU TANAH” + “NAFAS HIDUP” = “SATU NYAWA YANG HIDUP”.
   “Tubuh yang tanpa Kehidupan” + “Nafas yang dari Allah”= “Satu Makhluk Yang Hidup”.  Masing-masing kita memiliki satu tubuh dan otak untuk berpikir. Selama kita terus bernafas, kita akan menjadi satu makhluk yang hidup, nyawa yang hidup.
III.      APAKAH YANG TERJADI JIKA SEORANG MATI?
   Mari kita baca Pengkhotbah 12:7....Alkitab sering menggunakan kata Ibrani untuk “nafas” dan “roh” secara secara bergantian. Jika manusia mati, tubuh mereka menjadi “tanah” dan “roh”(nafas hidup) kembali kepada Allah, Sumbernya.  Tetapi, apakah yang terjadi dengan jiwa?. Baca: Yehezkiel 18:3-4....
   JIWA ITU MATI!, Itu tidak bersifat baka—itu dapat binasa.  Persamaan yang disebut dalam Kejadian 2:7, ketika Allah menjadikan kita, terbalik dengan sendirinya pada waktu kematian.
   “DEBU BUMI” – “NAFAS HIDUP” = “JIWA YANG MATI”.
    “Tubuh yang tidak Hidup” – “Nafas Hidup” = “Makhluk yang Mati”.  Kematian berarti berhentinya hidup. Tubuh kembali ke pada tanah, dan nafas/roh, kembali kepada Allah.  Kita adalah jiwa yang hidup dalam kehidupan, tetapi dalam kematian hanyalah, jenazah, jiwa yang mati, makhluk yang mati. Jadi kematian tidak ada kesadaran. 
   Bila Allah mengambil kembali nafas hidup yang Ia berikan kepada kita, jiwa kita mati. Tetapi sebagaimana yang akan kita lihat nanti dalam pelajaran ini, bersama Kristus ada pengharapan.
IV.      BERAPA BANYAK YANG DIKETAHUI OLEH ORANG MATI?.
   Setelah mati, otak rusak; ia tidak bisa mengetahui atau mengingat apa pun. Semua perasaan manusiawi berhenti pada waktu kematian.  Kita baca Pengkhotbah 9:6....
   Orang mati tidak memiliki kesadaran, sehingga ia tidak mengetahui apa pun yang sedang terjadi. Mereka tidak ada hubungan sama sekali dengan orang yang hidup.
   Kita baca Pengkhotbah 9:5.....
   Kematian bagaikan TIDUR tanpa mimpi—dan memang Alkitab menyebutkan kematian itu sebagai “TIDUR” 54 kali.  Yesus mengajarkan bahwa kematian itu seperti tidur.  Ia berkata kepada murid-murid-Nya :
   Baca Yohanes 11:11-14.....
   Lazarus mati 4 hari lamanya sebelum Yesus tiba. Tetapi ketika Yesus pergi ke kuburnya, Ia membuktikan bahwa mudah bagi Allah untuk membangkitkan orang mati sama seperti kita membangunkan sahabat yang sedang tidur.  Betapa suatu penghiburan bagi kita karena mengetahui bahwa kekasih-kekasih kita yang telah meninggal dunia sedang “tidur”, beristirahat dengan damai dalam Yesus.  Lorong kematian, yang suatu hari kelak kita sendiri akan melewatinya, adalah bagaikan tidur yang tenang dan damai.
V.         APAKAH ALLAH MELUPAKAN MEREKA YANG TIDUR DALAM KEMATIAN?.
   Tidur dalam kematian bukanlah akhir dari segala sesuatu. Di kubur, Yesus berkata kepada Marta, saudara perempuan Lazarus: Baca Yohanes 11:25..
   Mereka yang mati “dalam Kristus” tidur dikubur—tetapi mereka masih tetap memiliki Masa Depan yang gemilang.
   Dia yang menghitung setiap lembar rambut di kepala kita dan yang memegang kita dengan tangan-Nya tidak akan melupakan kita.  Kita bisa saja mati dan kembali menjadi tanah, tetapi catatan pribadi kita tetap jelas di pikiran Allah. Dan bila Yesus datang, Ia akan membangunkan orang benar yang mati dari tidurnya, sama seperti yang Ia perbuat kepada Lazarus.
   Mari kita buka dan baca Alkitab kita dalam:
1 Tesalonika 4:13,16-18.
   Pada hari kebangkitan, lorong kematian menjadi seperti istirahat yang singkat. Orang mati tidak sadar dengan waktu yang sedang berlalu. Mereka yang telah menerima Kristus sebaga Juruselamat mereka, akan dibangunkan dari tidur oleh suara-Nya yang ajaib yang turun ke bumi.
   Harapan kebangkitan disertai harapan lain: harapan rumah surgawi di mana Allah “akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu” (Wahyu 21:4).
   Mereka yang mengasihi Allah tidak perlu takut akan kematian. Di seberang kematian itu terdapat hidup kekal yang sempurna bersama Allah.  Yesus memegang “kunci maut”.
   Tanpa Kristus, kematian menjadi jalan searah yang berakhir dengan kesia-siaan, tetapi bersama Kristus ada pengharapan yang mulia dan cemerlang.
VI.      APAKAH KITA SEKARANG INI BAKA (ABADI)?
   Pada waktu Allah menjadikan Adam dan Hawa, mereka diciptakan sebagai makhluk hidup yang fana, yang berarti bisa mati. Kalau mereka tetap menurut kepada kehendak Allah mereka tidak akan pernah mati. Tetapi bila mereka berdosa, maka mereka membatalkan hak mereka untuk hidup. Dengan tidak menurut, mereka akan bisa mati.
   Dosa mereka menjalar kepada semua orang dan karena semua telah berdosa, kita semua menjadi manusia fana, dan dapat mati (Roma 5:12). Dan tidak ada satu pun petunjuk dalam Alkitab bahwa jiwa manusia tetap ada sebagai satu kesatuan yang memiliki kesadaran setelah kematian. Alkitab tidak pernah sekali pun menjelaskan bahwa jiwa itu sesuatu yang kekal sekarang—yaitu tidak bisa mati. Kata Ibrani dan Gerika untuk: “jiwa”, “roh”, dan “nafas” terdapat 1700 kali dalam Alkitab.
   Tetapi tidak satu pun disebut bahwa jiwa, roh, atau nafas manusia itu ABADI. Sekarang ini hanya Allah sendiri yang memiliki kebakaan.
   Mari kita baca Alkitab kita dalam: 1 Timotius 6:15,16.
   Alkitab menjelaskan bahwa manusia dalam hidup ini adalah FANA; bisa mati. Tetapi bila Yesus kembali, maka sifat alami manusia berubah samasekali.
   Buka Alkitab dalam 1 Korintus 15:51-53.
   Sebagai makhluk hidup, sekarang ini kita bukanlah manusia yang memiliki kebakaan. Tetapi jaminan bagi orang Kristen ialah bahwa kita akan memiliki kebakaan bila Yesus datang kembali untuk kedua kalinya.
   Kepastian janji kebakaan ini ditunjukkan ketika Yesus bangkit membuka kubur-Nya: Baca 2 Timotius 1:10...
   Pandangan Allah bagi masa depan manusia itu jelas: kematian kekal bagi mereka yang menolak Kristus dan terus berpegang pada dosa-dosa mereka, atau hidup kekal sebagai hadiah bila Yesus datang bagi mereka yang menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat.
VII.    MENGHADAPI KEMATIAN KEKASIH KITA.
   Rasa takut yang secara alamiah kita gumuli dalam menghadapi kematian, sangat terasa bila seorang kekasih kita mati. KESEPIAN dan rasa kehilangan sangat mempengaruhi. Satu-satunya pemecahan menghadapi penderitaan berat yang disebabkan oleh perpisahan dari seorang kekasih ialah PENGHIBURAN yang hanya Kristus saja yang dapat memberikannya.  Ingat bahwa kekasih Anda tidur, dan kekasih-kekasih Anda yang beristirahat dalam Yesus akan bangkit dalam “kebangkitan hidup” bila Yesus datang.
   Allah sedang merencanakan suatu pertemuan kembali yang luar biasa. Anak-anak akan kembali kepada orangtuanya. Suami dan istri akan larut dalam pelukan satu sama lain. Perpisahan hidup yang kejam itu akan berakhir. Kita baca dalam 1 Korintus 15:54....
   Ada orang merasa perpisahan dari seorang kekasih begitu menyakitkan sehingga mereka berusaha untuk menghubungi kekasih mereka yang sudah mati itu melalui dukun-dukun spritual atau pengantara dari ajaran New Age (Abad/Zaman Baru).
   Tetapi Alkitab secara khusus mengamarkan kita terhadap usaha untuk mengurangi kepedihan karena kematian itu, berikut ini: Baca: Yesaya 8:19....
   Mengapa demikian?. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa orang mati tidak mengetahui apa-apa.
   Jawaban yang sebenarnya mengatasi derita yang disebabkan oleh perpisahan dari seorang kekasih ialah penghiburan yang hanya dapat diberikan oleh Yesus.
  Menggunakan waktu untuk berhubungan dengan Kristus adalah cara yang terbaik untuk bertumbuh menghadapi saat-saat yang penuh dukacita.
   Ingatlah selalu, kesadaran berikutnya yang akan datang kepada mereka yang tidur dalam Kristus terjadi ketika mendengar suara kedatangan Kristus yang kedua untuk membangkitkan orang mati itu!.
VIII. MENGHADAPI KEMATIAN TANPA TAKUT.
   Kematian merenggut hampir seluruh milik kita. Tetapi satu hal yang tidak dapat diambilnya dari kita ialah Kristus, dan Kristus dapat mengembalikan semuanya kepada kita.  Kematian tidak akan selamanya berkuasa di dunia ini. IBLIS, ORANG JAHAT, kematian dan kubur akan binasa di “lautan api” yang adalah “kematian kedua” (Wahyu 20:14).
   Berikut ini ada 4 anjuran sederhana dalam menghadapi kematian tanpa rasa takut:
(1)        Hidupkan suatu kehidupan yang penuh harap pada Kristus, dan Anda akan siap menghadapi kematian setiap saat.
(2)        Dengan kuasa Roh Kudus, turutilah perintah-perintah Kristus, dan akan siap mendapatkan kehidupan kedua di mana Anda tidak akan pernah mati.
(3)        Pandanglah kematian itu sebagai tidur yang singkat, dan suara Yesus akan membangunkan Anda bila Ia datang kedua kalinya.
(4)        Kembangkanlah kepastian yang Yesus berikan kepada Anda mengenai rumah surgawi bersama Dia selama-lamanya.
   Kebenaran Alkitab melepaskan seorang dari rasa takut akan kematian karena Allah menyatakan Yesus, Seorang yang tak dapat ditaklukkan oleh kematian. Bila Yesus masuk ke dalam kehidupan kita, Ia memenuhi hati kita dengan kedamaian. Baca Yohanes 14:27...
   Yesus juga memungkinkan kita mengatasi penderitaan akibat kehilangan kekasih kita.  Yesus berjalan melalui “lembah bayang-bayang kematian”; Ia tahu tentang kegelapan malam yang kita lalui.
   Kita buka dan baca Alkitab kita dalam: Ibrani 2:14,15..

KESIMPULAN:
   Dr.James Simpson, seorang dokter kenamaan yang mengembangkan anesthesia (pembiusan), merasakan kehilangan yang sangat menyedihkan ketika putra sulungnya meninggal. Sama seperti orangtua pada umumnya, ia sangat berduka. Tetapi kemudian ia menemukan jalan pengharapan itu.
   Di kuburan anak yang dikasihinya itu, ia membuat satu batu nisan dan diatasnya ia mengukir kata-kata Yesus mengenai kebangkitan-Nya: ‘TETAPI AKU HIDUP”.
   Segalanya terucapkan di situ!.
   Penderitaan pribadi mungkin membuat seolah-olah langit akan runtuh; Tetapi, Yesus hidup!.
   Mungkin saja hati kita hancur; Tetapi, Yesus hidup!.
   Dalam Kristus kita mempunyai pengharapan beroleh kehidupan setelah kematian. Dialah, “kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Yohanes 11:25), Dan Ia berjanji, “...sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup” (Yohanes 14:19).
   Kristus satu-satunya pengharapan kita untuk hidup setelah kematian. Dan bila Yesus datang lagi Ia akan memberikan kepada kita kekekalan. Kita tidak akan hidup lagi di bawah bayang-bayang maut, karena kita memiliki kehidupan yang kekal.
   Sudahkan Anda menemukan pengharapan besar ini yang kita bisa pegang pada saat-saat yang paling gelap dalam hidup kita?.  Jika Anda belum pernah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat Anda, maukah Anda menerimanya sekarang juga?.
   (Akhirilah pelajaran ini dengan berdoa secara pribadi, terimakasih--).

PERTANYAAN UNTUK DI JAWAB:

PELAJARAN 13 :BILA SESEORANG MATI, LALU APA?

1.    Bacalah pelajaran Alkitab yang Anda telah terima melalui online ini seluruhnya.
2.    Isilah pertanyaan-pertanyaan yang terlampir disini.
3.    Jika berkenan, tolong kirimkan kembali jawaban Anda kepada kami via Whats App.(w.a). Terimakasih, Tuhan memberkati.
PERTANYAAN:
   Bacalah kembali pelajaran ini yang ditandai dengan nomor di sisi kiri, kemudian berilah tanda (X) di depan pertanyaan yang BENAR di setiap bagian.

1,2. Apakah jiwa hidup itu?
      ____debu tanah, ditambah nafas hidup.
      ____suatu makhluk hidup.
      ____bagian yang tidak mati dari seseorang.
3.   Apakah artinya “roh kembali kepada Allah” pada saat kematian?.
     _____nafas hidupnya kembali kepada Tuhan Allah.
     _____tubuhnya pergi ke surga.
     _____tubuhnya kembali ke tanah.
     _____ia adalah makhluk mati yang tidak ada kesadaran.
4.    Apakah keadaan seorang yang mati?
    _____tidak tahu apa-apa.
    _____susah dan kesepian, kalau orang di masa hidupnya jahat.
    _____senang dan gembira,kalau orang ini di masa hidupnya benar.
    _____tidur nyenyak.
Berilah tanda (X) di depan pernyataan yang benar:
5. _____Yesus adalah kebangkitan dan hidup bagi semua orang yang percaya.
   _____orang mati tidur di dalam kubur, menunggu panggilan Yesus, Pemberi Hidup.
   _____bila Yesus datang, orang yang selamat akan dibangkitkan dan menerima kekekalan.
6. _____Di dalam hidup ini jiwa seseorang kekal, tidak dapat mati.
    _____Di dalam hidup ini jiwa seseorang tidak kekal, dapat mati.
    _____bila Yesus datang, orang yang selamat akan dibangkitkan dan menerima kekekalan.
7. _____Alkitab memperingatkan kita terhadap penipuan oleh dukun dan petenung di zaman modern yang mengaku bahwa bahwa mereka dapat berkomunikasi dengan orang2 yang sudah mati yang kita cintai.
8. _____Karena kita mempunyai harapan untuk dibangkitkan oleh Yesus pada waktu Ia datang, kita bisa menghadapi kematian itu tanpa rasa takut.
      ______Yesus adalah satu-satunya harapan kita bagi kehidupan setelah mati.

PERTANYAAN DARI HATI KE HATI: Sudahkah Anda menerima Yesus sebagai Juruselamat?.

Salam dan doa kami:
Pdt. H.M. Siagian,MPTh.
W.A. 0811 1945 034

Sabtu, 04 Juli 2020

BAGAIMANA MENGATASI RASA KESEPIAN


1.Kesepian adalah penyakit zaman ini.(Loneliness is a disease of our age). Dunia penuh dengan orang-orang yang KESEPIAN.
   (The world is full of lonely people). Begitu banyak orang KESEPIAN!.(So many lonely people). Salomo mengamati : Pengkhotbah 4:10”....Wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya”.
   Para akhli jiwa: “Selama kita hidup, paling sedikit ada SATU orang yang memperhatikan kita dan yang kita perhatikan”.
   Akibat kesepian: banyak ketidak bahagiaan dan ingin bunuh diri akibat kesepian dan merasa tidak dicintai.
   BUAT APA HIDUP INI?.

2.Daud pernah merasakan kesepian dalam hidupnya: Mazmur 102:7,8. "v7.Aku sdh menyerupai burung undan di padang gurun,.(like a pelican of the wilderness)..v8.Aku tak bisa tidur dan sudah menjadi seperti burung terpencil di atas sotoh (a sparrow upon alone upon the house top".  Banyak yang mencari jalan agar dapat terlepas dari kesepian (Gunakan Narkotika,suntikan heroin, bergabung dengan geng2 di jalanan, ke minuman keras, tempat2 hiburan, ada yang beralih ke pelacuran,sibuk mencari harta kekayaan.)  Masih perlukah hidup itu? Adakah arti semuanya itu? Adakah seseorang yang benar2 peduli?. Memang ada Seseorang yang memperdulikan.  (There is someone who care).
Contoh2 Kepedulian Allah:
*YAKUB –dari rumahnya terusir, terancam maut oleh kakaknya(Esau) yang sedang marah, tidur diatas tanah dengan sebuah batu sbg.bantalnya.  Dalam situasi yang sangat kesepian itu, ia merasa bahwa Allah pun telah meninggalkannya. Dengan menangis, ia mengaku dosa2nya dan memohon kepada Allah utk memberinya suatu bukti bhw IA masih tetap memeliharanya.
   Allah mengucapkan kata2 penghiburan dan jaminan ini:  3.Kejadian 28:15 –"Aku tidak akan meninggalkan engkau”.  Ini diucapkan juga kepada kita saat ini. Anda dan saya tidak pernah sendirian.(You and me are NEVER ALONE).  Allah bersama dengan anda ketika anda memerlukannya.(God is right there with you when you need Him).  “Tetapi” ada orang yang mengatakan, “Ia begitu jauh. Bagaimanakah saya mempercayai Allah yang tak dapat kulihat?. Seorang Allah yang saya tidak kenal?”.
   Dapatkah seseorang mengetahui bagaimana rupa Allah itu?.  KITA PERLU TAHU!.
 4.Ayub 22:21 (LAI: “Berlakulah ramah terhadap Dia, supaya engkau tenteram; dengan demikian engkau memperoleh keuntungan”. (KJV) “Acquaint now thyself with him, and be at peace:thereby good shall cone unto thee”( Berkenalanlah sekarang dirimu sendiri dengan Dia, dan berdamai: dengan demikian kebaikan akan melekat kepadamu”).    Kita diundang untuk BERKENALAN dengan Allah (to become acquainted with God). Bila kita mengenal Dia, kita memperoleh damai.(memperoleh solusi /pemecahan atas kesepian itu).
   Bagaimana kita tahu bhw Allah itu memang ada?(How do we know that there is a God?). Bukti apakah yang kita miliki yang menyatakan Ia ada/exist?).
  5.Jawab: Yesaya 40:26... ""Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu....".  
  Lama Manusia mengagumi antariksa. Rahasia2 apakah yang terpendam di angkasa luar?.  Setelah menyelidiki antariksa, iman manusia kepada Allah semakin BESAR/has increased.
   6.Kenapa?. Mazmur 19:2-4 “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;....”
   Sebelum manusia menemukan Teleskop, manusia menyimpulkan jumlah bintang hanya: 5.119 bintang.
   Padahal Alkitab telah menyatakan dalam Yeremia 33:22, “Seperti tentara langit tidak terbilang....(The host of heaven cannot be numbered...”.
   Fritz Conn(Ahli perbintangan/Astromer): “Tempat kita di semesta alam adalah sebuah SPIRAL yang terdiri atas 200 milyar bintang, suatu unit matahari yang bergerak mengelilingi angkasa raya seperti sebuah roda pasak yang menyala-nyala”.  Setiap 24 jam, bima sakti kita menempuh perjalanan 1,5 juta mil melintasi angkasa raya (through space), dengan kecepatan lebih daripada 66.000 mil perjam.
(Manusia akan lelah menempuh traveled/perjalanan sejauh itu). Teropong raksasa HALE berukuran 200 inchi di Gunung Palomar, dapat melihat 100 milyar Bimasakti—masing-masing terdiri atas 200- 500 milyar bintang, dan setiap bintang 1 juta kali lebih besar dari bumi kita ini.  Luar biasa. Allah pernah berkata kepada Abraham dalam Kejadian 22:17, “Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut”.(Allah bawa dia ke tepi laut di Laut mati).
   Seorang ahli perbintangan: “Jikalau anda dapat menghitung semua biji pasir di semua tepi pantai di dunia, maka anda akan tahu jumlah biji pasir itu sudah mendekati jumlah bintang2 di langit”. Ini menakjubkan.

   7.Sehingga Daud berkata dalam Mazmur 8:4, 5a....”Jika aku melihat langit-Mu....apakah manusia sehingga Engkau mengingatnya?.
   Allah yang berkuasa, yang memerintahkan dan menopang semesta alam yang begitu luas ini, benar-benar PRIHATIN terhadap manusia dan masalah2nya di bumi ini?. Yesus mengatakan bahwa tak seekor burung pipitpun jatuh ke tanah yang tidak diperhatikan Allah. Sebab itu janganlah kamu takut, katanya dalam Matius 10:31 “karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit”.(Mts.10:30 – rambut kepalamu pun terhitung semuanya). Alangkah besarnya Allah itu!.
   Semua ciptaan merupakan saksi bagi Pencipta.(All creation witnesses to a Creator).  Kalimat pertama dalam Alkitab dengan jelas menyebutkan Pecipta tersebut:
  8. Kejadian 1:1 “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”. Mazmur 33:6,9 “Oleh firman Tuhan langit telah dijadikan”. “Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah maka semuanya ada".
   Allah menggunakan kuasa-Nya yang tak terbatas itu dan membentuknya menjadi sesuatu. (Yeremia 10:12).
   Allah memberi kita banyak bukti (many evidences) tentang keberadaan-Nya (Roma 1:20).
   Allah bukan hanya menjadikan manusia dan memberinya alam yang indah untuk didiami, tetapi Ia juga ingat akan keperluan manusia. (Mazmur 145:15,16; Mts.5:45 –"memberikan makanan, menerbitkan matahari).
   Mis: Beberapa cara Allah memperhatikan keperluan manusia : Air minum...dikotori oleh bahan2 kimia—matahari mengangkatnya ke atmosfir--sistem siklus air --dirancang oleh Allah.
   Kita lihat kuasa Allah di cakrawala: Jikalau matahari sedikit lebih besar/sedikit lebih dekat ke bumi, maka lautan kita akan MENDIDIH (our oceans would boil away).
   Jikalau matahari sedikit lebih kecil atau sedikit lebih jauh, maka atmosfir kita akan menjadi BEKU.(would freeze). Dengan demikian tidak ada kehidupan di Bumi.
   Namun, Allah bukan hanya menciptakan saja, melainkan Ia pun memelihara semua ciptaan itu.(sustain all things)—(Ayub 12:10).  Udara yang kita hirup adalah suatu pemberian Allah, suatu bukti pemeliharaan dan kasih-Nya.
   Coba pikirkan tentang perpindahan burung-burung. Bagaimana burung yang beratnya kurang dari 1 ons dapat terbang ribuan kilometer tanpa berhenti ke suatu tempat tujuan yang belum pernah mereka lihat?. Bagaimanakah sampai ikan dapat menemukan sungai-sungai dimana kehidupan mereka dimulai?.
 9. Ayub mengatakan dalam Ayub 12:7-9  “Tetapi bertanyalah kepada binatang, maka engkau akan diberinya pelajaran....bahwa tangan Allah yang melakukan itu...”. Ya, Allah yang menjadikan semuanya itu.  Apakah yang mendasari kita menyembah Allah?
   Kita baca Mazmur 100:3 ...Dialah yang menjadikan kita.”.  Ia adalah khalik kita.
  
Konklusi:
   Bila kita memandang semua keajaiban di alam, kita melihat bukti bahwa Allah memang memelihara kita dan mau menolong kita.  Ia mengetahui semua keperluan kita, dan Ia memiliki kuasa untuk menyediakan keperluan2 tersebut. Tidak ada persoalan yang begitu kecil untuk dibawakan kepada Allahnya atom, ataupun terlalu besar untuk dibawakan kepada Allahnya bimasakti2.  Jika kita sesungguhnya ingin mengetahui bagaimana Allah itu, maka kita harus mempelajari kehidupan Yesus.  Ia mengambil kemanusiaan kita supaya Ia dapat mengetahui keperluan kita. Kehidupan-Nya merupakan satu penyangkalan diri dan sangat memperhatikan orang lain. Bilamana kita melihat Dia mencuci kaki orang yang menghianati-Nya; fitnah dan penderitaan yang ditanggung-Nya, kematian di Golgota dan hati-Nya yang hancur, kita mulai mengerti akan kasih Allah bagi anak-Nya: Yohanes 3:16...”Karena begitu besar...
   Demikianlah sifat Allah itu.  Oleh sebab itu kita tidak perlu merasa bahwa kita sendirian atau takut akan kehidupan kita di masa yang akan datang. Dengan pasti Ia sanggup melindungi kita.  Tetapi, mungkin Anda berkata:  Jikalau Allah yang mengasihi itu mengendalikan segala sesuatu, mengapa dunia begitu kacau.  Itu sebuah pertanyaan yang baik. Pelajaran berikut akan menjawab pertanyaan yang amat penting itu berdasarkan Firman Allah yang kudus.  Nanti, mungkin Anda akan terkejut mendengan jawabannya.  Amin.

Menyingkap Tabir/Open Secrets.

Jumat, 03 Juli 2020

MENGAPA BERSAKSI


THEMA: Menjalin Persahabatan Untuk Allah :
SUKACTA BERBAGI DALAM MISI-NYA. (SS III/2020)
04 July 2020
Ayat hafalan:
"Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran"(1 Timotius 2:3,4)

1.       Hal yang lebih disukai oleh Allah agar setiap pribadi manusia:/Kerinduan Allah yang terbesar adalah: 1) Agar semua orang dimana saja: Menanggapi(Merespond) kasih-Nya, 2) Menerima apa yang Dia tawarkan/Rakhmat-Nya, Di ubah oleh Roh-Nya  dan 3) Diselamatkan ke dalam kerajaan-Nya. Ia tidak memiliki keinginan yang lebih besar daripada keselamatan kita.
   Allah akan menangisi setiap orang berdosa yang memilih untuk memberontak melawan Dia; Bahkan Dia akan menangisi Setan. Dia ingin Anda dan saya diselamatkan. Faktanya, Dia ingin menyelamatkan kita semua. Kasih-Nya tidak terbatas. Rahmat-Nya tidak terukur. Belas kasihan-Nya tidak ada akhirnya. Pengampunan-Nya tidak ada habisnya. “Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran”.(1 Timotius 2:3,4).
2.       Jadi, apakah kita ikut ambil bagian dalam kerinduan Allah ini?, yaitu BERSAKSI . Membuat sahabat bagi Allah, yakni bersaksi demi keselamatan jiwa-jiwa?. Bersaksi adalah tentang Yesus.  Ini adalah tentang apa yang telah Dia lakukan untuk menyelamatkan kita, tentang bagaimana Dia telah mengubah hidup kita, dan tentang kebenaran luar biasa dari Firman-Nya.  MENGAPA BERSAKSI?.
·       Karena kasih Kristus melimpah dari hati kita kepada orang lain, dan kita menginginkan agar mereka memiliki kesempatan terbaik untuk selamat.
·       Sebab kita mengetahui bahwa bersaksi adalah salah satu cara membawa sukacita ke dalam hati Allah dan menyanggupkan kita untuk bertumbuh secara rohani. Semakin kita mengasihi Dia, semakin banyak kita membagikan kasih-Nya. Semakin kita membagikan kasih-nya, semakin kita mengasihi Dia. Saat kita membagikan Firman Tuhan kepada orang lain, kita sendiri dibawa lebih dekat kepada-Nya. Firman yang mengubahkan itu tidak hanya mengubah mereka yang kita ajak belajar Alkitab, Firman itu juga mengubah kita saat kita mempelajarinya.
a.   Saat kita telah mengalami keajaiban Rahmat-Nya dan kekuatan kasih-Nya, kita tida bisa diam.
b.   Sementara berpartisipasi dengan-Nya,kita bersukacita saat melihat orang-orang ditebus oleh anugerah-Nya dan diubah oleh kasih-Nya.
3. Apakah Anda menggunakan kesempatan untuk bersaksi kepada seseorang dan kemudian membuat mereka membuat keputusan untuk bergabung dengan gereja Allah? Tidak ada sukacita yang setara dengan itu?   Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh tentu sangat bersemangat jika ada pertambahan anggota.
   Tetapi, kita tahu bahwa bergabung dengan gereja saja bukanlah jaminan keselamatan.

Minggu: MEMBERIKAN KESEMPATAN UTK. KESELAMATAN.
4.Jadi, mengenai apa yang kita mau sasikan?.
   -Itu adalah kabar baik tentang sahabat kita Yesus Kristus.  Jikalau Dia adala sahabat kita yang terbaik, kita hendaknya ingin berbicara tentang Dia dalam setiap kesempatan yang kita dapatkan.
5. Pertentangan besar adalah tentang Ke Allahan: Bapa, Anak dan Roh Kudus. Apakah kita mengerti semua tuduhan yang setan lakukan terhadap semua mereka(Ke Allahn itu?). Apakah kita mengerti jawaban2 Allah?.
   Itulah kebenaran tentang Yesus yang perlu di dengar oleh dunia.
6. Seberapa sering Anda mendapat kesempatan untuk membagikan apa yang Anda percayai tentang Allah?.   

   Sebenarnya bukan tanggungjawab kita untuk membukakan kesempatan2(peluang); Allahlah satu-satunya yang akan membuka kesempatan2 itu.  Kita hanya perlu tetap bangun/terjaga untuk melihat kesempatan2 itu ketika itu terjadi (tiba).  Apakah kita berjaga-jaga(watching) setiap hari untuk kesempatan yang Allah tempatkan pada jalan kita untuk bersaksi tentang kebenaran-Nya?. Atau apakah kita takut untuk berbicara tentang kebenaran?.
7. Berapa banyak kesempatan demi kesempatan kita yang hilang karena kita takut untuk berbicara?.  Atau, kita tidak yakin apa yang kita mau katakan?. Atau, apakah kita tidak ingin tampak berbeda?.
8. Apakah kita mengerti dengan jelas mengapa Yesus datang ke dunia ini untuk menyelamatkan manusia?
Lukas 19:10: “Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang terhilang.” - American Bible Society(1992)
   Yakobus 5: 19-20: v.19 Saudara-saudaraku, jika ada di antara kamu yang menjauh dari kebenaran dan yang lain membawa mereka kembali,
   v.20 ingatlah ini: siapa pun yang memalingkan orang berdosa dari jalannya yang salah akan menyelamatkan jiwa orang berdosa itu dari kematian dan mendatangkan pengampunan dari banyak dosa. — Good News Bible. *
9.Rsl.Paulus menggambarkan bagaimana keselamatan itu bekerja: Baca Roma 3:1-4, 25-26 (Good News Bible).
10. Ini adalah satu-satunya ayat dalam Alitab secara khusus berbicara tentang: Mengapa Yesus harus mati.   

   Tiga kali dinyatakan bahwa Yesus mati untuk menunjukkan kebenaran Allah (to demonstrate God’s righteousness). Ini semua tentang Allah. Ayat2 ini berbicara tentang kebenaran Allah dan Allah membuat kita benar.

   Apa yang bisa kita lakukan untuk menyebarkan kebenaran itu kepada orang lain? Ada begitu banyak orang di dunia kita yang belum benar-benar mendengar dan memahami Injil. Dan kenapa tidak? Apakah karena kita tidak mengajarkannya?
   Roma 10: 14-15: v.14 “Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia?. Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia jika tidak ada yang memberitakan-Nya?”.v.15.Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus?. Seperti ada tertulis:”Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik”.
11. Namun, bagaimana dengan orang-orang yang hidup dan mati tanpa mendengar tentang Yesus? Bagaimana Tuhan akan menghakimi mereka? Dan bagaimana Allah akan menghakimi kita jika kita memiliki kesempatan untuk berbicara kepada mereka dan kita tidak melakukannya? Ada banyak alasan mengapa kita perlu bersaksi. Ini bukan untuk memberi orang satu-satunya kesempatan untuk diselamatkan; tetapi, itu memberi mereka kesempatan terbaik untuk diselamatkan, dengan asumsi, tentu saja, bahwa kita melakukan pekerjaan/tugas dengan baik mengajar mereka.

 SENIN: MEMBUAT YESUS GEMBIRA.
12. Jika Anda terus mengikuti berita yang muncul tentang kejadian/peristiwa di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Anda akan membaca tentang upaya penginjilan massal yang membaptis ribuan orang di satu waktu.   

   Berapa banyak dari orang-orang itu yang masih berada di gereja dan bertumbuh dalam pengetahuan mereka tentang Allah setelah 1-2 tahun? Apa yang harus atau dapat kita lakukan untuk membantu anggota baru itu bertumbuh dan tetap setia?.
   ILL: Adakah yang pernah bertanya kepada Anda, “Bagaimana kabarmu hari ini?”. “Apakah semua baik-baik saja hari ini?”. Bagaimanakah jika Anda menyampaikan pertanyaan2 itu kepada Allah?”. “Allah,... bagaimana kabar-Mu hari ini?. Respons seperti apa yang menurut Anda akan Anda terima?. Mungkin akan seperti ini. “Hari ini Aku sangat sulit. Air mata memenuhi mata-Ku melihat 1000 kamp pengungsi yang dipenuhi oleh anak-anak yang dingin, lapar dan menangis. Dan menangis bersama para tunawisma dan orang miskin.
   Hati-Ku hancur karena wanita yang dilecehkan dan anak2 yang ketakutan dijual sebagai budak seksual.
   Aku menyaksikan kerusakan akibat perang, dampak yang menghancurkan dari bencana alam dan penderitaan yang menyakitkan akibat penyakit yang mematikan.
   “Tetapi Tuhan, adakah yang membuat Engkau bersukacita?.  Adakah sesuatu yang membawa sukacita di hati-Mu?. Adakah yang membuat Engkau bernyanyi?.
13. Apakah Anda senang dengan kehidupan yang Anda jalani?/hidupkan? Apakah Anda yakin bahwa Anda menaati kehendak Tuhan untuk Anda? Lihatlah Lukas 15 untuk melihat apa yang akan membuat Allah benar-benar bahagia.
14. Lukas 15: 6-7(domba yang hilang),v.9-10(dirham yang hilang), v.22-24,32(anak yang hilang). Akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat,....
“Segenap surga bersukacita ketika yang terhilang ditemukan. Di dunia yang penuh dengan penyakit, bencana dan kematian, kita dapat membawa sukacita ke dalam hati Allah dengan membagikan “KABAR BAIK” keselamatan kepada orang lain. Salah satu motivasi terbesar untuk membagikan kasih Kristus adalah pengetahuan bahwa bersaksi membawa sukacita ke dalam hati Allah.  Setiap kali kita mengungkapkan kasih-Nya, segenap surga bernyanyi”.
{All heaven rejoices when the lost are found. In a world filled with disease, disaster, and death, we can bring joy to the heart of God by sharing the “good news” of salvation with others. One of the greatest motivations to share Christ’s love is the knowledge that witnessing brings joy to the heart of God. Every time we reveal His love, all of heaven sings.—Adult Sabbath School Bible Study Guide* for Monday, June 29.)
15. Lukas 15 memberitahukan kepada kita tentang tiga perumpamaan yang Yesus berikan ketika Dia ada di bumi ini. Perhatikan perumpamaan tentang domba yang hilang. Apa yang diajarkannya tentang Allah kepada kita? Allah mencari/ mengejar walaupun satu-satunya domba yang hilang. Dia tidak mau siapa pun binasa kecuali orang itu benar-benar bersikeras untuk memilih jalan yang salah(untuk menjalani jalan yang salah).
   Dia tidak akan membiarkan mereka pergi dengan mudah. Selanjutnya, Tuhan tidak menyerah.
   Dia mengejar/mencari orang sampai Dia menemukan mereka. Pada zaman Yesus, jika seorang gembala timur laut kehilangan salah satu dombanya, ia pergi mencarinya sampai ia pulang dengan membawa domba yang hilang atau dengan sisa bangkainya. Dia tahu masing-masing domba dengan namanya masing-masing.    Segera ketika salah satu hilang, dia tahu persis mana yang hilang.
16. Dan apa yang terjadi ketika gembala menemukan domba-dombanya yang hilang? Dia pulang dengan gembira, mengundang teman-temannya untuk merayakan bersamanya. Itu adalah respons Allah ketika salah satu anak-Nya kembali kepada-Nya.

SELASA: BERTUMBUH OLEH MEMBERI.
17. Tidakkah Anda ingin membuat surga bersukacita?   Apakah Anda tidak ingin bertanggung jawab untuk membuat Tuhan bahagia? Sudah diperagakan berulang kali bahwa cara terbaik untuk bersaksi adalah berbicara dengan seorang teman yang Anda kenal secara pribadi dan meyakinkan dia untuk mendengarkan kebenaran.
   Kesaksian pribadi adalah yang paling efektif. Dan kesaksian pribadi membuat Allah dan para malaikat bersukacita karena, cepat atau lambat, seseorang akan memilih untuk mengikuti Allah dan meninggalkan jalannya yang penuh dosa.
  ILL: LAUT MATI menandai titik terendah bumi.  Berada di ketinggian 1.388 kaki dibawah permukaan laut, laut mati menempati peringkat sebagai laut terendah di dunia.
   Sungai Yordan mengalir keluar dari Danau Galilea dan berkelok-kelok melintasi Lembah Yordan sampai ke Laut Mati.  Iklim yang panas dan kering, dengan sinar matahari yang kuat dan kondisi padang pasir, menyebabkan air menguap dengan sangat cepat. Karena kandungan garam dan mineral Laut mati adalah 33,7 persen, sedikit yang dapat bertahan di perairannya. Tidak ada ikan, tidak ada tanaman, hanya beberapa mikroba dan bakteri di bagian bawah.
   Dalam kehidupan Kristen kita, jika kasih karunia Allah yang mengalir kedalam hidup kita tidak mengalir kepada orang lain, kita akan menjadi stagnan dan tidak memiliki kehidupan seperti halnya laut mati. Sebagai orang Kristen, bukan itu cara kita hidup (that’s not how we are to live).
18. Janganlah kita menjadi seperti Laut Mati! Ingatlah bahwa kebenaran tentang Tuhan sering dibandingkan dengan air tawar.(Fresh water).
  Yoh.7:37-38. Lks.6:38 “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu...
  “Allah sebenarnya dapat mencapai tujuan-Nya dalam menyelamatkan orang-orang berdosa tanpa bantuan kita, akan tetapi supaya kita dapat mengembangkan suatu tabiat yang seperti tabiat Kristus, wajiblah kita mengambil bagian dalam pekerjaan-Nya. Untuk dapat menikmati kegirangan-Nya,- kegirangan melihat jiwa-jiwa yang ditebus oleh pengorbanan-Nya, wajiblah kita mengambil bagian dalam segenap pekerjaan-Nya untuk penebusan mereka itu”. EG.White, Alfa dan Omega, Jld.5 hlm.140. 
   “Mereka yang akan menjadi pemenang harus ditarik keluar dari diri mereka sendiri; dan satu-satunya hal yang akan menyelesaikan pekerjaan besar ini, adalah menjadi sangat tertarik pada keselamatan orang lain”. EG.White, Dasar-dasar Pendidikan Kristen, hlm.220.
   Jika kita gagal membagikan iman kita, kehidupan rohani kita akan menjadi stagnan seperti Laut Mati.
19. Apakah kita benar-benar “sangat tertarik pada keselamatan orang lain”? Jika tidak, bagaimana kita bisa memperbaiki masalah itu? Advent Hari Ketujuh seharusnya menjadi agama Kekristenan yang partisipatif.(Participatory Christianity).
20. Jadi, mengapa kita tidak bersaksi seperti yang seharusnya? Apakah itu karena kita tidak ingin orang berpikir kita aneh(we are strange).? Apakah karena kita begitu egois/selfish sehingga kita tidak mau menyerahkan waktu kita untuk bersaksi? Bisakah kita benar-benar bersemangat tentang gereja kita?
21. Apa pengalaman Anda sendiri dalam bersaksi kepada orang lain? Apakah dengan Berdoa bersama orang lain?
Melayani kebutuhan orang lain? Bagaimana pengalaman ini memengaruhi iman Anda sendiri dan berjalan bersama Tuhan?

    RABU: KESETIAAN KEPADA PERINTAH KRISTUS.
22. Tentunya, kita semua akan mengakui/menyadari bahwa kesetiaan sejati kepada Kristus membutuhkan komitmen untuk melakukan kehendak-Nya. Dan kita tahu dengan pasti/persis apa yang mengikuti kehendak-Nya. Baca 1 Tim.2:3-4 (ayat hafalan); 2 Petr.3:9.
23. Selama lebih dari 6000 tahun, Allah telah berperang melawan penafsiran setan yang salah.(misrepresentations of satan).
   Allah telah melakukan segala yang mungkin untuk memperbaiki kesalahan informasi dan membantu kita untuk memahami karakter-Nya dan pemerintahan-Nya sepenuhnya. Injil atau kabar baik tidak pernah tentang kita; ini tentang Allah, Yesus Kristus, dan rencana Tuhan bagi kita untuk bergabung dengan-Nya dalam kerajaan yang sempurna selamanya.
   Kis.13:47 “Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah...
   Yesaya 49:6 “...akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa...”
24. Dari saat Allah memanggil Abraham hingga zaman kita, tujuan utama-Nya dalam memanggil seseorang atau sekelompok orang adalah membuat mereka menjadi saksi bagi orang lain tentang kasih Allah dan merawat/peduli bagi mereka.(Care for them). (Lihat Kejadian 12: 1-3.)
25. Sayangnya, Perjanjian Lama memberi tahu kita tentang kisah orang-orang Ibrani yang menoleh ke dalam (turned inward) dan lebih peduli pada diri mereka sendiri daripada membagikan Injil kepada tetangga mereka. Bisakah itu terjadi pada Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh? Apakah itu telah terjadi?
Mungkinkah itu berlaku untuk kelas sekolah Sabat kita? Mengapa banyak dari kita menganggap gereja sebagai semacam klub sosial yang ingin kita hadiri, mungkin untuk melihat teman-teman kita seminggu sekali?
   Allah berkata bahwa satu-satunya alasan untuk memiliki gereja adalah untuk menyebarkan Injil! Berapa banyak dari kita yang melakukan itu? Jika tidak, adakah alasan/reason bagi gereja kita?
26. Mengapa kita harus bersaksi? Pertama-tama, kita ingin menjadi mitra2/partners bersama dengan Allah. Kita ingin membuat surga bersukacita dengan membagikan kabar baik kepada orang lain. Tetapi, bersaksi juga memiliki dampak manfaat yang besar bagi kita. Sudah sering diperlihatkan bahwa cara terbaik untuk mengetahui apakah Anda memahami/mengerti sesuatu bagi Anda adalah dengan mencoba untuk menjelaskannya/itu kepada orang lain. Bukankah itu benar untuk pemahaman kita tentang kepercayaan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh? Bisakah Anda dengan jelas dan dengan meyakinkan menjelaskan apa yang Anda yakini kepada seseorang dari dunia yang tidak tahu apa-apa tentang agama Kristen?

KAMIS:  DIMOTIVASI OLEH KASIH.
27. Pikirkan kisah para rasul. Petrus, Paulus, dan yang lainnya yang telah bersedia memberikan hidup mereka dan menjadi martir sambil melakukan yang terbaik untuk mewakili Allah dengan benar. Mengapa mereka melakukan itu? Mereka dipenuhi dengan kasih Allah.
 (2 Kor.5:14,15, 18-20.)
   “Kasih itu haruslah berada di dalam hati. Seorang Kristen yang benar itu tingkah lakunya bermotifkan kasih yang mendalam terhadap Tuhannya. Cinta kasihnya yang sudah berakar kepada Kristus menimbulkan suatu perhatian yang tidak mementingkan diri kepada saudara-saudaranya.” EG.White, Rumah Tangga Advent,hlm.421.

   “Tugas/Amanat Juruselamat kepada para murid mencakup semua orang percaya. Ini mencakup semua orang percaya di dalam Kristus sampai akhir zaman. Adalah kesalahan fatal untuk menganggap bahwa pekerjaan menyelamatkan jiwa bergantung hanya pada pendeta yang diurapi. Semua yang diinspirasikan oleh surga telah menaruh kepercayaan pada Injil. Semua yang menerima kehidupan Kristus diurapi untuk bekerja demi keselamatan sesamanya. Untuk pekerjaan ini, gereja didirikan, dan semua orang yang mengambil sendiri sumpah kudusnya dengan demikian berjanji untuk menjadi rekan sekerja dengan Kristus”. — Ellen G. White, The Desire of Ages * 822.2. †

JUMAT:
 28. Mengapa perlu waktu lama bagi orang Kristen untuk menyebar dari Yerusalem? Apakah mereka benar-benar membutuhkan penganiayaan untuk memotivasi mereka pergi?
   “Penganiayaan yang datang kepada sidang(gereja) di Yerusalem berhasil memberikan suatu pendorong yang besar bagi pekerjaan Injil. Keberhasilan(Kemajuan) telah menyertai pekerjaan Injil di tempat itu, dan ada bahayanya karena murid2 telalu berlambat-lambat disana, tidak mengindahkan  perintah Juruselamat untuk PERGI ke seluruh dunia. Melupakan bahwa kekuatan untuk melawan kejahatan paling baik diperoleh oleh pelayanan yang agresif, mereka mulai memikirkan bahwa mereka tidak mempunyai pekerjaan yang begitu penting seperti menjaga sidang di Yerusalem dari serangan musuh. Gantinya mendidik orang-orang yang baru bertobat untuk menyampaikan kabar injil kepada mereka yang belum pernah mendengarnya, mereka ada dalam keadaan bahaya mengambil jalan yang akan menuntun semuanya untuk merasa puas dengan apa yang telah dilaksanakan”. A & O, Jln.7,hlm.88-89.
   Untuk menyebarkan perwakilan-Nya di luar negeri, di mana mereka dapat bekerja untuk orang lain, Allah mengijinkan penganiayaan menimpa mereka. Didorong dari Yerusalem, orang-orang percaya ”ke mana-mana memberitakan firman.” - Ellen G. White, Kisah Para Rasul * 105.2. †
29. Apakah kita perlu penganiayaan?
30. Lihatlah Matius 28: 18-20; Markus 16: 15-16; Lukas      24: 46-49; dan Yohanes 20:21. Menurut Anda mengapa masing-masing penulis Injil berakhir dengan pesan dari Yesus ini bahwa kita harus keluar dan membagikan kabar baik kepada semua orang di dunia? Apakah kita menerima tantangan ini
serius? Apa yang kita lakukan secara pribadi untuk menyebarkan Injil?
31. Berulang kali, Yesus memberi tahu kita bahwa jika kita ingin melihat Bapa, kita perlu memandang Yesus. Jika kita telah melihat Dia, kita telah melihat Bapa. Cobalah memikirkan semua hal yang telah kita pelajari tentang Allah melalui kehidupan dan kematian Yesus.
32. Bandingkan dengan kebohongan dan kepalsuan yang luar biasa yang telah disebarkan oleh Lusifer / Setan sejak dia meninggalkan surga. Apakah Tuhan seorang hakim pendendam? Apakah Dia seorang tiran yang murka? Tentu tidak! Dia adalah Bapa kita yang pengasih, dan Dia ingin kita masing-masing diselamatkan. Bisakah kita menunjukkan hal itu dalam Alkitab, bahkan di tempat-tempat seperti pekabaran malaikat ketiga? Kita perlu ingat bahwa bersaksi hanya memberi tahu orang-orang tentang Sahabat terbaik kita, yaitu ALLAH. Mengapa kita tidak ingin berpartisipasi dalam misi itu?
34. Jika Allah begitu berkomitmen untuk membagikan kabar baik, mengapa Ia tidak mengirim malaikat-Nya untuk melakukannya? Jawaban pertama, tentu saja, adalah bahwa kita membutuhkan pengalaman itu! Kita perlu belajar kebenaran dengan baik, mundur dan maju, (backwards and forwards), sehingga kita bisa menjelaskannya kepada siapa pun yang bertanya kepada kita. (1 Petrus 3:15)
35. Tidak ada waktu yang lebih baik untuk bersaksi selain pada saat krisis. Ketika seseorang pindah, atau ketika mereka mengambil pekerjaan baru, atau mungkin ketika ada krisis internasional seperti pandemi COVID-19, bukankah itu saat yang tepat untuk membagikan gambaran kita tentang Allah? Apakah Orang-orang tidak bertanya pada diri sendiri, "Di mana Tuhan dalam semua ini?" Apa waktu yang lebih baik untuk berbicara tentang Allah? Mungkin ada banyak hal yang dapat kita pelajari tentang Tuhan dari alam. Tapi, kita melihat alam dan juga melihat banyak bencana. Apakah Tuhan bertanggung jawab atas semua bencana itu?
Mengapa polis asuransi menyebut mereka “tindakan Tuhan”?
36. Kita dapat belajar banyak hal dari alam; tetapi, itu tidak akan mengungkapkan kepada kita mengapa ada kebaikan dan kejahatan atau bagaimana kejahatan dimulai. Jadi apa yang bisa kita lakukan? Pertama dan terutama, kita perlu memahami dan mempelajari kehidupan dan kematian Yesus dari belakang dan ke depan sampai kita tahu itu seperti punggung tangan kita. Kemudian, ketika seseorang mengajukan pertanyaan, kita akan dapat menemukan jawaban yang benar, jawaban yang menempatkan Allah dalam sebuah terang yang baik.

 37. Kita juga tahu bahwa bersaksi adalah salah satu sarana surga untuk membawa sukacita ke dalam hati Allah. Untuk tujuan yang lebih besar apa yang bisa kita harapkan. Kita harus bersaksi karena itu adalah salah satu cara terbaik untuk menumbuhkan pengalaman Kristen kita. Itu adalah salah satu cara terpenting untuk bertumbuh menjadi seperti Yesus.
38. Dalam sebuah dunia krisis ketika penyakit, kematian, kehilangan pekerjaan, dan ketakutan ada di mana-mana, ini adalah waktu yang tepat untuk berbicara tentang Allah. Dan tidak ada hal lain yang bisa kita lakukan untuk Allah yang akan membuat Dia lebih bahagia daripada berbicara tentang Dia dengan benar dan mendorong orang lain untuk mencintai Dia seperti kita.
Semangat kerja tidak mementingkan diri sendiri untuk orang lain memberi kedalaman, stabilitas, dan keindahan seperti Kristus pada karakter, dan membawa kedamaian dan kebahagiaan bagi pemiliknya. — Ellen G. White, Steps to Christ * 80.2.
39. Apakah kita percaya pada kebenaran bahwa memberi itu lebih diberkati daripada menerima? (Lihat Kisah Para Rasul 20:35).
40. Pikirkan setiap individu yang Anda kenal secara pribadi dan dengan siapa Anda bergaul dari waktu ke waktu. Mohonlah supaya Allah menciptakan kesempatan bagi Anda untuk bersaksi kepada orang itu dengan bimbingan rohani yang pengasih. Allah akan menemukan kesempatan. Anda hanya perlu siap ketika itu terjadi.
41. Jadi, melihat apa yang terjadi di dunia kita saat ini, bukankah krisis ekonomi saat ini dan krisis kesehatan dengan pandemi merupakan kesempatan bagi kita untuk berbicara tentang Tuhan?.
  
   Disusun oleh: Pdt.H.M. Siagian, MPTh.