Minggu, 19 Juli 2020

PENDALAMAN ALKITAB (14)


Adventist Church(es) in Surabaya Quick Guide – djitz.com
14. DAPATKAH KUTEMUKAN GEREJA ALLAH SAAT INI?.

Kata Pengantar:
   Selamat datang dalam blogspot Agape Ministry. Anda bisa mengunjunginya dengan mengklik: https://marryhot.blogspot.com.
   Media ini menyajikan pelajaran Alkitab On line.  Untuk itu kami ucapkan selamat datang, semoga dapat mengikuti pelajaran yang ke 14 yang berjudul: “DAPATKAH KUTEMUKAN GEREJA ALLAH SAAT INI?”.  Sebelum memulai pelajaran ini, kami mohon saudara terlebih dahulu berdoa meminta petunjuk, berkat dan pengertian dari Tuhan Allah di sorga terhadap pelajaran ini. Semoga pelajaran ini menjadi sarana yang mendekatkan hidup saudara kepada Tuhan Allah serta menerima keselamatan yang Dia sediakan bagi siapapun yang percaya dan menerimanya dengan iman. Terimakasih.

Pendahuluan:
   Allah sudah sering memberikan PEKABARAN KHUSUS untuk memenuhi kebutuhan generasi yang berbeda; Pekabaran untuk menolong Adam dan Hawa setelah dosa merusak dunia mereka, Pekabaran kepada dunia sebelum bencana AIR BAH, Pekabaran kepada bangsa Israel ketika Assyria dan Babilon mengancam.
   Yesus datang dengan suatu PEKABARAN KHUSUS kepada orang-orang semasa hidup-Nya, dan Allah telah mengumandangkan pekabaran khusus bagi kita zaman ini. Pasal 12 dan 14 buku Wahyu meringkaskan PEKABARAN ALLAH yang khusus bagi kita sekarang.
   Dalam pelajaran ini, kita akan mengamati pekabaran tersebut.
I.           GEREJA DIDIRIKAN OLEH YESUS.
   Ajaran dan kehidupan membentuk kesatuan kepercayaan dan persekutuan yang erat pada gereja kerasulan yang didirikan-Nya. Para rasul membina hubungan yang akrab dengan Kristus yang sudah bangkit itu.  Paulus menggambarkan ikatan yang erat ini bagaikan hubungan pernikahan: Baca 2 Korintus 11:2 (Perjanjian Baru).  Menurut Paulus, gereja Kristen bagaikan seorang perempuan suci, pengantin dari Kristus, suatu simbol yang tepat tentang gereja yang dikasihi Kristus.  Dalam Perjanjian Lama simbol yang sama digunakan untuk menggambarkan Israel, umat pilihan Allah. 
  Allah berkata kepada Israel:”....kepada cintamu pada waktu engkau menjadi pengantin...(Yeremia 2:2) “....Aku telah menjadi tuan atas kamu!” (Yeremia 3:14).
   Buku Wahyu juga berbicara mengenai gereja sebagai seorang perempuan: Baca Wahyu 12:1 (Perjanjian Baru).
(1). Perempuan itu “berselubungkan matahari”. Ini menggambarkan sebuah gereja yang bercahaya seperti matahari, oleh karena diselubungi dengan kehadiran Kristus yang mulia itu. Yesus “terang dunia” (Yohanes 8:12), bercahaya melalui anggota-anggota gereja-Nya, dan mereka kemudian menjadi “terang dunia” (Matius 5:14):
(2). Perempuan itu mempunyai “bulan di bawah kakinya.”
   Bulan menggambarkan pantulan terang Injil dalam persembahan dan upacara-upacara korban umat Allah di zaman Perjanjian Lama. Bulan yang berada “dibawah kakinya” menggambarkan bahwa pantulan terang Injil telah diganti oleh pelayanan Kristus.
(3). Perempuan itu mempunyai “sebuah mahkota dari duabelas bintang di atas kepalanya.” Bintang itu cocok untuk menggambarkan 12 rasul, orang-orang benar yang kesaksiannya akan Yesus bercahaya dengan cemerlang sampai hari ini.  Jelas, gambaran tentang PEREMPUAN ini menyatakan bahwa Yohanes memikirkan peralihan dari umat Allah, Israel, di Perjanjian Lama ke gereja Kristen di Perjanjian Baru yang dididirikan oleh Yesus.
   Matahari, bulan, bintang-bintang menekankan pelayanan membawa terang dari gereja Kristen dalam memberitakan Kabar Baik.
II.         DRAMA KEKALAHAN SETAN.
   Masuknya perempuan itu mempersiapkan satu panggung untuk satu drama yang besar.
   Sempatkan untuk membaca Wahyu 12:2-5 (Perjanjian Baru).
   Tiga pelaku yang ambil bagian dalam drama ini:
(1)        Perempuan, sudah diketahui sebagai gereja Allah.
(2)        Anak laki-laki yang lahir dari perempuan ini, yang “dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya dan kelak akan “berkuasa atas semua bangsa”.  Yesus adalah satu-satunya Anak yang lahir di dalam dunia ini yang sudah diangkat ke takhta Allah dan yang kelak akan berkuasa atas semua bangsa.
(3)        Baca selengkapnya Wahyu 12:7-9 (Perjanjian Baru).
   Gambaran ini menjadi jelas bila kita mengerti simbol-simbol tersebut.  Ketika Iblis dan para malaikatnya “kehilangan tempat mereka si surga,” mereka “dicampakkan ke bumi.” Ketika Yesus lahir di dunia ini, Iblis mencoba membunuh Yesus, Anak laki-laki itu, segera setelah Ia lahir. Ia gagal, dan Yesus “dibawa lari” ke takhta Allah”.  Lalu Setan menyusun rencana untuk memusnahkan gereja Kristen yang Kristus dirikan.
   Rasul Yohanes, yang menulis buku Wahyu, melihat sekelumit dari pertentangan besar antara Kristus dan Setan yang melanda bumi ini.  Ketika peperangan itu mencapai puncaknya pada saat penyaliban Kristus, Yohanes mendengar satu suara dari surga: Bacalah selengkapnya: Wahyu 12:10 (Bandingkan dengan Yohanes 12:31 dan Lukas 10:18).
   Yesus menang dengan kemenangan yang menentukan atas Setan di kayu salib itu.  Lalu Ia menegaskan kepastian rencana “keselamatan” dan menyediakan “kuasa” untuk menolak tipu muslihat Setan.
   “Kerajaan Allah” dikukuhkan, dan “otoritas” Juruselamat untuk menjadi Imam Besar dan Raja dipastikan. “Sekarang sudah tiba keselamatan itu” menyatakan bahwa saat upacara penobatan itu telah tiba.
   Kelahiran Kristus, Juruselamat dunia, telah terjadi (ayat 5). Kendatipun pencobaan2 Setan itu sangat hebat, Yesus tetap menghidupkan kehidupan yang tanpa dosa, mati dan bangkit menang mengalahkan dosa dan kematian (ayat 10). Setan kalah untuk selama-lamanya (ayat 7-9). Salib itu sangat ampuh kuasanya.
   Pengumuman mengenai, “sekarang sudah tiba keselamatan itu” menarik perhatian bukan hanya bagi Yohanes, tetapi bagi semesta alam :
   Baca Wahyu 12:12 (Perjanjian Baru).
   Seluruh surga merayakan kemenangan Yesus. Kristus menghancurkan apa pun hak Setan yang pernah miliki untuk mendapat tempat di surga dan Setan yang kalah itu kehilangan haknya atas dunia kita ini.
III.      GEREJA KRISTEN DALAM PERTENTANGAN DENGAN SETAN.
   Sebelum Yesus naik ke surga Ia mendirikan gereja Kristen (dilambangkan oleh seorang perempuan).
   Kematian-Nya di kayu salib memberikan kepada gereja Kristen kuasa untuk mengalahkan Setan.
   Baca Wahyu 12:1 (Perjanjian Baru).
   Kristus sekarang dapat memberikan kuasa-Nya, sebagai buah-buah kemenangan-Nya, kepada gereja-Nya.
   Yesus secara pasti menang atas Setan di kayu salib, dan sekarang Ia terus menang atas Setan melalui gereja-Nya.
   Ada 3 ciri yang menandai gereja yang menang pada beberapa abad yang sedang berlalu di era Kekristenan ini:
(1)       “Mereka mengalahkan dia(Setan) oleh darah Anak domba.”  Yesus telah dibawa lari ke takhta Allah sehingga Ia dapat memanfaatkan darah-Nya bagi kehidupan pengikut2-Nya. Ia dapat membersihkan catatan dosa2 kita, menyelamatkan kita melalui darah-Nya yang tertumpah (1 Yohanes 1:7), dan memberikan kita kuasa untuk menghidupkan suatu kehidupan Kristen yang sehat hari demi hari.
(2)       “Mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.”  “Darah Anak Domba” membuat mereka rela mati demi Kristus; mereka tidak takut mati. Allah sudah sangat menderita, karena itu para syuhada Kristen ini juga rela menderita dan mati. Bahkan anak-anak pun memberikan pengorbanan tertinggi.
   Diceritakan tentang seorang ibu Kristen yang dijebloskan ke mulut singa-singa di arena Roma karena ia menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Kristus dan bukan kepada negara.
   Putrinya yang masih muda, gantinya takut kepada bahaya siksaan yang mengerikan itu, merasakan adanya penyerahan yang tulus bertumbuh di dalam dirinya.  Sementara singa2 itu menyerang ibunya, ia berdiri dan berteriak, “Saya juga seorang Kristen.” Petugas2 Roma kemudian menangkapnya dan melemparkan dia ke binatang-buas yang kelaparan itu.
(3)       “Mereka mengalahkan dia (Setan)..oleh perkataan kesaksian mereka”.  Bukan kata-kata, tetapi perkataan kesaksian mereka—kesaksian dari hidup mereka, saksi hidup mereka akan kuasa Yesus dan Injil-Nya. Pada jam-jam yang sangat gelap di zaman Kekristenan, laskar Kristen—dari para penganjur gereja yang mula-mula sampai kepada pembaharu2 Protestan—mengalahkan semua yang paling buruk yang Setan timbulkan kepada mereka, hanya karena kesaksian yang dinamis dalam hidup mereka.
  Wahyu 12:11 menggambarkan kemenangan gereja yang dipenuhi oleh para pemenang: rasul-rasul, para syuhada, pembaharu, dan orang-orang Kristen yang setia lainnya.  Kebaikan, kesetiaan, keberanian dan kemenangan mereka telah menggoncangkan dan menggerakkan dunia sepanjang abad.  Karena Setan gagal membinasakan Yesus ketika Ia hidup di bumi, sekarang ia berusaha untuk membinasakan Kristus yang hidup di dalam gereja-Nya.
   Baca selengkapnya dalam Wahyu 12:13-16.
   Tepat seperti yang diramalkan, selama masa kegelapan di era Kekristenan, Setan mengutus “suatu sungai” penganiayaan “untuk menghanyutkan Gereja dengan aliran air sungai yang deras itu.”  Setan ingin membinasakan pengaruh Kristus oleh membinasakan gereja-Nya dan menggunakan semua tipu muslihat yang cerdik dan jahat yang dapat dibuatnya.
   NAGA melambangkan SETAN.  Tetapi jangan lupa bahwa Setan juga menggunakan lembaga-lembaga manusia dalam perannya sebagai naga untuk menyerang umat Allah.
   Ia menggunakan Raja Roma, Herodes dalam usaha membunuh bayi Kristus pada saat Ia dilahirkan. Ia bekerja melalui agama penentang yang cemburu kepada Kristus untuk mengejar dan mengusik Juruselamat, dan akhirnya memastikan penyaliban-Nya di kayu salib.
   Tetapi kemenangan Setan yang semu itu berbalik menjadi kemenangan terbesar bagi Kristus.  Karena marah atas kekalahannya di salib, Setan mengalihkan murkanya melawan gereja yang didirikan Yesus. Selama puluhan tahun setelah penyaliban Kristus, ribuan orang mati di KOLOSEUM ROMA, di alun-alun kota, di penjara bawah tanah dan di padang pasir yang tersembunyi.  Pada mulanya para penguasa dunia yang memulaikan penganiayaan ini.
   Tetapi setelah kematian para rasul, suatu perubahan perlahan-lahan menyelusup ke dalam gereja.  Pada abad kedua, ketiga dan keempat banyak orang yang ada di dalam gereja mulai mengubah kebenaran yang diajarkan Kristus dan para Rasul.  Beberapa pemimpin murtad bahkan mulai menganiaya orang Kristen yang mempertahankan dengan teguh kemurnian ajaran Perjanjian Baru. 
   Para ahli memperkirakan sekitar 50 juta orang yang setia TERBUNUH.  Dalam usaha untuk menghanyutkan gereja dan membinasakannya, Iblis mengutus “sungai” penganiayaan “supaya ia dihanyutkan sungai itu.”  Tetapi bumi datang menolong perempuan itu” oleh...menelan sungai penganiayaan dan pengajaran palsu.
   Pada waktu penganiayaan di abad Pertengahan itu, gereja yang benar lari dari kepemimpinan murtad dan mencari perlindungan “ke padang gurun, dimana telah disediakan satu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ 1260 hari lamanya.”(ayat 6).  Ramalan ini digenapi selama 1260 tahun penganiayaan dari tahun 538 TM sampai 1798 (satu hari sering menggambarkan satu tahun dalam simbol nubuatan Alkitab, lihat Yehezkiel 4:6).
   Selama abad-abad kegelapan ini, orang2 Kristen yang setia kepada imannya akan Alkitab selalu mendapatkan perlindungan; misalnya, di lembah orang Waldensi di bagian barat Italia dan di sebelah timur Perancis, dan di gereja Celtic di kepulauan Inggris.

IV.      GEREJA ALLAH ZAMAN INI.
   Sekarang kita sampai ke zaman kita ini—ke gereja Kristus yang benar sejak tahun 1798. Seperti yang bisa diduga, Iblis tetap marah kepada umat Allah.
   Peperangan besar yang tidak kelihatan terus berlanjut. Bahkan, Setan melancarkan serangannya yang terbesar kepada gereja sesaat sebelum Yesus datang.  Baca Wahyu 12:17 (Perjanjian Baru).
   Nubuatan ini berbicara mengenai zaman kita ini.
   Setan sedang berperang; Ia menyatakan perang kepada para “keturunannya yang lain” yaitu umat Allah SEKARANG INI. Perhatikan tanda-tanda pengenalnya:
(1). Orang percaya di akhir zaman ini—“memiliki kesaksian Yesus”.  Dengan berpegang teguh kepada ajaran-ajaran murni firman Allah, mereka menyaksikan Yesus melalui kehidupan Kekristenan yang dinamis.
(2). Orang Kristen akhir zaman adalah umat yang dinubuatkan.  Karena menerima “kesaksian Kristus Yesus”. Yohanes sanggup menulis buku Wahyu (Wahyu 1:1-3). Kelompok orang-orang percaya yang terakhir menerima karunia yang sama; kesaksian langsung dari Allah melalui seorang jurukabar dunia.
   Karunia nubuatan yang diberikan kepada mereka berpusat pada wahyu Allah tentang pekerjaan dan nasib mereka yang terakhir.
  (3). Orang-orang Kristen akhir zaman ini juga dikenal sebagai “mereka yang menuruti hukum-hukum Allah.”
   Mereka bukan hanya mempertahankan integritas 10 hukum, tetapi mereka juga menurutinya.  Kasih Allah di dalam hati mereka menghasilkan penurutan yang penuh sukacita (Roma 5:5; 13:8-10).
   Orang Kristen akhir zaman ini menuruti teladan Kristus dan gereja yang mula-mula dalam penurutan kepada hukum Allah. Inilah yang membuat naga—Iblis itu sangat marah. Dan ia melancarkan perang melawan “keturunannya yang lain” karena mereka menyaksikan bahwa kasih Allah menghasilkan murid2 yang penurut.
   Seperti diketahui, tantangan Yesus ialah:
   Bacalah Yohanes 14:15 (Perjanjian Baru).
   Hidup orang-orang Kristen akhir zaman ini menunjukkan bahwa kita bisa saja mengasihi Allah dengan sepenuh hati kita dan sesama manusia seperti diri sendiri.  Menurut Yesus, sifat ini, kasih kepada Allah dan kasih kepada manusia, adalah INTI dari 10 Hukum Allah (Matius 22:35-40).
   Hukum ke 4 dari sepuluh hukum itu meminta kita untuk memelihara hari Sabtu, hari ketujuh dalam minggu, sebagai hari Sabat.  Karena kasih kepada Yesus telah menanamkan ke 10 hukum dalam hati mereka, maka orang Kristen akhir zaman ini adalah PEMELIHARA HARI SABAT.
   SABAT adalah jantung dari pekabaran Allah yang terakhir kepada umat-Nya, yang terdapat dalam Wahyu Fasal 12 dan 14:6-15.  Semua sumber daya surgawi berada di belakang umat Kristen akhir zaman, disebutkan di pasal-pasal ini.  Juruselamat yang hidup menjadi Sahabat mereka yang tetap, dan Roh Kudus bekerja “untuk menguatkan mereka dengan kuasa dalam lubuk hati manusia.”  Janji itu PASTI. Mereka pasti akan mengalahkan Setan.  Bacalah: Wahyu 12:11 (P.B).
   Maukah Anda menjadi seorang dari umat Kristen akhir zaman yang “menurut hukum-hukum Allah,” dan “memiliki kesaksian Yesus?”.
   Ambillah keputusan itu sekarang juga!.
   Akhirilah pelajaran ini dengan berdoa secara pribadi!.
   Terimakasih,..kiranya Allah memberkati Anda!.

PERTANYAAN UNTUK DI JAWAB:

PELAJARAN 14 :
DAPATKAH KUTEMUKAN GEREJA ALLAH SAAT INI ?

1.    Bacalah pelajaran Alkitab yang Anda telah terima melalui online ini seluruhnya.
2.    Isilah pertanyaan-pertanyaan yang terlampir disini.
3.    Jika berkenan, tolong kirimkan kembali jawaban Anda kepada kami via Whats App.(w.a). Terimakasih, Tuhan memberkati.
PERTANYAAN:
   Bacalah kembali pelajaran ini untuk mendapatkan jawaban yang BENAR.
1.  Dalam Wahyu 12 wanita yang berselubungkan matahari melambangkan :
______Gereja Kristus.
______Negara Israel Yahudi.
2.  Anak yang lahir dari perempuan itu adalah:
_____Kristus.
_____Setan.
3.  Naga yang berusaha membinasakan Anak dari perempuan itu pada saat kelahirannya adalah:
_____Setan.
_____Pemimpin-pemimpin agama.
4.  Suatu hari akan berhasil membinasakan Setan bila:
_____Dia lahir.
_____Dia mati di kayu salib.
5.  Gereja Kristus sanggup mengalahkan Setan melalui:
_____Darah Kristus yang menyucikan.
_____Kesaksian dari kehidupan mereka.
6.  Gereja Tuhan yang benar hari-hari akhir sejarah dunia:
_____bersaksi bagi Yesus melalui kehidupan yang dinamis.
_____memiliki karunia nubuat.
_____telah mengubah hukum Allah dan berbakti pada hari Minggu.
_____mengasihi Kristus dengan memelihara semua hukum-hukum Allah, termasuk memelihara Sabat hari ketujuh.

   Pelajaran kita telah berakhir pada saat ini. Bila Anda telah mempelajarinya selama ini, Puji Tuhan!.
   Jika Anda telah mengambil keputusan untuk menerima Yesus sebagai Juruselamat Anda secara pribadi MELALUI BAPTISAN DI SELAMKAN dan bersedia menyucikan hari Sabat-Nya serta rindu menjadi anggota Gereja-Nya yang benar, tolong sampaikan kerinduan itu kepada kami.  
   Salam dan doa:
      Pdt.H.M. Siagian, MPTh.
      W.A. 0811 1945 034


Jumat, 17 Juli 2020

MELIHAT ORANG MELALUI PENGLIHATAN YESUS


10 Mujizat Yang Dilakukan Oleh Gereja Mula-mula - RUBRIK KRISTEN
MELIHAT ORANG MELALUI PENGLIHATAN YESUS
(Seeing People Through Jesus’eye).
SS.III/20(Pel.3)- 18 Juli 2020.
Ayat hafalan:
“Yesus berkata kepada mereka: ‘Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadian penjala manusia”.(Matius 4:19).

1.Nama Kristen berarti menjadi seperti Kristus. Apakah kita benar-benar ingin/berusaha untuk menjadi seperti Yesus? Pikirkan cara-cara Yesus menjangkau orang-orang dari semua kelas untuk memenangkan mereka karena Injil. Apakah kita melakukan itu? Tidak ada orang yang tidak membutuhkan/memerlukan Allah. Yesus adalah pemenang jiwa yang paling unggul. Ke mana pun Dia pergi, Yesus melihat jiwa-jiwa yang membutuhkan kebenaran.Yesus melihat semua pria dan wanita dapat dimenangkan untuk kerajaan-Nya. Apakah kita dapat melihatnya?(melihat itu?). Tentu saja, Yesus memiliki wawasan supernatural yang Ia telah terima - mungkin setiap malam - saat Ia diarahkan/dipimpin oleh Bapa-Nya dan Roh Kudus untuk mendekati orang yang tepat dengan pekabaran yang tepat (to approach the right people with the right message). Akankah mereka melakukan itu untuk kita?.
   (Tema Pelajaran saat ini, “Melihat Orang Melalui Penglihatan Yesus,”secara khusus berfokus pada pentingnya seseorang menuntun orang lain kepada Yesus. Yesus melihat manusia, bagaimana potensi mereka pada masa mendatang, bukan pada keadaan mereka pada saat ini. Potensi mereka untuk kerajaan Allah, melihat kerinduan dalam setiap hati manusia untuk mengenal Allah.

MINGGU: JAMAHAN KEDUA.
   Bagaimana kita bisa tahu jika Allah membimbing kita untuk bersaksi kepada seseorang yang kita kenal.
   Kisah penyembuhan orang buta di Betsaida (Pantai Utara Laut Galilea). Kisah ini menggambarkan rencana Allah utk menggunakan setiap orang percaya utk membawa orang lain kepada Yesus.
   Markus 8:22-26 “...tibalah Yesus dan murid2-Nya di Betsaida. ...orang membawa seorang buta dan memohon, spy Ia menjamah dia.v.23.Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. ..Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: “Sudahkah kau lihat sesuatu?”. v.24. Orang itu memandang ke depan, lalu berkata: “Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon2”.
   v.25. Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh2 melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas. v.26.Sesudah itu Yesus menyuruh dia pulang ke rumahnya dan berkata: “Jangan masuk ke kampung!”.
(Disini ada 2 kata kuci:  “membawa” dan “memohon”. Orang buta itu tidak datang sendiri. Teman2 melihat kebutuhannya dan membawanya. Yesus merindukan agar kita menyadari bahwa ada orang-orang yang membutuhkan di sekitar kita yang terbuka pada injil jika kebutuhan jasmani mereka dipenuhi terlebih dahulu. Jiwa2 yang membutuhkan itu ada dimana-mana.  Yesus menyembuhkan orang buta itu dalam 2 tahap.(dimana orang yang disembuhkan oleh Yesus tidak segera sembuh). Pertama: Mukjijat itu menyatakan belas kasihan Yesus. Bila keluar dari ruangan gelap ke ruangan yang terang. Sesaat, sulit melihat dengan jelas. Membutuhkan waktu bagi mata untuk menyesuaikan dengan terang secara perlahan-lahan. Sama seperti sinar matahari yg.secara perlahan-lahan terbit mengusir kegelapan, demikian juga dengan terang kebenaran Allah secara perlahan-lahan menerangi pikiran kita sampai kita berjalan dalam terangnya yang sempurna.(Baca Amsal 4:18).  Kemungkinan juga: Betapa pentingnya sentuhan yang kedua. Seringkali kita mengalami setengah buta.  Kita melihat orang lain di sekitar kita seperti “pohon yang berjalan.     “ Ketika Roh Kudus melepaskan kotoran itu dari mata kita, kita juga akan melihat orang yang ada disekitar kita dengan lebih jelas. Baca Markus 8:25....”dengan jelas= delaugos”.=”dalam terang yg.sempurna”.
   Saat Kristus menyembuhkan kebutaan rohani kita, kita melihat orang lain sebagaimana Kristus melihat mereka dalam terang kasih-Nya yang sempurna.
 
2. Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan tentang cerita ini. Teman-teman orang buta ini membawanya kepada Yesus dan memohon agar Yesus menyentuhnya/menjamahnya. Kita tidak tahu apa-apa tentang iman orang buta itu; tetapi, kita tahu tentang iman mereka yang membawanya kepada Yesus. Dengan melatih iman kita, dapatkah kita membawa orang lain kepada Yesus?
3. Bagaimana kita bisa membawa orang kepada Kristus? Kita tidak dapat secara fisik membawa mereka kepada Yesus seperti yang dilakukan orang ketika Dia ada di dunia ini. Bisakah kita mengundang mereka kepada pelajaran Alkitab? Bisakah kita mengundang mereka ke kelas sekolah Sabat kita? Bisakah kita menawarkan pelajaran Alkitab? Atau, haruskah kita bersikap ramah saja?
   Apakah orang menyukai kita dan ingin berada di sekitar kita? Jika tidak, akan sulit bagi kita untuk menarik mereka kepada Injil.
4. Dari 25 atau lebih mukjizat penyembuhan yang dilakukan oleh Yesus yang dicatat dalam Injil, ini adalah satu-satunya waktu di mana Dia mengambil dua langkah untuk menyelesaikan penyembuhan. Menurut Anda mengapa Yesus melakukannya seperti itu pada kesempatan ini? Kita tidak tahu apa-apa tentang hubungan antara teman-teman pria buta ini dan pria buta itu sendiri. Jelas, mereka ingin dia disembuhkan. Dan mereka mendesak Yesus untuk menyentuhnya/menjamahnya.
5. Apakah kita takut mengundang seseorang untuk belajar tentang Yesus? Jika demikian, apa alasannya? Apakah kita khawatir tentang apa yang mungkin mereka pikirkan tentang kita? Atau, tentang Dia
6. Setelah penyembuhan dua bagian-Nya, mengapa Yesus memberi tahu orang itu untuk tidak kembali ke desa?    Lebih dari sekali, Yesus memberi tahu orang-orang yang telah disembuhkan agar tidak memberi tahu siapa pun. Satu alasan untuk ini adalah bahwa dalam kasus-kasus kusta, orang yang disembuhkan diharuskan untuk kembali ke para imam dan dinyatakan/diumumkan bersih sebelum dia dapat kembali ke rumahnya. Jika ada kabar sampai kepada para imam itu bahwa Yesuslah yang menyembuhkannya, mereka mungkin akan memberikan sebuah laporan palsu untuk mencoba mendiskreditkan Yesus.
7. Pada kesempatan2 lain(other occasions), Yesus begitu diliputi oleh orang-orang yang ingin disembuhkan sehingga sulit bagi-Nya untuk mengajar orang-orang tentang Injil.
  Baca Markus 3:7-8
8. Orang-orang datang dari semua negeri(countries) di sekitar karena mereka telah mendengar apa yang Yesus lakukan, dan mereka telah mendengar tentang penyembuhan ajaib-Nya. Jika Dia membiarkan diri-Nya terganggu oleh orang-orang yang menginginkan kesembuhan, Dia tidak akan mencapai/menyelesaikan/accomplish hal lain.
9. Selalu, ketika menyembuhkan seseorang, Yesus berusaha mengarahkan mereka kepada kebenaran dan memenangkan mereka untuk Injil. Itulah tujuan utama-Nya.(main goal).
10. Bagi kita yang merupakan dokter2, perawat2, atau profesional kesehatan lainnya, apakah kita mencoba menyembuhkan orang tidak/bukan hanya secara fisik tetapi juga rohani? Berapa lama kita ingin mereka hidup? Beberapa tahun lagi? Atau, selama sisa kekekalan/keabadian?
11. Seberapa sering kita tidak melihat orang seperti apa mereka sebenarnya? Apakah kita kadang-kadang melihat orang-orang seperti “pohon berjalan,” tidak mengenali kebutuhan mereka akan Allah dan potensi mereka dapat – bahkan untuk pekerjaan Allah?
12. Mungkin tim penginjilan yang paling sukses yang kita ketahui dalam Alkitab adalah tim Paul dan Dr. Luke: Seorang pendeta dan seorang dokter bekerja bersama.

SENIN: PELAJARAN TENTANG PENERIMAAN.
13. Yesus melihat manusia, bagaimana potensi mereka pada masa mendatang, bukan pada keadaan mereka pada saat ini. Potensi mereka untuk kerajaan Allah, melihat kerinduan dalam setiap hati manusia untuk mengenal Allah. Sebuah contoh yang sangat baik dari Alkitab ditemukan dalam Yohanes 4: 3-34 yang menggambarkan Yesus di sumur Sychar. Untuk memahami apa yang terjadi dalam cerita ini, kita perlu memperhatikan beberapa informasi latar belakang yang penting.
14. The Archeological Study Bible melakukan pengamatan menarik tentang hubungan antara orang Yahudi dan orang Samaria: “Keretakan antara orang Samaria dan orang Yudea berasal dari periode awal. Menurut 2 Raja2 17, orang2 Samaria adalah keturunan orang2 Mesopotamia yang dipaksa tinggal di tanah Israel utara oleh raja Asyur setelah pengasingan tahun 722 SM. Mereka menggabungkan penyembahan Yahwe dengan praktik penyembahan berhala”.—The Archeological Study Bible(Zondervan Publishing 2005), hlm.1727.
   Dia menarik secara langsung pada kerinduan wanita Samaria untuk PENERIMAAN, cinta dan pengampunan.
15. Kemudian, orang-orang Yahudi yang kembali dari pembuangan di Babel menolak untuk mengizinkan orang Samaria bergabung dengan mereka dalam membangun kembali bait suci di Yerusalem. (Ezra 4: 1-4; Nehemia 2: 1,19; 4: 1-23)
16. Bahkan kemudian, orang-orang Yahudi berperang dengan orang Samaria dan menghancurkan kuil mereka di Gunung Gerizim.
17. Rute paling langsung dari Yerusalem ke Nazareth, atau bagian mana pun ke Galilea, adalah langsung melalui tengah2 Samaria(through the middle of Samaria).  Tetapi, orang-orang Yahudi tidak suka bepergian melalui jalan itu karena permusuhan antara orang-orang Yahudi dan orang-orang Samaria. Jadi, mereka biasanya melakukan perjalanan turun(lewat) ke Yerikho, menyeberangi Sungai Yordan, melakukan perjalanan di sisi timur Sungai Yordan sampai mereka dapat menyeberangi Sungai Yordan lagi di dekat ujung selatan Danau Galilea, dan kemudian, kembali ke wilayah Yahudi. Tetapi, Yesus melihat seseorang yang membutuhkan di Samaria, dan Dia pergi ke sana untuk menjangkaunya. Pada saat yang sama, Dia berharap untuk menghancurkan tembok besar prasangka antara orang Yahudi dan orang Samaria. Di tengah hari yang panas, Yesus duduk di dekat sumur yang dalam dan telah bertanya kepada seorang wanita apakah Ia dapat minum(meminta air minum). Di Timur Tengah pada zaman kuno dan bahkan di zaman modern, dianggap merupakan pelanggaran terhadap Allah tidak memberi seseorang air di bawah keadaan seperti itu. Dan betapa percakapan Yesus dengan wanita itu. Dia mungkin telah mengatakan sesuatu kepadanya yang bahkan belum dijelaskannya kepada murid-murid-Nya ketika Dia berkata, "Akulah Dia [Mesias]." (Yohanes 4:26, GNB *)
18. Berapa kali Yesus mengungkapkan kepada orang-orang secara langsung bahwa Dia adalah Mesias? Ketika Dia kembali ke Galilea dan memberi tahu orang-orang di kampung halaman-Nya - bahkan secara tidak langsung dengan mengutip dari Yesaya - bahwa Dia adalah Mesias, mereka mencoba untuk membawa-Nya keluar dan melempari-Nya dengan batu! (Lukas 4: 16-30)
19. Ketika Yesus selesai berbicara dengan wanita di sumur di Syhar, murid-murid-Nya kembali dan terkejut melihat Dia berbicara kepadanya. Ketika para murid bertanya kepada Yesus tentang apa yang telah Dia lakukan, Dia mengatakan sesuatu yang aneh/asing: "Tuaian benar-benar berlimpah, tetapi pekerja sedikit." (Matius 9:37, NKJV *)
20. Dengan menjangkau wanita Samaria ini, Yesus dapat bersaksi di seluruh desa/kampung. Apakah kita bersedia digunakan oleh Allah untuk menjangkau orang-orang di sekitar kita?
21. Menanggapi penolakan oleh orang-orang Yahudi, orang-orang Samaria telah membangun garis keimamat dan kuil mereka sendiri di Gunung Gerazim. Mereka mencampuradukkan praktik kafir dengan agama Yahudi. Tetapi, semua itu tidak terlalu berarti bagi Yesus. Dia melihat jiwa-jiwa yang membutuhkan Allah.

21. Dan pelajaran apa yang Yesus coba ajarkan kepada para murid-Nya melalui pengalaman itu?
   Mereka yang memiliki Roh Kristus akan melihat semua orang melalui mata belas kasih ilahi. Tidak peduli apa pun posisi sosialnya, tidak peduli apa kekayaannya atau seberapa tinggi pendidikannya, jika seseorang ada di dalam Kristus, ia tidak akan menjadi tidak baik, tidak sopan, berhati keras, dan tanpa ampun. Karena setiap jiwa sepenuhnya bergantung pada Allah untuk setiap berkat yang ia nikmati, betapa sabarnya, betapa berbelas kasihnya, kita seharusnya bagi setiap makhluk. Allah memandang manusia dalam kondisinya yang hilang, dalam kemerosotan dan rasa bersalahnya, dan membayar harga yang sama untuk tebusan orang miskin dan orang buangan yang ia bayar untuk menebus orang kaya dengan semua talenta yang melekat padanya.
Tidak ada rasa hormat dari orang dengan Tuhan. Semua adalah calon2(kandidat) untuk surga atau neraka.
   Semua perlu diajarkan setiap jam tentang Allah, untuk menjadi pelajar2 yang rajin, agar pada waktunya mereka dapat menggunakan secara bijak kemampuan mereka yang terpecah, agar mereka dapat menjadi agen yang hidup untuk bekerja sama dengan makhluk2 surgawi yang cerdas untuk menyelamatkan jiwa manusia, yang dengan hati yang lembut, dipenuhi dengan belas kasihan dan kebaikan sejati, mereka dapat bekerja sebagaimana Kristus bekerja. Rasul berkata, “Kamu adalah pekerja bersama Tuhan." Anda harus menjaga yang miskin, Anda harus menjaga yang yatim, yang membutuhkan kebijaksanaan, perhatian, cinta, dan bantuan Anda. Anda harus menjaga janda itu. Anda harus menjaga mereka yang kekurangan, kelaparan, berpakaian compang-camping, yang pada prinsipnya bejat; karena Yesus datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. Tuhan peduli pada orang-orang yang terbuang, dan apakah Anda menganggap diri Anda terlalu baik, terlalu terhormat, untuk menanggung kuk bersama Kristus, dalam upaya menyelamatkan yang binasa? Apakah Anda akan membenci rekan-rekan pria Anda? Apakah Anda akan menjadi pelanggaran terhadap Allah dengan meremehkan dan menghina gambarnya dalam diri manusia? Dalam garis yang berbeda, Kristus telah mengungkapkan hubungan manusia dengan sesamanya. Yesus, Anak Allah satu-satunya yang diperanakkan, telah menyelesaikan pertanyaan itu selamanya dalam contoh yang telah Ia tetapkan bagi dunia. Tanyakan pada diri sendiri: Apakah saya penjaga adik saya? Dan siapa sesama saya? —Ellen G. White, Signs of the Times, * 20 Juni 1892, par. 2.
22. Apakah ada orang di sekitar Anda yang secara sadar atau tidak sadar Anda memandang rendah dan Anda tidak mau melakukan upaya untuk memenangkan mereka bagi Kristus? Bisakah kita memiliki sikap yang sama seperti yang dimiliki Yesus terhadap orang Samaria?

SELASA: MULAILAH DIMANA ANDA BERADA.
23. Dalam upaya kita untuk mencoba menjangkau orang lain, satu hal yang harus kita ketahui adalah bahwa tempat di mana kita harus memulai adalah di mana pun kita berada. Tidak ada tempat lain untuk memulai.
24. Sangat mudah untuk berpikir bahwa pekerjaan membangun gereja adalah pekerjaan pendeta. Lagipula, dia dibayar untuk melakukan itu. Tetapi, Allah memiliki rencana yang sangat berbeda untuk gereja-Nya. Dia ingin semua orang menjadi saksi bagi-Nya.
25. Dapatkah Anda mengidentifikasi saat-saat ketika Allah membuka pintu untuk Anda saksikan? Apakah Anda memanfaatkan peluang itu. Jika tidak, mengapa tidak? Haruskah kita mengharapkan setiap orang untuk menyambut kesempatan belajar tentang Yesus? Tentu saja tidak. Jika kita mencoba untuk bersaksi kepada orang-orang, dapatkah kita menyebabkan penghalang yang dibangun di antara kita dan mereka?
Yohanes 1: 40-41: v.40.Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus.v.41.Ia membawanya kepada Yesus....”
(Baca: Yoh.6:5-11; Yoh.12:20-26.....)
25. Coba bayangkan diri Anda dalam posisi Andreas ketika dia pertama kali bertemu Yesus. Orang-orang Yahudi telah menunggu Mesias selama lebih dari 400 tahun! Apa yang akan Anda lakukan jika Anda baru tahu bahwa Mesias telah datang? Andreas tidak sabar untuk memberi tahu saudaranya, Petrus.
   Kemudian, Andreas membawa anak lelaki itu dengan makan siangnya kepada Yesus. Masih kemudian, Andreas membawa beberapa orang Yunani kepada Yesus. Dia tahu apa yang harus dilakukan: Membawa mereka kepada Yesus.
26. Apakah mata kita terbuka untuk melihat kebutuhan rohani orang-orang di sekitar kita? Apakah orang-orang itu melihat sesuatu dalam diri kita yang menarik mereka? Apakah kita berbelas kasih dan peduli? Apakah mereka melihat kedamaian dan tujuan hidup dalam diri kita? Apakah hidup kita merupakan iklan untuk Injil?

RABU: MENGHADAPI ORANG YANG SULIT.
27. Terkadang, kita melihat pengemis atau orang tunawisma lainnya melakukan hal-hal yang membuat kita sangat tidak nyaman. Apakah kita diam-diam membenci orang-orang itu? Atau, apakah kita mengenali mereka sebagai anggota potensial keluarga Allah?
   Yesus adalah ahli dalam berurusan dengan orang2 yang sulit.  Bagi Yesus, tidak ada yang berada di luar jangkauan Injil. Yesus tentu percaya bahwa :
   “Tidak ada yang jatuh begitu rendah, tidak ada yang begitu keji, tetapi mereka dapat menemukan pembebasan di dalam Kristus”. — Ellen G. White, The Desire of Ages * 258.6. (Walaupun seorang telah jatuh begitu rendah, atau begitu najis, ia mendapat kelepasan di dalam Kristus).
28. Baca Matius 4: 18-19; Markus 12: 28-34; dan Lukas  29. Dalam keadaan yang sangat, sangat berbeda setiap kali Dia melihat kesempatan, Yesus berusaha menjangkau orang-orang. Lihatlah komentar yang sangat menarik tentang pencuri di kayu salib.
(Baca Yoh.19:4. D.A. hlm.749.3)
30. Jelas bahwa kita hidup di dunia yang terluka. Setiap orang di dunia ini perlu mendengar kebenaran tentang Allah dan tertarik oleh keindahan Yesus. Tapi, berapa banyak dari mereka yang mengenalinya? Mereka mungkin merasa lapar akan sesuatu yang melebihi diri mereka sendiri/diluar jangkauan mereka; tetapi, mereka tidak mengenali apa yang mereka butuhkan.
  “Carilah Tuhan untuk mata yang melihat, hati yang peka mendengarkan, dan keinginan untuk membagikan Kristus yang Anda kenal dan kasihi kepada orang lain, dan Anda akan berada di jalan menuju perjalanan yang menyenangkan seumur hidup Anda. Hidup akan memiliki makna yang sama sekali baru. Anda akan memiliki rasa kepuasan dan kegembiraan yang belum pernah Anda alami sebelumnya. Hanya mereka yang bekerja untuk jiwa-jiwa yang dapat mengetahui kepuasan yang bisa dihasilkannya”. —Adult Sabbath School Bible Study Guide* for Wednesday, July 15. 35.
     KAMIS: MERASAKAN PELUANG2 YANG TERSEDIA.
   Kitab Kisah Para Rasul dipenuhi dengan kisah-kisah tentang bagaimana para murid memanfaatkan peluang2 yang tersedia untuk kemajuan kerajaan Allah, meskipun ada tantangan yang dihadapi baik secara internal maupun eksternal.

32. Paulus, tidak diragukan lagi, penginjil yang paling terkemuka/terkenal di zaman Perjanjian Baru. Dia terus mencari tempat baru untuk bersaksi. Dia dianiaya. Dia dirajam dan dibiarkan mati. Dia dipenjara; tetapi, ia terus bersaksi.  Baca 2 Kor.2:12-13. Disini Paulus menceritakan pengalamannya di Troas. “...tidak menjumpai Titus..minta diri dan berangkat ke Makedonia”.  Tuhan secara ajaib membuka pintu bagi Paulus untuk memberitakan Injil di benua Eropa, dan dia tahu bahwa pintu yang dibuka Allah hari ini mungkin ditutup besok.  Memanfaatkan kesempatan dan melihat kemungkinan ia segera berlayar ke Makedonia.  Allah Perjanjian Baru adalah Allah pintu terbuka—Allah yang menyediakan PELUANG bagi kita untuk membagikan iman kita.(Yang terpenting di hati masing2 individu).
33. Paulus sudah menghabiskan sekitar dua tahun di Eropa, kebanyakan di Korintus, ketika ia tiba di Troas pada kesempatan itu. Setelah meninggalkan Korintus, situasinya menjadi buruk. Jadi, Paulus telah melakukan perjalanan kembali ke Korintus, mungkin dengan kapal, dan telah diperlakukan dengan sangat buruk oleh orang-orang di Korintus. (Lihat 2 Korintus 2: 1-4.) Setelah kembali ke Efesus tempat ia bekerja dan setelah banyak berdoa, ia mengirim Titus kembali ke Korintus dengan surat yang sangat kuat/keras kepada orang-orang disana!. (Surat itu mungkin seperti yang kita miliki dalam 2 Korintus 10-13.) Dia tidak mendengar apa-apa dari Titus untuk waktu yang lama. Dia sangat khawatir sehingga dia memutuskan untuk berjalan melalui (mengelilingi) Makedonia sampai dia dapat menemukan Titus dan mendengar apa yang terjadi di Korintus dan bagaimana
mereka telah menanggapi suratnya. Dia ingin tahu apakah mereka telah bertobat. Ketika akhirnya dia bertemu Titus yang sedang dalam perjalanan kembali ke Efesus, dia senang mendapat kabar baik bahwa jemaat Korintus telah bertobat dan menginginkan dia (Paulus) untuk kembali ke Korintus.
34. Baca Kisah 8: 26-38. Philipus sedang melakukan pekerjaan penginjilan yang penting di kota Samaria. Tentunya, Tuhan mengakui kebaikan yang dilakukannya di sana. Namun, Tuhan melihat kesempatan khusus yang perlu dipenuhi. Jadi, Dia membawa Philipus pergi dari Samaria dan membawanya ke jalan dari Yerusalem ke Gaza. Di sana Philipus melihat seorang Etiopia, bepergian/dalam perjalanan dalam keretanya ketika ia kembali dari beribadah di Yerusalem.
   “Seorang malaikat menuntun Filipus kepada seorang yang sedang menari terang dan yang sedia untuk menerima injil; dan pada dewasa ini malaikat2 menuntun langkah2 dari pekerja2 yang akan mengizinkan Roh Kudus unatuk menyucikan lidah mereka dan menghaluskan serta memuliakan hati mereka. Malaikat yang dikirim kpd.Filipus dapat melakukan pekerjaan bagi orang Etiopia itu tetapi hal ini bukanlah cara kerja Allah.
   Adalah rencana-Nya bahwa manusia harus bekerja untuk sesama mereka”. E.G.White, Alfa & Omega, jld.7,hlm.92.
38. Bayangkan Tuhan membimbing Philip: (1) Ke tempat yang tepat, (2) Ke orang yang tepat, (3) Kepada orang yang membaca persis bagian yang benar, (4) Untuk memberikan kesempatan yang luar biasa untuk bersaksi. . Dan di sana, sebuah pengaruh mulai bergerak yang berdampak pada negara Ethiopia sejak hari itu hingga saat ini.
35. Apakah kita bersedia digunakan oleh Roh Kudus? Apakah kita bersedia bekerja dengan Tuhan sebagai seorang mitra?
  “Mengapa tidak berdoa seperti ini?. “Tuhan, aku bersedia digunakan untuk kemajuan kerajaan-Mu. Buka mataku sehingga bisa melihat ketersidiaan peluang yang Engkau bua setiap hari di hadapanku. Ajari Aku untuk menjadi peka terhadap orang-orang disekitarku. Tolong aku untuk mengucapkan kata2 pengharapan dan dorongan serta membagikan kasih dan kebenaran-Mu kepada mereka yang aku hubungi setiap hati.”
   Jika Anda akan berdoa seperti ini, Allah akan melakukan beberapa hal luar biasa dengan hidup Anda.
36. Memenangkan jiwa kepada Injil tidak mudah. Setan hidup dan sehat/baik2 saja! Tetapi, Allah membutuhkan saksi yang rela setiap hari di setiap tempat. Kepada siapa Anda melakukan kontak yang mungkin dapat Anda bersaksi?
37. Pikirkan tentang orang-orang yang tidak terduga yang Roh Kudus menjangkau dan menyentuh untuk memenangkan mereka karena Injil. Siapa yang mengira bahwa Saulus dari Tarsus akan menjadi penginjil terkemuka? Namun, kemudian, pengalaman di jalan menuju Damaskus terjadi.
38. Sudahkah Anda mencoba berlatih/mempraktekkan melihat orang melalui mata Yesus? Tidak peduli seperti apa mereka kelihatannya atau posisi apa yang mungkin mereka miliki di bumi ini, ada kemungkinan besar bahwa mereka dapat menjadi anggota gereja Allah yang berguna. Yesus menjangkau wanita itu di Samaria. Dia menjangkau wanita Kanaan yang putrinya dirasuki Iblis. Dia mengirim Philipus untuk menjangkau sida2 Ethiopia. Yesus sendiri mengulurkan tangan kepada pencuri di
salib, perwira Romawi, dan banyak pencari lainnya. Kepada siapa kita dapat menjangkau?
37. Kita menyadari fakta bahwa ada sejumlah besar orang yang tidak tertarik pada hal-hal rohani.
38. Tidak bisakah kita masing-masing melakukan apa yang dilakukan Andreas dan “membawa orang kepada Yesus”? Bagaimana kita bisa melakukan itu di abad ke-21? Apa yang dapat kita lakukan untuk memperkenalkan anggota keluarga atau teman, bahkan kenalan, kepada Tuhan Yesus Kristus?

 Pdt.H.M.Siagian,MPTh.


Kamis, 09 Juli 2020

KESAKSIAN YANG MENYENANGKAN: Kuasa Kesaksian Pribadi.


9780972821704: Winsome Witnessing: Dynamic Ways To Share Your ...
Ayat hafalan: 
"Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar".(Kisah 4:20).
KESAKSIAN YANG MENYENANGKAN: Kuasa Kesaksian Pribadi.(Winsome Witness: The power of Personal Testimony). SS III/2020-10 Juli 2020.
1. Mengapa kesaksian pribadi begitu berkuasa/kuat? Jika Anda seperti Paulus dan merasa bahwa Anda tidak bisa diam mengenai/tentang hubungan Anda dengan Yesus Kristus, itu akan /dapat dilihat dan didengar.(Ada kuasa yang sangat luar biasa dalam kesaksian pribadi. Ketika seseorang menerima Kristus, dan kehidupannya berubah secara dramatis, orang lain akan melihat. Pastilah kita memiliki kesaksian pribadi untuk dibagikan kepada dunia).
2. Tidak ada yang bisa berdebat dengan Anda tentang kesaksian atau pengalaman pribadi Anda. Mereka dapat berdebat tentang teologi; mereka bisa mengejek agama; tetapi, ketika Anda berbicara tentang pengalaman pribadi Anda, bahkan orang yang skeptis dapat dipengaruhi oleh kuasa Injil dan bagaimana itu telah memengaruhi Anda./memiliki effek bagi anda.
3. Kadang-kadang, orang-orang mengalami pertobatan dramatis yang mendadak seperti rasul Paulus di jalan Damaskus. Tetapi, yang jauh lebih umum adalah kisah orang-orang yang lambat laun tertarik oleh kasih Allah, oleh Yesus yang indah/betapa berharganya Yesus.

MINGGU: SAKSI YANG TIDAK MUNGKIN.
4. Beberapa orang memiliki hubungan baru yang menggairahkan dengan Allah dan Yesus Kristus ketika mereka berhubungan dengan seseorang yang dapat menjelaskan Injil dengan cara yang masuk akal bagi para pemikir modern atau bahkan penanya/penyelidik yang serius tentang Alkitab. Pertimbangkan kisah Alkitab ini!
   Baca Markus 5:15-20 Yesus mengusir roh jahat dari orang Gerasa. v.19:”Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu,dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau”. Kerinduannya adalah mengikut Yesus. Dia mau menjadi salah seorang murid Yesus. v.18. dia "meminta" agar Yesus mengizinkan dia memasuki perahu dan mengadakan perjalanan bersama-Nya. Kata "meminta"--kata yang kuat, indikasi suatu kerinduan yang kuat.(= memohon, memohon berkali-kali/sungguh-sungguh meminta. Respons Yesus dlm v.19 (lihat diatas).
v.20 So the man left and went all through the Ten Towns, telling what Jesus had done for him. And all who heard it were amazed.—American Bible Society. (1992). The Holy Bible: The Good News Translation*(2nd ed., Mark 5:15–20). New York: American Bible Society.
 (Kamus kecil: Nama untuk 10 kota, timur Galilea, penduduknya sebagian besar org2 yg.berbahasa Yunani.
*++Misionaris Non Yahudi pertama (lihat no.9) yang Kristus utus adalah seorang pria yang tadinya kerasukan setan, sekarang diubahkan oleh kasih karunia-Nya.(Bukan Petrus,Yakobus, Yohanes,Thomas, Filipus). Alkitab berkata: orang ini disiksa dan dirasuk oleh satu "legion"/pasukan iblis. Satu legion "adalah unit terbesar dalam tentara Roma..yang memiliki kekuatan penuh terdiri dari 6000 tentara", (Archeological Study Bible,(Grand Rapids, MI:Zondervan Publishers, 2005) hlm.1633. Dalam PB, istilah ini mewakili jumlah yang banyak.  Yesus tidak pernah kalah melawan kuasa setan, tidak peduli berapa pun banyaknya atau berapa besar jumlahnya.
5. Itu adalah salah satu kisah yang luar biasa. Yesus meminta murid-murid-Nya untuk naik perahu untuk melakukan perjalanan melintasi Danau Galilea ke wilayah bukan Yahudi. Apakah para murid bertanya di antara mereka sendiri, "Mengapa kita melakukan ini?"  
   Hampir segera setelah mereka mencapai sisi lain(disuatu tempat lain), mereka diserang oleh satu atau dua orang yang dirasuki setan; sisa ceritanya adalah sejarah. Wilayah Dekapolis, sebagian besar di sisi/disebelah timur Laut Galilea dan Sungai Yordan, membentang dari Damaskus di utara ke Philadelphia Palestina di Selatan.
6. Yang agak menarik adalah bahwa Pella, salah satu kota di Dekapolis, berada beberapa mil di selatan tempat cerita ini terjadi. Pella adalah kota tempat orang-orang Kristen melarikan diri ketika Yerusalem pertama kali dikepung oleh pasukan Romawi pada tahun 66M.
 7.Bagaimana tanggapan Anda jika Anda adalah salah satu dari mereka yang mendengar kesaksian orang yang kerasukan roh jahat? Dia telah berubah dari kerasukan setan, dari tadinya meneror seluruh desa menjadi seorang pria yang secara fisik, mental, emosional, dan spiritual seutuhnya.(Sehat fisik,mental,emosianal dan rohaninya –kembali utuh).
8. Perhatikan kata-kata ini dari Ellen White tentang kesaksian pribadi. Dia disembuhkan secara fisik,mental, emosi, dan rohani. Kerinduannya adalah mengikut Yesus. Dia mau menjadi salah seorang murid Yesus.
    “Sebagai saksi2 bagi Kristus, kita harus memberitakan apa yang kita ketahui, apa yang telah kita lihat dan dengar serta rasakan. Jika kita mengikuti Yesus langkah demi langkah, kita mempunyai sesuatu yang benar yang menceritakan mengenai jalan yang melaluinya Ia telah memimpin kita. Kita dapat menceritakan bagaimana kita telah menguji janji-Nya, dan ternyata janji itu benar. Kita dapat menjadi saksi terhadap apa yang telah kita ketahui mengenai anugerah Kristus. Inilah saksi yang dituntun oleh Tuhan, dan oleh kekurangannya dunia sedang binasa.”—A & O,Jld.5 hlm.366. D.A.340.1.
   Allah sering menggunaan saksi yang TIDAK MUNGKIN yang diubahkan oleh anugerah-Nya untuk membuat perbedaan di dunia kita.
9. Orang yang kesurupan sebelumnya ini (dan Matius 8: 28-34 menganjurkan ia mungkin memiliki seorang teman/2 orang-- adalah merupakan misionaris non-Yahudi pertama! Apakah kita akan memilihnya? Ada dua hal yang sangat penting kita ketahui tentang cerita ini.     Kedua orang ini memiliki dampak yang sangat besar pada daerah yang kebanyakan orang bukan Yahudi itu, seperti yang dijelaskan Ellen White:
  “Meskipun orang-orang Gergesa/Gadara belum menerima Yesus, Dia tidak membiarkan mereka dalam kegelapan.
  Dalam menyebabkan kebinasaan babi, itu adalah tujuan Setan untuk menjauhkan orang-orang dari Juruselamat, dan mencegah pemberitaan Injil di wilayah itu. Tetapi kejadian ini sangat membangunkan seluruh negeri  dan mengarahkan perhatian kepada Kristus.  Meskipun Juruselamat Sendiri sudah pergi, orang-orang yang telah Dia sembuhkan tetap sebagai/menjadi saksi bagi kuasa-Nya. Mereka yang tadinya telah menjadi perantara pangeran kegelapan telah menjadi saluran terang, utusan Putra Allah. Orang banyak kagum ketika mereka mendengarkan berita yang menakjubkan itu.  Sebuah pintu telah terbuka bagi Injil di seluruh wilayah itu. (mereka dipersiapkan untuk kunjungan Kristus di kemudian hari)...Itulah sebabnya, Yesus berkata:"Kembalilah kepada sahabat-sahabatmu......(Mrk.5:19). Respons orang itu sangat cepat dalam ay.20. Ketika Yesus kembali ke Dekapolis,(sekitar 9-10 bulan kemudian) orang-orang berbondong-bondong datang kepada Dia, dan selama tiga hari, tidak hanya penduduk satu kota, tetapi ribuan dari seluruh wilayah sekitarnya, mendengar pekabaran keselamatan itu. --pikiran mereka (non-Yahudi).. telah terbuka untuk menerima Dia. Lihat Alfa dan Omega, Jld.5, hlm.362-368.  [Lihat Matius 15:38 dan Markus 8: 9 tentang memberi makan 4000 orang yang telah disaksikan oleh orang jahat.]  Bahkan kuasa iblis berada di bawah kendali Juruselamat kita, dan pekerjaan kejahatan ditolak untuk kebaikan. . — Ellen G. White, The Desire of Ages * 340.2-3.
(Orang itu memiliki satu unsur penting untuk bersaksi--yaitu kehidupan yang telah diubahkan--dia tidak memiliki kesempatan untuk mendengar khotbah2-Nya atau menyaksikan mukzijat-Nya.
   Tetapi tujuan Kristus tidak digagalkan. Dia membiarkan roh-roh jahat untuk menghancurkan kawanan babi sebagai teguran kepada orang-orang Yahudi yang memelihara binatang-binatang najis ini demi keuntungan. Seandainya Kristus tidak menahan iblis, mereka akan jatuh ke laut, tidak hanya babi, tetapi juga penjaga dan pemilik mereka. Pelestarian baik penjaga maupun pemilik adalah semata-mata karena kuasa-Nya, dengan penuh belas kasihan dilaksanakan untuk pembebasan mereka. Selain itu, peristiwa ini diizinkan untuk terjadi agar para murid dapat menyaksikan kuasa Setan yang kejam atas manusia dan binatang (man and beast/babi). — Ellen G. White, The Great Controversy * 515.1. 
10.Apakah Anda memiliki kisah pertobatan yang tidak biasa? (unusual conversion story?)

SENIN: MENGABARKAN KRISTUS YANG TELAH BANGKIT.
11. Cobalah membayangkan diri Anda di antara pengikut Yesus yang setia pada akhir pekan penyaliban. Takut mati tentang apa yang mungkin terjadi selanjutnya dan menangis tak terkendali, mereka tidak tahu apa yang akan terjadi. Pada hari Sabat itu, yang bisa mereka pikirkan hanyalah tubuh Yesus yang memar, bekas luka, berdarah yang tergantung di kayu salib. Harapan mereka benar-benar hancur.
12. Tetapi, terlepas dari semua itu, pada hari Minggu pagi, para wanita memutuskan bahwa mereka harus pergi ke kubur dan memberikan penghormatan yang layak kepada tubuh yang telah mati itu(Jenazah). Coba bayangkan diri Anda berjalan bersama mereka, mengetahui bahwa ada tentara Romawi yang menjaga kubur itu, mengetahui bahwa itu ditutupi oleh batu, dan bertanya-tanya bagaimana mereka(para wanita itu) dapat mendekati mayat itu.
13.Namun mereka lihat tidak ada tentara di sana. Alih-alih/Sebagai gantinya, ada malaikat yang siap menyambut mereka, dengan mengatakan, “Dia tidak ada di sini; karena Ia telah bangkit...pergilah dan katakan kepada murid2-Nya" (Matius 28: 6,7 NKJV *) Cobalah membayangkan bagaimana perasaan Anda pada saat itu. Apakah Anda mungkin bisa pingsan? Apakah Anda akan melompat-lompat dengan gembira? Tidak ada lagi tangisan!(There was no more crying).
   Dua wanita bernama Maria dibubahkan di kubur. Kabar baik adalah untuk dibagikan. Hati yang dipenuhi dengan kasih karunia-Nya dan yang terpikat oleh kasih-Nya tidak dapat berdiam diri.  Thema yang diulang-ulang di sepanjang PB adalah tentang bersaksi. Kisah Para Rasul adalah tindakan bersaksi. Murid2 menyaksikan Kristus yang mereka ketahui, yang mereka kenal secara pribadi. Apakah mungkin menjadi saksi palsu?. -di pengadilan atas suatu peristiwa kriminal--mengarang satu cerita untuk membantu sahabat. Anda dapat menjadi tahanan karena memberikan kesaksian palsu. Hakim dan juri hanya meminta kesaksian yang merupakan pengalaman pribadi dalam sebuah peristiwa.
   Kita tidak dapat membagikan Kristus yang tidak kita kenal.
   Markus 16:1-11—Maria Magdalena dan Maria ibu Yesus....
14. Ellen White menganjurkan bahwa Maria, yang datang dari arah yang berbeda, sebenarnya tiba duluan di kuburan/makam, telah mengetahui bahwa kubur itu telah kosong, dan berlari untuk memberi tahukan kepada para murid.(Berita baik harus dibagikan, dan dia tidak bisa diam. Kristus Hidup! Makam-Nya kosong, dan dunia harus mengetahuinya). Kemudian, para wanita lainnya tiba dan disambut oleh malaikat itu. Setelah mendengar cerita Maria, Petrus dan Johanes berlari kembali ke makam untuk mengkonfirmasi apa yang telah dikatakan Maria kepada mereka. Menurut Anda mengapa para murid tidak percaya kepada Maria ketika dia memberi tahu mereka bahwa Yesus sudah pergi/tidak ada (was gone).? –kita tidak akan terkejut juga, jika orang lain juga tidak segera menerima pekabaran kita.
SELASA: KEHIDUPAN YG.DIUBAHKAN MEMBUAT PERBEDAAN.
15. Beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian, peristiwa yang dicatat dalam Kisah 4: 1-20 telah terjadi.
   Baca Kisah 4:1-20. Petrus & Yohanes memberitakan bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati.  v.4.Diantara orang yang mendengar—banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira2 5000 orang laki-laki.v.12. dibawah kolong langit ini tidak ada nama lain yg.diberikan kepada manusia yg.olehnya kita dapat diselamatkan.v.20.sebab tidak mungkin bagi kami utk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar.
   Gereja P.B. meledak dalam pertumbuhan. Ada 3000 orang yang dibaptis pada hari Pentakosta (Kis.2:41). Ribuan lagi ditambahkan ke gereja beberapa pekan kemudian (Kis.4:4—lihat diatas). Orang2 percaya PB ini telah bersama Kristus. Kehidupan mereka berubah. Diubahkan oleh anugerah-Nya, dan mereka tidak bisa diam.
16.Di antara mereka yang dibaptiskan, ada orang Saduki
(Kisah 6: 7) dan orang-orang Farisi. (Kisah 15: 5). Pikirkan transformasi/perubahan Petrus yang luar biasa. Dari orang pengecut saat ditanya oleh oleh seorang pelayan yang bekerja di halaman Kayafas sampai bisa berdiri dengan berani di hadapan Sanhedrin dan berkata: "Orang ini berdiri di sini di hadapan kamu dengan sehat melalui kuasa nama Yesus Kristus dari Nazaret - yang kamu telah salibkan dan yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati---. " (Kisah 4:10, GNB *) Apa yang akan Anda katakan?
++Sebelum Yesus disalibkan, Petrus adalah murid yang merasa yakin atas kemampuannya sendiri. Penyaliban dan kebangkitan Yesus mengubah hidupnya.  Sebelum penyaliban, Yohanes adalah salah satu dari "anak-anak guruh".(bukan orang yang rendah hati).
17. Tidak heran “para anggota Dewan kagum melihat betapa beraninya Petrus dan Yohanes dan mengetahui bahwa mereka adalah manusia biasa yang tidak berpendidikan. Mereka menyadari bahwa mereka adalah sahabat/sebagai pengikut Yesus. ” (Kisah 4:13 GNB *)   Apakah Anda siap untuk berdiri di depan Kongres untuk memberikan kesaksian Anda?.

 18. Pikirkan tentang pengalaman yang berbeda dari para murid lainnya.
19. Jadi, bagaimana dampak Injil pada Anda?.
   Perhatikan pernyataan EG.White dalam Kebahagiaan Sejati hlm.88: “Begitu seseorang datang kepada Kristus maka begitu cepat pulalah lahir di dalam hatinya satu kerinduan memberitahukan kepada orang lain betapa indah berkat persahabatan yang diperolehnya di dalam Yesus; kebenaran yang menyelamatkan dan menyucikan tidak dapat dipendam di dalam hatinya”.

RABU: MEMBAGIKAN PENGALAMAN KITA.
20. Apa yang akan terjadi jika setiap orang Advent siap untuk bersaksi? Kita mungkin tidak dapat melakukan mukjizat seperti yang dilakukan Petrus dan Yohanes; tapi, kita bisa bersaksi. Bacalah kisah Paulus dipanggil di hadapan Raja Agripa sebagaimana dicatat dalam Kisah Para Rasul 26. Herodes Agripa II dan saudara perempuannya dan kemungkinan pasangan seksnya, Berenice, mendengarkan Paulus menggambarkan pengalamannya sebelum pertobatan, kemudian di jalan Damaskus, dan kemudian setelah pertobatan. Paulus mengerti dengan jelas bahwa bersaksi tidak pernah tentang kita; selalu tentang Dia. Sebenarnya/kenyataannya, “kabar baik” bukan tentang kita, melainkan tentang bagaimana kita diselamatkan; selalu tentang Dia yang menyelamatkan kita.
++Bersaksi itu bukanlah tentang diri kita. Bukan tentang betapa jahatnya kita dahulu atau betapa baiknya kita sekarang setelah bertemu dengan Yesus. Semuanya adalah tentang Yesus. (bukanlah riwayat hidup--Yesus yang harus menonjol.)  Tentang kasih-Nya, karunia-Nya, rahmat-Nya, pengampunan-Nya,dan kuasa-Nya yang kekal untuk menyelamatkan kita. Paulus tidak pernah lelah bersaksi tentang apa yang yang Kristus lakukan baginya, namun dia tidak pernah berfokus hanya pada betapa buruk masa lalunya. Sebaliknya, dia berfokus kepada betapa baiknya Allah itu kepadanya.  Paulus membagi kesaksiannya dalam Kisah 26:1-28 menjadi 3 bagian:
1. Kehidupannya sebelum mengenal Kristus.
2. Bagaimana dia bertemu dengan Kristus, dan

3. Kehidupannya setelah menerima Kristus.

21. Bagaimana Anda memahami kedua bagian/perikop ini? (Bgmn Pengalaman Yohanes mirip dengan pengalaman Paulus)---perjumpaan pribadi dengan Yesus. Meskipun Yohanes dan Paulus memiliki pengalaman hidup yang berbeda, mereka berdua memiliki perjumpaan pribadi dengan Yesus. Pengalaman mereka dengan Yesus bukanlah pengalaman yang terjadi pada titik tertentu di masa lalu dan kemudian berakhir. Itu adalah pengalaman sehari-hari yang berkelanjutan tentang bersukacita dalam kasih-Nya dan berjalan dalam terang kebenaran-Nya.
1 Yohanes 1: 1-3 “Tentang apa yang kami lihat dan dengar”....... Galatia 2:20....”tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah....
22. Adalah Penting untuk diingat bahwa pertobatan bukanlah peristiwa tunggal(not a single event). Itu hidup hari demi hari dalam hubungan dengan Yesus Kristus. Faktanya, kita perlu dipertobatkan setiap hari.
   Apakah pertobatan hanya merupakan sesuatu dari masa lalu?. Disini ada pernyataan E.G.White bagi mereka yang mengira pengalaman pertobatan mereka di masa lalu adalah yang terpenting :"Seolah-olah, jika mereka mengetahui sesuatu tentang agama pada waktu dahulu, mereka tidak perlu dipertobatkan setiap hari; tetapi masing-masing kita harus setiap hari, bertobat". Manuscript Release,Jld.4, hlm.46.

KAMIS: KUASA KESAKSIAN PRIBADI.
23. Herodes Agrippa II adalah putra Herodes Agrippa I yang kematiannya digambarkan dalam Kisah Para Rasul 12: 20-23...v.23. ...”ia ditampar malaikat Tuhan karena ia tidak memberi hormat kepada Allah; ia mati dimakan cacing-cacing”.(rakyatnya bersorak saat dia berpidato dan mengatakan: ini suara allah dan bukan suara manusia).
   Karena itu, ia adalah cicit dari Herodes Agung. Dia memiliki dua saudara perempuan; yang tinggal bersamanya adalah Bernike (Berenice).
   Kakak perempuannya, Drusilla, akhirnya menjadi istri, atau lebih tepatnya selir, dari Felix. Herodes Agripa II akhirnya pensiun ke Roma di mana ia wafat pada tahun 100 M.  Herodes Agrippa II dan Bernike(Berenice), meskipun sebagian besar keturunannya adalah Yahudi, namun ia adalah simpatisan Romawi.

   “Agripa. Lihat di ch. 25:13. Raja muda itu sangat kontras/bertentangan dengan Paulus.
   Bagian terakhir dari barisan raja-raja Yahudi yang membusuk, Makabe, dan rumah Herodes, Agripa mengaku sebagai seorang Yahudi tetapi  pada dasarnya (pada hatinya) adalah seorang Romawi. Pemerintahannya menandai akhir dari dinasti dan suatu era. Sejak dulu (Dari sejak pertama) dinasti Herodian telah ditawan ke Roma, dan tentu saja tidak membuat catatan yang cemerlang. Di hadapannya berdiri Paulus, sudah tua, tetapi kuat dalam keyakinannya, dan percaya diri terlepas dari keadaan.   Agrippa sinis, acuh tak acuh terhadap nilai-nilai nyata; Paulus sangat bersungguh-sungguh, apa pun risikonya bagi dirinya sendiri. — Artikel tentang
Kisah Para Rasul 26: 1. Dalam Nichol, F. D. (Ed.). (1980).  SDA Bible Commentary, * vol. 6, 436. Assosiasi Percetakan Review & Herald.
(Agrippa. See on ch. 25:13. The young king stands in striking contrast to Paul. This last scion of a decayed line of Jewish kings, the Maccabees, and of the house of Herod, Agrippa professed to be a Jew but was at heart a Roman. His reign marked the end of a dynasty and of an era. From the first the Herodian dynasty had been captive to Rome, and had certainly made no brilliant record. Before him stands Paul, old now, but strong in his convictions, and confident despite the circumstances. Agrippa is cynical, indifferent to real values; Paul is ardent for truth, no matter what the cost to himself.—Article on Acts 26:1. In Nichol, F. D. (Ed.). (1980). The Seventh-day Adventist Bible Commentary,* vol. 6, 436. Review and Herald Publishing Association.)

24. Dalam presentasinya, Paulus tidak menuduh setiap dosa2 yang dilakukan oleh Raja Agrippa meskipun dia mungkin telah melakukannya! Dia baru saja menyajikan kisah pribadinya dan apa yang telah dilakukannya(oleh kisah itu) dalam hidupnya.  Keberanian kesaksian Paulus adalah bukti kehidupan yang telah diubah secara kuat oleh Allah sendiri.

JUMAT:
25. Jadi, apa yang harus kita saksikan? Semoga, itu karena kita memiliki kehidupan yang memiliki makna dan kegembiraan karena hubungan kita yang kaya dengan Yesus Kristus.
“The Saviour knew that no argument, however logical, would melt hard hearts or break through the crust of worldliness and selfishness. He knew that His disciples must receive the heavenly endowment; that the gospel would be effective only as it was proclaimed by hearts made warm and lips made eloquent by a living knowledge of Him who is the way, the truth, and the life” —Ellen G. White, The Acts of the Apostles* 31.1.
(“Juruselamat tahu bahwa tidak ada perbedaan pendapat/argument, meskipun masuk di akal, akan melunakkan hati yang keras atau menghancurkan lapisan keduniawian dan kasih akan diri sendiri.  Ia mengetahui bahwa  murid-murid-Nya harus menerima pemberian surga; bahwa Injil akan mengesankan hanya bila itu dimasyhurkan oleh hati yang dihangatkan dan bibir yang difasihkan oleh pengetahuan tentang Dia yang menjadi jalan, kebenaran dan kehidupan.” Alfa dan Omega, Jld.7, hlm.27.).
 “Kasih Kristus yang ajaib akan mencairkan dan menaklukkan hati, sedangkan hanya sekadar mengulangi ajaran tidak akan melaksanakan apa-apa.”. idem, jld.6 hlm.484.
26. Tapi, kita perlu menghindari satu jebakan. Menceritakan sejarah pribadi kita atau bahkan kisah pertobatan kita tidak dimaksudkan sebagai cara untuk meyakinkan orang lain tentang kebenaran tentang Allah dan Alkitab. Ini adalah cara untuk memberi tahu mereka tentang kegembiraan, kekuatan, harapan, dan sukacita yang telah kita temukan dalam
kebebasan dari rasa bersalah serta kedamaian, belas kasihan, serta pengampunan dari dosa yang telah membuat perbedaan dalam hidup kita.
27. Kita menyadari bahwa menceritakan kisah pribadi kita, mungkin benar-benar memengaruhi orang lain untuk secara serius berpikir untuk mengadopsi Injil mereka sendiri. Itu, pada akhirnya, akan menjadi hasil yang luar biasa. Kita mendengar cerita tentang orang-orang yang telah diubah oleh Injil yang telah mementingkan diri sendiri, materialistis, pemimpin bisnis atau remaja pemberontak atau pecandu narkoba atau alkoholik. Kisah kita mungkin tampak membosankan/lemah/tidak menarik dibandingkan dengan beberapa dari kesaksian mereka. Tetapi, jika kita mengatakan yang sebenarnya dan kita adalah contoh nyata dari apa yang kita katakan kepada orang, itu akan menjadi kesaksian yang kuat.
   Pikirkan bagaimana Injil berdampak/berpengaruh pada Petrus, Yakobus, Yohanes, bahkan Tomas dan Filipus (Yohanes 13: 34- 35).
28. “Pengakuan kita akan kesetiaan-Nya adalah pilihan surga untuk menyatakan Kristus pada dunia ini. Kita patut menghargai Rahmat-Nya sebagaimana yang telah diberitahukan melalui nabi-nabi pada zaman dulu; tetapi yang lebih bermanfaat lagi adalah kesaksian daripada pengalaman kita sendiri. Kita adalah saksi-saksi bagi Allah bila kita tunjukkan didalam diri kita sendiri suatu  kuasa pekerjaan Ilahi”.Alfa dan Omega,Jld.5 hlm.373.
29. Apakah Anda pikir Anda akan merasa nyaman mengumpulkan cerita singkat tentang pengalaman Anda sendiri dengan Yesus Kristus? Pikirkan tentang waktu sebelum peristiwa itu dalam hidup Anda. Lalu, perubahan apa yang terjadi pada titik itu? Dan akhirnya, bagaimana hidup Anda berbeda sejak itu terjadi?. 
   Apakah Anda pikir kisah/cerita/kesaksian Anda akan menjadi kisah/kesaksian  yang menyenangkan?.
    End.
 Pdt.H.M. Siagian,MPTh.