|
Memakai Terjemahan yang Tepat untuk Menyampaikan
Berita yang Benar
|
Bibliografi
|
|
|
Artikel ini diambil dari :
Jurnal Teologi dan Pelayanan Veritas. Oleh Cornelius Kuswanto
|
[Catatan : ** Angka merah dalam artikel
adalah Catatan Kaki yang dapat ditemukan pada akhir artikel]
PENDAHULUAN
Apakah saudara percaya bahwa Ayub menegur
isterinya dengan sebutan "perempuan gila"? Apakah saudara yakin
kalau Ayub membalas ketiga teman yang sudah menyusahkan hatinya dengan
menyebut mereka (maaf untuk pemakaian kata yang "sopan" ini)
"penghibur sialan kamu semua?" Saya percaya dan yakin kata-kata ini
akan diucapkan oleh seorang jagoan dalam cerita komik. Tetapi saya tidak
percaya dan tidak yakin kalau Ayub, seorang yang saleh, jujur dan takut akan
Allah (Ayb. 1:1), akan mengucapkan
kata-kata "sopan" seperti demikian.
Ternyata "ungkapan sopan" tersebut ada
dalam Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia Terjemahan Baru milik
saudara dan saya. Dalam artikel yang singkat ini saya mengajak saudara untuk
memperhatikan beberapa bagian Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru
yang perlu kita teliti terjemahannya sebelum kita sampaikan beritanya.
Sebagai hamba Tuhan kita dipanggil untuk
menyampaikan berita yang benar. Untuk menyampaikan berita yang benar, hamba
Tuhan perlu memakai terjemahan Alkitab yang tepat. Orang-orang Kristen di
Indonesia mempunyai Alkitab LAI Terjemahan baru (LAI TB 1974) yang merupakan
LAI Terjemahan Lama (LAI TL 1965) yang diperbaharui, dan Alkitab dalam Bahasa
Indonesia sehari-hari (BIS 1995). Sebelum menyampaikan firman Tuhan, hamba
Tuhan perlu melakukan pekerjaan rumah dengan membandingkan lebih dahulu
beberapa terjemahan LAI di atas. Alangkah baiknya jika perbandingan versi LAI
ini dibandingkan juga dengan beberapa versi bahasa Inggris, umpamanya New
International Version (NIV) dan New King James Version (NKJV). Disamping itu,
untuk memastikan arti dari beberapa terjemahan di atas, maka hamba Tuhan
perlu melihat langsung dari Teks Masoret (TM) untuk Perjanjian Lama dan
Alkitab Yunani untuk Perjanjian Baru. Jadi, memilih terjemahan yang tepat
bukan sebuah pekerjaan yang mudah dan untuk menyampaikan berita yang benar
seorang hamba Tuhan harus berani membayar harganya. Dalam halaman berikut, saya
mencoba membandingkan beberapa ayat dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru
yang perlu kita analisa terjemahannya. Saya memakai LAI TL **1, LAI TB
dan BIS sebagai teks utama, NIV dan NKJV sebagai teks pembanding, TM dan
Alkitab Yunani sebagai teks penuntun.
BEBERAPA AYAT PL YANG PERLU DIKOREKSI
TERJEMAHANNYA
A. ADA
"BAJINGAN" (IBR. 'ASAPSUP) DI ANTARA ORANG-ORANG ISRAEL YANG KELUAR
DARI MESIR) ?
Mari kita perhatikan catatan Bilangan 11:4 dalam
beberapa versi di bawah ini:
|
LAI TL
|
:
|
"Maka bangsa kacauan, yang di
antara mereka itu, beringin- inginlah lalu pulang..."
|
|
LAI TB
|
:
|
"Orang-orang bajingan yang ada
di antara mereka kemasukan nafsu rakus..."
|
|
BIS
|
:
|
"Dalam perjalanan orang-orang
Israel itu ada juga orang- orang asing yang ikut."
|
|
NIV
|
:
|
"The rabble with them began to
crave other food."
|
|
NKJV
|
:
|
"Now the mix multitude who were
among them yielded to intense raving."
|
Ketika bangsa Israel mengembara di padang
belantara, 'asapsup yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus. Kata
yang dipakai di Bilangan 11:4 hanya
dipakai satu kali dalam PL, jadi kata ini merupakan sebuah "hapax
legomenon"**2. Bagaimana menerjemahkan kata Ibrani 'asapsup ini? Dari
konteks Bilangan 11:4,
kata 'asapsup mengacu kepada sekelompok orang yang ada di antara bangsa
Israel. Kelompok orang yang bagaimana mereka ini? Untuk mengerti arti dari
kata Ibrani ini, mari kita membandingkan referensi paralel dari Keluaran 12:38 di mana
kelompok orang-orang ini (Ibr. 'ereb**3 rab) disebut sebagai:
|
(LAI TB)
|
:
|
"Banyak orang dari
berbagai-bagai bangsa turut dengan mereka"
|
|
(LAI TL)
|
:
|
"Dan lagi suatu tentara besar
dari pada pelbagai bangsa itupun berangkat dengan mereka... "
|
|
(BIS)
|
:
|
"... Sejumlah besar orang asing
juga ikut"
|
|
(NIV)
|
:
|
"Many other people went up with
them... "
|
|
(NKJV)
|
:
|
"A mixed multitude went up with
them also..."
|
Dari Keluaran 12:38 kita
mengetahui bahwa di antara orang Israel yang keluar dari Mesir, ada
sekelompok orang asing yang bergabung dengan dengan bangsa Israel. Keluaran 12:38 tidak
memberitahu kita bagaimana mentalitas kelompok ini, apakah mereka orang
baik-baik atau kelompok preman atau bajingan. Kata benda Ibrani 'ereb hanya
berarti "mixture, mixed company, heterogenous body" yang bukan
bangsa Israel. LAI TL memberikan pengertian yang berlebihan untuk kata 'ereb,
karena istilah "tentara besar" tidak tercakup dalam kata 'ereb.
Dalam Bilangan 11:4 dicatat
bahwa kelompok orang asing ini merasa tidak puas dengan makanan manna yang
mereka makan tiap hari. Keluhan mereka menyebabkan orang Israel ikut mengeluh
dengan manna yang dianggap membosankan. Kata "bajingan" yang
dipakai di LAI TB adalah sebuah kata bernada keras yang mungkin diambil dari
kata "sapsup" yang digunakan di Pentateukh orang Samaria**4. Karena
Pentateukh orang Samaria menghilangkan 'alep dari kata 'asapsup, maka
penggunaan kata 'asapsup di Teks Masoret sepatutnya dipertahankan.
Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa istilah
"bajingan" yang dipakai oleh LAI TB untuk menerjemahkan 'asapsup
adalah tidak tepat. "Bangsa kekacauan" yang digunakan oleh LAI TL
juga kurang cocok. istilah 'asapsup hanya mengacu kepada sekelompok orang
asing. Jadi, menurut Bilangan 11:4 dan
ditambah dukungan dari Keluaran 12:38, tidak ada
bajingan di antara orang Israel. Yang ada adalah sekelompok orang asing yang
ikut keluar dari Mesir bersama orang Israel.
B. ORANG
GIBEON: LICIK ATAU BIJAKSANA?
Orang Gibeon mengetahui bahwa orang Israel di
bawah pimpinan Yosua sudah menaklukkan Yerikho dan Ai. Mereka menyadari bahwa
mereka tidak dapat melawan orang Israel. Yosua 9:4 mencatat bagaimana
tindakan mereka untuk menghadapi orang Israel.
|
LAI TL
|
:
|
"maka dipakainya akal,
pura-pura mereka itu utusan..."
|
|
LAI TB
|
:
|
"maka merekapun bertindak
dengan memakai akal: mereka pergi menyediakan bekal..."
|
|
BIS
|
:
|
"Lalu mereka memutuskan untuk
mengelabui Yosua..."
|
|
NIV
|
:
|
"they resorted to a ruse"
|
|
NKJV
|
:
|
"they worked craftily..."
|
LAI TL dan LAI TB menerjemahkan kata Ibrani
be'orma (preposisi be- dan kata benda 'orma) dengan konotasi positif
"akal." Tetapi BIS ("mengelabui"), NIV ("they
resorted to a ruse") dan NKJV ("they worked craftily") memberikan
konotasi negatif.
Istilah Ibrani "be'orma" yang dipakai
dalam Yosua 9:4 juga dipakai
pada Keluaran 21:14 :
|
(LAI TB)
|
:
|
"Tetapi apabila seseorang
berlaku angkara terhadap sesamanya, hingga ia membunuhnya dengan tipu daya
(be'orma)...."
|
|
(LAI TL)
|
:
|
"Tetapi jikalau barang seorang
telah membunuh temannya dengan sengajanya..."
|
|
(BIS)
|
:
|
"Tetapi jikalau seseorang naik
darah dan dengan sengaja membunuh orang lain ..."
|
|
(NIV)
|
:
|
"kills another man deliberately
..."
|
|
(NKJV)
|
:
|
"to kill him by
treachery..."
|
Dalam Keluaran 21:14, LAI TB
("dengan tipu daya") dan konotasi negatif yaitu be'orma. Terjemahan
LAI TL ("dengan sengaja"), BIS ("dengan sengaja") dan NIV
("deliberately") menjelaskan motif membunuh seseorang yang negatif,
yaitu be'orma juga.
BDB, TWOT dan NIDOTTE**5 menjelaskan kata
benda Ibrani 'orma dengan dua macam arti. Arti pertama mempunyai konotasi
positif, yaitu "akal" atau "kebijaksanaan." Penggunaan
kata 'orma di kitab Amsal 1:4 berkonotasi
positif. Arti kedua berkonotasi negatif, yaitu "tipu muslihat" atau
"kelicikan." Pemakaian kata 'orma di Keluaran 21:14 dan Yosua 9:4 berkonotasi negatif.
Dari penjelasan BDB, TWOT dan NIDOTTE di atas,
maka 'orma di Yosua 9:4 seharusnya
diterjemahkan dengan konotasi negatif. Konteks dekat ayat tersebut juga
mendukung pengertian demikian. Kesimpulannya orang Gibeon memakai "tipu
daya" untuk mengatasi orang Israel. Jadi, penggunaan kata
"akal" di Yosua 9:4 LAI
TL dan LAI TB seharusnya diterjemahkan dengan kata "tipu daya"
untuk mengatasi orang Israel. Jadi, penggunaan kata "akal" di Yosua 9:4 LAI TL dan LAI TB
seharusnya diterjemahkan dengan kata "tipu daya" sebagaimana LAI TB
menerjemahkan kata Ibrani 'orma di Keluaran 21:14. Judul
perikop Yosua 9 dan LAI TB juga
seharusnya "Tipu Daya Orang Gibeon," bukan "Akal Orang Gibeon."
C. RUT
SAMPAI DI LADANG BOAS: KEBETULAN ATAU PENGATURAN TUHAN ?
Kehidupan Rut setelah ia dan Naomi sampai di
Betlehem dikisahkan dalam Rut 2:3 sebagai
berikut :
|
LAI TB
|
:
|
"Pergilah ia [Rut], lalu sampai
di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia
berada di tanah milik Boas...."
|
|
LAI TL memakai kata "untung" bagi kata "kebetulan" yang
terdapat di
|
|
LAI TB
|
:
|
"Maka pergilah ia lalu sampai
ke bendang, dipungutnya mayang di belakang orang pemotong, maka dengan
untungnya didapatnya akan sepotong bendang milik Boaz...."
|
|
BIS mengikuti pemakaian kata "kebetulan" dari
|
|
LAI TB
|
:
|
"Maka pergilah Rut ke ladang
dan memungut gandum mengikuti para penuai. Kebetulan ia pergi ke ladang
milik Boas."
|
|
|
|
NIV
|
:
|
"As it turned out, she found
herself working in a field belonging to Boaz."
|
|
NIV tidak memakai "doktrin
kebetulan" dalam Rut 2:3.
|
|
|
|
NKJV
|
:
|
"And she happened to come to
the part of the field be longing to Boaz."
|
Yang menjadi fokus perhatian kita pada ayat ini
ialah frasa Ibrani "wayyiqer miqreah"**6 yang diterjemahkan
menjadi "kebetulan" (LAI TB dan BIS) atau "untung" (LAI
TL). Frasa Ibrani miqreh dipakai oleh pengarang kitab Samuel untuk menyatakan
kepercayaan para imam dan petenung Filistin. Mereka percaya kepada hal-hal
yang terjadi secara kebetulan. Misalnya, dua induk lembu yang baru melahirkan
dan mau menarik kereta baru berisi tabut ke arah Bet-Semes dianggap sebuah
peristiwa kebetulan (1 Sam. 6:9 "...kebetulan
saja hal itu terjadi kepada kita" [LAI TB]).
Frasa Ibrani "wayyiqer miqreah"
melukiskan apa yang terjadi pada diri Rut saat itu, ia berada di ladang milik
Boas**7. Meskipun menurut perkiraan manusia, Rut datang ke ladang Boas
kelihatannya seperti sebuah kebetulan, namun sebenarnya langkah Rut dipimpin
oleh pengaturan Tuhan. Tuhan campur tangan sepenuhnya atas rencana masa depan
Rut. Michael Grisanti mengemukakan arti kata miqreh dalam Rut
2:3 dengan tepat, "In fact, the expression constitutes hyperbolic
understatement to stress divine, rather than human involvement."**8
Kesimpulannya Rut datang ke ladang Boas bukan
terjadi secara kebetulan melainkan pengaturan Tuhan sehingga kelak ia menjadi
nenek moyang Juru Selamat melalui pernikahannya dengan Boas. Terjemahan yang
tepat untuk Rut 2:3 ialah: "Dan
terjadilah padanya (ternyata) ia berada di tanah milik Boas...."
Mari kita melihat satu ayat lagi dari kitab Rut di
mana kata "kebetulan" dipakai di LAI TB. "Boas telah pergi ke
pintu gerbang dan duduk di sana. Kebetulan lewatlah penebus yang disebutkan
Boas itu" (Rut 4:1). LAI TL mengganti pemakaian kata
"kebetulan" dengan "maka sesungguhnya": "Arakian,
maka Boazpun pergilah ke pintu gerbang, lalu duduklah di sana, maka
sesungguhnya penebus yang telah dikatakan Boaz itupun lalu dari sana."
Dalam Rut 4:1 kata
"kebetulan" dari LAI TB adalah terjemahan dari partikel Ibrani
"hinneh"**9," lalu diikuti oleh subjek (Ibr. Hago'el:
"penebus") dan kata kerja partisip (Ibr. 'ober. "lewat").
partikel Ibrani "hinneh" biasa dipakai untuk menekankan pentingnya
sebuah peristiwa yang terjadi (akan terjadi), setelah kata "hinneh"
dipakai. Penulis kitab Rut menekankan pentingnya penebus yang lewat di pintu
gerbang di mana Boas duduk. Lewatnya penebus di pintu gerbang menurut penulis
kitab Rut bukanlah terjadi secara kebetulan, tetapi merupakan campur tangan
atau pengaturan Tuhan.
Sintaks "hinneh" + subjek + kata kerja
partisip seperti pada Rut 4:1 dipakai
juga di Kejadian 24:15 dan
diterjemahkan oleh LAI TB dengan tepat: "Sebelum ia (hamba Abraham)
selesai berkata, maka (Ibr. "hinneh") datanglah Ribka...."
(dalam bahasa Ibrani: hinneh + Ribka + datanglah). LAI TL memberikan
terjemahan TM secara harfiah dengan baik,".....bahwa sesungguhnya keluar
Ribkah...." NIV tidak menerjemahkan pemakaian "hinneh"
di Kejadian 24:15 "Before
he had finished praying, Rebekah came out...," NKJV menerjemahkan
"hinneh" dengan kata behold:**10: "... before he had finished
speaking, that behold, Rebekah...came out..."
Sebagaimana lewatnya Ribka di depan hamba Abraham
bukan suatu kebetulan (Kej. 24:15),
demikian juga lewatnya penebus di pintu gerbang kota Betlehem bukan kebetulan
(Rut 4:1). Kesimpulannya, kata
"kebetulan" di Rut 4:1 LAI TB
sebaiknya diganti dengan "maka/maka sesungguhnya/bahwa
sesungguhnya," sehingga kalimatnya akan berbunyi: "Boas telah pergi
ke pintu gerbang dan duduk disana. Maka lewatlah penebus yang disebutkan Boas
itu."
D. HAMAN
DAN ANAK-ANAKNYA: DISULA ATAU DIGANTUNG ?
Akar kata "sula" (LAI TB) merupakan
sebuah Leitwort dalam kitab Ester dan dipakai sembilan kali dalam kitab ini
(Est. 2:23; 5:14; 6:4; 7:9,10; 8:7; 9:13,14,25). Terjemahan kata
"sula" berasal dari kata Ibrani "tlh". Kata ini pertama
kali dipakai sebagai hukuman terhadap para pengkhianat yang diketahui oleh
Mordekhai (2:23). Kemudian dalam peristiwa lain yakni ketika istri Haman
mengusulkan agar Mordekhai disulakan (5:14 LAI TB). Ironisnya, justru Haman
dan anak-anaknyalah yang disula di atas tiang yang dibuatnya (7:10; 9:25 LAI
TB).
Orang yang disula ialah seseorang yang dihukum
mati pada tongkat yang runcing atau tajam ujungnya.**11 Hukuman
"sula" hanya dicatat satu kali dalam Alkitab, yaitu terhadap orang
yang melanggar perintah raja Darius, "Selanjutnya telah dikeluarkan
perintah olehku, supaya setiap orang yang melanggar keputusan ini, akan
dicabut sebatang tiang dari rumahnya, untuk menyulakannya**12 pada ujung
tiang itu...." (Ezr. 6:11).
Pertanyaan kita ialah, apakah benar terjemahan
kata "sula" untuk kata Ibrani "tlh"? Akar kata
"tlh" dalam bahasa Ibrani berarti "menggantung (to
hang)." Baik NIDOTTE maupun BDB menerjemahkan "tlh" dengan
kata "menggantung"**13. Di luar kitab Ester, kata kerja ini juga
dipakai untuk menggantung benda. Umpamanya, orang-orang Israel yang hidup di
pembuangan di Babilon menggantung kecapi-kecapi mereka di pohon- pohon
gandarusa (Mzm. 137:2); penduduk Tirus
menggantung perisai- perisai mereka di tembok-tembok kota mereka (Yeh. 27:10, 11).
Kesimpulannya, LAI TL dan BIS**14 memberikan
terjemahan yang tepat untuk kata "tlh" dalam kitab Ester, yaitu
"menggantung." Jadi LAI TB sepatutnya juga menerjemahkan seluruh
kata "tlh" di kitab Ester dengan kata "menggantung." Raja
Ahasyweros mengeluarkan undang-undang di Susan untuk menggantung Haman dan
anak-anaknja (Est.9:14, 25).
Haman dan anak-anaknya bukan disula, tetapi digantung.
E. APAKAH
AYUB SEORANG YANG SUKA BICARA KOTOR ?
Mari kita melihat dua peristiwa dalam kehidupan
Ayub untuk menjawab pertanyaan di atas:
a.
Teguran Ayub kepada isterinya
sebagai 'ahat hannebalot di Ayub 2:10 diterjemahkan:
|
LAI TL
|
:
|
"Katamu ini seperti kata
perempuan yang sangat gila."
|
|
LAI TB
|
:
|
"Engkau berbicara seperti
perempuan gila."
|
|
BIS
|
:
|
"Kau bicara seperti orang
dungu."
|
|
NIV
|
:
|
"You are talking like a foolish
woman."
|
|
NKJV
|
:
|
"You speak as one of the
foolish women speaks."
|
Frasa Ibrani 'ahat hanebalot terdiri dari
"ahat" (bentuk feminin konstruk untuk nominal satu) dan
"hannebalot" (definitif article dan kata sifat feminin plural dari
"nabal"). Frasa Ibrani ini sebenarnya mudah untuk diterjemahkan.
Terjemahan harfiahnya seperti NKJV "one of the foolish women" atau
"seorang dari wanita-wanita bodoh/bebal."
Kata sifat Ibrani "nabal" (dalam bentuk
maskulin tunggal) dipakai di Perjanjian Lama sebanyak 15 kali, sedangkan
"hanebalot" (dalam bentuk feminin plural) hanya dipakai satu kali
yaitu di Ayub 2:10. BDB menerjemahkan
"nabal" dengan pengertian "bodoh atau dungu"**15, yaitu
orang yang bodoh bukan secara intelek tetapi secara moral dan etika.
Kata Ibrani "nabal" dipakai pertama kali
di Ulangan 32:6 "Demikianlah
engkau mengadakan pembalasan terhadap Tuhan, hai bangsa yang bebal..."
(LAI TB). Di kitab Mazmur, kata "nabal" dipakai misalnya
di: Mazmur 14:1 "Orang bebal berkata dalam hatinya: 'Tidak ada
Allah'" (LAI TB); 39:9 "Lepaskanlah aku dari segala pelanggaranku,
jangan jadikan aku celaan orang bebal" (LAI TB); 74:22 "Bangunlah,
ya Allah, lakukanlah perjuangan-Mu! Ingatlah akan cela kepada-Mu dari pihak
orang bebal sepanjang hari" (LAI TB). Agaknya penerjemah LAI TB untuk
kitab Mazmur berbeda dengan penerjemah LAI TB untuk kitab Ayub, sedangkan
kata "nabal" di kitab Ayub diterjemahkan dengan kata
"gila" oleh penerjemah LAI TB. Terjemahan LAI TL lebih menyimpang
lagi dari LAI TB.
Kesimpulannya, terjemahan yang baik untuk Ayub 2:10 ialah "Engkau
berbicara seperti perempuan bebal," atau seperti terjemahan BIS,
"Engkau seperti perempuan dungu."
b. Jawab
Ayub kepada Elifas, Bildad dan Zofar - ketiga temannya yang menuduh Ayub
sudah berdosa kepada Tuhan - sebagai penghibur 'amal (Ayb. 16:2).
Perhatikanlah perbandingan terjemahan 'amal di
bawah ini:
|
LAI TL
|
:
|
"maka kamu ini penghibur yang
tiada tertahan."
|
|
LAI TB
|
:
|
"Penghibur sialan kamu
semua."
|
|
BIS
|
:
|
"penghiburanmu hanyalah
siksaan"
|
|
NIV dan NKJV
|
:
|
"... miserable comforters are
you all..."
|
Jawaban Ayub kepada ketiga temannya menurut LAI
TL, BIS, NIV dan NKJV tidak sekeras atau sekotor LAI TB. Apakah yang dimaksud
dengan kata Ibrani "'amal" di Ayub 16:2? NIDOTTE menjelaskan
"'amal" sebagai "trouble, misery, adversity,"**16 dan
menurut BDB "'amal" berarti "trouble, labour, toil."**17 TWOT**18 memberikan
16 macam arti untuk "'amal" di mana pada dasarnya "'amal"
berhubungan dengan "unpleasant factors of work and toil." Kata
benda ini dipakai 53 kali di PL, kebanyakan di kitab Pengkhotbah (22 kali),
Mazmur (13 kali) dan Ayub (8 kali).
Perbandingan terjemahan kedelapan kata
"'amal" di kitab Ayub menurut LAI TB ialah:
|
3:10
|
:
|
"...tidak disembunyikannya
kesusahan dari mataku...."
|
|
4:8
|
:
|
"...orang yang membajak
kejahatan dan menabur kesusahan, ia menuainya juga..."
|
|
5:6
|
:
|
"...bukan dari tanah tumbuh
kesusahan."
|
|
5:7
|
:
|
"...melainkan manusia
menimbulkan kesusahan bagi dirinya..."
|
|
7:3
|
:
|
"...malam-malam penuh
kesusahan."
|
|
11:16
|
:
|
"...Bahkan engkau akan
melupakan kesusahanmu..."
|
|
15:35
|
:
|
"Mereka (orang-orang fasik)
menghamilkan bencana..."
|
|
16:2
|
:
|
"...Penghibur sialan kamu
semua."
|
Beberapa contoh terjemahan dari kata
"amal" di kitab Mazmur menurut LAI TB ialah:
|
10:4
|
:
|
"... engkaulah yang melihat
kesusahan.."
|
|
25:18
|
:
|
"tiliklah...kesukaranku..."
|
|
73:5
|
:
|
"... mereka tidak mengalami
kesusahan manusia..."
|
Dalam kitab Pengkhotbah, "'amal" di LAI
TB diterjemahkan dengan "usaha atau jerih payah," contoh: "Aku
membenci segala usaha yang kulakukan ..." (2:18); "... aku mulai
putus asa terhadap segala usaha yang kulakukan..." (2:20); "...tak
diperolehnya dari jerih payahnya suatupun yang dapat dibawa dalam
tangannya," (5:14).
Dari beberapa contoh terjemahan "'amal"
yang ada di kitab Ayub, Mazmur dan Pengkhotbah, ternyata LAI TB menerjemahkan
"'amal" dengan pengertian "kesusahan,"
"kesukaran," "usaha," "jerih payah." Arti ini
sesuai dengan penjelasan yang diberikan oleh NIDOTTE dan BDB. Tidak ada satu
pun pengertian yang berkonotasi kasar atau kotor dalam kata
"'amal".
Kesimpulannya, memang Ayub menegur ketiga temannya
yang telah menuduh dia sebagai orang berdosa, tetapi Ayub bukan menegur dengan
kata-kata yang kotor atau kasar. Kita perlu mengingat sekali lagi bahwa Ayub
tidak membiarkan mulutnya berbuat dosa dengan mengucapkan sumpah serapah (Ayb. 2:10; 31:30). Teguran
Ayub kepada ketiga temannya ialah: "Penghibur yang menyusahkan kamu
semua."
F. SAPAN
ITU PELANDUK, KELINCI ATAU MARMOT ?
Amsal 30:24-28 mencatat
tentang empat binatang kecil**19 di bumi yang sangat bijaksana**20.
Salah satu dari keempat binatang kecil yang sangat bijaksana itu ialah sapan
(Ams. 30:26). Perhatikan perbedaan
terjemahan sapan dalam versi bahasa Indonesia dan Inggris di bawah ini:
|
LAI TL
|
:
|
"Kelinci itu suatu bangsa yang
lemah, maka diperbuatkannya juga sarangnya dalam batu gunung."
|
|
LAI TB
|
:
|
"Pelanduk bangsa yang lemah,
tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu."
|
|
BIS
|
:
|
"Pelanduk binatang yang lemah,
tetapi membuat rumahnya di bukit batu."
|
|
NIV
|
:
|
"Coneys are creatures of little
power, yet they make their home in the crag."
|
|
NKJV
|
:
|
"The rock badgers are a feeble
folk, yet they make their homes in the crags."
|
Hewan sapan hanya dipakai empat kali di PL, yaitu
di Imamat 11:5; Ulangan 14:7; Mazmur 104:18 dan Amsal 30:26. Mari kita
memperhatikan perbandingan terjemahan LAI TL, LAI TB, BIS, NIV dan NKJV untuk
hewan sapan di keempat bagian Alkitab tersebut:
|
i.
|
Imamat 11:15
|
|
|
|
LAI TL
|
:
|
Kelinci
|
|
LAI TB
|
:
|
pelanduk
|
|
BIS
|
:
|
pelanduk
|
|
|
|
|
NIV
|
:
|
coney**21
|
|
NKJV
|
:
|
rock hyrax
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
ii.
|
Ulangan 14:7
|
|
|
|
LAI TL
|
:
|
kelinci
|
|
LAI TB
|
:
|
marmot
|
|
BIS
|
:
|
marmot
|
|
|
|
|
NIV
|
:
|
coney
|
|
NKJV
|
:
|
rock hyrax
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
iii.
|
Mazmur 104:8
|
|
|
|
LAI TL
|
:
|
pelanduk
|
|
LAI TB
|
:
|
pelanduk
|
|
BIS
|
:
|
pelanduk
|
|
|
|
|
NIV
|
:
|
coneys
|
|
NKJV
|
:
|
rock badgers**22
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
iv.
|
Amsal 30:26
|
|
|
|
LAI TL
|
:
|
kelinci
|
|
LAI TB
|
:
|
pelanduk
|
|
BIS
|
:
|
pelanduk
|
|
|
|
|
NIV
|
:
|
coneys
|
|
NKJV
|
:
|
rockbadgers
|
|
|
|
|
|
|
Istilah sapan dalam bahasa Ibrani mengacu kepada
"coney/rock badger/hyrax"**23. Terjemahan kata Ibrani sapan di
keempat bagian Alkitab di atas jelas tidak tepat untuk pelanduk. Pelanduk
termasuk jenis rusa yang tidak termasuk hewan kecil sebagaimana disebut
di Amsal 30:24. Kelinci boleh
termasuk hewan kecil, tidak berkuku belah, tetapi kelinci bertelinga panjang.
Pengertian sapan di NIV dan NKJV, "coney, rock badger, hyrax"
mengacu kepada hewan kecil seukuran kelinci tetapi bertelinga pendek dan
tidak berkuku belah.
Binatang sapan memang tidak ada di Indonesia,
tetapi "marmot" cukup menjelaskan istilah sapan. Gambar yang
dicantumkan dalam BIS halaman 156 untuk menjelaskan sapan di Imamat 11:5 sudah tepat,
yaitu "marmot." Sayangnya BIS menerjemahkan sapan di Imamat
11:5; Mazmur 105:18 dan Amsal 30:26 dengan "pelanduk."
Terjemahan "pelanduk" dari BIS di Imamat 11:5 tidak cocok
dengan gambar yang ada.
Kesimpulannya, sapan pada Imamat 11:5;
Ulangan 14:7; Mazmur 104:18 dan Amsal 30:26 dapat diterjemahkan dengan
"marmot."
G. APAKAH
ADA SEBUTAN NAMA TUHAN DALAM KITAB KIDUNG AGUNG ?
Kidung Agung 8:6b merupakan
ayat yang tepat untuk menjawab pertanyaan ini. Mari kita perhatikan
perbandingan beberapa terjemahan dari ayat ini di mana kecemburuan
dilambangkan seperti "salhebtya":
|
LAI TL
|
:
|
"....nyalanya seperti nyala
api, seperti halilintar Tuhan."
|
|
LAI TB
|
:
|
"....nyalanya adalah nyala api,
seperti nyala api Tuhan."
|
|
BIS
|
:
|
Nyalanya seperti nyala api yang
berkobar dengan dahsyat."
|
|
NIV
|
:
|
"It burns like blazing fire,
like a mighty flame."
|
|
NKJV
|
:
|
Dari perbandingan terjemahan di
atas, ternyata terjemahan LAI TL dan LAI TB memasukkan nama Tuhan (LAI
TL)/TUHAN (LAI TB), sedangkan terjemahan BIS, NIV dan NKJV tidak memasukkan
nama Tuhan. Mengapa dapat terjadi perbedaan seperti demikian? Hal ini
disebabkan karena perbedaan dalam menerjemahkan suku kata -ya di akhir kata
"salhebetya".
Akhiran -ya dalam bahasa Ibrani
dapat diterjemahkan sebagai kependekan dari nama Yahweh, nama dari TUHAN
Perjanjian. Misalnya: (i) Azarya berarti: "Tuhan sudah menolong";
(ii) Yesaya berarti: "Tuhan sudah menyelamatkan."
Ternyata LAI TL dan LAI TB
menerjemahkan suku kata -ya dari "salhebetya" dengan arti
"Tuhan." Tetapi perlu diketahui bahwa akhiran - ya dalam bahasa
Ibrani juga dapat diterjemahkan untuk pengertian superlatif**24. Umpamanya,
frasa Ibrani "'eres mapelya" dalam Yeremia 2:31 diterjemahkan
oleh LAI TL, LAI TB dan BIS dengan pengertian superlatif:
"...Sudahkah Aku menjadi padang
gurun bagi Israel atau tanah yang gelap gulita?" (LAI TB)
"...Adakah pernah Aku bagi orang Israel seperti padang tekukur atau
seperti tanah yang gelap gulita?" (LAI TL)
"...Pernahkah Aku seperti padang gurun bagimu atau seperti tanah yang
gelap gulita?"
NIV juga memberikan pengertian
superlatif untuk frasa Ibrani ini:
"Have I been a desert to Israel
or land of great darkness?"
Frasa "tanah gelap" sebenarnya sudah cukup menjelaskan bahwa
tanah itu gelap. Dengan memakai kata majemuk "gelap gulita"
berarti bahwa tanah itu amat gelap.
Dari penjelasan di atas ternyata
kita melihat bahwa:
i.Suku kata
terakhir -ya tidak selalu harus diterjemahkan untuk kependekan dari nama
Tuhan;
ii.Suku kata
terakhir -ya dapat diterjemahkan dengan pengertian superlatif. Jadi, kata
"salhebetya" di Kidung Agung 8:6 dapat
diterjemahkan dengan pengertian superlatif.
Pengertian kedua ini juga mempunyai
dukungan dari isi kitab ini. Dalam kitab Kidung Agung tidak ada ajaran
tentang doa, persembahan, ibadah, pengakuan dosa atau pertobatan. Pokok
utama kitab ini ialah tentang kasih di antara seorang wanita dengan seorang
pria.
Kesimpulannya, terjemahan dengan
pengertian superlatif untuk kata Ibrani "salhebetya" di Kidung 8:6b ialah:
"nyalanya seperti nyala api yang dahsyat." Bandingkan NIV:
"It burns like blazing fire, like a mighty flame,"**25 Bandingkan
NKJV: "It flames are flames of fire."
"Its flames are flames of fire,
a most vehement flame."
|
BEBERAPA AYAT PB YANG PERLU DIKOREKSI
TERJEMAHANNYA
C.ZAKHEUS
MEMANJAT POHON ARA ATAU POHON ARA HUTAN ?
Versi-versi Alkitab untuk Lukas 19:4 memberikan jawab
yang berbeda:
|
LAI TL
|
:
|
"Maka berlarilah ia dahulu,
lalu memanjat sepohon ara hendak melihat Yesus..."
|
|
LAI TB
|
:
|
"Maka berlarilah ia mendahului
orang banyak, lalu memanjat, pohon ara untuk melihat Yesus..."
|
|
BIS
|
:
|
"Jadi ia berlari mendahului
orang-orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus.."
|
|
NIV
|
:
|
"So he ran ahead and climbed a
sycamore fig tree (pohon ara hutan) to see him..."
|
|
NKJV
|
:
|
"So he ran ahead and climbed up
into a sycamore tree (pohon ara hutan) to see Him..."
|
LAI TL dan LAI TB memberitahukan jenis pohon yang
dipanjat oleh Zakheus yaitu pohon ara. BIS tidak memberitahukan jenis pohon
yang dipanjat oleh Zakheus, BIS hanya menyebut Zakheus memanjat sebatang
pohon. Yang menarik perhatian kita ialah meskipun BIS tidak menyebut jenis
pohon yang dipanjat oleh Zakheus dalam ayat 4, tetapi BIS (h. 153) memberikan
gambar setangkai pohon ara yang berbuah tetapi tanpa penjelasan untuk gambar
yang dipakai tersebut.
PENUTUP
si bahasa Inggris, NIV dan NKJV mencatat Zakheus
memanjat sycamore tree (pohon ara hutan).
Sebelum kita mengambil kesimpulan tentang pohon
ara yang dipanjat Zakeus, mari kita lebih dahulu memeriksa catatan Lukas
tentang jenis pohon ara dalam Injilnya. Lukas membedakan dua macam pohon ara:
i.
Pohon ara (fig tree; Yunani:
suke; Latin: Ficus carica; Ibrani: te'ena). Jenis ponon ara ini yang dikutuk
oleh Yesus (Luk 13:6,7; lih. juga 21:29).
ii.
Pohon ara hutan (sycamore tree;
Yunani: sukomorea; Latin: Ficus sycomorus; Ibrani: siqma)
Jenis pohon ara yang dicatat di Lukas 19:4 ialah sukomorea
atau pohon ara hutan. Dalam Perjanjian Baru sebutan pohon ara hutan hanya
disebut satu kali, yaitu di Lukas 19:4. Di Perjanjian Lama,
pohon ara hutan dicatat sebanyak tujuh kali**26. Perbedaan istilah pohon ara
dengan pohon ara hutan dapat kita ketahui dengan membandingkan Amos 4:9 dengan 7:14. LAI TB di
kedua bagian kitab Amos ini dengan jelas membedakan pohon ara dengan pohon
ara hutan:
iii.
Amos 4:9 "... pohon-pohon
ara (Ibr. te'enim [jamak]; NIV: fig tree) dan pohon-pohon zaitunmu dimakan
habis oleh belalang..." BIS memberikan terjemahan yang serupa dengan LAI
TB: "pohon-pohon ara dan pohon-pohon zaitunmu telah habis dimakan
belalang."
iv.
Amos 7:14 mencatat bahwa Amos
adalah pemungut buah ara hutan (Ibr. siqma; NIV: sycamore-fig tree). Di Amos 7:14 BIS hanya mencatat:
"...aku pemetik buah ara."
Apa sebenarnya perbedaan antara pohon ara (fig
tree) dengan pohon ara hutan (sycamore tree)? Pohon ara adalah pohon yang
rimbun dan tingginya lebih kurang 5 meter. Di Perjanjian Lama, pohon ara
(Ibr. te'ena) dicatat sebanyak 37 kali. Dalam Alkitab pohon ini disebut untuk
pertama kalinya dalam Kejadian 3 ketika
Adam dan Hawa makan buah pengetahuan baik dan jahat, "maka terbukalah
mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka
menyemat daun pohon ara dan membuat cawat" (Kej. 3:7). Di dalam Perjanjian Baru,
Tuhan Yesus melihat Natanael yang berteduh di bawah pohon ara dan berkata
kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, aku telah melihat engkau
di bawah pohon ara" (Yoh. 1:48).
Pohon ara hutan juga rimbun, tetapi lebih tinggi
dari pohon ara. Pohon ara hutan dapat mencapai ketinggian sampai lebih kurang
10 meter. Jadi, pohon ara hutan hampir dua kali lebih tinggi dari pohon ara
biasa. Kelebihan pohon ara hutan dari pohon ara ialah kayu pohon ara hutan
lebih keras dari pohon ara sehingga dapat dipakai untuk membuat perabot
rumah. Sedangkan kelebihan pohon ara dari pohon ara hutan ialah buahnya lebih
manis dari pada pohon ara hutan.
Yang selalu kita ingat adalah kalau Alkitab
memberikan istilah yang spesifik tentang sesuatu hal, jangan kita berikan
arti yang general. Sebaliknya, kalau Alkitab memakai istilah general jangan
kita berikan arti yang spesifik. Kesimpulannya, sebagaimana TM, NIV dan NKJV
membedakan antara fig tree dan sycamore tree, maka kita juga harus membedakan
antara pohon ara dengan pohon ara hutan. Zakheus memanjat pohon ara hutan,
bukan pohon ara biasa. Ia harus bersusah payah memanjat pohon ara hutan untuk
melihat Yesus. Pertobatannya tidak mudah. Ia berani bayar harga.
D.MARKUS:
KEMENAKAN ATAU SAUDARA SEPUPU BARNABAS ?
LAI TL, LAI TB dan BIS memberikan catatan berbeda
tentang hubungan keluarga antara Markus dengan Barnabas (Kol. 4:10).
|
LAI TL
|
:
|
"... Markus yang sepupu dengan
Barnabas..."
|
|
LAI TB
|
:
|
"Markus, kemenakan
Barnabas..."
|
|
BIS
|
:
|
"Markus, saudara sepupu
Barnabas..."
|
|
NIV dan NKJV
|
:
|
"...Mark the cousin of
Barnabas..."
|
Dari perbandingan di atas ternyata LAI TB berdiri
sendiri dengan memberikan data bahwa Markus adalah kemenakan Barnabas. Data
dari LAI TL, BIS, NIV dan NKJV sama, yaitu Markus adalah saudara sepupu
Barnabas. Kalau kita menyampaikan firman dari Kolose 4:10 hanya bersandar
pada LAI TB, maka kita akan memberitakan bahwa Markus adalah kemenakan
Barnabas. Manakah yang lebih tepat, kemenakan atau sepupu Barnabaskah Markus
itu sebenarnya? Untuk mengetahui jawabnya, mari kita melakukan pekerjaan
rumah dengan melihat kata Yunani 'anepsios yang dipakai di Kolose 4:10. Menurut
Arndt-Gingrich dan Rienecker, kata Yunani 'anepsios berari cousin (sepupu)
bukan nephew (kemenakan)**27. Contoh hubungan saudara sepupu lain di Alkitab
ialah antara Mordekhai dengan Ester, hanya saja Mordekhai mengangkat Ester
sebagai anak (Est. 2:15). Jadi, Markus adalah
sepupu dan bukan kemenakan Barnabas. LAI TL meskipun "lebih tua"
dari LAI TB, tetapi memberi terjemahan lebih tepat. Memang perbedaan
terjemahan kemenakan dengan sepupu tidak mempengaruhi doktrin keselamatan,
tetapi alangkah baiknya bila hamba Tuhan memakai terjemahan yang tepat
sehingga berita yang disampaikan juga benar.
PENUTUP
Tidak ada terjemahan Alkitab yang sempurna, karena
penerjemah Alkitab adalah manusia yang tidak sempurna. Oleh karena itu,
sebelum menyampaikan berita, bandingkanlah dahulu beberapa macam terjemahan.
Dengan cara demikian kita akan melihat kekurangan dan kelebihan terjemahan
tertentu. Waktu kita mempelajari teks PL, mari kita juga memakai Alkitab
bahasa Ibrani. Waktu kita mempelajari teks PB, mari kita memakai juga Alkitab
bahasa Yunani. Semoga kerja keras yang dilakukan melalui perbandingan
terjemahan-terjemahan Alkitab akan menghasilkan terjemahan yang tepat
sehingga berita yang kita sampaikan adalah berita yang benar.
Footnote
**1. LAI TL yang saya pakai adalah LAI TL
dengan ejaan baru.
**2. BDB 63. Sebenarnya ada dua macam hapax
legomenon, yaitu hapax legomenon absolut dan hapax legomenon non absolut.
Kata Ibrani 'asapsup adalah hapax legomenon non-absolut. Untuk mengetahui
perbedaan hapax legomenon absolut dan hapax legomenon non-absolut, lih.
Cornelius Kuswanto, "Absolute Hapax legomenon in the Book Song of Song
and Their Translations into the Indonesian Language" (Th. D. diss.,
South East Asia Graduate School of Theology, 1999) 35.
**3. Di dalam Nehemia 13:1-3 dicatat
adanya kelompok dari keturunan orang Amon dan orang Moab yang hidup diantara
orang Israel yang kembali dari pembuangan. Karena nenek moyang mereka
dilarang untuk bersekutu dengan orang Israel, maka kelompok gabungan
orang-orang asing ini (Ibr.'ereb) harus dipisahkan dari komunita Israel.
**4. Louis Grabiel Zelson, " A Study of
Hapax Legomenon in the Hebrew Pentateuch" (Ph. D. diss., University of
Wisconsin, 1924)119.
**5. BDB 791; TWOT II.697; NIDOTTE 3.541.
**6. Untuk penjelasan yang baik dari dua kata
Ibrani ini, lih. Robert L. Hubbard, Jr., The Book of Ruth (Grand Rapids:
Eerdmands, 1988)140- 141.
**7. Melalui kontak e-mail (21 Juli 2000)
dengan T. Muraoka, saya memperoleh pandangan beliau tentang terjemahan Rut 2:3 "... What was
allocated to her hapened to be the plot of land belonging to Boaz.
**8. "qrh" dalam NIDOTTE 3.984.
**9. Untuk pejelasan lebih lengkap tentang
hinneh, lih. T.O. Lambdin, Introduction to Biblical Hebrew (London: Darton,
Longman & Todd, 1973) 169-170.
**10. Paul Jouon, A Grammar of Biblical Hebrew
1.105 d.
**11. Lih. Kamus Besar Bahasa Indonesia
(Edisi kedua; Departemen Pendidikan dan Kebudayaan; Jakarta: Balai Pustaka,
1996)971.
**12. Bagian Alkitab Ezra ini dicatat dalam
bahasa Aramaik dengan kata zeqap yang merupakan hapax legomenon (Holladay
404; BDB 1091).
**13. NIDOTTE 4.294-2298; BDB 1067-1068.
**14. Terjemahan BIS dalam Ester 9:13, 14 tentang
objek yang digantung kurang tepat. Menurut BIS, yang digantung di tiang
gantungan adalah mayat anak-anak Haman. Seharusnya, yang digantung di tiang
gantungan bukanlah mayat anak-anak Haman, tetapi anak-anak Haman yang masih
hidup.
**15. BDB 614.
**16. NIDOTTE 436.
**17. BDB 765.
**18. Untuk penjelasan ke-16 arti dari
"amal, lih. TWOT II. 675.
**19. LAI TB menerjemahkan dengan pengertian
superlatif "terkecil," padahal tidak demikian di TM (qetaney
'ares).
**20. LAI TB: "sangat cekatan," TM:
hakamim mehukamim: "sangat bijaksana."
**21. Pada catatan kaki NIV (The NIV Study
Bible 988) terdapat penjelasan: "That is the hyrax or rock badger."
**22. Catatan pinggir di NKJV adalah rock
hyrax.
**23. NIDOTTE 2.113; TWOT II.951; BDB
1050-1051.
**24. D. W. Thomas, "A Consideration of
Some Unusual Ways of Expressing the Superlative in Hebrew," VT3
(1953)209-227, khususnya 221.
**25.Tambahan di catatan kaki NIV Study Bible:
"Or/like the very flame of the LORD."
**26. Ketujuh catatan tentang pohon ara hutan
(dalam bahasa Ibrani semuanya dalam bentuk jamak) ialah: (i) 1Raj 10:27 [LAI TB
"pohon ara," BIS "kayu ara biasa"]; (ii) 1Taw 27:28; (iii) 2Taw 1:15 [LAI TB "pohon
ara" BIS "kayu ara biasa"]; (iv) 2Taw 9:27; (v) Mzm
78:47 [LAI TB=BIS "pohon-pohon ara"]; (vi) Yes 9:9 [LAI TB=BIS
"pohon-pohon ara"]; (vii) Am 7:14 [LAI TB "buah ara
hutan"].
**27. A Greek English Lexicon of the New
Testament66; Fritz Rienecker, A Linguistic Key to the Greek New Testament
584.
|