Jumat, 08 Desember 2017

ROMA FSL 9

ROMA  9:1-5 KEGAGALAN  YANG TRAGIS.

Paulus terangkan:
-Penolakan org.Yahudi thdp.Yesus.
-Kel.32:32 –Musa naek terima Hk.Taurat—org2 Yahudi dibawah memuja anak lembu emas.
-Hak2 org.Yahudi/Israel:
(1) Anak2 Allah-khusus dipilih. Penolakan Israel adalah dengan sadar & sengaja.
(2) Menerima kemuliaan: Shekinah & Kaboth-berkali-kali terjadi Cahaya kemuliaan Ilahi yang turun ketika Allah mengunjungi, namun menolaknya.
(3) Tlh menerima perjanjian2 Allah.
 *Hub.antara 2 orang—persetujuan utk.saling menguntungkan, ikatan persahabatan. Melakukannya dgn.Abraham, Ishak, Yakub dan diatas gn.Sinai.
EMPAT macam Perjanjian yang Allah pernah buat dengan manusia:
i.        Dgn.Nuh setelah air bah—Pelangi.
ii.       Dgn.Abraham—tandanya SUNAT.
iii.      Dgn.bgs.Yahudi di gn.sinai yg.didasarkan pada hukum Taurat.
iv.      Perjanjian Baru dengan Y.Kristus.
(4).Telah mempunyai Hk.TauratMereka ketahui
     Kehendak Allah. *Apabila mereka berdosa—berdosa dalam kesadaran mereka.
(5).Memiliki ibadah dalam bait AllahCara pendekatan jiwa kepada Allah.
  * Jadi bila pintu kpd.Allah telah tertutup, jelas mereka sendiri yg.telah menutup.
(6). Mempunyai bapa-bapa leluhurBgs.yang mempunyai tradisi dan sejarah = Org.yang paling celaka, jikalau berani mencemarkan tradisinya.
(7).Dari mereka datang MesiasMenolak.
  -Bukan hukum Allah yg.dihancurkan, tapi kasih Allah yang ditolak.

ROMA 9:6-13 PILIHAN ALLAH.
   Jika org2 Yahudi telah menolak & salibkan YesusApakah maksud dan rencana Allah telah gagal?.
   DISINI PAULUS MAU MEMBUKTIKAN:
   *Kenyataan: Tidak semua orang Yahudi menolak.
-Contoh: Paulus.  Menurut sejarah Israel, bukan seluruh umat Yahudi yg.ada dalam rencana Allah (sebagian dipilih & sebagian tidak).
-Dibelakang rencana itu ada PEMISAHAN bukan karena faktor KETURUNAN—tapi PEMILIHAN OLEH ALLAH.
*PAULUS SEBUTKAN CONTOH:
   Abraham punya 2 org.anak:
    Ismael –anak hamba perempuan –Hagar.
    Ishak –anak dari istrinya Sara.
   -SARA sudah tua ketika mempunyai seorang putera.  Setelah ia agak besar, sampailah saatnya Ismael mengejek Ishak. Sara marah & meminta supaya Hagar & Ismael di usir dan hanya Ishak yang menjadi ahli waris. Abraham tidak ingin mengusir mereka, tetapi Allah memberitahu untuk melakukan itu karena melalui Ishaklah keturunannya akan mewarisi JANJI itu (Kej.21:12).
   ISMAEL = Keturunan yg.lahir dari KEINGINAN MANUSIA, tetapi Ishak adalah keturunan yang lahir sesuai dengan janji Allah (Kej.18:10-14).
   Sebutan keturunan yg.asli itu diberikan Cuma kepada anak perjanjian. (Bukti I bahwa pemilihan Allah tidak pada semua keturunan daging Abraham).  Didalam bgs.ini, PEMISAHAN dan PEMILIHAN ALLAH terus berlangsung.
CONTOH YANG LAIN DIBERIKAN PAULUS:
*Ketika Ribka sedang mengandung, Allah memberitahukan kepada Ishak, bhw.didalam kandungannya ada 2 anak anak yang akan menjadi bapa dari 2 bangsa, tetapi kelak yang tua akan menjadi HAMBA kepada yang muda (Kej.25:23).  Kembar Esau & Yakub lahir.
   PILIHAN ALLAH jatuh kepada YakubMelalui garis keturunan Yakub kehendak Allah akan jadi.
   Dikutipnya Maleakhi 1:2,3 “Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau”.
   PENEKANAN PAULUS:
  *Ke Yahudian lebih daripada sekedar menjadi keturunan dari Abraham.  Bukan semua orang, yang secara fisik keturunan Abraham termasuk dalam umat PILIHAN.  Ada proses PEMILIHAN dalam kaum itu sepanjang sejarah.(Orang Yahudi akan mengerti & menerima argumen itu).
   Orang2 Arab = Keturunan Ismael, yang secara daging adalah keturunan Abraham, tetapi orang2 Yahudi tidak pernah memikirkan bahwa orang2 Arab termasuk umat PILIHAN.
   Lebih lanjut, Paulus menyatakan: PEMILIHAN itu dilakukan tidak berdasarkan PERBUATAN/
KEBAIKAN.  Buktinya YAKUB.  Pilihan itu dibuat ketika mereka masih didalam kandungan ibunya.
   Mungkin kita bingung akan argumen ini.
Allah yang dengan sewenang-wenang memilih yang satu dan menolak yang lain.
  *SEGALA SESUATU DARI ALLAH.
-DIBELAKANG SEGALA SESUATU =TINDAKAN-NYA.  Tidak ada sesuatupun didalam dunia ini yang bergerak tanpa tujuan.

ROMA 9:14-18 KEHENDAK ALLAH
                         YANG BERKUASA.
   Lawan2 Paulus bisa bertanya: “Adilkah Allah dalam melakukan PEMISAHAN/seleksi dengan sewenang-wenang?”. Jawaban: Bahwa Allah dapat melakuan apa saja yang Ia pilih untuk dikerjakan.
   (Sedangkan manusia seperti Kaisar Galba(Roma) berkata: “ia dapat melakukan apa saja yang disukainya terhadap siapa saja”.
   Kel.33:19 “Aku memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia”. Sikap Allah yang penuh kasih dan kemurahan kepada bangsa itu, tergantung kepada Dia sendiri.
  Tapi tidak benar kalau mengatakan, bahwa Allah dapat melakukan apa saja. Ia tidak dapat melakukan sesuatu yang bertentangan dengan sifat-sifat-Nya.  Argumen semacam ini cocok dan meyakinkan bagi seorang Yahudi—karena pada pokoknya: ALLAH ADA DI BELAKANG SEGALA SESUATU.  Bila kita memikirkan soal KEADILAN –Manusia tidak berhak menerima maupun mengklaim apa-apa dari Allah.  Dalam hubungan  manusia dengan Allah, hal2 yang penting ialah KEHENDAKNYA dan KEMURAHAN-NYA.

ROMA 9:19-29.TUKANG PERIUK DAN TANAH LIAT.
   PaulusTak ada orang yang mempunyai hak untuk berbantah dengan Allah. 
   Bila seorang tukang priuk membuat sebuah bejana, bejana tak dapat membantahnya; tukang priuk itu mempunyai kuasa mutlak atasnya; dari tanah liat yang sama ia dapat membuat sebuah barang untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan barang lain untuk dipakai guna tujuan biasa, tanah liat itu tak dapat berbuat apa-apa, tidak mempunyai hak untuk memprotesnya.
   Paulus mengambil gambaran ini dari Yer.18:1-6.
   Ada 2 hal yang dapat dikataan tentang hal itu:
(1)      Ini adalah suatu analogi yang kurang baik. Ada perbedaan antara manusia dan segumpal tanah liat.  Seorang manusia adalah suatu pribadi dan segumpal tanah liat adalah suatu benda.  Mungkin kamu dapat melakuan sesukamu dengan suatu benda, tetapi kamu tidak dapat berbuat sesukamu dengan suatu pribadi.  Tanah liat tidak dapat membantah; tidak dapat bertanya, tidak dapat berpikir.  Berbeda dengan manusia, karena apabila seorang manusia menderita kesedihan yang berat, tidak mungkin kita mengatakan kepadanya, bahwa ia tidak punya hak untuk mengeluh, karena Allah melakukan apa saja yang Ia sukai.  Itu adalah tanda (lambang) dari kekejaman dan bukan seorang Bapa yang mengasihi.  Memang kenyataan dalam Injil, Allah tidak memperlakukan manusia seperti tukang periuk memperlakukan segumpal tanah liat; Ia memperlakukan mereka seperti seorang bapa memperlakukan anak-Nya.
(2)      Paulus terpaksa mengatakan ini karena dia menghadapi kenyataan yang membingungkan bahwa umat Allah sendiri, kaum keluarganya sendiri, telah menolak dan menyalibkan Anak Allah.  Paulus dengan lanjut mengatakan, bahwa penolakan orang Yahudi ini terjadi supaya pintu terbuka bagi bangsa2 lain.  Dapat dikatakan bahwa Allah memakai suatu situasi yang jahat untuk mendatangkan kebaikan atau dapat juga dikatakan bahwa Ia menciptaan situasi yang jahat itu untuk menghasilkan kebaikan pada akhirnya.

ROMA 9:30-33 KESALAHAN ORANG YAHUDI.
   Disini Paulus menggambarkan pertentangan yang ada antara 2 macam sikap terhadap Allah.
I.        SIKAP ORG.YAHUDI---Tujuan orang Yahudi ialah supaya dirinya benar dihadapan Allah; mereka menganggap hubungan yang baik dgn.Allah sebagai suatu hal yang dapat dihasilkan dengan usaha sendiri.
II.       SIKAP yang menunjukkan bagaimana arti yang sesungguhnya.  Orang Yahudi berpikir bahwa seseorang melalui ketaatannya yang sungguh2 kepada hukum Taurat, akan mendapat kredit pahala. Akibatnya Allah berhutang padanya.  Bangsa2 lain tak pernah mengejarnya; tetapi ketika mereka tiba2 bertemu dengan kasih Allah dalam Yesus Kristus, mereka dalam iman yang penuh menyerahkan diri kepada kasih itu.  Orang Yahudi berusaha supaya Allah berhutang kepadanya; padahal bangsa lain PUAS dengan berhutang pada Allah.  Dalam Yes.8:14Allah akan menjadi batu sentuhan dan batu sandungan bagi kaum Israel.
(Yes.28:16; Dan.2:34,35,44,45; Maz.118:22; Mts.21:42)pada diri Yesus sendiri. Allah menentukan Anak-Nya sendiri menjadi dasar kehidupan setiap manusia, tetapi ketika Ia datang, orang2 Yahudi menolak Dia, maka karuna Allah yang dimaksudkan untuk keselamatan mereka menjadi sebab dari penghukuman bagi mereka.  Apabila seseorang mengasihi dan patuh kepada-Nya, Yesus baginya adalah keselamatan. Apabila seseorang hatinya tidak tergerak dan bahkan dengan marah dan memberontak, Yesus menjadi penghukuman baginya.  Yesus datang ke dalam dunia untuk keselamatan kita, tetapi melalui sikapnya terhadap-Nya, seorang manusia dapat memperoleh keselamatan atau sebaliknya, yaitu penghukuman.

   Pemahaman Alkitab Setiap Hari, William Barclay hlm.186-204.

==0==

Tidak ada komentar:

Posting Komentar