Minggu, 07 Desember 2014

Penghiburan Yang Menguatkan

Bacaan : Lukas 7 : 11–17.  
Ayat Inti : “… ketika Tuhan melihat janda itu,tergeraklah hatiNya oleh belas kasihan, … “Jangan menangis!” (Ay. 13)

Memiliki anak adalah impian setiap berumah-tangga, sebab kehadirannya adalah pelengkap kebahagiaan rumah-tangga.Mendengar tangisan dan tawa, melihat senyuman dan pertumbuhan anak-anak memberikan sentuhan rasa tersendiri bagi orangtuanya.Anak bukan hanya penerus keluarga, dia adalah masa depan, jaminan bagi orangtua untuk menyandarkan diri ketika sudah tua dan sakit-sakitan kelak.
Perjumpaan Yesus dengan rombongan pelayat yang hendak menguburkan seorang anak muda, anak tunggal seorang janda, menjadi gambaran yang jelas tentang arti kehadiran anak dalam hidup orangtuanya.Tentu kita bertanya-tanya: Bagaimana perasaan hati ibu yang ditinggal mati anak laki-laki satu-satunya? Anak yang sangat dikasihinya, yang memberinya harapan masa depan dan mungkin menumbuhkan semangat baginya untuk berjuang dan bertahan dalam kerasnya arus kehidupan.Tapi sekarang anak itu telah meninggal dunia.


Mungkin ibu itu merasa bahwa hidupnya telah kehilangan makna, menjadi hampa karena perjuangannya selama ini sia-sia.Yesus memahami pergumulan batin yang tak terucapkan oleh kata-kata. Ia yang tergerak oleh belas kasihan, membangkitkan kembali sang anak. Yesus tahu bahwa kebangkitan sang anak akan menumbuhkan kembali rasa yang hilang.  Hidup menjadi lebih bergairah, membuat sang ibu bangkit kembali untuk merenda harapan masa depannya bersama anak kekasihnya itu.


Saudaraku,..Mungkin kita sering merasa kehilangan semangat untuk menjalani kehidupan ini , ketika seseorang yang kita kasihi pergi meninggalkan kita untuk selama-lamanya dari dunia ini. Namun kita patut bersyukur karena Yesus tidak pernah membiarkan kita tinggal dalam keterpurukan. Melalui para saudara seiman, Dia datang untuk mengulurkan tanganNya, membangkitkan kembali semangat yang patah.Sungguh amat berbahagia apabila di antara saudara seiman dapat saling menguatkan dengan cara memberikan penghiburan yang mampu menumbuhkan kekuatan dan semangat kepada saudaranya yang berduka sebagaimana yang dilakukan Yesus kepada seorang janda yang kehilangan anak yang dikasihinya. Amin.


Untuk direnungkan:
Teman bisa membuatmu tertawa, sahabat bisa membuatmu bergembira, namun yang tulus mencintailah yang mampu membuatmu hidup.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar