Minggu, 19 Januari 2020

6. SUKA BERBUAT BAIK


PELAJARAN 6 –SUKA BERBUAT BAIK
A.  Tujuan

   Anggota dapat memahami pentingnya sikap saling menolong dan merencanakan cara berbuat baik dan melakukan dalam kehidupan sehari-hari.

B.  Evaluasi

-Ayat hafalan
-Proyek ketaatan.
     C. Pemahaman Alkitab
Selidiki: Galatia: 6:1-10.
1.  Dari bagian ini daftarkanlah kelakuan-kelakuan yang baik untuk murid-murid Kristus, bersama dengan alasan-alasannya dan sikap-sikap yang seharusnya.  Apakah hal ini merupakan sesuatu yang bersifat sukarela saja?.

2.  Hukuman apa yang dimaksud dalam ayat 2? (lih.Yohanes 13:34-35) Apakah maksud ayat ini?.

3.  Apa maksud Paulus dalam  ayat 3-5?. Mengapa orang menyangka bahwa ia berarti padahal ia tidak berarti?. Apakah kesalahan membandingkan pekerjaan diri sendiri dengan orang lain?.

4.  Mengapa Paulus menulis “Bertolong-tolonglah menanggung bebanmu” dalam ayat 2, tetapi “tiap-tiap orang akan memikul tanggungjawabnya sendiri” dalam ayat 5?. Bagaimanakah konteks kedua ayat itu?.

5.  Apakah arti “menabur dalam daging” dan menabur dalam Roh”?. Perhatikanlah, manakah dari kedua cara ini menuai lebih banyak?.
Penerbapan Pribadi:
6.  Bacalah sekali lagi petunjuk-petunjuk praktis dalam ayat-ayat ini. Apakah anda setia melakukan hal ini?. Kesempatan apa yang anda miliki untuk menolong orang lain?.

D.Proyek Ketaatan
  Pikirkan dan rencanakanlah bagaimana berbuat baik kepada:
-orang lain dalam keluarga.
-teman-teman KPA, persekutuan/gereja,dll.
-orang lain yang tidak cocok dengan anda(personality clash)
-orang yang melayani anda dalam Tuhan.

E. Untuk dilakukan minggu ini

1.  Ayat hafalan:.............................
2.  Proyek ketaatan:......................
3.  Pelajaran ke 7 dipersiapkan pada hari:................
4.  Pemimpin pertemuan berikutnya:......................
   F. Doa bersama
     Mendoakan setiap anggota KPA dari orang-orang yang ingin anda tolong.

5. KESETIAAN DAN KETEKUNAN.


PELAJARAN 5 – KESETIAAN DAN KETEKUNAN

A.  Tujuan:

  
Anggota mengerti pentingnya ketekunan dan kesetiaan dalam kehidupan orang Kristen, dan mengalami kuasa Allah untuk menolong kita bertekun setiap hari.

B.  Evaluasi:

Ayat hafalan
Proyek ketaatan.

C.  Pemahaman Alkitab
  
   Kitab Ibrani ditulis kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada Yesus Kristus.  Pada waktu orang Yahudi mulai percaya, seringkali mereka diusir dari keluarga atau kelompok mereka sendiri dan ada juga yang mengalami penganiayaan.  Surat Ibrani ini ditulis untuk memperdalam dan mengutamakan iman mereka dalam Kristus Yesus.
Selidiki: Ibrani 10:32-39.
1.  Kapan mereka menderita?. Mengapa? Penderitaan dalam bentuk apa?. Bagaimana atau dengan cara apa mereka “mengambil bagian” dalam penderitaan orang lain?.
2.  Mengapa mereka tahan menderita?. Dengan sikap bagaimana?. Bagaimana sikap kita kalau harta kita dirampas, disalahpahami atau diperlakukan secara semena-mena karena kita orang Kristen?.
3.  Pikirkan keadaan orang-orang yang menerima surat Ibrani ini. Mereka memerlukan ketekunan dalam hal apa dan untuk apa?. Mengapa?/
4.  Apa hubungan antara iman dan ketekunan?. Bagaimana iman kita menolong kita bertekun?.
5.  Apa arti ayat 36?. Mengapa ayat 37,38 dikutip?.(lih.Habakuk 2:3,4).  Janji apakah yang anda dapat dari ayat 37-39?.
Penerapan pribadi
6.  Dalam hal apakah anda memerlukan ketekunan?(beri tanda v) :pen
..........P.A. pribadi                ......ikut KPA
..........Doa                                    ......menjaga lidah
..........Penunggu pagi            .....memikirkan kepentingan
                                                  Orang lain.
..........Penghafalan ayat.      .......Belajar/kuliah
..........Bersekutu /ke gereja .......Membantu di rumah
..........Pelayanan                 .......Saling mengampuni.
..........Kesabaran                ........Rendah hati.
..........Bersyukur dalam      ........Sukacita.
           Segala hal.
......... Baca buku rohani
..........Berbuat baik.
..........Menjaga Kesucian 

D. Proyek Ketaatan.

   Pilih satu atau dua hal yang anda ingin belajar “tekun”.
   Pikirkan langkah-langkah praktis yang bisa diambil.
   Sharingkan apa yang akan anda lakukan untuk didoakan teman-teman KPA.

E.  Untuk dilakukan minggu ini

1.  Ayat hafalan:.............................................
2.  Proyek ketaatan: ......................................
3.  Bahan ke 6 dipersiapkan pada hari:.........
4.  Pemimpin pertemuan berikutnya.

F.  Doa bersama

   Mengucap syukur atas kesetiaan Tuhan dalam menolong dan menjawab doa-doa kita.
   Mengakui ketidak setiaan atau kekurang tekunan kita dalam menjadi murid Kristus. Saling mendoakan agar ketekunan itu nampak dalam kehidupan kelompok.
   Mendoakan ketekunan untuk bertumbuh dan melayani (di gereja, persekutuan, tempat kerja, pelayanan pribadi).
   Selain anggota KPA, doakan juga teman-teman (gereja/persekutuan,dll) yang kelihatan mundur, doakan kesetiaan dan ketekunan mereka.          


Sabtu, 18 Januari 2020

4. KEKUDUSAN


PELAJARAN 4- KEKUDUSAN
A.  Tujuan:

  Anggota mengerti arti “kekudusan” bagi orang Kristen, dan berkomitmen untuk hidup kudus sebagai orang yang “dipisahkan” bagi Allah.

B.  Evaluasi

-Ayat hafalan.
-Proyek ketaatan.
    C. Pemahaman Alkitab.
        -Allah adalah Maha kudus dan Allah menguduskan manusia. Istilah “Kudus” di dalam Perjanjian Lama memiliki pengertian yang sama dengan di dalam Perjanjian Baru. Istilah ini dipakai dalam pengertian keadaan tertinggi yang berkaitan dengan Allah.

        -Pertama, mengandung pengertian keterpisahan Allah dari ciptaan-Nya dana jauh lebih unggul dibanding ciptaan.
         Kekudusan Allah menggambarkan transendensi Allah, karena “Kekudusan” Yahwe tidak dapat diperbandingkan dengan ilah-ilah (Kel.15:11) dan seluruh ciptaan (Yes.40:25).

        -Kedua, istilah ini juga mengandung pengertian tentang hubungan dan ketentuan Allah untuk memelihara kedudukan-Nya sendiri terhadap makhluk-makhluk bebas lainnya. Istilah ini tidak hanya menjelaskan perbedaan Allah dan manusia (Hosea 11:9), tapi juga sama artinya dengan “Allah yang tertinggi”, dan terutama menekankan sifat Allah yang sangat dahsyat (Maz.99:3).

Kudus, Pengudusan.

Makna dasar pengudusan berasal dari akar kata Ibrani qdsy adalah: 1. “menyendiri”, 2.”cemerlang”. Arti pertama, menekankan kekudusan atau pengudusan dalam arti posisi, status, nisbah, dan diterjemahkan juga dengan kata: “terpotong”, “dipisahkan”, “disendirikan untuk penggunaan khusus”, “diserahkan untuk”, atau “disucikan”, dianggap keramat atau suci berlawanan tercemar atau sekuler.
   Arti kedua, menekankan digunakan berkaitan dengan keadaan, atau proses, yang dalam Perjanjian Baru mengarah kepada pemikiran tentang perubahan batin yang terjadi berangsung-angsur, yang menghasilkan kemurnian, kebenaran moral, dan pemikiran-pemikiran suci yang dinyatakan dalam perbuatan-perbuatan lahiriah yang baik dan menurut kehendak Tuhan.

Selidiki: 1 Petrus 1:13-25.

1.  Kudus dalam seluruh kehidupan (ayat 13-16).

  Daftarkan perintah-perintah dalam ayat-ayat ini. Bagaimana kekudusan mempengaruhi seluruh kehidupan(pikiran, sikap dan kelakuan?).  Mengapa kita harus menjadi kudus?. Dalam hal apa saja?. Kata “Sebab itu” dalam ayat 13 berhubungan dengan apa?.
2.  Alasan-alasan kekudusan lainnya (ayat 17-21).

   Alasan-alasan lain apa yang anda temui dalam ayat-ayat ini untuk menjadi kudus dalam seluruh kehidupan?.
   Bandingkanlah “barang yang fana” dengan harga yang menebus kita. Bagaimana tanggapan anda terhadap tebusan yang mulia itu?.

3.  Bukti kekudusan dan kuasa kekudusan (ayat 22-25).

   Bagaimana kita bisa menjadi kudus?. (lihat juga ayat 2). Apa yang harus kita perbuat?. Bagaimana akibat kekudusan dalam kehidupan orang-orang Kristen?. (ayat 22).

Penerapan pribadi.
4.  Apakah seluruh kehidupan anda kudus?.
Apa yang perlu disucikan?.
Bagaimana kekudusan anda dalam hal menghadapi ujian, masa pacaran, meminjam buku, pekerjaan, pelayanan, dsb?.
Adakah Firman Allah yang belum ditaati selama ini?.

  D.Proyek ketaatan.
   Pilih satu hal yang ditunjukkan oleh Roh Kudus dan mintalah dukungan doa dari teman-teman KPA. Minta hal itu disucikan, dan memohon kuasa Allah untuk menjalankan ketaatan pada minggu yang akan datang.  Mendoakan teman-teman dalam KPA setiap hari supaya mereka juga mengalami kuasa Roh Kudus untuk menguduskan kehidupan mereka.
E. Untuk dilakukan minggu ini.
1. Ayat hafalan:............................
2. Proyek ketaatan:......................
3. Pelajaran selanjutnya (ke 5):....
4. Pemimpin pertemuan berikutnya:...............

F.Catatan Bersama.
  -Bacalah bersama-sama Yesaya 6:1-8, kemudian memuji Allah bersama-sama dan saling mendoakan menjadi orang yang kudus dalam seluruh kehidupan.

G.Catatan
1.Catatlah proyek yang akan dilakukan sesuai dengan dorongan dan pimpinan Roh Kudus.
..................................................................................................
2. Catatalah pokok-pokok doa dari teman-teman KPA yang perlu didoakan dalam minggu yang akan datang (dalam doa setiap hari)
...............................................................................................


3. DISIPLIN


PELAJARAN 3- DISIPLIN.

A.  Tujuan
Anggota mengenal kehidupan disiplin dan menjadi murid Kristus yang disiplin.
B.  Evaluasi

-Ayat hafalan
-Proyek yang lalu, khususnya pengalaman ketaatan sikap rendah hati.
      C. Pemahaman Alkitab.
        Ada bermacam-macam kedisiplinan, seperti: disiplin belajar, disiplin dalam menjalankan tugas, disiplin sebagai olahragawan dan sebagainya.  Pengertian disiplin mengandung unsur: tertib, teratur, sungguh-sungguh, taat, menguasai diri.  Semua itu untuk  menunjang suatu hasil yang baik dan sempurna.
   Demikian pula dalam kehidupan iman Kristen, khususnya dalam kehidupan seorang murid Kristus harus disiplin.
   Tanpa kedisiplinan kita tidak dapat bertumbuh dan melayani Tuhan dengan baik. Bahkan dapat jadi batu sandungan.
   Ada beberapa pengertian menurut konteks Alkitab yang harus dimengerti mengenai kedisiplinan, yaitu:
·        Disiplin dalam hal menguasai diri (1 Kor.9:26-27); Gal.5:22-23; 2 Pet.1:5-6).  Penguasaan diri yang dimaksud adalah menguasai keinginan tubuh yang bertentangan dengan kehendak Tuhan yang dinyatakan dalam Firman-Nya.  Dengan adanya disiplin dalam penguasaan diri, kita dapat semakin maju dalam pertumbuhan iman, dan dalam melayani Tuhan.
·        Disiplin dalam hal menunjukkan kesungguhan (Ibr.6:11,12; 2 Petr.1:10). Kesungguhan yang dimaksud adalah kesungguhan dalam iman, dalam mentaati Firman Tuhan, dalam pelayanan, dan dalam pekerjaan Tuhan, tidak menjadi lamban.
·        Disiplin dalam hal ketertiban, teratur, dan ketekunan (1 Kor.14:40; Kol.2:5; Kis.2:42,46; 13:43).
   Sesuai dengan arti kata dalam ayat-ayat tersebut, disiplin disini dimengerti dalam hal tertib dan teratur dan berlangsung terus menerus (secara tekun). Disiplin dalam pengertian ini menunjang atau erat hubungannya dengan pengertian disiplin sebelumnya.
   Jika disimpulkan, pengertian disiplin menurut Alkitab adalah sungguh-sungguh dalam kehidupan Kristen (doa, Firman Tuhan, bersaksi dan hidup dalam kebenaran). Secara praktis bagaimana melatih hidup yang disiplin?.
Selidiki: 2 Timootius 2:1-7.
1.  Dalam ayat 1, ditegaskan supaya menjadi kuat oleh kasih karunia Kristus. Menjadi kuat dalam hal apa?.
2.  Ayat 2 sangat tepat bagi kehidupan murid Kristus,  pelajari pula artinya “percayakanlah” dan bagaimana hal ini mungkin dilaksanakan? (hubungkan dengan kedisiplinan).
3.  Pada ayat 3-7, tugas mempercayakan diri dapat disamakan dengan seorang prajurit, seorang olahragawan, dan seorang petani. Satu persatu dalam ayat-ayat ini dijelaskan  sebagai contoh kedisiplinan. Sedikit ciri-ciri kedisiplinan yang ada pada mereka dan bahaslah ciri-ciri tersebut.
Penerapan pribadi:
4.  Berdasarkan janji Tuhan, bahwa Ia akan memberi pengertian (ayat 7). Secara khusus, pengertian yang mana Tuhan kehendaki dalam kehidupan pribadi anda, sebagai murid yang disiplin?.  Apa saja yang menjadi kekurangan dan yang harus diperbaiki?.
D.Proyek Ketaatan.
-Terapkan dan wujudkan sikap & sifat disiplin dalam penguasaan diri khususnya penguasaan keinginan tubuh (malas, kenikmatan tubuh, dsb).
-Terapkan dan laksanakan sikap & sifat disiplin dalam membina orang lain, pilih satu teman untuk dibimbing atau dipercayakan mengenai kehidupan Kristen (pembinaan kehidupan Kristen dasar, pemuridan dan seterusnya).
-Terapkan dan kembangkan sikap & sifat disiplin dalam saat penunggu pagi, penghafalan ayat, PA, doa, KPA, studi, pekerjaan, ke gereja/persekutuan kemudian evaluasi hasilnya.

E.Untuk dilakukan minggu ini
1. Ayat hafalan:..........................
2.Proyek ketaatan:.....................
3.Pelajaran berikut dipersiapkan pada hari:............
4.Pemimpin pertemuan berikutnya.

E.Doa bersama.

-Mendoakan orang-orang yang dipilih dalam proyek supaya sesuai dengan pilihan Tuhan.
-Mendoakan kedisiplinan masing-masing anggota KPA, dengan lebih dahulu mengakui kekurangannya (sebutkan dalam hal apa saja kurang disiplin).
-Mendoakan tetap berlangsungnya proyek-proyek dalam pelajaran 1,2 dan 3.

Jumat, 17 Januari 2020

2.RENDAH HATI


PELAJARAN 2 : RENDAH HATI

A.  Tujuan:

Anggota mengerti makna rendah hati dan dapat menerapkan dalam kehidupannya sebagai murid Kristus.

B.  Evaluasi:
Ayat hafalan
Proyek yang lalu, khususnya hubungan kasih antar anggota.
KPA, apakah semakin saling mengasihi?.

C.  Pemahaman Alkitab.
Sifat rendah hati adalah salah satu aspek dari kasih (1 Kor.13:5). Rendah hati berarti tidak memegahkan diri atau menonjolkan “aku” yang bertakhta, yang berkuasa dan bermegah. Tetapi dalam kehidupan yang baru, yang berkuasa bukan “aku” lagi tetapi Kristus (Gal.2:19b – 20).
   Hal ini seharusnya membuat kita tidak bermegah diri lagi, melainkan rendah hati.  Sebab bukan karena aku untuk aku lagi, melainkan untuk Kristus, karena Kristus.
   Kita akan mempelajari teladan Tuhan Yesus sebagaimana Ia tidak mempertahankan ke Allahan-Nya tetapi merendahkan diri menjadi manusia dan taat kepada Allah sampai mati di kayu salib bagi manusia yang berdosa.(Flp.2:1-11).
   Allah tidak berkenan kepada orang yang sombong tetapi mengasihani orang yang rendah hati dan Allah menghendaki supaya kita tunduk dan merendahkan diri dihadapan Tuhan Allah (1 Pet.5:5-6; Yak.4:6-7).  Dengan merendahkan hati dihadapan Tuhan, maka Allah akan menguasai, memimpin dan meninggikan/memuliakan kita.  Kemuliaan bukan berasal dari diri sendiri tetapi dari Allah.  Sebab barang siapa meninggikan diri akan direndahkan, tetapi barang siapa merendahkan diri akan ditinggikan (Mat.23:12-17; Luk.14:11,18:14).
   Sebagai seorang murid Kristus harus mempunyai sifat dan sikap rendah hati serta hati yang melayani seperti Tuhan Yesus (Yoh.13:12-17).  Yesus pernah menegur para murid-Nya, ketika mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka.  Untuk menjadi yang terbesar dan terkemuka harus rendah hati dan melayani (Mark.9:33-37).

Selidiki: Filipi 2:1-11.

1.  Makna rendah hati (ayat 1-4).
-Atas dasar apa nasehat rendah hati diberikan?.
-Dalam konteks bagaimana rendah hati diterapkan?(ayat 2,3)?.
-Apa pengertian rendah hati dalam ayat 3,4?.
-Sehubungan dengan ayat-ayat ini dijelaskan pula pengertian rendah hati dari beberapa segi sesuai dengan keterangan di atas (untuk memperkaya pengertian dan makna rendah hati).
        2. Prinsip rendah hati dalam hidup Yesus (ayat 5-11).
          -Dalam hal apa Yesus bersikap rendah hati? (ayat 6).
          -Kepada siapa Yesus bersikap rendah hati?.
          -Dengan sikap yang bagaimana? (ayat 7,8)
          -Untuk apa Yesus bersikap rendah hati?.
          -Apakah motivasi Yesus bersikap rendah hati untuk
           mendapat kemuliaan?.(ayat 9-11).
  
  Penerapan Pribadi.
      
        3.Jika disimpulkan, apa yang Tuhan kehendaki dan dengan
          Prinsip yang bagaimana?. Adakah hal-hal yang secara
        khusus Tuhan menegur anda?.  Bagaimana anda harus
        memperbaikinya?. Dalam hal apa saja sikap rendah hati bisa
        anda terapkan, secara praktis dalam KPA, keluarga,
        gereja/persekutuan, teman-teman dan sebagainya?.
D. Proyek Ketaatan.

-Memperbaharui hidup dengan penyangkalan diri, bersikap rendah hati kepada Tuhan dan sesama dalam bentuk taat kepada Tuhan dan bersedia melayani.
-Melatih diri dan memperkembangkan sikap rendah hati kepada orang-orang yang biasanya kita anggap rendah (belajar menghargai mereka).
-Mengevaluasi diri, dalam hal apa (study,pekerjaan, pelayanan, bakat, kekayaan dsb) kita sering jatuh pada dosa kesombongan?.
-Mohon pengampunan Allah dan pimpinan Tuhan untuk dapat bersikap rendah hati.
E. Untuk dilakukan minggu ini
-Ayat hafalan: ....................
-Proyek Ketaatan:...............
-Pelajaran ke 3 disiapkan pada hari:...................
-Pemimpin pertemuan berikutnya:.....................

F.Doa bersama.
1. Saling mengakui dosa-dosa kesombongan di hadapan Tuhan.
2. Mendoakan proyek ketaatan tiap-tiap anggota.
3. Mendoakan proyek ketaatan bersama.
4. Mendoakan KPA-KPA lainnya.

1. KASIH


PEMBINAAN WATAK

   Pendahuluan:
   Pembinaan Watak sangat penting, karena sebagai murid Kristus harus mempunyai watak yang menyerupai Kristus.  Pendalaman Alkitab ini adalah bertujuan untuk menolong kita mempelajari, menghayati dan memiliki watak yang benar sebagai seorang murid Kristus.  Setiap anggota Kelompok Pendalaman Alkitab kiranya dapat dibangun dan berakar di dalam kebenaran-kebenaran Kristus, dan bukan hanya sekedar hadir dan mengikuti KPA untuk menyelesaikan bahan pelajaran saja.

   Agar tujuan benar-benar tercapai, mari kita usahakan dan gumulkan dengan sungguh-sungguh sebagaimana Rasul Paulus katakan: “supaya tiap orang sampai kepada kesempurnaan dalam Kristus” (Kol.1:28,29). 
   Kiranya kasih karunia Allah menyertai kita dalam menuju kesempurnaan dan kemuliaan-Nya.

PELAJARAN 1:  KASIH.

A.  TUJUAN.
   Anggota mengenal kasih dan mewujukan kasih, mengasihi Tuhan dan sesama (saling mengasihi).
B.  Evaluasi.
   Evaluasi keadaan masing-masing, bagaimana hubungan dengan Tuhan, orang tua/keluarga, teman-teman, dan orang-orang lain di sekitar kita.  Sharingkan hal itu.
C.  Pemahaman Alkitab.
        Ada beberapa fakta mengenai kasih menurut Alkitab, yaitu:
1.  Allah adalah Kasih (Yoh.4:7-21).  Identitas kasih Allah adalah kasih yang menyelamatkan.  Kasih-Nya telah dinyatakan dalam diri Tuhan Yesus Kristus (Yoh.3:16).
  Dan kasih itu dinyatakan dalam seluruh eksistensi hidup-Nya, yaitu hati, perasaan, pikiran, akal budi dan seluruh perilaku hidup Yesus.
2.  Allah mengasihi manusia dan memberikan hukum kasih kepada manusia sebagai hukum yang terutama (Mrk.12:28-34).  Kasih juga merupakan buah Roh Kudus yang utama (Galatia 5:22). Dan diantara iman, pengharapan dan kasih, yang terbesar adalah kasih (1 Kor.13:13).
3.  Sumber kasih adalah dari Allah (Yoh.4:7).  Kasih itu ditujukan untuk objek kasih.  Objek kasih Allah adalah manusia, dan objek kasih manusia adalah Allah dan sesamanya.  Jadi ada timbal balik, dengan kata lain, saling mengasihi.
4.  Ciri seorang murid Kristus adalah saling mengasihi (Yoh.13:34,35). Dan kasih Allah akan sempurna didalam kita kalau kita saling mengasihi (1 Yoh.4:12).
-Berdasarkan beberapa fakta-fakta tersebut, kita selidiki lebih lanjut kebenaran firman Tuhan dalam 1 Yoh.4:7-21:
1. Kebenaran Allah dalam hal kasih (ayat 7-12).
      Selidiki dalam tiap ayat, apa yang dikatakan mengenai Allah dan kasih?. Selidiki apa tujuan Allah mengasihi?. Bagaimana/cara Allah mengasihi?.

2. Perintah untuk saling mengasihi (ayat 7-16).
    -Apa dasarnya?.  Ayat-ayat mana yang menjelaskan hal itu?. Apa hubungan antara perintah saling mengasihi dengan persekutuan didalam Allah (ayat 12,16).  Mengapa demikian?.

3. Penerapan Pribadi.
    Bukti kasih (ayat 17-21).
    Mudah sekali berteori tentang kasih. Tetapi kasih, baru kasih kalau ada wujudnya. Apa buktinya kita mengasihi Allah menurut ayat-ayat ini?.

4.Apa yang Tuhan inginkan dalam hidup anda?.
   Apakah hal-hal yang menghalangi anda untuk mengasihi?
   Bagaimana cara anda mengasihi Allah dengan sungguh-sungguh?.
   Apa yang dapat anda lakukan sebagai tindakan berdasarkan kasih?.
D. Proyek Ketaatan.
-Mengasihi seseorang sebagai dasar untuk P.A. (pilih seorang dari anggota keluarga, teman atau yang lain) dengan memberi perhatian dalam berbagai bentuk (mis.menelepon, mengunjungi, dll).
-Membina kasih (saling mengasihi diantara anggota KPA) dengan memperhatikan keadaan dan kepentingan anggota yang lain selain kepentingan diri sendiri.
E. Doa bersama.
  1. Mengucap syukur atas terbentuknya KPA.
  2. Masing-masing anggota secara terbuka, mengutarakan pergumulan yang sedang dihadapi, untuk didoakan secara bergiliran.
  3. Mendoakan, agar dengan pertolongan Tuhan KPA  dapat sungguh-sungguh dilaksanakan.