Selasa, 12 Januari 2016

18 Manfaat Daun Afrika utk Diabetes & Kesehatan.

– Pernah mendengar tanaman dengan nama daun afrika? jika Anda sedang mencari pengobatan alternatif daun arfika merupakan salah satu daun yang dapat dijadikan sebagai obat beberapa penyakit. Tanaman ini dinamakan daun afrika karena memang tanaman ini berasal dari Afrika tepatnya Afrika Selatan. Daun Afrika memiliki banyak khasiat dan manfaat untuk kesehatan. Berdasarkan penelitian daun ini memiliki rasa pahit namum mempunyai kelebihan dapat menyembuhkan macam-macam penyakit seperti Stroke, Diabetes, Tekanan darah tinggi dan masih banyak lagi penyakit yang dapat disembuhkan oleh tanaman satu ini. Tanaman Daun Afrika
Dari namanya sudah dapat diketahui asal tanaman ini, namun tanaman ini juga dapat tumbuh Di Indonesia pada daratan dengan ketinggian mulai dari 1500 meter dari permukaan laut. Namun kebanyakan daun afrika yang tumbuh di Indonesia tidak berbunga bahkan berbuah tidak seperti di daerah aslinya.
Ingin tahu apa saja yang dapat dilakukan oleh tanaman yang satu ini.
Berikut manfaat daun afrika untuk kesehatan dan mengatasi diabetes, seperti yang dilansir oleh maafaat.co.id: Img by: Nelindah | Flick.com
1. Menyembuhkan batuk-batuk Yang pertama adalah menyembuhkan batuk. Daun ini dipercaya dapat menyembuhkan batuk secara ilmiah dengan tarah cukup ringan Adapun pembuatan ramuan untuk mengobati batuk adalah sebagai berikut: •Sediakan daun Afrika secukupnya •Cuci daun afrika dan dapat langsung dikunyah. • Atau dapat juga diseduh dengan air panas untuk mengurahi rasa pahitnya. •Minum seduhan pada saat masih hangat •Lakukan secara teratur sampai batuk sembuh.
2. Meredakan panas demam Daun Afrika juga dapat diamanfaatkan untuk mengatasi masalah panas demam. Cara penggunaannya sama dengan cara menyembuhkan batuk yaitu dengan cara diseduh.
3. Mengurangi kesemutan Kesemutan merupakan pertanda aliran darah tidak lancar atau mengalami penyumbatan pada bagian yang mengalami kesemutan. Walaupun tidak berbahaya untuk kesehatan, jika dialami secara terus-menerus kemungkinan dapat menjadi penyakit yang lebih serius, untuk itu kesemutan perlu ditangani jika sering dialami yakni dapat menggunakan ramuan herbal daun afrika. Daun Afrika bekerja dengan mengurani frekuensi kesemutan. Caranya pun sama dengan cara diatas yaitu dengan cara diseduh.
4. Menyembuhkan sakit kepala Daun afrika ternyata mengandung zat yang dapat mengatasi masalah sakit kepala yang mujarab. Cara membuat obat sakit kepala dengan daun afriak adalah dengan cara direbus. •Sediakan daun afrika secukupnya. •Cuci hingga bersih. •Rebus dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. • Saring rebusan. •Minum ramuan ini setelah dingin.
5. Membantu menyembuhkan infeksi Daun afrika juga memiliki khasiat untuk mengatasi masalah infeksi, seperti infeksi pada tenggorokan, zat yang terkandung dalam daun afrika dapat menyembuhkan infeksi tersebut. Daun afrika memiliki zat anti Virus sehingg dapat dijadikan infeksi seperti infekso pada tenggorokan. Caranya sama dengan cara menyembuhakan sakit kepala.
6. Melancarkan buang air Jika Anda mengalami susah buang air kecil yang dapat disebabkan oleh banyak faktor, Daun Afrika dapat dijadikan obat untuk mengatasi masalah tersebut. Caranya pun sama dengan cara menyembuhkan sakit kepala yaitu dengan cara meminun rebusan daun afrika.
7. Membantu tubuh membersihkan toksin Daun afrika dapat juga berperan sebagai anti toksin. Toksin merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan kanker. Zat yang terkandung dalam daun afrika dapat mengusir toksi maupun sepabagai penangkal radikal bebas dalam tubuh.
8. Menormalkan kerja organ sistem pencernaan Lambuang merupakan organ pencernaan yang kerap kali mengalami gangguan seperti infeksi. JIka hal ini terjadi berbagai masalah pencernaan dapat timbul. Untuk mengatasi hal tersebut dapat menggunakan Rebusan Daun Afrika.
9. Menormalkan fungsi paru-paru
Paru-paru merupakan organ pernapasan yang berfungsi menyerap Oksigen, namun paru-paru juga menghirup gas lain yang dapat membahanyakan kesehatan. Dengan mengonsumsi daun afrika dapat menghilangkan racun, dan dapat membantu bekerja secara normal.
Daun Afirka Sebagai Obat
Selain dapat mengobati macam-macam penyakit yang tergolong ringan daun afrika juga dapat mengobati macam-macam penyakit yang cukup berat berikut penyakit-penyakit yang tergolong berat yang dapat diatasi dengan memanfaatkan daun afrika. :
1. Menurunkan kadar kolesterol Dalam tubuh kita terdapat dua jenis Kolesterol yaitu kolesterol baik dan kolesterol jahat. Kolesterol baik tentunya merupakan nutrisi yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan kerja metabolisme tubuh, sedangkan kolesterol jahat merupakan kolesterol yang dapat menyebabkan berbagai penyakit yang dapat membahayakan. Nah kolesterol jahat dalam tubuh ini perlu dihilankan agar tidak terserang penyakit yang tidak diinginkan. Untuk menghilangkannya Anda dapat meminum rebusan daun afrika ini, Anda juga dapat menambakan jeruk nipis dan madu untuk mengilangkan rasa pahit yang ditimbulkan oleh daun afrika.
2. Menstabilkan tekanan darah Tekanan darah dalam tubuh dapat dipengaruhi oleh banyak faktor dari dalam tubuh kita sendiri maupun dari luar seperti makanan yang kita konsumsi. Untuk menstabilkan tekanan darah Anda dapat mengonsumsi rebusan Daun Afrika, yaitu dengan merebus daun yang masih segar.
3. Menyembuhkan perut kembung Perut kembung dan begah membuat rasa tidak nyaman, jika dibiarkan dapat menyebabkan diare, dan untuk mengobati masalah ini Anda dapat meminum rebusan daun afrika dengan tambahan madu untuk menghilangkan rasa pahit dari daun afrika.
4. Membantu menyembuhkan insomnia Daun afrika dapat mengatasi Insomnia. Daun afrika memiliki zat yang dapat memberi rasa rileks. Untuk orang yang mengalami gangguan sulit tidur dapat menggunakan ramuan ini untuk mengatasinya. caranya dengan meminum rebusan daun afrika ini. Minum air rebusan tersebut sebelum anda tidur. Lakukan hal tersebut selama insomnia belum membaik.
5. Mengurangi kadar gula darah Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan berbagai masalah pada tubuh seperti penyakit diabetes, darah tinggi dan penyakit lainnya. Untuk mengurangi kadar gula darah dalam tubuh. dapat menggunkan rebusan daun afrika.
6. Membantu mencegah penyakit stroke Daun afrika dapat melancarkan peredaran darah sehingga dapat menghindarkan Anda dari stroke, Daun afrike bekerja dengan cara mencegah penyempitan pembuluh darah yang dapat menjadi faktor terjadinya stroke.
7. Mengobati penyakit diabetes Penyakit ini merupakan penyakit yang mematikan selain penyakit jantung, jika dibiarkan terus menerus dapat menyababkan komplikasi. Untuk mengatasi diabetes dapat meminum rebusan daun afrika, bahkan penderita yang perlu diamputasi dapat diselamatkan dengan rutin mengonsumsi rebusan daun afrika.
8. Menurunkan resiko penyakit kanker hati Daun afrika memiliki sifat yang dapat menangkal radikal bebas dan sebagai detoksifikasi racun dalam tubuh. Hal Ini membuat daun afrika dapat dijadikan sebagai obat herbal untuk mencegah kenker salah satunya kanker hati.
9. Menyembuhkan radang persendian Radang persendian pun dapat diatasi dengan meminum rebusan daun afrika, seperti rematik, Untuk mangatasi ramatik mium ramuan ini secara rutin Efek Samping Konsumsi Daun Afrika Efek samping yang ditimbulkan oleh daun afrika dalam taraf berat sebenarnya belum ada penelitian, Namun efek samping yang cukup ringan pada saat kita mengonsumsi rebusan daun afrika akan terasa sangat pahit. Selain itu ada juga ahli yang mengatakan ibu hamil dilarang mengonsumsi obat herbal ini karena kemungkinan dapat membahanyakan janin dalam kandungan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada ahlinya untuk mengatasi masalah-masalah kesehatan dengan menggunakan daun afrika atau ramuan herbal lainnya.
Pengobatan dengan Daun Afrika di Mancanegara
Daun afrika sudah sejak lama digunakan dalam dunia pengobatan salah satunya di Cina. Daun ini sudah dijadikan herbal dan sudah banyak dilakukan penelitian akan khasiatnya. Bahkan negara Malaysia dan Singapura pun sudah memanfaatkan daun afrika untuk pengobatan herbal. Di Malaysia daun afrika dikenal dengan istilah daun Kupu-kupu.Demikianlah 18 Manfaat Daun Afrika Untuk Kesehatan & Diabetes semoga bermanfaat.

Selasa, 05 Januari 2016

Krisis di Sorga.

Rebellion and Redemption Crisis in Heaven
Lesson #1 for January 2, 2016 Scriptures: Isaiah 14:4,12-15; Ezekiel 28:2,12-16; John 12:31; Revelation 12:7-16; Luke 10:1-21.
1. With this lesson we begin our discussion of the great controversy. The great controversy is a major theme in the writings of Ellen G. White, especially in the Conflict of the Ages series. It is because of her writings that we as Seventh-day Adventists know and understand this very important theme from Scripture. It can be found in Scripture; but, it was Ellen White who helped us to find it. The law of love being the foundation of the government of God, the happiness of all intelligent beings depends upon their perfect accord with its great principles of righteousness. God desires from all His creatures the service of love—service that springs from an appreciation of His character. He takes no pleasure in a forced obedience; and to all He grants freedom of will, that they may render Him voluntary service.—Ellen G. White, Patriarchs and Prophets, p. 34.3. The earth was dark through misapprehension of God. That the gloomy shadows might be lightened, that the world might be brought back to God, Satan’s deceptive power was to be broken. This could not be done by force. The exercise of force is contrary to the principles of God’s government; He desires only the service of love; and love cannot be commanded; it cannot be won by force or authority. Only by love is love awakened. To know God is to love Him; His character must be manifested in contrast to the character of Satan. This work only one Being in all the universe could do. Only He who knew the height and depth of the love of God could make it known. Upon the world’s dark night the Sun of Righteousness must rise, “with healing in His wings.” Mal. 4:2.—Ellen G. White, The Desire of Ages p. 22.1. [Bold type is added.]
2. In order to understand the great controversy fully, we must remember that everything was peaceful and harmonious throughout our universe before sin entered. At that time, all creatures living in the universe loved and appreciated each other.
3. But, Lucifer, one who stood next to the throne of God and who is described as God’s highest creation, became jealous. He envied the position of Jesus and wanted to be thought of as a god himself. Revelation 12:7 tells us that as a result, there was war in heaven. We do not know how that war was actually conducted. What kind of weapons could any creature use to try to fight against God? It may have been a war of words and ideas. What weapons did Satan use? Deception?
4. Unfortunately for us, Satan and his followers were cast out of heaven and down to this earth. By deceiving and tricking Eve who then shared the fruit with Adam, Satan convinced our first parents to join his side in the war. We have been living with the consequences ever since. Was sin an inevitability? Will sin still be possible in the future world? Will we still be free? Rebellion and Redemption #1 - 1 of 5
5. In this series of lessons, we will attempt to understand: 1) Some of the reasons for that rebellion, 2) What the issues were, and 3) How God has won the great controversy by revealing the truth. What truth needed to be revealed?
6. Read Isaiah 14:4,12-15. In this passage we have what is described as one of the most beautiful poems in the entire Old Testament. Hebrew poetry is different from our modern poetry. In Hebrew, poetic ideas are matched and compared. We will see in this passage and others which we will study how Helel ben Shahar, Lucifer, Day Star, bright morning star, became the Devil, Satan, God’s opponent. What evidence do you see in these verses in Isaiah that it is not talking simply about a human ruler? Could any human ruler truthfully be described as the bright morning star, fallen from heaven, the one who aspired to place his throne above the highest stars and to sit on the mountain in the north where the gods assemble, and to be like the Almighty? Nebuchadnezzar, the famous king of Neo- Babylonia, wanted people to worship him as we can see from Daniel 3. But, Isaiah who wrote this poem, lived more than 100 years before Nebuchadnezzar began his conquest of the world.
7. It should be clear from reading this passage that it was not Nebuchadnezzar who was being discussed, nor was it any earlier monarch from Babylonia; but rather, it was another powerful being who once lived in heaven and wanted to be like God in power and glory but not like God in character. There is one capacity that we have that Satan does not have and about which he is very upset and jealous even of us! He cannot reproduce. If he could, he would, no doubt, fill the universe with little monsters like himself!
8. There are other examples where two different experiences or people are described in a kind of mixed prophecy. In Matthew 24, Jesus mixed His description of the destruction of Jerusalem with prophecies about the end of the world.
9. Isaiah himself in Isaiah 7-9 talked about a baby boy who was to be born at the time when the kingdom of Judah was being attacked by Rezin, King of Syria, and Pekah, son of Remaliah, King of Israel. God told Isaiah that this baby who was to be called Immanuel would be born and grow up; before he could say “mommy” and “daddy,” the kings Rezin and Pekah would be gone. But, as we read on through Isaiah 8 and especially in Isaiah 9, we realize that the prophecy had been expanded to talk about a much more important Baby to be born some 700 years later. Thus, the prophecy in Isaiah 7:14 which initially applied to Isaiah’s baby could be used by Matthew as a prediction of the virgin birth of Jesus Christ, the Messiah.
10. Read Ezekiel 28:2,12-19. That is a description of the being who once lived in heaven, an example of perfection who lived temporarily even in Eden, the garden of God. He had walked on God’s holy mountain and among the sparkling gems. His conduct was perfect from the day he was created until evil was found in him. Puffed up with pride, he claimed to be a god. He became proud of his beauty; his fame made him act like a fool, and he was hurled from heaven down to this earth.
11. Is it possible to understand how a perfect being, living in a perfect environment created by a perfect God with no one to tempt him, could fall to the point of causing war in heaven? What should that say to us about the dangers of envy and jealousy?
12. Read John 12:31; 14:30; and 16:11. Who is this prince of this world? Why did Jesus recognize him as the ruler of this world? When human beings, following Satan’s example and yielding to his temptations became like him, then he claimed to be the ruler of this Rebellion and Redemption #1 - 2 of 5 world.
13. When Adam and Eve were first created and placed in the Garden of Eden, they were given dominion over all the other creatures. (Genesis 2:8,15) They were to have loving command and caring dominion over all the animals. At that point in time, Adam was referred to as one of the sons of God. (See Luke 3:38, and compare Job 1:6; 2:1; 38:7.) But, Adam gave up his dominion of this world by doubting God and accepting Satan’s deceptions.
14. There is a fascinating look into the operations of heaven’s throne room, the capital of the universe, described in Job 1:6-7 and 2:1-2. Satan returned to heaven, claiming the right to be there as the leader of this world; and recognizing the reality of the situation, God acknowledged him in that role. When these verses described Satan as walking to and fro roaming around the earth, he was not just a visiting tourist. The term is a Hebrew expression suggesting dominion and ownership. Compare God’s giving the land of Palestine to Abraham. (Genesis 13:7) A similar promise was made to Moses and Joshua. (Deuteronomy 11:24; Joshua 1:3) Satan wished to present himself as the God of this world. (2 Corinthians 4:4) While Job successfully weathered that incredible experience described in his book, very few others have been as faithful.
15. Read Revelation 12:7-16. This is the earliest known event in the great controversy. We do not have evidence for any events which happened earlier than this except God’s creation of the universe and angels and other beings outside of this earth. At the end of the war in heaven, Satan and his angels were thrown out. They were thrown down to this earth. Heaven should rejoice, and earth should be warned. Satan is furious because he knows that he has only a little time left. As a result, he has pursued the people of God from the beginning. He knows that if he can prevent them from being faithful to God, he can continue living in his claimed position of domination on this earth.
16. Read Revelation 12:10-11. Fortunately for us, John made it clear in Revelation that all is not lost. “Our brothers and sisters won the victory over him [that is, Satan] by the blood of the Lamb and by the truth which they proclaimed; and they were willing to give up their lives and die.” (GNB) [Content in brackets is added.] We have the promise that those who are faithful to God–although they may even die in the conflict–ultimately, will be victorious.
17. In Revelation 12, we see what appear to be three very uneven contests or struggles: 1) A Dragon versus a baby. The Dragon loses because the baby is caught up to heaven. 2) The Dragon versus the church. But, God assists the church to escape into the wilderness. 3) The woman–a description of the church–versus the Dragon who then sends a flood against the woman; but, the earth swallows up that flood.
18. Read Revelation 12:13-17. These few verses give a very brief overview of the history of our world after Christ’s victory at the first coming. The Dragon is described as being furious. He knows that if God’s people come together, get to know God personally, and stand up for the truth, Satan’s kingdom will be finished.
19. Read Luke 10:1-21. The story of Job seems to suggest that in Old Testament times, Satan still had access to the heavenly council. However, in the New Testament, Christ suggested that Satan had fallen further–like lightning from heaven. What do you think that means? Satan was already here on this earth. But, just as we can make our prayers heard in heaven, Satan can still make his accusations heard as well. So, in what sense has he Rebellion and Redemption #1 - 3 of 5 fallen? Is it that after his treatment of Jesus and after Jesus’s death on the cross, Satan is no longer welcome in heaven?
20. The 70 disciples of Jesus who were sent out to Perea to spread the good news came back rejoicing that they had actually exercised power over the demons. But, Jesus went on to say for them to rejoice more that their names are recorded in the Lamb’s book of life than that they had power over demonic forces.
21. Later, as recorded in John 12:31 (GNB), Jesus said: “Now is the time for this world to be judged; now the ruler of this world will be overthrown.” What does that mean? And how is that related to John 12:32 (GNB) which says: “When I am lifted up from the earth, I will draw everyone to me”?
22. But, Jesus repeatedly warned His disciples that the battle was not over. They would suffer; they must be brave; but, He promised them that He had overcome Satan’s dominion. Paul described that victory as Satan being crushed beneath the feet of God’s followers. (Romans 16:20)
23. Does it seem like God’s faithful people have become victorious yet? Aren’t we still here?
24. In Hebrews 12:1-2, the author of that book–who does not identify himself but sounds a lot like Paul–encouraged us, suggesting that there is only one way for us to be victorious. We must keep our eyes fixed on Jesus. But, he reminded us of many Old Testament examples of people who succeeded in their battles against Satan. From Abel down through Noah, Abraham, Moses, and Rahab, each of whom won in the battle against Satan in his/her own particular way.
25. So, why did Lucifer rebel? Do we understand why sin arose in Lucifer? “Little by little Lucifer came to indulge the desire for self-exultation.”—Patriarchs and Prophets, page 35.2. It should never cease to amaze us that such a being with every possible advantage living and working next to the throne of God could allow himself to fall into the trap of selfishness and rebellion. There is no explanation for evil. No reason can be given, nor any excuse for it. If we could find a reason for it, we would potentially make God responsible for it. We do know that Lucifer–like the rest of us–was given free will and free choice. He chose to exercise his freedom in very destructive ways. Ellen White said a lot of interesting things about Lucifer’s situation before he was finally thrown out of heaven.
26. Why is freedom–free will, freedom of choice–so important to God? Why was He willing to risk His entire government in order to grant us this freedom? Every human being, created in the image of God, is endowed with a power akin to that of the Creator–individuality, power to think and to do. —Ellen G. White, Education, 17.2.
27. In light of the risks God took in giving us freedom, what is the role of law? If we did not have the freedom to obey or disobey, what would be the purpose of having a moral law?
28. Why is it that so many people even among highly-educated Christians no longer believed in a literal Devil? Isn’t such a view contrary to much of what the Bible itself says? Why would people want to reject the idea of a Devil? If you eliminate the Devil, you no longer have a true great controversy. And isn’t that exactly what the Devil would like us to think?
29. What is the basic issue in the great controversy? Read Genesis 2:17 and 3:1-5. From the very beginning, the issue has been over who is telling us the truth. Who can be trusted? Was God telling us the truth that sin leads to death? Or, was Satan correct in saying that sin is not deadly and so God is lying to us? Why would God need to go about Rebellion and Redemption #1 - 4 of 5 proving the correctness of His claims? How would He do that? In what way does the life and death of Jesus answer Satan’s accusations and claims?
30. Does God still regard Satan as the ruler of this world? It certainly is true that most of the people who live here on this planet seem to be following his ways!
31. What was Christ trying to warn us about? What does He expect from us as He tells us that we are being sent forth as sheep among wolves? How are sheep supposed to behave when they are among wolves?
32. If God has won the great controversy by the blood of the Lamb, how does that victory become ours? Is it possible to get victory by a “substitution”? Or, do we need to gain it by a gradual transformation through Bible study, prayer, and witnessing about truths that we have learned from the life and death of Jesus and by studying other areas of the Bible? Does studying the life and death of Jesus teach us about the nature of sin and its consequences? Would that help us to make better choices?
33. Are we supposed to think of ourselves as victorious over the Devil now? Or, only after he is destroyed?
34. How does Christ’s atoning sacrifice “save us from the assaults of evil in and around us”? How does Christ’s blood help us to overcome Satan? Are we supposed to follow the example of the ancient Hebrews and smear it on our doorposts? But, we do not have access to Christ’s blood in a physical sense. If the battle is primarily one between Christ and Satan, how is it possible that Christ wins by losing–that is, by dying? How can one win by dying?
35. Every war begins because there is a disagreement over something. It may be over territory, economics, cultural issues, or bigotry. The war in heaven began; the issue was how God runs His universe. Are we going to live in a universe which operates completely and totally on the principle of love? Or, following Satan’s example, are we to live in a universe dominated by selfishness? That is the question! Satan uses every conceivable weapon that he can imagine such as deception, misrepresentation, insinuation, coercion, destruction, false claims, etc. God’s weapons, the weapons that Jesus used, are only two things: Selfsacrificing love and eternal truth.
36. Satan can only be defeated by the revelation of the truth in love. When we clearly understand the issues in the great controversy and what it is that God wants and what it is that Satan is promoting, every one of us should choose God’s side. But, many of us do not.
37. What would you say to someone who claimed: “I am neither on Satan’s side nor on Christ’s side; I am neutral”? Is that possible? Read Matthew 12:30; Mark 9:40; and Luke 11:23. In these passages Jesus stated clearly that anyone who is not on His side is really against Him.
38. Try to imagine for a moment or two what Satan must be thinking when he remembers his days in heaven or even in the Garden of Eden.
39. How do we go about making sure that we have chosen God’s side in this great controversy? Do we clearly understand the issues involved? What are we doing to help defeat Satan? © 2015, Kenneth Hart, MD, MA, MPH.

Minggu, 03 Januari 2016

5-Pandanglah pada Yesus (George R. Knight)

Renungan Pagi, 5 Januari 2016.
   ANAK YANG DINUBUATKAN
"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: 'Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.' Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan". (Yes.9:5,6).
  
   "Aku adalah Aku" bukan saja kekal "di luar sana", tetapi juga yang akan memasuki sejarah manusia dalam pribadi Yesus dari Nazaret, fokus utama Perjanjian Baru dan pokok nubuatan di dalam Perjanjian Lama.  Mengingatkan kembali ke Yesaya 7:14 dan perempuan muda yang akan melahirkan seorang anak laki-laki bernama "Imanuel" atau "Allah bersama kita", Yesaya 9:6 mengangkat kata "putra" dan mulai mengisi profil pribadi dari Keallahan yang akan menjadi daging dan tinggal di antara kita. Targum Yahudi (sebuah parafrasa terjemahan Perjanjian Lama ke dalam bahasa Aramik yang umum digunakan di zaman Yesus) membantu mengartikan perikop itu: "Dan tersebutlah nama-Nya dari dulu, Penasihat Ajaib, Allah yang perkasa, Dia yang hidup kekal, Mesias, yang di zamannya damai akan bertambah atas kita".  Interpretasi Mesianik oleh umat Yahui zaman dulu mencerminkan gambaran tentang individu yang dibicarakan dalam ayat 6 dan 7 dan tidak mungkin mengacu kepada seorang penguasa biasa di dunia.  Dialah "Penasihat Ajaib," yang di dalam diri-Nya sendiri adalah suatu keajaiban dalam kearifan-Nya dan kebaikan-Nya. Akar kata "ajaib" digunakan di Mazmur 78:12 mengenai Allah yang "melakukan keajaiban2, di tanah Mesir". Akar kata yang sama menggambarkan mukjizat2 yang Allah lakukan di Mesir, termasuk memisahkan laut, dipimpin tiang awan dan tiang api, dan memecah batu2 padang pasir untuk mendapatkan air. Keajaiban dari keajaiban2 nubuatan adalah kenyataan bahwa seorang individu seperti itu akan dilahirkan sebagai anak menjadi sumber kearifan bagi umat Allah.  Kedatangan Mesias bukan saja sekadar seorang anak lain, tetapi "Allah yang Perkasa". Di sini kita telah membayangkan mukjizat inkarnasi dan sifat ganda kedatangn Kristus-- seorang individu unik yang akan sepenuhnya manusia tetapi sepenuhnya Ilahi.  Nama ketiga-Nya adalah "Bapa yang Kekal". Di sini kita harus menyadari bahwa sang rasul bukanlah membaurkan Bapa Ilahi dengan Putra Ilahi, tetapi sesungguhnya kenyataan bahwa satu peran Kristus adalah menyediakan pemeliharaan penuh kasih dari seorang ayah kepada anak2-Nya. Akhirnya, "Raja Damai" yang "kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan" mencerminkan sifat kerajaan kekal Allah dan nubuatan besar Daniel 2:44, yang akan mengakhiri semua kerajaan di bumi.  Kerajaan itu "tidak akan berkesudahan" (bandingkan Lukas 2:33).

Jumat, 01 Januari 2016

4-Pandanglah Pada Yesus (George R. Knight)

Renungan Pagi, 04 Januari 2016.
YESUS "AKU ADALAH AKU" YANG KEKAL.
   "Kata Yesus kepada mereka:'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada. 'Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah" (Yoh.8:58, 59).
   Sebuah perikop aneh, pikir saya saat pertama kali membaca injil Yohanes.  Mengapa para pemimpin Yahudi ingin merajam Yesus hingga mati karena Dia menegaskan diri-Nya adalah "Aku telah ada"? Dan apakah arti pernyataan itu?. Pertanyaan2 itu membawa kita kembali kepada Keluaran 3:13, di mana Musa ingin mengetahui nama Allah andai sesama bangsa Ibrani di Mesir menanyakannya untuk mengenal Allah yang ia nyatakan telah mengutusnya kepada mereka.  Sebagai jawaban,Allah berfirman kepada Musa: "AKU ADALAH AKU. Lagi firman-Nya:'Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: "TUHAN, Allah nenek moyangmu,...telah mengutus aku kepadamu; itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun temurun" (ayat 14,15).  Mengingat ayat2 tersebut, mudah memahami mengapa orang2 Yahudi ingin membunuh Yesus ketika Dia memperkenalkan diri-Nya sebagai "AKU ADALAH AKU." Dia sedang memperkenalkan diri-Nya seakan Dia adalah Allah perjanjian dengan umat Yahudi. Ia sedang mengatakan bahwa diri-Nya adalah Yahwe ("Yehovah" dalam versi King James), AKU ADALAH AKU yang kekal, Allah Perjanjian Lama. Kata "Yahwe" berarti "adalah," mencerminkan keberadaan atau eksistensi Allah yang konstan bukan saja untuk kekekalan di masa lampau dan masa akan datang, tapi juga Allah sekarang yang membimbing bangsa-Nya dan menyediakan kebutuhan2 mereka sepanjang sejarah Yahudi.  Demikanlah "AKU ADALAH AKU" yang bertemu Musa di Sinai, mengatakan, "Akulah Tuhan, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari Tanah Mesir, dari tempat perbudakan" (Kel.20:2). Tindakan kasih karunia Ilahi menghendaki tanggapan di dalam ayat 3-17, yaitu Sepuluh Perintah. Jadi, bahkan di dalam Perjanjian Lama, mematuhi hukum adalah suatu respons terhadap kasih karunia yang menebus melalui Kristus. Betapa penting memahami bahwa Bayi Betlehem bukan seorang anak saja. Dia, dulu dan sekarang, adalah "AKU ADALAH AKU", Allah pemberi hukum, Allah memimpin umat-Nya di masa lalu pada sejarah dunia. Tetapi lebih dari itu, "AKU ADALAH AKU" masih menuntun umat-Nya sekarang ini dan akan melakukan itu sepanjang zaman yang tiada akhir pada kekekalan di masa mendatang. Kita berbakti kepada Tuhan yang besar yang bukan saja memiliki kuasa untuk menciptakan tetapi juga mempunyai kemampuan untuk menyelamatkan kita masing-masing dengan sempurna. (Ibr.7:25).

Sabtu, 26 Desember 2015

Menganalisa Buku Matius

PENGARANGNYA :
Matius ( yang dipanggil juga dengan Lewi anak Alfeus), yakni salah seorang dari ke 12 rasul (Markus 2:14).Dia seorang Yahudi dan seorang pemungut pajak(cukai) Romawi (Matius 10:3). Ketika dia dipanggil Yesus, dia meninggalkan segala sesuatu lalu mengikut Dia, Lukas 5:27-28. Dia pernah mengadakan suatu perjamuan besar dengan Yesus dan Yesus hadir meskipun faktanya bahwa seorang pemungut cukai dipandang rendah/hina, Lukas 5:29.
UNTUK SIAPA DITUJUKAN: Ditujukan terutama untuk orang Yahudi. Pandangan ini dikuatkan oleh fakta bahwa ada sekitar 60 referensi tentang nubuatan Yahudi dan sekitar 40 kutipan dari Perjanjian Lama. Misi Kristus kepada orang-orang Yahudi khususnya ditekankan, dalam Matius 10:5-6; 15:24.
KATA KUNCI: Telah digenapkan--yang sering diulangi untuk menunjukkan bahwa Nubuatan Perjanjian Lama telah digenapi dalam Kristus. Kata "kerajaan"(Kingdom) muncul 50x dan kata "kerajaan sorga: 30x. MENYEBUT YESUS SEBAGAI RAJA--dalam Matius 2:2; 21:5; 22:11;25:34;27:11,37,42.
TUJUAN: Untuk menunjukkan bahwa Yesus dari Nazareth adalah Mesias Raja menurut nubuat Yahudi.
FITUR/CIRI-CIRI KHUSUS :
(1) Silsilah lengkap Kristus, Matius 1:1-17.
(2) Peristiwa-peristiwa dan percakapan/ceramah hanya ditemukan dalam Injil ini.
  (a) Fsl.2, Kunjungan orang-orang Majus, ayat 1.
       Penyingkapan(pelarian) ke Mesir, ayat 13-14.
       Pembunuhan bayi-bayi laki-laki, ay.16
       Kembali ke Nazareth (dari Mesir) ay.19-23.
  (b) Fsl.3 - Kedatangan orang2 Farisi dan Saduki kepada Yohanes Pembaptis, ay.7.
  (c) Fsl.5-7 - Khotbah di bukit (lengkap).
  (d) Mts.11:28 "Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat".
  (e) Mt.14:28-31 Petrus berjalan diatas air.
  (f) Fsl.23 Yesus mengecam para akhli Taurat dan orang-orang Farisi, sebagai percakapan yang diperpanjang.
  (g). Fsl.26:15 Tigapuluh keeping uang perak yang telah diterima Yudas Iskariot.
  (h) Fsl.27 Pengembalian uang yang 30 keeping perak kepada para imam kepala dan tua-tua,ay.3-10.
                   Mimpi isteri Pilatus, ay.19.
                  Banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit, ay.52.
                  Penjaga di kubur, ay.64-66.
  (i) Fsl.28 -Penyogokan para serdadu, ay.12-13.
                  Gempa bumi yang hebat, ay.2
                  Perintah Agung memberitakan Injil, ay.19-20.


(3) Mujijat-mujijat didapati hanya dalam Buku Matius.
   (a) Dua orang buta disembuhkan, Mt.9:28-30.
   (b) Yesus membayar pajak(bea) untuk Bait Allah, Mt.17:24-27.
(4) Perumpamaan2 hanya didapati dalam Buku Matius.
   (a) Fsl.13- Lalang diantara gandum, ay.24; harta terpendam, ay.44, mutiara berharga,ay.45, tentang pukat, ay.47.
   (b) Fsl.18 -Hamba yang tidak mengasihani (kejam), ay.23.
   (c) Fsl.20 - Orang-orang upahan (pekerja) di kebun anggur,ay.1-16
   (d) Fsl.21-Tentang 2 orang anak, ay.28-32.
   (e) Fsl.22- Perjamuan anak raja, ay.1-14.
   (f) Fsl.25- 10 Anak dara, ay.1-13.
                     Talenta, ay.14-30.
                     Kambing dan domba, ay.31-46.
URAIAN (Analysis). Dari sudut pandang martabat Yesus sebagai Raja.
RAJA. Cerita tentang Raja Mesias (Kingly Messiah).
   Silsilah dan kelahiran, Fsl.1; dicari Fsl.2:2; disembah, Fsl.2:11; diberitakan, Fsl.3:1-12;
   menang dari pencobaan, 4:1-11; Memberitakan.4:17; Memanggil murid2: 4:18-22.
   hukum dan mandat Fsl.5-7. Perkataan dan karya, Fsl.8-12; Perumpamaan, Fsl.13;
   Pembunuhan para pelopornya (Yohanes Pembaptis)m14:1-12. Kuasa-Nya atas kekuatan-kekutan alam dan penyakit, 14:14-36; 15:32-39. Pengungkapannya tentang ketidak pekaan manusia, dan penderitaan serta kemuliaan-Nya yang akan dating. Fsl.16-17. Pengajaran-Nya tentang prinsip2
kerajaan-Nya, Fsl.18-20. Kemenangan-Nya masuk ke ibukota, penolakannya, perumpamaan2 dan nubuatan2, Fsl.21:1-22:14. Menggagalkan tipu daya orang Parisi dan Saduki, 22:15-46.
Mengecam para pemimpin, Fsl.23.  Nubuatan2 dan perumpamaan2nya sehubungan dengan masa depan, Fsl.24-25.  Peristiwa2 yang menuntun kepada penghianatan, Fsl.26:1-46.
Pencobaan-Nya, Fsl.26:57-75; 27:1-31. Penyaliban-Nya, Fsl.27:31-50; Peristiwa2 yang segera mengikuti kematian-Nya, Fsl27:51-56.  Kebangkitan dan tugas kepada para pengikut-Nya, Fsl.28.
               Sumber : Thomson Chain Reference NIV, Analyses of Books of the Bible, hlm.1664.

Jumat, 18 Desember 2015

Berjalanlah Dalam Rencana Allah.

   Related image
   Ayub 42:1-2 Maka jawab Ayub kepada Tuhan: “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal”.


   Syalom saudara,

   Mengapa ada banyak orang cenderung berpikir bahwa sangat tidak adil apabila ada orang baik yang harus hidup di dalam penderitaan kehidupan dunia ini.  Kebanyakan dari kita juga berpandangan bahwa orang yang hidup dalam kejahatanlah yang harus menerima tekanan penderitaan.  Ada baiknya bila kita merenungkan keadaan diri kita sendiri dulu, barulah kita mengeritik kehidupan orang lain. Orang berpikir bahwa hidup orang baik itu selalu diberkati Tuhan. Atau, bila ia mengalami kesulitan, Allah akan segera dan selalu menolong.

   Didalam Alkitab telah tercatat bahwa Ayub adalah orang saleh, yang bahkan dipuji oleh Tuhan Allah sendiri seperti tertulis di dalam kitab Ayub 1:1 “Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan”.

   Namun kehidupan Ayub tidaklah berjalan semudah yang kita pikirkan, dia harus mengalami ujian yang datang bertubi-tubi dalam kehidupannya.


   Dari yang awalnya kaya raya, sekarang jatuh miskin; dari yang semula sehat sekarang jatuh sakit. Semua anaknya tewas dalam dalam sebuah kejadian. Bahkan isteri serta teman-temannya meniggalkan Ayub.  Ayub memang tidak bersalah, dia hanya di uji dan mengalami penderitaan yang berat karena Tuhan Allah ingin Ayub mengenal Dia lebih dalam.

   Pada saat penderitaan Ayub berakhir, dia diberkati oleh Tuhan Allah dan diberikan berkali lipat dari yang pernah dimiliki Ayub pada waktu sebelumnya.  Maka setelah Ayub diberkati oleh Tuhan Allah, dia berseru dan berkata didalam kitab Ayub 42:5 “Hanya dari kata orang saja saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau”.


   Saudaraku,…Janganlah kita pernah menyebut penderitaan itu berasal dari Tuhan Allah, tetapi kerapkali Tuhan Allah mengizinkan cobaan itu terjadi supaya kita dapat menjadi lebih kuat lagi didalam iman kita dari pencobaan tersebut.  Jadi gantinya kita menggerutu atau bersungut-sungut akan penderitaan yang datang, marilah kita mencari apa yang hendak Tuhan Allah ajarkan lewat pencobaan kehidupan.  Ingatlah senantiasa bahwa yang hidupnya berkenan kepada Allah, kasih Tuhan Yesus Kristus selalu menyertai kita sekalian.  Marilah kita berjalan dalam rencana Allah. 

                         Amin.

Selasa, 15 Desember 2015

3-"Pandanglah Pada Yesus" (George R.. Knight)

Renungan Pagi,3 Januari 2016.
YESUS DAN AWAL YANG LAIN
   Di awal pertama Injil Yohanes bukanlah tanpa permulaan, namun mencerminkan kekekalan praeksistensi Kristus yang Ilahi. Tetapi Yohanes menggambarkan permulaan yang kedua di dalam ayat 3 dan 4 --awal Penciptaan. Paulus mengomentarinya ketika dia menulis, "Di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan,...segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia" (Kol.1:16). Dan kitab Ibrani menyatakan bahwa melalui Kristuslah, Allah "telah menjadikan alam semesta" (Ibr.1:2). Alkitab menempatkan Dia sebagai Allah pencipta, yang mempunyai "hidup" dalam diri-Nya seperti juga "Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri" (Yoh.5:26). Kerinduan Segala Zaman menangkap kebenaran itu ketika menyatakan bahwa "di dalam Kristus adalah hidup yang asli, tidak dipinjam, tidak diperoleh dari orang lain (Jld.2, hlm.149).
   Kehidupan di dalam diri-Nya itulah yang menempatkan Firman untuk bertindak dalam Penciptaan. Dan bukanlah suatu kebetulan bahwa Yohanes menggambarkan Kristus yang kreatif itu sebagai Firman.  Tindak bertutur katalah yang mengantarkan tiap hari di Minggu Penciptaan itu. ""Berfirmanlah Allah" mencerminkan arti firman yang kretif dalam Yohanes 1:1-5 (lihat Kej.1:3,6,9,14,20,24).  Maka, Firman kekal itulah yang memelihara Sabat di akhir minggu Penciptaan. "Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu".(Kel.2:1-3). Dengan mempertimbangkan hal tersebut, maka tidak mengherankan Yesus mengatakan "Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat".(Mrk.2:28).
   Injil Yohanes tidak main-main dalam memperkenalkan Yesus. Dia bukan sekedar anak itu yang lahir di Betlehem. Tidak!. Dialah Allah yang kekal. Dialah Pencipta dari semua yang ada. Dia memiliki hidup di dalam diri-Nya.
   Saat kita memandang kepada Yesus, maka pikiran kita ditantang dan dibuat tercengang mengenai identitas sebenarnya dari Juruselamat kita.

Senin, 14 Desember 2015

2-"Pandanglah Pada Yesus"(George R. Knight)

02 Januari 2016.
SESUNGGUHNYA, INILAH AWAL YESUS
   "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah"( Yohanes 1:1).


   Sesungguhnya, inilah awal Yesua.  Kalau Matius dan Lukas memulai Injil mereka dengan kelahiran ajaib Yesus dan Markus dimulai denhan pelayanan-Nya, maka Yohanes membawa para pembacanya kembali ke awal dari semua permulaan.  Dan apakah itu?. Pikiran pertama adalah pergi ke Kejadian 1:1, "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi". Tetapi bukan di sini Yohanes 1:1 mulai.
   Bagaimanapun, menurut ayat 3 Yesus sudah ada sebelum penciptaan dalam Kejadian. Dalam Penciptaan Dia adalah perantara yang aktif (bandingkan Kol.1:16; Ibr.1:2).  Maka hasilnya, Yohanes menarik pikiran kita bukan kembali kepada kisah Penciptaan dalam Kejadian 1, tetapi kepada kekekalan yang begitu luas sebelum Penciptaan dan tempat Kristus, yang adalah Firman, di dalam ruang waktu yang sangat luas dan tiada batasnya.  Ellen White menangkap kedalaman kekekalan itu ketika dia menulis bahwa Kristus "setara dengan Allah, tanpa batas dan mahakuasa...Dialah Anak yang kekal, yang berdiri sendiri" ("He was equal with God, infinite and omnipotent. ...He is the eternal, self-existent son".---Evangelism hlm.615).
   Ketika Yohanes berkata, "Pada mulanya", ia maksudkan adalah permulaan yang sesungguhnya sebelum sesuatu pun diciptakan.  Rasul ini kemudian meneruskan dengan membuat dua pernyataan lain mengenai Firman.  Yang pertama, bahwa Dia "bersama-sama dengan Allah."
   Injil keempat ini membantu kita mengerti "kebersamaan" itu.  Yang digambarkan adalah Yesus berada di sisi Bapa (Yoh.1:18), bahwa Bapa menempatkan segala sesuatu ke dalam tangan-Nya(Yoh.3:35). Dia dan Bapa adalah satu (Yoh.10:30), dan seterusnya sepanjang kisah Injil. Dengan demikian, maka pernyataan kedua oleh Yohanes mengenai Firman, apabila dikombinasikan dengan yang pertama, menghadirkan Kristus sebagai Firman yang sejak kekekalan telah menikmati keintiman yang mendalam bersama Bapa.
   Pernyataan terakhir mengenai Firman menyamakan Dia dengan Allah. Di sini penting sekali untuk mencatat Yohanes tidak mengatakan bahwa Yesus adalah Bapa.  Bagaimanapun, Injilnya mengemukakan keduanya sebagai individu yang berbeda yang mampu berbicara kepada dan mengenai satu sama lain.  Dengan demikian, Bapa dan Anak diidentifikasikan di dalam Alkitab sebagai "Allah" (bandingkan ibr.1:8).  Kita dapat mengatakan bahwa Mereka berbagi nama keluarga yang sama (Allah) tetapi dengan fungsi yang berbeda.
  
   Bapa, ketika kami sujud di hadapan-Mu dalam doa, pikiran kami sangat dipengaruhi kenyataan bahwa Bayi yang lahir sebagai Yesus orang Nazareth tidak lain adalah Allah yang kekal. Terimaksih Bapa untuk Pemberian terbesar dari semua pemberian. Sementara kami meneruskan pelajaran kami, tolonglah kami agar mulai memahami arti pemberian itu bagi dunia dan kehidupan kami.

1-"Pandanglah Pada Yesus"(George R.Knight.)


RENUNGAN PAGI 2016 : 1 s/d.10 Januari 2016: Pandanglah pada Yesus sebagai ALLAH YANG KEKAL.


1 Januari 2016.
DI MANAKAH UNTUK MEMULAI KISAH YESUS
   "Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa :Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud". (Lukas 2:10,11).
   Dimanakah untuk memulai kisah Yesus?. Tentu saja kita bisa mulai pada kelahiran-Nya di Betlehem.  Renungan ini adalah mengenai kehidupan Kristus yang dimulai dengan kisah-Nya sebelum inkarnasi(penjelmaan) dan ditutup dengan pelayanan-Nya setelah kenaikan, yang berlanjut hingga kekekalan.  Lagu tema perjalanan kita sepanjang tahun ini, sambil menatap/memandang Tuhan kita, adalah sebuah nyanyian karya Helen Lemmel, yakni :"Pandanglah pada Yesus."  Sebagai bagian pengalaman renungan harian, penulis menganjurkan agar kita menyanyikan refrainnya setiap hari : "Pandanglah pada Yesus,
                           lihat wajah-Nya yang mulia.
             Dan lenyaplah kesenangan dunia,
                           dalam terang kemuliaan-Nya.
   Setelah dinyanyikan selama 366 hari, penulis menjamin bahwa kita akan mengingat kata-kata itu dalam memori dan kata-kata itu akan muncul dalam pikiran kita berulangkali sepanjang sisa hidup kita.  Sementara itu, kita perlu menetapkan pandangan kita kepada Yesus dan mengikuti pernyataan para malaikat kepada para gembala dalam Lukas 2:10,11. Barangkali aspek paling luar biasa dari perikop itu adalah fokusnya kepada bayi yang baru lahir sebagai "Kristus, Tuhan". Pernyataan itu akan mencolok bagi mereka yang baru pertama kali membacanya. Bagaimanapun, "Tuhan" adalah kata yang digunakan dalam bahasa Yunani untuk "YAHWE", yang adalah nama sebenarnya bagi Allah di Perjanjian Lama. Itulah pengumuman para malaikat, menyatakan anak itu adalah Allah. Di kemudian hari, para pembaca bukan Yahudi mendapatkan pesan yang sama, karena dunia kafir sering memakai ungkapan itu untuk mengacu kepada para dewa mereka.
   Ungkapan Kristus adalah juga ekspresi keilahian Yesus, karena kata itu adalah terjemahan kata Yunani "MESIAS" yang berarti "yang diurapi". Walau kita dapat melihat seorang raja atau pendeta diurapi, orang Yahudi mengharapkan bahwa nanti pada waktunya Allah akan mengirim seorang yang diurapi, seorang yang akan melakukan kehedak-Nya dengan cara yang istimewa. Dan bukan main cara itu!.  "Kabar Baik" dari malaikat itu adalah Yesus akan menjadi "Juruselamat"  bagi "SEMUA" orang. Marilah kita bersukacita bersama-sama dengan para malaikat ( ayat 13,14).
Ayat 14: "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya".

Manfaat Jamur Kuping Hitam Putih--17.

Jamur kuping. Sesuai degan namanya, bentuk dari jenis jamur ini adalah berbentuk seperti daun telinga, sehingga lebih sering dikenal dengan istilah jamur kuping. Jamur kuping merupakan satu dari sekian jenis jamur yang dapat dikonsumsi oleh manusia tanpa adanya efek samping yang buruk bagi kesehatan manusia. Untuk memperoleh jamur kuping sendiri, anda tidak perlu repot mencari di hutan, karena jamur kuping dapat anda temui dengan mudah di pasar-pasar tradisional, dan juga swalayan dan toko-toko retail besar. Karakteristik Jamur Kuping Jamur kuping ini biasanya memiliki ukuran yang sedang untuk ukuran jamur, lebih besar dari jamur kancing, namun lebih kecil dari jamur shitake.
   Terdapat 2 jenis yakni berwarna hitam dan putih dengan bentuk jamur seperti daun telinga, cenderung tipis dan bertekstur kenyal ketika dipegang dan dimakan. Bagi anda yang hobi dengan dunia kuliner, pastilah jamur kuping ini tidak asing bagi anda, karena juga banyak dimanfaatkan sebagai salah satu bahan campuran dalam masakan. Jamur kuping sendiri meskipun hanya jamur dengan ukuran yang tidak terlalu besar, ternyata memiliki manfaat yang besar. Apa saja manfaat dari jamur kuping ini? Berikut ini adalah beberapa manfaat dari jamur kuping bagi kehidupan kita sehari-hari yang perlu anda ketahui :
1. Sebagai bahan campuran masakan
   Ini merupakan salah satu manfaat jamur kuping karena biasanya, sebelum dapat memperoleh manfaat kesehatan dari jamur kuping, anda dapat mengolahnya menjadi sup. Selain itu anda juga dapat mengkreasikan menu lain dengan menggunakan bahan campuran ataupun bahan utama jamur kuping.
2. Menjaga struktur dan kekuatan tulang
   Manfaat kalsium yang ada pada jamur kuping sangat baik untuk menjaga kesehatan tulang anda. salah satu manfaatnya adalah untuk menjaga struktur tulang agar tidak mengalami osteoporosis dan juga pengeroposan.
3. Membantu pertumbuhan dan menambah tinggi badan
   Selain dapat menjaga kekuatan serta struktur tulang dengan baik, jamur kuping juga sangat baik untuk dikonsumsi oleh mereka yang masih berada dalam masa pertumbuhan. Hal ini disebabkan karena kandungan kalsium dan juga manfaat vitamin D yang dapat membantu pertumbuhan tulang di masa pertumbuhan.
4. Meningkatkan sirkulasi udara di dalam tubuh
   Jamur kuping ternyata juga memiliki manfaat yang sangat baik untuk kesehatan paru-paru kita. Hal ini akan berdampak pada meningkatnya sirkulasi udara di dalam tubuh kita. Hal ini akan membuat proses pernapasan di dalam tubuh menjadi lebih baik.
5. Baik untuk kesehatan jantung dan juga hati
   Selain terhadap organ paru-paru, jamur kuping juga memiliki manfaat yang baik untuk menjaga kesehatan hati dan jantung. Tentu saja, kedua organ ini sangatlah vital untuk tubuh kita, karena berpengaruh terhadap peredaran darah di tubuh dan juga dalam rangka melakukan detoksifikasi.
6. Mendukung fungsi syaraf
   Tidak hanya berhubungan dengan tulang, kalsium yang terkandung pada jamur kuping ini juga sangat baik ntuk mendukung fungsi syaraf agar dapat bekerja lebih baik dalam memproses segala bentuk informasi yang masuk ke dalam tubuh.
7. Mencegah anemia
   Bagi anda yang sering mengalami anemia atau gejala kurang darah, anda mungkin dapat mencoba menambahkan jamur kuping dalam menu harian anda. zat besi yang ada pada jamur kuping ini sangat baik untuk menambah darah dan juga mencegah munculnya gejala-gejala anemia yang dikenal dengan istilah 5 L (lemas, letih, lesu, lelah, dan juga lunglai)
8. Menurunkan kolestrol di dalam tubuh
   Anda ingin agar kolestrol jahat yang ada di dalam tubuh anda turun? Kalau begitu cobalah membuat ramuan khusus dengan menggunakan bahan baku jamur kuping. Berikut ini langkah – langkahnya : •Ambil segenggam jamur kuping •Rebus jamur kuping dengan segelas air hingga mendidih •Saring hasil rebusan, lalu minum airnya Ramuan ini dipercaya efekrif untuk menurunkan kolestrol di dalam tubuh anda.
9. Melancarkan peredaran darah
   Jamur kuping memilki manfaat yang baik untuk memperlancar peredaran darah. Dengan lancarnya peredaran darah di dalam tubuh, maka suplai darah kepada organ-organ tubuh akan terjaga dengan baik, dan dapat mencegah gangguan-gangguan pada organ tubuh lainnya akibat kekurangan darah.
10. Membantu proses pembekuan darah
   Jamur kuping juga memiliki kandungan zat besi yang tinggi. Tentu saja kandungan zat besi ini sangat baik untuk membantu proses pembekuan darah. Dengan demikian, jamur kuping juga sangat baik bagi anda yang mengalami hemophilia.
11. Anti racun
   Manfaat jamur kuping hitam putih memiliki zat yang bernama pektin. Zat ini ternyata memiliki manfaat yang sangat baik untuk memberantas dan juga menangkal racun untuk menyerang tubuh kita, sehingga kita tidak akan mudah mengalami keracunan.
12. Mengontrol dan juga menurunkan tekanan darah
   Bagi anda yang mengalami gejala-gejala hipertensi ataupun tekanan darah tinggi, jamur kuping juga efektif untuk menurunkan tekanan darah anda.
13. Meneteralisir racun
   Lendir dari jamur kuping yang diperoleh dengan cara merebus jamur kuping dengan menggunakan air dapat dimanfaatkan untuk menetralisir racun yang sudah ‘terlanjur’ masuk dan mengendap di dalam tubuh. Ini akan membantu kerja hati, agar tidak terlalu berat dalam menetralisir dan juga mengeluarkan zat racun dari dalam tubuh.
14. Mengatasi penyakit kanker
   Lendir dari jamur kuping diketahui dan juga dipercaya memiliki manfaat yang sangat baik pula untuk mencegah penyakit kanker. Lender dari jamur kuping dapat membantu menghambat pertumbuhan dari sel kanker di dalam tubuh.
15. Mengatasi berbagai macam penyakit degeneratif
   Penyakit degenerative merupakan salah satu jenis penyakit yang muncul seiring dengan bertambahnya usia seseorang. Jamur kuping dapat membantu anda mencegah dan juga mengatasi penyakit itu. Berikut ini adalah beberapa penyakti degeneratif :
•Stroke
•Asam urat
•Jantung coroner
•Diabetes
•kolestrol
16. Sebagai penangkal radikal bebas
   Ternyata manfaat jamur kuping hitam putih juga berperan sebagai salah satu senyawa antioksidan. Sudah tahu kan mengenai manfaat antioksidan ini, sangat baik untuk menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan di dalam tubuh kita.
17. Mencegah penggumpalan darah
   Jamur kuping juga memiliki manfaat yang baik untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah. Penggumpalan darah merupakan salah satu gejala dan juga kelainan yang berakibat sangat buruk, karena dapat menimbulkan kematian. Dengan mengkonsumsi jamur kuping, anda dapat mencegah terjadinya penggumpalan darah. Itulah beberapa manfaat jamur kuping yang perlu anda ketahui. Banyak bukan manfaatnya?
   Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda, dan dapat menjadi sumber referensi anda mengenai jamur kuping.
Sumber: Forum Diskusi Herbal.

Minggu, 06 Desember 2015

Obat Herbal


OBAT PENURUN TEKANAN DARAH ALAMI:
1. Daun Dewa- Meningkatkan sirkulasi darah, mencairkan bekuan darah. 15-30 gr.daun segar/5-10 gr.umbi.
2. Mengkudu -Menurunkan kolesterol tinggi; menurunkan tekanan darah tinggi dan kadar gula dalam darah. Dosis: 2-3 buah matang.
3. Bawang Putih - Mencegah Aterosklerosis. Menghancurkan penggumpalan darah. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi, turunkan kolesterol tinggi, menambah system kekebalam.
4. Bawang Bombay -Menurunkan Tekanan Darah Tinggi, kolesterol tinggi, mencegah pembekuan darah.
5. Terung Ungu -Mencegah Arteriosklerosis, mencegah meningkatnya kolesterol darah.
6. Jamur KUping - Menurunkan Tekanan Darah Tinggi, mencegah Aterosklerosis, menurunkan kolesterol.
7. Daun Salam - Menurunkan kolesterol dan Tekanan Darah Tinggi, menurunkan kadar gula darah tinggi.


*BELIMBING ( Dari Madura):
-Meminum Air perasan buah belimbing.  Meminum air parutan buah belimbing setiap 2 hari sekali--Rutin diminum.  INGAT : Jangan campur air perasan belimbing dengan gula pasir/syrup.
   Bagi penderita Tekanan Darah yang Terlalu Tinggi---pada bulan Pertama--minum dari 2 buah belimbing yang cukup besar.  Setelah 1 bulan--minum 2 hari sekali.


*BISA JUGA MINUM SARI AIR SELEDRI (Agar tensi tetap stabil dan tidak menderita TDT.)
CARANYA :
   Tumbuk sehelai sampai halus, disaring dan diperas dengan sehelai kain halus. Buat perasan seledri sebanyak 1 gelas. Diamkan selama 1 jam, baru diminum dengan sedikit ampas yang terdapat dalam gelas. Minumlah 1 gelas pagi dan sore/tiap hari.


*MEMINUM AIR PERASAN MENGKUDU:
--3 buah mengkudu, diparut halus dan peras dengan saringan sehelai kain. Buat menjadi 1 gelas. Minumlah pagi dan sore (Bisa di jus tambah dengan gula jawa).


*MEMAKAN 3 SIUNG BAWANG PUTIH:
-Makan mentah, tanpa di rebus. Lakukan setiap hari pada pagi dan sore.
-Pilih yang kulitnya coklat kehitaman.(Kalau di rebus dulu -harus 8 suing tiap kali makan).
---SARI TIMUN.
   Tapi jangan dimakan: Daging kambing, durian, minuman alkohol dan garam.


MENCEGAH TEKANAN DARAH RENDAH:
   1.Makan bergizi 4 sehat, 5 sempurna.
      -Biji-bijian, buah-buahan, sayur, daging, ikan dan ayam.  Batasi konsumsi karbohydrat.  Agar tekanan darah tidak turun drastis setelah makan, makanlah dalam porsi yang kecil tapi sering. Batasi makanan berkarbohydrat tinggi, seperti kentang, nasi, pasta dan roti.
   2. Sarapan pagi.
   3. Cukup tidur.
   4. Konsumsi makanan Asin.
   5. Minum : 8-10 gelas/hari.
   6. Olah Raga dengan teratur.
   7. Minum Vitamin.
   8. Makan sayur daun singkong.


TAMBAHAN : Minum susu tiap hari dan juga 1-2 sendok madu.
     Sumber: Di kutip dari berbagai sumber.

Kamis, 03 Desember 2015

Kuasa Allah.

Kalau Cinta kasih yang pertama hilang apakah yang terjadi?. Maka akan timbul persoalan dalam gereja. Mari kita buka Alkitab kita dalam Wahyu 2:4. Disini Yohanes berbicara kepada Jemaat di Epesus. Ini pada waktu era gereja itu masih suci. Tetapi dengan datangnya penganiayaan, maka mereka rajin keluar mengabarkan tentang Kristus(menginjil) . Namun jemaat Epesus semakin mundur. Itulah sebabnya Rasul Yohanes mengingatkan cinta pertama itu(Kasih yang mula-mula) . Kita baca dalam Wahyu 2:4: “ Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula”. Jadi kita perlu kembali kepada cinta kasih yang semula itu. Betapa semangatnya Anda pada waktu saudara baru dibaptis, datang ke Acara Sekolah Sabat tepat pada waktunya dan mempunyai iman yang bisa memindahkan kesulitan bagaimanapun juga. Firman Tuhan menyatakan dalam Yeremia 12:5 “Jika engkau telah berlari dengan orang berjalan kaki, dan engkau telah dilelahkan, bagaimanakah engkau hendak berpacu melawan kuda?....Hal ini boleh kita katakan menyinggung tentang bagaimana kita caranya mengatasi kesulitan-kesulitan yang kita hadapi. Nabi Yeremia menyatakan disini, apabila kita tidak dapat mengatasi persoalan yang kecil-kecil, bagaimanakah kita boleh mengatasi persoalan yang besar?. Kita menyadari bahwa kita mungkin semakin kurang berdoa dan belajar Alkitab. Lebih sedikit berdoa maka sedikit kuasa. Belajar Firman Tuhan sedikit maka kuasa sedikit juga diberikan kepada kita. Amsal 3:5,6 “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu”. Dalam Injil Matius 6:33 “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”. Kalau kita menyimpang dari iman maka hal-hal yang kecilpun akan menjadi batu sontohan bagi kita. Yesaya 59: 2 “Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu”. Dosa telah memisahkan kita dari Allah. Kita masih mengingat saat Daud telah mengalahkan raksasa (Goliat). Dalam 1 Samuel 17:1 –Disaat Goliat menantang tentara Israel, Daud sudah diurapi kepada suatu tugas.(1 Samuel 16:13). Tanggungjawab yang diserahkan kepadanya tidak menjadikan dia sombong. Hatinya merasa senang karena Tuhan telah memilih dia kepada suatu pekerjaan yang mulia (tinggi). Dalam 1 Samuel 17:17 Daud disuruh ayahnya mencari saudara-saudaranya. Pada saat dia mencari saudara-saudaranya, dia mendengar fitnahan dari orang-orang Filistin. Dalam ayat 26 –dia berkata: Apakah yang harus kulakukan sekarang ini?. Disinilah Daud berpikir, kenapa orang-orang Israel takut melawan orang-orang Filistin padahal Tuhan ada dipihak mereka. Raja Saul sendiri takut. Daud berkata: Jangan takut, saya akan melawan Goliat. Dia mencoba pakaian perang Saul tapi terlalu besar untuk dipakaikan ke badannya. Saudara-saudaraku,…Kita harus berperang dengan senjata kita sendiri. Kemudian dia menanggalkannya (ayat 39). dan dia pergi dengan suatu senjata yaitu: Tongkatnya dan 5 batu yang licin dari sungai (ayat 40). Goliat yang melihat Daud yang maju tidak percaya kepada dirinya sendiri. Goliat bertanya: Apakah aku ini anjing?.(ay.43). Apa yang dilihat oleh Goliat hanyalah 5 buah batu dan ali-ali. Tetapi disamping itu ada sesuatu yang tidak kelihatan yaitu: POWER OF GOD(KUASA ALLAH). Kemajuan kita bukan tepergantung pada bangunan-bangunan gereja tapi kepada apakah kita berada di pihak Allah. Daud berkata: “Aku datang kepadamu dengan nama TUHAN semesta alam”.(ayat 45). Sebagai umat Tuhan, kita mungkin selalu menghadapi Goliat-Goliat dalam kehidupan kita. Karena begitu herannya, saat itu Goliat membuka topi(helmetnya) untuk melihat Daud yang datang dengan ali-alinya. Roh Suci telah memimpin batu itu mengenai Goliat. Pada waktu inilah Daud yang dipanggil Allah— dia menurut dengan sepenuhnya kepada Allah. KISAH DAUD YANG MELIHAT ISTERI URIAH YANG CANTIK. Dia sudah berbuat suatu dosa yang besar dengan berzinah (Melihat isteri Uriah untuk ingin memilikinya). Dengan mengirim Uriah ke medan pertempuran maka dia merasa akan bisa mendapatnya secara legal. Singkatnya, Batseba pun jadi isterinya. Namun orang mengetahuinya. Untuk menutupinya maka dia melakukan dosa yang lain. Saudara-saudaraku,..Dosa tidak dapat disembuhkan dengan melakukan dosa yang kedua. Hanya dapat disembuhkan dengan jalan meninggalkan dosa itu sendiri. Maka sebagai akibatnya, Allah semakin jauh daripadanya. Karena dia merasa bahwa Allah sudah semakin jauh maka dia telah menulis Mazmur fasal 32 dan fasal 51. Mazmur 51:2 adalah merupakan seruan Raja Daud supaya Allah menyucikan dia dari dosa-dosa nya. Alkitab berkata: Apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.(Galatia 6:7). Sekalipun kita tidak selalu menang dalam setiap peperangan, Allah kita itu melihat hati. Daud telah mengakui segala dosa-dosanya. Tuhan Allah selalu memperhatikan Daud walaupun sudah gagal dalam peperangan. Daud telah membaharui kekuatannya kepada Allah. Saudara-saudaraku,..Tidak menjadi soal betapa besar dosa-dosa kita, tetapi kalau kita mengaku dosa-dosa kita maka Allah itu Maha Murah dan mengampuni dosa-dosa kita. Yesus menyatakan dalam Matius 11:28 “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu”. Dia akan memberikan kuasa kepada kita. Sebab itu kita tidak perlu takut menghadapi raksasa-raksasa itu. Kita harus mengadapi itu dengan tenang seperti Daud. Inilah harapan dan doa kita. Amen.

Senin, 19 Oktober 2015

Doa Yang Berhasil(Lukas 11:1-13)

Pendahuluan:
   Seorang anak kecil telah diajar oleh ayahnya untuk selalu berdoa kalau mau makan. Doa itu sangat sederhana, antara lain seperti ini: "Ya Tuhan, berkatilah  makanan ini, Amin". Jadi, hanya doa yang singkat inilah yang diucapkan oleh anak kecil tersebut.  Pada suatu hari ketika anak ini sedang asyik bermain-main di sebuah tanah lapang, tiba-tiba seekor banteng yang buas terlepas dari kandangnya dan lari menyeruduk kesana dan kemari. Semua orang berlarian lintang pukang untuk menyelamatkan diri mereka dari serudukan banteng buas itu.  Kemudian, banteng itu berlari menyeruduk ke arah anak kecil yang sedang asyik bermain itu.  Orang banyak berteriak memberikan peringatan: "Awas, banteng ganas...bahaya!".  Ketika anak kecil itu mengangkat kepalanya, ia melihat banteng itu hanya berjarak beberapa meter saja dari dirinya.  Ia demikian takut dan gemetar, maka tanpa disadarinya ia berdoa: "Tuhan, berkatilah makanan ini!".  Ini tentu doa yang keliru, sebab jelas banteng itu bukanlah makanan untuk si kecil itu. Namun, Tuhan di sorga melihat hati anak kecil yang menjerit minta pertolongan itu.  Ketika anak itu selesai mengucapkan "Amin", ia melihat banteng itu kembali arah dan lewat beberapa sentimeter dari dirinya.  Anak kecil itu luput dari bahaya meskipun dengan kata-kata yang keliru. 
Pembahasan:
Apakah itu dapat kita sebutkan sebagai doa yang berhasil?. Bagaimanakah syarat doa yang berhasil itu?.  Saat ini kita akan mempelajari satu judul pembicaraan yakni: TIGA SYARAT UNTUK DOA YANG BERHASIL yang bertitik tolak dari Lukas 11:1 - 13.
   Bila kita lihat,... peristiwa ini terjadi di Yerusalem setelah kunjungan Yesus ke Bethani.  Para murid Yesus melihat dan banyak menyaksikan kehidupan Yesus sendiri.  Suatu hari mereka menyampaikan sebuah permintaan kepada Yesus: "Tuhan, ajarlah kami berdoa".
   Para murid menyaksikan bahwa doa Yesus berbeda dengan doa  para pemimpin rohani yang lain pada saat itu. Dan mereka berpikir bila mereka dapat berdoa seperti Yesus, memiliki roh suka berdoa seperti yang dimiliki oleh Yesus, tentu mereka akan menjadi seorang murid yang berhasil meningkatkan pelayanan mereka.  Bagaimana dengan kita,..pernahkah kita menyampaikan permintaan seperti ini kepada Tuhan, "Tuhan, ajarlah kami berdoa"?.  Dalam ayat-ayat ini kita lihat bahwa Yesus langsung menjawab permintaan para murid-Nya. Didalam jawaban-Nya, Yesus mengajar bagaimana caranya berdoa yang berhasil.  Yesus tidak ingin kita hanya berdoa saja, tetapi Yesus ingin kita berdoa dengan berhasil.
   Doa yang berhasil menuntut beberapa keharusan dan Tuhan Yesus menunjukkan 3 keharusan yang mesti ada di dalam setiap doa yang berhasil ini.  Marilah kita lihat dan kita pelajari ke tiga keharusan tersebut satu per satu :
I. Kita harus berdoa sesuai dengan kehendak Allah (ayat 2-4).
   Jikalau orang berdoa tidak sesuai dengan perintah Allah, tidak mungkin doanya dikabulkan. Dalam ayat-ayat Alkitab kita ini sebenarnya perintah Tuhan itu jelas.
   Dalam ayat 2 : Yesus memerintahkan kita bila berdoa, katakanlah: "Bapa, dikuduskanlah nama-Mu" 
   Bagaimana menghormati/disucikan dengan 2 cara:
1). Dengan tindakan Allah yang menuntun , manusia mengakui dan menghormati Yehovah sebagai Allah.
2). Menghormati Dia sebagai Allah: berbakti dan menurut kepada-Nya.
*Nama Allah itu sendiri suci karena Allah itu suci, tabiat-Nya suci.
*Kita menguduskan namanya dengan menyatakan kesucian tabiat-Nya dan dengan jalan mengizinkan Dia menghasilkan karakter itu didalam  diri kita (terpancar kembali didalam diri kita).
   Apa maksud doa ini?  Yaitu, supaya tabiat Allah itu dikenal dan dihargai oleh setiap orang.  Agar Tuhan dikuduskan di dalam setiap keluarga. Doa semacam ini pasti dibalas.
   "Datanglah kerajaan-Mu"---Tuhan Yesus telah berjanji bahwa dunia ini akhirnya akan menjadi kerajaan-Nya dan hal ini telah mendorong para warga Negara Kerajaan Anugerah untuk hidup suci dan berkorban untuk menyampaikan kabar baik tentang kerajaan itu.  Dan doa ini pasti dijawab. Namun ini berarti pula kerajaan Allah didalam hati manusia.  Sebab itu kita boleh doakan para tetangga kita supaya mereka bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus, sehingga kerajaan Allah dapat diluaskan.  Kita tau doa semacam ini sesuai dengan perintah Tuhan.
   Ayat 3: "Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya".  Allah mengetahui kebutuhan kita, baik secara fisik maupun kerohanian. Allah mencukupi segala kebutuhan kita. Jadi kita dianjurkan supaya kita berdoa untuk makanan jasmani dan rohani kita sehari-hari.
   Aya 4: "Ampunilah kami akan dosa kami...."  Ini juga satu doa yang paling cocok buat kita.  Selain makanan, kita juga membutuhkan rahmat Allah. Berdoalah supaya dosa Anda/kita diampuni. Doa yang paling cepat dijawab oleh Allah ialah permohonan pengampunan dosa.
  "Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan"--Dalam bahasa Yunani: Peirasmos artinya Test(ujian).  Kitab suci jelas menyatakan bahwa Allah menguji manusia dan tidak pernah mencobai mereka supaya berdosa (Yakobus 1:13).  Jadi ini merupakan permohonan kepada Allah agar menghindarkan semua pencobaan dari kita.  Namun Allah tidak berjanji bahwa kita akan dilindungi dari pencobaan, melainkan supaya kita dilindungi dari kegagalan (Yohanes 17:15).  Sering kita yang menempatkan diri sendiri dalam jalur pencobaan itu.
   Nah, kita berhak berdoa untuk melawan iblis, untuk mendapat kekuatan bila pencobaan datang, supaya iblis tidak dapat menjatuhkan kita.  Inilah doa yang sesuai dengan firman Allah.
   Mungkin selama ini kita sering kecewa dalam berdoa karena merasa tak pernah dibalas.  Lalu kita berpikir, ah...berdoa itu hanya buang waktu saja. Apa gunanya kita berdoa!.  Untuk itu, kita perlu bertanya kepada diri sendiri, apakah Anda berdoa sesuai dengan Firman Tuhan?. Apakah Anda berdoa supaya nama Allah dikuduskan, supaya kerajaan Allah datang, supaya ada makanan setiap hari, supaya dosa diampuni dan supaya kita dipelihara dari pencobaan?.  Doa semacam inilah yang akan dikabulkan oleh Allah.
II. Kita harus berdoa dengan terus mendesak (ayat 5-8).
   Selain doa kita harus sesuai dengan perkataan Allah, juga kita untuk berhasil harus berdoa tanpa malu. Artinya, jangan berhenti meminta kepada Allah sebelum diberi.  Yesus memberi contoh dengan sebuah cerita dalam ayat 5-8.
   Ada seorang yang pada tengah malam pergi ke rumah shabatnya untuk meminta roti bagi seorang tamunya yang sedang singgah dari suatu perjalanan jauh, sedangkan ia sendiri saat itu sedang tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepada tamunya itu.  (Di negeri Timur--perjalanan selama musim panas adakalanya terjadi pada malam hari, dengan kata lain bahwa kunjungan tamu ini tidak diharapkan dan tidak dapat dihindarkan kelambatan perjalanannya).
   Meskipun sahabatnya itu sudah tidur dan pintu rumahnya sudah terkunci, namun pada akhirnya ia bangun juga dan memberi apa yang diperlukan orang itu bagi tamunya.  Mengapa permintaan orang itu dikabulkan?. Alkitab mencatat dalam ayat 8 "namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya".  Orang itu meminta tanpa malu.
   Kita heran karena Yesus memuji sikap seperti ini.  Kita biasanya akan menganggap doa semacam ini kurang sopan, bukan?.
   Saya tidak ingin Anda salah paham. Yesus tidak menganjurkan Anda pergi ke tetangga dan mengetuk pintu rumah orang di tengah malam buta untuk meminta roti. Tetapi yang dimaksudkan supaya bila ada keperluan,  kita harus pergi kepada Yesus dan berdoa terus, terus, terus sampai dikabulkan.  Tidak perlu malu, segan, malas atau cepat bosan dan jangan berhenti sebelum diberi.  Kita boleh berdoa terus menerus kepada-Nya sampai doa kita dikabulkan-Nya.
III. Kita harus berdoa berdasarkan janji-janji Allah.
   Dalam ayat-ayat selanjutnya (ayat 9-13) Yesus mengajar para murid-Nya sbb:
  "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu, carilah maka kamu akan mendapat; ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu".
Konklusi:
   Jadi kalau Anda berdoa, tidak hanya harus sesuai dengan perintah/firman Allah, tidak hanya harus dengan mendesak, tetapi juga harus berdasarkan janji Allah.  Arti ayat diatas ini hanyalah: Mintalah dan terus minta dan akan diberikan!.  Disini Allah telah berjanji: "akan diberikan", bukan "mungkin diberikan".  Kepastian Allah diteguhkan dalam ayat 10-14.  Ini merupakan sebuah janji yang bisa kita pakai setiap kali berdoa. Mungkin Anda berkata, "Saya sudah minta, tetapi belum diberikan!."
   Baiklah, ....namun ayat ini tidak menjelaskan kapan waktunya diberikan. Jadi kita harus berdoa terus dengan tekun sambil sabar menunggu janji Allah.

Minggu, 18 Oktober 2015

Mengenal Gereja Allah Yang Benar Pada Zaman Ini.

Yunani purba mempunyai sebuah cerita  tentang kelepasan Theseus dari bangunan istana rahasia di pulau Kreta. Bangunan ajaib itu didirikan oleh Daedalus, seorang arsitek ternama, dan tidak seorang pun yang masuk kedalam bangunan itu tanpa tersesat dan tidak dapat menemukan jalan untuk keluar dari bangunan itu. Theseus, seorang pahlawan Yunani yang masih muda, telah menyelinap masuk kedalam bangunan itu dan membunuh Minotaur yang sangat ditakuti dan yang tinggal ditengah-tengah bangunan  istana itu. Sekarang ia menghadapi kendala karena tidak bisa menemukan pintu keluar dari  tempat itu. Untunglah seorang wanita muda Kreta telah mengikat segulungan batang perak pada tangannya pada waktu ia memasuki tempat itu. Benang perak itulah kemudian yang diikuti oleh Theseus dan yang menuntun dia melepaskan diri keluar dari bangunan istana itu. Demikianlah kebingungan ribuan pria dan wanita yang frustrasi pada dewasas ini, ketika mereka memandang  hutan sekte dan agama yang masing-masing mempertahankan bahwa dialah gereja Kristen yang benar! 
           
Inilah bangunan istana yang membingungkan itu. Tetapi dari mana kita bisa mendapat benang perak yang bisa menuntun kita keluar dari istana rahasia yang membingungkan itu?  Allah tetap menyediakan suatu bimbingan yang pasti bisa diperoleh setiap orang . bimbingan itu ialah kata-kata nubuatan yang pasti. 
II Pet 1 : 19 : “Sama seperti memperhatikanpelita yang bercahaya ditempat yang gelap.  Dalam pelajaran ini kita akan membahas nubuatan wahyu pasal 12 yang menyanggupkan kita untuk mengenal gereja Allah yang benar secara pasti dan memuaskan.  Mari kita buka Alkitab dan membaca seluruh pasal ini lalu kita akan mambahas ayat demi ayat dibawah tiga judul berikut ini.
 
TIGA LAMBANG UTAMA DALAM WAHYU 12.
 
Kita tidak dibiarkan meraba-raba tentang identitas ketiga lambang utama dalam pasal ini . kunci untuk mengenal identitas itu terdapat dalam pasal itu sendiri. Kita mulai dengan Naga karena itulah yang paling gampang kita kenal.
 
Seekor Naga Merah Padam yang Besar – Lambang Setan.
 
Ayat 9 menyebut dia si Ular tua bernama si Iblis dan si  Setan. Tidak perlu kita menerka-nerka disini. Allah telah memberikan arti yang tepat dari lambang itu, dan identitasnya itu adalah kunci untuk mengerti yang dua lagi.  Tetapi setan tidak pernah muncul dimuka umum. Ia selalu tidak kelihatan. Ia bisa melakukan tugasnya melalui manusia-manusia yang mau dijadikan seperti sarung tangan bagi tangan setan. Pada waktu khayal Yohanes, alat yang paling berhasil digunakan oleh setan di dunia ini ialah Roma Kafir.
 
Perempuan berselubungkan Matahari – Lambang Gereja Allah yang Benar.
 
Pada seluruh Alkitab, lambang Allah untuk gerejaNya ialah perempuan yang suci dan cantik (Yer 6 : 2; II Kor 11 : 2). Lambang perempuan dalam wahyu 12 sangat cocok dengan gambaran umum Alkitab.
  • Berselubungkan matahari – jubah kebenaran Kristus
  • Bulan dibawah kakinya—Firman Allah yang tertulis yang memantulkan cahaya dari Kristus seperti bulan memantulkan sahaya matahari.
  • Mahkota dari dua belas bintang - - dua belas pemimpin yang menonjol dalam gereja perjanjian lama, yaitu ke dua belas anak-anak Yakub, dan pada gereja perjanjian baru yaitu kedua belas rasul.
  • Menunggu kelahiran seorang anak  laki-laki - -  suatu lakon yang cocok tentang pengharapan datangnya Mesias yang dinubuatkan dalam perjanjiaan lama. Seluruh isi Alkitab perjanjian lama dapat disimpulkan dalam satu kata menunggu.
  • Dibenci oleh naga itu.
  • Dijaga dan dilindungi Allah. Perempuan yang berselubungkan matahari itu adalah lambang sempurna dari umat Allah yang percaya dibumi  ini. Gereja Nya yang benar sepanjang masa dilihat dari segi ideal sebagaimana Allah menyayangi umatNya, ketika drama nubuat besar dari Why 12 dibukakan, Yohanes melihat jemaat pada kelahiran Kristus.
  • Anak laki-laki - - lambang Yesus Kristus.
  • Perhatikan kelima identitas dibahwah ini.
  • Ditunggu-tunggu oleh gereja Allah selama berabad-abad
  • Lahir kedunia sebagai Bayi yang tidak berdaya
  • Dibenci dan diserang oleh Setan
  • Dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhtaNya
  • Akan menggembalakan segala bangsa dengan gada besi.
 
Perincian diatas hanya cocok dengan seorang yang pernah hidup dibumi yaitu: Tuhan Yesus. Tidak cocok dengan siapa pun yang lain.
 
TIGA TAHAP PEPERANGAN SETAN DALAM WAHYU 12.
 
·         Tahap 1.  pada waktu kelahiran Kristus (ayat 1-6)
           
Setan juga mengetahui nubuatan mengenai kelahiran Mesias dalam perjanjian Lama, dan di belakang layar ia berkomplot untuk membinasakan Juruselamat yang akan datang.  Segera setelah Yesus lahir, setan bekerja melalui boneka Roma bernama Raja Herodes untuk membinasakan Yesus dan mengalahkan rencana keselamatan. Ia juga menggunakan pejabat Roma bernama Pilatus untuk mengizinkan penyaliban Kristus dan memeteraikan kuburanNya. Namun demikian, walaupun ia dibunuh dan dikuburkan oleh pejabat-pejabat Romawi, Kristus lolos dari genggaman setan dan dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhtaNya.
           
Setelah kalah usahanya membinasakan Kristus, setan kemudian beralih menganiaya gereja itu dengan memperalat Roma Kafir, bangsa Yahudi yang sudah murtad, dan terakhir dengan Roma Kepausan.  Walaupun ribuan umat Kristen yang mula-mula dianiaya dengan kejam dan ribuan tergelincir dan murtad, Allah tetap memelihara  jemaatnya denga memberinya sayap burung rajawali untuk bisa melarikan diri dan bersembunyi dipadang belantara dimana ia mendapat  tempat yang disediakan Allah.
 
·         Tahap II - - pada zaman kegelapan (ayat 13 – 16)
 
Selama zaman kegelapan, gereja Allah yang benar diusir dari kota ke kota besar umat Kristiani yang sudah murtad, dan dihalau kepembuangan padang belantara. Ia tidak bisa ditemukan di Roma, Paris, Konstantinopel atau di tempat-tempat pusat penduduk, melainkan dipadang pasir, dihutan di gua dan khususnya dilembah-lembah Alpen di Eropa tengah.  Salah satu kelompok masyarakat Kristiani yang terkenal dalam mempertahankan iman mereka adalah orang Waldensia, yang walaupun dianiaya secara kejam , mereka menurut isi Alkitab dalam kesederhanaan dan menolak kekuasaan Gereja Roma yang sudah murtad itu. Pengakuan iman mereka secara tertulis dan tuduhan musuh mereka membuktikan kesucian hidup dan perbaktian mereka. Sejarah mencatat bahwa kolompok Protestan yang sama sebelum reformasi terdapat juga di Prancis Selatan, Pulau-pulau Inggris, Syria, dan Abysinia. Setan menempatkan serdadu kepausan bagaikan air bah di Eropa dan kelompok Islam di Timur tengah dengan kegeraman untuk menghentikan gereja pelarian itu. Namun Allah menyediakan perlindungan ajaib sehingga bumi menolong perempuan itu dalam tiga cara yang perlu dicatat: 
Dibelakang benteng-benteng gunung tinggi, gua-gua dilembah-lembah dan hutan-hutan
Melalui raja-raja Eropa yang sudah menerima terang itu dan membela reformasi.
Di duni baru Amerika diseberang laut Atlantik.
           
Jadi pada setiap generasi selama zaman kegelapan, Allah telah memelihara kelompok yang setia bersaksi yang secara resmi dilambangkan oleh perempuan pengungsi itu. Saksi-saksi yang sangat berani ini terdiri dari umat Allah dibawah tanah yang setia seperti 7000 orang pada zaman Elia yang menolak menyembah Baal. 
(tahapan kedua meliputi tahun 538 TM hingga akhir kejayaan kepausan tahun 1798 TM)
 
·         Tahap III --- Pada Akhir Zaman (ayat 17).
           
Setelah ia bangkit dari pesembunyiannya dipadang belantara pada akhir abad kedelapan belas, dan muncul kembali diatas panggung umum, setan melanjutkan peperangan yang keji terhadap gereja yang sisa itu bagian terakhir yang sisa dari benih perempuan itu. 
           
Dengan amarah karena kegagalannya pada zaman silam, dan dengan mengetahui bahwa waktunya amat singkat, setan sekarang ini berperang dengan kegeraman yang dahsyat (ayat 12).  Walaupun demikian hebatnya perlawaann, gereja yang sisa itu memelihara hukum Allah dan berpegang pada kesaksian Yesus Kristus yang asli. (tahap ke tiga mulai tahun 1798 TM hingga kedatangan kedua kali).
 
TIGA CIRI-CIRI GEREJA ALLAH YANG SISA DALAM WAHYU 12.
 
Bukti-bukti yang terdapat pada ayat 17 akan menyanggupkan kita untuk mengenal gereja Allah yang benar pada akhir zamanb dengan kepastian yang terjamin. Ada tiga tanda pengenal diberikan. 
·         Ia adalah umat yang sisa dari benih gereja itu.  Karena itu ia harus sama dalam pengajaran, tabiat, dan tujuan dengan aslinya yaitu gereja kerasulan.
·         Ia memelihara hukum Allah.  Maksud nya hukum Allah yang asli, belum diubah, berlainan dengan tradisi manusia.
·         Ia memegang kesaksian Yesus Kristus.  Kesaksian Yesus melalui nabi-nabiNya (1Pet 1 : 10, 11), yaitu kata lain untuk karunnia Nubuatan Alkitabiah, dengan mana orang-orang kudus menghasilkan Kitab Suci ( II Pet 1 : 21 ), dan dengan mana Allah masih tetap menuntun gereja-Nya pada zaman ini ( Why 19 : 10).
 
KESIMPULAN.   
 
Mengapa Allah memberikan kepada kita kesempatan untuk mendengar hal ini?  Supaya kita memperoleh kepastian atas kuasa Allah dalam meindungi gerejaNya ditengah-tengah pencobaan yang amat kejam (Mat 16 : 18).  Supaya kita bisa mengenal gereja Allah yang benar pada zaman ini tanpa bayangan kebimbangan. Supaya kita bisa memilih untuk bersama-sama denga gereja Allah yang sisa, turut serta dalam kegiatannya, dan ikut dalam kemenangan akhir.
 
 
Salam, John
Sumber: “THE NEW PICTORIAL AID – by: FRANK BREADEN”

Dikirim oleh: John Situmorang via Advent Indonesia.