Jumat, 19 Juni 2015

Yesus di Yerusalem.


Pelajaran Alkitab dari: Luk. 19:28-40; Za.9:9; Luk.19:45-48; Mat.21:12-17; Luk.20:9-26.


Ayat Hafalan : Lukas 19:41.
1. Hubungan antara Yesus dan Yerusalem adalah salah satu hal yang menarik dan ingin diketahui. Dia telah menolong Daud menaklukkan kota itu dan membuatnya sebagai markas (headquarter)/pusat untuk bangsa Ibrani.  Kemudian Dia telah menyelesaikannya sebagai markas agama  dengan pembangunan kaabah Salomo. Tapi akhirnya, Ia gagal untuk mencapai apa yang benar-benar Dia ingin lakukan.
2. Namun Yesus menghabiskan hampir seluruh kehidupan-Nya di Galilea (bukan di Yudea).  Ketika di Yerusalem, Ia menghabiskan hampir seluruh waktu-Nya di kaabah itu sendiri.  Kita mengetahui bahwa setelah lahir di Betlehem, Ia dibawak ke Yerusalem untuk penyunatan-Nya dan kemudian untuk penyerahan-Nya/ for His dedication (Luk.2:22-38) Dia pergi lagi ke Yerusalem pada usia 12 tahun.(Luk.2:41-50).
3. Hanya Yohanes yang menguraikan bahwa Yesus bekerja di Yerusalem sering sekali selama 1 1/2 tahun pertama dari pelayanan-Nya saat Dia bekerja di Yudea.  Namun, kita hampir tidak memiliki informasi tentang apa yang dilakukan selama waktu itu (D.A. hlm.231).
4. Yesus - sebagai Allah telah menangisi Yerusalem--kita tahu melalui banyak cerita Perjanjian Lama. Akhirnya Ia muncul sebagai manusia dan menangisi Yerusalem sekali lagi.
5. Baca Roma 5:10.  Bagaimanakah kematian Yesus mengubah kita dari musuh menjadi teman Allah?. Dapatkah beberapa transaksi legal melakukan itu?.  Tentu saja tidak!.  Melalui kehidupan dan kematian Yesus, kita belajar kebenaran tentang kebohongan setan dalam pertentangan yang besar itu (dalam Great Controversy).  Allah menyatakan bahwa dosa menuntun kepada kematian (Sin leads to death)--(Kejadian 2:17).  Satan deceived Eve into believing that was a lie (Kejadian 3:4).
   Siapakah yang kita percaya?.  Apakah kita benar-benar percaya bahwa dosa memisahkan kita dari Allah dan menyebabkan (menuntun) kita kepada kematian? (Yesaya 59:2).
6. Baca Lukas 19:28-40; Matius 21:1-11; Mark.11:1-11; Yoh.12:12-19.  Yesus ke Yerusalem untuk ditangkap dan dibunuh (Lukas 18:31-34).  Para murid menyertai-Nya melalui jalan yang curam dan berbahaya--dari Jerikho ke Yerusalem.  Mereka yakin bahwa Ia akan menjadi Raja Baru Israel. Ketika Yesus berkata siap untuk memasuki kota dengan mengendarai seekor keledai (Zakh.9:9) setiap saat mereka memiliki harapan yang tinggi.
7. Mengapa para murid begitu yakin bahwa Yesus akan menjadi Raja dunia?.  Ketika mereka(para murid) setuju untuk mengikuti Yesus dan menjadi "penjala manusia", mereka yakin bahwa mereka akan dihormati, dihargai dan dipuji sebagai pejabat tingkat tinggi, bertanggungjawab untuk menyingkirkan orang-orang Romawi.
8. Pada saat kelahiran Yesus, orang-orang bijak dari Timur telah mengumumkan kedatangan Raja orang Yahudi (Matius 2:2). Pada pembukaan minggu terakhir dari kehidupan Kristus, Dia masuk ke Yerusalem dengan sambutan pujian yang menggema, "Allah Raja yang datang dengan nama Tuhan"(Lukas 19:38), tetapi hal ini akan segera berakhir dengan kemenangan di Golgota ketika Yesus berkata: "It is finished"- sudah selesai (Yoh.19:30).  Bagaimanakah bisa kematian menjadi tanda kemenangan?.  Hanya Yohanes sendiri sebagai penulis injil yang menuliskan tentang pertentangan besar antara Kristus dan setan ini (The Great Controversy between Christ & satan).  Berapa banyak yang mendengar kata-kata itu?.
9. Berulangkali, Yesus berbiccara kepada para murid-Nya tentang rincian kematian-Nya (Mts.16:21-28; Mark.9:31-32; Luk.18:31-34).  Yesus dikenal dunia sebagai seorang guru terbesar (Greatest teacher).  Apakah  Dia tidak bisa menjelaskan apa yang akan terjadi kepada-Nya dan seperti apa kerajaan-Nya itu supaya murid-murid-Nya mengerti?.  Dalam D.A. hlm.165 dikatakan: "Karena kegelapan kerohanian mereka maka para murid Yesus sering gagal memahami pelajaran2-Nya. Tapi banyak dari pelajaran2 ini telah dibuat jelas kepada mereka dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi berikutnya.  Ketika Dia tidak berjalan lagi bersama mereka, perkataan2-Nya tinggal dihati mereka".
10. Masuknya Yesus dengan kemenangan ke Yerusalem tiba kepada akhir yang mengejutkan ketika Dia berhenti diatas tebing menghadap bait suci dan mulai menangis tak terkendali.  Kerumunan orang banyak secara perlahan mulai bubar dan Yesus pergi ke bait suci.  Dia melihat kesekeliling sebentar. Tidak begitu lama, Dia kembali ke Betania untuk bermalam disana (Mark.11:11-12).  Pemandangan Yerusalem menusuk hatinya.  Yerusalem yang telah menolak Anak Allah dan telah mencemoohkan kasih-Nya, menolak dan tidak yakin kepada mujijat-Nya dan hendak mengambil kehidupan-Nya" (D.A. 576.1).
11.MENYUCIKAN BAIT SUCI.  Baca Lukas 19:45-48; Mts.21:12-17; Mark.11:15-19.
   Ke empat Injil menyebutkan tentang penyucian bait suci.  Sementara Yohanes berbicara mengenai penyucian yang pertama (Yoh.2:13-25) terjadi pada kunjungan Yesus ke Bait Suci pada Hari Raya Paskah tahun 28 TM, penulis lainnya menceritakan penyucian kedua pada akhir pelayanan Yesus, kali ini pada Hari Raya Paskah tahun 31 TM.  Jadi, kedua penyucian Bait Suci membungkus pelayanan Yesus, menunjukkan betapa pedulinya Ia akan kekudusan Bait suci serta pelayanannya.
   Pelataran luar Bait Suci seharusnya untuk pelajaran bagi bangsa-bangsa lain (Gentiles), namun itu telah berubah menjadi PASAR.
12. Alkitab adalah kisah cinta Allah yang panjang bagi umat-Nya.  Tapi tragisnya, begitu sering cinta itu ditolak. Sebagai orang-orang yang hidup pada waktu yang paling istimewa dalam sejarah dunia ini dengan memiliki bukan saja Alkitab tetapi semua tulisan E.G. White yang selalu tersedia.  Apakah kita menolaknya sebagai pekabaran Allah?. Bagaimanakah kita memperlakukan nabi kita?. Berapa banyak dari kita yang menolak nasehat E.G. White dan gagal membaca dan mengikuti syaran atau nasehat-nasehatnya?. Apakah perilaku kita berbeda dari perilaku para ahli Taurat dan Farisi pada zaman Yesus?.
13. ALLAH VERSUS KAISAR.  Baca Lukas 20:20-26. Apakah yang harus kita pelajari tentang pertanyaan perpajakan oleh pemerintah dunia?. Betapa luarbiasa jawaban Yesus ketika Dia berkata dalam Lukas 20:25 "Kalau begitu berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah".  "Hidup dibawah kaisar, yang uangnya digunakan untuk keperluan sehari-hari, memiliki kewajiban untuk kaisar.  Kita berada dibawah perlindungan dan ada manfaat-manfaat yang diterima dari pemenerintah maka kita berhutang setia juga kepada pemerintah.  Tetapi kemudian ada kewajiban lain, yang lebih besar, yang bersumber dari kenyataan bahwa kita diciptakan menurut citra Allah dan bahwa kepada-Nya kita berutang kesetiaan paling utama.  Tetapi tentu saja, kesetiaan utama kita adalah kepada Allah". D.A.hlm.602.
14. Bisakah kita menjadi warga negara yang baik dari bangsa kita di dunia ini dan pada saat yang sama menjadi warga negara Kerajaan Allah yang baik?. (Ibrani 11:10).  Baca Wahyu 13:13-18--Apa yang akan terjadi ketika diberlakukan kelak undang-undang hari minggu Internasional?.
15. PERJAMUAN KUDUS.  Baca Lukas 22:13-20--Orang-orang Yahudi secara khusus diperintahkan untuk merayakan Paskah setiap tahun dengan memakan domba panggang dan sayur-sayuran pahit bersama dengan roti (Kel.12:8).  Mereka juga boleh jadi melakukannya, tetapi kenapa tidak disebutkan?.  Namun, Yesus juga menawarkan kepada mereka juice anggur tak beralkohol dan roti tak beragi sebagai permulaan upacara baru yang menggantikan PASKAH.
16. PASKAH adalah untuk merayakan pembebasan Allah terhadap anak-anak Israel dari perhambaan bangsa Mesir--dan ini tentu tidak bisa mereka lakukan dengan kuasa mereka sendiri.  Perjamuan Kudus dengan hal yang sama--Kehidupan dan kematian Yesus menyediakan sarana dengan mana kita ditebus dari perhambaan dosa (1 Kor.11:24-26).  Ada 2 pelajaran penting yang kita perlu tau dari Perjamuan Kudus.  Kristus telah mati untuk masing-masing kita.  Sebagai satu komunitas--apabila kita meminum anggur tak beralkohol dan roti tak beragi, we are sharing Christ's body dan mengakui kesetaraan(equality) yang ada diantara kita.
17. Bagaimana tubuh dan darah Kristus "membeli" (purchase) keselamatan kita?.  Kematian-Nya adalah sebuah contoh bagaimana kejahatan itu akan mati pada akhirnya.  Apakah kita bersedia menerima tawaran keselamatan-Nya dan kehidupan kekal dalam kerajaan sorga dan di dunia baru?.  "Memakan daging dan meminum darah Kristus (yang dilambangkan oleh roti yang tak beragi dan air anggur tak beralkohol) adalah berarti menerima Dia sebagai Juruselamat pribadi, percaya bahwa Dia mengampuni dosa-dosa kita dan kita sempurna didalam Dia.  Kita menjadi bagian dari sifat-Nya.  Seperti makanan pada tubuh, demikianlah Kristus pada jiwa.  Makanan tidak bermanfaat bagi kita, kecuali itu menjadi bagian dari keberadaan kita (Our being).  Jadi, Kristus tidak ada nilainya bagi kita jika kita tidak mengenal Dia sebagai Juruselamat pribadi". D.A.389.
   Para penganut evolusi dan ateis--telah menyatakan berulangkali bahwa segala sesuatu yang  telah terjadi dalam sejarah dunia kita ini hanyalah hasil dari proses fisik.  Mereka mengatakan bahwa tidak ada makna utama untuk apapun juga.  Mungkin hal ini bisa membuat kita depresi. Tapi kita memiliki  obat untuk itu. Jika kita mengikut Yesus, kita akan diberkati/berbahagia.
18.Bisakah kita membedakan dengan jelas antara makna Paskah dan Perjamuan Tuhan?.  Paskah --melihat kebelakang keluarnya  bangsa Israel dari perhambaan Mesir oleh pertolongan Allah.  Perjamuan Tuhan--melihat kedepan kepada adanya REUNI pada saat kedatangan Yesus yang kedua kali.  Paskah--melibatkan kurban  domba.  Perjamuan Tuhan membutuhkan roti tak beragi dan juice anggur tak beralkohol.
19. Baca Filipi 2:5-11.  Tentang Yesus yang merendahkan diri-Nya datang kedunia ini, mengosongkan diri-Nya.  Apakah kita bersedia mengikuti Anak Domba kemana Dia menuntun kita?.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar