BERLAGAK SEPERTI ALLAH
(Playing God).
Pel.SS.6-Trw.I,2021.
Ayat hafalan:
“Sesungguhnya, inilah Allah kita; yang kita
nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah Tuhan; yang kita
nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan besukacita oleh karena
keselamatan yang diadakan-Nya”.(Yesaya 25:9).
Ill: Seorang
pendeta berkhotbah tentang kesombongan. Seorang perempuan yang mendengar
menunggu dan ingin mengakui dosanya yang besar kepada pendeta. Pendeta bertanya, dosa apakah itu?. Jawab: Dosa kesombongan—karena saya sering
berdiri didepan cermin mengagumi kecantikan saya. Jawab pendeta: Itu bukan dosa
kesombongan, tapi dosa imajinasi.
Dalam pelajaran ini kita akan melihat asal
mula kesombongan dan sifat mementingkan diri, yang menjadi 2 dosa yang pertama.
1.Pelajaran
ini akan melewatkan sebagian besar kitab Yesaya antara pasal 14 dan 24.
Pasal-pasal tersebut mencakup ramalan2 Allah tentang masa depan sekelompok
bangsa2 kafir dan penyembah berhala di sekitar Yehuda dan Yerusalem (Yaitu antara
lain: Moab, Ammon, Edom,Assyria, Babylon dan Mesir).
Jadi, pelajaran ini akan mengulas banyak
sejarah kuno/purbakala dan membantu kita untuk memahami beberapa alasan mengapa
Allah memberkati kelompok2 tertentu dan mengapa Dia membiarkan kelompok2 lain
dilupakan (melupakan kelompok2 lain).
2. Kesombongan
dan dosa dimulai dalam hati seorang malaikat yang perkasa di surga saat dia
berdiri di samping tahta Allah. Dia mulai memikirkan pikiran-pikiran yang
sombong dan memberontak, yang pada akhirnya, menimbulkan pertentangan besar(G.C)
dan akan menyebabkan kehancuran jutaan orang di dunia kita. (Kesombongan &
Sifat mementingkan diri—2 dosa yang pertama).
3.
Satu-satunya keamanan kita adalah berpaling dari mengikuti Lucifer / Setan dan mengikuti Yesus Kristus. Dia mati untuk kita
dan mati untuk menunjukkan kepada kita perbedaan yang mencolok antara kejahatan(evil) dengan
konsekuensinya dan kebaikan(evil) dengan
akibatnya (its results).
4. Di zaman
Yesaya, bangsa pengganggu terbesar adalah Assyria. Kita telah memulai kitab
Yesaya dengan mencatat bahwa Raja Ahaz dari Yehuda, pernah memohon kepada
Tiglat-Pilezer III dari Asyur agar dia menyerang Siria dan kerajaan Israel di
utara (Rezin dan Pekah) agar mereka berhenti menyerang Yehuda (Israel Selatan).
MINGGU: HUKUMAN TERHADAP
BANGSA-BANGSA( Yesaya 13)
Jadi, kita telah melihat bahwa Yesaya 13
memulai bagian baru dalam buku ini,(Yes.13-23)--berfokus
pada ramalan tentang penghakiman terhadap berbagai bangsa.
5. Dalam Yesaya 13, Yesaya mulai menulis
tentang Babilonia. Meskipun
kita tidak memiliki data yang jelas kapan tanggal penulisan Yesaya 13 secara
tepat, ada kemungkinan bahwa ini sesuai pengalaman Hizkia dengan para utusan dari
Babilonia seperti yang dicatat dalam 2 Raja-raja 20.(Raja Babylon ketika itu:
Merodakh-Baladan—yg.mengirim utusannya setelah Salomo sembuh dari
sakit).—Hizkiah perlihatkan semua gedung harta bendanya).
Pada
saat itu, Babilonia adalah negara yang kekuatannya masih kecil. Tetapi, dengan
kemampuan Allah untuk melihat masa depan, Allah menyatakan bahwa Babel, suatu
hari, akan menjadi negara adidaya dan akan menjadi ancaman yang mengerikan bagi
orang-orang Yehuda. Yehuda akan "meratap kesakitan." (Baca Yesaya 13:
6-8.) Asyur berkuasa atas Babilonia: 728 SM Tiglat-Pileser III; 710-SM, 702-SM,
689-SM dan 648 SM—tapi perlahan-lahan menjadi negara adikuasa di negeri itu
(yang akan menghancurkan Yehuda).
6. Yesaya
membuat beberapa pernyataan mengejutkan dalam Yesaya 13:10 “Sebab
bintang2 dan gugusan2nya di langit tidak
akan memancarkan cahayanya; matahari akan menjadi gelap pada waktu terbit,
dan bulan tidak akan memancarkan sinarnya”.
7. Tidak ada
kekuatan manusia yang bisa memiliki efek seperti itu pada benda-benda langit.
Ini mengingatkan kita bahwa Allahlah yang dapat menggunakan benda-benda langit
sebagai tanda dari apa yang Dia rencanakan.
Selanjutnya Yesaya menggambarkan langit dan bumi yang bergetar. (Yesaya
13:13)
8. Dia
kemudian menggambarkan kengerian(teror) yang akan menimpa orang asing yang
tinggal di Babilonia.
Yesaya 13:16: “Bayi2 mereka akan akan
diremukkan di depan mata mereka, rumah2 mereka akan dirampok, dan isteri2
mereka akan ditiduri”.
(Isaiah 13:16: [The LORD said:] “While they look on
helplessly, their babies will be battered(babak belur) to death, their houses
will be looted (dijarah), and their wives will be raped
(diperkosa/dicabuli)”—Good News Bible.
9. Dia
kemudian menjelaskan fakta bahwa Media-Persia bergabung - akan menyerang
Babilonia dan menghancurkannya tanpa menyebabkan kerusakan pada kota. Tapi, itu
terjadi selama kemunduran kota Babilonia ke titik di mana:
Yesaya 13:20: [TUHAN berkata:] “Tidak ada
yang akan tinggal di sana lagi.” - Good News Bible.
Nubuatan
Yesaya tentang kota ini terdapat dalam Yesaya 13:19-22. “Dan Babel yang permai..akan sama
seperti Sodom dan Gomora...tidak ada penduduk untuk seterusnya, dan tidak ada
penghuni turun-temurun; orang Arab tidak akan berkemah disana, dan gembala2
tdk.akan membiarkan hewannya berbaring disana....
Ini benar hari ini.(This is true today)--
Bahkan tidak ada tenda orang Arab yang didirikan di sana. Hanya kelelawar dan
burung hantu yang membuat rumahnya dalam reruntuhannya. Tidak ada gembala yang
terlihat di padang. Yang ada hanya kehancuran, Ya, Firman Tuhan itu benar !.
13. Setelah
berbicara tentang kejatuhan Asyur, Yesaya membahas fakta bahwa Yehuda akan
ditawan ke Babilonia; tapi, akhirnya beberapa akan kembali. Apa yang kita
ketahui tentang Babel?
TAMBAHAN:
Dalam Yesaya
13 kita melihat malapetaka besar Babel. Dia akan membawa Yehuda pergi
sebagai tawanan tetapi nabi melihat kehancurannya. Tuhan menepati janji-Nya
kepada Abraham. Kejadian 12: 3. Tuhan selalu mengutuk bangsa mana pun yang
menindas Israel. Anda dapat mengikuti kebenaran ini melalui sejarah. Tuhan
sering mengijinkan bangsa-bangsa untuk menghukum Israel karena dosa nasionalnya
tetapi pembalasan tidak bisa dihindari (Ul. 30: 5-7; Yes 14: 1,2; Yoel 3: 1-8).
Dalam Yesaya
14:28 kita membaca bahwa Raja Ahaz meninggal (tahun 715 BC—ia
digantikan oleh Hizkiah). Tapi Yesaya memperingatkan orang-orang bahwa
kematiannya tidak boleh dianggap sebagai akhir dari beban mereka. Bahkan
penindas yang lebih buruk dari Ahaz akan datang (Yesaya 14: 28-32).
DIBAWAH HIZKIAH:
Ketika itu Assyria telah menjadi ancaman di perbatasan
Israel utara. Sebelum Hizkia menyelesaikan tahun keenamnya, Samaria telah jatuh di bawah penyerang
ini. Keberhasilan ini hanya membangkitkan keinginan Assyria untuk
menaklukkan lebih lanjut.
Delapan
tahun kemudian, Yehuda diserang. Invasi pertama dilakukan oleh Sargon dan
yang kedua oleh putranya, Sanherib. Sejarah Asiria menjelaskan hal ini kepada
kita.
Tahun kritis dalam pemerintahan Hizkia
adalah tahun yang keempat belas (Yesaya 36: 1).
Saat itulah mereka mengalami invasi Asiria,
penyakit raja dan kesembuhannya, dan
penarikan terakhir Asiria dari negeri itu. (Ini mencakup jangka waktu sekitar
empat tahun).
Prajurit Asiria yang berhati batu ini datang
tahun demi tahun, dengan membawa besi dan panji-panji. Para penjaga di tembok
Yerusalem dapat melihat mereka maju melalui asap dari kota-kota yang terbakar.
YERUSALEM di kepung oleh Sanherib.
Raja Hizkia mengambil harta karun di bait
suci dan mengerat emas dari pintu dan tiangnya agar ia dapat mengirimkan 300
talenta perak dan 30 talenta emas untuk membelinya (2 Raja-raja 18: 13-16). Dalam keputusasaan, bantuan dari Mesir
dicari. Tapi tidak ada yang berhasil menghadapi amukan orang Asyur ini.
Akhirnya orang Asyur membangun api unggun
mereka di sekitar kota Yerusalem dan menuntut penyerahannya—surat ancaman
dibawa Hizkiah ke Bait Allah dan berdoa. Lihat kisah tentang bencana yang cepat
dan mengerikan yang menimpa orang Asiria saat mereka dibunuh oleh kunjungan
misterius di kamp mereka, dimana Malaikat Tuhan keluar, membunuh 185.000 orang di perkemahan Asyur. (Yesaya
37: 36-38).
Yesaya mencela aliansi dengan Mesir dan
mengatakan bahwa mereka mengandalkan kuda .. (Yesaya 31: 1). Bukankah benar bahwa
kita saat ini telah mempercayai "kuda dan kereta" atau mesin perang
?. Bukankah kita telah melipatgandakan kuda dan kereta kita melebihi mimpi terliar
Mesir dan Babilonia ?. Kita telah memasang semua kekuatan alam ke kereta kita.Bukan
kekuatan dari Tuhan Allah.
13. Setelah
berbicara tentang kejatuhan Asyur, Yesaya membahas fakta bahwa Yehuda akan
ditawan ke Babilonia; tapi, akhirnya beberapa akan kembali.
Apa yang kita ketahui tentang Babel?
-(Minggu): Mewarisi
kekayaan budaya kuno, keagamaan, dan warisan politik, Babel di kemudian hari
muncul sebagai negara adikuasa yang menaklukkan Yehuda dan menawan penduduknya
dalam pembuangan. Namun dari sudut
pandang manusia pada zaman Yesaya, belumlah terlihat bahwa Babel akan menjadi
ancaman bagi umat Allah. Hampir di seluruh pelayanan Yesaya, Asyur berkuasa
atas Babel. Sejak tahun 728 SM, ketika Tiglat-Pileser III merebut Babel dan
mengumumkan bahwa raja Babel berada dibawah
takhta Pulu (2 Raja2 15:19; 1 Taw.5:26), raja2 Asyur merebut kembali
Babel beberapa kali (710, 702, 689, dan 648 SM). Babel perlahan-lahan menjadi
negara adikuasa di wilayah itu, kekuasaan yang akan menghancurkan kerajaan
Yehuda.
14. Di banyak
tempat dalam pelajaran kita minggu ini, kelihatannya berbicara tentang Allah
dalam kemarahan-Nya, menjangkau dan menghancurkan bangsa dan bangsa. Mungkinkah
Allah Kasih benar-benar melakukan itu?
Kita perlu ingat bahwa Allah Perjanjian Lama
adalah Yesus! (1 Korintus 10: 1-4; Yohanes 5:39; Lukas 24:44)
Jadi, mari kita ulangi pertanyaan kita:
Apakah Yesus benar-benar akan menghancurkan bangsa-bangsa? Apakah ini
menjelaskan kepada kita tentang dosa dan akibatnya?
Apa hubungan antara dosa dan murka atau
amarah Allah? Kita perlu ingat bahwa murka Allah hanyalah karena memiliki
kekecewaan yang penuh kasih bagi mereka yang tidak menginginkan-Nya, sehingga
menyerahkan mereka pada konsekuensi yang tak terhindarkan dan mengerikan dari
pilihan pemberontakan mereka sendiri.
15. Meskipun
benar bahwa Tuhan memiliki kendali tertinggi atas segala sesuatu yang terjadi
di alam semesta, Dia memilih untuk tidak memiliki kendali atas pilihan kita untuk memberontak .
Itu bisa berlaku tidak hanya untuk individu
tetapi juga untuk seluruh bangsa. Jadi, jika Allah membiarkan suatu bangsa menderita
akibat dari pilihan pemberontakan kolektifnya, apakah itu membuat Allah
bertanggung jawab atas kematian atau kekalahan mereka?
SENIN: AKHIR DARI KOTA BABEL YANG
BESAR (Yes.13:2-22)
16. Kita telah
menyebutkan fakta bahwa Babel tidak seberapa kuat sejak zaman Abraham sampai 648 SM. Tapi, apa yang
kita ketahui tentang sejarah Babilonia setelah tanggal tersebut?.
Pada tahun 626 SM Nabopolasar (seorang Kasdim) memulihkan kemuliaan
Babel menjadi raja di Babel (sbg.awal Dinasti Neo-Babilon. Bersama dengan Media –menaklukkan Asyur. Anaknya Nebukadnezar II adalah:
raja yang telah menaklukkan dan mengasingkan penduduk Yehuda.
Bagaimana kota Babel akhirnya berakhir?
(Lihat Daniel 5.)
Pada tahun 539 SM, ketika Cyrus(Koresy) orang Persia merebut Babilonia
untuk Kerajaan Media-Persia (lihat Daniel 5), kota itu kehilangan
kemerdekaannya selamanya.(Awal dari kehancuran Babel). Pada tahun 482 SM,
Xerxes I secara brutal menumpas sebuah pemberontakan Babilonia melawan
kekuasaan Persia. Dia memindahkan patung Marduk, dewa utama(Kepada dewa2), dan
tampaknya merusak beberapa benteng dan kuil.
Alexander
Agung (Grika)--merebut Babilonia dari Persia pada 331 SM. tanpa perlawanan.
Terlepas dari mimpinya yang berumur pendek untuk menjadikan Babilon sebagai ibu
kota bagian timurnya, kota itu menurun selama beberapa abad.
Pada tahun 198 M, seorang kaisar Romawi,
Septimus [sic] Severus, menemukan Babilon benar-benar kosong/sepi. Jadi, kota
besar itu berakhir melalui pengabaian(karena diabaikan). Saat ini beberapa
penduduk desa Irak tinggal di bagian situs kuno, tetapi mereka belum membangun
kembali kota yang seperti itu.
17. Cyrus,
raja Media-Persia, akhirnya mengizinkan bani Israel untuk kembali ke negeri
mereka di Yehuda.
SELASA: KEJATUHAN “RAJA”
GUNUNG.(Yesaya 14).
Kita membaca tentang prediksi atau nubuat
Allah melalui Yesaya dalam Yesaya 14: 1-3.
Yesaya 14: 1-3: v.2- “Bangsa2 lain akan
mengantar Israel pulang ke tempatnya, lalu kaum Israel akan memiliki bangsa2
itu di tanah Tuhan sebagai hamba2 laki2 dan hamba2 perempuan. Demikianlah mereka akan menawan org2
yg.menawan mereka dan berkuasa atas para penindas mereka”.
(Hakim2
5:4,20-21 –unsur2 alam termasuk bintang2, berperang melawan bangsa2 yang
menindas umat-Nya).
18. Di
beberapa tempat dalam pasal-pasal ini, kita memperhatikan bahwa penghakiman
mengerikan yang dijatuhkan atas beberapa negara ini dirujuk sebagai hari Tuhan.
(Yesaya 13: 6,9) Lebih dari itu, kemarahan
Tuhan begitu dahsyat sehingga berdampak pada bintang, matahari, bulan,
langit, dan bumi. (Yesaya 13: 10,13) Bahkan di zaman kita, bencana yang
mengerikan disebut sebagai "tindakan Allah".(Acts of God).
19. Tepat di tengah-tengah pasal 14 Yesaya, kita
membaca kata-kata yang luar biasa ini:
Yesaya
14: 12-15: 12 (Ini di terapkan kpd raja2 Babel: “Wah, engkau
sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah
dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa2. Engkau tadinya yang
berkata dalam hatimu, Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan
takhtahku mengatasi bintang2 Allah, dan aku hendak dudu di atas bukit
pertemuan, jauh di sebelah utara...dst...”
23. Untuk lebih
memahami tentang raja-raja Babilonia,
kita perlu membuka buku Daniel. Daniel 3-5 berulang kali berbicara tentang harga diri dan sombong(self-esteem
& bragging) dari raja Babel.
Tetapi, bahkan Nebukadnezar mengklaim adanya
hubungan langsung dengan para dewa.
(Selasa):
Hal ini ditunjukkan setiap tahun pada hari kelima saat perayaan tahun baru
bangsa Babel, di mana raja dituntut untuk melepaskan lencana kerajaannya
sebelum datang mendekat ke patung Marduk sehingga kedudukannya sebagai raja
dapat diteguhkan. Bahkan gagasan untuk menggantikan dewa yang lebih rendah
sekalipun dianggap sebagai tindakan bunuh diri.
24. Pernyataan2
kesombongan tentang raja Babilonia harus ditempatkan paralel dengan pernyataan lain tentang raja Tirus seperti yang tertulis
dalam Yehezkiel 28. ay.12-18.ay.17 “Engkau sombong karena kecantikanmu,
hikmatmu kau musnahkan demi semarakmu...
25. Bagi
setiap manusia, memiliki kesombongan semacam ini adalah mustahil. Jelas, kedua
individu ini, yang ada di Yesaya 14 dan yang di Yehezkiel 28, adalah perwakilan dari orang yang berdiri di
belakang mereka - Setan sendiri. Dan sementara Yesaya 14 dan Yehezkiel
28 berbicara tentang kematian terakhir Setan ini, apa yang kita ketahui tentang
kematian terakhirnya dari sumber lain?
Wahyu 20:10: “dan Iblis,
yang menyesatkan merekam dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang,
yaitu tempat binatang dan nabi palsu
itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya”.
27. Buku
Yesaya ditulis sekitar 700 tahun sebelum Kristus; kitab Wahyu ditulis sekitar
100 tahun setelah Kristus - rentang waktu 800 tahun. Tapi, perhatikan
kesejajaran yang sangat menarik antara Yesaya 14: 12-14 dan Wahyu 12: 1-9. Di
bagian Wahyu, naga terdengar sangat mirip dengan raja Babilonia yang dijelaskan
dalam Yesaya.
28. Salah satu
hal yang membingungkan yang membuat bingung beberapa sarjana Alkitab adalah
fakta bahwa Yohanes berbicara tentang Babel — dan Petrus juga melakukannya -
seolah-olah itu adalah entitas yang sekarang ini, tapi pada zamannya.
1 Petrus 5:13
–Babylon: Seperti dalam buku Wahyu, ini mungkin merujuk kepada Roma.
Wahyu 14:8
Babel besar telah rubuh.
Wahyu
18:2,10,21 –Babel besar telah rubuh.
RABU: GERBANG SURGA (Yesaya 13,14).
29. Jelas
bahwa, sama seperti Babilon literal di zaman Daniel, Roma dan
"Babilon" dari Wahyu adalah sombong, kekuatan kejam yang
menindas dan menghancurkan banyak umat Allah.
Wahyu 17: 6 sebenarnya menggambarkan
kekuatan Romawi ini sebagai "perempuan itu--mabuk oleh darah orang-orang
kudus dan darah saksi-saksi Yesus".
30.
Entitas-entitas ini sedang / telah memberontak secara terbuka melawan Allah.
(Rabu)-Dalam
bahasa Babel, namanya adalah bab ili, yang berarti: “gerbang para dewa,” menandakan
tempat masuk ke alam Ilahi. Bandingkan dengan Kejadian 11, di mana orang
membangun menara Babel sehingga dengan kuasa mereka sendiri mereka dapat naik
ke tingkat kekebalan Ilahi agar bebas dari pertanggung jawaban kepada Allah. Ketika Yakub bangun dari mimpi dimana dia
melihat sebuah tangga yang menghubungkan surga dan bumi, dia berseru:”Ini tidak
lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang surga” (Kejadian 28:17). Perhatikan
bahwa “rumah Allah” adalah “gerbang surga”, pintu masuk ke alam Ilahi. Yakub
menamai tempat itu “Betel”, yang memiliki arti “rumah Allah”.
Jadi “gerbang surga” di Betel dan “gerbang
Allah” di Babel sangat bertolak belakang dalam menjangkau alam Ilahi.
Tangga Yakub berasal dari surga, diturunkan
dari langit oleh Allah. Tetapi Babel, dengan menaranya dan kuil-kuil
zigurat,dibangun oleh manusia dari bawah ke atas. Cara yang berbeda ini
mewakili jalam keselamatan yang bertolak belakang :
Kasih karunia
yang berasal dari Allah KONTRA usaha manusia.
Semua agama yang benar berdasarkan model
Betel yang sederhana: “Karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman
(Ef.2:8,9). Semua “agama,” termasuk “legalisme”
dan “sekularisme”, didasari pada model kesombongan Babel.
Untuk melihat perbedaan dari kedua
pendekatan, lihat perumpamaan Yesus tentang orang Farisi dan pemungut cukai
(Lukas 18:9-14).
KAMIS: KEMENANGAN SION YANG TERAKHIR(Yesaya 24-27)
Setelah nubuatan yang menenatang
bangsa-bangsa dalam Yesaya 13-23, Yesaya 24-27 menggambarkan kekalahan musuh2
Allah secara global dan pembebasan
umat-Nya.
31. Sekarang
kita akan beralih ke Yesaya 24-27. Bab-bab selanjutnya adalah daftar kutukan2
terhadap bangsa-bangsa kafir dan penyembah berhala di Timur Tengah pada zaman
Yesaya.
32. Bacalah
Yesaya 24.(Nubuat Tentang Akhir Zaman). Perhatikan bahasa dalam Yesaya 24: 6.
Yesaya
24: 6 “Sebab itu sumpah serapah akan memakan bumi, dan penduduknya akan
mendapat hukuman; sebab itu penduduk bumi akan hangus lenyap, dan manusia akan
tinggal sedikit”.
Isaiah
24:6: So God has pronounced a curse on the earth. Its people are paying
for what they have done. Fewer and fewer remain alive.—Good News Bible.
33. Dan Yesaya
melanjutkan dengan Yesaya 24: 21-23.
“Maka pada hari itu Tuhan akan menghukum
tentara langit di langit dan raja-raja bumi di atas bumi. Mereka akan
dikumpulkan bersama-sama, seperti tahanan dimasukkan dalam liang; mereka akan
dimasukkan kedalam penjara dan akan dihukum sesudah waktu yang lama. Bulan purnama akan tersipu-sipu, dan
matahari terik akan akan mendapat malu, sebab Tuhan semesta alam akan
memerintah di gunung Sion dan di Yerusalem, dan Ia akan menunjukkan
kemuliaan-Nya di depan tua-tua umat-Nya”.
Isaiah
24:21-23: 21 A time is coming
when the LORD will punish the powers above and the rulers of the earth. 22God will crowd kings together like
prisoners in a pit. He will shut them in prison until the time of their
punishment comes. 23The moon will
grow dark, and the sun will no longer shine, for the LORD Almighty will be
king. He will rule in Jerusalem on Mount Zion, and the leaders of the people
will see his glory.—Good News Bible.
34. Dalam Yesaya 25, kita menemukan
lagu/himne pujian untuk fakta bahwa
Allah melindungi umat-Nya.
Yesaya 25: 3-5:”Oleh karena itu suatu bangsa
yang kuat akan memuliakan Engkau; kota-kota yang gagah akan takut
kepada-Mu...dst.
v.5. Jadi, Allah akan menyiapkan suatu perjamuan
(a banquet) bagi mereka yang tetap setia kepada-Nya sementara Dia “menghukum”
mereka yang telah menjadi musuh2-Nya, musuh2 umat-Nya.
36. Dan pada
akhirnya, seperti yang digambarkan Yesaya dalam Yesaya
26, Tuhan akan memberikan
kemenangan kepada umat-Nya.
Yesaya menulis: Yesaya 26: 20-21:”Mari bangsaku, masuklah
kedalam kamarmu, tutuplah pintumu sesudah engkau masuk, bersembunyilah barang sesaat lamanya, sampai amarah ini berlalu....dst.
Yesaya 27:7-9 v.9.”Maka
beginilah akan dihapuskan kesalahan Yakub dan inilah buahnya kalau ia
menjauhkan dosanya: ia akan membuat segala batu mezbah seperti batu2 kapur yang
dipecah-pecahkan, sehingga tiada lagi tiang2 berhala dan pedupaan2 yang tinggal
berdiri”. (9But Israel’s sins
will be forgiven only when the stones of pagan altars are ground up like chalk,
and no more incense altars or symbols of the goddess Asherah are left.)—Good
News Bible.
37. Jadi, apa
hubungan antara fakta bahwa Israel masih
menyembah ilah2/dewa2 kafir dan berkat2
atau kutukan2 Allah terhadapnya? Tuhan tidak bisa memberkati mereka
yang terus memberontak.
38. Dalam
pelajaran kita minggu ini, kita telah mencatat bahwa raja Babilonia dan raja
Tirus keduanya dijelaskan dalam istilah yang hanya dapat diterapkan pada Setan
yang sebenarnya adalah kekuatan yang berada di belakang mereka(raja2 itu).
Sekarang kita telah melihat bahwa perkara2 di masa depan yang dinubuatkan Yesaya dalam pasal-pasal
ini akan terjadi hanya setelah masa 1000
tahun(milenium) yang dijelaskan dalam Wahyu 20.
Sama seperti Babel jatuh di zaman kuno dan
tidak pernah muncul lagi sejak saat itu, semua jejak kejahatan akan
dihancurkan, dan tidak akan pernah kembali.
39. Yesaya mungkin
berpikir bahwa pekabaran2 yang penuh kuasa tentang Yerusalem ini akan berlaku
untuk Yerusalem pada zamannya. Tapi, kita sekarang tahu bahwa itu berlaku untuk Yerusalem Baru. Kitab Wahyu 21:2 menjelaskan bahwa itu akan
digenapi nanti di Yerusalem Baru. Dalam Wahyu 21:23 “Dan kota itu tidak
memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah
meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya”.
40. Salah satu
pertanyaan terbesar yang muncul dari bagian-bagian/fasal2 Yesaya ini adalah
pertanyaan : Apakah Allah benar-benar membinasakan orang jahat?.
Yesaya
28:21: TUHAN akan berperang seperti yang dilakukannya di Gunung Perazim
dan di lembah Gibeon, untuk melakukan apa yang dia ingin lakukan - tindakannya
mungkin tampak aneh (ganjil). Ia akan menyelesaikan pekerjaannya, pekerjaan
ajaibnya. — Good News Bible.
(Kamis)
Lihat Yesaya 28:21, di mana pekerjaan pembinasaan yang dilakukan
Allah merupakan “perbuatan”
yang ganjil bagi-Nya. Suatu keanehan bagi-Nya, sebab Dia tidak ingin untuk
melakukannya, namun bagaimanapun juga, itu merupakan sebuah tindakan. Adalah
benar bahwa dosa membawa benih2 penghancuran diri sendiri.(Yoh.1:15). Tetapi
karena Allah memiliki kuasa terutama atas kehidupan dan kematian, dan Dia
menentukan waktu, tempat, dan cara dari kehancuran akhir (Wahyu 20), sangat
tidak tepat jika kita berargumen bahwa Dia akan menghentikan kutuk dosa dalam
cara yang pasif, dengan mengizinkan hukum sebab akibat untuk berjalan secara
alami.
42. Dalam Yesaya 24-27, kita melihat
bahwa mereka yang berada di pihak Allah pada akhirnya akan menang sementara
mereka yang menentang Allah pada akhirnya akan dibinasakan. Jadi, bagaimana
kita bisa melindungi diri kita sendiri?
Amsal
3: 5-7: 5 ”Percayalah kpd.Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah
bersandar kepada pengertianmu sendiri.6. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka
Ia akan meluruskan jalanmu. 7.Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak,
takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan”. (Roma 10:9; Kis.16:31).
43. Bagaimana
kita mempersiapkan diri untuk berada di pihak Allah? Banyak orang di masa lampau berpikit/mengira
ini tergantung pada banyak perbuatan baik(amal).
Namun, keselamatan kita bergantung
sepenuhnya pada hubungan kita dengan Yesus Kristus dan bukan pada kumpulan
pekerjaan baik yang mungkin kita lakukan.
44. Dosa
dimulai di surga dengan kesombongan dan arogansi di hati Lucifer. Mengapa
dosa-dosa itu begitu berbahaya? Ini terutama karena orang sombong merasa tidak
perlu (pride feels no need). Yang sombong mengira mereka baik-baik saja. Mereka
tidak perlu berubah! Namun, Alkitab selanjutnya mengatakan bahwa orang-orang
dari segala bangsa akan memiliki kesempatan untuk diselamatkan. (Lihat Yesaya
25: 6.)
45. Jadi, apa
yang kita pikirkan ketika kita berbicara tentang hari penghakiman Allah? Bagi
banyak orang, ini adalah ide yang sangat menakutkan. Tetapi, dalam terang
pelajaran kita minggu ini dan dalam terang semua yang kita baca dalam Alkitab,
kita perlu ingat bahwa penghakiman Allah tidak hanya akan menjadi suatu kengerian/teror bagi para pelaku
kejahatan, tetapi juga satu waktu
keselamatan bagi mereka yang melakukan apa yang benar. . Dan ini benar terjadi
di seluruh alam semesta.
Sementara Allah memberikan kemenangan kepada
anak-anak-Nya dan bahkan menyiapkan sebuah pesta/perjamuan untuk mereka,
(Yesaya 25) mereka yang memberontak terhadap-Nya akan dihukum. Lihat contoh
Moab.
Jadi, benarkah Allah membinasakan
musuh-musuh-Nya? Atau, apakah benar bahwa Tuhan hanya mengizinkan manusia — dan
malaikat — untuk menuai hasil dari pilihan mereka sendiri, baik atau jahat?
(Wahyu 20: 12-13)
Yesaya 2:12: “Sebab Tuhan semesta alam
menetapkan suatu hari untuk menghukum semua yang congkak dan angkuh serta
menghukum semua yang meninggikan diri, supaya direndahkan”.
46. Apa
yang telah Anda pelajari dari pelajaran ini?
Tiga poin yang telah ditemukan: (1) Penghakiman datang atas inisiatif
Allah. (Yesaya 13: 3) Dalam penghakiman terakhir sebelum kedatangan
Kristus yang kedua kali, kita diberitahu bahwa setiap orang akan diberi
kesempatan untuk membuat pilihannya sendiri.
Mereka yang
telah memilih Allah akan selamat; mereka yang memilih melawan Allah akan binasa.
Tetapi, Allahlah yang akhirnya berkata bahwa waktunya telah tiba bagi kita
untuk menarik garis antara yang baik dan yang jahat sementara setiap orang akan
membuat pilihan terakhirnya.
47. (2) Penghakiman Allah sudah dekat.
Apa yang kita maksud dengan itu? Sepanjang jalan di masa Yesaia dan Yoel di
Perjanjian Lama, penghakiman Tuhan dikatakan sudah sangat dekat. Ide itu
ditelusuri sampai ke bagian paling akhir dari kitab Wahyu.
Amin, datanglah, Tuhan Yesus!. (Wahyu 22:20,
KJV *) Jadi, bagi kita masing-masing, penilaian kita mungkin ditetapkan pada
titik di mana kita secara individu mati.
48. Akhirnya, (3) akan terlihat bahwa yang baik akan
diberi pahala dengan hidup yang kekal di hadirat Tuhan sementara yang jahat
akan dibiarkan menderita nasib mereka yang telah memilih untuk memisahkan diri
dari satu-satunya Sumber kehidupan.
Dan sementara kitalah yang membuat keputusan2,
Allahlah yang akan menarik garis untuk mengatakan bahwa setiap orang pada saat
itu telah mengambil keputusan. Seluruh dunia akan terlibat. Orang-orang yang
setia kepada Allah dari semua bangsa akan diberi pahala(rewarded); mereka yang
memilih melawan Allah dan jalan-Nya akan menderita nasib yang mereka pilih
untuk mereka sendiri.
49. Apakah
nasib Babel yang dijelaskan dalam Yesaya
14 membuat Anda takut? Meskipun rasa takut bukanlah motif yang tepat
karena pada akhirnya tidak akan bertahan, namun, rasa takut telah membuat/menuntun
banyak orang berbalik dari kejahatan kepada Tuhan. Di sisi siapa kita akan
berada? Sudahkah kita melihat kebenaran tentang karakter Allah sampai-sampai
kita mencintai-Nya dan ingin melayani-Nya? Atau, apakah kita melihat kesenangan
dunia dan menganggapnya lebih menarik?
End.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar