Sabtu, 01 Desember 2018

Jangan Menurut Teladan Dunia.


Image result for Kristus teladan kita.
JANGAN MENURUT TELADAN DUNIA.

Pendahuluan:
   Ilustrasi:
   Seorang doktor ilmu jiwa pernah mengadakan suatu institut di sebuah sekolah.  Doktor ini mengadakan suatu experiment atau percobaan.  Sebelum diadakan percobaan ini, seorang siswa bernama Johan disuruh keluar untuk mengambil buku ke perpustaaan.  Kemudian doktor itu mengambil kapur dan membuat tiga buah garis di papan tulis dan ke tiga garis itu sama panjangnya.
   Kemudian doktor itu mengatakan kepada para siswa  yang lain: “Bila Johan sudah kembali dari perpustakaan, percobaan akan dimulai. Dan kalau saya tanya nanti, “manakah garis yang lebih panjang dari yang lain, jawablah nanti dengan mengatakan—garis yang ke tiga”.
   Johan pun kembali dan tidak mengetahui bahwa percobaan akan diadakan serta tidak mengetahui apa yang terjadi sebelumnya.

   Percobaan pun dimulai dan doktor itu pun bertanya: “Manakah garis yang lebih panjang dari yang lain?. Mayoritas siswa menjawab: “garis yang ketiga”.  Johan heran dan bingung padahal dia tahu bahwa garis itu semuanya sama panjang.  Pada waktu Johan ditanya, dia juga menjawabnya dengan garis yang ke tiga.  Johan tidak mau berbeda dengan teman-teman lainnya.

Pembahasan:
   Kebanyakan diantara kita terkadang ingin seperti Johan itu.
   Mengapa Johan katakan bahwa garis yang ke tiga yang lebih panjang, padahal sebenarnya semua garis itu tidak berbeda?.
   Jawabnya ialah, karena dia tidak mau ketinggalan, jangan sampai di olok-olok oleh teman-temannya yang lain.
   Gereja-gereja pun demikian,..sudah banyak yang menyimpang karena takut nanti di olok-olok orang lain.  Kemurtadan sudah masuk ke dalam gereja, karena ingin dipuji.
   Mari kita pelajari beberapa ayat dari Firman Allah yang boleh menjadi nasehat bagi kita:
   Lukas 6:26 “Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu”.
   Roma 12:2 “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna”.

   Saudara-saudaraku didalam Tuhan Yesus,
   Pembaharuan tabiat hanya mungkin dengan jalan: membaharui pikiran.  Karena melalui pikiran Allah bekerja dalam kita.
I.            JANGAN IKUT-IKUTAN DENGAN TELADAN DUNIA
   Gereja jangan ikut-ikutan.
   Hosea 4:7 “Makin bertambah banyak mereka, makin berdosa mereka kepada-Ku, kemuliaan mereka akan Kutukar dengan kehinaan”.
   Saudaraku,...Gereja yang mengikuti teladan dunia selalu merugikan. Garis pemisah antara umat Tuhan dengan dunia harus selalu jelas.  Hidup terpisah bukan berarti hidup terisolir, tidak memikirkan dunia dan tidak memikirkan kepopuleran.
   Pernahkah Kristus itu populer?. Jawabnya : Pernah!.
   Pada waktu Yesus memberikan makan orang banyak, Dia populer, hendak dijadikan Raja.  Jadi orang lain berpendapat lain—supaya Dia dibuat menjadi Raja. Namun, bagaimana tindakan Yesus?.  Pada waktu orang lain ingin mengangkat Dia, Tuhan Yesus menyingir (menjauh).  Bagaimanakah sebenarnya sikap dunia ini terhadap umat Tuhan?.
   Kita baca Yohanes 15:19 “Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya.  Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu”.
   Disini dikatakan: “dunia membenci kamu”, benci kepada Kristus. Tetapi bukan hanya benci melainkan mari kita baca dalam Yohanes 15:20 “di aniaya”.  “Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya.  Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menurut firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu”.

II.          MENDUNIAWIKAN GEREJA KRISTEN.
   Majallah Christiany Today, 16 Nov.1964 “Ahli-ahli teologia sudah mulai menduniawikan gereja kristen”.
   Jika demikian, bagaimana gereja Kristen menjadi saksi Kristus di dunia ini?.
   Pada tahun 1974, seorang dosen dari UNAI, waktu itu masih disebut ITKA, pernah menghadiri suatu konferensi Kristen di Kabanjahe, Sumut.  Disana orang-orang Kristen lain bertanya: “Mengapa GMAHK tidak masuk anggota DGI (Dewan Gereja Indonesia)?.  Dosen itu tidak tau apa jawabnya tetapi dia mencari apa yang menjadi jawabannya.
   Saudara2ku,...”Kita tidak perlu bergabung, karena kita mempunyai Dewan Gereja-gereja, yaitu: GC,DIVISI, UNI, dll.
   Roh Nubuat berkata: “Bahwa golongan yang tidak mau bergabung akan mengalami penganiayaan”. (Yohanes 15:20).
   Dewan Gereja-gereja Indonesia dibentuk tanggal 25 Mei 1950.
   Pada waktu ini: 28 gereja-gereja punya wakil-wakilnya.
   Tekad dari DGI ialah: Membentuk Gereja Kristen yang Esa di Indonesia.  Dalam waktu 26 tahun (1976) tercatat : 44 gereja yang telah menjadi anggotanya.  Tugas DGI sekarang ialah: “Untuk membina kesadaran ke esaan dan aksi bersama dalam kesaksian, pelayanan dan partisipasi gereja dalam pembangunan, pendidikan dan komunikasi, serta paritisipasi dalam gerakan Oikumene sedunia dan se Asia”.

   Pada saat diadakan Sidang Raya DGI ke VIII di Salatiga, seorang utusan dari GMAHK hadir, diutus sebagai peninjau ke seidang raya DGI itu (tahun 1976).  Saat itu ada 2 orang pendeta protestant yang bertanya kepada utusan kita.  Ada 2 pertanyaannya yaitu:
1.  “Mengapa GMAHK tidak menjadi anggota Dewan Gereja-gereja Sedunia atau di Indonesia menjadi anggota DGI?.”
2.  “Kalau begitu GMAHK tidak konsekwen terhadap doa Tuhan Yesus dalam Yohanes 17 dan tidak konsekwen untuk persatuan gereja Kristen”.
   Kemudian utusan kita menjawab dan mengutarakan pendirian GMAHK sbb: “Apabila kita membicarakan mengenai persatuan yang didasarkan atas doa Yesus Kristus didalam Yohanes 17 maka GMAHK berdiri di depan untuk memperjuangkan ajaran itu dan mempertahankan persatuan itu.  Akan tetapi apakah doa Yesus Kristus didalam Yohanes 17 tentang persatuan itu dimaksudkan-Nya agar semuanya menjadi satu masuk menjadi anggota Dewan Gereja-gereja?.  Saya yakin tidaklah demikian, melainkan agar kita menjadi satu didalam Kristus diatas dasar Firman Tuhan, yaitu: ALKITAB.
   Saudara-saudaraku,...Pada kebaktian pagi hari dalam sidang raya ke 8 itu seorang pendeta berkhotbah antara lain menekankan: “bahwa pada zaman dahulu orang Israel harus menurut Taurat yang dimaksudkannya 10 hukum yang diberikan oleh Allah diatas gunung Torsina (Sinai), dan dikatakannya bahwa penurutan hukum itu hanya berlaku kepada bangsa Israel saja.  Sedang kita yang hidup pada zaman Perjanjian Baru, kita hidup karena iman kepada Yesus Kristus yang telah menyalibkan Taurat itu di kayu palang”.
   GMAHK tidak memiliki keyakinan seperti itu, karena Alkitab tidak mengajarkan demikian.  Karena itu, salah satu alasan mengapa GMAHK tidak menjadi anggota DGS atau DGI di Indonesia adalah karena pertimbangan-pertimbangan yang bersifat fundamentil yang menyangkut doktrin kepercayaan.

   Namun demikian utusan kita pada waktu itu mengakhiri dengan mengatakan: “GMAHK sangat menghormati dan menghargai segala usaha yang dilaksanakan oleh DGI untuk mencapai dan memelihara persatuan gereja-gereja Kristen di Indonesia/sedunia.  Jika keadaan memungkinkan, kita pun dapat membantu kegiatan Dewan Gereja-gereja dalam bidang-bidang tertentu walaupun bukan sebagai anggota”.
        Warta Gereja Advent, Nov.1976, hlm.18.
  
   Kita buka Keluaran 23:2 “Janganlah engkau turut-turut kebanyakan orang melakuan kejahatan, dan dalam memberikan kesaksian mengenai sesuatu  perkara janganlah  engkau turut-turut kebanyakan orang membelokkan hukum”.
  Standard benar atau tidak bukan ditentukan oleh orang banyak.  Yang benar tetap benar, walaupun dunia sekalipun menentangnya.
   Seorang mungkin melihat dan berkata: “Lihatlah si anu itu, sudah lama menjadi anggota, tetapi kehidupannya begitu-begitu saja, masih hidupkan manusia lama.”.
   Memang benar—anggota lama pantas menjadi teladan jiwa-jiwa yang baru.  Dewasa ini selalu orang lain walaupun tidak benar—itulah yang dibuat dan dilihat menjadi teladan.
   Petrus pernah bertanya kepada Kristus: “Tuhan, lihatlah Yohanes.”  Yesus berkata: “Tidak usah lihat-lihat Yohanes (sesama murid), sesama manusia, mereka bukan patokanmu, ikutlah Aku”.
   Ilustrasi:
   Juara dunia tinju kelas berat Mohammad Ali, masih ada juga yang menyangsikan/meragukan kemampuannya. Sewaktu dia ditimbang menjelang pertarungannya melawan Eerni Shavers di New York hari Kamis, 29 September 1977, Ali katakan: “bahwa orang yang masih ragu-ragu terhadap kemampuan dirinya, sama halnya menyangsikan nabi Musa”. (Berita Buana, 27 Sept.1977, hlm.4).
   Saudara-saudaraku yang kekasih,...Setan bekerja keras untuk mengalihkan pikiran umat Tuhan untuk melihat sesama manusia dan melupakan Yesus.  Saudara dan saya tak perlu ragu-ragu untuk tetap ikut Yesus.  Yesuslah yang harus menjadi teladan kita.
   “Kita harus memandang kepada Yesus, manusia itu, yang lengkap didalam kesempurnaan kebenaran dan kesucian. Ialah yang mengadakan dan menyempurnakan iman kita. Ialah manusia teladan. Pengalaman-Nya ialah ukuran pengalaman yang kita harus dapat, Karakter-Nya ialah contoh bagi kita. 
   Karena itu, hendaklah kita membuangkan ingatan kita daripada kepicikan dan kesulitan kehidupan ini, dan memusatkan semuanya kepada-Nya, supaya oleh memandang kita boleh diobahkan kedalam keserupaan-Nya.  Kita boleh memandang Kristus kepada maksud yang baik”.
     E.G. White, SDA Commentary Vol.7, p.970.

KONKLUSI:
   Mari kita buka 2 Korintus 10:12 “Memang kami tidak berani menggolongkan diri kepada atau membandingkan diri dengan orang-orang tertentu yang memujikan diri sendiri.  Mereka mengukur dirinya dengan ukuran mereka sendiri dan membandingkan dirinya dengan diri mereka sendiri. Alangkah bodohnya mereka!”.
   Mereka yang mengambil manusia sebagai patokan adalah kurang bijaksana.  Satu-satunya teladan kita yang sempurna adalah : Kristus.
   E.G. White, Early Writing, hlm.71 berkata: “Bahwa yang kita harus tiru adalah Kristus.  Kalau kita memantulkan tabiat Kristus, Kristus akan melindungi kita pada aniaya yang akan datang”.
   1 Yohanes 2:17 “Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya”.
   Dunia dan keinginan dunia akan lenyap, yang meniru Kristus hidup kekal.
   Semoga Kristus menjadi teladan bagi kita sampai selama-lamanya.  Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar