Senin, 22 Agustus 2016

Cinta Mengalahkan Segalanya.




     
   Dahulu kala di China ada seorang gadis bernama Li-li.  Ia baru menikah dan tinggal di rumah mertuanya.  Dalam waktu singkat ia tahu bahwa ia sangat tidak cocok tinggal serumah bersama ibu mertuanya.  Karakter mereka sangat jauh berbeda dan Li-li sangat tidak menyukai kebiasaan ibu mertuanya. Hari berganti hari, bulan berganti bulan.  Li-li dan ibu mertuanya tidak pernah berhenti berdebat dan bertengkar.  Yang paling membuat Li-li kesal adalah adat kuno Tiongkok yang mengharuskan ia selalu menundukkan kepala untuk menghormati mertuanya dan menaati segala kemauannya.  Semua kemarahan dan ketidakbahagiaan dalam rumah itu menyebabkan kesedihan yang mendalam pada hati suami Li-li yang berjiwa sederhana. 

   Akhirnya Li-li merasa tidak tahan lagi terhadap sifat buruk dan kelakuan ibu mertuanya.  Ia benar-benar bertekad untuk melakukan sesuatu.  Li-li menjumpai teman ayahnya, seorang Sinshe bernama Wang yang mempunyai Toko Obat China.  Ia menceritakan semua situasinya dan minta dibuatkan ramuan racun yang kuat untuk diberikan kepada ibu mertuanya.Sinshe Wang berpikir keras sejenak lalu ia berkata, “Li-li saya mau membantu kamu menyelesaikan masalahmu.  Tapi, kamu harus mendengarkan saya dan menaati saran saya.”  “Baik, saya akan mengikuti apa yang bapak ketakan.”  Sinshe Wang masuk kedalam.  Tidak lama ia kembali dengan menggenggam sebungkus ramuan.  “Kamu tidak bisa memakai racun keras  yang seketika mematikan untuk menyingkirkan mertuamu karena hal itu akan membuat semua orang curiga. 

   Oleh karena itu, saya memberimu ramuan beberapa jenis tanaman obat yang secara perlahan-lahan akan menjadi racun di tubuhnya.”  Sinshe Wang melanjutkan, “Setiap hari, sediakan makanan yang enak-enak dan masukkan sedikit ramuan obat ini ke dalamnya.  Supaya tidak ada curiga saat ia akan mati, kamu harus hati-hati sekali dan bersikap sangat bersahabat dengannya.  Jangan berdebat dengannya.  Taati semua kehendaknya dan perlakukan dia seperti seorang  ratu.” Li-li sangat senang.  Ia berterimakasih kepada Sinshe Wang dan buru-buru pulang ke rumah untuk melaksanakan niatnya membunuh sang ibu mertua.  Minggu demi minggu, bulan demi bulan berganti.  Setiap hari Li-li melayani mertuanya dengan makanan enak yang sudah dibumbuinya. 

   Ia mengingat pesan Sinshe Wang tentang mencegah kecurigaan.  Ia mulai belajar mengendalikan amarahnya, menaati perintah ibu mertuanya, dan memperlakukan seperti ibu kandungnya. Setelah enam bulan berlalu, suasana dalam rumah berubah drastis.  Li-li sudah mampu mengendalikan amarahnya sedemikian rupa sehingga menemukan dirinya tidak lagi sering marah-marah  atau kesal.  Ia tidak pernah lagi berdebat dengan ibu mertuanya.  Selama enam bulan terakhir ia mendapati ibu mertuanya kini lebih ramah padanya.  Sikap sang ibu mertua terhadap Li-li berubah dan mulai mencintai Li-li seperti putrinya sendiri.  Ia terus menceritakan kepada kawan-kawan dan sanak familinya bahwa Li-li adalah menantu yang paling baik yang ia peroleh. Li-li dan ibu mertuanya saling memperlakukan satu sama lain seperti layaknya ibu dan anak sesungguhnya.  Suami Li-li sangat bahagia menyaksikan semua yang terjadi. 

   Suatu hari Li-li pergi menjumpai Sinshe Wang dan meminta bantuannya sekali lagi.  Ia berkata, “Pak Wang, tolong saya mencegah supaya racun yang saya berikan kepada ibu mertua saya tidak sampai membunuhnya!  Ia telah berubah menjadi ibu yang begitu baik sehingga saya sangat mencintainya seperti ibu saya sendiri.  Saya tidak mau ia mati karena racun yang saya berikan padanya.” Sinshe Wang tersenyum dan mengangguk-anggukkan kepalanya, “Li-li tidak ada yang perlu kamu khawatirkan.  Saya tidak pernah memberi kamu racun. 

   Ramuan yang saya berikan kepadamu hanyalah ramuan penguat badan untuk menjaga kesehatan beliau.  Satu-satunya racun yang ada terdapat dalam pikiranmu dan sikapmu terhadapnya.  Tetapi, semuanya telah disapu bersih dengan cinta yang kamu berikan kepadanya.

   Untuk Direnungkan :  Cinta mengalahkan segalanya.  Ada satu lembah terkenal di sydney namanya lembah Gema, kalau kita bicara, maka apa yang kita ucapkan kembali kepada kita.  Meskipun mengetahui kebenaran ini, kita terlalu mementingkan diri sendiri sehingga lupa melakukannya kepada orang lain.

    Untuk Dilakukan :  “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.  Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kita para nabi.”  Matius 7 : 12

   Kita ingin orang lain memperlakukan kita dengan baik, tetapi kita lupa memperlakukan orang lain dengan baik juga.  Karena itu mulai sekarang perlakukan orang lain dengan baik disertai cinta, niscaya itu akan kembali kepada kita.  Jangankan manusia!  Binatangpun sekejam apapun kalau kita perlakukan dengan baik, pasti dia akan berlaku ramah dan baik atas diri kita.  Mari coba sekarang, mungkin anda sedang dongkol, benci kepada seseorang disekitar anda, mulailah berkomitmen untuk memulai sesuatu yang baru dengan memperlakukan sebaik-baiknya, niscaya anda akan mendapat balasan yang setimpal kelak.  Jagalah pikiran, dan sikap kita kepada orang lain,  Berilah yang baik niscaya yang baik pula kita terima, bila kita beri cinta pasti dibalas cinta, tapi bila kita  beri fitnah pasti dibalas fitnah dan benci.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar