Senin, 22 Agustus 2016

Kuasa Allah.



    
    Kalau Cinta kasih yang pertama hilang apakah yang terjadi?.  Maka akan timbul persoalan dalam gereja.  Mari kita buka Alkitab kita dalam Wahyu 2:4. Disini Yohanes berbicara kepada Jemaat di Epesus.  Ini pada waktu era gereja itu masih suci.  Tetapi dengan datangnya penganiayaan, maka mereka rajin keluar mengabarkan tentang Kristus(menginjil) . Namun jemaat Epesus semakin mundur.  Itulah sebabnya Rasul Yohanes mengingatkan cinta pertama itu(Kasih yang mula-mula) .  Kita baca dalam Wahyu 2:4:
 “ Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula”.   Jadi kita perlu kembali kepada cinta kasih yang semula itu.  Betapa semangatnya Anda pada waktu saudara baru dibaptis, datang ke Acara Sekolah Sabat tepat pada waktunya dan mempunyai iman yang bisa memindahkan kesulitan bagaimanapun juga.

   Firman Tuhan menyatakan dalam Yeremia 12:5 “Jika engkau telah berlari dengan orang berjalan kaki, dan engkau telah dilelahkan, bagaimanakah engkau hendak berpacu melawan kuda?....Hal ini boleh kita menyinggung tentang  bagaimana kita caranya mengatasi kesulitan-kesulitan  yang kita hadapi.  Nabi Yeremia menyatakan disini, apabila kita tidak dapat mengatasi persoalan yang kecil-kecil, bagaimanakah kita boleh mengatasi persoalan yang besar?.  Kita menyadari bahwa kita mungkin semakin kurang berdoa dan belajar Alkitab.  Lebih sedikit berdoa maka sedikit kuasa.  Belajar Firman Tuhan sedikit maka kuasa sedikit juga diberikan kepada kita.
   Amsal 3:5,6 “Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu”.  Dalam Injil Matius 6:33 “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”.  Kalau kita menyimpang dari iman maka hal-hal yang kecilpun akan menjadi batu sontohan bagi kita.
   Yesaya 59: 2  “Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu”.
   Dosa telah memisahkan kita dari Allah.
  
   Kita masih mengingat saat Daud telah mengalahkan raksasa (Goliat).
   Dalam 1 Samuel 17:1 –Disaat Goliat menantang tentara Israel, Daud sudah diurapi kepada suatu tugas.(1 Samuel 16:13).  Tanggungjawab yang diserahkan kepadanya tidak menjadikan dia sombong.  Hatinya merasa senang karena Tuhan telah memilih dia kepada suatu pekerjaan yang mulia (tinggi). Dalam 1 Samuel 17:17 Daud disuruh ayahnya mencari saudara-saudaranya.  Pada saat dia mencari saudara-saudaranya, dia mendengar fitnahan dari orang-orang Filistin. Dalam ayat 26 –dia berkata: Apakah yang harus kulakukan sekarang ini?. Disinilah Daud berpikir, kenapa orang-orang Israel takut melawan orang-orang Filistin padahal Tuhan ada dipihak mereka.  Raja Saul sendiri takut.  Daud berkata: Jangan takut, saya akan melawan Goliat. Dia mencoba pakaian perang Saul tapi terlalu besar untuk dipakaikan ke badannya.
   Saudara-saudaraku,…Kita harus berperang dengan senjata kita sendiri.  Kemudian dia menanggalkannya (ayat 39). dan dia pergi dengan suatu senjata yaitu:  Tongkatnya  dan 5 batu yang licin dari sungai (ayat 40).
   Goliat yang melihat Daud yang maju tidak percaya kepada dirinya sendiri.  Goliat bertanya: Apakah aku ini anjing?.(ay.43).
   Apa yang dilihat oleh Goliat hanyalah 5 buah batu dan ali-ali.  Tetapi disamping itu ada sesuatu yang tidak kelihatan yaitu: POWER OF GOD(KUASA ALLAH).
   Kemajuan kita bukan tepergantung pada bangunan-bangunan gereja tapi kepada apakah kita berada di pihak Allah. Daud  berkata: “Aku datang kepadamu dengan nama TUHAN semesta  alam”.(ayat 45).

   Sebagai umat Tuhan, kita mungkin selalu menghadapi Goliat-Goliat dalam kehidupan kita. Karena begitu herannya, saat itu Goliat  membuka topi(helmetnya) untuk melihat Daud yang datang dengan ali-alinya.  Roh Suci telah memimpin  batu itu mengenai Goliat.
   Pada waktu inilah Daud  yang dipanggil Allah— dia menurut dengan sepenuhnya kepada Allah.

   KISAH DAUD YANG MELIHAT ISTERI URIAH YANG  CANTIK.
   Dia sudah berbuat suatu dosa yang besar dengan berzinah (Melihat isteri Uriah untuk ingin memilikinya).  Dengan mengirim Uriah ke medan pertempuran maka dia merasa akan bisa mendapatnya secara legal.  Singkatnya,  Batseba pun jadi isterinya.  Namun orang mengetahuinya.  Untuk menutupinya maka dia melakukan dosa yang lain.
   Saudara-saudaraku,..Dosa tidak dapat disembuhkan dengan melakukan dosa yang kedua. Hanya dapat disembuhkan dengan jalan meninggalkan dosa itu sendiri.  Maka sebagai akibatnya, Allah semakin jauh daripadanya.  Karena dia merasa bahwa Allah sudah semakin jauh maka dia telah menulis Mazmur fasal 32 dan fasal 51. 
   Mazmur 51:2 adalah merupakan seruan Raja Daud supaya Allah menyucikan dia dari dosa-dosa nya.  Alkitab berkata: Apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.(Galatia 6:7).
      Sekalipun kita tidak selalu menang dalam setiap peperangan, Allah kita itu melihat hati. Daud telah mengakui segala dosa-dosanya. Tuhan Allah selalu memperhatikan Daud walaupun sudah gagal dalam peperangan. Daud telah membaharui kekuatannya kepada Allah.
   Saudara-saudaraku,..Tidak menjadi soal betapa besar dosa-dosa kita, tetapi kalau kita mengaku dosa-dosa kita maka Allah itu Maha Murah dan mengampuni dosa-dosa kita.
   Yesus menyatakan dalam Matius 11:28 “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu”.
   Dia akan memberikan kuasa kepada kita.  Sebab itu kita tidak perlu takut menghadapi raksasa-raksasa itu.  Kita harus mengadapi itu dengan tenang seperti Daud.  Inilah harapan dan doa kita.  Amen. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar