Minggu, 18 Januari 2015

Tiga Kalimat Terlarang Saat Makan Bersama Anak.

  
 
Orangtua sebaiknya mengajarkan bahwa tujuan dari makan adalah untuk memenuhi kebutuhan energi anak, bukannya menyenangkan hati orangtua.

 Setiap hari Anda makan malam bersama anak-anak di rumah? Bagus! Selama makan, pasti Anda sekeluarga akan berbagi begitu banyak cerita. Tak hanya itu, Anda juga mungkin sering melontarkan beberapa komentar sehubungan dengan aktivitas makan yang sedang dilakukan anak maupun Anda sendiri.

 Ternyata, menurut pakar Michelle May, MD, seorang penulis sekaligus dokter keluarga, percakapan di meja makan ini sangat berpengaruh pada masa depan anak-anak, terutama yang berkaitan dengan

kesehatan dan pola makan. Dari acara rutin ini, mereka akan belajar cara pandang terhadap makanan dan juga bagaimana memperlakukannya. Namun, ada beberapa hal yang kerap orangtua ucapkan yang ternyata bisa membentuk pandangan yang keliru pada anak. Inilah beberapa di antaranya:

 1. MELABELI ANAK.


Anak-anak selalu ingin menyenangkan hati orangtuanya. Ketika mereka makan banyak, Anda memujinya "Wah, pintar ya makannya". Sementara jika mereka tidak suka makanan yang dihidangkan, Anda berkata, "Kamu suka pilih-pilih makan, ya?"

 Menurut May, orangtua sebaiknya mengajarkan bahwa tujuan dari makan adalah untuk memenuhi kebutuhan energi anak, bukannya menyenangkan hati orangtua.

Dengan begitu, mereka akan paham sejak awal bahwa porsi makanan yang cukup dan variasi menu yang baik akan membuat mereka sehat. Bila tujuan ini tercapai, dengan sendirinya mereka akan bersedia mencicipi berbagai jenis makanan dan menyantap makanan yang Anda anggap penting bagi kesehatannya.

 2. MENGANCAM DAN MENYOGOK.


Anak-anak sangat cerdas. Ketika Anda mencoba menyogoknya untuk menyantap makanan tertentu, mereka langsung tahu kalau hidangan itu tidak enak rasanya, dan apa yang Anda jadikan sogokan adalah hadiahnya. Nantinya, mereka terbiasa untuk tidak mau memakan hidangan itu sebelum diberikan hadiahnya. Kemungkinan lain, Anda mengancam mereka dengan berkata: "Habiskan semua yang di piring atau kamu tidak boleh makan es krim".
 Menurut May, orangtua harus terlebih dulu melihat apakah porsi makan anak sudah cukup atau belum. Berikan mereka makanan sesuai porsi yang sanggup dimakan dan hindari mendorong mereka makan lebih banyak dari kemampuan. "Mendorong mereka makan berlebihan dan disertai dengan hadiah berupa makanan manis, dapat terus dibawa hingga mereka dewasa nanti," kata May memperingatkan.

 3.MENGHUKUM DIRI SENDIRI.


Tidak hanya kalimat yang Anda lontarkan pada mereka. Apa yang Anda katakan tentang diri sendiri juga dapat mengubah pandangan mereka. Misalnya, dengan berkata bahwa Anda telah makan terlalu banyak hari itu, dan dengan demikian terpaksa harus berolahraga lebih banyak di gym. Sementara, pada dasarnya anak-anak memang hobi bergerak. Jika mereka mendengarnya, bisa jadi mereka menganggap olahraga dan aktivitas fisik sebagai salah satu bentuk hukuman.
 Hindari juga menyatakan diri Anda gemuk dan buruk, karena pernyataan seperti ini akan membuat anak belajar menilai orang dari penampilan fisiknya.

 "Lebih baik jika Anda berkata, bahwa hari ini telah makan lebih banyak daripada yang dibutuhkan, dan karenanya akan berjalan kaki sebentar supaya badan Anda menjadi lebih enak," anjur
May.

 Selain itu, sering-seringlah berkata pada anak bahwa Anda memang tidak memiliki badan yang sempurna, namun selalu berusaha supaya bisa hidup sehat. Mereka akan meniru cara pikir ini sampai
besar nanti!

Sumber: Kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar